cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019" : 23 Documents clear
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERGAULAN BEBAS PADA REMAJA DI KOTA BANDA ACEH Hafri Khaidir Anwar; Martunis Martunis; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Free association is an increasingly alarming case, especially for adolescents who have been entangled with deviant behaviors that are not in accordance with religious values / norms, customs and rules that apply in society. This study aims to determine the causes of the occurrence of promiscuity in the city of Banda Aceh. This research includes descriptive research using a qualitative approach. The subjects of this study were teenagers in the Banda Aceh City area. Data collection techniques are interviews. While the data analysis technique is done in three steps, namely data reduction, data display and verification. The results of the study show that matters related to free association conducted by young people in Banda Aceh City include (1) coming home / late at night; (2) Associating with the opposite sex without any limitations; (3) Bullying; (4) Misuse of the internet, namely accessing pornographic content; (5) Looks not in accordance with age; (6) Violating school rules, namely skipping school, not doing homework / school assignments, not attending teaching and learning activities at certain learning hours, and not attending ceremonies. The causes of the occurrence of promiscuity in adolescents are; (1) Low self control; (2) Low self-awareness of adolescents about the dangers of promiscuity; (3) Religious values tend to be lacking; (4) Poor lifestyle; (5) Low level of family education; (6) Poor harmonious family environment; (7) Lack of attention from parents; (8) Peer influence; and (9) Effects of the Internet.Keywords: Causes, promiscuity, adolescence  Abstrak: Pergaulan bebas merupakan suatu kasus yang semakin mengkhawatirkan terutama bagi remaja yang telah terjerat dengan perilaku-perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan nilai/norma agama, adat istiadat serta kaidah-kaidah yang berlaku di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas di Kota Banda Aceh. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah para remaja dalam wilayah Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data adalah wawancara. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan tiga langkah, yaitu reduksi data, display data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal-hal terkait pergaulan bebas yang dilakukan remaja Kota Banda Aceh meliputi (1) Keluar/pulang ke rumah larut malam; (2) Bergaul dengan lawan jenis tanpa adanya batasan; (3) Bullying; (4) Penyalahgunaan internet yakni mengakses konten pornografi; (5) Berpenampilan tidak sesuai dengan umur; (6) Melanggar aturan sekolah yakni bolos sekolah, tidak mengerjakan PR/tugas sekolah, tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar pada jam pembelajaran tertentu, dan tidak mengikuti upacara. Adapun faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas pada remaja yaitu ; (1) Rendahnya kontrol diri; (2) Rendahnya kesadaran diri remaja terhadap bahaya pergaulan bebas; (3) Nilai-nilai keagamaan cenderung kurang; (4) Gaya hidup yang kurang baik; (5) Rendahnya taraf pendidikan keluarga; (6) Keadaan lingkungan keluarga yang kurang harmonis; (7) Minimnya perhatian orang tua; (8) Pengaruh teman sebaya; dan (9) Pengaruh Internet.Kata Kunci : Faktor Penyebab, Pergaulan Bebas, Remaja.
MOTIVASI PERILAKU PROSOSIAL PADA RELAWAN KOMUNITAS TAMAN EDUKASI PEMULUNG DI KAMPUNG JAWA KOTA BANDA ACEH Sarah Fhonna; Said Nurdin; Martunis Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku prososial adalah segala perilaku menolong orang lain tanpa mengharapkan imbalan, meskipun beresiko bagi si penolong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi perilaku prososial pada relawan Komunitas Taman Edukasi Pemulung serta faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku prososial. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian berjumlah empat orang relawan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah relawan memiliki motivasi intrinsik yang dominan yaitu keinginan dari hati nurani sendiri untuk membantu adik-adik pemulung dalam belajar, melihat antusias mereka untuk belajar dan menyambut dengan hangat para relawan  yang datang untuk merubah nasib dengan kegiatan pendidikan dan pengajaran. Selain itu keinginan untuk melakukan sesuatu kegiatan yang berbeda dari yang biasaya dan untuk mendapatkan pahala dari Allah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku prososial yaitu (1) memiliki karakteristik dengan kepribadian yang dididik dan diajarkan oleh orang tua untuk menjadi orang yang memiliki jiwa sosial tinggi (2) peduli dengan orang-orang yang membutuhkan perhatian dan bantuan dari orang sekitar dan (3) kondisi tempat yang strategis dan sangat tepat adanya Taman Edukasi Pemulung karena sebagain besar dari masyarakatnya merupakan pemulung dan memiliki anak yang masih wajib untuk mendapatkan pendidikan. Simpulan dari penelitian ini yaitu motivasi intrinsik yang lebih dominan pada relawan dalam berperilaku prososial.Kata Kunci: Motivasi, Perilaku Prososial, Relawan
Teknik Role Playing dalam Membentuk Perilaku Asertif Siswa Sekolah Dasar Ekal Fauzan Lahoya; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Kunci: Teknik bermain peran, Perilaku AsertifPenelitian yang berjudul “Teknik Role Playing dalam Membentuk Perilaku Asertif Siswa SD” yang bertujuan untuk melihat peningkatan perilaku asertif siswa SD Negeri 16 Kota Sabang, sebelum dan sesudah diberikan teknik role playing.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan.Subyek dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yang memiliki perilaku asertif yang rendah.Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Data penelitian kemudian diukur dengan mewaancarai guru yang bersangkutan, seperti guru wali kelas berserta guru umum. Hasil data menunjukkan tingkat keterampilan perilaku asertif siswa mengalami peningkatan setelah diberikan bimbingan kelompok dengan teknik role playing pada siklus I, terdapat perubahan perilaku asertif pada siswa sedikit demi sedikit, kemudian data pada siklus II di dapati bahwa siswa benar adanya terjadi perubahan yang sangat signifikan dalam perilaku asertif, siswa paham akan bagaimana cara bersikap jujur, menghargai orang lain, berpikir positif, mengungkapkan gagasan atau ide yang ada dalam pikirannya,  dapat mempertahankan sesuatu yang dimilikinya,  dan dapat mengungkapkan ketidaksenangan serta kemarahan yang dirasakannya dengan baik. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan perilaku asertif siswa ketika sebelum dan sesudah diberikannya tindakan. Artinya, teknik role playing dapat meningkatkan perilaku asertif siswa melalui bimbingan kelompok. Berdasarkan data observasi menunjukkan peningkatan perilaku asertif siswa sebelum dan sesudah diberikan tindakan,  terlihat siswa sudah mulai bias berinteraksi secara jujur, menghargai pendapat orang lain, memahami akan perbuatannya, mengeluarkan ide dengan baik, dan mampu mempertahankan sesuatu yang dimilikinya.
DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK TUNANETRA DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA KOTA BANDA ACEH Warhamni Rahimi; Syaiful Bahri; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parental support is very important in obtaining the success of children's education. This study is intended to determine the form of parental support towards the education of blind children. This study used descriptive method with qualitative approach. The subject of this study was all parents who have blind children that attended Elementary school for special need children of Banda Aceh and Elementary school for special need children of Bukesra which was 6 people. Meanwhile the object of this study was the parental support towards the education of blind children. The data of this study were collected through interview. The results showed that all parents gave support toward the education of blind children. The parental support was showed in forms of Emotional Support, Esteem Support, Instrumental Support, Informational Support and Network Support. The support begins with the acceptance of children with limited conditions, helping the children in learning, caring about learning outcomes, paying attention the children's schoolwork, spending time with the children, giving awards, motivating the children in learning, giving advice and direction, and build a sense of togetherness with family and environment. However, the instrumental support such as the learning needs that parents provided to children was not fully maximized. Parents only used the learning facilities from the school. In addition, the financial issues became the cause of the child's learning needs were not fulfilled. From the results of the study, the researcher hopes that parents can continue to develop the support of the children's education, so that the children can develop all their potential and more motivated to be more success in terms of academic and non-academic, and provides learning facilities that support the development of education of blind children. Keywords: Parental Support, Education, Blind Children Abstrak: Dukungan orang tua sangat penting dalam mewujudkan keberhasilan pendidikan anak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dukungan orang tua terhadap pendidikan anak tunanetra. Jenis Penelitian yang digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah semua orang tua yang memiliki anak tunanetra yang bersekolah di SDLB Negeri Banda Aceh dan SDLB Bukesra yang berjumlah 6 orang. Sedangkan objek penelitian adalah dukungan orang tua terhadap pendidikan anak tunanetra. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan orang tua memberikan dukungan terhadap pendidikan anak tunanetra. Dukungan orang tua diwujudkan dalam bentuk, Emotional Support, Esteem Support, Instrumental Support, Informational Support dan Network Support. Dukungan tersebut diawali dengan penerimaan anak dengan kondisi keterbatasan, membantu anak dalam belajar, peduli terhadap hasil belajar, memberikan perhatian terhadap tugas sekolah anak, meluangkan waktu bersama anak, memberikan penghargaan, memotivasi anak agar semangat dalam belajar, memberikan nasehat dan arahan, menumbuhkan rasa kebersamaan dengan keluarga dan lingkungan. Namun Instrumental Support seperti kebutuhan belajar belum sepenuhnya maksimal orang tua berikan kepada anak. Orang tua hanya memanfaatkan fasilitas belajar dari sekolah. Selain itu keterbatasan ekonomi menjadi penyebab tidak terpenuhi kebutuhan belajar anak. Dari hasil penelitian diharapkan orang tua terus tingkatkan dukungan terhadap pendidikan anak, agar anak mengembangkan segala potensi yang dimilikinya dan lebih termotivasi untuk lebih maju dan berprestasi baik dari segi akademik dan non akademik, serta menyediakan fasilitas belajar yang mendukung perkembangan pendidikan anak tunanetra.Kata Kunci: Dukungan orang tua, Pendidikan, Anak tunanetra
Fenomena drop out tingkat SMA se-kota Banda Aceh Rizki Surya Ananda; Dahliana Abd; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Drop outs are forced out of school before completing the overall learning. Descriptive research method with a qualitative approach. The research subjects consisted of 4 principals, 1 vice principal, 1 student field and 8 BK teachers in nine high school level throughout Banda Aceh. Data collection techniques using interview methods and documentation. Data analysis using qualitative descriptive. The results showed the number of students dropping out during the last 3 years reached 44 students. Caused by internal factors, namely not going up to class, low interest in learning, students not attending school, feeling inferior and violating school rules. Like smoking and jumping fences, fighting teachers, leaving school without permission and taking the rights of others (stealing). The external factors are fighting, the circulation of immoral videos, dating and watching immoral videos in schools and being involved in drug use. While the handling procedures are preventive measures, including the principal's policy. Like meetings with student guardians and make observations on teacher performance. Handling from BK counselors such as individual and group counseling, as well as providing case notebooks and student pocket books. The guidance step is in the form of handlers from study teachers, homeroom teachers, BK teachers, student fields and principals. As well as follow-up steps, namely the existence of a special meeting of principals with homeroom teachers, BK teachers, student fields and guardians of students to make decisions and recommend secondary schools. It is expected that the school will work together in following up on each problem in accordance with the established procedures. For the next researcher, they can do more in-depth research about the phenomenon of drop outKeywords: Drop out phenomenon, cause of drop out, drop out handling procedure.Abstrak: Drop out adalah dikeluarkan dari sekolah secara terpaksa sebelum menyelesaikan pembelajaran secara keseluruhan. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 4 orang kepala sekolah, 1 wakil kepala sekolah, 1 bidang kesiswaan dan 8 guru BK di sembilan  sekolah tingkat SMA Se-kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan jumlah siswa drop out selama 3 tahun terakhir mencapai 44 orang siswa. Disebabkan oleh faktor internal yaitu tidak naik kelas, minat belajar rendah, siswa tidak hadir ke sekolah, rasa minder dan melanggar peraturan sekolah. Seperti merokok dan lompat pagar, melawan guru, keluar sekolah tanpa izin serta mengambil hak orang lain (mencuri). Adapun faktor eksternal yaitu perkelahian, beredarnya video asusila, berpacaran dan menonton video asusila di sekolah serta terlibat pemakaian obat terlarang (narkoba). Sedangkan prosedur penanganannya yaitu langkah preventif meliputi, kebijakan kepala sekolah. Seperti rapat dengan wali murid dan melakukan observasi terhadap kinerja guru. Penanganan dari guru BK seperti, konseling individual dan kelompok, serta menyediakan buku catatan kasus dan buku saku siswa. Langkah pembinaan berupa penangan dari guru bidang studi, wali kelas, guru BK, bidang kesiswaan dan kepala sekolah. Serta langkah tindak lanjut yaitu adanya rapat khusus kepala sekolah dengan wali kelas, guru BK, bidang kesiswaan dan wali murid untuk mengambil keputusan serta merekomendasi sekolah lanjutan. Diharapkan kepada pihak sekolah untuk saling berkerja sama dalam menindak lanjuti setiap masalah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih mendalam mengenai fenomena drop outKata kunci: Fenomena Drop Out, Penyebab Drop Out, Prosedur Penangan Drop 0ut.
ANALISIS KONDISI SOSIAL PSIKOLOGIS SISWA DARI KELUARGA BROKEN HOME DI SMPN 2 BANDA ACEH dara mulya rizky
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Broken home adalah istilah untuk menggambarkan suasana keluarga yang tidak harmonis dan tidak berjalan layaknya kondisi keluarga yang rukun dan sejahtera yang menyebabkan terjadinya konflik dan perpecahan dalam keluarga tersebut. Kondisi sosial psikologis yaitu suatu keadaan psikis atau jiwa yang mengalami goncangan atau gangguan saat berada dalam lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial psikologis siswa dari keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode case study. Subjek yang diteliti berjumlah tujuh orang yaitu siswa dari keluarga broken home. Objek penelitian ini adalah gangguan sosial psikologis yang di alami oleh siswa dari keluarga broken home. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Sedangkan tahapan analisis data menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat siswa mengalami gangguan kondisi psikologis. bahwa siswa sulit mempercayai temannya, mudah merasa tersinggung dan berburuk sangka, sulit mengungkapkan kesukaran yang di alami, siswa lebih tertutup dan pemalu dengan lingkungannya.  Hal ini terjadi karena kondisi psikologis siswa dari keluarga broken home terganggu sehingga dalam sosial juga ikut terganggu. Namun, tidak ada siswa yang mengalami kesulitan dalam komunikasi dan tidak ada siswa yang menarik diri di SMPN 2 Banda Aceh
EFEKTIVITAS PENDEKATAN GESTALT DENGAN TEKNIK PARADOXICAL INTERVENTION UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA Euis Mayangsari; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percaya Diri merupakan suatu sikap atau perasaan yakin atas kemampuan diri sendiri, dapat mengembangkan kesadaran diri, berpikir positif, memiliki kemandirian, dan mempunyai kemampuan untuk memiliki serta mencapai sesuatu yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh teknik paradoxical intervention dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif Pre-Eksperiment dengan bentuk One Group Pretest-Postest. Objek dalam penelitian ini yaitu siswa yang memiliki percaya diri yang rendah. Adapun subjek dalam penelitian terdiri dari 10 orang siswa, dimana penentuan subjek berdasarkan hasil observasi peneliti di lapangan dan juga direkomendasi oleh guru bimbingan dan konseling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala kepercayaan diri dengan reliabilitas sebesar 0,881 artinya memiliki reliabilitas yang tinggi. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan perlakuan pada siswa rata-rata peningkatan mencapai 80%. Dengan demikian terdapat perbedaan yang signifikan antara data sebelum dan sesudah treatment.
PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) DAN SEKOLAH DASAR NEGERI DI BANDA ACEH mutia salma
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Persepsi Orang Tua Terhadap Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dan Sekolah Dasar Negeri di Banda Aceh” bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana persepsi orang tua terhadap sekolah dasar islam terpadu dan persepsi orang tua terhadap sekolah dasar negeri di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif, subjek dalam penelitian ini berjumlah 12 (dua belas) orang tua dari 4 (empat) sekolah yang berbeda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua merasa aman dan sangat percaya terhadap pelayanan sekolah dasar islami terpadu, harapan orang tua memasukkan anak ke SDIT adalah agar tertanam nilai islam dalam diri anak dan minimal anak bisa menghafal juz amma. Persepsi orang tua terhadap sekolah dasar negeri adalah sebagian besar orang tua merasa percaya terhadap pelayanan sekolah dan merasa aman selama anak berada di sekolah, harapan orang tua memasukkan anak ke sekolah dasar negeri adalah supaya anak menguasai pelajaran akademik, berprestasi dibidang akademik maupun ekstrakurikuler. Masing-masing orang tua berharap setelah anak lulus dari SDIT maupun SD negeri bisa diterima di sekolah yang unggul dan berkualitas baik. Faktor yang mempengaruhi orang tua memilih seklah sebagian besar berdasarkan perhatian yang selektif yaitu kualitas sekolah (kualitas guru) sebagai faktor utama di samping faktor pendukung lainnya seperti lingkungan sekolah, pengalaman, fasilitas, sistem belajar mengajar dan kurikulum.
Pemanfaatan komputer berbicara sebagai media pembelajaran di sekolah dasar luar biasa negeri Banda Aceh Syifa Urrachmah; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Talking Computer is a set of ordinary computer that is equipped with a screen reader program (screen reader). This program translates information and all activities on the monitor screen into audio data which are then sent to the Sound Cart on the CPU (Central Processing Unit). Through computer talking media, blind students can obtain information and access the wider subject materials and overcome students' saturation using braille in learning. This research is a follow up of student creativity program which was done in 2017. This study aims to describe the use of talking computer as a medium of learning and obstacles faced by teachers and students in the state SDLB Banda Aceh. This research uses descriptive approach with qualitative research type, involving 4 (four) participants. Data were collected through interview, documentation and observation. Based on the results of the research, Talking Computer has been utilized as a medium of learning by the teachers and students in SDLB Banda Aceh, although only on Indonesian language lessons for certain materials and extracurricular activities. However, in the use of Talking Computer, students experienced some barriers in understanding the programming language *screen reader* that still uses English. Teacher also experienced some obstacles, such as the unavailability of a special room to use Talking Computer, as such the teachers with impaired vision (blind) were unable to direct students with visual impairment to enter the library into a temporary space. Therefore, there is a need for special space and advanced training to train students. Keywords: Blind students, Learning Media, Screen Reader, Talking Computer Abstrak: Komputer berbicara merupakan seperangkat komputer biasa yang telah dilengkapi dengan program pembaca layar (screen reader). Program ini menterjemahkan informasi dan seluruh aktivitas pada  layar  monitor menjadi  data  audio yang selanjutnya dikirim ke Sound Cart pada CPU  (Central  Processing  Unit). Melalui media komputer berbicara, siswa tunanetra dapat memperoleh informasi dan mengakses materi pelajaran yang lebih luas serta mengatasi kejenuhan siswa menggunakan huruf Braille dalam belajar. Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan program kreatifitas mahasiswa (PKM) yang telah dilakukan pada tahun 2017 lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan komputer berbicara sebagai media pembelajaran serta hambatan-hambatan yang dihadapi guru dan siswa di SDLB Negeri Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif, subyek penelitian berjumlah 4 (empat) orang, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, komputer berbicara telah dimanfaatkan sebagai media pembelajaran oleh guru dan siswa di SDLB Negeri Banda Aceh, meskipun hanya pada pelajaran bahasa Indonesia untuk materi tertentu saja dan kegiatan ekstrakurikuler. Dalam pemanfaatan komputer berbicara, siswa mengalami hambatan dalam memahami Bahasa pemrograman screen reader yang masih menggunakan Bahasa Inggris. Sedangkan hambatan yang dialami guru adalah tidak tersedianya ruangan khusus untuk menggunakan komputer berbicara sehingga guru yang juga mengalami hambatan penglihatan (tunanetra) kesulitan mengarahkan siswa tunanetra untuk memasuki perpustakaan yang menjadi ruang sementara. Oleh karena itu, perlu adanya ruang khusus dan pelatihan lanjutan untuk melatih keterampilan siswa dalam mengoperasikan komputer berbicara.Kata Kunci: Tunanetra, Media Pembelajaran, Screen Reader, Komputer Berbicara
Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Melalui Focus Group Discussion Untuk Meningkatkan Kematangan Karir Siswa Di SMA Negeri 7 Banda Aceh Abdia Humaira; M. Husen; Khairiah Khairiah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan kelompok merupakan upaya pemberian bantuan kepada setiap individu dengan membangun dinamika kelompok memiliki beberapa teknik yang dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi, terutama bidang karir yang berkaitan dengan tingkat kematangan karir. Melalui teknik FGD pada diri individu untuk merencanakan, mengidentifikasi dan memilih pilihan karir dibahas secara lebih mendalam, terfokus dan terpusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok melalui FGD dalam meningkatkan kematangan karir siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 orang siswa, dan yang menjadi sampel sebanyak 8 orang siswa di SMA Negeri 7 Banda Aceh yang memiliki kematangan karir rendah. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dan jenis penelitian pre-exsperimental design dengan bentuk one group pretest-postest design. Metode pengumpulan data menggunakan skala kematangan karir dalam bentuk skala Likert. Analisis data dilakukan dengan norma kategori, statistik non-parametrik dengan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rara-rata  pretest sebesar 77 lebih rendah dari rata-rata posttest yaitu 126,25. Hasil analisis data yang diperoleh dari penelitian ini adalah nilai Asymp.Sig (2-tailed) bernilai 0,012 atau menunjukkan probabilitas di bawah 0,05 (0,0120,05). Maka pengujian hipotesis dalam penelitian ini Ho di tolak dan Ha di terima. Artinya bimbingan kelompok melalui Focus Group Discussion dapat meningkatkan kematangan karir siswa.

Page 1 of 3 | Total Record : 23