cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017" : 11 Documents clear
Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Disiplin Belajar Siswa SMP Negeri 2, SMP Negeri 8 Dan SMP Negeri 17 Banda Aceh Irhamiati Irhamiati; Syaiful Bahri; Nurhasanah Nurhasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

Learning disipline does not grow by itself, the discipline will be easy to grow and develop when arising from inner awareness and the quality of self-control. This study concerns students’ learning discipline influenced by self-control. The purpose of this study is to know the description of self-control, learning discipline and the influence of self-control on students’ learning discipline in SMP Negeri 2, SMP Negeri 8 and SMP Negeri 17 Banda Aceh. This research method is descriptive with quantitative approach. The population in this study consists of 1212 students, while the sample of the study consists of 295 students. The data collection technique is using questionnaire. The data analysis technique is quantitative descriptive analysis by using linear regression test. Referring to the purpose of research which is to know the description of self-control, learning discipline and the influence of self-control on student learning discipline in SMP Negeri 2, SMP Negeri 8 And SMP Negeri 17 Banda Aceh, the results obtained indicate that self-control and learning discipline are in the moderate category of 43.7% and 37.6%. The result of regression coefficient analysis is 0,690 with p 0,05, while Fcount 265,668 bigger than Ftable is 3,89. The results are interpreted that there is a significant influence of self-control on the learning discipline with the coefficient of determination (R2) of 0.476 (47.6%). It indicates that self-control can affect the discipline of learning by 47.6%. Besides, the results of linear regression test are that when the level of self-control increased, then the discipline of learning rose by 1.121. The increase of learning discipline shows a significant influence of self-control. Therefore, it can be concluded that the higher the prediction on self-control, the higher the discipline of learning in the students of SMP Negeri in Banda Aceh.Keywords: Self-control, Learning discpilineABSTRAKDisiplin belajar tidak tumbuh dengan sendirinya dalam diri seseorang, disiplin akan mudah tumbuh dan berkembang bila timbul dari kesadaran dalam diri serta adanya kualitas pengendalian diri. Penelitian ini mengenai disiplin belajar siswa yang dipengaruhi oleh kontrol diri. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui gambaran kontrol diri, gambaran disiplin belajar dan pengaruh kontrol diri terhadap disiplin belajar siswa di SMP Negeri 2, SMP Negeri 8 Dan SMP Negeri 17 Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1.127 siswa, sedangkan sampel penelitian berjumlah 295 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan angket. Teknik analisis data yaitu analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan uji regresi linear. Merujuk pada tujuan penelitian yaitu mengetahui gambaran kontrol diri, gambaran disiplin belajar dan pengaruh kontrol diri terhadap disiplin belajar siswa di SMP Negeri 2, SMP Negeri 8  Dan SMP Negeri 17 Banda Aceh, maka hasil penelitian yang diperoleh menggambarkan bahwa kontrol diri dan disiplin belajar masing-masing berada pada kategori sedang yaitu 43,7% dan 37,6%. Hasil analisis koefisien regresi sebesar 0,690 dengan p0,05, sedangkan Fhitung 265,668 lebih besar daripada Ftabel yaitu 3,89. Hasil tersebut dimaknai terdapat pengaruh yang signifikan kontrol diri terhadap disiplin belajar dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,476 (47,6%). Hal ini menunjukkan bahwa kontrol diri dapat mempengaruhi disiplin belajar sebesar 47,6%. Sedangkan hasil uji regresi linear yaitu setiap kenaikan satu tingkat kontrol diri, maka disiplin belajar naik sebesar 1,121. Kenaikan disiplin belajar menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari kontrol diri. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi prediksi pada kontrol diri, maka semakin tinggi disiplin belajar pada siswa SMP Negeri di Banda Aceh. Kata kunci: Kontrol diri, Disiplin belajar
Pengaruh gaya kelekatan orang tua-anak terhadap penyesuaian sosial siswa SMPN 18 Banda Aceh Suci Rahmadyanti; Martunis Yahya; M. Husen
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

This study was talking about the social adjustment of students who are affected by parent-child attachment. A good relationship between parent-child, will assist children in adapting himself with the social environment. The purpose of this study is to determine the effect of parent-child attachment style to the social adjustment of students in junior high school 18 Banda Aceh. This research method is descriptive with quantitative approach. The population of this study  numbered 420 students, while 204 students are the study’s sample. The data collection technique was a questionnaire. Data analysis techniques to find out   the representation of the two variables: quantitative descriptive analysis, while the formula used to see the effect of the coefficient of determination (R2). The result of this  research  determined that most parent-child attachment style and social adjustment of each middle category is 72.5% and 67.2%. The determination coefficient of analysis result (R2) is 29%, while 71% are influenced by other factors.Keywords: Parent-Child Attachment, social adjustmentABSTRAKHubungan yang baik antara orangtua-anak, akan membantu anak dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sosial. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh gaya kelekatan orangtua-anak terhadap penyesuaian sosial siswa di SMP negeri 18 Banda Aceh. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini berjumlah 420 siswa,  sedangkan sampel penelitian 204 siswa. Teknik pengumpulan data adalah angket. Teknik analisis data untuk melihat gambaran kedua variabel yaitu analisis deskriptif kuantitatif, sedangkan untuk melihat pengaruh digunakan rumus koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian mengambarkan bahwa sebagian besar gaya kelekatan orangtua-anak dan penyesuaian sosial masing-masing berada pada kategori sedang yaitu 72,5% dan 67,2%. Hasil analisis koefisien determinasi (R2) sebesar 29%, Sedangkan 71% dipengaruhi oleh faktor lainnya.Kata kunci: Kelekatan orangtua-anak, Penyesuaian sosial
Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Kematangan Karir Siswa SMAN Banda Aceh Dika Fadhila; Dahliana Abd.; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

Self-efficacy is believed to contribute to student career maturity. This research uses descriptive method with a quantitative approach to prove this. The study aimed to find out the picture of self-efficacy and career maturity in students of State High Schools in Banda Aceh and to determine the effect of self-efficacy on career maturity on students of State High Schools in Banda Aceh. The study population amounted to 1,076 students taking samples using cluster random sampling to obtain a sample of 292 students. Data collection used was two psychological scales. The results of descriptive analysis illustrate that students in State High School in Banda Aceh have self-efficacy and have career maturity in the medium category, namely (34.2%) and (41.4%). The results of simple regression analysis of self-efficacy towards career maturity produce a regression coefficient (R) of 0.330 with p 0.05 while the F_count is 5.337 F table of 3.89, then the determination index (R ^ 2) is (0.109) or (10.90% ) means that self-efficacy has an effect on career maturity in state high school students in Banda Aceh by 10.90%.Keywords: Self-Efficacy, Career Maturity, High School StudentsABSTRAKEfikasi diri diyakini memberikan kontribusi terhadap kematangan karir siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk membuktikan hal ini. Penelitian ditujukan untuk mengetahui gambaran efikasi diri dan kematangan karir pada siswa SMA Negeri di Banda Aceh serta untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap kematangan karir pada siswa SMA Negeri di Banda Aceh. Populasi penelitian berjumlah 1.076 siswa pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 292 siswa. Pengumpulan data menggunakan skala psikologis berskala 4. Hasil analisis deskriptif menggambarkan bahwa siswa SMA Negeri di Banda Aceh memiliki efikasi diri dan memiliki kematangan karir pada kategori sedang yaitu (34,2%) dan (41,4%). Hasil analisis regresi sederhana efikasi diri terhadap kematangan karir menghasilkan koefisien regresi (R) sebesar 0,330 dengan p 0,05 sedangkan nilai F_hitung 5,337 F_tabel  3,89 selanjutnya indeks determinasi (R^2) sebesar (0,109) atau (10,90%) artinya efikasi diri memberikan pengaruh terhadap kematangan karir pada siswa SMA Negeri di Banda Aceh sebesar 10,90%. Kata kunci: Efikasi Diri, Kematangan Karir, Siswa SMA
Penerapan Teknik Modeling Simbolik Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Di MTsN Model Banda Aceh Yuwinda Ardila; Said Nurdin; Nurhasanah Nurhasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

ABSTRACT The study entitled "Implementation of Symbolic Modeling Techniques to Improve Social Skills Students in MTsN Model Banda Aceh" was intended to determine the success of symbolic modeling techniques in improving social skills in students. The study was a pre-experiment conducted in MTsN Model Banda Aceh with the one group pretest-posttest design. Samples involved in this study were 15 students taken from 34 students by using purposive sampling technique. Experiments were performed as many as 9 meetings. Data collected using a four point social skills rating scale and behavior observation. Data analysis technique utilized was Z-score sign-test statistics for quantitative data and qualitative analysis for data collected through observation. Results of quantitative data analysis showed that the obtained Z is 3.87, bigger than Z critics 1.96 at significance level 0.05, then the test hypothesis (Ha) was accepted. The results of qualitative data analysis showed that changes in the behavior of social skills in students gradually as well as their courage in the students to combat all forms of behavior experienced low social skills. It can be concluded that the symbolic modeling techniques can improve the social skills of students. Keywords: Symbolic Modeling Techniques, Social Skills  ABSTRAK Penelitian berjudul “Penerapan Teknik Modeling Simbolik untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa di MTsN Model Banda Aceh” ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan teknik modeling simbolik dalam meningkatkan keterampilan sosial pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen yang dilaksanakan di MTsN Model Banda Aceh dengan desain penelitian one group pretest-posttest. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini adalah 15 peserta didik yang diambil dari 34 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Eksperimen dilakukan sebanyak 9 kali pertemuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala keterampilan sosial yang terdiri dari 4 skala. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis kuantitatif berupa statistik sign-test dengan sampel besar menggunakan rumus Z-score dan analisis kualitatif berupa observasi. Hasil analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa harga Zhitung Ztabel yaitu 3.87 1.96 pada taraf signifikan 0.05, maka pengujian hipotesis dalam penelitian ini Ha diterima. Hasil analisis data kualitatif menunjukan bahwa adanya perubahan perilaku keterampilan sosial pada siswa secara bertahap serta adanya keberanian pada siswa untuk melawan segala bentuk perilaku keterampilan sosial rendah yang dialami. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik modeling simbolik dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa. Kata kunci: Teknik Modeling Simbolik, Keterampilan Sosial
Layanan peminatan kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 17 Banda Aceh Mariana Mariana; M. Husen; Said Nurdin
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

This study aims to determine the implementation of specialization services on extracurricular activities in SMP Negeri 17 Banda Aceh. This research used desciptive qualitative approach. The subjects of this study were guidance teachers, OSIS supervisors, teachers, deputy principal of student affairs and each student representative who participated in extracurricular activities. The object of research was the implementation of specialization services on extracurricular activities. Data collection used was observation and interview. The results of the study indicate that the specialization of school service activities are data collection, specialization information, identification and determination of specialization, adjustment and monitoring / follow up. Data collection of students viewed from the achievements of students, the value of the UN seen from the highest score on each subject listed on student report cards, ideals and parental support. Furthermore, the BK teacher provides special information about extracurricular activities and secondary school. Step identification and determination of student interest has been done by teachers BK yet not maximal for the lack of special tools in the identification and determination of interest, the way that has been used only by conducting interviews. The types of extracurricular activities include mandatory extracurricular activities such as scouts, and selected activities that are of interest to students such as volleyball, soccer, art galleries, drum bands, Olympics and the Youth Red Cross (PMR). Obstacles found in the implementation of extracurricular activities that lack of facilities and infrastructure, school funds and lack of supervisors of each extracurricular activity. Keywords: service specialization, extracurricular activities ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi layanan peminatan terhadap kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 17 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru BK, pembina Osis, guru bidang studi, wakil kesiswaan dan masing-masing perwakilan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Sedangkan objek penelitian adalah implementasi layanan peminatan terhadap kegiatan ekstrakurikuler. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah layanan peminatan yang dilakukan yaitu pengumpulan data, informasi peminatan, identifikasi dan penetapan peminatan, penyesuaian dan monitoring/tindak lanjut. Pengumpulan data siswa dilihat dari prestasi yang pernah diraih siswa, nilai UN yang dilihat dari nilai tertinggi pada setiap mata pelajaran yang tercantum pada raport siswa, cita-cita dan dukungan orang tua. Selanjutnya guru BK memberikan informasi peminatan tentang kegiatan ekstrakurikuler dan sekolah lanjutan. Langkah identifikasi dan penetapan minat siswa sudah dilakukan oleh guru BK namun belum maksimal karena tidak adanya alat khusus dalam identifikasi dan penetapan minat, cara yang selama ini dipakai hanya dengan melakukan wawancara. Adapun jenis-jenis kegiatan ekstrakurikuler antara lain kegiatan ekstrakurikuler wajib yaitu pramuka, dan kegiatan pilihan yang menjadi minat siswa seperti bola voli, sepak bola, sanggar seni, drum band, olimpiade, dan PMR (Palang merah remaja). Kendala yang ditemukan pada pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yaitu kurangnya sarana dan prasarana, dana sekolah dan kurangnya tenaga pembimbing masing-masing kegiatan ekstrakurikuler.Kata kunci: layanan peminatan, Kegiatan ekstrakurikuler
Pelaksanaan Layanan Peminatan dalam Implementasi Kurikulum 2013 Auliani Putri; Said Nurdin; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

Specialization service is one of the services aimed at developing the potential and career of students. This study aimed to describe the implementation of specialization services in schools, especially in the three schools that have certified guidance teachers. This research was conducted using qualitative descriptive method. The data collected by interview and analyzed by qualitative method i.e. data reduction, presentation, and conclusions drawing. The results showed that guidance teachers had followed the procedure in implementing the specialization services. In this process only a few students experience problems in grouping subjects. Selection for group subject placement is carried out systematically by the school and also involves parties outside the school, namely psychologists. Schools also carry out cross-interest programs. This specialization service is very focused on the placement of subject groups conducted in the first grade.Keywords: specialization services, Highschool students, the 2013th national curriculum, certified guidance teachersABSTRAKLayanan peminatan merupakan salah satu layanan yang ditujukan untuk pengembangan potensi serta karir peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan layanan peminatan di sekolah, khususnya pada tiga sekolah yang memiliki guru BK yang telah mendapatkan sertifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara konselor di sekolah. Analisis data dalam penelitian ini dengan reduksi data, penyajian data, dan menarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pelaksanaan layanan peminatan bagi siswa baru yang akan menempati beberapa kelompok mata pelajaran peminatan telah dilaksanakan sesuai prosedur. Dalam proses ini hanya sedikit siswa yang mengalami masalah dalam pengelompokan mata pelajaran. Hal ini dikarenakan siswa mengikuti semua langkah dan prosedur yang telah ditetapkan oleh sekolah. Penyeleksian untuk penempatan kelompok mata pelajaran dilakukan secara sistematis oleh sekolah dan juga melibatkan pihak di luar sekolah yaitu psikolog. Sekolah juga melaksanakan program lintas minat. Layanan peminatan ini sangat terfokus kepada penempatan kelompok mata pelajaran yang dilakukan pada kelas satu.  Kata kunci: layanan peminatan, siswa SMA, kurikulum 2013, Guru BK tersertifikasi
Kebiasaan Belajar Siswa Etnis Tionghoa Di SMA Methodist Banda Aceh Diantifani Harlianda; Dahliana Abdullah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

ABSTRACT Students should have good study habits in order to obtain optimal learning outcomes and achievements. This study aims to describe the study habits of ethnic Chinese students in Methodist SMA Banda Aceh. This research is a descriptive research with qualitative and quantitative approach, or commonly called mixed methods. The population in this study was students of class X, XI and XII who ethnic Chinese in SMA Methodist Banda Aceh amounted to 93 students. The sampling technique used is total sampling. Data collection was done by distributing questionnaires and interviews. Data of research result is processed and analyzed by using percentage and qualitative analysis. Descriptive analysis results show that most (76.3%) students of Chinese ethnic have study habit which is in good category. From the interview result, it is known that the Chinese students have good study habit in the form of getting used to always finish the task punctually, discipline in learning, school promt attendance, prepare 2-3 days to face the exam, get used to using mind technique mapping (concept maps) and colorful pens in writing, get used to repeating lessons to make it easier to remember or memorize, make use of all the facilities provided by parents such as laptop, books, wifi, private tutor or learning in the place of les and take advantage of everything school learning facilities such as libraries, computer labs, language labs, chemistry labs, BEAMS (Board English Association of Methodist Students) rooms and other facilities.Keywords: Study habits, Chinese studentsABSTRAKPelajar sudah seharusnya memiliki kebiasaan belajar yang baik agar dapat memperoleh hasil belajar maupun prestasi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kebiasaan belajar siswa etnis Tionghoa di SMA Methodist Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X, XI dan XII yang beretnis Tionghoa di SMA Methodist Banda Aceh berjumlah 93 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket dan wawancara. Data hasil penelitian diolah dan dianalisis dengan menggunakan persentase dan analisa kualitatif. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa sebagian besar (76.3%) siswa etnis Tionghoa memiliki kebiasaan belajar yang berada pada kategori baik. Dari hasil wawancara diketahui bahwa siswa etnis Tionghoa memiliki kebiasaan belajar yang baik berupa membiasakan diri selalu menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, disiplin dalam belajar, selalu datang kesekolah dengan tepat waktu, mempersiapkan diri belajar 2-3 hari untuk menghadapi ujian, membiasakan diri menggunakan teknik mind mapping (peta konsep) serta pulpen warna-warni dalam menulis, membiasakan diri mengulang-ngulang pelajaran untuk memudahkan mengingat atau menghafal, memanfaatkan segala fasilitas belajar yang disediakan orang tua seperti laptop, buku, wifi, guru privat maupun belajar di tempat les serta memanfaat segala fasilitas belajar di sekolah seperti, perpustakaan, lab komputer, lab bahasa, lab kimia, ruang BEAMS (Board English Association of Methodist Students) dan fasilitas yang lainnya.Kata kunci: kebiasaan belajar, etnis tionghoa
Analisis penggunaan media internet di kalangan siswa SMA Negeri 6 Banda Aceh dalam kaitannya dengan perilaku belajar Riski Effendi; Nurhasanah Nurhasanah; Bahrun Bahrun
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

The internet utilization has a relation in changes of person's behavior which can be positive or negative. If the internet is used to support student in learning activities, it will affect the learning behavior anyway. The purpose of this research to find out internet media utilization to students of Senior High School 6 in Banda Aceh and the relationship between internet media utilization with learning behavior of students, using a qualitative approach. The subjects of this research are 6 students from class XI, while the object of this research is internet media utilization in relation with learning behavior. The data collection used was interview. The results of data analysis showed that internet media utilization on students including frequency of use (everyday), duration of use (2-16 hours per day) and the materials studied (academic/non-academic). The internet media utilization is closely related to students learning behavior. The intense of internet utilization can lead to addiction which effects on achievement and patterns of student learning behavior. If students are wise and smart in using the internet and clever in set the time, it will bring a good influence on the desire and behavior in learning. The students are interested to learn because through the internet they can get knowledge and extensive insight. That is shown by students behavior asking in learning process that consists of concentrating on the subject matter, take notes, ask for an explanation or asking, fulfillment of learning obligations or task and positioning of sitting in the classroom. Then, the behavior when an exam is a lot of studying before the exam and learning behavior at home.Keywords: Utilization, Internet Media, Learning Behavior of StudentsABSTRAKPenggunaan internet berkaitan dengan perubahan perilaku seseorang yang bisa menjadi positif dan juga negatif. Jika internet digunakan untuk mendukung aktivitas pembelajaran siswa, maka akan mempengaruhi perilaku belajarnya pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media internet pada siswa SMA Negeri 6 Banda Aceh dan kaitan antara penggunaan media internet dengan perilaku belajar siswa, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian siswa kelas XI sebanyak 6 orang, sedangkan objek penelitian adalah penggunaan media internet dalam kaitannya dengan perilaku belajar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penggunaan media internet pada siswa meliputi frekuensi penggunaan (setiap hari), lama penggunaan (2-16 jam perhari) dan materi yang dikaji (akademik/non akademik). Penggunaan media internet berkaitan erat dengan perilaku belajar siswa. Intensnya penggunaan internet dapat menyebabkan kecanduan yang berdampak pada prestasi dan pola perilaku belajar siswa. Jika siswa bijak dan cerdas dalam menggunakan internet serta pandai membagi waktu, maka akan membawa pengaruh yang baik terhadap keinginan serta perilakunya dalam belajar. Siswa jadi tertarik belajar karena melalui internet bisa mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang luas. Hal tersebut ditunjukkan melalui perilaku siswa mengikuti proses pembelajaran yang terdiri dari memusatkan perhatian pada materi pelajaran, membuat catatan, meminta penjelasan atau bertanya, pemenuhan kewajiban belajar atau tugas dan penempatan posisi duduk di kelas. Kemudian perilaku saat menghadapi ujian yaitu banyak belajar sebelum ujian dan perilaku belajar di rumah.Kata kunci: Penggunaan, Media Internet, Perilaku Belajar Siswa
Penilaian Mahasiswa PPL Terhadap Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok Oleh Guru BK Eka Dewi Sari; Said Nurdin; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

ABSTRACT Assessment was an inseparable part in daily life either in education, career, society and so forth. The research entitled “Internship Students’ Assessment towards the Implementation of Group Guidance Service by Guidance and Counseling Teacher” aimed to describe the internship students’ assessment towards the guidance group service conducted by the guidance and counseling teacher who was their internship supervisor. Assessment was conducted on group guidance activities conducted by the teachers so that it could be a model for students who conducted the Internship Program (PPL). The research approach was descriptive qualitative. The subjects were 6 PPL students of guidance and counseling. The data collection technique about the instrument aspects used standard instruments based on book 3 of Educational Curriculum and Professional Teacher Training (PLPG), page 28. To support a concrete data, it used interview technique based on the observation result and the measurement of PPL students of guidance and counseling. Based on the data analysis, the assessment conducted towards the guidance group service implemented by BK teacher was categorized as good appropriately. It showed that the BK supervisor teacher could be a role-model for the students who performed PPL at school.Keywords: Student assessment, group guidance implementation. ABSTRAKPenilaian adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari baik dalam pendidikan, dalam dunia kerja, dalam masyarakat dan sebagainya. Penelitian yang berjudul “Penilaian Mahasiswa PPL Terhadap Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok Oleh Guru BK” ini bertujuan untuk menggambarkan penilaian mahasiswa PPL terhadap layanan bimbingan kelompok yang dilakukan oleh guru BK yang menjadi pamong bagi mahasiswa praktikan. Penilaian dilakukan terhadap kegiatan bimbingan kelompok yang dilakukan oleh guru BK sehingga dapat menjadi model bagi mahasiswa yang melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa PPL BK yang berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data tentang aspek-aspek yang dinilai menggunakan instrumen baku berdasarkan Buku 3 Rambu-Rambu Pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesional Guru (PLPG), halaman 28. Serta menggunakan teknik wawancara untuk mendukung data yang lebih konkrit yaitu berdasarkan hasil observasi dan pengamatan mahasiswa PPL BK. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa penilaian mahasiswa PPL terhadap pelaksanaan layanan bimbingan kelompok yang dilakukan oleh guru BK, ditemukan bahwa guru BK melakukan layanan bimbingan kelompok dapat dikategorikan baik sesuai dengan tahap-tahapnya. Dengan demikian sebagai guru pamong BK bagi mahasiswa PPL BK dapat dijadikan model bagi mahasiswa dalam pelaksanaan PPL di sekolah. Kata kunci: Penilaian mahasiswa PPL, pelaksanaan layanan bimbingan kelompok
Pelaksanaan teknik asertif untuk meningkatkan perilaku asertif siswa si SMP Negeri 2 Banda Aceh Aulia Khairani; Martunis Yahya; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

counseling services in schools. Assertive is a individual ability to express his thoughts and feelings both positive and negative as well as maintain its rights in a polite way without hurting others. Selection of counseling techniques to improve assertive behavior in this study are assertive techniques. The aims of the study is to describe assertive behavior of students before and after being given assertiveness techniques and to determine the influence of assertive techniques in improving assertive behavior in students. The population in this study were 50 students in Junior High School 2 Banda Aceh recommended by teachers BK whereby it has a low assertive behavior, while the sample is 10 students were selected by purposive sampling. The method used is descriptive quantitative approach and the type of pre-experimental study one group pre-post test design. Collecting data using the questionnaire in the form of Likert scale. Data were analyzed using paired-sample sign test. It can be concluded that the students before being given assertiveness techniques obtained average value 115.3, assertive behavior after being given assertiveness techniques obtained average nilah 137.5 and increased scores gained an average of 22.2. It can be concluded that the technique can improve students’ assertive behavior that have been given treatment. It can be seen through the changes that occur in students, such as students become more confident, able to express his thoughts and feelings, and able to defend its rights.Keywords: Assertive Behavior, Assertive TechniquesABSTRAKPerilaku asertif sangat dibutuhkan dalam kehidupan sosial siswa, karena itu perlu dikembangkan melalui layanan konseling di sekolah. Asertif merupakan kemampuan individu mengungkapkan pikiran dan perasaannya baik yang positif maupun negatif serta mempertahankan hak yang dimilikinya dengan cara yang sopan tanpa menyakiti orang lain. Pemilihan teknik konseling untuk meningkatkan perilaku asertif dalam penelitian ini yaitu teknik asertif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku asertif siswa sebelum dan setelah diberikan teknik asertif dan untuk mengetahui pengaruh teknik asertif dalam meningkatkan perilaku asertif pada siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 orang siswa di SMP Negeri 2 Banda Aceh yang direkomendasikan oleh guru BK memiliki perilaku asertif rendah, sedangkan sampelnya adalah 10 orang siswa yang dipilih secara purposive sampling. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dan jenis penelitian pra-eksperimen one group pre-post test design. Pengumpulan data menggunakan angket dalam bentuk skala Likert. Teknik analisis data menggunakan paired sample sign-test. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa sebelum diberikan teknik asertif memperoleh nilai rata-rata 115,3, perilaku asertif setelah diberikan teknik asertif memperoleh nilah rata-rata 137,5 dan peningkatan skor diperoleh rata-rata sebanyak 22,2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik asertif dapat meningkatkan perilaku asertif pada siswa yang diberikan treatment. Hal ini dapat dilihat melalui perubahan yang terjadi pada siswa, seperti siswa menjadi lebih percaya diri, mampu mengemukakan pikiran dan perasaannya, serta mampu mempertahankan hak yang dimilikinya.Kata kunci: Perilaku Asertif, Teknik Asertif

Page 1 of 2 | Total Record : 11