cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PROFESI KEGURUAN
ISSN : 24604399     EISSN : 25287214     DOI : -
Core Subject : Education,
The Jurnal Profesi Keguruan is scientific publication works in the education world by teachers, professors, and the society. Scientific papers published in this journal is an article the results of research or innovative and progressive ideas in the field of formal education. The article can be a result of classroom action research (PTK), experiments, or the work of Innovative teachers. The journal is intended for teachers to professionality development. This journal also means that Universitas Negeri Semarang (UNNES) cooperation with teachers to build conservation character.
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Peningkatan Menulis Proposal Skripsi melalui Pembelajaran Kolaboratif Menulis Narasi dan Video bagi Mahasiswa Gizi UNNES
widiyanto Vol 8, No 1 (2022): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v8i1.30357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kolaboratif menulis narasi dan video penelitian terhadap kemampuan mahasiswa dalam menulis proposal skripsi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas pada mahasiswa semester IV Program Studi Gizi Universitas Negeri Semarang. Strategi menulis narasi dilaksanakan menggunakan sistematika penulisan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan dan pengembangan. Hasil yang diperoleh setelah penerapan ini adalah kemampuan mahasiswa menulis proposal skripsi secara sistematis, konsisten dan runtut meningkat 87% dibandingkan data awal sebanyak 40,6%. Simpulan dari pelaksanaan strategi ini adalah penerapan pembiasaan menulis narasi dan video mengenai metode penelitian dapat meningkatkan ketrampilan menulis proposal skripsi bagi mahasiswa.This research aims to describe the application of collaborative learning in writing narrative and research video on students ability to write thesis proposal. This research is a Classroom Action Research in second grade students of Nutrition, Universitas Negeri Semarang. The narrative writing strategy is implemented using a writing systematics with the stage of planning, implementation and development. The results is obtained after this research were the ability of students to write thesis proposals systematically, consistently and coherently, an increase of 87% compared to the initial data of 40.6%. The conclusion of this implementation that the application of writing narratives and videos on research methods can improve thesis writing skills for students.
Peningkatan Persepsi dan Motivasi Belajar Siswa SDIT Unggul Gemilang Melalui Home Based Project dalam Pembalajaran Daring
widiyanto Vol 8, No 1 (2022): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v8i1.31120

Abstract

Pandemi Covid-19 mengharuskan pembelajaran dilaksanakan secara daring. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi guru dalam merancang pembelajaran supaya tetap efektif. Menurunnya persepsi dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA secara daring, menuntut guru mencari model belajar yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan persepsi dan motivasi belajar siswa melalui home based project pada materi IPA. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian dilaksanakan dengan kolaborasi antara peneliti, guru dan melibatkan keaktifan siswa. Subjek penelitian siswa kelas IV SDIT Unggul Gemilang yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket sederhana. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan uji N-gain yang disebarkan menggunakan media google form. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan Home Based project dapat meningkatkan persepsi dan motivasi belajar siswa. Rata-rata Nilai N-Gain persepsi siswa sebesar 0,79 dengan kriteria tinggi. Sedangkan peningkatan motivasi belajar siswa berdasarkan N-Gain juga memiliki kriteria tinggi yaitu 8.0.The Covid-19 pandemic requires learning to be carried out online. This is certainly a challenge for teachers in designing learning so that it remains effective. The decline in students' perceptions and learning motivation in online science learning requires teachers to find the right learning model. The purpose of this research is to increase students' perception and motivation to learn through home-based projects on science material. The type of research is classroom action research (Classroom Action Research). The research was carried out in collaboration between researchers, teachers and involving students' activities. The research subjects were the fourth-grade students of SDIT Unggul Gemilang, totaling 20 students. Data collection techniques using simple observation and questionnaires. The data obtained were analyzed descriptively quantitatively. The data collection technique in this study used a questionnaire and the N-gain test which was distributed using google form media. Based on the results of the study, the application of Home-Based projects can improve students' perceptions and learning motivation. The average N-Gain value of students' perceptions is 0.79 with high criteria. While the increase in student motivation based on N-Gain also has a high criterion of 8.0.
Analisis Keselarasan Komponen-Komponen RPP Kurikulum 2013 Kelas 1 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
widiyanto Vol 8, No 1 (2022): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v8i1.24165

Abstract

Penelitian yang berjudul “Analisis Keselarasan Komponen-Komponen RPP Kurikulum 2013 Kelas 1  pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tataran Kebahasaan” ini bertujuan mendeskripsikan keselarasan komponen-komponen dalam RPP meliputi KI, KD, Indikator, Tujuan Pembejaran, materi, model, media, pendekatan, strategi dan penilaian mata pelajaran bahasa Indonesia terutama dalam tataran kebahasaan. Sumber data dalam penelitian ini yaitu RPP Kelas 1 Tema 1 Sub Tema 1 Pembelajaran 1 terfokus pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dikembangkan oleh Khairunnisa Trianita. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui teknik telaah dokumentasi dan pengolahan data dengan teknik analisis kualitatif. Hasil analisis data yang diperoleh antara KI, KD, Indikator, Tujuan Pembejaran, materi, media, pendekatan, strategi dan penilaian mata pelajaran bahasa Indonesia terutama dalam tataran kebahasaan sudah selaras. Ketidakselarasan terdapat pada pemilihan model pembelajaran yang digunakan terhadap materi Bahasa Indonesia yang akan diajarkan.The study, entitled "Analysis of the Harmony of 2013 Class 1 RPP Components in Indonesian Language Subjects" aims to describe the alignment of components in the RPP including KI, KD, Indicators, Pursuit Objectives, materials, models, media, approaches, strategies and assessment of Indonesian subjects, especially at the language level. The data source in this study is RPP Class 1 Theme 1 Sub Theme 1 Learning 1 is focused on Indonesian subjects developed by Khairunnisa Trianita. The method used is a descriptive method of data collection through the analysis of documentation and data processing techniques with qualitative analysis techniques. The results of data analysis obtained between KI, KD, Indicators, Purposes of pursuit, materials, media, approaches, strategies and assessment of Indonesian subjects especially in the language level are aligned. There is a disharmony in the selection of learning models used in Indonesian language material to be taught.
Peningkatan Motivasi dan Kemampuan Penggunaan Microsoft Powerpoint Melalui Supervisi Akademik Guru SDN 2 Pelem
widiyanto Vol 8, No 1 (2022): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v8i1.36544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi dalam penggunaan program power point Guru SDN 2 Pelem Kecamatan Blora. Metode Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Sekolah( PTS) yang terdiri dari 2 siklus. Analisis data menggunakan teknik analisis diskriptif komparatif dengan membandingkan kondisi awal dengan hasil-hasil yang di capai pada setiap siklus, dan analisis deskriptif kualitas hasil observasi dengan membandingkan hasil observasi dan refleksi  pada siklus I dan II. Tehnik Pengumpulan Data menggunakan teknik dokumentasi dan teknik observasi dengan menggunakan alat lembar observasi atau instrument observasi, dan untuk menguji bahwa materi sudah dikuasai oleh guru atau belum peneliti menggunakan teknik tes dengan menggunakan alatnya lembar soal atau butir soal.Pada akhir siklus I diketahui telah terjadi peningkatan yang tadinya guru-guru tidak mempunyai motivasi dan belum dapat menyusun bahan ajar dengan menggunakan Microsoft Powerpoint  menjadi mempunyai motivasi dan dapat menyusun bahan ajar dengan menggunakan Microsoft Powerpoint walaupun masih secara kelompok, dan pada akhir siklus II guru-guru lebih mempunyai motivasi dan dapat menyusun bahan ajar. Hasil pPenelitian menunjukkan bahwa Supervis akademik dapat meningkatkan motivasi dan kemampua Penggunaan Microsoft Powerpoint Guru SDN 2 Pelem. Hal ini terbukti dari peningkatan hasil dari 60 pada kondisi pra siklus menjadi 75 pada akhir siklus II.This study aims to determine the principal's efforts to increase motivation in the use of the power point program for teachers at SDN 2 Pelem, Blora District. This research method uses School Action Research (PTS) which consists of 2 cycles. Data analysis used a comparative descriptive analysis technique by comparing the initial conditions with the results achieved in each cycle, and descriptive analysis of the quality of the observations by comparing the results of observations and reflections in cycles I and II. Data collection techniques use documentation techniques and observation techniques using observation sheets or observation instruments, and to test that the material has been mastered by the teacher or not, the researcher uses test techniques using question sheets or questions. At the end of the first cycle, it is known that there has been an increase teacher who previously was not motivated and had not been able to compile teaching materials using Microsoft Powerpoint became motivated and could compose teaching materials using Microsoft Powerpoint even though they were still in groups, and at the end of cycle II the teachers were more motivated and could arrange materials. teach. The results of the research show that academic supervision can increase motivation and ability to use Microsoft Powerpoint Teachers at SDN 2 Pelem. This is evident from the increase in yield from 60 in the pre-cycle condition to 75 at the end of the second cycle.
Pengaruh Model Pembelajaran Air Berbantuan Alat Peraga Mur-Baut pada Pencapaian Pemahaman Konsep Matematika dan Kepercayaan Diri Siswa SD
widiyanto Vol 8, No 1 (2022): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v8i1.35708

Abstract

Menganalisis keefektifan model pembelajaran Auditory Intellectual Repetition (AIR) berbantuan alat peraga mur-baut materi penjumlahan bilangan bulat,  ditinjau dari kepercayaan diri siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Mix Methode tipe sequential explanatory design.  Analisis data  menggunakan metode analisis deskriptif.  Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VI  SDN Pundenarum 1 sebagai kelas ekperimen dan kelas VI SDN Pundenarum 3 untuk kelas kontrol. Hasil penelitian diperoleh: 1) Pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectual Repetition (AIR) berbantuan alat peraga mur-baut materi penjumlahan bilangan bulat, efektif untuk pencapaian  kemampuan pemahaman konsep matematika siswa, rata-rata kemampuan kelas eksperimen yaitu sebesar 92%.  Sedangkan, kelas kontrol yaitu sebesar 71%. 2) Deskripsi kemampuan pemahaman konsep matematika dan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran matematika, sesudah menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectuality Repetition (AIR) berbantuan alat peraga mur-baut materi penjumlahan bilangan bulat, lebih efektif dari pada menggunakan model pembelajaran konvensional.Analyzing the effectiveness of the Auditory Intellectual Repetition (AIR) learning model assisted by the nuts and bolts of integer addition material, in terms of students' self-confidence. The research method used is the Mix Method type sequential explanatory design. Data analysis used descriptive analysis method. The research subjects were students of class VI of Pundenarum State Elementary School 1 as the experimental class and class VI of Pundenarum State Elementary School 3 for the control class. The results obtained: 1) Learning mathematics using the Auditory Intellectual Repetition (AIR) learning model with the aid of the nuts and bolts of integer addition material, is effective for the achievement of students' understanding of mathematical concepts, the average ability of the experimental class is 92%. Meanwhile, the control class is 71%.2) Description of the ability to understand mathematical concepts and students' self-confidence in learning mathematics, after using the Auditory Intellectuality Repetition (AIR) learning model assisted by the nuts and bolts of integer addition material, which is more effective than using the conventional learning model.
Peningkatan Pengetahuan Guru Tentang Model Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) Melalui Lokakarya
widiyanto Vol 8, No 1 (2022): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v8i1.35282

Abstract

Kebijakan merdeka belajar tentang asesmen kompetensi minimal (AKM) tidak dimaksudkan penentu kelulusan tetapi menjadi dasar perbaikan mutu pendidikan. Siswa akan diukur kemampuannya dari sisi pemahaman konten, proses dan konteks untuk mengukur kompetensi numerasi, literasi teks fiksi dan literasi teks informasi. Siswa harus dibiasakan menghadapi berbagai model soal AKM. Permasalahan yang teridentifikasi adalah kesiapan dan keterampilan para guru untuk memahami dan mengembangkan soal-soal. Tujuan studi ini menyiapkan pengetahuan dan keterampilan guru tentang AKM. Berdasarkan analisis situasi dan kondisi lapangan maka digunakan strategi lokakarya. Kegiatan dilakukan dalam 3 langkah yaitu In-1, Out, In-2 berlangsung dalam jaringan secara sinkronus – asinkronus – sinkronus memanfaatkan media komunikasi populer berupa zoom meeting, whatsapps, google drive dan google form setara dengan 32 jam. Lokakarya dikhususkan untuk mengembangkan soal-soal bidang studi mata pelajaran sesuai model AKM untuk mengukur literasi teks informasi. Hasil kegiatan menunjukkan para guru di lapangan masih memerlukan pengetahuan lebih banyak untuk dapat mengembangkan soal-soal model AKM, memerlukan keterampilan tambahan cara-cara menganalisis soal menggunakan teori tes klasik dan modern. Pengetahuan dan keterampilan tersebut penting untuk menemukan kelompok siswa yang memerlukan intervensi khusus, berkemampuan dasar, cakap, dan mahir. Selanjutnya, dapat mengambil tindakan perbaikan dan atau pengayaan pembelajaran pada masing-masing kelompokThe independent learning policy on minimum competency assessment (MCA) is not intended to determine graduation but is the basis for improving the quality of education. Students will be measured in terms of understanding content, process, and context to measure numeracy, fiction, and information texts literacies. Students must be familiarized with various models of MCA items. The problems identified were the readiness and skills of the teachers to understand and develop the questions. The purpose of this study is to prepare teachers' knowledge and skills about MCA. The workshop strategy was used do to based on the analysis of the situation and field conditions. The activity is carried out in 3 steps, i.e., In-1, Out, and In-2 equivalent to 32 hours. They take place in a synchronous - asynchronous - synchronous network using popular communication media, i.e., zoom meetings, whatsapps, google drive and google forms. The workshop is devoted to developing questions in the field of subject according to the AKM model to measure information text literacy. The results of the activity show that teachers still need more knowledge to be able to develop MCA model questions, requiring additional skills in ways of analyzing items using classical and modern test theory. Both are important to identify four groups of students who require special intervention, have basic, good and excelent skills. Furthermore, teachers can take corrective actions and or enrich learning in each group
Peningkatan Kesiapan Belajar Siswa Kelas 2A SD Islam Bintang Juara Dengan Penerapan Ice Breaking
widiyanto Vol 8, No 2 (2022): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v8i2.31141

Abstract

Salah satu tujuan pendidikan nasional di Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa agar mampu bersaing dengan bangsa lain. Perubahan dan penerapan kurikulum 2013 menjadi tantangan tersendiri terutama bagi beberapa sekolah. Kemampuan guru dan tingkat kesiapan siswa sangat mempengaruhi proses dan hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui kesiapan belajar siswa ketika di sekolah, dan 2) mengetahui pengaruh ice breaking terhadap kesiapan belajar siswa di sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di SD Islam Bintang Juara yang beralamat di jalan Dewi Sartika No. 17 A Semarang pada bulan April sampai Juni 2021 dengan subjek kelas 2A sebanyak 17 siswa. Hasil pelitian adalah tingkat kesiapan siswa setelah diterapkannya ice breakinglebih tinggi dibandingkan dengan sebelum diterapkannya ice breaking. Sehingga adanya pengaruh ice breaking terhadap kesiapan belajar siswa di sekolah. The goal of national education in Indonesia is to educate the nation's life so that it can compete with other nations. Changes and implementation of the 2013 curriculum is a challenge, especially for some schools. The ability of teachers and the level of readiness of students greatly affect the process and learning outcomes. The aims of this study were 1) to determine students' readiness to learn, and 2) to determine the effect of ice breaking on student learning readiness at school. This research was conducted at SD Islam Bintang Juara which is located at Jalan Dewi Sartika 17 A Semarang in April to June 2021 with 17 students in class 2A as the subject. The result of the research is that the level of student readiness after the implementation of ice breaking is higher than before. So that the ice breaking has an influence on student learning readiness at school.
Meningkatkan Pendidikan Karakter Pancasila di SDN Tempelan Kabupaten Blora Melalui Keteladanan dan Pembiasaan
widiyanto Vol 8, No 2 (2022): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v8i2.37038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentangupaya peningkatan pendidikan karakter pancasila di SDN Tempelan Blora. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 5 guru dan 8 peserta didik. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan informan dan observasi terhadap suatu obyek atau situasi. Data sekunder berupa penelusuran dokumen. Teknik analisis data penelitian dilakukan dengan teknik analisis kualitatif yaitu pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) nilai-nilai karakter yang dikembangkan meliputi nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan serta kebangsaan. 2) Kepala sekolah sebagai edukator dalam implementasi pendidikan karakter ditunjukkan dengan melakukan program kegiatan pembiasaan, kegiatan belajar mengajar, pembinaan dan motivasi kepada guru, memberi keteladanan, dan memberikan arahan tentang pendidikan karakter. 3) Kepala Sekolah sebagai manajer ditunjukkan dengan menerapkan pengelolaan manajemen terbuka.. 4) Kepala sekolah sebagai inovator ditunjukkan dalam pembinaan personalia, fasilitas fisik, prosedur pendidikan karakter, hubungan sistem-sistem yang lain, dan strategi pendidikan karakter yang inovatif. Dengan demikian, keteladanan dan pembiasaan dapat meningkatkan karakter di sekolah.This study aims to examine efforts to improve Pancasila character education at SDN Tempelan Blora. This research is qualitative descriptive research. The research subjects consisted of 5 teachers and 8 students. Primary data sources were obtained through direct interviews with informants and observation of an object or situation. Secondary data in the form of document search. Research data analysis techniques were carried out using qualitative analysis techniques, namely data collection, data presentation, data reduction, verification and drawing conclusions. The results of the research show that 1) the character values that are developed include the values of human behavior in relation to God Almighty, oneself, fellow human beings, and the environment and nationality. 2) The school principal as an educator in the implementation of character education is demonstrated by carrying out habituation activities, teaching and learning activities, coaching and motivating teachers, setting an example, and providing direction on character education. 3) The school principal as a manager is shown by implementing open management. 4) The school principal as an innovator is shown in developing personnel, physical facilities, character education procedures, relations with other systems, and innovative character education strategies. Thus, exemplary and habituation can improve character in schools.
Keefektifan Model Pembelajaran Team Assisted Individualy dengan Berbantu Permainan Talking Stick dan Problem-Based Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD
widiyanto Vol 8, No 2 (2022): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v8i2.37764

Abstract

Guru sebagai seorang pendidik memiliki tugas utama mendidik, membimbing, mengajar, melatih, mengarahkan, dan mengevaluasi serta memajukan pendidikan di Indonesia. Pemilihan model pembelajaran yang tepat menjadi alternatif untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji keefektifan model pembelajaran Team Assisted Individualization dengan berbantu permainan Talking Stick dan Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa materi berhitung kelas V SD. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Ringinarum, SD Negeri Ngerjo, dan SD Negeri Wungurejo kecamatan Ringinarum kabupaten Kendal. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 105 responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji independen sampel test dengan program SPSS versi 24.00. Hasil penelitian diperoleh t hitung sebesar 0.275 dengan sig 0.784 0,05. Hasil post-test kelas eksperimen 1 sebesar 80,28 dan kelas eksperimen 2 sebesar 79,74. Dapat disimpulkan bahwa model Team Assisted Individualization dengan berbantu permainan talking stick dan Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD.The teacher as an educator has the main task of educating, guiding, teaching, training, directing, and evaluating and advancing education in Indonesia. The selection of the right learning model is an alternative to achieve these goals. The purpose of this study was to examine the effectiveness of the Team Assisted Individualization learning model with the help of Talking Stick games and Problem Based Learning in improving student learning outcomes in fifth grade elementary school arithmetic. The population of the study was the fifthgrade students of SD Negeri 1 Ringinarum, SD Negeri Ngerjo, and SD Negeri Wungurejo, Ringinarum, Kendal district. The sample used is 105 respondents. Technical analysis of the data in this study is an independent sample test with SPSS version 24.00 program. The results obtained t count of 0.275 with sig 0.784 0.05. The post-test results of the experimental class 1 were 80.28 and the experimental class 2 was 79.74. It can be concluded that the Team Assisted Individualization model with the help of talking stick games and Problem Based Learning is effective in improving the learning outcomes of fifth grade elementary school students.
Interpersonal Communication Between Athletes and Coaches of Student Activity Units in Unnes
widiyanto Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v6i2.40877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi interpersonal antara pelatih dan atlet di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Negeri Semarang. Komunikasi interpersonal antara pelatih dan atlet merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pembinaan olahraga mengingat peran komunikasi sebagai alat penyampaian gagasan, pengetahuan, dan masukan selama proses pembinaan. Proses komunikasi interpersonal dengan enam elemen/komponen komunikasi olahraga menjadi acuan dalam penelitian ini. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus untuk mendeskripsikan proses komunikasi interpersonal antara pelatih dan atlet atletik, pencak silat, petanque, dan tenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi interpersonal antara pelatih dan atlet sangat bergantung pada konteks. Selain itu, dalam komunikasi interpersonal antara pelatih dan atlet, terlihat bahwa para pelatih cukup dominan dalam proses komunikasi tersebut. Kesamaan latar belakang juga dapat menjadi faktor yang mendukung komunikasi interpersonal antara pelatih dan atlet yang menjadi anggota unit kegiatan mahasiswa (UKM) olahraga di UNNES.This study aims at analyzing the process of interpersonal communication between coaches and athletes at the Student Activity Units (UKM) in Semarang State University. Interpersonal communication between coaches and athletes is one of the keys to success in sports development considering the role of communication as a tool in conveying ideas, knowledge, and inputs during the coaching process. The process of interpersonal communication with six elements/components of sports communication becomes a reference in this study. This research was designed by using qualitative descriptive with case study method to describe the process of interpersonal communication between coaches and athletes of athletics, pencak silat, petanque, and tennis. The results showed that the process of interpersonal communication between coaches and athletes is highly dependent on context. In addition, in interpersonal communication between coaches and athletes, it appears that the coaches were quite dominant in the communication process. Background similarities can also be a factor that supports interpersonal communication between coaches and athletes who become members of sports student activity unit (UKM) in UNNES.