Articles
197 Documents
Inisialisasi Klaster Berbasis Varian Maksimum Ternormalisasi Pada Fuzzy C-Means Untuk Segmentasi Sel Darah Putih Pada Citra Mikroskopis Leukemia
Sarimuddin Sarimuddin;
Chastine Fatichah;
Nanik Suciati
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Inspiration Volume 7 Issue 1
Publisher : STMIK AKBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35585/inspir.v7i1.2434
Leukemia adalah salah satu jenis kanker. Penyakit ini ditandai dengan produksi sel darah putih berlebih yang menyebabkan fungsi darah normal terganggu. Untuk mendeteksi penyakit tersebut dilakukan dengan menganalisis bentuk, populasi dan jenis sel darah. Segmentasi menjadi tahapan terpenting dalam proses identifikasi. Sel darah putih yang terdiri dari inti sel dan sitoplasma seringkali membentuk region dengan batasan yang tidak jelas sehingga sulit membedakan jenis penyakit leukemia. Fuzzy C-Means merupakan salah satu metode klaster yang mampu memisahkan inti sel dan sitoplasma terhadap background. Pemilihan nilai acak pada FCM sering terjebak dalam lokal optima, sehingga berakibat pada hasil segmentasi tidak akurat. Penelitian ini mengusulkan sebuah metode inisialisasiklaster yang berbasis varian maksimum ternormalisasi (IKVMT) pada Fuzzy C-Means untuk segmentasi sel darah putih pada citra mikroskopis leukemia. IKVMT digunakan untuk inisialisasiklaster pada FCM dari dimensi fitur data point. Selanjutnya, FCM melakukan klasterisasi citra berdasarkan IKVMT hingga diperoleh hasil klaster yang dapat memisahkan inti sel dan sitoplasma terhadap background. Dataset diperoleh dari berbagai sumber dengan variasi warna beragam berjumlah 35 citra. Diolah berdasarkan metode usulan dengan menggunakan pendekatan relative foreground area error (RAE) dan misclassification error (ME) sebagai hasil evaluasi. Pengujian diperoleh hasil segmentasi untuk sel keseluruhan citra dengan rata-rata RAE mencapai 4,2807 dan ME mencapai 0,6081 sedangkan segmentasi inti sel untuk keseluruhan citra RAE mencapai 3,85 dan ME 0,53. Untuk efisiensi waktu eksekusi rata-rata metode usulan berkisar antara 12,30 detik. Hasil ini menunjukkan bahwa metode usulan dapat menangani masalah variasi pewarnaan dengan komputasi yang rendah.
Pemanfaatan Aplikasi Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi Pada Taman Pengajian Al-Qur'an Nurul Muhammad Dan Miftahul Khair
Muhajirin Muhajirin;
Ratnawati Ratnawati
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Inspiration Volume 6 Issue 2
Publisher : STMIK AKBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35585/inspir.v6i2.2426
Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Miftahul Khair Masjid Al-Habibu dan TPA Nurul Muhammad dalam menjalankan proses belajar mengajarnya dan pendataan santrinya masih menggunakan cara konvensional. Teknik pengajaran yang digunakan adalah buku iqro dan menulis di papan tulis yang menyebabkan minat dan perhatian santri hanya bisa bertahan kurang lebih 1 jam, selain itu minimnya keterampilan guru dalam memanfaatkan perangkat IT dalam rangka pengembangan metode pengajarannya sehingga tidak dapat menciptakan suasana belajar yang kreatif, inovatif, dan imajinatif. Pendataan santri yang dilakukan secara manual dapat menyebabkan kesulitan pencarian data santri. Metode yang digunakan dalam rangka memberi solusi terhadap permasalahan tersebut adalah metode wawancara, analisis, desain, implementasi dan ujicoba. Adapun hasil yang dicapai berdasarkan metode tersebut adalah dibangun sebuah media pembelajaran berbasis multimedia yang dapat menampilkan bacaan huruf hijaiyah, dan cara penyebutannya serta aplikasi pendataan dan monitoring santri berbasis web yang dapat menyimpan data-data santri dan orang tua dapat memonitoring kehadiran anaknya melalui internet. Setelah melakukan penerapan dan pengujian dapat disimpulkan bahwa minat belajar santri meningkat hingga mencapai 85%, tingkat kemudahan penggunaannya mencapai 90% dan berdasarkan pengamatan, antusias belajar santri terjadi peningkatan serta pengadinistrasian santri lebih efektif dan efisien.
Model Pembelajaran Blended Sebagai Alternatif Pengembangan Mata Kuliah Praktikum (Studi Kasus Praktikum Routing dan Switching)
Irmawati Irmawati
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Inspiration Volume 7 Issue 2
Publisher : STMIK AKBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35585/inspir.v7i2.2446
Mata kuliah praktikum yang dilaksanakan pada umumnya menggunakan model pembelajaran sinkron dengan tatap muka langsung pada laboratorium dengan sumber belajar yang disediakan.Pada praktikum Routing dan Switching, memanfaatkan sumber belajar yang tersedia pada sistem e-learning, namun ini tidak memiliki alur pembelajaran yang dapat menuntun mahasiswa untuk mempelajari semua konten yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan pembelajaran blendedpada Praktikum Routing dan Switching dengan memanfaatkan modul lesson pada sistem e-learning. Metode yang digunakan menggunakan model prosedural dimulai dari mereview capaian pembelajaran mata kuliah, merancang pembelajaran blended dan alur pembelajaran pada sistem e-learning. Penelitian ini menghasilkan rancangan model pembelajaran blended dengan kombinasi pembelajaran asinkron dengan sinkron tatap muka 75% dan menghasilkan alur pembelajaran memanfaatkan modul lesson pada sistem e-learning.
Inisialisasi Pusat Cluster Menggunakan Artificial Bee Colony Pada Algoritma Possibilistic Fuzzy C-Means UntukSegmemntasi Citra
Amalia Nurani Basyarah;
Chastine Fatichah;
Darlis Heru Murti
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Inspiration Volume 6 Issue 2
Publisher : STMIK AKBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35585/inspir.v6i2.2421
Possibilistic Fuzzy C-Means (PFCM) adalah algoritma clustering yang menggabungkan nilai keanggotaan Fuzzy C-Means (FCM) dan nilai kesesuaian Possibilistic C-Means (PCM) pada fungsi objektifnya. PFCM kemudian mengatur batasan pada nilai keanggotaan dan nilai kesesuaian sehingga dapat mengatasi masalah pada algoritma sebelumnya, yaitu sensitivitas pada noise dan coincidentcluster.Namun PFCM juga masih memiliki kelemahan, utamanya pada inisialisasi pusat clusterawal.Inisialisasi pusat cluster yang kurang tepat akan mengakibatkan masalah local minima, sehingga hasil akhir cluster tidak akan sesuai dengan karakteristik natural cluster yang ada. Untuk mengatasi masalah tersebut, beberapa penelitian mengenai inisialisasi pusat cluster menggunakan metode optimasi telah dilakukan.Salah satunya menggunakan Artificial Bee Colony (ABC).ABC adalah algoritma optimasi yang mengadopsi perilaku cerdas kawanan lebah. Kelebihan algoritma ABC dibandingkan dengan algoritma optimasi lainnya adalah penggunaan parameter kontrol yang lebih sedikit namun tetap memiliki hasil kinerja yang sama dan bahkan lebih baik dari algoritma lain. Oleh karena itu, pada penelitian ini diusulkan metode clustering PFCM dengan inisialisasi pusat cluster menggunakan ABC untuk kasus segmentasi citra.Metode segmentasi citra yang diusulkan tersebut telah dievaluasi menggunakan SSIM (Structural Similarity Index) pada 30 citra dari 6 dataset yang berbeda.Berdasarkan hasil evaluasi diketahui ABC-PFCM memperoleh hasil yang lebih baik daripada PFCM.Hal ini ditandai dengan nilai rata-rata SSIM ABC-PFCM yang lebih tinggi daripada PFCM.Pada citra sintetis ABC-PFCM dan PFCM berturut-turut memperoleh ratarata sebesar 0.9843 dan 0.9699. Selanjutnya, pada citra real, ABC-PFCM dan PFCM dengan berurutan memperoleh rata-rata SSIM 0.8113dan 0.7898.
Sistem Peringatan Dini Berbasis SMS Gateway Pada Kantor Imigrasi Kelas II Pare-Pare Sulawesi Selatan
Suryadi Syamsu
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Inspiration Volume 7 Issue 1
Publisher : STMIK AKBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35585/inspir.v7i1.2440
Sistem pemberitahuan masa ijin tinggal kepada Warga Negara Asing (WNA) masih menggunakan cara manual karena masih dikerjakan oleh petugas yang terkait dengan cara menghubungi WNA melalui pangilan telepon dan email, sedangkan sistem pada prinsipnya untuk mempermudah pekerjaan dengan cara mengakomodasi sistem yang dilakukan secara manual untuk dikembangkan dalam hal pemberitahuan kepada WNA menggunakan SMS Gateway yang akan mengirimkan pesan peringatan secara otomatis dan terjadwal.Tujuan dari pembuatan sistem peringatan dini berbasis SMS Gateway adalah (1) Mengembangkan sistem peringatan dini berbasis SMS Gateway untuk meningkatkan pelayanan kepada WNA yang berkunjung ke Indonesia.(2)Implementasi sistem peringatan dini berbasis SMS Gateway yang akan Memudahkan pegawai melakukan pemberitahuan kepada WNA pada kantor imigrasi Kelas II Parepare di Sulawesi selatan. Implementasi Sistem Peringatan Dini Menggunakan Tools Gammu, bahasa pemrograman PHP dan database MySQL yang berjalan pada XAMPP Server. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah : (1) Kantor Imigrasi Kelas II Parepare Membuat sistem peringatan dini berbasis SMS Gateway untuk membantu proses pemberitahuan ke WNA secara otomatis dan Terjadwal sesuai masa izjin tinggal WNA. (2) Dengan adanya Sistem peringatan dini berbasis SMS Gateway proses pemberitahuan ke WNA yang dulunya manual dan kurang efisien, sekarang menjadi lebih mudah karena semua dilakukan secara otomatis dan terjadwal oleh sistem.
Kombinasi Fitur Tekstur Local Binary Pattern yang Invariant Terhadap Rotasi dengan Fitur Warna Berbasis Ruang Warna HSV untuk Temu Kembali Citra Kain Tradisional
Nasir, Muhamad;
Suciati, Nanik;
Wijaya, Arya Yudhi
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Inspiration Volume 7 Issue 1
Publisher : STMIK AKBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35585/inspir.v7i1.2435
Salah satu bagian penting dari sistem temu kembali adalah metode ekstraksi ciri. Metode ekstraksi ciri harus invariant terhadap perubahan rotasi, hal ini dikarenakan user sering mamasukkan citra contoh yang berbeda rotasi dengan citra yang ada di database. Pada kasus temu kembali citra kain tradisional, tekstur dan warna merupakan fitur dominan serta karakteristik visual yang penting dalam membedakan antara kain yang satu dengan kain yang lain. Oleh karena itu, pada penelitian ini dikombinasikan fitur tekstur Local Binary Pattern (LBP) yang invariant terhadap rotasi dengan fitur warna dari ruang warna HSV untuk temu kembali citra kain tradisional. Hasil kombinasi fitur tekstur LBP yang invariant terhadap rotasi dengan fitur warna dari ruang warna HSV menghasilkan recall terbaik 100% pada dataset Batik dan 100% pada dataset Songket menggunakan jarak manhattan.
Penerapan Sistem Informasi Geografis Dalam Pemetaan Produksi Pertanian Di Kabupaten Bone
Sumardin, Andi;
Arfandi, Arfandi
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Inspiration Volume 6 Issue 2
Publisher : STMIK AKBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35585/inspir.v6i2.2427
Fakta di lapangan data-data yang berkaitan dengan peringatan penurunan hasil produksi komoditi unggulan sering kali terlambat bahkan tidak diketahui. Hal ini, dikarenakan tidak adanya data hasil produksi yang terdokumentasi atau bahkan tidak adanya data yang telah diolah sebagai acuan pengambilan kebijakan oleh pemerintah. Pemanfaatan teknologi sistem informasi geografis akan sangat mempengaruhi kecepatan perencanaan, antisipasi, langkah strategis serta upaya peningkatan komoditi unggulan di masing-masing daerah dari data yang disajikan ini akan semakin dimudahkan dan tersajinya informasi yang akurat dan real time. Perancangan sistem informasi geografis pemetaan produksi pertanian ini dikembangan dengan rule metode eXtreme Programming (XP) yang terdiri atas 4 artefak yakni planing, design, coding, dan testing. Hasil dari penelitian ini berupa sistem informasi geografis yang mampu memberikan informasi hasil produksi pertanian per periode musim tanam setiap tahunnya. Informasi peningkatan atau penurunan hasil produksi tiap komoditi pada masingmasing daerah disajikan dalam bentuk grafik yang sangat memudahkan dinas terkait dalam memutuskan kebijakan.
Penerapan Algoritma Winnowing Untuk Mendeteksi Kemiripan Pada Karya Tulis Mahasiswa
Ilham, Ilham;
Pasnur, Pasnur
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Inspiration Volume 7 Issue 2
Publisher : STMIK AKBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35585/inspir.v7i2.2447
Keberadaan Teknologi Informasi (TI) yang sedemikian berkembang, menyebabkan kegiatan plagiarism semakin berkembang pula. Hal ini cukup banyak dilakukan di kalangan akademisi di perguruan tinggi, yang dituntut untuk memenuhi kegiatan tri dharma khususnya kegiatan penelitian. Cikal bakal akademisi adalah mahasiswa-mahasiswa yang juga dituntut untuk melakukan penelitian juga. Dalam penelitian ini, dilakukan penerapan algoritma winnowing untuk mendeteksi kemiripan dokumen karya tulis mahasiswa Beberapa skenario pengujian dilakukan dengan mengubah nilai parameter gram dan window untuk mendapatkan nilai optimal. Nilai optimal ini akan diterapkan pada aplikasi yang akan dibangun.
Properti Aspek Kebergunaan Pada Sistem Informasi Akademik Dari Perspektif Technology Acceptance Model (TAM)
Kurniawan, Adi;
Rochimah, Siti;
Yuhana, Umi Laili
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Inspiration Volume 6 Issue 2
Publisher : STMIK AKBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35585/inspir.v6i2.2422
Teknologi yang memiliki fitur yang lengkap akan tidak ada artinya jika tidak ada yang menggunakan. Seringkali Sistem Informasi Akademis dilihat sebagai alat dan diukur berdasarkan kendala teknis, padahal ada faktor-faktor non teknis seperti penyiapan orang, budaya, mekanisme organisasi, dan lain sebagainya. Standardisasi pada aspek kebergunaan suatu perangkat lunak sudah ada seperti ISO 25010 namun untuk aspek kebergunaan pada Sistem Informasi Akademis (SIA) belum ada standardisasi yang bisa dijadikan acuan untuk mengukur. Penelitian ini mencoba melihat properti aspek kebergunaan berdasarkan sudut pandang Technology Acceptance Model (TAM) dengan mengumpulkan data dari 398 responden (mahasiswa) pada perguruan tinggi ITS dan Unair. Properti ini adalah variabel manifest yang mengukur variabel laten yang dalam hal ini adalah aspek kebergunaan. Kelemahan dalam penggunaan TAM yaitu dalam hal akurasi model sehingga diperlukan analisis data Structural Equation Model (SEM). SEM digunakan karena dapat melakukan analisis faktor, regresi dan jalur sekaligus sehingga SEM menawarkan teknik statistika yang memperhitungkan variabel manifest dan variabel laten. Variabel laten yang digunakan adalah perceived of usefulness, perceived of ease of use dan use. Properti aspek kebergunaan yang tidak memenuhi untuk SIA.
Penyusunan Dan Pengujian Metrik Operabilitas Untuk Sistem Informasi Akademik Berdasarkan ISO 25010
Lesmideyarti, Dwi;
Rochimah, Siti;
Yuhana, Umi Laili
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Inspiration Volume 7 Issue 2
Publisher : STMIK AKBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35585/inspir.v7i2.2442
Pesatnya perkembangan teknologi informasi dapat menjadi suatu keunggulan bagi organisasi untuk meningkatkan daya saingnya, tak terkecuali pada institusi pendidikan di tingkat perguruan tinggi.Kebutuhan teknologi informasi di perguruan tinggi sangat besar, terutama berkaitan dengan akademik.Sistem informasi akademik yang terkomputerisasi merupakan bagian penting di suatu perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan dengan adanya sistem tersebut akan memudahkan dosen dalam memasukkan nilai akademik mahasiswa. Mahasiswa dapat mengakses informasi akademik atau kegiatan administrasi akademik.Sistem informasi akademik, sebagaimana sebuah sistem informasi pada umumnya, memerlukan adanya evaluasi untuk dapat mengetahui kekurangan-kekurangan yang ada untuk selanjutnya ditingkatkan dan dikembangkan.Oleh karena itu dibutuhkan metrik untuk mengukur kualitas dan mengevaluasi sistem informasi akademik.Penelitian ini melakukan penyusunan dan pengujian metrik operabilitas untuk sistem informasi akademik berdasarkan ISO 25010.Hasil yang didapatkan dari penelitian ini dapat menjadi masukan yang memperkaya kajian literatur dan empiris terkait pengukuran kualitas perangkat lunak menggunakan ISO/IEC 25010 karakteristik operabilitas.Data yang dibutuhkan untuk melakukan penyusunan dan pengujian metrik operabilitas untuk sistem informasi akademik berdasarkan ISO 25010 diperoleh dari studi liteatur, wawancara serta penyebaran kuesioner kepada responden pakar, dosen dan mahasiswa.Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk mengevaluasi sistem informasi akademik berdasarkan ISO 25010 karakteristik operabilitas. Dari hasil penelitian, maka didapatkan hasil bahwa model yang diusulkan lebih akurat dibandingkan model lama, karena adanya penambahan dua subkarakteristik pada ISO 25010 karakteristik operabilitas yaitu helpfullness dan technical accessibility, yang mampu menaikkan akurasi model baru. Hasil pengukuran dari penelitian ini sudah memenuhi standar pengukuran kualitas. Standar kualitas untuk suatu aplikasi web adalah 70.