cover
Contact Name
Eko Suhartono
Contact Email
esuhartono@ulm.ac.id
Phone
+6281251126368
Journal Mail Official
jbk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Kedokteran
ISSN : 14120550     EISSN : 25485660     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Health, Science,
Berkala Kedokteran is a journal contains scientific articles from original research and literature review in medical and health scope. It is published twice in a year, on February and September.
Articles 491 Documents
PERBEDAAN TEKANAN DARAH SESUDAH TES ERGOCYCLE PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNLAM YANG MENSTRUASI DAN TIDAK MENSTRUASI Sorayya, Rizki Agmalia; Huldani, Huldani; Asnawati, Asnawati
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.398

Abstract

ABSTRACT: Blood pressure is the force exerted on the blood vessel wall or the pressure inside blood vessels when the heart pumps blood throughout the body . There are several factors that affect a persons blood pressure , one of which is menstruation. This study aimed to determine differences in blood pressure and menstrual women who do not menstruate after ergocycle test . This research is a descriptive analytic cross-sectional approach. Sampling technique used in this research was urposive sampling technique by sampling a number of 60 student is 30 female students were menstruating and 30 female students were not menstruating. The instrument used to measure blood pressure is a mercury sphygmomanometer to be deducted while the bike ergocycle in 3 minutes . The data obtained were analyzed using Mann Whitney test . The results showed an average blood pressure value coed FK Unlam Banjarmasin student menstruation is 109.67 mmHg systolic and 80 mmHg diastolic, whereas a student who is not menstruating is 123 mmHg systolic and 84,67 mmHg diastolic. Statistical analysis showed significant differences in blood pressure in FK Unlam Banjarmasin student who menstruation and not menstruation (P=0.000 for systolic and P=0.020 for diastolic) . Conclusions obtained in this study is the significant difference in blood pressure values menstrual student and non- menstrual student after ergocycle test. Keywords: menstruation, blood pressure ABSTRAK: Tekanan darah adalah gaya yang diberikan darah pada dinding pembuluh darah atau tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung memompakan darah keseluruh tubuh. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tekanan darah seseorang, salah satunya adalah menstruasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah wanita yang menstruasi dan tidak menstruasi setelah dilakukan tes ergocycle. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sejumlah 60 mahasiswi yaitu 30 mahasiswi yang menstruasi dan 30 mahasiswi yang tidak menstruasi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tekanan darahnya adalah sphygmomanometer air raksa, untuk pembebanannya dengan sepeda ergocycle selama 3 menit. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai tekanan darah mahasiswi FK Unlam Banjarmasin yang menstruasi adalah 109,67 mmHg sistole dan 80 mmHg diastole, sedangkan mahasiswi yang tidak menstruasi adalah 123 mmHg sistole dan 84,67 mmHg diastole. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna tekanan darah pada mahasiswi FK Unlam Banjarmasin yang menstruasi dan tidak menstruasi (P=0,000 untuk sistole dan P=0,020 untuk diastole). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna nilai tekanan darah mahasiswi yang menstruasi dan mahasiswi yang tidak menstruasi setelah tes ergocycle. Kata-kata kunci: menstruasi, tekanan darah
Hubungan antara Berat Badan Lahir dan Kejadian Asfiksia Neonatorum Fajarwati, Novia; Andayani, Pudji; Rosida, Lena
Berkala Kedokteran Vol 12, No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v12i1.354

Abstract

Abstract:Neonatal asphyxia is a condition where the baby can not breathe spontaneously and regularly soon after birth or shortly after birth. Birth weight is a part of the factors that can cause neonatal asphyxia. Research conducted retrospective observational analytic approach to determine the relationship between birth weight and neonatal asphyxia which uses secondary data from medical records of patients. The study was conducted in August-October 2015 in the NICU and medical record room of RSUD Ulin Banjarmasin. The sampling technique used purposive sampling and obtained a sample of 334 cases. The statistical test used is chi-square test with 95% confidence level. The results showed that of 334 cases of birth weight data showed 17.4% risk birth weight and no-risk birth weight by 82,6%. Neonatal asphyxia 26.3% and 73.7% of no-neonatal asphyxia. Based on the statistical test showed p = 0.674 so that it can be concluded that there is no significant correlation between birth weight and neonatal asphyxia in RSUD Ulin Banjarmasin period June 2014-June 2015.Keywords: neonatal asphyxia, birth weight, risk factor Abstrak: Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan dimana bayi tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir atau beberapa saat setelah lahir. Berat badan lahir merupakan bagian dari faktor neonatus yang dapat menyebabkan asfiksia neonatorum. Penelitian dilakukan secara observasional analitik dengan pendekatan retrospektif untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir dan kejadian asfiksia neonatorum yang menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2015  di ruang NICU dan ruang rekam medis RSUD Ulin Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 334 kasus. Uji statistik yang digunakan yaitu  uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 334 kasus diperoleh data berat badan lahir berisiko sebesar 17,4% dan berat badan lahir tidak berisiko sebesar 82,6%. Kejadian asfiksia neonatorum sebesar 26,3% dan tidak asfiksia neonatorum sebesar 73,7%.  Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan hasil p = 0,674 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara berat badan lahir dan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Ulin Banjarmasin periode Juni 2014-Juni 2015. Kata-kata kunci: asfiksia neonatorum, berat badan lahir, faktor risiko
Jumlah Bakteriuri Pada Pasien Dengan Kateterisasi Uretra: Di Bagian Bedah Rsud Ulin Banjarmasin Periode Mei-Agustus 2012 Tinjauan Terhadap Jumlah Bakteriuri Sebelum Dan Dengan Pemasangan Kateter Uretra Menetap Selama 1 X 24 Jam Dan 2 X 24 Jam Rahman, Eka Yudha; Budiarti, Lia Yulia; Syella, Nafilah
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 9, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i1.925

Abstract

ABSTRACT: Procedure of urethral catheterization caused damage of mucosal lining that disturbed normal barrier and caused colonization of bacteria. The aim is to determine the ratio of bacteriuria before and during indwelling urethral catheter in Department of Surgery RSUD Ulin Banjarmasin. The method uses an observational analytic cross-sectional approach with 30 people as sample. The population of this study were all hospitalized patients with catheterization in Department of Surgery RSUD Ulin Banjarmasin. Sample of this study was urine of patient before and during indwelling urethral catheter which has been selected in the culture media in Microbiology Laboratory of UNLAM Medical Faculty Banjarbaru. The instruments used include data obtained from urine cultures of patients with urethral catheterization. The collected data were analyzed using a Wilcoxon test then compared with a 95% confidence interval. The results of Wilcoxon test showed that there were significant difference in the number of bacteriuria. This study proved that there was a change of bacteriuria number before and during indwelling urethral catheter.Listen                                          Read phoneticallyKeywords: urinary tract infection, urethral catheter,surgery patientABSTRAK: Pemasangan kateter bisa menyebabkan kerusakan lapisan mukosa yang mengganggu barier alami dan menyebabkan kolonisasi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jumlah bakteriuri sebelum dan dengan pemasangan kateter uretra pada pasien di Bagian Bedah RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Populasi dari penelitian adalah seluruh pasien dengan kateterisasi di Bagian Bedah RSUD Ulin Banjarmasin. Sampel penelitian adalah urin pasien sebelum dan dengan pemasangan kateter urin di Bagian Bedah RSUD Ulin Banjarmasin yang telah dikultur pada media terpilih di Laboratorium Mikrobiologi FK UNLAM Banjarbaru. Instrument yang digunakan meliputi data yang diperoleh dari kultur urin pasien dengan kateterisasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon kemudian dibandingkan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji Wolcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah bakteriuri yang bermakna. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat perubahan gambaran jumlah bakteriuri sebelum dan dengan pemasangan kateter menetap. Kata-kata kunci: bakteriuri, kateter urin, pasien bedah
Perbedaan Berat Bayi Lahir dari Ibu Preeklampsia Berat dan Tidak Preeklampsia: Tinjauan terhadap RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013 Margareth, Yulia; Sauqi, Hardyan; Noor, Meitria Syahadatina
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.959

Abstract

ABSTRACT: Severe preeclampsia is one of the pregnancy complication (for gestational age >20 weeks), characterized by blood pressure ≥160/110 mmHg and proteinuria >5g/24 jam. Severe preeclampsia can lead to fetus complication such as low birth weight babies. This study aimed to determine the diferences of birth weight between mother severe preeclampsia and non-preeclampsia at Banjarmasin Ulin Hospital from June to August 2013 with case-control approach. One hundred and twenty-six samples are collected with 63 samples were severe preeclampsia mother and 63 samples were non-preeclampsia mother, selected in simple random sampling. The results showed that the mean weight of babies born from severe preeclampsia mother was 2884.13 ± 524.1 grams, and mean birth weight of the mother non-preeclampsia was 3253.17 ± 390.9 grams. The results was analysed using independent T-test (α=95%) showed that p value=0,000, it can be concluded that there was a significant difference birth weight infant  between  mothers with severe preeclampsia and non-preeclampsia. Keywords : severe preeclampsia, birth weight infant, Banjarmasin Ulin Hospital. ABSTRAK: Preeklampsia berat merupakan salah satu komplikasi kehamilan pada usia kehamilan >20 minggu, ditandai dengan tekanan darah ≥160/110 mmHg dan proteinuria >5g/24 jam. Preeklampsia berat dapat menyebabkan komplikasi pada janin berupa bayi berat lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan berat bayi lahir dari ibu preeklampsia berat dan tidak preeklampsia di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013 dengan pendekatan case control. Total sampel sebanyak 126 orang dengan ibu preeklampsia berat 63 orang dan ibu tidak preeklampsia 63 orang, dipilih secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata berat bayi lahir dari ibu preeklampsia berat  sebesar 2884,13 ± 524,1 gram dan rerata berat bayi lahir dari ibu tidak preeklampsia sebesar 3253,17 ± 390,9 gram. Hasil analisis data dengan menggunakan uji T tidak berpasangan (α=95%) menunjukkan nilai p=0,000, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan bermakna antara berat bayi lahir dari ibu preeklampsia berat dan tidak preeklampsia di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013. Kata kunci: preeklampsia berat, berat bayi lahir, RSUD Ulin Banjarmasin.
NILAI RUJUKAN HEMATOLOGI ORANG DEWASA NORMAL DI RSUD ULIN BANJARMASIN Rosida, Azma; Hendriyono, FX
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 11, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v11i1.190

Abstract

Results of laboratory tests are interpreted through value. Hematological examination is an examination that is often requested and performed to determine the state of the blood and its components so that the patients medical condition can be known. Reference value can be obtained from brochure instruments or laboratory has its own research using populations in the laboratory because of possible variation between the laboratory values with other laboratories due to differences in methods of examination and patient characteristics. The objective of the study is to get hematology reference values in Ulin Hospital, Banjarmasin. This study is cross-sectional observasional analytic  study, conducted in hospitals Ulin Banjarmasin, June-July 2014. The subject of the study consisted of 120 women and 120 men who came for medical examinations in clinical pathology laboratories Hospital Ulin, Banjarmasin. Results obtained Hb 12.5-16.7 from the men and women are from 12.0 to 15.6 g / dL. The numbers of male erythrocytes are from 4.1 to 6.0 million / uL and women are 4.0 to 5.3 million / uL. Leukocyte numbers are 4650-10300 / uL. Platelet numbers are 150-356 thousand from men and women are 177-401 thousand / uL. Parameters 75-96 fL MCV, MCH 28-32 pg, MCHC 33-37 g / dL, and RDW-CV 12.1 to 14%. The results of this study did not differ significantly with the reference value that has been used but the obtained values of MCV are lower. Keywords: Reference value, haematology, normal adult,  RSUD Ulin
Perbandingan Efektifitas Rapid Diagnostic Test (Rdt) Dengan Pemeriksaan Mikroskop Pada Penderita Malaria Klinis : Di Kecamatan Jaro Rakhman, M. Aulia; Istiana, Istiana; Al Audhah, Nelly
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 9, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i1.916

Abstract

ABSTRACT: Malaria is a disease caused by genus Plasmodium. Enforcement of the diagnosis malaria is microscopic examination of thick blood droplets and thin blood droplets and examination of Rapid Diagnostic Test (RDT). Gold standard for the diagnosis of malaria is microscopic examination. Rapid Diagnosis Test (RDT) is one alternative diagnostic tool in detecting Plasmodium quickly and doesn’t require special skill. The purpose of this study was to discover the effectiveness of Rapid Diagnostic Test (RDT) compared with microscopic examination in patient with clinical malaria in Jaro Sub-district. This study was a descriptive analytic study using the data of the result of malaria examination means of microscope examination and RDT on January – June 2012, with cross sectional approach. RDT examination result showed 98% sensitivity value, 100% specificity value, 100% positive predictive value and 98% negative predictive value compared with microscopic examination. Statistical test using Mc.Nemar test with 95% level of confidence interval p=0,125 (p>0,05). This show was no difference in the effectiveness of RDT examination and microscopic examination of patients with clinical malaria in Jaro Sub-district.Keywords: effectiveness, Rapid Diagnostic Test (RDT), microscopic examinationABSTRAK: Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh genus Plasmodium. Penegakkan diagnosis malaria adalah dengan pemeriksaan mikroskopis berupa tetesan darah tebal dan tetesan darah tipis serta pemeriksaan Rapid Diagnostik Test (RDT).  Gold standard untuk diagnosis malaria adalah dengan pemeriksaan mikroskopis. Rapid Diagnosis Test (RDT) merupakan salah satu alat diagnostik alternatif dalam mendeteksi Plasmodium secara cepat dan tidak memerlukan keterampilan khusus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas Rapid Diagnostic Test (RDT) dibandingkan dengan pemeriksaan mikroskop pada penderita malaria klinis di Kecamatan Jaro. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik menggunakan data hasil pemeriksaan malaria melalui pemeriksaan mikroskop dan RDT selama bulan Januari – Juni 2012 dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan pemeriksaan RDT memiliki nilai sensitivitas 98%, spesifisitas 100%, nilai duga positif 100% dan nilai duga negatif 98% dibandingkan dengan pemeriksaan mikroskopis. Analisis uji statistik menggunakan uji Mc.Nemar dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan nilai p=0,125 (p>0,05)S. Hal ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektifitas  pemeriksaan RDT dan mikroskopik pada penderita malaria klinis di Kecamatan Jaro.. Kata-kata kunci: efektifitas, Rapid Diagnostic Test (RDT), pemeriksaan  mikoskopisABSTRACT: Malaria is a disease caused by genus Plasmodium. Enforcement of the diagnosis malaria is microscopic examination of thick blood droplets and thin blood droplets and examination of Rapid Diagnostic Test (RDT). Gold standard for the diagnosis of malaria is microscopic examination. Rapid Diagnosis Test (RDT) is one alternative diagnostic tool in detecting Plasmodium quickly and doesn’t require special skill. The purpose of this study was to discover the effectiveness of Rapid Diagnostic Test (RDT) compared with microscopic examination in patient with clinical malaria in Jaro Sub-district. This study was a descriptive analytic stud
Gambaran Distribusi Penderita Gangguan Jiwa Di Wilayah Banjarmasin Dan Banjarbaru Tahun 2011 Mubarta, Al Furqonnata; Husein, Achyar Nawi; Arifin, Syamsul
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 9, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i2.950

Abstract

ABSTRACT: One of the causes mental disorders are sociodemographic factors that include: age, gender and population density. Banjarmasin and Banjarbaru city has a high population density, this affecting the distribution of mental disorders. this Research is to find the distribution of mental disorders in Banjarmasin and Banjarbaru. This research use a descriptive method using secondary data of mental disorders in 2011 that was in Banjarmasin and Banjarbaru Health Department. The result, found that the number of people with mental disorders in Banjarmasin: psychosis 33%; non psychosis 67%; highest age 31-40 years 31.07%, women 60.20%, men 39.80% and highest in Kecamatan Banjarmasin Selatan 23.25%. The number of people with mental disorders in Banjarbaru: psychosis, 72%, non psychosis 28%; highest age > 50 years 27.80%, women 60.76%, men 39.24% and highest in Banjarbaru Selatan 51.12%. From the above results, there are some differences in the distribution of mental disorders in Banjarmasin and Banjarbaru in 2011. Keywords: mental disorder, age, gender, population density.ABSTRAK: Salah satu penyebab gangguan jiwa adalah faktor sosiodemografi yang meliputi; usia, jenis kelamin dan kepadatan penduduk. Kota Banjarmasin dan Banjarbaru merupakan wilayah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, sehingga mempengaruhi distribusi gangguan jiwa. Tujuan penelitian untuk mengetahui distribusi penderita gangguan jiwa di wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan data sekunder gangguan jiwa tahun 2011 yang berada di Dinas Kesehatan Banjarmasin dan Banjarbaru. Hasil dari penelitian didapat bahwa jumlah penderita gangguan jiwa di Banjarmasin: psikosis 33%; non psikosis 67%; usia terbanyak 31-40 tahun 31,07%; perempuan 60,20%; laki-laki 39,80% dan terbanyak pada Kecamatan Banjarmasin Selatan 23,25%. Jumlah penderita gangguan jiwa di Banjarbaru: psikosis 72%; non psikosis 28%; usia terbanyak >50 tahun 27,80%; perempuan 60,76%; laki-laki 39,24% dan terbanyak pada Kecamatan Banjarbaru Selatan 51,12%. Dari hasil di atas, terdapat beberapa perbedaan distribusi penderita gangguan jiwa di Banjarmasin dan Banjarbaru tahun 2011. Kata-kata kunci: gangguan jiwa, usia, jenis kelamin, kepadatan penduduk.
KEJADIAN NEUROPATI DAN VASKULOPATI PADA PASIEN ULKUS DIABETIK DI POLIKLINIK KAKI DIABETIK Christia, Srisabrina; Yuwono, Agus; Fakhrurrazy, Fakhrurrazy
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 11, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v11i1.181

Abstract

Diabetic ulcer is a diabetes mellitus (DM) complication, where its growth is affected by many factors such as neuropathy and vasculopathy. The aim of this study was to identify the incidence number of neuropathy and vasculopathy on diabetic ulcer patients at RSUD Ulin Banjarmasin and RSUD Dr. H. M. Ansari Saleh Banjarmasin from June to August 2014. This is an observational descriptive study with cross sectional approach. A total of 100 diabetic ulcer patient samples were chosen using purposive sampling method. Neuropathy was assessed using Michigan neuropathy screening instrument (MNSI) and vasculopathy was assessed using Ankle Brachial Index (ABI). The results showed that from 100 samples, 100 (100%) persons were neuropathic, while 31 (31%) of them were vasculopathic hence they suffered from both neuropathy and vasculopathy, a condition commonly known as neuroischemia. Keywords: diabetic ulcer, neuropathy, vasculopathy
Potensi Ekstrak Kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.F) Bedd) terhadap Kadar Tumor Necrosis Factor-Alfa (TNF-α) pada Mencit BALB/c yang Diinfeksi Plasmodium berghei ANKA Margono, Denny P.N.H.; Suhartono, Eko; Arwati, Heny
Berkala Kedokteran Vol 12, No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v12i1.359

Abstract

Abstract: Malaria remains a major public health problem in most tropical and subtropical countries, including Indonesia. Severe malaria has a high mortality rate despite treatment with effective antimalarial drug. Pro-inflammatory cytokines such as Tumor Necrosis Factor-alfa (TNF-α) is raised in severe malaria.  In South Kalimantan, the kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.f) Bedd) has few uses for treat fever and infectious diseases.  It contains bioactive substances, such as flavonoids, steroids, and alkaloids which have been reported to exert multiple biological effects, including anti-inflammatory action.   The aim of this study is to find out the potential of kelakai extract (KE) againts TNF-α level in BALB/c mice infected P. berghei ANKA. The research is true experimental study, Posttest-only with Control Group Design. Teatment groups were devided into 4 groups treated with 10 mg/kg BW, 100 mg/kg BW of KE, and 36,4 mg/kg BW artesunate orally (positive control), 3 hours post infection and when parasitemia reached 15-20%. Negative controls were without KE treatment and P. berghei infection. Treatment were given for four days. Blood was collected 24 hours after the last treatment. Plasma TNF-α level were measured by sandwich ELISA. Data was analyzed by using Kruskal-Wallis Test, confidence rate at 95%.  There was a significant different between treatment groups, where p = 0,000 (p < 0,05). KE potential to inhibit TNF-α production in Pb3K100A- group (p = 0,047).Keywords : Malaria,  TNF-α, Stenochlaena palustris Abstrak:  Malaria masih menjadi masalah kesehatan utama pada sebagian besar negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.  Malaria berat menyebabkan angka kematian yang tinggi meskipun telah mendapat obat anti malaria yang efektif.  Sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α meningkat pada malaria berat.  Di Kalimantan Selatan, tanaman kelakai digunakan untuk mengobati demam dan penyakit infeksi.  Kelakai mengandung senyawa-senyawa bioaktif  antara lain flavonoid, steroid, dan alkaloid yang dilaporkan banyak memiliki efek biologis, termasuk aktivitas anti-inflamasi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak kelakai terhadap kadar TNF-α pada mencit BALB/c yang diinfeksi P. berghei ANKA.  Penelitian ini merupakan studi eksperimental murni dengan Posttest-only with Control Group Design.  Kelompok perlakuan dibagi menjadi 4 yaitu kelompok yang mendapat ekstrak kelakai per oral 10 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, artesunat 36,4 mg/kg BB (kontrol positif) 3 jam setelah infeksi dan pada saat parasitemia mencapai 15-20%.  Kontrol negatif  tidak mendapat ekstrak kelakai, artesunat, dan infeksi parasit.  Perlakuan diberikan selama 4 hari.  Sampel darah diambil 24 jam setelah perlakuan terakhir.  Kadar TNF-α diukur dengan ELISA metode sandwich.  Data dianalisa dengan Uji Kruskal-Wallis, dengan tingkat kepercayaan 95%.  Terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan, nilai p = 0,000 (p<0,05).  Ekstrak kelakai berpotensi menghambat produksi TNF-α pada kelompok Pb3K100A- (p = 0,047). Kata-kata kunci : Malaria, TNF-α, Stenochlaena palustris
Perbandingan Efektifitas Asetol-Klopidogrel Terhadap Pasien Penderita Stroke Iskemik Akut Purnama, Sari Dianita; Pambudi, Pagan; Al Audhah, Nelly
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 9, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i2.941

Abstract

ABSTRACT: Acute ischemic stroke can make patients get neurology problems that show the signs of paralyze in some part of body and  suddenly decrease awareness. The prevalence of acute ischemic stroke which  high enough and the bad effects cause the preventing of acute ischemic stroke with right medicine becomes important. Acetosal works as an anti-thromboxane which often known as aspiryn. Clopidogrel is kind of thienophiridyn class drugs that works as an anti-platelet for acute ischemic stroke therapy so that can avoid blood cloting happened. This research aims to know if they have different effectivity or not to acute ischemic stroke therapy by acetosal and combine of acetosal-clopidogrel together. The method uses analythic observational with cohort. The research begins by counting the stroke scale use NIHSS (National Institute of Health Stroke Scale) at the first come to hospital, before patient cured by any drugs, and then repeat the NIHSS’s scoring at seventh day after therapy. Research did for four months with sample that gathered 32 people. First, did normality test to data and after the normality have been proven, use unpaired T-test with interval of confidence 95% that shows the result, there’s no significant difference between acetosal and combined acetosal-clopidogrel for acute ischemic stroke. Keywords: acetosal, clopidogrel, acute ischemic stroke, NIHSS ABSTRAK: Stroke iskemik akut dapat mengakibatkan defisit neurologi yang sebagian besar akan menimbulkan gejala kelumpuhan pada bagian tertentu dan atau terjadi penurunan kesadaran secara mendadak. Angka kejadian yang cukup tinggi dan efeknya terhadap penderita membuat pencegahan stroke iskemik akut dengan obat yang tepat sangat diperlukan. Asetosal adalah terapi yang bekerja sebagai antitromboksan yang sering pula dikenal dengan nama aspirin. Klopidogrel merupakan obat oral kelas tienopiridin yang berperan sebagai antiplatelet dalam terapi stroke iskemik akut sehingga mencegah terjadinya gumpalan darah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat  perbedaan efektivitas pada terapi stroke iskemik akut menggunakan asetosal dan kombinasi asetosal-klopidogrel. Metode yang digunakan bersifat observasional analitik dengan pendekatan cohort. Penelitian dilakukan dengan cara menghitung derajat stroke pasien menggunakan NIHSS (National Institute of Health Stroke Scale) ketika hari pertama dirawat di rumah sakit sebelum mendapat terapi dan hari ketujuh setelah dilakukan terapi. Penelitian dilakukan selama empat bulan dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang. Data pertama-tama diuji normalitas distribusinya kemudian setelah terbukti distribusi normal maka dilakukan uji T tidak berpasangan dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% yang menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna pada terapi stroke iskemik akut dengan asetosal dan kombinasi asetosal klopidogrel. Kata-kata kunci: asetosal, klopidogrel, stroke iskemik akut, NIHSS

Page 3 of 50 | Total Record : 491