cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PROFESI KEGURUAN
ISSN : 24604399     EISSN : 25287214     DOI : -
Core Subject : Education,
The Jurnal Profesi Keguruan is scientific publication works in the education world by teachers, professors, and the society. Scientific papers published in this journal is an article the results of research or innovative and progressive ideas in the field of formal education. The article can be a result of classroom action research (PTK), experiments, or the work of Innovative teachers. The journal is intended for teachers to professionality development. This journal also means that Universitas Negeri Semarang (UNNES) cooperation with teachers to build conservation character.
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Pengaruh Almari Labu Model Savi Untuk Pencapaian Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemandirian Belajar Pada Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar
widiyanto Vol 8, No 2 (2022): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v8i2.37706

Abstract

Guru sebagai seorang pendidik wajib memiliki kualifikasi kompetensi profesional. Sekolah menjadi pusat dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar peserta didik. Penggunaan media almari labu pada pembelajaran SAVI menjadikan pembelajaran IPA lebih interaktif. Artikel ini bertujuan untuk menguji efektivitas Model Pembelajaran Savi berbantuan Almari Labu pada pencapaian kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas VI, yang terdiri dari 4 SD, Yaitu: SD Negeri 4 Mayonglor, SD Negeri 1 Tigajuru, dan SD Negeri 5 Mayonglor, Kabupaten Jepara. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu desain Squential Explanatory (urutan pembuktian), dimana pada tahap pertama penelitian menggunakan metode kuantitatif dan pada tahap kedua menggunakan metode kualitatif. Penelitian dilakukan dengan tahap: 1) tahap analisis kondisi awal; 2) tahap rancangan perangkat pembelajaran; 3) tahap pelaksanaan pembelajaran dan 4) tahap pasca pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang menggunakan model pembelajaran SAVI dengan pembelajaran konvensional.Teachers as educators are required to have professional competency qualifications. Schools become centers in developing students' critical thinking skills and independent learning. The use of pumpkin cupboard media in SAVI learning makes science learning more interactive. This article aims to examine the effectiveness of the Savi Learning Model assisted by Almari Labu on achieving critical thinking skills and student learning independence in science learning. This research was conducted on students of class VI, which consisted of 4 elementary schools, namely: SD Negeri 4 Mayonglor, SD Negeri 1 Tigajuru, and SD Negeri 5 Mayonglor, Jepara Regency. The research procedure used is a sequential explanatory design (sequence of proof), where in the first stage the research uses quantitative methods and in the second stage uses qualitative methods. The research was carried out in the following stages: 1) the initial condition analysis stage; 2) learning device design stage; 3) the learning implementation stage and 4) the post-learning stage. The results of the study showed that there was no significant difference in the critical thinking abilities of students who used the SAVI learning model with conventional learning.
Implementasi Media Sway Pada Materi Kalor Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Kelas XI MIPA SMA
widiyanto Vol 8, No 2 (2022): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v8i2.40692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah, (2) mengetahui pengaruh penerapan media Sway pada kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah, dan (3) mengetahui respon peserta didik terhadap media Sway yang diterapkan dalam pembelajaran. Penelitian mengunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain pararel konvergen. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Ungaran Kabupaten Semarang pada tahun pelajaran 2020-2021. Sampel yang diambil 2 kelas yaitu kelas XI MIPA-7 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA-6 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat kemampuan pemecahan masalah yang dimiliki oleh peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh skore lebih tinggi dari kelas terkontrol untuk indikator memahami masalah, merencanakan penyelesaian dan menyelesaikan perencanaan. Respon peserta didik terhadap pemanfaatan Sway dalam pembelajaran cukup baik, yaitu 57% peserta didik memberikan respon positif dan menyatakan bahwa Microsoft Sway efektif untuk membantu dalam memahami materi. Kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada kelas eksperimen secara keseluruhan pada tiap butir soal mencapai kategori sangat baik dan baik. Ini membuktikan bahwa dengan media Sway pada pembelajaran Fisika dapat berpengaruh untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah.This study aims to: (1) determine the ability of students to solve problems, (2) determine the effect of applying Sway media on students' ability to solve problems, and (3) determine student responses to Sway media applied in learning. This research is mixed methods research with a convergent parallel design. This research was conducted at SMA Negeri 2 Ungaran, Semarang Regency in the 2020-2021 academic year. The samples taken were 2 classes, namely class XI MIPA-7 as the experimental class and class XI MIPA-6 as the control class. The results showed that there were differences in the level of problem-solving abilities possessed by students in the experimental class and the control class. The experimental class obtained a higher score than the controlled class for indicators of understanding the problem, planning a solution, and completing the plan. The response of students to the use of Sway in learning is quite good, that is, 57% of students gave a positive response and stated that Microsoft Sway was effective in helping to understand the material. The problem-solving ability of students in the experimental class on each item reached the very good and good categories. This proves that the Sway media in learning Physics can influence increasing students' ability to solve problems.
Implementasi Kurikulum Cambridge di SD Nasima Kota Semarang
widiyanto Vol 9, No 1 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i1.42741

Abstract

Kebijakan Kementrian Pendidikan yaitu kebebasan memilih kurikulum membuat sekolah-sekolah mengadopsi sistem kurikulum untuk pembelajarannya. Kurikulum Cambridge berfokus tentang pengetahuan, serta pemikiran kritis, serta pembelajaran berdasarkan  pemecahan masalah. Tujuan secara umum dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Kurikulum Cambridge dalam pembelajaran Sains di SD Nasima. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara. Teknik triangulasi digunakan dalam metode analisis data. Penelitian ini memiliki anatara Direktur Pendidikan I, Kepala SD, Wakil Kepala Kurikulum, beberapa Guru, serta beberapa siswa di kelas IV. Penelitian menunjukkan hasil yaitu 1) implementasi kurikulum Cambridge dalam perencanaan meliputi keikutsertaan dalam seminar serta lokakarya, dokumen infrastruktur dan kurikulum. 2) Implementasi kurikulum Cambridge dilaksanakan dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pembelajaran berdasarkan kualifikasi guru. 3) Pelaksanaan kurikulum Cambridge dievaluasi dengan cara evaluasi internal dan evaluasi siswa. Hambatan dapat dihadapi melalui berbagai usaha dalam penerapan Kurikulum Cambridge dengan baik dalam Pembelajaran Sains di SD Nasima Semarang.The policy of the Ministry of Education, namely the freedom to choose the curriculum, makes schools adopt a curriculum system for their learning. The Cambridge curriculum focuses on knowledge, as well as critical thinking, and learning based on problem solving. The general aim of this study is to describe the Implementation of the Cambridge Curriculum in learning Science at Nasima Elementary School. This type of research is descriptive qualitative, with data collection techniques in the form of interviews. The triangulation technique is used in the data analysis method. This research involved the Director of Education I, the Head of Elementary School, Deputy Head of Curriculum, several teachers, and several students in grade IV. The research shows the results, namely 1) the implementation of the Cambridge curriculum in planning includes participation in seminars and workshops, infrastructure and curriculum documents. 2) Implementation of the Cambridge curriculum is carried out by planning, implementing and evaluating learning activities based on teacher qualifications. 3) The implementation of the Cambridge curriculum is evaluated by means of internal evaluation and student evaluation. Obstacles can be faced through various efforts in implementing the Cambridge Curriculum well in Learning Science at SD Nasima Semarang
Peningkatan Profesionalisme Guru SD di Masa Pandemi
widiyanto Vol 9, No 1 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i1.30845

Abstract

Perubahan digital yang tiba-tiba dalam dunia pendidikan akibat dari pandemic Covid-19 menyebabkan chaos dan goncangan pada struktur pendidikan. Pembelajaran daring menuntut guru untuk kompeten secara digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan profesionalisme guru di SD Muhammadiyah Mrisi pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru SD Muhammadiyah Mrisi yang terdiri atas 7 orang guru laki-laki dan 8 orang guru perempuan. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data penelitian dilakukan dengan metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: guru telah berusaha meningkatkan profesionalisme walaupun dalam kondisi pandemik Covid-19. Hal ini tercermin dari bagaimana upaya guru dalam meningkatkan kompetensinya dalam melaksanakan pembelajaran daring. Akan tetapi, guru mengalami kendala krusial dalam peningkatan profesionalisme karena perubahan secara tiba-tiba. Berdasarkan hasil penelitian maka pendidik sebaiknya dapat melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajaran salah satunya dengan memanfaatkan multimedia interaktif dalam pembelajaran Instansi pendidikan, sebaiknya dapat menyediakan fasilitas dalam menunjang kegiatan pembelajaran.Digital changes due to the sudden Covid-19 pandemic in the world of education have caused chaos and shocks to the educational structure. Online learning requires teachers to be digitally competent. This study aims to analyze the increase in teacher professionalism at SD Muhammadiyah Mrisi during the Covid-19 pandemic. This research is a qualitative descriptive study. The subjects of this study were SD Muhammadiyah Mrisi teachers consisting of 7 male teachers and 8 female teachers. This research data collection method uses interviews, observation, and documentation. Research data analysis was carried out using interactive analysis methods. The results of the study show that: teachers have tried to increase professionalism even in the conditions of the Covid-19 pandemic. This is reflected in the teacher's efforts to improve their competency in carrying out online learning. However, teachers experience crucial obstacles in increasing professionalism due to sudden changes. Based on the research results, educators should be able to make innovations in learning, one of which is by utilizing interactive multimedia in learning. Educational institutions should be able to provide facilities to support learning activities.
Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Melalui Model Discovery Learning dengan Metode Market Place Activity Siswa Kelas XI IPS
widiyanto Vol 9, No 1 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i1.43258

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa melalui model discovery learning dengan metode Market Place Activity. Penelitian ini menggunakan desain model Stephen Kemmis dan Robbin Mc. Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklusnya terdiri dari tahap perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observing), dan refeleksi (reflecting). Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 3 semester 1 SMA Negeri 1 Semarang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan tes. Sedangkan Teknik analisis data menggunakan rumus porsentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran discovery learning dengan metode Market Place Activity dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. dari data awal angket yang semula 75,5% menjadi 80%. Hasil observasi siklus I dan II meningkat dari 74% menjadi 79%. Hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 72 dan siklus II mencapai 85,61. Nilai pos-tes dari kedua siklus meningkat sebesar 13,61. Sedangkan prosentase siswa yang memperoleh nilai di atas KKM (70) dari siklus I sebesar 69%, kemudian siklus II terjadi peningkatan menjadi 97%.The purpose of this study was to determine the increase in motivation and student learning outcomes through the discovery learning model with the Market Place Activity method. This study uses the design model of Stephen Kemmis and Robbin Mc. Taggart is carried out in two cycles, where each cycle consists of planning, action, observing, and reflecting stages. The research subjects were students of class XI IPS 3 semester 1 of SMA Negeri 1 Semarang. Data collection techniques using observation, questionnaires, and tests. While the data analysis technique uses the percentage formula. The results showed that the discovery learning model with the Market Place Activity method can increase student motivation and learning outcomes. from the initial questionnaire data which was originally 75.5% to 80%. Observation results of cycles I and II increased from 74% to 79%. Student learning outcomes in cycle I reached 72 and cycle II reached 85.61. The post-test scores of the two cycles increased by 13.61. While the percentage of students who scored above the KKM (70) from cycle I was 69%, then cycle II increased to 97%.
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Matematika di SD Nasima Kota Semarang
widiyanto Vol 9, No 1 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i1.43123

Abstract

Sekolah Dasar (SD) Nasima Kota Semarang sebagai salah satu institusi pendidikan yang menerapkan kurikulum merdeka, sebelumnya menghadapi kendala dalam pembelajaran matematika dimana pelajaran matematika sering dianggap sulit oleh sebagian besar peserta didik. Penerapan Kurikulum Merdeka diharapkan mampu membawa perubahan besar dalam pembelajaran matematika karena adanya berbagai inovasi dari para guru yang menerapkan program Merdeka Belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum merdeka dalam pembelajaran matematika di SD Nasima Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Narasumber dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive yang meliputi kepala sekoah SD Nasima, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SD Nasima, guru matematika SD Nasima, dan siswa-siswi SD Nasima. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kurikulum Merdeka pada pembelajaran Matetmatika dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi di   SD Nasima Semarang telah berjalan dengan baik. Namun, tentunya masih terdapat beberapa kendala dalam implementasi kurikulum merdeka tersebut, diantaranya adalah keterbatasan kemampuan guru dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila dan terbatasnya waktu dalam pelaksanaan pembelajaran matematika. Untuk itu, persiapan dan perencanaan kurikulum Merdeka di SD Nasima harus dilakukan dengan lebih matang lagi agar kendala yang dihadapi dapat dihindarkan. Sharing praktik baik antar guru di SD Nasima ataupun dengan guru di sekolah lain harus dilakukan agar implementasi kurikulum Merdeka dapat berjalan lebih optimal.Nasima Elementary School (SD) Semarang City as one of the educational institutions that implements Merdeka Curriculum, previously faced obstacles in learning mathematics where mathematics lessons were often considered difficult by most students. The implementation of the Merdeka Curriculum is expected to be able to bring about major changes in mathematics learning due to various innovations from teachers who implement the Freedom to Learn program. This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum in mathematics learning at Nasima Elementary School, Semarang City. This study used descriptive qualitative method. The informants in this study were selected using a purposive technique which included the school principal of Nasima Elementary School, the Vice Principal of Curriculum Affairs at Nasima Elementary School, the mathematics teacher at Nasima Elementary School, and the students of Nasima Elementary School. Data collection in this study was carried out by observation, interview and documentation methods. The data analysis method used in this study is the interactive analysis method. The results of this study indicate that the implementation of the Merdeka Curriculum in Mathematics learning from the planning, implementation, and evaluation stages at SD Nasima Semarang has gone well. However, of course there are still some obstacles in the implementation of the Merdeka Curriculum, including the limited ability of teachers in projects to strengthen the Pancasila student profile and limited time in implementing mathematics learning. For this reason, the preparation and planning of the Merdeka Curriculum at Nasima Elementary School must be done more thoroughly so that the obstacles encountered can be avoided. Sharing good practices between teachers at Nasima Elementary School or with teachers at other schools must be carried out so that the implementation of the Merdeka Curriculum can run more optimally.
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Pidato Persuasif Menggunakan Model Investigasi Kelompok Berbantuan Media Audio untuk Siswa SMP
widiyanto Vol 9, No 1 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i1.36164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran, peningkatan pengetahuan serta keterampilan menulis teks pidato persuasif siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 3 Sukolilo ketika diterapkan model investigasi kelompok berbantuan media audio. Subjek penelitian ini yaitu 35 siswa kelas IX. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Data penelitian berupa hasil tes dan nontes. Data dikumpulkan dengan teknik tes tertulis, observasi, wawancara siswa, jurnal guru, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik kuantitatif dan kualititatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 12,15%. Pada siklus I sebesar 83,57%, kemudian pada siklus II sebesar 95,72%. Hasil tersebut sudah mencapai target ketuntasan proses pembelajaran sebesar 80%. Hasil tes pengetahuan dan keterampilan siswa juga mengalami peningkatan. Rata-rata nilai pengetahuan siklus I sebesar 72,72 dan pada siklus II sebesar 84,77. Kemudian rata-rata nilai keterampilan pada siklus I sebesar 71,93 dan pada siklus II sebesar 81,55.This study aims to analyze the learning process, increase knowledge and skills in writing persuasive speech texts for class IX students of SMP Muhammadiyah 3 Sukolilo when the audio media-assisted group investigation model is applied. The subjects of this study were 35 students of class IX. This study uses a classroom action research design. Research data in the form of test and non-test results. Data were collected by using written tests, observation, student interviews, teacher journals, and documentation. Data were analyzed by quantitative and qualitative techniques. The results showed that the learning process increased from cycle I to cycle II by 12.15%. In the first cycle of 83.57%, then in the second cycle of 95.72%, these results have reached the target of completeness of the learning process of 80%. The test results of students' knowledge and skills also increased. The average value of knowledge in the first cycle is 72.72 and in the second cycle is 84,77. Then the average skill value in the first cycle is 71,93 and in the second cycle is 81,55.
Penerapan Media Pembelajaran IPA Menggunakan Aplikasi Make It pada Siswa Sekolah Dasar
widiyanto Vol 9, No 1 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i1.41224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media pembelajaran IPA berbasis digital pada sekolah dasar, karena seiring berkembangnya zaman teknologi yang semakin pesat dapat berpengaruh besar terhadap kemajuan dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dinilai mampu mengubah sebuah kebiasaan dalam pembelajaran dengan pemberian secara terus-menerus dan konsisten untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Data penelitian diperoleh melalui tes tertulis yang ditujukan pada 27 orang siswa kelas lima sekolah dasar dengan menggunakan media pembelajaran digital berbantuan aplikasi software Make It. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran Make It mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi Hewan Avertebrata dan Vertebrata. Hal ini tercermin dari peningkatan hasil belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2. Pada siklus 1, rata-rata hasil belajar siswa adalah sebesar 62,2 dan pada siklus 2, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 71,85.  Persentase ketuntasan belajar siswa juga meningkat dari 29% pada siklus 1 menjadi 37% pada siklus 2.This study aims to analyze the application of digital-based science learning media in elementary schools, because along with the development of an increasingly rapid technological era, it can have a major impact on the progress of the world of education. This study uses a classroom action research method which is considered capable of changing a habit in learning by providing it continuously and consistently to improve the quality of learning. The research data was obtained through a written test aimed at 27 fifth grade elementary school students using digital learning media assisted by the Make It software application. The results of this study indicate that the learning media Make It is able to improve student learning outcomes in science subjects, subject matter Invertebrates and Vertebrates. This is reflected in the increase in student learning outcomes from cycle 1 to cycle 2. In cycle 1, the average student learning outcome was 62.2 and in cycle 2, the average student learning outcome increased to 71.85. The percentage of student learning completeness also increased from 29% in cycle 1 to 37% in cycle 2.
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Pada Siswa Kelas V SD
widiyanto Vol 9, No 1 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i1.41607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik melalui model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada siswa kelas V SD Karanganyar Kabupaten Kendal tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdapat tiga kali pertemuan. Prosedur penelitian pada setiap siklus diuraikan dalam serangkaian kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SDN 2 Karanganyar dengan jumlah peserta didik sebanyak 23 orang yang terdiri dari 13 peserta didik laki-laki dan 10 peserta didik perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskripsi kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make a match mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik yaitu dengan persentase ketuntasan mencapai 91,3 serta telah mencapai indokator kebrehasilan yang menyatakan jika persentase ketuntasan peserta didik lebih dari 75% maka penelitian dianggap berhasil.This study aims to determine the increase in motivation and learning outcomes of students through the make a match type cooperative learning model in fifth grade students at Karanganyar Elementary School, Kendal Regency, in the 2019/2020 academic year. This research was carried out using a classroom action research design. The research was carried out in two cycles and each cycle consisted of three meetings. The research procedures in each cycle are described in a series of planning, implementation, observation, and reflection activities. The research subjects were fifth grade students at SDN 2 Karanganyar with a total of 23 students consisting of 13 male students and 10 female students. Data collection techniques using observation and test techniques. Data analysis techniques using quantitative and qualitative description analysis techniques. The results showed that the cooperative learning model of the make a match type was able to increase the motivation and learning outcomes of students with a completeness percentage of 91.3 and a success indicator which stated that if the percentage of students' completeness was more than 75%, the research was considered successful. 
Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning Berbasis Media Spinning Wheels Untuk Meningkatkan Aktivitas & Hasil Belajar
widiyanto Vol 9, No 1 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i1.38602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran blended learning berbasis media spinning wheels. Metodologi penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas. Langkah-langkah PTK yaitu sebagai berikut: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Adapun subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII E SMP Negeri 1 Bringin Kab Semarang yang berjumlah 34 peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran blended learning dengan media spinning wheels dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas VIII E SMP Negeri 1 Bringin Kab Semarang. Peningkatan aktivitas belajar dapat dilihat dari banyaknya peserta didik yang aktif dalam kegiatan pembelajaran, selain itu hasil belajar kognitif peserta didik kelas VIII E, dapat dilihat dari siklus I didapatkan persentase ketuntasan klasikalnya sebesar 17.65%. Siklus II mengalami peningkatan dimana persentase ketuntasan klasikalnya mencapai 94.12%.This study aims to improve students' activities and to learn outcomes through the application of a blended learning model based on spinning wheels media. The methodology of this research is Classroom Action Research (CAR) which is used to improve the learning process in the classroom. The CAR steps are as follows: planning, implementation, observation, and reflection, carried out in 2 cycles. The subjects of this study were students of class VIII E of SMP Negeri 1 Bringin, Semarang Regency, totaling 34 students. This study indicates that the application of the blended learning model with spinning wheels media can increase the activity and learning outcomes of class VIII E students of SMP Negeri 1 Bringin, Semarang Regency. The increase in learning activities can be seen from the number of active students in learning activities. In addition to the cognitive learning outcomes of class VIII E students, what can see from the first cycle is that the percentage of classical completeness is 17.65%. Cycle II experienced an increase where the rate of classical completeness reached 94.12%.