cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
METAMORFOSA Journal of Biological Sciences
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025697     EISSN : 26558122     DOI : -
METAMORFOSA is an electronic scientific journal published periodically by the Master of Biology Udayana University, which includes scientific works in the field of Biology.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2017)" : 20 Documents clear
ISOLATION, SCREENING, AND CHARACTERIZATION OF PROBIOTICS (LACTIC ACID BACTERIA) ANTAGONISTIC AGAINST Candida albicans Ida Ayu Ketut Ariningsih; Yan Ramona; Nyoman Semadi Antara
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p19

Abstract

Candidacies in female reproductive tract are mainly caused by Candida albicans. This infection often causes serious problems, particularly on their reproductive tract (genital part). Until recently, control of this infection has relied on the use of antibiotics. However due to numerous bad side effects of antibiotics, lactic acid bacteria have been proposed as an alternative method to control the growth of Candida albicans. Therefore, this research was aimed to isolate, screen, and characterize lactic acid bacterial isolates (LAB) antagonistic against Candida albicans (the causative agent of candidacies infection in reproductive tract of human). LABs were isolated from various fermented foods, such as tape ketan and kimchi. Isolation of LABs was conducted by applying dilution and spread plate method on MRS agar medium supplemented with BCP indicator to distinguish LABs from non acid-producing bacteria. Colonies with indication to produce acid were screened for antagonistic activity against C. albicans on MRS agar and followed by characterization of those isolates (Gram stain, catalase production test, oxydase production, gas production test, resistance test to low pH conditions and to high level of NaDC (sodium deoxicolic), and test for ability to convert colic acid (CA) into deoxicolic acid (DCA)). The results showed that 46 LAB isolates were successfully isolated from samples of tape ketan and kimchi. Among those, 7 isolates showed antagonistic activity against C. albicans in in vitro tests. All these 7 candidates were also found to be resistance to low pH conditions (up to pH 2) and to high level of NaDC (up to 0.6 mM). Four most potential isolates were further testes for ability to convert colic acid into deoxycolic acid and none showed positive result, indicating that they all showed initial potential and safe for future human probiotic development (especially to be used to treat patients infected by C. albicans).
ANALISIS VEGETASI HABITAT Rafflesia gadutensis Meijer. DI TAMAN HUTAN RAYA Dr. M. HATTA, KOTA PADANG Yuliza Rahma; Suci Putri Arma; Syamsuardi Syamsuardi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p10

Abstract

Di hutan Sumatera Barat terdapat tiga jenis Rafflesia, salah satunya merupakan jenis endemik yaitu Rafflesia gadutensis Meijer. Jenis ini pertama kali ditemukan oleh Khorthals pada tahun 1834, tetapi tidak dipublikasikan. Penelitian Meijer (1984), R. gadutensis ditemukan di daerah Rimbo Datar, Padang Tinggi, Ulu Gadut, Batu Berjulang dan juga di Taman Hutan Raya (TAHURA) Dr. Muhammad Hatta kota Padang (Zuhud et al., 1998; Nais, 2001). Pnelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi populasi dan mengidentifikasi komunitas tumbuhan yang mendukung kehidupan R. gadutensis di TAHURA Dr. M. Hatta Kota Padang. Pengambilan data dilaksanakan di Kawasan Hutan TAHURA Dr. M. Hatta Kota Padang pada bulan Februari sampai April tahun 2009) Pengolahan data dilakukan di Laboratorium Ekologi Tumbuhan dan Herbarium Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Andalas. Pada penelitian ini dilakukan dengan cara survey langsung ke lapangan dengan menggunakan metoda “Nested Plot Technique”. Pengolahan data menggunakan rumus analisa vegetasi Cox. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan keberadaan R. gadutensis berupa kuncup hidup sebanyak 2 individu dan bunga busuk setelah mekar sebanyak 1 individu dan hasil identifikasi terhadap tumbuhan inangnya diketahui merupakan jenis Tetrastigma lanceolarium (Roxb) Planch. Komunitas tumbuhan terdiri dari 274 individu yang termasuk kedalam 88 jenis dan 35 famili, yang terdiri dari kelompok vegetasi pohon (38 jenis; 17 famili), vegetasi belta (23 jenis; 16 famili), dan vegetasi dasar (45 jenis; 28 famili). Nilai penting tertinggi untuk kelompok vegetasi pohon adalah Litsea citrata BL. (18,37%) dan Mallotus philippinensis Muell. Arg (17,50%). Vegetasi belta adalah Tetrastigma lanceolarium (Roxb) Planch. (29,32%) dan M. philippinensis (28,08%). Vegetasi Dasar adalah Schismatoglottis calyptrata Z. et. M. (32,73%) dan Cyrtandra pendula Bl (15,14%).
PERILAKU HARIAN ANAK GAJAH SUMATRA (Elephas maximus sumatranus) DI PUSAT KONSERVASI GAJAH (PKG) TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS LAMPUNG Ni Kadek Febri Yanti; Ni Luh Watiniasih; Ida Bagus Made Suaskara
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p05

Abstract

Taman Nasional Way Kambas Lampung (TNWK) berlokasi di Ujung Selatan Pulau Sumatera dimana Gajah Sumatera dikonservasi. Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan satwa yang dilindungi dan terdaftar dalam red list book International Union for Conservation of Nature (IUCN), dengan status terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku harian anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Pusat Konservasi Gajah tersebut. Pengambilan dan pengumpulan data perilaku harian dilakukan dengan metode “fokal animal scan sampling” yaitu masing-masing individu hewan di luar kandang diikuti selama satu hari dan data diambil dengan interval 5 menit. Pengambilan data dilakukan pada pagi hingga malam hari pukul 08:00 - 21:20 WIB. Penelitian dilakukan dari tanggal 25 Januari 2016 hingga 3 Maret 2016. Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa sebagian besar waktu anak Gajah Sumatera digunakan untuk makan, mencari makan dan bergerak, dan hanya sebagian kecil waktunya untuk beristirahat, bermain, minum, mandi, buang air kecil, dan buang air besar. Misalnya, 34,2% waktu harian anak gajah digunakan untuk makan, 21,8% untuk bergerak dan hanya 4,8% untuk beristirahat. Jenis makanan yang paling sering ditemukan dimakan oleh gajah adalah rumput ilalang (Imperata cylindrica).
PENINGKATAN KUALITAS WARNA IKAN CUPANG (Betta splendens) Regan, 1910 MELALUI PAKAN YANG DIPERKAYA DENGAN TEPUNG UDANG REBON SEBAGAI SUMBER KAROTENOID Bunga Melati; Efrizal Efrizal; Resti Rahayu
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p15

Abstract

Warna menjadi indikator keindahan pada ikan hias, semakin cerah warna ikan maka akan semakin menarik dan harga jualnya pun akan semakin tinggi. Namun selama pemeliharaan ikan hias, warna sering menjadi kusam, kualitas warna menurun sehingga ikan hias tidak menarik lagi. Untuk itu perlu usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas warna ikan, salah satunya dengan memberi pakan yang mengandung sumber karotenoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung udang rebon terhadap kualitas warna pada ikan cupang. Penelitian ini dilakukan dengan metodeeksperimen yang disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari lima perlakuan dan empat kali ulangan selama 40 hari perlakuan.Perlakuan yaitu pemberian pakan tanpa penambahan tepung udang rebon (kontrol) dan pemberian pakan dengan penambahan tepung udang rebon 5%, 10%, 15%, dan 20%. Tingkat perubahan warna diamati setiap 10 hari menggunakan Toca Colour Finder memperlihatkan pemberian pakan dengan penambahan tepung udang rebon berbeda nyata pada taraf 5% terhadap tingkat perubahan warna baik pada sirip anal maupun sirip ekor ikan cupang. Pakan dengan penambahan tepung udang rebon 15-20% memberikan pengaruh yang baik dalam meningkatkan kualitas warna ikan cupang.
STRUKTUR KOMUNITAS EPIFAUNA DI AREAL PASCA BUDIDAYA RUMPUT LAUT PERAIRAN KUTUH KECAMATAN KUTA SELATAN KABUPATEN BADUNG BALI Ida Bagus Lampita Prabawa; I Wayan Arthana; Endang Wulandari Suryaningtyas
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p06

Abstract

Kawasan budidaya rumput laut merupakan salah satu habitat organisme laut seperti epifauna karena dapat dimanfaatkan sebagai tempat mencari makan, berlindung, dan reproduksi. Pada awal tahun 2015 budidaya rumput laut Perairan Kutuh tidak beroperasi karena terserang virus dan termakan ikan, namun tali ris dan patok tali ditinggalkan begitu saja sehingga ditumbuhi oleh makroalga. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui struktur komunitas epifauna yang terdapat di areal pasca budidaya rumput laut di Perairan Kutuh Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung Bali melalui kelimpahan epifauna, indeks dominasi, indeks keanekaragaman dan indeks keseragamaN Pengambilan dan pengamatan data di bagi menjadi 2 bagian yaitu pengamatan epifauna dan pengukuran parameter kualitas perairan, secara insitu pada lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan kualitas perairan normal dan mendukung kehidupan epifauna dengan kisaran pH 8,06-8,31, salinitas 31,67 - 32,33 ppt, suhu 29,83 oC, dan kecepatan arus berkisar 0,0 - 0,11 m/s2. Hanya nilai DO yang masuk dalam kategori rendah untuk mendukung kehidupan epifauna. Kisaran nilai DO hasil pengamatan berkisar antara 4,2-4,8 mg/L. Epifauna yang didapatkan sebanyak 31 spesies dari 6 kelas yang berbeda yaitu Gastropoda, Bivalvia, Asteroidea, Echinoidea, Stelleroidea dan Ophiuroidea. Kelimpahan tertinggi pada lokasi penelitian yaitu spesies Ophiomastix janualis sebesar 6,76 individu/m2. Indeks keanekaragaman (H’) menunjukkan nilai sebesar 1,9375, Indeks dominansi (C) sebesar 0.3509, dan nilai Indeks keseragaman (E) sebesar 0.5642.
PANJANG BATANG DAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH ZEATIN BERPENGARUH TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF ANGGREK Dendrobium sonia Ni Ketut Mas Suratniasih; Ida Ayu Astarini; I Gusti Ayu Sugi Wahyuni
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p20

Abstract

Anggrek Dendrobium sp. merupakan anggrek yang paling populer untuk tanaman hias pot dan bunga potong. Permintaan dari dalam negeri masih belum terpenuhi, dan masih mengimpor dari negeri tetangga. Salah satu usaha untuk memenuhi permintaan anggrek dalam dan luar negeri yaitu dengan perbanyakan vegetatif dengan menggunakan batang anggrek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran batang dan konsentrasi zat pengatur tumbuh Zeatin terhadap pertumbuhan vegetatif anggrek Dendrobium sonia. Penelitian dilaksanakan pada November 2015 hingga Maret 2016 di shade house Puri Candra Asri, Batubulan, Gianyar – Bali. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu konsentrasi Zeatin (0 mg/L, 0,1 mg/L dan 0,2 mg/L) dan panjang batang (0-10 cm, 10-20 cm dan 20-30 cm. Total ada sembilan kombinasi perlakuan dan masing – masing kombinasi perlakuan terdiri dari 7 ulangan. Data kuantitatif berupa jumlah akar, panjang akar, jumlah tunas, panjang tunas dan jumlah daun pada 16 minggu setelah tanam (MST). Data jumlah akar, panjang akar, panjang tunas dan jumlah daun dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) kemudian ilanjutkan dengan uji Duncan’s multiple range test (DMRT) pada taraf 5%. Pertumbuhan panjang akar dan jumlah daun terbaik yaitu pada perlakuan Z2B2 (Zeatin 0,1 mg/L + batang 10-20 cm), sedangkan pertumbuhan jumlah akar, jumlah tunas dan panjang tunas terbaik yaitu pada perlakuan Z2B3 (Zeatin 0,1 mg/L + batang 20-30 cm).
PENGARUH PUPUK CAIR URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS ( Zea mays L.) Darwin Habinsaran Pangaribuan; Sarno Sarno; Muhammad Chandra Kurniawan
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p11

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pupuk cair urine sapi dapat mengurangi penggunaan Urea dalam upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung manis. Penelitian ini dilakukan di Bandar Lampung. Mulai April sampai Juli 2015. Penelitin menggunakan rancangan acak kelompok dengan lima perlakuan, yaitu (P0) kontrol, (P1) pupuk Urea 270 gram, (P2) urine sapi 7 ml/l (7.000 ppm) pada 2, 4, 6, dan 8 MST, (P3) pupuk Urea 135 gram dan urine sapi 7 ml/l (7.000 ppm) pada 3 dan 5 MST dan (P4) pupuk Urea 135 gram dan urine sapi 7 ml/l (7.000 ppm) pada 2, 4, 6, dan 8 MST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cair urine sapi memberikan pengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis. Perlakuan P2 pada 2, 4, 6 dan 8 MST direkomendasikan sebagai pupuk alternatif Urea.
POPULASI DAN KARAKTERISTIK HABITAT BURUNG KOAK KAOK (Philemon buceroides) DI TAMAN WISATA ALAM KERANDANGAN Muhammad Hamdi Iswandi; Hilman Ahyadi; Islamul Hadi; I Wayan Suana
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p04

Abstract

Dalam upaya konservasi burung koak kaok (Philemon buceroides) di Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan yang merupakan salah satu burung yang berstatus terancam punah, maka penelitian tentang populasi dan karakteristik habitat burung tersebut sangat diperlukan. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada masyarakat di sekitar TWA Kerandangan, pengunjung serta instansi yang bergerak di bidang konservasi. Responden yang diwawancarai adalah dari berbagai kelompok umur, untuk menggali informasi tentang burung koak kaok dari masa lampau hingga kini, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Setelah metode wawancara, peneliti melakukan observasi di lapangan dengan menjelajahi kawasan TWAerandangan pada beberapa lokasi pengamatan yaitu Camping ground (608,82 m2), Selter 2 (613,53 m2), Selter 4 (573,11 m2) dan belakang pos (542,94 m2), dengan penjelajahan antara pukul 06.00-10.00 dan 16.00-18.00. Kapadatan populasi saat ini hanya 0,18 individu/ha yang tergolong rendah. Di sebabkan karena karakteristik habitatnya didominasi oleh pohon yang tajuknya sangat rapat sehingga burung koak kaok sulit mencari makan ataupun beraktivitas.
POTENSI Bacillus sp. B3 SEBAGAI AGEN BIOKONTROL PENYAKIT LAYU BAKTERI YANG DISEBABKAN OLEH Ralstonia sp. PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.) Diah Kharismawati Djereng; Retno Kawuri; Yan Ramona
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p16

Abstract

Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia. Kebutuhan cabai setiap tahun mengalami peningkatan, sedangkan produksinya sangat rendah, salah satu penyebab menurunnya produksi cabai adalah adanya gangguan penyakit layu bakteri, yang disebabkan oleh Ralstonia sp. Untuk menanggulanginya, maka perlu dikembangkan metoda biokontrol yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi patogen Ralstonia sp. pada tanaman cabai, serta untuk mengetahui efektivitas kultur Bacillus sp. B3 pada percobaan skala rumah kaca dalam menghambat bakteri Ralstonia sp. pada tanaman cabai. Djereng dkk. (2016), melaporkan Bacillus sp. B3 yang diisolasi dari produk CustomBio mampu menghambat Ralstonia sp. secara in vitro. Isolat Ralstonia sp. diisolasi dengan Platting Method menggunakan media selektif Sucrosa Peptone Agar (SPA) kemudian dilakukan uji Postulat Koch dan bakteri yang didapat dilakukan Uji pewarnaan Gram, uji Gula-gula, uji katalase, uji sitrat, dan hasil disesuaikan dengan buku identifikasi bakteri dari Holt et. al. (1994). Rancangan penelitian yang digunakan pada uji skala rumah kaca adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan parameter yang diukur meliputi lebar daun, panjang daun, panjang akar, tinggi batang, dan diameter batang. Data pengukuran dianalisis dengan Analysis of Varian (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Ralstonia sp. berhasil diisolasi dan diidentifikasi dari tanaman cabai dengan gejala layu bakteri. Isolat Bacillus sp. B3 mampu menghambat penyakit layu bakteri pada tanaman cabai dengan penurunan insiden infeksi sebesar ± 100% (100% survive), relatif terhadap kontrol (pot yang diinokulasi dengan patogen saja) pada percobaan skala rumah kaca selama 4 minggu.
HISTOLOGI TESTIS TIKUS (Rattus norvegicus) JANTAN YANG DIBERI TEPUNG DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala Lamk. de Wit) HASIL PERENDAMAN A.A. Istri Mas Padmiswari; Ngurah Intan Wiratmini; I Wayan Kasa
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p07

Abstract

Lamtoro merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yaitu berkisar antara 25-35%. Namun, pemanfaatan lamtoro menjadi terbatas karena mengandung zat antinutrisi seperti mimosin. Kandungan mimosin dapat diturunkan melalui beberapa metode salah satunya adalah melalui perendaman dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian tepung daun lamoro hasil perendaman (TDLP) terhadap histologi testis tikus jantan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat kelompok dengan masing-masing delapan ulangan. Perlakuan berupa pemberian tepung daun lamtoro hasil perendaman yang dicampur dengan pelet komersial dengan aras 100% pakan komersial (tanpa TDLP) sebagai kontrol (P0), 92,5% pakan komersial + 7,5% TDLP sebagai perlakuan 1 (P1), 85% pakan komersial + 15% TDLP sebagai perlakuan 2 (P2) dan 77,5% pakan komersial + 22,5% TDLP sebagai perlakuan 3 (P3). Perlakuan diberikan pada tikus jantan selama 30 hari. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah sel spermatogenik. Data hasil penelitian diolah menggunakan program statistik komputer (SPSS 16.0 for Windows) dengan menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan TDLP dalam ransum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah sel spermatogenik. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan TDLP hingga aras 22,5% tidak menurunkan jumlah sel spermatogenik.

Page 2 of 2 | Total Record : 20