cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
METAMORFOSA Journal of Biological Sciences
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025697     EISSN : 26558122     DOI : -
METAMORFOSA is an electronic scientific journal published periodically by the Master of Biology Udayana University, which includes scientific works in the field of Biology.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2020)" : 18 Documents clear
Elusidasi Awal Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Ketapang (Terminalia Catappa L.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus Aureus ATCC25923 Penyebab Gingivitis Putu Pande Purwaningsih; Ida Bagus Darmayasa; Ni Putu Adriani Astiti
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2020.v07.i01.p08

Abstract

The leaf of “Ketapang” (Terminalia catappa L.) can be used as traditional medicine. The use of natural material is generally considered to be safer and has less side effect as compared to the use of modern medicine. This study aims at analysing the early elucidation of resistor property of the ethanol extract of the “ketapang” leaf against the growth of Staphylococcus aureus ATCC25923 as the cause of gingivitis, and to identify the active compound contained in the “ketapang” leaf. This study uses Complete Random Design (RAL) with 7 treatments of the extract concentration of “ketapang” leaf namely concentration of 1%, 2%,3%, 4%, 5%, positive control (chlorexidine) and negative control (ethanol). The discovery of the resistor efficacy of “ketapang” leaf extract against S. aureus bacteria using Kirby Beuer method has been indicated by the development of clear zone as the result of the application of anti-bacteria compound which is diffused in bacteria growth media. The finding of the study shows that the higher the concentration of the extract (5%), the wider the development of the zone of the resistor area. The effectiveness value of the anti-bacteria of “ketapang” leaf extract is not better than the antiseptic being tested. The result of profile test of phytochemical test shows that the extract of “ketapang” leaf contains tannin, saponin, terpenoid and flavonoid. The result of GC-MS test, it has been identified five compounds being contained in fraction IV namely Alpha Terpinolene, Cyclohexanol 5-methyl, Hexadecanoic acid, Octadecanoic acid, 1.2Benzenedicarboxylic acid. five active compounds that we found have the potentials of functioning as anti-bacteria.
Perubahan Golongan Darah Dan Identifikasi Bakteri Yang Berperan Dalam Merubah Golongan Darah Bagas Susilo; I Ketut Junitha; Yan Ramona
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2020.v07.i01.p13

Abstract

Blood is one of the most important component of human body. In a case of crime, blood found at the site can be used as an evidence to track back the victim or the person who did such criminal. The main objective of this research were to investigate the time needed for the convertion of blood types and to identify bacterial species with capability to convert blood types. This research was conducted at Forensic Laboratory and Microbiology Laboratory, Faculty of Mathematics and Science, Udayana University. The methods used for detection of blood types and identification of Bacterias were elution method and vitex method, respectively. The results showed that blood type A on iron surface and ceramic media was changed into fake O type on day 25, while blood types of B and AB on ironic media were converted into fake type of O after 30 days of exposure. Two species bacteria (Rhizobium radiobacter and Serratia ficaria) with ability to convert blood type were identified in this research. Key Word: Rhizobium radiobacter, Serratia ficaria, changes of blood types
Pemantauan Jenis Burung Pemangsa Pada Migrasi Arus Datang Di Gunung Sega, Karangasem Bali Santi Ayuning Tyas; L.P.E.K Yuni; F.X Sudaryanto
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2020.v07.i01.p02

Abstract

Fenomena migrasi burung pemangsa merupakan fenomena yang terjadi dua kali setiap tahun, yaitu migrasi musim gugur (autumn migration) dan migrasi musim semi (spring migration). Di Indonesia, migrasi musim gugur dikenal juga dengan istilah migrasi arus datang, sedangkan migrasi musim semi dikenal dengan istilah migrasi arus balik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis burung pemangsa yang melintas di Gunung Sega, Karangasem Bali pada migrasi arus datang tahun 2018. Penelitian dilakukan pada tanggal 1 Oktober – 30 November 2018 di Gunung Sega Karangasem Bali dengan menggunakan metode dari Hume (1993). Jenis burung pemangsa yang tercatat adalah 7 jenis, yang terdiri dari 5 jenis migran dan 2 jenis penetap. Jenis migran yaitu elang-alap cina (Accipiter soloensis), elang-alap nipon (Accipiter gularis), elang sikep madu asia (Pernis ptilorhynchus), alap-alap kawah (Falco perigrinus) dan elang ular jari pendek (Circaetus gallicus). Burung pemangsa jenis penetap yang tercatat yaitu elang ular bido (Spilornis cheela) dan alap-alap sapi (Falco moluccensis). Kata kunci: Accipiter, burung pemangsa, Gunung Sega, migrasi
Angka Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Dan Faktor Risiko Yang Berkaitan Di Rskia Sadewa Sleman Mohammad Komarudin; Sekarayu Maharani; Nurul Nabawiyati Nurul Makiyah
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2020.v07.i01.p17

Abstract

INTISARI Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) adalah salah satu kejadian yang membuat angka kematian bayi meningkat di Indonesia. BBLR dapat berisiko bayi mengalami komplikasi beberapa penyakit, kecacatan dan bahkan gangguan tumbuh kembang. Angka BBLR di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai tingkat 10% pada tahun 2013 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kejadian BBLR dan mengetahui faktor risiko apa saja yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSKIA Sadewa pada tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif berdasarkan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 1200 terdiri dari semua bayi BBLR dan bayi normal yang ada di RSKIA Sadewa Sleman pada tahun 2016 di periode bulan Januari 2016 sampai Desember 2016. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medis untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dan dilakukan analisis korelasi dengan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan 319 BBLR dari 1200 bayi yang dilahirkan di RSKIA Sleman. Ada faktor risiko yang memiliki hubungan signifikan (p < 0,05) dengan kejadian BBLR yaitu umur Ibu, umur kehamilan Ibu, paritas, pekerjaan ibu, dan kontrol kehamilan (ANC). Didapatkan juga tingkat keeratan hubungan dari faktor yang memiliki hubungan yaitu umur ibu (r = 0,373), umur kehamilan ibu (r = 0,416), paritas (r = 0,114), pekerjaan ibu (r = 0,112), dan kontrol kehamilan (ANC) (r = 0,079). Berdasarkan hasil yang diperoleh didapatkan bahwa faktor umur kehamilan ibu adalah faktor yang memiliki tingkat keeratan hubungan tertinggi terhadap kejadian BBLR dengan nilai keeratan yang sedang (r= 0,416). Disimpulkan bahwa angka kejadian BBLR sebesar 319 dari 1200 kelahiran di RSKIA Sadewa Sleman DIY. Umur ibu, umur kehamilan ibu, paritas, pekerjaan ibu, dan kontrol kehamilan (ANC) memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian BBLR dan umur kehamilan menjadi faktor yang memiliki hubungan paling erat. Kata Kunci: BBLR, Umur Ibu, Umur Kehamilan Ibu, Paritas, Pekerjaan Ibu, Kontrol Kehamilan (ANC).
Pengaruh Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L.), Air Kelapa (Cocos nucifera L.), Dan Metode Skarifikasi Terhadap Pertumbuhan Cendana (Santalum album L.) Barnadus Nggahu Lindi Djawa; Ni Luh Arpiwi; Sang Ketut Sudirga
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2020.v07.i01.p09

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang merah, air kelapa dan skarifikasi terhadap pertumbuhan cendana. Manfaat dari penilitian ini untuk menjawab permasalahan pembudidyaan tanaman cendana di Pulau Sumba. Penelitian ini mengunakan rancangan acak lengkap dengan enam perlakuan dan tiga kali ulangan pada masing-masing unit percobaan. Parameter yang diukur dalam penelitian ini persentase bibit tumbuh, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, dan lebar daun. Analisis data mengunakan ANOVA dengan taraf uji 5% bila terdapat beda nyata pada salah satu faktor dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5% menggunakan analisis statistik SPSS. Hasil penelitian menujukkan perlakuan ekstrak bawang merah dan metode skarifikasi memberikan hasil yang paling tinggi persentase bibit tumbuh sebesar 70%. Perlakuan kombinasi skarifikasi dengan air kelapa muda memberikan hasil yang paling tinggi terhadap pertumbuhan tanaman cendana. Untuk itu penulis merekomendasikan kepada petani cendana menggunakan ekstrak bawang merah atau skarifikasi untuk meningkatkan persentase bibit tumbuh sedangkan untuk memacu pertubuhan tanaman cendana menggunakan kombinasi skarifikasi dengan air kelapa muda. Kata kunci: bawang merah, air kelapa, skarifikasi
Karakteristik Dan Viabilitas Serbuk Sari 38 Ragam Tanaman Kamboja (Plumeria spp.) Di Bali I Komang Alit Adi Sanjaya; Eniek Kriswiyanti; Anak Agung Ketut Darmadi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2020.v07.i01.p06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan viabilitas serbuk sari ragam tanaman kamboja (Plumeria spp.) di Bali. Pengamatan karakteristik serbuk sari dengan menggunakan metode asetolisis, sedangkan pengamatan viabilitas serbuk sari dengan metode warna 1 % anilin blue. Pengukuran dilakukan mengunakan mikrometri. Hasil pengamatan terhadap 38 ragam tanaman kamboja menunjukkan adanya variasi panjang aksis polar antara 36,48 ± 4,91 – 57,87 ± 3,89 µm, diameter bidang ekuatorial antara 30,18 ± 4,64 – 55,24 ± 5,52 µm, indeks P/E antara 0,85 ± 0,10 – 1,42 ± 0,13 serta viabilitas serbuk sari sebesar 6,67 – 42,31%. Presentase viabilitas serbuk sari tertinggi dijumpai pada ragam P. alba L. 'Snow White' sebesar 42,31 sedangkan terendah dijumpai pada ragam P. rubra L. 'Red Ajanta'. Berdasarkan indeks P/E serbuk sari tanaman kamboja dapat digolongkan kedalam kelompok subpheroidal hingga prolat. Berdasarkan panjang aksis polar serbuk sari tanaman kamboja dapat digolongkan kedalam kelompok media hingga magna.
Konservasi Air Sebagai Program Green Hotel Pada Hotel Melati Di Kawasan Pariwisata Sanur; Bali Stephanie Felitania Lestari; A.A.G. Raka Dalem; I K Sundra
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2020.v07.i01.p14

Abstract

Sanur merupakan satu dari lima Sustainable Toursim Observatory (STO) dari UNWTO yang terdapat di seluruh Indonesia. Sebagai kawasan pariwisata tertua di Bali dan juga satu-satunya kawasan pariwisata di Kota Denpasar, Kawasan Pariwisata Sanur (KPS) tidak dapat terhindar dari berbagai permasalahan. Hotel melati yang terdapat pada kawasan ini juga menghadapi permasalahan yang sama, salah satunya adalah permasalahan air. Menanggapi hal tersebut, Kementrian Pariwisata Republik Indonesia menghimbau seluruh hotel untuk mengembangkan pariwisata yang ramah lingkungan melalui audit lingkungan yang berdasar pada prinsip-prinsip Green Hotel. Hal tersebut dilakukan agar hotel melakukan berbagai perbaikan untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja implementasi Green Hotel aspek konservasi air pada manajemen hotel melati di KPS. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus hingga Desember 2018 melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, studi literatur, dan pemeriksaan dokumen. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan konservasi air di KPS hanya dilakukan dengan baik oleh 23,077% hotel, sementara itu sebanyak 76,923% belum menerapkannya dengan baik.
Monitoring Proviral DNA Of Jembrana Disease Virus In Bali Cattle Using PCR Ni Putu Eka Krisnayanti; Made Pharmawati; Inna Narayani; Ni Luh Putu Agustini
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2020.v07.i01.p03

Abstract

The development of biotechnology in molecular field make it possible to detect the presence of a disease earlier, faster and more accurately. One of the technique in biotechnology which has been highly developed and often be used in biological and medical research is PCR method. This molecular technique allows to accurately identify the DNA level in presence of a particular disease. This study aims to do monitoring the presence of proviral DNA Jembrana Disease Virus in bali cattle from all regencies in Bali. The blood samples of bali cattle is taken from all regencies in Bali in 2017 as many 170 samples and in 2018 from Buleleng Regency there are 101 samples and form Karangasem Regency 152 samples. DNA is extracted by QIAamp DNA blood mini kit and samples from 2017 is made to 34 pool samples, whereas samples from 2018 is made to 20 pool samples (Buleleng Regency) and 30 pool samples (Karangasem Regency). PCR is conducted by JDV 1 primer and JDV 3 primer in total reaction 25 µL with 35 cycles. PCR is also conducted on positive control and negative control. The result indicate that 34 pool samples of bali cattle from 2017 or 20 pool samples and 30 pool samples from 2018 is not indicate the presence of proviral DNA Jembrana Disease Virus. Keyword: PCR, proviral DNA, Jembrana Disease Virus

Page 2 of 2 | Total Record : 18