cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PROFESI KEGURUAN
ISSN : 24604399     EISSN : 25287214     DOI : -
Core Subject : Education,
The Jurnal Profesi Keguruan is scientific publication works in the education world by teachers, professors, and the society. Scientific papers published in this journal is an article the results of research or innovative and progressive ideas in the field of formal education. The article can be a result of classroom action research (PTK), experiments, or the work of Innovative teachers. The journal is intended for teachers to professionality development. This journal also means that Universitas Negeri Semarang (UNNES) cooperation with teachers to build conservation character.
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Penerapan Model Make A Match Berbantuan Media Gambar Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VI
widiyanto Vol 9, No 1 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i1.41608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika melalui model pembelajaran make a match berbantuan media gambar. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian Tindakan kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan observasi. Teknik analisis data menggunakan rumus porsentase untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model make a match berbantuan media gambar dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan ketuntasan belajar dari setiap siklus yang cukup signifikan, yakni dari kondisi awal prosentase ketuntasan peserta didik hanya 54,16  ke siklus I naik menjadi 75, ke siklus II naik menjadi 91,67. Rata-rata hasil belajar siswa juga mengalami kenaikan, yaitu 65 pada kondisi awal, meningkat menjadi 73,75 (baik) pada siklus I, dan meningkat lagi  menjadi 80 (baik) pada siklus II.This study aims to determine the increase in student learning outcomes in mathematics through the make a match learning model assisted by media images. The research design used is classroom action research. Data collection techniques using test and observation techniques. Data analysis techniques use the percentage formula to determine the increase in student learning outcomes in each cycle that is carried out. The results of the study show that the application of the make a match model assisted by media images in the learning process can improve student learning outcomes. This is indicated by a significant increase in learning completeness in each cycle, namely from the initial conditions the percentage of students' mastery was only 54.16%, in cycle I it rose to 75%, in cycle II it rose to 91.67%. The average student learning outcomes also increased, namely 65 in the initial conditions, increased to 73.75 (good) in cycle I, and increased again to 80 (good) in cycle II.
Inovasi Bentuk Kegiatan Pembelajaran UNNES LANTIP sebagai Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka
widiyanto Vol 9, No 1 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i1.43844

Abstract

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristekdikti dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan telah meluncurkan Program Merdeka Belajar. Salah satu dari seri Merdeka Belajar adalah Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Namun demikian program program yang diinisiasi oleh pemerintah tidak mampu menjangkau sebagian besar mahasiswa Indonesia. Pusat Pengembangan PPL ditugaskan untuk mengembangkan dan Melaksanakan bentuk kegiatan pembelajaran UNNES Lantip. UNNES lantip dibuat untuk menjawab diterbitkannya Surat Keputusan Rektor UNNES no 6 tahun 2021 tentang implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka di Universitas Negeri Semarang. Yang ditindaklanjut dengan adanya panduan implementasi program MBKM yang dijadikan sebagai pedoman dalam mengembangkan program MBKM yang dilaksanakan di lingkup Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Produk yang akan dikembangkan dalam penelitian ini adalah Inovasi pembelajaran di luar kampus yang terintegrasi PLP sebagai model mengajar di sekolah dalam implementasi kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Pengembangan yang dilakukan dalam penelitian ini mengunakan Model ADDIE yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Model ini dipilih untuk membantu menciptakan model program yang efektif dan memiliki proses yang lebih sistematis. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Sebanyak 96,6 responden menganggap Sosialisasi program UNNES Lantip telah berjalan dengan sangat baik, 2. Sebanyak 95,5 Responden menyatakan pembekalan program UNNES Lantip berjalan sangat baik 3. Sebanyak 98,3 responden menyatakan Proses pembimbingan mahasiswa UNNES Lantip 2 berjalan sangat baik. 4. Sebanyak 41 % responden tidak setuju Pelaksanaan Program Unnes lantip dilaksanakan setiap semester. 5. Sebanyak 97,5 % responden menyatakan program UNNES Lantip responden menyatakan sangat perlu dilanjutkan pada tahun berikutnya.To improve educational quality, the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology has launched the Merdeka Learning Program. One of the Merdeka Learning series is Merdeka Belajar Kampus Merdeka. However, the programs initiated by the government are unable to reach most Indonesian students. The PPL Development Center is tasked with developing and implementing the UNNES Lantip form of learning activities. Lantip UNNES was made to answer the issuance of UNNES Chancellor's Decree No. 6 of 2021 concerning the implementation of Independent Learning - Independent Campus at Universitas Negeri Semarang. Which was followed up with a guide to the implementation of the MBKM program and used as a guide in developing the MBKM program implemented within the scope of Universitas Negeri Semarang. This research is development research. The product that will be developed in this research is an off-campus learning innovation that is integrated with PLP as a teaching model in schools in the implementation of the Merdeka Learning-Independence Campus curriculum. This study's method of development follows the ADDIE Model, which stands for Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. This model was chosen to help create an effective program model and have a more systematic process. The results of the study can be concluded as follows: 1. A total of 96.6 respondents considered the Socialization of the Lantip UNNES program to have gone very well, 2. A total of 95.5 respondents stated that the debriefing of the Lantip UNNES program went very well 3. A total of 98.3 Respondents stated that the process of supervising UNNES Lantip 2 students went very well. 4. As many as 41% of respondents did not agree that the Unnes Lantip Program is carried out every semester. 5. As many as 97.5% of respondents stated that the Lantip UNNES program, respondents stated it needed to be continued in the following year
Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Melalui Metode Demonstrasi Berbantuan Media Bidang Miring di Kelas IV SD
widiyanto Vol 9, No 1 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i1.43203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan melalui metode demostrasi berbantuan media bidang miring tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain penelitian Tindakan kelas. Subjek penelitian dalam penelitian tindakan kelas ini adalah semua peserta didik kelas IV SD Negeri 2 Tamanrejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal semester 2 tahun pelajaran 2021/2022, berjumlah 17 peserta didik yang terdiri atas 10 laki-laki dan 7 perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi teknik tes dan non tes. Teknis tes berupa tes praktik sedangkan teknik non tes berupa observasi. Analisis data dalam penelitian tindakan kelas ini dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan hasil belajar peserta didik pada siklus I dan siklus II dengan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan skor rata-rata aktivitas proses pembelajaran guru pada siklus I sebesar 84 (kategori baik) meningkat menjadi 92 (kategori sangat baik) pada siklus II. Sementara itu, skor rata-rata aktivitas proses belajar peserta didik pada siklus I sebesar 82 (kategori baik) meningkat menjadi 90 (kategori sangat baik) pada siklus II. Terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik dari siklus I sebesar 77,05 dengan ketuntasan belajar individual mencapai 82% meningkat menjadi 81,76 dengan ketuntasan belajar individual 94% pada siklus II.This study aims to improve learning outcomes in physical education, sports and health subjects through an inclined plane media-assisted demonstration method for the 2021/2022 school year. This research is a research design with class action research. The research subjects in this classroom action research were all fourth grade students at SD Negeri 2 Tamanrejo, Sukorejo District, Kendal Regency semester 2 for the 2021/2022 academic year, a total of 17 students consisting of 10 boys and 7 girls. Data collection techniques in this study include test and non-test techniques. The technical test is in the form of a practical test while the non-test technique is in the form of observation. Data analysis in this classroom action research was analyzed descriptively quantitatively by comparing the learning outcomes of students in cycle I and cycle II with the percentage formula. The results showed that there was an increase in the average score of the teacher's learning process activities in cycle I by 84 (good category) increasing to 92 (very good category) in cycle II. Meanwhile, the average score of students' learning process activities in cycle I was 82 (good category) increased to 90 (very good category) in cycle II. There was an increase in student learning outcomes from cycle I of 77.05 with individual learning mastery reaching 82% increasing to 81.76 with individual learning mastery of 94% in cycle II.
Peningkatan Pemahaman Pelaku Pendidikan SMAN 3 Sidoarjo Terhadap AKM Melalui Aplikasi Pintarin
widiyanto Vol 9, No 1 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AKM atau disebut dengan Asesmen Kompetensi Minimum salah satu instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang mendasar dalam aspek kognitif seperti literasi membaca dan numerasi. Melalui AKM pendidik dapat mengembangkan diri untuk bisa berkontribusi lebih kepada masyarakat. Oleh karena itu, artikel ini membahas mengenai Pemahaman guru selaku pelaku Pendidikan terhadap AKM melalui aplikasi Pintarin.id yang dapat memudahkan dalam proses penyusunan soal AKM. Responden sebanyak 48 berasal dari kalangan pendidik atau guru di SMAN 3 Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan pemahaman AKM yaitu konstruksi AKM lebih menekankan pada aspek konten, proses kognitif dan konteks sesuai penjelasan dari kemendikbudristek. Selain itu, interpretasi hasil AKM digunakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran untuk kedepannya.AKM or known as the Minimum Competency Assessment is one of the instruments for assessing student learning outcomes that are fundamental in cognitive aspects such as reading literacy and numeracy. Through AKM educators can develop themselves to be able to contribute more to the community. Therefore, this article discusses the understanding of teachers as actors in education towards AKM through the Pintarin.id application which can facilitate the process of preparing AKM questions. 48 respondents came from educators or teachers at SMAN 3 Sidoarjo. The results showed that there was a change in AKM understanding, namely AKM construction emphasized more on aspects of content, cognitive processes and context according to the explanation from the Ministry of Education and Culture. In addition, the interpretation of AKM results is used to improve the quality of learning in the future
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Kontekstual Siswa Kelas VI SD
widiyanto Vol 9, No 1 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i1.42560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran kontekstual siswa kelas VI SD Negeri 2 Manggungmangu Kabupaten Kendal tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VI di SD Negeri 2 Manggungmangu berjumlah 15 siswa, terdiri atas 9 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan tes. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dan kompratif. Teknik analisis interaktif mencakup kegiatan reduksi data, penyajian data dan penarika kesimpulan. Sedangkan, teknik analisis komparatif yaitu kegiatan membandingkan hasil tiap siklus dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada aspek afektif dan psikomotor di siklus I dengan ketuntasan belajar klasikal 72,3 meningkat pada siklus II menjadi 81,6. Pada aspek kognitif berdasarkan hasil tes di siklus I dengan ketuntasan belajar 60%, kemudian meningkat pada siklus II dengan ketuntasan belajar 87%.This study aims to determine the increase in mathematics learning outcomes through a contextual learning model for class VI students at SD Negeri 2 Manggungmangu, Kendal Regency, for the 2019/2020 academic year. This research was a action research with 15 students in class VI at SD Negeri 2 Manggungmangu consisting of 9 boys and 6 girls. Data collection techniques using observation techniques, interviews and tests. While the data analysis technique uses interactive and comparative analysis techniques. Interactive analysis techniques include data reduction activities, data presentation and drawing conclusions. Meanwhile, the comparative analysis technique is the activity of comparing the results of each cycle with the Minimum Completeness Criteria (KKM). The results showed that student learning outcomes in affective and psychomotor aspects in cycle I with classical learning mastery of 72.3 increased in cycle II to 81.6. On the cognitive aspect based on test results in cycle I with 60% mastery learning, then increased in cycle II with 87% mastery learning
Pendidik dalam Perkembangan Pembelajaran Anak Usia Dini pada Saat Pandemi Covid-19
widiyanto Vol 9, No 1 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i1.30282

Abstract

Pendidik merupakan salah satu sumber belajar peserta didik di dalam sebuah pembelajaran yang menjadi panutan serta tokoh bagi peserta didik dan lingkungannya. Pendidikan menjadi salah satu bidang atau sarana bagi seorang pendidik dalam melaksanakan peran dan profesionalisme kerjanya dalam memberikan pembelajaran bagi peserta didik salah satunya pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pembelajaran yang diterapkan pendidik sebisa mungkin direalisasikan dengan suasana menyenangkan dengan konsep bermain sambil belajar dan adanya interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik di sekolah. Akan tetapi, saat pandemi Covid-19 seperti ini, tidak memungkinkan bagi pendidik dan peserta didik untuk berinteraksi langsung dalam melangsungkan pembelajarannya. Maka dari itu, sebisa mungkin pendidik memiliki strategi baru dalam pembelajaran meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Maka dari itu, peneliti melakukan penelusuran pustaka yang didapatkan dalam mencari dan mengembangkan informasi terkait profesionalisme seorang pendidik serta perkembangan pembelajarannya disaat pandemi sekarang ini. Dari hasil penelitian yang didapat akan diketahui profesionalisme peran pendidik di lembaga PAUD dalam mengemas perkembangan pembelajaran sesuai kondisi lingkungan kesehatan masa Covid-19, dan dengan itu pembelajaran akan tetap berjalan dengan baik sesuai perkembangan walaupun adanya beberapa hambatan. Educators are one of the learning resources for students in learning who become role models and figures for students and their environment. Education is one of the fields or places for an educator in carrying out his role and professionalism in providing learning for students, especially in Early Childhood Education (PAUD). Learning that is applied by educators as much as possible with a pleasant atmosphere with the concept of playing while learning by interacting directly between educators and students in school. When a pandemic like this does not allow educators and students to interact directly in carrying out their learning. According to this, as much as possible educators have new strategies in learning with students even in the current viral pandemic conditions. With that, researchers conducted literature searches obtained in finding and developing information related to the professionalism of an educator and the development of learning during the current pandemic. From the results of the research obtained, it will be known that the professional role of educators in PAUD institutions in following the development of learning according to the health conditions of the Covid period, and with that learning for students will continue to run well according to development despite some obstacles.
Pengembangan Digital Book Augmented Reality Berbasis Problem Possing Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Kelas VIII SMP untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah
widiyanto Vol 9, No 1 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i1.43956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangakan digital book augmented reality berbasis problem possing pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP yang valid atau layak, praktis dalam penggunaanya, serta efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam proses pembelajaran. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu menggunakan pengembangan Research and Development (RD), dengan model pengembangan ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Analisis data yang digunakan yaitu dengan Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji N-Gain, Uji Independent Sample T-Test, dan Uji One Sample T-Test. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini yaitu; (1) Pengembangan digital book augmented reality berbasis problem possing pada materi bangun ruang sisi datar untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah berkriteria valid atau layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran menurut ahli media, ahli materi, dan ahli desain pembelajaran; (2) Berdasarkan uji coba lapangan, rata- rata hasil belajar pada kelas eksperimen yang menggunakan digital book augmented reality lebih baik dibandingkan rata-rata hasil belajar pada kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil belajar pada kelas eksperimen telah mencapai ketuntasan belajar, sedangkan kelas kontrol belum mencapai ketuntasan belajar. Untuk kelas eksperimen terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 43,60% yang termasuk dalam kategori sedang, pada kelas kontrol terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 30,76% juga termasuk dalam katergori sedang. Hal ini dapat dikatakan bahwa digital book augmented reality pada materi bangun ruang sisi datar efektif digunakan dan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah bagi siswa; (3) Hasil penilaian digital book augmented reality pada materi bangun ruang sisi datar, berdasarkan tanggapan siswa berjumlah 32 siswa adalah nilai berupa angket terhadap media sebesar 93,13%. Persentase tersebut kemudian dikonversikan menjadi kriteria kualitas sehingga dapat disimpulkan bahwa digital book augmented reality termasuk dalam kategori sangat baik dan sangat praktis dalam penggunaanya.This study aims to develop a digital book augmented reality based on the problem of possing on flat sided geometric material for grade VIII junior high schools that is valid or feasible, practical in its use, and effective in improving students' problem solving abilities in the learning process. The method used in this research is Research and Development (RD), with the ADDIE development model namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The data analysis used is the Normality Test, Homogeneity Test, N-Gain Test, Independent Sample T-Test, and One Sample T-Test. The conclusions obtained in this study are; (1) Development of an augmented reality digital book based on problem possing on flat sided space building material to improve problem solving skills with valid or appropriate criteria for use in learning activities according to media experts, material experts, and learning design experts; (2) Based on field trials, the average learning outcomes in the experimental class using digital book augmented reality are better than the average learning outcomes in the control class using conventional learning. The learning outcomes in the experimental class had achieved learning completeness, while the control class had not achieved learning completeness. For the experimental class there was an increase in learning outcomes of 43.60% which was included in the medium category, in the control class there was an increase in learning outcomes of 30.76% which was also included in the medium category. It can be said that digital book augmented reality on flat sided space material is effectively used and can improve problem solving abilities for students; (3) The results of the digital book augmented reality assessment on the flat sided space build material, based on the responses of the 32 students, the value in the form of a media questionnaire was 93.13%. This percentage is then converted into quality criteria so that it can be concluded that the augmented reality digital book is included in the very good category and is very practical in its use.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Kurikulum Merdeka di SD Nasima Kota Semarang Tri Sulistiyaningrum; Moh. Fathurrahman
widiyanto Vol 9, No 2 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i2.42318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SD Nasima Semarang dan dampaknya kepada peserta didik. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif merupakan metode yang digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap 2 orang guru pengajar kelas IV dan V yang telah menerapkan kurikulum merdeka dalam pembelajaran dan 5 peserta didik kelas IV dan V sebagai peserta kegiatan P5. Dalam penerapan kurikulum merdeka, peserta didik membuat atau mengimplementasikan projek. Pelaksanaan kegiatan P5 merupakan salah satu kegiatan projek kurikulum merdeka. Kegiatan yang dilaksanakan di SD Nasima bertema Kearifan Lokal “Melestarikan Budaya Wayang Orang” menghasilkan projek kegiatan P5 berupa 1) pembuatan mind mapping dan diskusi tentang wayang dengan pengembangan sendiri berdasarkan materi yang disajikan wali kelas; 2) presentasi mind mapping di aula sekolah dan dilombakan; 3) pementasan wayang orang oleh peserta didik di aula sekolah dengan lakon "Gatotkaca lahir".This study aimed to find out the implementation of the Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) in Nasima Elementary School Semarang and its impacts on the students. Qualitative method with descriptive approach is the method used. The data collecting method used an interview with two interviewees teachers in fourth and fifth grades by applying Kurikulum Merdeka and five fourth and fifth-grade students as P5 participants. During this activity, the students had to make or implement the project. One of the Kurikulum Merdeka Project activities was the implementation of the P5 activity. The activity themed on Local wisdom “Melestarikan Budaya Wayang Orang” showed that in the form of 1) making mind mapping and discussing Wayang with self-development based on the materials that the home teacher gave; 2) competition of presenting mind mapping in the school; 3) wayang orang performance by the students with the title “The Born of Gatotkaca.” 
Pengaruh Pembelajaran Model CTL Berbantuan Papan Tempel pada Mata Pelajaran IPA terhadap Pencapaian Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Dasar Kuriyah Kuriyah; Kartono Kartono; Suciati Suciati
widiyanto Vol 9, No 2 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i2.44747

Abstract

Pembelajaran IPA harus dilakukan dengan pendekatan kontekstual dan memacu keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Pembelajaran kontekstual sangat penting untuk membekali kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran model CTL berbantuan papan tempel pada mata pelajaran IPA terhadap pencapaian kemampuan pemecahan masalah siswa SD. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) two group pretest posttest with control group design. Sampel dalam penelitian ini terdiri atas 30 siswa kelas IV SD Negeri 01 Sidorejo sebagai kelas yang diberi pembelajaran menggunakan model CTL berbasis media papan tempel (kelas eksperimen) dan 30 siswa kelas IV SD Negeri Lowa sebagai kelas yang diberi pembelajaran menggunakan model konvensional (kelas kontrol). Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode tes. Analisis data dilakukan dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model CTL (Contextual Teaching and Learning) berbantuan papan tempel efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah IPA.  Penggunaan model CTL (Contextual Teaching and Learning) berbantuan papan tempel lebih baik dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah IPA dan minat belajar siswa dibandingkan dengan model konvensional. Berdasarkan simpulan yang ada, maka model pembelajaran kontekstual berbantuan media pembelajaran papan tempel akan sangat baik apabila digunakan oleh guru IPS di kelas IV SD guna meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada siswa.Science learning must be done with a contextual approach and encourage active involvement of students in the learning process. Contextual learning is very important to equip students with critical thinking skills and problem solving. This study aims to analyze the effect of learning the CTL model assisted by sticky boards in science subjects on the achievement of problem solving abilities of elementary students. This research is a quasi-experimental research with two group pretest posttest with control group design. The sample in this study consisted of 30 grade IV students at SD Negeri 01 Sidorejo as a class that was given learning using the CTL model based on sticky boards (experimental class) and 30 students in grade IV at SD Negeri Iowa as a class that was given learning using conventional models (control class). Data collection in this study was carried out using the test method. Data analysis was performed by t test. The results showed that the use of the CTL (Contextual Teaching and Learning) model with the help of sticky boards was effective in improving science problem solving skills. The use of the CTL (Contextual Teaching and Learning) model with the help of sticky boards is better at improving science problem solving abilities and students' interest in learning compared to the conventional model. Based on the existing conclusions, the contextual learning model assisted by sticky-board learning media will be very good if used by social studies teachers in grade IV SD to improve students' problem-solving abilities.
Best Practice Penggunaan Google Classroom dan Google Site Sebagai Media Pembelajaran Daring Bagi Siswa SD Siswanto - Siswanto
widiyanto Vol 9, No 2 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i2.36571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses Pembelajaran daring kelas V di  SDN 2 Patalan menggunakan aplikasi Google Classroom dan Google Site sebagai bagian integral dalam googledrive. Aplikasi ini digunakan dalam membantu menggali informasi dan media dalam Pembelajaran daring non tatap muka. Google Classroom dan Google site  diterapkan sebagai media pembelajaran daring pada masa pandemi Covid- 19. Penelitian dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara a) Observasi b) Wawancara, c) Tes Praktek. Adapun jenis instrumen yang digunakan di antaranya: a) lembar pengamatan, pedoman wawancara, c) lembar penilaian tes praktek. Hasil penelitian ini diperoleh data sebanyak 86,4 % menggunakan Google Classroom dan Google site dari kelas V dalam Pembelajaran daring. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Google Classroom dan Google site terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran daring.This study aims to describe the online learning process for class V at SDN 2 Patalan using the Google Classroom application and Google Site as an integral part of GoogleDrive. This application is used to help dig up information and media in non-face-to-face online learning. Google Classroom and Google site were applied as online learning media during the Covid-19 pandemic. The research was carried out through the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection is done by a) Observation b) Interview, c) Practice Test. The types of instruments used include: a) observation sheets, interview guidelines, c) practice test assessment sheets. The results of this study obtained data as much as 86,4 % using Google Classroom and 98% using the Google site, it can be obtained on average from the use of these two applications as many as 92.5% of students from class V in online learning. Thus, it can be concluded that the use of Google Classroom and Google site media is proven to increase students' learning motivation in online learning.