cover
Contact Name
Eko Suhartono
Contact Email
esuhartono@ulm.ac.id
Phone
+6281251126368
Journal Mail Official
jbk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Kedokteran
ISSN : 14120550     EISSN : 25485660     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Health, Science,
Berkala Kedokteran is a journal contains scientific articles from original research and literature review in medical and health scope. It is published twice in a year, on February and September.
Articles 478 Documents
Gambaran Isolat Bakteri Aerob Diare pada Anak yang Dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2015 Muttaqin, Gusti Muhamma Edy; Hartoyo, Edi; Marisa, Dona
Berkala Kedokteran Vol 12, No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v12i1.360

Abstract

Abstract: Diarrhea is one of the major health problems in children, especially children under five in developing countries because the mortality and morbidity rate is still high. In the world, 4 to 6 million children die every year from diarrhea, most of these deaths occur in developing countries. In general, the cause of diarrhea can not be separated from the bacterial infection. Bacteria that cause diarrhea varies by age, place, and time. The purpose of this study is analyzing anaerobic bacterial isolate in patients hospitalized children with diarrhea in general hospital ulin Banjarmasin. This study was an observational study with cross sectional design. Types of bacteria in pediatric patients in hospitals Ulin Banjarmasin period August-October 2015 at most is Escherichia coli by 26 samples (72.22%), Salmonella typhi by 7 samples (19.44%), and Shigella sp by 3 samples (8, 33%). Keywords: aerobic bacterial isolate, hospitalized children, diarrhea Abstrak: Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada anak terutama balita di negara berkembang karena angka kematian dan kesakitannya masih tinggi. Di dunia, sebanyak 4 sampai 6 juta anak meninggal tiap tahunnya karena diare, dimana sebagian besar kematian tersebut terjadi di negara berkembang. Pada umumnya penyebab diare tidak terlepas dari infeksi bakteri. Bakteri penyebab diare berbeda-beda berdasarkan umur, tempat, dan waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi isolat bakteri aerob diare pada pasien diare anak yang dirawat di RSUD Ulin Periode Agustus – November 2015. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel diambil adalah feses dari seluruh populasi anak penderita diare yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin dengan menggunakan metode total sampling. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa jenis isolat bakteri pada pasien anak di RSUD Ulin Banjarmasin periode Agustus – Oktober 2015 dengan total 36 sampel paling banyak adalah Eschericia coli dengan jumlah 26 (72,22%) sampel, Salmonella typhi dengan jumlah 7 (19,44%) sampel, kemudian Shigella sp. 3 (8,33%) sampel. Kata-kata kunci: isolate bakteri aerob, anak yang dirawat, diare
Hubungan Antara Status Keakraban Orang Tua-Anak Dan Kecenderungan Antisosial: Pada Pelajar SMK YPK Kota Banjarbaru Avicenna, Annisa; Husein, Achyar Nawi; Bakhriansyah, Mohammad
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 9, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i2.942

Abstract

ABSTRACT: Juvenile delinquency is a form of antisocial behavior. Teenagers who have no proximity with their parents tend to have antisocial behaviors compared to them who have it with their parents. This study aimed to determine the relationship between the status of the parents-child proximity and the antisocial tendency on students at YPK Senior High School Banjarbaru. This was a descriptive analytical study with cross sectional approach. Samples involved in this study were 48 students and were selected by purposive sampling technique. Status of the parents-child proximity and the antisocial tendency were determined by using ‘Instrumen Keakraban Remaja-Orang tua (IKRO)’ and The Manson Evaluation Test, respectively. The samples consisted of 16 students had no proximity with their parents and 32 students who had it. The data showed that students who had no proximity with parents having antisocial tendency were 16 (33%) and none of students with no antisocial tendency (0%), whereas, students who had proximity with parents having antisocial tendency were 24 (50%) and those with no antisocial tendency were 8 (17%). Statistical analysis using Fisher test at 95% confidence level showed a significant relationship between proximity status of parents-child and the antisocial tendency on students at SMK YPK Banjarbaru (p=0,039). Keywords:  proximity of parents-child, antisocial behavior, YPK Senior High School                    Banjarbaru. ABSTRAK: Kenakalan remaja merupakan salah satu bentuk perilaku antisosial. Remaja yang tidak memiliki keakraban dengan orang tua cenderung memiliki perilaku antisosial dibandingkan dengan remaja yang memiliki keakraban dengan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status keakraban orang tua-anak dan kecenderungan antisosial pada pelajar SMK YPK Kota Banjarbaru. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan sampel penelitian sebanyak 48 orang dan dipilih secara purposive sampling. Status keakraban orang tua-anak dan kecenderungan antisosial ditentukan dengan menggunakan masing-masing kuesioner yaitu Instrumen Keakraban Remaja-Orang tua (IKRO) dan The Manson Evaluation Test. Sampel terdiri atas, 16 orang pelajar yang tidak memiliki keakraban dengan orang tua dan yang memiliki keakraban dengan orang tua berjumlah 32 orang. Hasil pengumpulan data tersebut menunjukkan bahwa pelajar SMK YPK yang tidak memiliki keakraban dengan orang tua memiliki kecenderungan antisosial sebanyak 16 orang (33%), sementara tidak ada pelajar yang tidak memiliki kecenderungan antisosial (0%). Selain itu, pelajar SMK YPK yang memiliki keakraban dengan orang tua memiliki kecenderungan antisosial sebanyak 24 orang (50%) dan tidak memiliki kecenderungan antisosial sebanyak 8 orang (17%). Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Fisher pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara status keakraban orang tua-anak dan kecenderungan antisosial pada pelajar SMK YPK Kota Banjarbaru (p=0,039). Kata kunci: keakraban orang tua-anak, perilaku antisosial, SMK YPK Banjarbaru
POTENSI BUAH NANGKA (Artocarpus heterophyllus L) SEBAGAI ANTIDIABETES IN VITRO Khairina, Khairina; Suhartono, Eko; Biworo, Agung
Berkala Kedokteran Vol 11, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v11i2.142

Abstract

Artocarpus species have been used by traditional medicine of Indonesian. It can be useful as anti-bacterial, anti-diabetic, anti-inflammatory, antioxidant and anti-helmintics. The present study was aimed to test the inhibitory glycated hemoglobin potency of aqueous extract of Jackfuit. This study is a quasi experimental research with non randomized method post test-only group design, which using a model reaction of two groups : extract jackfruit as the test group and glikazid as the control group, with each concentration of 10%, 20%, 30%. Potential inhibitor of glycated hemoglobin jackfruit as determining the amount of IC50. From this research  got IC50 of jackfruit extracts is 56,43% (r=0,999) whereas for glikazid of 17.268 (r = 0.989). The value of r indicates a positive relationship between the concentration and the inhibitor glycated hemoglobin potential. These results indicate that the extract of Jackfruit has potential as an inhibitor glycated hemoglobin. Keywords: glycated hemoglobin,  jackfruit, Artocarpus heterophllus L, glikazid.
Perbedaan Kejadian Anemia pada Pasien yang Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Kurang Dari 5 Tahun dan Lebih Dari Sama Dengan 5 Tahun Balela, Naisya; Arifin, Miftahul; Noor, Meitria Syahadatina
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.931

Abstract

ABSTRACT: Diabetes mellitus (DM) is a group of symptoms that occur in a person caused by an increase in blood glucose levels due to a progressive decrease in insulin secretion and  motivated by insulin resistance. Prolonged hyperglycemia causes microvascular complications such as neuropathy and kidney disorder associated with the occurrence of anemia in type 2 diabetes mellitus patients. The aim of this research was to determine differences of anemia incidence in patient who suffering type 2 diabetes mellitus <5 years and ≥ 5 years in RSUD Ulin Banjarmasin from June to August 2013. The research used descriptive analytic methode with cross sectional approach. All 78 samples were selected by purposive sampling methode who fulfilled inclusion criteria, included patients with type 2 diabetes mellitus, have a laboratory results of haemoglobin level, and willing to be the subject of research. Research showed that 57% patients suffering from type 2 diabetes mellitus <5 years have anemia, whereas 86% patients suffering from type 2 diabetes mellitus ≥ 5 years have anemia. Data were analyzed by chi-square statistic test with 95% confidence level showed that there was a significant difference between the incidence of anemia in patients with type 2 diabetes mellitus < 5 years and ≥ 5 years (p = 0,004, RP = 1,51). It can be concluded that there was an increased risk incidence of anemia in patients with type 2 diabetes mellitus ≥ 5 years in RSUD Ulin Banjarmasin from June to August 2013. Keywords: type II diabetes mellitus, sickness periode, anemia incidence ABSTRAK: Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang disebabkan karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin yang progresif dan dilatarbelakangi oleh resistensi insulin. Hiperglikemia yang berlangsung lama menyebabkan terjadinya komplikasi mikrovaskular yaitu neuropati dan gangguan pada ginjal yang berkaitan dengan terjadinya anemia pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kejadian anemia pada pasien yang menderita DM tipe 2 < 5 tahun dan ≥ 5 tahun di RSUD Ulin Banjarmasin periode Juni-Agustus 2013. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 78 sampel dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi, yaitu pasien DM tipe 2, mempunyai hasil laboratorium berupa kadar hemoglobin, dan bersedia menjadi subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pasien yang menderita DM tipe 2 < 5 tahun mengalami kejadian anemia sebesar 57%, sedangkan pasien yang menderita DM tipe 2 ≥ 5 tahun mengalami kejadian anemia sebesar 86%. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kejadian anemia pada pasien yang menderita DM tipe 2 < 5 tahun dan ≥ 5 tahun (p = 0,004, RP = 1,51). Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan risiko kejadian anemia pada pasien yang menderita DM tipe 2 ≥ 5 tahun di RSUD Ulin Banjarmasin periode Juni-Agustus 2013. Kata-kata kunci: diabetes melitus tipe 2, lama menderita, kejadian anemia
Perbedaan Waktu Reaksi setelah Tes Ergocycle pada Mahasiswi FK UNLAM Banjarmasin yang Menstruasi dan Tidak Menstruasi Sanjaya, Azmi Noor; Huldani, Huldani; Asnawati, Asnawati
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.965

Abstract

ABSTRACT:Reaction time is the time between the onset of the stimulus and the initiation of response under the condition that, the subject has been instructed to respond early and rapidly.There were several factors that influence a reaction time. One of them werefatigue and menstruation. Menstruating and not menstruating women who were given loading can lead to fatigue, and fatigue will result in lengthening the reaction time. The aim of this research is to figure out the difference of reaction time after ergocycle test between female students Medical Faculty of Lambung Mangkurat University Banjarmasin who are menstruating and not menstruating. This research is descriptive analytic with cross sectional approach. The samples are taken using purposive sampling technique, 30 female students who are menstruating and 30 female students who are not menstruating. The instrument used for loading is an ergocycle, whileKosinki’s time reaction software used for measurement of reaction time. The data are analyzed using unpaired t test. The result has showed that average time reaction of female students who are menstruating is 0.372 seconds whileaverage reaction time of female students who are not menstruating is 0.343 seconds. Statistical analysis result has showed that there is a significant differences of reaction time between female students who are menstruating and not menstruating (p = 0.020). It has been concleded that there is a differences of reaction time after ergocycle test between female students Medical Faculty of Lambung Mangkurat University who are menstruating and not menstruating. Key words: reaction time, menstruation, fatigue ABSTRAK: Waktu reaksi adalah waktu antara pemberian stimulus kepada seseorang sampai terjadinya reaksi otot pertama kali atau terjadinya gerakan pertama kaliyang mana subjeknya telah diinstruksikan untuk merespon secara dini dan cepat. Waktu reaksi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya tingkat kelelahan dan menstruasi. Wanita menstruasi dan tidak menstruasi yang diberi pembebanan dapat menyebabkan kelelahan, dan kelelahan akan mengakibatkan pemanjangan waktu reaksi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan waktu reaksi setelah tes ergocycle pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin yang menstruasi dan tidak menstruasi. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilansampel dengan purposive sampling sejumlah 60 mahasiswi yaitu 30 mahasiswi yang menstruasi dan 30 mahasiswi yang tidak menstruasi.Instrumen yang digunakan untuk pembebananadalah ergocycle, untuk mengetahui waktu reaksi digunakan Kosinki’s time reaction software dengan cara X at a known location.Data dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai waktu reaksi mahasiswi yang menstruasi adalah 0,372 detik, sedangkan mahasiswi yang tidak menstruasi adalah 0,343 detik. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermaknawaktu reaksiantara mahasiswi yang menstruasi dan tidak menstruasi(p = 0,020). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan waktu reaksi antara wanita menstruasi dan tidak menstruasi setelah tes ergocycle pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Kata-kata kunci: waktu reaksi, menstruasi, kelelahan
Korelasi Panjang Lengan Atas dengan Tinggi Badan pada Wanita Suku Banjar Amalia, Fitria; Aflanie, Iwan; Mashuri, Mashuri
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 12, No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v12i1.351

Abstract

Abstract: The role of identification in the field of forensic medicine is the most important thing to the victims who have died. Identification is needed to reveal the identity of the corpse, one is needed to estimate the length of the corpse. The purpose of this research is analyzing the correlation between the length of upper arm with height in Banjarese student of Medical Faculty at Lambung Mangkurat University and to get height estimation formula based on the length of upper arm in Banjarese woman. The research methodology is the observational analytic with the cross sectional approach method. This research uses the purposive sampling method to take subject result with the total sample as many as 52 people. The Pearson test result showed that value p = 0,000 and value r = 0,933 for right upper arm and r = 0,928 for left upper arm, which indicated a very strong correlation between right and left upper arm with height in Banjarese woman. The conclusion from this research is that there is very strong correlation between the length of upper arm with height in Banjarese woman, with height estimation formula TB = 59,829 + 3,010 x PLAkn for right upper arm and TB = 59,618 + 3,020 x PLAkr for left upper arm. Keywords : identification, height estimation, Banjarese woman Abstrak: Peranan identifikasi dalam bidang ilmu kedokteran forensik merupakan hal paling penting pada korban yang telah meninggal. Identifikasi sangat dibutuhkan untuk mengungkapkan identitas mayat, salah satu yang diperlukan yaitu dengan memperkirakan panjang tubuh mayat tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis korelasi panjang lengan atas dengan tinggi badan pada mahasiswi suku Banjar di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat dan untuk mendapatkan formula estimasi tinggi badan berdasarkan panjang lengan atas pada wanita suku Banjar. Metode penelitian ini yaitu observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Pengambilan subjek penelitian menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang. Hasil uji Pearson menunjukkan nilai p = 0,000 dan nilai r = 0,933 untuk lengan kanan dan r = 0,928 untuk lengan kiri, yang menunjukkan adanya korelasi yang sangat kuat antara panjang lengan atas kanan dan kiri dengan tinggi badan pada wanita suku Banjar. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat korelasi yang sangat kuat antara panjang lengan atas dengan tinggi badan pada wanita suku Banjar, dengan formula estimasi tinggi badan TB = 59,829 + 3,010 x PLAkn untuk lengan kanan dan TB = 59,618 + 3,020 x PLAkr untuk lengan kiri. Kata-kata kunci : identifikasi, estimasi tinggi badan, wanita suku Banjar
Hubungan Perilaku Jajan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Sekolah Dasar: Di Kel. Cempaka Kec. Cempaka Kota Banjarbaru Hernanda, Aditya Pradipta; Djallalluddin, Djallalluddin; Noor, Meitria Syahadatina
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 9, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i1.922

Abstract

ABSTRACT: Diarrheal disease in young children seems increasingly common in many topycal countries,especially in urban areas were dirty and crowded. Until now diarrhea is still one of the major health problem of the community in Indonesia.Diarrhea is always in the order of 3 greater than 10 diseases most health centers. The magnitude of the problem is evident from the high rate of mordibity and mortality due to diarrhea. The design of the study is observational analytic study. This research was conducted with a cross sectional study. From the research group hygienic respondents, 20 students (34.5%) suffered from diarrhea and as many as 38 students (63.5%) did not have diarrhea. Looking at the group of respondents unhygienic, as many as 98 students (78.4%) suffered from diarrhea and only 27 students (21.6%) who did not have diarrhea. The correlation test was used chi-square analysis because the variables have the habit of eating snacks nominal scale data form. Results obtained value of p = 0.000, this result is smaller than the value of a = 0.05. It means there is a significant relationship between the habit of eating snacks with diarrhea. The incidence of diarrhea largely categorized by 65.5% suffered from diarrhea. Figures hygiene most unhygienic categorized by 68.7% There is a significant association with the incidence of diarrhea snack behavior. Keywords: diarrhea, snack behavior, hygienic ABSTRAK      : Penyakit diare pada anak usia muda tampaknya makin sering dijumpai di berbagai negara tropis, khususnya di daerah perkotaan yang kotor dan padat. Sampai saat ini penyakit diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama dari masyarakat di Indonesia. Diare selalu masuk dalam urutan 3 besar dari 10 penyakit terbanyak  Puskesmas. Besarnya masalah tersebut terlihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Dari hasil penelitian kelompok responden yang higienis, sebanyak 20 siswa (34,5%) menderita diare dan sebanyak 38 siswa (63,5%) tidak menderita diare. Sedang pada kelompok responden tidak higienis, sebanyak 98 siswa (78,4%) menderita diare dan hanya 27 siswa (21,6%) yang tidak menderita diare. Adapun uji korelasi pada analisa ini digunakan Chi Square karena variabel kebiasaan jajan mempunyai bentuk data berskala nominal. Hasil yang didapatkan nilai p = 0,000, hasil ini ternyata lebih kecil dari nilai a = 0,05. Hal ini dapat diartikan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan jajan dengan kejadian diare. Angka kejadian diare sebagian besar dikategorikan menderita diare sebesar 65,5%. Angka higienitas sebagian besar dikategorikan tidak higienis sebesar 68,7% Ada hubungan yang bermakna perilaku jajan dengan kejadian diare  Kata kata kunci : kejadian diare, perilaku jajan, higienis.
Perbedaan Kadar Methylglyoxal (MG) Ovarium Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Terpajan Kadmium dan Tidak Terpajan Kadmium Husna, Annisa Halida; Suhartono, Eko; Noor, Meitria Syahadatina
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.956

Abstract

ABSTRACT: Cadmium (Cd) is a heavy metal nonessensial that can pollute the environment and if it is included into the food chain and fish or plant indirectly also tainted Cd. If fish or plant that is contaminated with Cd consumed persistently by human beings in a long time will accumulate in the body and be chronic toxic by changing structural also functional an organ of the ovary. Determine the level Cd toxic in the ovary with measures level of methylglyoxal (MG). This research using the ovaries of white rats age of 2-3 months. This research to know the difference in the levels of MG of rat ovaries exposed and unexposed Cd. This study is experimental laboratory on the two groups, the control group P(0) that are aquadest as much as 2 ml per day for 4 weeks an exposure group P(1) who is given a Cd with a concentration of 6 mg/L are given as much as 2 ml for 4 weeks. The research results obtained average in the control group P(0) of 0,005 and treatment group P(1) by 0,016. Then to test normality Shapiro-wilk, after a normal, then do a non parametric tests Mann-whitney and meaningful differences between the results obtained by the control group p<0,005. There is a meaningful difference between the control group MG level of P(0) with the treatment group P(1) where the presence of increased levels of MG on Cd exposure groups. Keywords: cadmium, methylglyoxal, ovarium, stress oksidatif ABSTRAK: Kadmium (Cd) adalah logam berat nonessensial yang dapat mencemari lingkungan dan jika masuk ke dalam rantai makanan maka ikan ataupun tanaman secara tidak langsung juga tercemar Cd. Jika ikan atau tanaman yang tercemar Cd dikonsumsi terus-menerus oleh manusia dalam jangka waktu lama akan terakumulasi di tubuh dan berakibat toksiksitas kronis dengan mengubah struktural juga fungsional dari organ ovarium. Untuk mengetahui tingkat toksiksitas Cd di dalam ovarium dengan mengukur kadar methylglyoxal (MG). Penelitian ini menggunakan ovarium tikus putih yang berumur 2-3 bulan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan kadar MG ovarium tikus putih yang terpajan Cd dan tidak terpajan Cd. Penelitian laboratorik eksperimental dilakukan dengan 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol P(0) yang diberi akuadest 2 ml setiap hari selama 4 minggu dan kelompok perlakuan P(1) yang diberi Cd konsentrasi 6 mg/L sebanyak 2 ml selama 4 minggu. Hasil penelitian didapatkan rerata kelompok kontrol 0.005 dan kelompok perlakuan P(1) 0.016. Data kemudian di uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukan p=0,000 (p<0,005). Kemudian dilakukan uji non-parametrik Mann-Whitney p=0,000 (p<0,005). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna kadar MG antara kelompok kontrol P(0) yang tidak terpajan Cd dengan kelompok perlakuan P(1) yang terpajan Cd. Kata-kata kunci: kadmium, methylglyoxal, ovarium, stress oksidatif
HUBUNGAN ANTARA USIA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN ABORTUS HABITUALIS DI RSUD ULIN BANJARMASIN PERIODE TAHUN 2010-2013 Kismiliansari, Desy Elisa; Nizomy, Ihya Ridlo; Budiarti, Lia Yulia
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 11, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v11i1.187

Abstract

Recurrent miscarriage is an abortion that occurs two or more times in a row before 20 weeks of gestation. Mother’s age is a cause of recurrent miscarriage. The aim of this study is to determine the relation between mother’s age and the incidence of recurrent miscarriage on outpatient clinic and delivery room patients at Obstetric and Gynecologic Department of Ulin General Hospital Banjarmasin from 2010 to 2013. This study used analytic observational method with retrospective approach, the mother’s age was divided into <20 years, 20-35 years, >35 years age group, with Chi-square test at 95% confidence level used to analyze the data. The results showed that from 1.266 patients diagnosed with abortion at Ulin General Hospital Banjarmasin, a total of 37 patients were diagnosed with recurrent miscarriage. We found that the number of women who suffered recurrent miscarriage at <20 years of age was    1 (2.70%) patient, at 20-35 years of age were 21 (56.76%) patients, and at >35 years of age were 15 (40.54%) patients. Overall, a total of 16 (43,24%) patients were within the recurrent miscarriage risk factor age group while 21 (56,76%) patients were outside the risk factor age group. There was a statistically significant relation between mother’s age with  the incidence of recurrent miscarriage (χ2 = 10,6, P = 0.05).                                      Keywords: recurrent miscarriage incidence, mother’s age, Obstetric and GynecologicDepartment of Ulin General Hospital Banjarmasin
Perbandingan Tekanan Nadi Berdasarkan Indeks Massa Tubuh Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Putri, Niarsari Anugrahing; Asnawati, Asnawati; Yasmina, Alfi
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 9, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i1.913

Abstract

ABSTRACT: Obesity is a global problem occurring worldwide, both in developed and developing countries, including Indonesia. Obesity and overweight may affect the pulse pressure through the increased level of leptin, which mainly secreted by adipose tissue. The research was aimed to determine the difference in pulse pressure based on body mass index (BMI) in students of Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University (FM LMU). This research applied analytic observational method with cross sectional approach, with 60 male students of FM LMU as subjects. Data were obtained based on the measurement of pulse pressure and BMI. Result showed that as many as 66.8% of the students of FM LMU had normal BMI and 19.2% had BMI of overweight and obesity. The average pulse pressure of students with normal BMI was 33 mmHg and students with overweight and obesity was 42 mmHg. Data analysis using the Mann-Whitney test with confidence level of 95% gave the value of p = 0.000. It was concluded that there was a significant difference in pulse pressure based on BMI in students of FM LMU. Keywords: pulse pressure, body mass index ABSTRAK: Obesitas merupakan masalah global yang melanda masyarakat dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang, termasuk Indonesia. Obesitas dan overweight dapat mempengaruhi tekanan nadi melalui peningkatan kadar leptin yang terutama disekresi oleh jaringan adiposa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan tekanan nadi berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK Unlam). Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional dengan subyek penelitian mahasiswa FK Unlam sebanyak 60 orang. Data diperoleh berdasarkan pengukuran tekanan nadi dan IMT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 66,8% mahasiswa di FK Unlam memiliki IMT normal dan 19,2% memiliki IMT overweight dan obesitas. Rerata  tekanan nadi pada mahasiswa dengan IMT normal adalah sebesar 33 mmHg dan pada mahasiswa dengan IMT overweight dan obesitas sebesar 42 mmHg. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% memberikan  nilai p = 0,000. Dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan tekanan nadi yang bermakna berdasarkan IMT pada mahasiswa FK Unlam. Kata-kata kunci : tekanan nadi, indeks massa tubuh

Page 6 of 48 | Total Record : 478