Articles
222 Documents
GEDUNG KONVENSI DI MAMMINASATA KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN
Arfan, Taufik;
Rahayu, Irma;
Rahman, Abdul
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 3 No 2 (2016): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/nature.v3i2a6
Abstrak—Kabupaten Gowa memiliki prospek pembangunan dan komersial yang sangat potensial untuk pembangunan pusat pertemuan di Sulawesi Selatan. Untuk mewadahi kegiatan tersebut perlu adanya gedung konvensi yang berkonsep berkelanjutan (sustainable) yang memadai dan dikelolah secara profesional. Tujuan laporan perancangan ini adalah menyusun suatu konsep perancangan melalui studi literatur, survey dan studi preseden dalam merencanakan dan merancang Gedung Konvensi di Mamminasata Kabupaten Gowa-Sulawesi Selatan. Metode yang dilakukan ialah dengan metode deskriptif, yaitu menguraikan, menjabarkan, dan menjelaskan tentang faktor-faktor yang dibutuhkan dalam perencanaan dan faktor yang menentukan desain. Hasil dari perancangan ini mentransformasikan konsep perancangan ke dalam desain Gedung Konvensi di Mamminasatan Kabupaten Gowa-Sulawesi Selatan. Selain itu meninjau spesifik dari Gedung Konvensi di Mamminasata Kabupaten Gowa yang merupakan syarat- syarat perencanaan yang meliputi: lokasi dan site, material dan struktur, Sirkulasi dan lingkungan, serta penampilan bangunan dan penataan ruang luar Kata kunci: Gedung Konvensi. Maminasata Abstract- Gowa has bright prospects and commercial potency in developing and contructing the convention center in South Sulawesi. To facilitate those activities it needs the convention center which has adequate sustainable and profesional managemnet. The purpose of this research is to develop a design concept through literature studies, surveys and precedent studies in planning and designing a Convention Center in Mamminasata-Gowa of South Sulawesi. The method used is descriptive method, which outlines, describes, and explains the factors in determining the design. The results of this design is to transform the design concepts into the Convenrion Center’s design in Mamminasatan-Gowa of South Sulawesi. Besides that it also reviews the specific Convention Canter in Mamminasata Gowa which is the required in planning includes: the location and site, material and structure, circulation and the environment, building’s appearance and arrangement of outer space Key words ; Convention Center, Maminasata
REDESAIN KANTOR WALIKOTA PALOPO
Arfan, Taufik;
Marwati, Marwati;
Siddiq, Syahril
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 3 No 1 (2016): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/nature.v3i1a6
Abstrak-Kantor Walikota Palopo merupakan salah satu wadah dari pemerintah Kota Palopo dalam mendukung pelayanan terhadap masyarakat. Namun, kondisi Kantor Walikota Palopo saat ini sebagai pusat aktifitas pemerintahan kota sudah tidak layak pakai. Redesain Kantor Walikota Palopo merupakan upaya untuk merancang ulang bentuk dan tampilan bangunan yang mencerminkan suatu lambang pusat pemerintahan yang representatif. Bangunan kantor yang memadai, diharapkan dapatmenciptakan sebuah sistem atau mekanisme kerja instansi pemerintah kota yang terintegritas dan menyeluruh, mewujudkan pola layanan masyarakat yang efektif dan efisien, mengembangkan dan meningkatkan pembangunan fisik, ekonomi maupun social. Dalam meredesain Kantor Walikota Palopo, dibutuhkan sebuah konsep dasar rancangan yang lebih baik dan tidak merusak lingkungan serta sesuai dengan konsep kearifan Arsitektur Lokal masyarakat setempat. Kata Kunci :Arsitektur Lokal, Kantor Walikota Palopo, Redesain
RUMAH ADAT SAPPO LALANAN KALUPPINI KABUPATEN ENREKANG
AS, Zulkarnain
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 2 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/nature.v5i2a2
Abstrak_Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya pengetahuan mengenai nilai-nilai tradisi yang tumbuh dalam masyarakat, dimana nilai tersebut dapat mempengaruhi gaya arsitektur yang ada dalam suatu daerah, khususnya Desa Kaluppini, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui arsitektur rumah adat Sappo Lalanan Kaluppini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan observasi atau pengamatan langsung di lapangan, sebagai teknik pengumpulan data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rumah adat Sappo Lalanan merupakan rumah panggung yang terdiri dari atas tiga bagian yaitu tapan sapo (atas), kale sapo (tengah), dan awa sapo (bawah). Pada setiap area dalam rumah memiliki beberapa pantangan yang masih di wariskan secara turun-temurunKata kunci : Sappo Lalanan; Kaluppini; Rumah Adat. Abstract_ This research is motivated by the lack of knowledge about the values of tradition that grow in society, where that value can influence the existing of architectural style in an area, especially the Kaluppini village, Enrekang District, South Sulawesi. The purpose of this research is to knowthe architecture of traditional house of SappoLalananKaluppini. This research used survey method or direct observation in the field, then collecting data in the form of pictures and interviews with local communities and traditional leaders. The results of the study show that the Sappo Lalanan traditional house is a stilt house consisting of three parts, namely sapo tapan (top), kale sapo (middle), and awa sapo (bottom). In each area in the house has several taboos that are still inherited from generation to generationKeywords: Sapolalanan; Kaluppini; Traditional House.
URBAN DESIGN FOR TSUNAMI IMPACT MITIGATION; APPLICATION OF PHYSICAL ELEMENT
Tauhid, Fahmyddin A'raaf
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 2 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/nature.v5i2a8
Abstract_ The increasing of tsunami event has called the integration of urban design for disaster impact mitigation. The Geodynamics position of many global cities puts latter areas are highly vulnerable to earthquake followed by tsunamis. In supporting its function as the main hub in social and economic and protecting environment, the employment of urban design for tsunami impact mitigation is hypothesized as sustainable mean. Therefore, this paper seeks the possibility of employment of urban design’s physical element for tsunami impact mitigation within disaster studies field using literature and case studies for Indonesian cities context. This study recommends that Infrastructure planning and design, Coastal forest, Early warning system, Emergency road network planning, Pre-tsunami evacuation planning and Building design and construction are suitable physical element for impact mitigation. Keywords: Urban Design; Tsunami; Mitigation; Physical Element.
FENOMENA SPASIAL PADA FLY-OVER URIP SUMOHARJO KM.4 MAKASSAR
Muzdar, Muhammad Ajwad;
Heryanto, Bambang;
Akil, Arifuddin
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 2 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/nature.v5i2a3
Abstrak_ Fly-Over Urip Sumoharjo KM.4 Makassar merupakan jalan layang yang dibangun oleh Pemerintah Kota Makassar guna untuk memecah kemacetan yang sering terjadi malah menambah kemacetan di waktu-waktu tertentu karena adanya aktivitas lain yang dilakukan oleh masyarakat dan menjadi masalah spasial pada fly-over. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan bentuk-bentuk aktivitas yang dilakukan oleh aktor dan kekuatan yang membentuk aktivitas. Lokasi penelitian yaitu di Fly-Over Urip Sumoharjo KM.4 Makassar. Metode penelitian dilakukan dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, kuesioner, observasi dan studi pustaka. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian mengungkapkan kekuatan yang membentuk aktivitas di Fly-Over adalah karena adanya kesatuan aktor-ruang-waktu. Posisi aktor adalah sebagai unsur yang berperan utama dalam memaknai ruang (space) menjadi sebuah tempat (place), juga merupakan unsur yang menentukan dalam pembentukan sebuah peristiwa. Ruang sebagai unsur yang mewadahi berlangsungnya sebuah kegiatan atau peristiwa, sedangkan waktu adalah unsur yang “seolah-olah” mengatur, mengendalikan dan menentukan kapan peristiwa itu terjadi dan kapan peristiwa itu berhenti. Ketiga unsur aktor-ruang-waktu dalam sebuah peristiwa senantiasa bergerak, berubah, bergeser, berganti dan selalu menjadi satu kesatuan yang utuh.Kata kunci : Ruang Publik; Fly-Over; Makassar Abstract_ Fly-over on Urip Sumoharjo KM.4 in Makassar is an overpass that built by the Makassar city government in order to solve the traffic jam that often occur becoming the increasing of traffic jam at a particular time because of the other activities that held by people of the city and which is the spatial problems of fly-over. The study aimed to reveal the forms of activities that held by its actors, and the strenght that formed the activities. The location of the Research is the fly-over on Urip Sumoharjo KM.4 in Makassar. The method of research conducted with qualitative methods. Data collection is taken by interviews, questionnaires, observations and literature study. Data analysis used descriptive analysis. The results of the study revealed the strength that formed the activity on The fly-over because of the unity of its actor, space and time. The position of the Actor is an element that played a main role in defining the space into a place, is also a decisive element in forming an event. Space is an element that accommodates an activitry or an event happened, while time is an element that seemed to regulate, control and determine when the eventshappened and when it stopped. The third element of the actor, space and time in an event constantly moved, changed, shifted and always be one whole unity.Keywords : Public Space; Fly-Over; Makassar.
URBAN CORRIDOR AS A PUBLIC SPACE CASE STUDY : CORRIDOR PANTAI LOSARI STREET, MAKASSAR CITY
Ersina, Sriany
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 2 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/nature.v5i2a9
Abstrak_ An ideal public space should be a common ground, open and accessible for all including for people with disabilities. However in fact, along the beach Losari in Makassar City have inaccessible public space. Ideally, the various people who use and do interaction in the public space should be accommodated in the space. The Potential for conflict exist whenever and wherever people contact. Conflict is natural, normal and inevitable whenever people interact together. The disagreement and the difference on values conflict can be indicated by the unavoidable situation in human relationship. Therefore, defining the difference and strategy to manage the conflict in public space will be the focus of the paper. A Synergy, compromise, accommodative action and using a power are among others of the strategy to manage conflict to create a built environment towards an open and accessible public place. A Public space is the common ground where people carry out the functional and ritual activities that bind a community, whether in the normal routines of daily life or in periodic festivities [3] Urban Corridors that deals with mostly public space should serve the public at large, the plural society and the variety of human behavior.Keywords : Public Space; Conflict in Public Place; Urban Corridor.
IDENTIFIKASI FUNGSI DAN FASAD PECINAN PADA BANGUNAN DI RUAS JALAN SULAWESI MAKASSAR
Marwati, Marwati;
Ikrama, Ikrama
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 2 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/nature.v5i2a6
Abstrak_ Kawasan Pecinan dapat dilihat dari bentuk fasade bangunan sebuah kawasan. Pecinan sebagai salah satu unsur perkotaan dapat menjadi suatu pembentuk citra kota dan aset yang dapat dikembangkan menjadi komoditas melalui pengembangan kawasan wisata terutama wisata budaya dan Perdagangan. Jalan Sulawesi merupakan salah satu Kawasan pecinan di Kota Makassar. Aktivitas Perdagangan mendominasi kawasan tersebut. Adanya Pergerseran Bentuk fasade dari pecinan ke modern. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi Fungsi dan fasad pecinan yang masih terlihat pada bangunan di kawasan jalan Sulawesi. Metode Survey dan dokumentasi yang digunakan untuk mengidentifikasi Fungsi dan Fasade Pecinan. Hasil Survey data kemuadian dianalisis dengan mengunakan metode deskriptif kualitatif yang disajikan dalam bentuk gambar berdasarkan zona. Hasil penelitian diketahui bahwa Sebagian besar fungsi yang berada pada Jalan Sulawesi adalah Toko bahan bangunan dan Fasad Pecinan hanya namapak pada bagian kecil dari bangunan lama.Kata kunci : Fungsi; Fasad Pecinan; Jalan Sulawesi. Abstract_ Chinatown area can be seen from the facade of building an area. Chinatown as one of the urban elements can be a forming of city image and assets that can be developed into commodities through the development of tourist areas, especially cultural tourism and trading. Sulawesi Street is one of Chinatown in Makassar City. Trading activities dominate in that region. The existence of Facade form friction from Chinatown to modern. This study aims to identify functions and facades of Chinatown that are still visible on the buildings in Sulawesi Street. Survey and documentation Methohs used to identify Chinatown Functions and Facades. The results of the data survey were then analyzed using qualitative descriptive methods presented in the form of images based on zones. The res ults of the study revealed that most of the functions located on Jalan Sulawesi were building material stores and Chinatown facades only in small sections of old buildings.Keywords: Function; Chinatown Facade; Sulawesi Street.
ANALISIS PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG UNTUK FUNGSI RENTAL OFFICE 30 LANTAI DENGAN PENEKANAN SISTEM RIGID FRAME BERKANTILEVER
Bunadi, Reinhart;
Junus, Nasruddin;
Imriyanti, Imriyanti
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 2 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/nature.v5i2a10
Abstrak_ Kota Makassar semakin berkembang ditandai dengan banyaknya bangunan berlantai banyak, termasuk fungsi perkantoran serta ide desain arsitektural bangunan cenderung memvariasikan struktur sebagai daya tarik desainnya, struktur bangunan menjadi perhatian utama.Penelitian ini membahas tentang analisis struktur rigid frame berkantilever gedung kantor sewa 30 lantai dengan material beton bertulang. Analisis bertujuan menentukan detail struktur yang tepat untuk bangunan tersebut dengan program SAP2000 v.14. Penelitian bersifat kuantitatif karena menentukan dimensi struktur. Adapun penelitian bersifat komparatif. Struktur penopang cantilevered slab diberi dua alternatif, yaitu model 1 dan model 2. Terhadap beban-beban nongempa, model 1 lebih stabil sebesar 3,2%-10,39% dari model 2. Terhadap beban-beban gempa, model 1 cenderung lebih stabil dengan selisih efisiensi terbesar 37,7%-45,4% pada beban gempa respon spektrum. Adapun tulangan kolom menggunakan tulangan utama D20 dan tulangan pengikat D12; balok menggunakan tulangan utama D25 dan tulangan pengikat D12; pelat lantai dan basement menggunakan tulangan D10; dan shear wall menggunakan tulangan D16 (arah 11) dan D20 (arah 22). Struktur penopang model 1 menggunakan tulangan yang sama dengan shear wall dan model 2 menggunakan tulangan yang sama dengan kolom. Jumlah tulangan utama dan jarak antartulangan beragam sesuai dimensi penampang elemen struktur. Kata kunci : Beton Bertulang; Rental Office ; Rigid Frame; Kantilever; Detail Penulangan. Abstract_ Makassar City is increasingly characterized by a large number of multi-storey buildings, including office functions and building architectural design ideas that tend to vary the structure as an attractive design, the building structure is a major concern. reinforced concrete. The analysis aims to determine the exact structure details for the building with the SAP2000 program v.14. Research is quantitative because it determines the dimensions of the structure. The research is comparative. The cantilevered slab support structure is given two alternatives, namely model 1 and model 2. For earthquake loads, model 1 is more stable at 3.2% -10.39% of model 2. For earthquake loads, model 1 tends to be more stable with the greatest efficiency difference of 37.7% -45.4% in spectrum response earthquake load. The column reinforcement uses the main reinforcement D20 and reinforcement reinforcement D12; the beam uses the main reinforcement D25 and reinforcement reinforcement D12; floor plates and basements using D10 reinforcement; and the shear wall uses reinforcement D16 (direction 11) and D20 (direction 22). The support structure of model 1 uses the same reinforcement as the shear wall and model 2 uses the same reinforcement as the column. The number of main reinforcement and intermittent distances varies according to the cross-sectional dimensions of the structural elements. Keywords: Reinforced Concrete; Rental Office; Rigid Frame; Cantilever; Repeat Details.
ASPEK PERILAKU MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL PADA RUANG TERBUKA PUBLIK
Hantono, Dedi;
Pramitasari, Diananta
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 2 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/nature.v5i2a1
Abstrak_Ruang terbuka publik merupakan elemen kota yang sangat penting kehadirannya dalam kehidupan kota. Sebagai ruang terbuka yang bersifat publik maka berbagai aktivitas dapat dilakukan manusia baik perorangan maupun berkelompok. Karakteristik manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial menjadi hal yang menarik untuk diteliti bagaimana manusia mempertahankan sifat keprivasian mereka dalam ruang terbuka publik yang dapat diakses siapa saja. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran bagaimana manusia mengaktualisasikan karakternya sebagai makhluk individu dalam suatu ruang sosial di ruang terbuka publiksehingga manfaat dari penelitian ini diharapkan bisa digunakan para perancang ruang kota dalam memperhatikan kebutuhan karakter manusia sebagai pengguna ruang tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan pendekatan kajian literatur yaitu menggunakan beberapa teori dan artikel penelitian yang sesuai yang telah dilakukan.Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan ditemukan bahwa karakter manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam ruang terbuka publikterdapat 2 bentukan ruang yaitu ruang pribadi (personal space) yaitu ruang maya yang berada di sekeliling tubuh masing-masing individu dan teritori (territory) yang dibentuk sesuai dengan kondisi tertentunamunmasih dapat diusik oleh individu lain sehingga pertahanan manusia ini sifatnya tidak masif. Teritori juga dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu ekonomi dan budaya.Kata kunci: Arsitektur Perilaku; Ruang Publik, Ruang Terbuka Publik. Abstrak_Public open space is an element of the city that is very important of its presence in city life. As a public open space, various activities can be carried out by humans, both individuals and groups. The characteristics of humans as individual and also social being; becoming interesting things to be investigated that how humans maintain their privacy in public open spaces that can be accessed by anyone. Therefore the purpose of this study is to gain the description of how humans actualize their characters as individual beings in a social space in public open space so that the benefits of this research are expected to be able to be used by urban space designers in concerning to the human character needs as the space user. The research method used was a qualitative method by conducting a literature study approach, which used several theories and research articles that were appropriate. Based on the literature review, it was found that human characters as individual and social being in public open spaces had 2 spatial forms, namely personal space which was the virtual space available around the body of each individual and territory formed according with certain conditions but can still be disturbed by other individuals so that the human defense is not massive. Territory is also influenced by two factors, namely economy and culture.Keywords: Behavior Architecture; Urban Space; Public Open Space; Personal Space; Territory.
DESAIN PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA DI MAKASSAR
Burhanuddin, Burhanuddin;
Said, Ratriana;
Wahdaniar, Wahdaniar
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 2 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/nature.v5i2a4
Abstrak_ Jumlah lansia di kota Makassar baik yang tergolong terlantar dan hampir terlantar berdasarkan data pemerintah setempat saat ini semakin meningkat. Untuk itu diperlukan perhatian dan penanganan yang serius dari berbagai pihak. Salah satu kebutuhan utama lansia adalah sarana tempat bernaung yakni panti sosial tresna werdha. Permasalahan yang umum pada lansia di daerah perkotaan adalah kemiskinan, ketelantaran, kecacatan, serta tidak adanya sanak saudara yang mendampingi dan memberikan bantuan perekonomian. Tujuan dari desain panti werdha ini ialah sebagai salah satu bentuk solusi untuk menjawab kebutuhan para manusia usia lanjut, yakni selain sebagai tempat hunian, juga mewadahi beberapa fasilitas yang sangat dibutuhkan seperti fasilitas kesehatan yang dapat memantau kesehatan mental dan fisik para lanjut usia mengingat mereka mengalami kemunduran dalam kesehatan juga fasilitas sosial lainnya. Metode yang digunakan dalam pembahasan ini adalah deskriptif kualitatif yang selanjutnya dilakukan eksplorasi dalam bentuk desain grafis sehingga didapatkan visualisasi sebuah panti sosial yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan dan perilaku penghuninya. Kata kunci : Panti Sosial; Tresna Werdha; Lanjut Usia Abstract_ The number of elderly in the city of Makassar is currently increasing, neither of which belongs to the displaced and almost abandoned. For it, is necessary required serious attention and handling of various parties as a means needs of places workhouses. A common problem in the elderly in urban areas was poverty, abandoned, disability, as well as the absence of relatives who accompany and help the economy. The purpose of The Werdha Parlors is to accommodate the elderly man with providing some of the facilities needed. In addition to residential facilities, also provided other support facilities such as health facilities that monitor the mental and physical health of the elderly considering their decline in health. The methods used in this research: with a descriptive qualitative. From these results then conducted exploration in the form of graphic design so obtained the design of a social parlors are comfortable and appropriate to the needs of its inhabitants. Keywords : Social Homes; Tresna Werdha; Elderly