cover
Contact Name
Rifky Ananda
Contact Email
fkg@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dentino.ulm@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi
ISSN : 23375310     EISSN : 25274937     DOI : 10.20527
Core Subject : Health,
Dentino [P-ISSN 2337-5310 | E-ISSN 2527-4937] is the journal contains research articles and review of the literature on dentistry which is managed by the Faculty of Dentistry, Lambung Mangkurat University. Dentino published twice a year, every March and September.
Arjuna Subject : -
Articles 530 Documents
EFEK ANTIBAKTERI SEDIAAN TUNGGAL DAN KOMBINASI AIR PERASAN JERUK NIPIS DAN MADU TERHADAP Streptococcus mutans Kajian In Vitro SediaanTunggal dan Kombinasi Air Perasan Jeruk Nipis dan Madu dengan Klorheksidin Glukonat 0,2% Fitriani, Alfia; Dewi, Nurdiana; Budiarti, Lia Yulia
Dentino Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  Background: Streptococcus mutans is a species of gram positive bacteria dominantly residing in oral cavity and also acts as the most common pathogen causing caries. Lime juice and honey are herbal medicine which has been proven to possess antibacterial effect. Purpose: The aim of this study was to verify that lime juice and honey in combined preparation had more favorable inhibitor potency compared to single preparation against Streptococcus mutans. Methods: This were an experimental study which using random sampling, with 26 treatment groups : 25%, 50%, 75%, 100% lime juice in single preparations and 6,25%, 12,5%, 25%, 50% honey in single preparations, combined preparations of lime juice and honey, also 0,2 chlorhexidin gluconate and aquadest as negative control group. Antibacterial activity test was performed using diffusion method.Result: Data observed showed that there were combined preparations with better inhibitor potency compared to single preparations. Conclusion:One Way ANOVA and LSD tests with confidence interval of 95% presented that antibacterial activity of lime juice and honey in combined preparation was better than its single counterpart against Streptococcus mutans.   Keywords :  antibacterial, lime juice, honey, Streptococcus mutans, inhibition zone  ABSTRAK  Latar Belakang: Streptococcus mutans merupakan salah satu spesies bakteri gram positif yang dominan dalam mulut dan merupakan bakteri penyebab karies patogen paling banyak menyerang manusia. Air perasan jeruk nipis dan madu merupakan tanaman obat yang terbukti mempunyai efek antibakteri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa sediaan kombinasi air perasan jeruk nipis dan madu mempunyai daya hambat lebih besar daripada sediaan tunggal dalam menghambat Streptococcus mutans. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 26 perlakuan, yaitu sediaan air perasan jeruk nipis konsentrasi 25%, 50%, 75%, 100%, dan madu konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, sediaan kombinasinya, serta klorheksidin glukonat 0,2% dan akuades sebagai kontrol negatif. Metode uji aktivitas antibakteri yang digunakan pada penelitian ini adalah metode difusi.Hasil: Data yang didapat menunjukkan bahwa terdapat beberapa perlakuan sediaan kombinasi lebih baik dari sediaan tunggal. Kesimpulan:Hasil uji One Way ANOVA dan LSD dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri sediaan kombinasi air perasan jeruk nipis dan madu lebih baik dari sediaan tunggalnya dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans.  Kata-kata kunci : antibakteri, air perasan jeruk nipis, madu, Streptococcus mutans, zona hambat
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEHILANGAN GIGI PADA USIA 35-44 TAHUN DI KECAMATAN JUAI KABUPATEN BALANGAN TAHUN 2014 Tinjauan Terhadap Pengetahuan dan Sosial Ekonomi Maulana, E.Gusti Sigar; Adhani, Rosihan; Heriyani, Farida
Dentino Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: The loss of one or more teeth than one tooth can cause discomfort that can interfere in various aspects of daily life such as talking, eating, drinking, socializing and self- confidence. Tooth loss in adults can occur as a result of caries, periodontal disease and trauma. Dental caries is one of the causes of tooth loss are the most common, cause of caries, namely the host, microorganisms, substrate, and time. Purpose: The aim of this study was to examined the influence of knowledge and socio – economic factors (as measured by income) with loss of teeth at the age of 35-44 years in the Kecamatan Juai Kabupaten Balangan. This study used analytic observational method with cross sectional. Data were collected by questionnaire and observation. Sampling obtained using cluster sampling of 100 people. Result: Spearman rho test results obtained knowledge of the value of p=0,000 (p<α) the category of weak correlation (p=0,367). Socioeconomic test results (as measured by income) communities obtained p value = 0,004 (p<α) the category of weak correlation (p=0,287). Conclusion: conclusion of this study was that there  significant economic and social knowledge ( as measured by income) with loss of teeth at the age of 35–44 years in the Kecamatan Juai Kabupaten Balangan 2014. ABSTRAKLatar Belakang: Hilangnya satu gigi atau lebih dari satu gigi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman sehingga dapat mengganggu dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari seperti bicara, makan, minum, sosialisasi dan rasa percaya diri. Kehilangan gigi pada orang dewasa dapat terjadi akibat karies, penyakit periodontal, dan trauma. Karies gigi adalah salah satu penyebab kehilangan gigi yang paling sering terjadi, penyebab terjadinya karies, yaitu host, mikroorganisme, substrat, dan waktu Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh faktor pengetahuan dan sosial ekonomi (yang diukur dengan pendapatan) dengan kehilangan gigi pada usia 35-44 tahun di Kecamatan Juai Kabupaten Balangan. Metode penelitian observasional analytic dengan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan observasi. Pengambilan sampel menggunakan cluster sampling didapat 100 orang. Hasil uji spearman rho pengetahuan didapat nilai p=0,000 (p<α) dengan kategori korelasi lemah (ρ=0,γ67). Hasil uji sosial ekonomi (yang diukur dengan pendapatan) masyarakat didapat nilai p=0,004 (p<α) dengan kategori korelasi lemah (ρ=0,β87). Kesimpulan penelitian adalah terdapat pengaruh pengetahuan dan sosial ekonomi (yang diukur dengan pendapatan) dengan kehilangan gigi pada usia 35-44 tahun di Kecamatan Juai Kabupaten Balangan Tahun 2014.
PERLAKUAN PERMUKAAN PADA REPARASI RESIN KOMPOSIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUAT REKAT RESIN KOMPOSIT BARU–RESIN KOMPOSIT LAMA Puspitasari, Dewi; Herda, Ellyza
Dentino Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Composite resin that have been restored in the oral cavity ages over time and can be fail. The total removal of the restoration is the most common procedure that is often done in daily clinical practice. This procedure may be regarded as overtreatment if only small portions of the restoration has damaged, therefore repairing composite resin could be more effective choice. The bond strength of repairing composite resin can be improved by surface treatment. Surface treatment have been categorized in several method such as surface roughening with diamond bur, air abrasion (sand blasting) with aluminum oxide, chemical treatment (etching) with phosphoric acid or hydrofluoric acid, silane coupling agent and intermediate adhesive resin (adhesive system and flowable composite). The objective of this study was to discuss repairing aged composite resin, surface treatment method that have been practiced and the influence to bond strength of repaired composite resin based on published article. Combination between suface treatment methods will result different values in bonding strength. Up to recent there are no practice best methods yet, however combination air abrasion with adhesive system or with flowable composite improving bond strength that compared to composite resin bond strength without reparation. ABSTRAK Restorasi resin komposit didalam rongga mulut dapat mengalami kegagalan seiring dengan waktu. Prosedur perawatan yang sering dilakukan adalah mengganti restorasi secara keseluruhan. Prosedur ini dianggap berlebihan bila hanya sedikit bagian restorasi yang rusak, sehingga memperbaiki atau reparasi resin komposit menjadi pilihan yang lebih efektif. Kuat rekat resin komposit yang diperbaiki dapat ditingkatkan dengan perlakuan permukaan antara lain pengasaran permukaan dengan bur intan, abrasi udara (sand blasting) dengan aluminium oksida, perlakuan kimia (etsa) dengan asam fosforik atau dengan asam hidrofluorik, penggunaan silane coupling agent dan intermediate adhesive resin (sistem adhesif dan flowable composite). Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menelaah pustaka mengenai reparasi resin komposit, metode perlakuan permukaan yang dilakukan dan pengaruhnya terhadap kuat rekat reparasi komposit resin berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Kombinasi antara metode perlakuan permukaan menghasilkan nilai kuat rekat yang berbeda. Hingga saat ini belum ada metode perlakuan permukaan yang terbaik, tetapi kombinasi abrasi udara dengan sistem adhesif atau dengan flowable composite dapat menghasilkan kuat rekat yang sebanding dengan kuat rekat resin komposit tanpa reparasi.
HUBUNGAN ANTARA IBU PENDERITA PRE-GESTASIONAL DIABETES MELLITUS DENGAN RISIKO KELAHIRAN BAYI Cleft Lip and Palate (Studi Kasus Kontrol di RSUD Tarakan, Kalimantan Timur) Istiyana, Deslita Trilianti; Hartoyo, Edi; Indra Sukmana, Bayu
Dentino Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Cleft lip and palate (CLP) is one of the most common craniofacial anomalies with multifactorial etiology. Environmental factors, such as maternal status and nutrition, play an important role in intra-uterine development. One of maternal status which can happen before and during pregnancy is pregestational diabetes mellitus (PGDM). Purpose: The aim of this study was to analyze the association between pre-gestational diabetes mellitus and the risk of cleft lip and palate. Methods: This analytic observational hospital-based case control study was performed in public hospital of Tarakan, East Kalimantan between August and September 2014. The case group included 45 subjects and the control group included 90 subjects. Information regarding maternal status before and during pregnancy was recorded for analysis. Result: The results of chi-square and odds ratio tests indicated that there was a significant association between maternal pre-gestational diabetes mellitus and the risk of cleft lip and palate (p < 0,05, OR = 6,143, CI 95% [1,806, 20,897] ). Conclusion: This study concluded that maternal pre-gestational diabetes mellitus was significantly associated with an increased risk of cleft lip and palate. ABSTRAK Latar Belakang: Cleft lip and palate (CLP) adalah kelainan kongenital kraniofasial yang paling sering terjadi dengan etiologi multifaktorial. Salah satunya yaitu faktor lingkungan, berupa kondisi ibu dan nutrisi, yang berperan penting dalam perkembangan bayi intra-uterine. Pre-gestasional diabetes mellitus (PGDM) adalah salah satu kondisi dapat yang dialami ibu sebelum dan saat kehamilan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pre-gestasional diabetes mellitus dan risiko kelahiran bayi cleft lip and palate. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain kasus kontrol yang dilakukan di RSUD Tarakan, Kalimantan Timur pada bulan Agustus-September 2014. Sampel yang diambil terdiri dari 45 kasus dan 90 subjek kontrol. Data terkait kondisi ibu sebelum dan selama kehamilan dicatat melalui kuesioner untuk dianalisis. Hasil: Hasil uji chi-square dan odds ratio menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ibu pre-gestasional diabetes mellitus dengan risiko bayi cleft lip and palate (p < 0,05, OR = 6,143, CI 95% [1,806, 20,897]). Kesimpulan: Kesimpulan yang dapat diambil adalah ibu pre-gestasional diabetes mellitus berisiko lebih besar untuk melahirkan bayi cleft lip and palate.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP ANGKA KARIES GIGI DI SMPN 1 MARABAHAN Ramadhan, Azhary; Cholil, Cholil; Indra Sukmana, Bayu
Dentino Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  Background: Knowledge of oral health is one of the efforts to prevent and control dental health problems through education of oral health. Dental health education delivered is expected to change the behavior of an individual or community dental health of unhealthy behaviors towards healthy behaviors. Purpose: The research aimed to determine the correlation between oral  health level knowledge of the number of dental caries in SMPN 1 Marabahan Kabupaten Barito Kuala. Method: The method used analytic observational with cross-sectional design and the sample was 100 students of SMP 1 Marabahan. Results: The results obtained samples with a good level of knowledge had the DMF-T index of 19 repondence was very low, low 9 repondence, medium 1 person, 2 repondence high, very high 0 repondence. The sample had an index level of knowledge was very low DMF-t 23 repondence, low 10 repondence, medium 20 repondence, 3 repondence high, very high sample rate 0 repondence and poor knowledge of the index was very low DMF-t 0 repondence, low 3 repondence, medium 1 repondence, 7 repondence high and very high 2 repondence. Conclusion: Using spearmen significant value of (0.00). It can be concluded that there was a correlation between level of knowledge of oral and dental health dental caries figures.   Keywords: Knowledge of oral health, dental caries, DMF-T index scores  ABSTRAK  Latar belakang: Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu usaha untuk mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan gigi melalui pendekatan pendidikan kesehatan gigi dan mulut. Pendidikan kesehatan gigi yang disampaikan diharapkan mampu mengubah perilaku kesehatan gigi individu atau masyarakat dari perilaku yang tidak sehat ke arah perilaku sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan gigi terhadap angka karies gigi di SMPN 1 Marabahan Kabupaten Barito Kuala. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode penelitian analitik observasional yang menggunakan desain cross-sectional dengan menggunakan 100 sampel yang terdiri dari siswa-siswi SMPN 1 Marabahan. Hasil: Hasil penelitian diperoleh sampel dengan tingkat pengetahuan yang baik memiliki indeks DMF-t sangat rendah 19 orang, rendah 9 orang, sedang 1 orang, tinggi 2 orang, sangat tinggi 0 orang. Sampel tingkat pengetahuan sedang memiliki indeks DMF-t sangat rendah 23 orang, rendah 10, sedang 20 orang, tinggi 3 orang, sangat tinggi 0 orang dan sampel tingkat pengetahuan buruk memiliki indeks DMF-t sangat rendah 0 orang, rendah 3 orang, sedang 1 orang, tinggi 7 orang, dan sangat tinggi 2 orang. Kesimpulan: Hasil uji spearman diketahui nilai signifikan sebesar (0,00). Sehingga di ambil kesimpulan terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terhadap angka karies gigi.   Kata kunci: Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, karies gigi, indeks skor DMF-t
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI AIR PERASAN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) SEBAGAI BAHAN IRIGASI SALURAN AKAR ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN ENTEROCOCCUS FAECALIS IN VITRO Ramadhinta, Talitha Maghfira; Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar; Budiarti, Lia Yulia
Dentino Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Lime (Citrus aurantifolia) is one of the plants which have antimicrobial activity. Acid substance in lime juice is coagulant source. Citric acid in lime juice has the quality to prevent bacterial and fungal growth. Enterococcus faecalis is known as the most resistant species in oral cavity and commonly found in post-root canal treatment cases. E.faecalis was reported in 20 of 30 persistent infected endodontic teeth after root canal treatment. The aim of this study to assess lime (Citrus aurantifolia) juice’s in vitro inhibition activity against Enterococcus faecalis. Purpose: This study used laboratory experimental method with postest only control group design using total random sampling; consisted of 6 treatments and 5 times repetition. Methods: Antibacterial activity test was performed using diffusion method. Data was analyzed using one way anova with confidence interval of 95% and the result presented that there’s a significant difference between β5%, 50%, 75%, 100% lime juice treatment groups and 3% hydrogen peroxide treatment group. Result:Based on the result of post hoc LSD, the conclusion of this study was 100% lime juice has better inhibition activity than 25%, 50%, 75% lime juice and 3% hydrogen peroxide. Conclusion: There was a difference of antibacterial effectiveness between lime juice and 3% H2O2 on Enterococcus faecalis bacterial growth observed from their inhibition zones.  ABSTRAK Latar Belakang: Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai aktivitas antimikroba. Kandungan asam pada air perasan jeruk nipis merupakan sumber koagulan. Senyawa asam sitrat dalam air perasan jeruk nipis mampu mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Enterococcus faecalis dikenal sebagai spesies yang paling resisten pada rongga mulut dan paling sering ditemukan pada kasus setelah perawatan saluran akar. E.faecalis ditemukan sebanyak 20 dari 30 kasus infeksi endodontik yang persisten pada gigi yang telah dilakukan perawatan saluran akar. Tujuan: Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat air perasan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis secara in vitro. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metoda eksperimental laboratorium; postest only control group design dengan rancangan acak lengkap menggunakan 6 perlakuan dan 5 kali pengulangan. Metode uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi. Analisis data menggunakan uji one way anova 95% menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara perlakuan air perasan jeruk nipis konsentrasi 25%, 50%, 75%, 100% dan perlakuan hidrogen peroksida 3%. Hasil: Pada hasil uji post hoc LSD diambil kesimpulan perlakuan air perasan jeruk nipis konsentrasi 100% memiliki efek daya hambat lebih baik dibandingkan  konsentrasi di bawahnya dan dibandingkan dengan perlakuan hidrogen peroksida 3%. Kesimpulan: Terdapat perbedaan efektivitas antibakteri dari air perasan jeruk nipis dan H2O2 3% terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis dilihat dari zona hambat.
GAMBARAN DAN PERMINTAAN PASIEN TERHADAP FASYANKES GIGI DI PUSKESMAS KOTA BANJARMASIN Dewi, Nurdiana; Raharja, Suka Dwi; Herlina, Nita
Dentino Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Utilization of dental care facilities by communities are still lacking in Public Health Center of Banjarmasin, but the level of tooth decays are still high. But, patients’ description and demands of dental health facilities in Public Health Center remain unexplored. Purpose: This research aims to identify the description and patients’ demands on dental care facilities in Public Health Center of Banjarmasin. Methode: This was a descriptive study, with sample of patients treated in dental care facilities in 10 Public Health Center of Banjarmasin. Result: The result showed that almost every respondents said that dental care facilities in Public Health of Banjarmasin for this moment were good in the case of health services and fares, and also for the infrastructure which the respondents said mediocre. Whereas, the patients’ demands that said poor or bad was asked the staff to act more polite, friendly, and hospitable, to act faster and more efficiently, also to understand the standard of dental care service. They also demanded more comfortable dental care facilities room, strategic and approachable location, also facilities that is updated and equipped. Conclusion: Based on this conducted research, it can be concluded that there was a few incompatibilities between patients’ demands and health service staff performance alongside the available tools and infrastructures of dental health facilities in Public Health Center of Banjarmasin. ABSTRAK Latar Belakang: Pemanfaatan fasyankes gigi oleh masyarakat di Puskesmas Kota Banjarmasin masih rendah, tetapi tingkat kerusakan gigi masyarakatnya masih cukup tinggi. Namun, gambaran serta permintaan pasien terhadap fasyankes gigi di Puskesmas Kota Banjarmasin masih belum diketahui sampai saat ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan permintaan pasien terhadap fasyankes gigi di Puskesmas kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan sampel berupa pasien yang berobat ke fasyankes gigi di 10 Puskesmas Kota Banjarmasin. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hampir sebagian besar responden berpendapat bahwa gambaran fasyankes gigi di Puskesmas Kota Banjarmasin untuk saat ini sudah baik dalam hal pelayanan petugas kesehatan serta tarif, dan untuk sarana dan prasarana responden berpendapat cukup baik. Sedangkan, untuk permintaan pasien yang berpendapat kurang baik dan tidak baik meminta agar petugas kesehatan gigi bersikap lebih peduli, ramah dan akrab, cepat dan sigap, serta mampu menguasai standar pelayanan kedokteran gigi. Mereka juga meminta ruangan fasyankes gigi yang lebih nyaman, lokasi yang strategis dan mudah dijangkau, serta fasilitas yang diperbarui dan dilengkapi. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat sebagian kecil ketidaksesuaian antara permintaan pasien terhadap pelayanan petugas kesehatan serta sarana dan prasarana dengan kondisi yang ada pada saat ini di fasyankes gigi di Puskesmas Kota Banjarmasin.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN PEMBENTUKAN STAIN (NODA GIGI) PADA PASIEN DI POLI GIGI RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA Khalisa, Enny; Adhani, Rosihan; Arifin, Syamsul
Dentino Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Stain (teeth stain) is pigmented deposit on teeth surface. Stain is an esthetic problem for some people. Stain affected by some factors, one of them is smoking. Purpose: The purpose of this research is to identify the relation between smoking habit (smoking duration, cigarettes type, and cigarettes smoked per day) with formation of stain. Methods: Type of this research was observational analytic with cross sectional design. The method used was interview about smoking duration, cigarettes type, number of cigarettes smoked per day and clinical examination to look the presence of stain in teeth surface on 30 male smokers patients in dental clinic RSUD Ratu Zalecha Martapura. Results: The results presented 23 respondents (76,7%) from 30 respondents had stain formation. There was no relation between smoking duration with stain formation where p value on statistic test of kolmogorov-smirnov was 0,992 (>0,05). There was no relation between cigarettes type with stain formation where p value on statistic test of fisher was 0,071 (p>0,05). There was no relation between number of cigarettes smoked per day with stain formation where p value on statistics test of kolmogorov-smirnov was 0,652 (p>0,05). ABSTRAK Latar Belakang: Stain (noda gigi) adalah deposit berpigmen pada permukaan gigi. Stain merupakan masalah estetik bagi sebagian orang. Stain dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah merokok. Tujuan: Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok (lama merokok, jenis rokok, dan rokok yang dihisap per hari) dengan pembentukan stain. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan desain cross sectional. Metode yang dilakukan adalah wawancara mengenai lama merokok, jenis rokok, dan jumlah rokok yang hisap per hari serta pemeriksaan klinis untuk melihat ada atau tidak pembentukan stain di permukaan gigi pada 30 pasien laki-laki perokok di poli gigi RSUD Ratu Zalecha Martapura. Hasil: Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat 23 responden (76,7%) yang memiliki pembentukan stain dari 30 responden. Tidak terdapat hubungan antara lama merokok dengan pembentukan stain, dimana nilai p pada uji statistik dengan mengunakan kolmogorov-smirnov adalah 0,992 (p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara jenis rokok dengan pembentukan stain, dimana nilai p pada uji statstik dengan mengunakan fisher adalah 0,071 (p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara jumlah rokok yang dihisap per hari dengan pembentukan stain, dimana nilai p pada uji statstik dengan mengunakan kolmogorovsmirnov adalah 0,653 (p>0,05).
PENGARUH EKSTRAK SEREH (Cymbopogon citratus) TERHADAP PANJANG LUKA MUKOSA LABIAL MENCIT SECARA KLINIS Hairi, Melinda; Dewi, Nurdiana; Khatimah, Husnul
Dentino Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT   Background: Lemongrass is one of the most widely used plants for traditional medicine. Lemongrass has bioactive substances such as phenolic acid, flavonoid, and tannin which act as anti-inflammatory and antioxidant agent which could affect the wound healing process. Purpose: The aim of this study was to assess the effects of 25%, 50%, and 100% lemongrass extract on mice labial mucosa clinical wound length by measuring the wound length. Methods: This study was a true experimental with post test-only with control design. 30 mice were used in this study, which were divided into 5 groups, patent drug containing Aloe vera extract as positive control group, 100% lemongrass extract group, 50% lemongrass extract group, 25% lemongrass extract group, and aquadest as negative control group. Results: One-way ANOVA and Post-hoc LSD tests showed significant difference between Aloe vera extract group, 100% lemongrass extract group, and 50% lemongrass extract group with aquadest group. There was no significant difference between Aloe vera extract group, 100% lemongrass extract group, and 50% lemongrass extract group. There was also no significant difference between 25% lemongrass extract group with aquadest group. Conclusion: Based on the conducted study, it can be concluded that 100% and 50% lemongrass extract could accelerate wound healing process on mice labial mucosa by measuring length of the wound.  Keywords: lemongrass extract, wound healing, wound length, oral mucosa, mice  ABSTRAK   Latar Belakang:Sereh adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional.  Sereh mengandung zat bioaktif seperti phenolic acid, flavonoid dan tanin yang berperan sebagai antiinflamasi dan antioksidan yang berpengaruh dalam proses penyembuhan luka.Tujuan:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak sereh 25%, 50%, dan 100% terhadap panjang luka mukosa labial mencit secara klinis dengan mengukur panjang luka. Metode:Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan rancangan post test-only with control design. Penelitian ini menggunakan 30 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol positif yang menggunakan obat paten mengandung ekstrak Aloe vera, kelompok ekstrak sereh 100%,  kelompok ekstrak sereh 50%, kelompok ekstrak sereh 25%, dan kelompok kontrol negatif menggunakan akuades.Hasil:Hasil uji One-way ANOVA dan Post-hoc LSD menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kelompok ekstrak Aloe vera, kelompok ekstrak sereh 100%, dan kelompok ekstrak sereh 50% dibandingkan dengan kelompok akuades. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok ekstrak Aloe vera, kelompok ekstrak sereh 100%, dan kelompok ekstrak sereh 50% serta tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok ekstrak sereh 25% dan kelompok akuades.Kesimpulan:Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak sereh 100% dan 50% dapat mempercepat penyembuhan luka mukosa labial mencit dilihat dari panjang luka.  Kata-kata kunci:ekstrak sereh, penyembuhan luka, panjang luka, mukosa mulut, mencit
PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana Linn.) TERHADAP JUMLAH MAKROFAG PADA INFLAMASI PULPA Studi In Vivo Pada Gigi Molar Rahang Atas Tikus (Rattus norvegicus) Wistar Jantan Dwintanandi, Cindy; Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar; Dwi Raharja, Suka
Dentino Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACK  Background: Treatment of dental pulp is a basic treatment in dentistry. Nowadays dental pulp treatment used adhesive resin substance, but adhesive resin substance is irritative and expensive thus alternative substance is needed to use. Pericarp of mangosteen containing to be rich in various pharmacys and antioxidant activity so that called queen of fruits. Xanthone, flavonoid, tanin, and saponin compound can working as antiinflammatory that very important in open dental pulp healing. Purpose: This research to investigate the effect pericarp of mangosteen extract to amount of macrophag on pulp response inflammatory and compare with calcium hydroxide. Methods: This study used true experimental method with post-test only group design and simple random sampling, consist of 39 male wistar rats were divided into 3 groups.  Perforated each dental pulp rats were treated with pericarp of mangosteen extract as treatment group, with calcium hydroxide as positive control group, and no treatment indeed (no medicine) as negative control group. On the day 1 to day 7, sampels for hystological analysis should be done after treatment, inflammatory reactions occured in all of groups. Result: Inflammatory reactions reckoned from scoring of macrophage. Two way Anova and Post Hoc LSD test indicated that pericarp of mangosteen extract more effective than calcium hydroxide in decrease scoring of macrophage. Based on research could be concluded that significantly the treatment process pericarp of mangosteen extract could be usefull to decrease scoring of macrophage in pulp inflammatory.  Keywords: open dental pulp, pulp inflammatory, macrophage, pericarp of mangosteen, calcium hydroxide  ABSTRAK   Latar Belakang: Perawatan pulpa terbuka merupakan perawatan dasar dalam kedokteran gigi. Perawatan pulpa terbuka pada saat ini dengan menggunakan bahan resin adesif, namun  resin adesif bersifat iritatif dan  mahal sehingga diperlukan bahan alternatif yang lebih aman digunakan. Kulit manggis mengandung senyawa yang memiliki berbagai aktivitas farmakologi dan antioksidan sehingga disebut queen of fruits. Senyawa golongan xanton, flavonoid, tanin, dan saponin dalam kulit buah manggis dapat berfungsi sebagai antiinflamasi yang penting dalam penyembuhan pulpa terbuka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit manggis terhadap jumlah makrofag pada inflamasi pulpa dan membandingkannya dengan kalsium hidroksida. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan post-test only group design, menggunakan Rancangan Acak Sederhana, terdiri dari 39 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok. Pulpa gigi tikus diperforasi yang kemudian diberi perlakuan ekstrak kulit manggis sebagai kelompok perlakuan, dengan diberikan kalsium hidroksida sebagai kelompok kontrol positif, dan tidak diberikan aplikasi apapun (tanpa obat) sebagai kelompok kontrol negatif. Sampel dianalisis secara histologis pada hari ke -1 hingga hari ke -7 setelah aplikasi, reaksi inflamasi terjadi pada seluruh kelompok. Hasil: Reaksi inflamasi dihitung dari jumlah makrofag. Uji two way Anova dan uji Post Hoc LSD menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis lebih efektif menurunkan jumlah makrofag dibandingkan kalsium hidroksida. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa pemberian ekstrak kulit manggis secara bermakna dapat menurunkan jumlah makrofag pada inflamasi pulpa. Kata-kata kunci: pulpa terbuka, inflamasi pulpa, makrofag, kulit manggis, kalsium hidroksida

Page 3 of 53 | Total Record : 530