cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
METAMORFOSA Journal of Biological Sciences
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025697     EISSN : 26558122     DOI : -
METAMORFOSA is an electronic scientific journal published periodically by the Master of Biology Udayana University, which includes scientific works in the field of Biology.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2023)" : 19 Documents clear
Cytotoxicity Of Green Tea (Camellia sinensis L.) Extract From Gambung, West Java Towards Raw 264.7 Macrophage Cells Arina Novilla; Gina Khairinisa; Dwi Davidson Rihibiha; Heri Syahrian; Shabri Shabri
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p03

Abstract

Makanan dan minuman fungsional dengan banyak manfaat kesehatan sangatlah penting untuk meningkatkan imun tubuh paska pandemi Covid-19. Salah satu tanaman kesehatan yang sudah terkenal sejak lama adalah teh hijau (Camellia sinensis L.). Sitotoksisitas teh hijau baik pada sel normal maupun sel penyakit, masih terus dipelajari sampai dengan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat viabilitas sel makrofag RAW 264.7 yang diberi perlakuan ekstrak teh hijau yang diperoleh dari Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan untuk mencari konsentrasi yang aman digunakan pada sel RAW 264.7 secara in vitro. Sel makrofag RAW 264.7 diberi perlakuan ekstrak teh hijau dengan konsentrasi 12,5, 25, 50, dan 75 µg/ml, dan juga kuersetin 12,5, 25, 50, dan 75 µM sebagai senyawa pembanding. Viabilitas diukur dengan menggunakan analisis 3-(4,5 dimethylthiazol-2-yl)-5-(3-carboxymethoxyphenyl)-2-(4-sulfophenyl)-2H-tetrazolium (MTS). Perlakukan ekstrak teh hijau pada konsentrasi 12,5, 25, and 50 µg/ml menujukkan viabilitas sel makrofag RAW 264.7 di atas 90% yang berarti konsentrasi tersebut tidak bersifat toksik terhadap sel RAW 264.7 sehingga dapat digunakan untuk uji efikasi ekstrak teh hijau.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) Merah dan Cokelat Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Luh Made Ary Somia Vagestini; Retno Kawuri; Made Ria Defiani
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p17

Abstract

Staphylococcus aureus is known as bacteria that often cause respiratory tract disease in Indonesia. These bacteria are known to have developed resistance to several antibiotics. This study aims to analyze the comparison of the antibacterial activity of ethanol extracts of red ketapang leaves and brown ketapang leaves on the growth of S.aureus bacteria, determine the MIC of the two extracts, and determine the class of compounds in the extracts. The research method used includes sample extraction using the maceration method with 96% ethanol as solvent. The antibacterial activity test of the extract was carried out at concentrations of 20%, 15%, 10%, and 5% (w/v) with the disc diffusion method on Nutrient Agar media, and qualitative phytochemical tests were carried out. The results showed that the difference in leaf color affected the inhibition of S. aureus bacteria. The best inhibition was obtained at a concentration of 20% (w/v) red ketapang extract with an inhibition zone diameter of 13.67±0.76 mm. The results of the MIC test showed that the MIC value of the red ketapang extract was obtained at a concentration of 5% (w/v) with an inhibitory power of 1.47±0.25 mm and the cocoa bean leaf extract was obtained at a concentration of 10% (w/v) with the diameter of the inhibition zone. 1.73±0.25mm. The phytochemical test of the extracts showed that both extracts contained alkaloids, saponins, flavonoids, tannins, and steroids, but terpenoid compounds were only found in the red ketapang leaf extract. Keywords: secondary metabolites, MIC, resistance, ketapang leaf color.
KARAKTERISTIK Karakteristik Fisikokimia Tepung Ubi Jalar Varietas Cilembu dari Proses Penepungan yang Berbeda Maria Matoetina Suprijon; Theresia Endang Widoeri Widyastuti; Anna Ingani Widjajaseputra
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p08

Abstract

East Java is one of the centres of Cilembu orange sweet potato which has the highest beta-carotene content. Fresh sweet potato has a limited shelf life so it is processed into flour but it causes colour degradation of sweet potato flour. Therefore, it is necessary to investigate the use of drying temperature and orange sweet potato shaped which can still maintain the physicochemical properties, as well as have the functional properties needed in processing of the next product. The Cilembu orange sweet potato samples used in this study were generally shaped like a spindle with an average length of 17.27+2.64 cm, the diameter of the top 4.28+0.72 cm, middle 7.04+0.69 cm and bottom 5.08+1.12 cm. Drying using a cabinet drier at 50?C resulted in the yield of flour from the sliced ??treatment was 16.78% and grated flour was 6.34%. Slices and grated before drying affected the colour, gelatinization profile, and viscosity of the flour samples. The water absorption of the flours was 1.90+0.05 ml/g. The flours colour looked paler than the fresh, but the L* value of grated flour was higher than sliced flour. The values ??of a* and b* decreased significantly even though they were still positive, which means they were still orange. Based on the values ??of L*, a*, b*, the sliced ??treatment was able to maintain the colour of the flour samples better (more orange) than the grated. The grated flour had very varied starch granule sizes. This affects the unstable gelatinization and viscosity profile.
Induksi Nanobubbles (NBs) untuk Pertumbuhan Anggrek Dendrobium Imelda Marina Masagung X Bumi Menangis Tintrim Rahayu; Gatra Ervi Jayanthi; Ari Hayati
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p13

Abstract

Nanobubbles (NBs) merupakan salah satu teknologi nano yang sudah diaplikasikan di beberapa bidang, seperti kesehatan, pengelolaan limbah, pertanian, dan lain-lain. Teknologi nano ini memanfaatkan gas dalam bubbles, sehingga memudahkan gas masuk ke dalam sel. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh gas O2, CO2, N2, H2 dan O3 dalam NBs pada pertumbuhan anggrek Dendrobium Imelda Marina Masagung ´ Bumi Menangis. Metode yang digunakan adalah memberikan perlakuan pupuk dan NBs pada anggrek Dendrobium selama 6 minggu dengan pengamatan setiap 1 minggu. Data yang diperoleh dianalisis dengan two way ANOVA dan diuji lanjut post hoc tests dengan Ptukey<0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan pada diameter batang dan tinggi tanaman anggrek. Ukuran diameter batang anggrek lebih besar dengan perlakuan NBs dibandingkan perlakuan pupuk dan kontrol. Tanaman anggrek dengan perlakuan NBs lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan pupuk dan kontrol. Pertumbuhan tanaman juga ditunjukkan dengan munculnya tunas dan akar baru. Warna daun anggrek dengan perlakuan pupuk dan NBs berubah dari kelompok Yellow-Green (144) menjadi Green (143), kecuali pada kontrol. Warna daun mempengaruhi proses fotosintesis, bahwa warna hijau akan lebih baik melakukan proses fotosintesis dibandingkan dengan daun berwarna hijau-kuning. Hal tersebut mempengaruhi pertumbuhan tanaman. NBs berpengaruh terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium Imelda Marina Masagung ´ Bumi Menangis. NBs memperbesar batang anggrek, menambah tinggi tanaman anggrek dan warna daun menjadi lebih hijau.
Analisis Aspek Morfometri Dan Biologi Reproduksi Tongkol Lisong (Auxis rochei) yang Didaratkan Di Ppi Kedonganan, Bali Yohana Deni Suryati; Iriani Setyawati; Deny Suhernawan Yusup
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p04

Abstract

Objective of this research is to study morphometry and reproduction biology of bullet tuna (Auxis rochei, Risso 1810), landed in PPI (Pangkalan Pendaratan Ikan – Fish Landing Base) Kedonganan, Bali. Morphometric aspect covers distribution of length measurement and correlation of length-weight, while gonad maturity is observed hystologically based on gonad cell growth. Result of this study shows that the length of bullet tuna ranges from 16.5 to 35.3 cmFL, with weight extends from 64.8 to 539.4 gram. Growth pattern of bullet tuna is positively allometric (b>3). Generally, landed bullet tuna in PPI Kedonganan are dominated by mature fish with Gonad Maturity Level III, IV, and V by as many as 123 individuals (58.85%) within 22 – 23 cmFL length. The difference of gonad maturity result that bullet tuna spawning season is asynchronous (multiple spawning) and partial spawning Keywords : bullet tuna, length – weight correlation, reproduction aspect, gonad
Tabel Hidup Lalat Jamur Tiram, Bradysia ocellaris Rostaman Rostaman
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p18

Abstract

Mushroom fly, Bradysia ocellaris Comstock, is a new pest species on oyster mushroom cultivation in Bandung and other districts in West Java. Based on information, the insect widely distributes over countries.The aim of this research was to investigate life table parameters of the insect.Insects were reared in the laboratory using oyster mushroom media as their foods. The result showed that intrinsic rate of population growth () was 0.157, net reproductive rate () 23 individu/generation, and mean generation time (T) 20,5 days. This informartion is important in reproductivity of insect pest in three weeks.
Keanekaragaman Jenis Capung (Hexapoda: Odonata) Di Sekitar Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta Ichsan Luqmana Indra Putra; Winda Aulia Putri
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p09

Abstract

Dragonflies act as predators of pests as well as bioindicators of waters so that their sustainability needs to be preserved. This study aims to determine the diversity of species, characteristics of species, and species of dragonflies which are abundant and not abundant around campus 4 UAD. The sampling location is divided into four, namely rice fields, housing, vacant land and campus areas. Each area has 2 plots measuring 35 x 20 m. Each plot has a subplot 5 measuring 150 m2 dispersed in the plot. Sampling was conducted at 08.00 - 11.00 WIB and 15.00 - 17.00 WIB. Sampling was done using a net. The caught dragonfly is inserted with papillot paper and its thorax is pressed to death. Dragonflies are then identified to the species level by comparing their morphology with an identification reference book. Abiotic factors measured were temperature and humidity, wind speed, CO, DO and water pH. The results of this study obtained 4 types of dragonflies, namely Pantala flavescens, Orthretum sabina, Sympetrum fonscolombii and Diplacodes trivialis with a low diversity level of 0.36. The most abundant dragonfly species, Sympetrum fonscolombii, was 249 with a dominance index value of 0.74 and the least abundant was Diplacodes trivialis with 10 heads, with a dominance index value of 0.03. The conclusion of this research is that in the area around campus 4 UAD there is a disturbance in the form of land use change which causes a small index of dragonfly species diversity at that location.
Skrining Aktinomisetes Pendegradasi Nikotin Pada Daun Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Esti Utarti; Dina Amalia Syahidah; Sattya Arimurti
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p14

Abstract

Kabupaten Jember merupakan salah satu sentral penghasil tembakau tertinggi di Jawa Timur dan pada tahun 2018 produksinya mencapai 163,267,5 ton. Produksi tanaman tembakau menghasilkan limbah organik yang berbahaya yaitu nikotin. Nikotin merupakan alkaloid beracun aktif, berminyak, tersusun atas unsur karbon, hidrogen, nitrogen, dan sangat larut terhadap alkohol, eter, minyak tanah, dan air. Kelarutannya berisiko mengalami leaching (pencucian) selama masa penyimpanan limbah tembakau. Hal tersebut mengakibatkan nikotin yang tercuci dapat mengalir ke dalam badan air sehingga membahayakan makhluk hidup dan lingkungan. Beberapa mikroorganisme mampu mendegradasi nikotin dengan memanfaatkannya sebagai sumber karbon dan nitrogen untuk pertumbuhannya, salah satunya aktinomisetes. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan aktinomisetes asal rhizosfer tembakau yang memiliki aktivitas pendegradasi nikotin dan besar daya degradasinya. Penelitian dilakukan skrining 23 isolat aktinomisetes pendegradasi nikotin dengan indikator tumbuh aktinomisetes pada media hingga terdapat 3 isolat terpilih, uji degradasi nikotin pada media cair dengan metode titrasi dan daun tembakau dilakukan di Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) kota Surakarta, dan identifikasi morfologi secara mikroskopis isolat terpilih menggunakan cover slide method. Hasil skrining menunjukkan bahwa 5 isolat memiliki kemampuan tumbuh, 13 isolat mumpu tumbuh baik, 3 isolat tumbuh lebih baik dan 2 isolat tidak tumbuh. Isolat yang terpilih yaitu ATG 60, ATG 68, dan ATG 69 tumbuh lebih baik pada media nikotin (NIM). Daya degradasi nikotin media cair dan daun tembakau pada ATG 60 (2,33% dan 30,56%); ATG 68 (2,53% dan 31,16%); dan ATG 69 (2,1% dan 25,82%). Identifikasi struktur spora menunjukkan masing-masing isolat adalah Saccharopolyspora sedangkan ATG 68 dan 69 genus Streptomyces.
Struktur dan Komposisi Gulma di Lahan Jagung (Zea mays L.) Desa Belayu Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan Provinsi Bali Risqa Izzatul Zulfa; Martin Joni; I Made Saka Wijaya
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p05

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia. Salah satu permasalahan dalam produksi jagung adalah penurunan kuantitas dan kualitas jagung akibat adanya gulma yang tumbuh di sekitar tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi gulma di lahan jagung Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadrat (Quadrat methode sampling) denganplot berukuran 1x1 m. Data dianalisis menggunakan parameter vegetasi yang terdiri dari Indeks Nilai Penting (INP), indeks keanekaragaman (H’), indeks dominansi (C), indeks kemerataan (E), dan indeks similaritas (IS). Hasil yang didapat yaitu komposisi gulma yang ditemukan pada minggu ke-3 yaitu 18 spesies dari 9 suku, pada minggu ke-6 yaitu 25 spesies dari 16 suku, dan pada minggu ke- 9 yaitu 31 spesies dari 19 suku. Nilai INP tertinggi ditemukan pada Cyperus rotundus L dari suku Cyperaceae pada minggu ke-3, ke-6, dan ke-9 . Indeks keanekaragaman (H’) gulma tergolong sedang berkisar 2,29-2,77, indeks dominansi (C) menunjukkan tidak ada gulma yang mendominansi dengan nilai berkisar 0,09-0,13, indeks kemerataan (E) menunjukkan bahwa jenis-jenis gulma tergolong merata dengan nilai berkisar 0,78-0,80, dan indeks similaritas (IS) sebesar 72,9% yang menunjukkan bahwa similaritas spesies gulma disetiap minggu dikategorikan tinggi.

Page 2 of 2 | Total Record : 19