cover
Contact Name
Deasy Arisanty
Contact Email
deasyarisanty@ulm.ac.id
Phone
+6281348260253
Journal Mail Official
jurnalpendidikangeografi@gmail.com
Editorial Address
Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)
ISSN : 23565225     EISSN : 26856395     DOI : 10.20527
Core Subject : Science, Education,
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) publishes articles from research in the field of geography and geography education, which have not been published elsewhere. This journal is periodically published by Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. This journal published twice a year in September and March.
Articles 243 Documents
STRATEGI PETANI SWADAYA KELAPA SAWIT DALAM MENGELOLA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA SUNGAI KUPANG JAYA KECAMATAN KELUMPANG SELATAN KABUPATEN KOTABARU Akhbianor Akhbianor; Ellyn Normelani; Parida Angriani
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v2i2.1469

Abstract

Penelitian  ini  berjudul  “Strategi  Petani  Swadaya  Kelapa  Sawit  dalam Mengelola Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Sungai Kupang Jaya Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi petani dalam mengelola perkebunannya dan mengetahui tingkat pendapatan petani.Populasi dari penelitian ini adalah seluruh petani swada kelapa sawit yang berjumlah 200 dan diambil sampel sejumlah 132 orang. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data primer diproleh dari observasi dengan menggunakan angket, dan teknik pengumpulan data sekunder diperoleh dari Kantor Kecamatan Kelumpang Selatan, Kantor Kepala Desa Sungai Kupang Jaya, dan Mantri Tani (Penyuluh Pertanian). Teknik pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring dan tabulating. Teknik analisis data menggunakan persentase.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, strategi petani swadaya kelapa sawit Desa Sungai Kupang Jaya Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten kotabaru dalam mengelola perkebunan dari penggunaan bibit, menanam, merawat, sampai pemasaran semua dilakukan sesuai kemampuan masing-masing petani dari segi pembiayaan seperti pembelian pupuk, pembelian pestisida, jasa pemetik buah, biaya pengangkutan, selain itu variasi luas lahan yang dimiliki, umur perkebunan dalam hal ini umur tanaman kelapa sawit setelah ditanam , dan pemasaran hasil panen yang dijual ke pengepul, KUD (Koperasi Unit Desa), dan ke perusahaan langsung yang masing-masing harga jualnya berbeda-beda.Pendapatan petani swadaya kelapa sawit Desa Sungai Kupang Jaya Kecamatan Kelumpang Selatan dari penjualan hasil panen perkebunan kelapa sawit sangat bervariasi dari nominal paling kecil yaitu Rp.1000.000,00 sampai paling besar yaitu Rp.8.000.000,00, setelah diambil nilai rata-rata dari keseluruhan responden pendapatan petani tiap bulannya memiliki pendapatan sebesar Rp2.985.000,00 perbulan. Kata Kunci: Strategi, Petani Swadaya, Mengelola Perkebunan, Kelapa Sawit
Mitigasi Banjir Berbasis Masyarakat Pada Desa Rawan Banjir Di Kabupaten Barito Kuala Deasy Arisanty; Karunia Puji Hastuti; Herry Porda Nugroho Putro; Ersis Warmansyah Abbas; Yohanes Asmardin Halawa; Khairil Anwar
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v8i2.12604

Abstract

Sungai Lumbah Village and Bangkit Baru Village are two villages that experienced severe flooding in 2021. The flood events occur every rainy season and high tides. The purpose of this study was to analyze community-based flood mitigation in flood-prone villages, Barito Kuala Regency. The research was carried out in two villages, i.e., Sungai Lumbah Village and Bangkit Baru Village, with a total of 50 informants. The results showed that the pre-flood mitigation carried out by the community was by elevating the rice storage area. The community has never received socialization by the local government regarding flood prevention, but they did it on their own initiative and formed a flood alert team. When there was a flood, they set up a relief center to help the affected people. After the flood, the community cleaned up the flood marks in their respective homes and repaired the damaged agricultural land. Flood management is still carried out on the community's own awareness and is carried out voluntarily.
Studi Eksploratif Tentang Permintaan Wisatawan Mendukung Pengembangan Kawasan Eco-Geotourism Geopark Pegunungan Meratus Ellyn Normelani; Selamat Riadi; Muhammad Efendi; Rosalina Kumalawati; Nasruddin nasruddin; Norma Yuni Kartika; Arif Rahman Nugroho
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v9i1.12577

Abstract

Geopark Pegunungan Meratus memiliki 36 geosite, yang lokasinya tersebar di 9 Kabupaten dan 1 kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi permintaan wisatawan yang mendukung pengembangan kawasan eko-geowisata geopark Pegunungan Meratus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan tipe eksploratif, data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, analisis menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian yang terdiri dari wisatawan, serta dokumentasi dan observasi.Hasil penelitian mengambarkan keinginan wisatawan antaralain: melengkapi daya tarik alam yang ada dengan daya tarik wisata budaya dan wisata buatan, memperbaharui alat transportasi menuju kawasan geopark Pegunungan Meratus, menambah armada angkutan dan mengatur jadwal angkutan/manajemen waktu, membangun dan melengkapi restoran,
Identifikasi Faktor Transmigran Bertahan Tinggal Di Desa Hegar Manah Kecamatan Bintang Ara Kabupaten Tabalong Bahrudin Bahrudin; Karunia Puji Hastuti; Parida Angriani
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v9i1.12668

Abstract

The population problem in Indonesia is the rate of population growth and the imbalance in its distribution.  The transmigration program aims to balance the distribution of the population by regulating and directing people who have a high density to move to areas that are still sparsely populated, with the hope that development and population distribution can be evenly distributed. Hegar Manah Village.  Hegar Manah Village is a village located in Bintang Ara District, Tabalong Regency, which was one of the transmigrant placement villages in 1993. In 1993 transmigrants came to Hegar Manah Village as many as 300 families (KK), consisting of 150 families from the other side (Java Island) and 150 local transmigrant families (Kalimantan), in 2020 there are only 30 transmigrant families left. This study aims to analyze the factors that cause transmigrants to persist in living in Hegar Manah Village, Bintang Ara District, Tabalong Regency, by examining 4 factors that are considered influential on the reasons for transmigrants to survive, namely by examining the transmigrant economic sector, public infrastructure facilities, land/land ownership and social cultural or adaptation of transmigrants to the local physical and social environment.  This study uses a quantitative method with a descriptive approach.  Data collection was carried out by distributing questionnaires/questionnaires to 27 families of indigenous transmigrant communities who still survived.  Data analysis used descriptive statistics by calculating the percentage of each answer from respondents, and factor analysis by calculating the results of respondents' answers. The results showed that the transmigrant community persisted in living in Hegar Manah Village, Bintang Ara District because 1) they had sufficient land for the reason to survive.  2) good social culture or tolerance for very high differences, so as to create social and cultural harmony without discriminating against ethnicity, race, or religion.  3) economic or welfare factors are not the reason for transmigrants to stay.  4) the factor of infrastructure is not the reason for transmigrants to stay.Keywords: Transmigrant, survival factors
Dampak Bencana Banjir Terhadap Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda Yaskinul Anwar; Mei Vita Romadon Ningrum; Iya' Setyasih
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v9i1.12457

Abstract

Kecamatan samarinda utara merupakan salah satu kecamatan yang paling sering terkena dampak banjir baik karena banjir luapan sungai Karangmumus maupun setelah hujan lebat. Kondisi seringkali mempengaruhi kehidupan masyrakat samarinda utara sehari-hari. Fokus dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh dampak bencana banjir terhadap perekonomian masyrakat di Kecamatan Samarinda Utara. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pada saat dan setelah banjir, dan juga wawancara kepada masyarakat yang terdampak banjir. Analisis data menggunakan trianggulasi data dari hasil observasi, wawancara dan data-data dari dinas terkait. Dampak banjir dari segi ekonomi dapat dilihat rusaknya rumah dan perkakasnya, tanaman pertanian, serta hilangnya hewan ternak. Selain itu banjir juga membuat terganggunya aktivitas perekonomian penduduk karena hilangnya akses penduduk karena terendamnya jalan utama maupun alternatif. Dampak terhadap perekonomian terbesar adalah dari akibat banjir Sungai Karangmumus yang lama waktu banjir bisa mencapai 1 minggu. Sedangkan dampak banjir akibat luapan drainase saat hujan lebat berdampak pada terganggunya akses maupun terendamnya permukiman dan fasilitas-fasilitas perekonomian masyarakat yang hanya beberapa jam saja. Kondisi inilah yang membuat terganggunya aktivitas perekonomian masyarakat Samarinda Utara akibat seringnya banjir baik karena hujan lebat maupun sungai Karangmumus. 
Pengaruh Ujian Akhir Semester Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Mata Pelajaran Geografi Di SMA Negeri 1 Gelumbang Sakinah Sakinah; Susanti Faipri Selegi
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v8i2.8818

Abstract

In the world of education the term evaluation is very important because one of the competencies that must be mastered by the teacher is the evaluation of learning. One form of assessment in the learning process is a summative test that can be a determinant of the process of student learning outcomes, but in the field of evaluation and assessment there are many shortcomings in its application so researchers are interested in researching about the Evaluation of Sumative Tests on Student Learning Outcomes. This research was conducted at the State High School 1 Gelumbang using quantitative methods. Data obtained from the documentation and distribution of questionnaires to students of class XI IPS with a population of 90 people but taken as many as 60 people using random sampling techniques. The results of this study were analyzed using the hypothesis test and homogeneity test to obtain the results of this study in the form of t-count ≥ t-table (13,529> 1,995) Then it can be concluded that there is a significant influence between summative evaluation with student learning outcomes by 73%, while the remaining 27% is influenced by another factor.
Peran Pemerintah Kota Banjarmasin dalam Pengelolaan Lingkungan Hilir Sungai Barito – Kalimantan Selatan Eva Alviawati; Parida Angriani
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v9i1.12687

Abstract

Pengelolaan sungai memelukan sinergitas dari berbagai pihak. Pengelolaan sungai juga harus berkelanjutan dan dilakukan mulai dari hulu sampai ke hilir. Pemerintah dan masyarakat perlu saling bahu membahu dalam upaya pengelolaan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah dalam pengelolaan lingkungan dan kondisi masyarakat hilir Sungai Barito. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berdasarkan hasil observasi lapangan dan pemanfataan data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif empirik. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan pengelolaan sungai yang dilakukan oleh pemerintah antara lain melalui program perbaikan sungai seperti inventarisasi ulang dan labelisasi sungai, normalisasi sungai besar dan kecil, pembangunan dan pemeliharaan saluran drainase, revitalisasi dan penataan bantaran sungai, serta membangun fasilitas pendukung sungai lainnya. Selain pengelolaan secara fisik, program perbaikan sungai juga dilakukan pada aspek sosial ekonomi dan budaya masyarakat sekitar sungai, seperti melalui program PLPBK dan KOTAKU Kata Kunci: pengelolaan sungai, peran pemerintah, Sungai Barito
Analisis Buku Teks Mata Pelajaran Geografi Kelas XI SMA/Sederajat Pada Materi Dinamika Kependudukan di Indonesia untuk Perencanaan Pembangunan Muhammad Muhammad; Karunia Puji Hastuti; Faisal Arif Setiawan
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v8i2.12541

Abstract

According to BSNP in the review of textbooks, there are four aspects of feasibility that must be met. The four aspects are the feasibility of content, presentation, linguistic, and graphics. The purpose of this study is to determine the level of feasibility of content, presentation, linguistic, and graphics on the material that is the focus of research. The focus of this research is a study of the material on Population Dynamics in Indonesia for Development Planning contained in the Geography textbook for class XI SMA/equivalent. The book sampled for this research is Geography Textbook Volume 2 for SMA/MA Class XI Specialization Groups, written by Yasinto Sindhu Priastomo, published by Erlangga. The data were obtained by using documentation techniques, namely analyzing documents in the form of one material from the textbook that became the research sample. The results of the researcher's assessment were reviewed by three reviewers, so that the research results were more valid. The research data were analyzed by descriptive method. The results of the research and discussion can be concluded that the material analyzed is included in the feasible criteria. Based on the aspect of content feasibility, the material studied is included in the feasible criteria with a percentage of 73,11%. The level of presentation feasibility is included in the feasible criteria with a percentage of 79,83%. The level of linguistic feasibility is included in the feasible criteria with a percentage of 80,95%. The level of graphics feasibility is included in the feasible criteria with a percentage of 84,42%.
Pembangunan Perumahan di Desa Semangat Dalam dan Dampaknya terhadap Lingkungan dan Masyarakat Kaspul Anwar; Wahyu Wahyu; Deasy Arisanty
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v9i1.12697

Abstract

AbstarctThe Village of Semangat Dalam is the most populous village in Barito Kuala Regency. The large number of residents of the village of Semangat Dalam is a result of the large number of housing developments. This study aims to determine how the impact of housing development in the village of Semangat Dalam in the environment and society. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The results of this study indicate that housing development has an impact on environmental and community conditions. Impacts on the environment such as change of land use, the number of shops and buildings, changes in road conditions, drainage problems, and waste problems. Impacts on society such as changes in population, changes in the types of community social activities, changes in people's living behavior, rising land prices, ease of work, progress in trade and competition in life.Keywords:housing developments, impact, environmental, communityAbstrakDesa Semangat Dalam merupakan desa yang paling banyak penduduknya di Kabupaten Barito Kuala. Banyaknya penduduk Desa Semangat Dalam akibat dari banyaknya pembangunan perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak pembangunan perumahan di Desa Semangat Dalam terhadap lingkungan dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pembangunan perumahan memberi dampak pada kondisi lingkungan dan masyarakat. Dampak terhadap lingkungan seperti alih fungsi lahan, banyaknya toko dan bangunan, perubahan pada kondisi jalan, permasalahan drainase, dan permasalahan sampah. Dampak terhadap masyarakat seperti perubahan jumlah penduduk, perubahan jenis kegiatan sosial masyarakat, perubahan perilaku hidup masyarakat, naiknya harga lahan, mudahnya pekerjaan, kemajuan perdagangan dan persaingan hidup.Kata kunci: pembangunan perumahan, dampak, lingkungan, masyarakat
Analisis Geomorfologi dan Oseanografi untuk Identifikasi Tipologi Pulau Kecil: Studi Kasus di Kepulauan Maluku Utara dan Karimunjawa Bachtiar Wahyu Mutaqin; Diki A. Amanatulloh; Taufik Budi Waskita; Muh Aris Marfai; Muhammad Nadafa Isnain; Mulyadi Alwi; M. Rokhis Khomarudin
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v9i1.12459

Abstract

AbstractSmall islands in Indonesia have a vital role in developing social, economic, cultural, environmental, and national sovereignty. On the other hand, small islands are also very vulnerable to natural disasters and dynamics and/or human activities. Threats and disasters that exist on small islands can vary according to the characteristics and typology of the island. This study aims to identify the typology of small islands by utilizing geospatial data to analyze geomorphological parameters, including morphology, materials, processes, and oceanographic parameters such as the presence of coral reef ecosystems. The method in this research is divided into three stages, namely pre-field, field measurement, and post-field. Pre-field activities include formulating the characteristics of each island typology through literature studies and geospatial processing data, such as DEM and SPOT 7 satellite imagery, for the preparation of thematic maps. The field stage includes terrestrial surveys in the form of aerial photography, profiling, validation of interpretation results, and diving. The post-field step is carried out to process and analyze the results of the terrestrial survey conducted at the field stage. The analysis was carried out descriptively based on the results of data processing to determine the typology of the islands studied in this research case study. Based on the parameters that have been set and the results of field measurements, the islands of Mare and Tidore in the North Maluku Islands and Karimunjawa and Kemujan islands in the Karimunjawa Islands are categorized as small volcanic islands. Meanwhile, Cemara Besar Island in the Karimunjawa Islands is a small atoll island. Threats to small volcanic islands can be in the form of geological disasters such as earthquakes, volcanic eruptions, and tsunamis. On small atoll islands, the threat that lurks is related to the lack of freshwater and the physical-morphological dynamics of the island, which is strongly controlled by hydro-oceanographic characteristics.Keywords: geospatial, small volcanic island, small atoll island, morphology, disaster. AbstrakPulau-pulau kecil di Indonesia memiliki peranan vital dalam pengembangan sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, dan kedaulatan bangsa. Di sisi lain, pulau kecil juga sangat rentan terhadap bencana maupun perubahan alam dan/atau aktivitas manusia. Ancaman dan bencana yang ada di pulau kecil dapat berbeda-beda mengikuti karakteristik dan tipologi pulau tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi tipologi pulau kecil dengan memanfaatkan data geospasial dalam analisis parameter geomorfologi yang meliputi morfologi, material, proses, serta parameter oseanografi seperti keberadaan ekosistem terumbu karang. Metode dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu pra lapangan, pengukuran lapangan, dan pasca lapangan. Kegiatan pra lapangan meliputi perumusan karaketristik masing-masing tipologi pulau melalui studi literatur serta pengolahan data geospasial, seperti DEM dan citra satelit SPOT 7, untuk penyusunan peta tematik. Tahap lapangan meliputi survei terestris berupa pengambilan foto udara, profiling, validasi hasil interpretasi, dan penyelaman. Tahap pasca-lapangan dilakukan untuk mengolah dan menganalisis hasil survei terestris yang dilakukan pada tahap lapangan. Analisis dilakukan secara deskriptif berdasarkan hasil pengolahan data untuk menentukan tipologi pulau-pulau yang dikaji dalam studi kasus penelitian ini. Berdasarkan pada parameter yang telah ditetapkan dan hasil pengukuran lapangan, maka Pulau Mare dan Tidore di Kepulauan Maluku Utara serta Pulau Karimunjawa dan Kemujan di Kepulauan Karimunjawa dikategorikan sebagai pulau kecil vulkan. Sedangkan Pulau Cemara Besar di Kepulauan Karimunjawa merupakan pulau kecil atol. Ancaman bagi pulau kecil vulkan dapat berupa bencana geologi seperi gempabumi, erupsi gunungapi, dan tsunami. Pada pulau kecil atol, ancaman yang mengintai berkaitan dengan minimnya sumberdaya air tawar dan dinamika fisik-morfologi pulau yang sangat dikontrol oleh karakteristik hidro-oseanografi.Kata kunci: geospasial, pulau kecil vulkan, pulau kecil atol, morfologi, kebencanaan.