cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 153 Documents
PENERAPAN METODEMAKE A MATCH DALAM MEMAHAMI TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X SMK NEGERI 5 TELKOM BANDA ACEH Safriaton Sakdiah; Subhayni Subhayni; Muhammad Idham
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2018): Jurnal PBSI 5 Januari 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.449 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Penerapan MetodeMake a Match dalam Memahami Teks Anekdot Siswa Kelas X SMK Negeri 5 Telkom Banda Aceh”. Rumusan masalahnya adalah (1) Bagaimanakah perencanaan pembelajaran penggunaan metode Make a Match dalam memahami teks anekdot pada siswa kelas X SMK Negeri 5 Telkom Banda Aceh? (2) Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran penggunaan metode Make a Matchdalam memahami teks anekdot pada siswa kelas X SMK Negeri 5 Telkom Banda Aceh? (3) Bagaimanakah hasil belajar penggunaan metode Make a Matchdalam memahami teks anekdot pada siswa kelas X SMK Negeri 5 Telkom Banda Aceh? Sumber data penelitian ini adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia yang mengajar di kelas X SMK Negeri 5 Telkom Banda Aceh dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menyusun RPP sesuai dengan langkah-langkah metodeMake a Match. Pelaksanaan pembelajaran dengan metode Make a Matchberjalan dengan terorganisasi dan sesuai dengan RPP yang telah dibuat oleh guru. Serta   membuat siswa menjadi aktif dan antusias dalam proses pembelajaran memahami teks anekdot. Hasil pembelajaran dalam pembelajaran memahami teks anekdot dengan menggunakan metode Make a Match  memenuhi nilai KKM, yaitu 75.Kata kunci : Metode make a match, teks anekdot. ABSTRACT This research entitled "Application of Make a Match Method in Understanding Anecdot Text of Class X Student of SMK Negeri 5 Telkom Banda Aceh". The formulation ofthe problem is (1) How is the learning plan the use of Make a Match method in understanding anecdotal text on the students of class X SMK Negeri 5 Telkom Banda Aceh? (2) How is the implementation of learning the use of Make a Match method in understanding anecdotal text on the students of class X SMK Negeri 5 Telkom Banda Aceh? (3) How is the learning result of using Make a Match method in understanding anecdotal text in grade X students of SMK Negeri 5 Telkom Banda Aceh? The source of this research data is Indonesian language teachers who teach in class X SMK Negeri 5 Telkom Banda Aceh and data collection techniques used is descriptive analysis. The result showed that teachers compiled the RPP in accordance with the steps of the Make a Match method. The implementation of learning with the Make a Match method runs organized and in accordance with the RPP that has been made by the teacher. And make students become active and enthusiastic in the learning process to understand anecdotal text. Learning outcomes in learning to understand anecdotal text using the Make a Match method complied with the KKM score of 75.Keywords: make a match method, anecdotal text.
PRONOMINA BAHASA DEVAYAN Yuri Karmila; Rostina Taib; Muhammad Iqbal
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal PBSI Maret 2017
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.294 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Pronomina Bahasa Devayan”, bertujuan mendeskripsikan pronomina yang terdapat dalam bahasa Devayan dan mendeskripsikan fungsi sintaksis yang dapat menduduki pronomina dalam bahasa Devayan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pronomina persona bahasa Devayan  pertama (deo, ekdeo, u-,–o, mai, dan ta), kedua (dio, o/dio, ekdio,–mu, diame/ame, ekdio, dan ekdiame), dan ketiga (dise/ise, -ne, dan dasira). Pronomina penunjuk umum soere ‘ini’, soede ‘itu’, anon ‘anu’, pronomina penunjuk tempat meria ‘sini’, tek iye ‘situ’, meroi ‘sana’, dan pronomina penunjuk ihwal wiere ‘begini, wisoiye‘begitu’. Pronomina penanya araya  ‘apa’, itaya ‘siapa’, mae ‘mana’, anando/anan ‘mengapa/kenapa’, engkan ‘kapan’, eben ‘bagaimana’, dan orone ‘berapa’. Pronomina tak tentu itaya pun ‘siapa pun’, masarek ‘semuanya’, itaya moi ‘siapa saja’, satiok ata ‘setiap orang’, maseng-maseng‘masing-masing’.Pengisi fungsi subjek adalahpronomina pertama tunggal de o/ekde o/a o ‘aku/saya’, jamak diama i/ekdiama i/ami ‘kami’ dan dita/ek ita/ita ‘kita’, kedua tunggal dio/ekdio ‘kamu’, kedua jamak diame/ekdiame/ame ‘kalian’, ketiga tunggal ek ise/ise/aya ‘dia’, dan ketiga jamak eksira/sira ‘mereka’. Pengisi fungsi predikat yaitu pertama tunggal u-, ta-, dan ma i, kedua tunggal mu- dan jamak mi-, ketiga ni- dan jamak da-. Pengisi fungsi objek dan pelengkap yaitu pertama tunggal de o/ekde o ‘aku/saya’ jamak (inklusif) dita/ek ita ‘kita’, dan jamak (eksklusif) diama i/ekdiama i ‘kami’,  kedua tunggal dio/ekdio ‘kamu’dan jamak diame/ekdiame ‘kalian’, ketiga tunggal ise/ek ise ‘dia’ dan jamak sira/eksira ‘mereka’.Kata kunci: Pronomina, bahasa devayan, fungsi sintaksis ABSTRACT The study, entitled “Pronominal of Devayan Language”, aims of describe pronominal that had been in Devayan Language and syntax fungtion that occupied in pronominal of Devayan Language. This study used qulitative descriptive method. The results showed that the pronominal of Devayan Languagefor first personal(deo, ekdeo, u-,–o, mai, dan ta), second (dio, o/dio, ekdio,–mu, diame/ame, ekdio, dan ekdiame), andthird (dise/ise, -ne, dan dasira).General indication of pronominalsoere ‘this/these’, soede ‘that/those’, anon ‘anu’, place indication of pronominal meria ‘here’, tek iye ‘there’, meroi ‘yonder’, andthing indication of pronominal wiere ‘like this’, wisoiye‘like that’. Questioner pronominalaraya  ‘what’, itaya ‘who’, mae ‘where’, anando/anan ‘why’, engkan ‘when’, eben ‘how’, andorone ‘how much’. Undefinite pronominal itaya pun ‘whoever’, masarek ‘everyone’, itaya moi ‘whomsoever’, satiok ata ‘everyone’, maseng-maseng‘each’.Filler of subject fungtionwas first singular of pronominalde o/ekde o/a o ‘I’, pluraldiama i/ekdiama i/ami ‘we’anddita/ek ita/ita ‘us’,second singulardio/ekdio ‘you’, second pluraldiame/ekdiame/ame ‘you all’,third singularek ise/ise/aya ‘she/he’, and third pluraleksira/sira ‘they’. Filler of predicate fungtionwas first singular u-, ta-, andma i, second singularmu-andpluralmi-, thirdni-andpluralda-. Filler of object and complement  fungtionwasfirst singular de o/ekde o ‘I’ plural (inclusive) dita/ek ita ‘us’, andplural (exclusive) diama i/ekdiama i ‘we’,  second singular dio/ekdio ‘you’andplural diame/ekdiame ‘you all’, third singularise/ek ise ‘she/he’andplural sira/eksira ‘they’.Keywords: Pronominal, devayan language, syntax fungtion
KEMAMPUAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 16 BANDA ACEH MENGIDENTIFIKASI VERBA DALAM TEKS CERITA FABEL Tari Rahayu; Yusri Yusuf; Denni Iskandar
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 3 (2016): Jurnal PBSI Juli 2016
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.983 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh mengidentifikasi verba dalam teks cerita fabel”.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh mengidentifikasi verba dalam teks cerita fabel.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 103 siswa.Sampel penelitian ini berjumlah 29 siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes.Tes yang digunakan adalah mengidentifikasi verba dalam teks cerita fabel.Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan secara kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh mengidentifikasi verba dalam teks cerita fabel adalah 44, atau masih dalam kategori kurang.Secara khusus nilai rata-rata berdasarkan bentuk verba yaitu verba asal adalah 46, verba turunan yang terbagi dalam verba prefiks adalah 57 dan konfiks adalah 28.Berdasarkan  klasifikasi penilaian hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan siswa Kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh mengidentifikasi verba dalam teks cerita fabel berada dalam kategori kurang dan masih memerlukan peningkatan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh sudah mampu mengidentifikasi verba dalam teks cerita fabel, namun perlu ditingkatkan kembali kemampuan siswa memahami verba dalam teks cerita fabel.Kata kunci: verba, mengidentifikasi, kemampuan siswa, teks cerita fabel ABSTRACT This study entitled “The ability to Grade VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh identify verbs in the text fable”. This study aimed to describe the ability of class VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh identify verbs in the text fable. The study population was a class VIII student of SMP Negeri 16 Banda Aceh the school year 2015/2016, amounting to 103 people. The research sample 29 eighth grade students of SMP Negeri 16 Banda Aceh. The method used in this research is descriptive quantitative. Data co;;etion techniques used in this study is the testing techniques. The test is used to indentify the verb in the text fable. Processing techniques and data analysis quantitatively. The results showed that the average value of the ability of class VIII Negeri 16 Banda Aceh identify verbs in the text fable is 44, or still in the poor category. In particular, the average value based on origin verb from that is 46, derived verb prefixes are divided into 57 and konfiks is 28. Based on the classification of this assessment shows that the ability of class VIII students of SMP Negeri 16 Banda Aceh identify verbs in the text fable in in the category of less and still need improvement. Thus, it can be said that the eighth grade students of SMP Negeri 16 Banda Aceh have been able to identify the verb in the text fable, but it needs to be scaled back the ability of students to understand the verbas in the text fable.Keywords: verb, identify, the ability of students, text fable.
KEMAMPUAN SISWA KELAS VIII SMP INSHAFUDDIN BANDA ACEH MENGINDENTIFIKASI HAL-HAL MENGESANKAN DARI TOKOH DALAM TEKS BIOGRAFI Syamsidar Syamsidar; Muhammad Idham; Subhayni Subhayni
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2018): Jurnal PBSI 5 Januari 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK     Penelitian ini berjudul “Kemampuan Siswa VIII SMP Inshafuddin Banda Aceh Mengindentifikasi Hal-Hal Mengesankan dari Tokoh dalam Teks Biografi”. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakan kemampuan siswa kelas VIII SMP Inshafuddin Banda Aceh mengindentifikasi hal-hal mengesankan dari tokoh dalam teks biografi?.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Kemampuan Siswa Kelas VIII SMP Inshafuddin Banda Aceh Mengindentifikasi Hal-Hal Mengesankan dari Tokoh dalam Teks Biografi.Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A, VIII-B dan VIII-C yang diambil secara acak berjumlah 30 orang.Metode yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik nontes (penugasan).Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan siswa kelas VIII SMP Inshafuddin Banda Aceh dikategorikan sangat kurang.Skor yang diperoleh oleh siswa adalah 39.Skor ini berada pada rentang nilai 39 yang merupakan rentang nilai untuk kategori sangat kurang.Dengan demikian, kemampuan siswa kelas VIII SMP Inshafuddin Banda Aceh mengindentifikasi hal-hal mengesankan dari tokoh dalam teks biografi dikategorikan sangat kurang.Kata kunci     : mengindentifikasi, hal-hal mengesankan, tokoh, teks biografi ABSTRACT This study entitled "Student Ability VIII SMP Inshafuddin Banda Aceh Identify Impressive Things from People in the Text of Biography". The problem in this research is how the ability of grade VIII students of SMP Inshafuddin Banda Aceh to identify the impressive things of the characters in biographical texts ?. This study aims to describe the Ability of VIII Grade Students of SMP Inshafuddin Banda Aceh to Identify the Impressive Things of People in the Text of Biography. The sample of this study were students of class VIII-A, VIII-B and VIII-C which were randomly drawn totaling 30 people. The method used is descriptive-quantitative techniques with data collection using techniques nontes (assignment). The results showed that the ability of VIII class of SMP Inshafuddin Banda Aceh is categorized very less. Scores obtained by students are 39. This score is in the 39 value range which is a range of values for very less categories. Thus, the ability of grade VIII students of SMP Inshafuddin Banda Aceh to identify the impressive things of the characters in biographical texts is categorized very less.Keywords: identifying, impressive things, characters, biographical texts
ANALISIS SARANA RETORIKA DALAM STAND UP COMEDY RADITYA DIKA Intan Novita; Mukhlis Mukhlis; Denni Iskandar
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2017): Jurnal PBSI Januari 2017
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.332 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Analisis Sarana Retorika dalam Stand Up Comedy Raditya Dika”. Penelitian ini bertujuan  mendeskripsikan sarana retorika yang berfokus pada penyiasatan struktur yang terdapat pada stand up comedy Raditya Dika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah data kata atau ungkapan dalam stand up comedy Raditya Dika. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Dokumentasi dilakukan dengan cara mendowload video dan membuat transkripsi stand up comedy Raditya Dika. Semua data yang diperoleh dicatat untuk memudahkan penulis menganalisis data. Data yang dianalisis diklasifikasikan dan menyimpulkan ke dalam beberapa kelompok, sesuai dengan bentuk  penyiasatan struktur (sarana retorika). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 bentuk penyiasatan struktur dalam stand up comedy Raditya Dika yaitu, (1) repetisi 152 data, (2) anafora 9 data, (3) polisidenton 11 data, (4) asidenton 2 data, (5) antitesis 1 data, (6) klimaks 6 data, (7) antiklimaks 2 data, dan (8) pertanyaan retoris 14 data. Jadi jumlah data secara keseluruhan adalah 197 data. Akan tetapi, bentuk penyiasatan struktur (1) paralisme dan (2) aliterasi tidak terdapat dalam penelitian ini.Kata kunci: Retorika, sarana retorika, penyiasatan struktur ABSTRACT This study, entitled “The Analysis of the Rhetorical Devicesin Raditya Dika’s Stand-Up Comedy”. This study was aimed to describe rhetorical appeals that focused on work around the structure found in Raditya Dika’s stand-up comedy. The method used in this study was descriptive qualitative. This research data was from word or phrase in Raditya Dika’s stand-up comedy. The research data was obtained from documentation technique. The documentation was done by downloading video and making the transcript of Raditya Dika's standup comedy. All the data obtained was written to facilitate the author in analyzing the data. The data was analyzed and classified into several groups according to the form or the type of rhetorical appeals. In the result of this study, there were 8 forms of rhetoric means in Raditya Dika's stand-up comedy, namely, (1) 152 data of the repetition, (2) 9 data of anaphora, (3) 11 data of polisidenton, (4) 2 data of asidenton, (5) 1 data of antithesis, (6)  6 data of climax, (7) 2 data of anticlimax, (8) 14 data of the rhetorical questions. Therefore, the overall amount of data was 197. However, (1) paralisme and (2) the alliteration was not included in this study.Keywords: Rhetoric, rhetorical devices, work around the structure
SIKAP BERBAHASA ACEH MAHASISWA JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA Lena Safutri; Yusri Yusuf; Azwardi Azwardi
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 4 (2016): Jurnal PBSI Oktober 2016
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sesuai dengan rumusan masalah, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap berbahasa Aceh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (Prodi PBSI FKIP Unsyiah). Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini sebesar 320 orang mahasiswa Prodi PBSI FKIP Unsyiah yang berbahasa ibu bahasa Aceh. Sampel diambil secara acak dengan penarikan sampel menggunakan teknik proportional stratified random sampling dari leting 2012 s.d. 2015. Sampel diambil 10% dari populasinya, sehingga sampel penelitian ini berjumlah 32 orang mahasiswa Prodi PBSI FKIP Unsyiah. Data penelitian ini diperoleh dari jawaban kuesioner mahasiswa yang menjadi responden. Kuesioner disusun berdasarkan Skala Likert dengan lima tingkatan, yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), kurang setuju (KR), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Data penelitian ini diolah secara statistik dengan menggunakan program SPSS 17.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap berbahasa Aceh mahasiswa Prodi PBSI FKIP Unsyiahpositif. Kesetiaan bahasa berada pada kategori cukup, kebanggaan bahasa berada pada kategori baik, dan kesadaran akan adanya norma bahasa berada pada kategori cukup. Mahasiswa Prodi PBSI FKIP Unsyiah masih menggunakan bahasa Aceh dalam berkomunikasi sehari-hari meskipun masih belum sepenuhnya memperhatikan norma-norma bahasa Aceh.Kata kunci: Sikap bahasa, bahasa Aceh ABSTRACT In accordance with the formulation of the problem, this study aims to describe the attitude of Aceh speaking students of Indonesian Language and Literature Education Teacher Training and Education Faculty of the University of Syiah Kuala (Prodi PBSI FKIP Unsyiah). The method used in this research is descriptive quantitative method. This study population is 320 students Prodi PBSI FKIP Unsyiah whose mother tongue language of Aceh. Samples were taken randomly by sampling using stratified random sampling technique of leting 2012 s.d. 2015. Samples were taken 10% of the population, so that samples of this research were 32 students Prodi PBSI FKIP Unsyiah. This research data obtained from the questionnaire answers of students who responded. The questionnaire is based on Likert scale with five levels, namely strongly agree (SS), agree (S), disagree (KR), disagree (TS), and strongly disagree (STS). The research data was statistically processed using SPSS 17. The results showed that the attitude of Aceh speaking students Prodi PBSI Unsyiah FKIP positive. Language loyalty in the category enough, the pride of languages that are in both categories, and the awareness of language norms in the category enough. Students Prodi PBSI FKIP Unsyiah Aceh still use the language in everyday communication, although still not fully taking into account the norms of the Acehnese language.Keywords: Attitude languages, Acehnise
REDUPLIKASI BAHASA DEVAYAN Nur Ilhamiah; Rostina Taib; Armia Armia
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 4 (2017): Jurnal PBSI Oktober 2017
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.373 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Reduplikasi dalam Bahasa Devayan”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bentuk reduplikasi apa sajakah yang terdapat dalam bahasa Devayan, (2) jenis kata apa sajakah yang mengalami proses reduplikasi dalam bahasa Devayan, dan (3) bagaimanakah makna reduplikasi dalam bahasa Devayan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk reduplikasi bahasa Devayan, (2) jenis kata yang mengalami proses reduplikasi dalam bahasa devayan, dan (3) makna reduplikasi dalam bahasa Devayan. Sumber data penelitian ini adalah data lisan. Data lisan bersumber dari penutur asli masyarakat di Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak, metode cakap, dan metode introspeksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk reduplikasi bahasa Devayan dapat dibedakan atas (1) reduplikasi penuh (kata ulang murni), (2) reduplikasi sebagian (kata ulang sebagian), dan (3) reduplikasi pembubuhan afiks (kata ulang berimbuhan). Pengulangan berimbuhan terjadi melalui dua macam cara, yaitu prefiks dan konfiks. Jenis kata dalam bahasa Devayan dapat mengalami pengulangan murni, pengulangan sebagian, dan pengulangan berimbuhan. Makna yang terkandung akibat proses reduplikasi dalam bahasa Devayan adalah (1) menyatakan makna banyak, semua, dan seluruh,  (2) menyatakan makna banyak dengan ukuran satuan yang disebut pada kata dasarnya, (3) menyatakan makna banyak seperti yang disebut kata dasarnya dilakukan pada kata sifat, (4) menyatakan makna agak, sedikit, bersifat, (5) menyatakan makna menyerupai, (6) menyatakan makna benar-benar atau sungguh-sungguh, (7) menyatakan makna meskipun, walupun, (8) menyatakan makna berulang-ulang, sering, (9) menyatakan makna saling atau berbalasan, (10) menyatakan makna santai atau bersenang-senang, (11) menyatakan makna kesamaan waktu, (12) menyatakan makna paling, (13) menyatakan makna ciri atau sifat, (14) menyatakan makna pernah atau lagi, (15) menyatakan makna terdiri dari yang disebut kata dasarnya, (16) menyatakan makna intensitas, (17) menyatakan makna menegaskan.Kata kunci: reduplikasi, makna reduplikasi bahasa Devayan. ABSTRACT This research is titled "Reduplication in Devayan Language". The formulation of the problem in this research is (1) what form of reduplication is found in Devayan language, (2) what kind of word is reduplicated in Devayan language, and (3) what is the meaning of reduplication in Devayan language. This study aims to describe (1) the reduplication of the Devayan language, (2) the types of words that have reduplication process in devayan language, and (3) the meaning of reduplication in Devayan language. The source of this research data is oral data. Oral data originated from native speakers of the community in Simeulue Tengah District, Simeulue District. Data collection was done by using the method of referring, skill method, and introspection method. The results of this study indicate that the forms of reduplication of Devayan language can be distinguished on (1) full reduplication (pure reiteration), (2) partial reduplication (partial words), and (3) reduplication affix affixing. Repetitive recurring occurs through two different ways, namely prefix and confix. The word type in Devayan language may experience pure repetition, partial repetition, and repetitive twists. The meanings contained in the reduplication process in the Devayan language are (1) expressing the meaning of many, all, and all, (2) expressing the meaning of many by the unit size referred to in its base, (3) expressing the many meanings Adjective, (5) expresses the meaning of true or genuine, (7) expresses meaning even though, (8) states the meaning of repetitive meaning, (9) expresses the meaning of mutual or reciprocity, (10) expresses the meaning of relaxation or fun, (11) expresses the meaning of time equality, (12) expresses the most meaning, (13) expresses the meaning of traits or properties, (14) ) States the meaning once or again, (15) expresses the meaning composed of the so-called base word, (16) expresses the meaning of intensity, (17) expresses the affirmative meaning.Keywords: reduplication, meaning of reduplication of Devayan language.
DISFEMISME BAHASA ACEH DALAM TUTURAN ANAK-ANAK DI GAMPONG ULEE LHAT, MONTASIK, ACEH BESAR Khairatin Nisak; Rajab Bahry; Saifuddin Mahmud
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2018): JIM PBSI 23 Maret 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.767 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berupaya mengungkapkan ragam disfemisme bahasa Aceh dalam tuturan anak-anak. Penelitian yang berjudul Disfemisme Bahasa Aceh dalam Tuturan Anak-Anak di Gampong Ulee Lhat, Montasik, Aceh Besar membahas tentang bentuk ungkapan disfemisme, konteks penggunaan disfemisme  bahasa Aceh dalam tuturan anak-anak di Gampong  Ulee Lhat, dan faktor yang melatarbelakangi penggunaan ungkapan disfemisme bahasa Aceh dalam tuturan anak-anak di Gampong Ulee Lhat, Montasik, Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Data penelitian ini adalahungkapan lisan berupa kalimat atau bukan kalimat yang mengandung ungkapan disfemisme, sedangkan sumber data adalah tuturan anak-anak di Gampong Ulee Lhat, Montasik, Aceh Besar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak (pengamatan/observasi), teknik rekam/catat, dan teknik wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, anak-anak Gampong Ulee Lhat menggunakan ungkapan disfemisme berbentuk kata, frasa, dan klausa. Ungkapan disfemisme berbentuk kata terdiri atas, dèk, bui, jén,takat, dan klo. Ungkapan disfemisme berbentuk frasa terdiri atas, 'ok ma, dèk lumo, he pungö, pèk lumo, 'ok lumo, pencuri-pencuri lumo, he asèe, 'ok ma, he kloe, he jén, lagèe eumpeuenta'euen, he budôkkanyan, pèk ma, ureueng pungo, ureueng pungo, aneuk pèk lumo, aneuek pèk ma, pap lumo, dan dèk ma.Ungkapan disfemisme berbentuk klausa terdiri atas, kusipak, bangai lagèe bui, kuantok, beu’o lagèe bui, bansa buloe inong, bansa raya ulè, dan tungang lagèe bui. Kedua, konteks penggunaan disfemisme dalam tuturan anak-anak Gampong Ulee Lhatdisebabkan marah, menjawab panggilan, bercanda, meminta, bertanya,saat kesakitan, karena kebiasaan, merespons pertanyaan, terkejut, tidak sependapat dan bermaksud mengejek. Ketiga,faktor yang melatarbelakangi penggunaan disfemisme dalam tuturan anak-anak Gampong Ulee Lhat adalah faktor lingkungan, baik lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat, faktor pendidikan orang tua, status sosial, jenis kelamin, dan usia.Kata kunci: Disfemisme, bahasa Aceh, tuturan anak-anak ABSTRACT This research seeks to reveal the diversity of dysfemism of Aceh language in the children's speech. The study entitled Acehnese Dysfemism in Children's Speech at Gampong Ulee Lhat, Montasik, Aceh Besar discusses the forms of expression of dysphism, the context of the use of Acehnese dysfemism in the children's speech in Gampong Ulee Lhat, and the underlying factors of using the expression of the dysfemism of the Aceh language in the children's speech at Gampong Ulee Lhat, Montasik, Aceh Besar. The approach used in this research is descriptive qualitative approach. The data of this research is oral expression in the form of sentence or not sentence containing expression of dysfemism, while data source is speech of children in Gampong Ulee Lhat, Montasik, Aceh besar. The data were collected by observation technique, recording technique, and interview technique. Based on the results of data analysis, the findings of this study can be put forward as follows. First, the children of Gampong Ulee Lhat use the expression of dysphism in the form of words, phrases, and clauses. The expression of word-like dysfism consists of, dèk, bui,  jén,takat, and klo. Phrases of disfeminism are phrases, 'ok ma, dèk lumo, he pungö, pèk lumo, 'ok lumo, pencuri-pencuri lumo, he asèe, 'ok ma, he kloe, he jén, lagèe eumpeuenta'euen, he budôkkanyan, pèk ma, ureueng pungo, ureueng pungo, aneuk pèk lumo, aneuek pèk ma, pap lumo, and dèk ma. The clauses of disfeminism are clauses, kusipak, bangai lagèe bui, kuantok, beu’o lagèe bui, bansa buloe inong, bansa raya ulè, and tungang lagèe bui. Secondly, the context of the use of dysphism in the speech of the children of Gampong Ulee Lhat is angry, answering a call, joking, asking, asking, in pain, out of habit, responding to questions, shocking, disagreeing and intending to mock.Third, the factors behind the use of dysphism in the children's speech Gampong Ulee Lhat is environmental factors, both family environment, school and community environment, parents education factors, social status, gender, and age.Keywords: Dysphemism, Acehnese language, children's speech
ANALISIS NILAI MORAL DALAM NOVEL BURUNG RANTAU PULANG KE SARANG KARYA TEUKU AZHAR IBRAHIM Risna Sophia; Mukhlis Mukhlis; Armia Armia
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2018): JIM PBSI 23 Maret 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.867 KB)

Abstract

ABSTRAK Judul penelitian ini “Analisis Nilai Moral dalam novel Burung Rantau Pulang ke Sarang Karya Teuku Azhar Ibrahim”. Rumusan masalah penelitian ini (1) nilai moral apa saja yang terdapat dalam novel Burung Rantau Pulang ke Sarang Karya Teuku Azhar Ibrahim dan (2) bagaimanakah teknik penyampaian nilai moral dalam novel Burung Rantau Pulang ke Sarang Karya Teuku Azhar Ibrahim. Tujuan penelitian (1) mendeskripsikan nilai moral yang terkandung dalam novel Burung Rantau Pulang ke Sarang Karya Teuku Azhar Ibrahim (2) mendeskripsikan Teknik penyampaian nilai moral dalam novel Burung Rantau Pulang ke Sarang. Manfaaat penelitian (1) secara teoretis dapat memperluas khsasanah ilmu pengetahuan (2) manfaat praktis dapat menjadi referensi penelitian Bahasa dan kesusastraan. Pendekatan dan jenis penelitian penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah novel Burung Rantau Pulang ke Sarang Karya Teuku Azhar Ibrahim. Teknik pengumpulan data teknik dokumentasi. Teknik analisis data adalah teknik analisis teks. Hasil penelitian ini (1) nilai moral yang terdapat dalam novel Burung Rantau Pulang ke Sarang (a) hubungan manusia dengan Tuhan (1) keikhlasan, (2) tawakal, (3) takwa kepada Allah, (4) berbaik sangka. (b) hubungan manusia dengan masyarakat (1) musyawarah, (2) saling menghormati, (3) saling memaafkan, (4) ramah terhadap sesama, (5) kepatuhan kepada adat. (c) hubungan manusia dengan diri sendiri (1) berusaha keras, (2) bertanggung jawab, (3) kesabaran, (4) pengendalian diri. (2) teknik penyampaian nilai moral dalam novel Burung Rantau Pulang ke Sarang Karya Teuku Azhar Ibrahim (1) secara langsung (2) secara tidak langsung, khususnya melalui sikap dan tingkah laku tokoh.Kata kunci: Analisis, nilai, nilai moral, novel ABSTRACK The titled of the research is “analysis morality values in the novel Burung Rantau Pulang ke Sarang by Teuku Azhar Ibrahim”. The formulation of this research problem (1) what morality values contained in Burung Rantau Pulang ke Sarang novel by Teuku Azhar Ibrahim (2) how is technique of delivering morality values in the novel Burung Rantau Pulang ke Sarang by Teuku Azhar Ibrahim. Research purpose (1) describes morality contained in tne novel Burung Rantau Pulang ke Sarang by Teuku Azhar Ibrahim (2) describes the technique of delivering morality values in the novel Burung Rantau Pulang ke Sarang by Teuku Azhar Ibrahim. Benefit of research (1) theoretically can expand knowledge (2) practical benefit can be a reference of language and literature research. Approach and type of research using descriptive method. The source of this research data is novel Burung Rantau Pulang ke Sarang by Teuku Azhar Ibrahim. Data collection technique of documentation technique. The result of this research (1) the morality values contained in the novel of Burung Rantau Pulang ke Sarang by Teuku Azhar Ibrahim (a) human relationship with God (1) sincerity (2) resignation (3) piety to Allah (4) be kind (b) human relationship with society (1) deliberation (2) mutual respect (3) mutual forgivness (4) friendly to other (5) adherence to custom (c) human relationship with oneself (1) endeavor (2) responsibility (3) patienty (4) self-control (2) the technique of delivering morality values in the novel Burung Rantau Pulang ke Sarang by Teuku Azhar Ibrahim (1) directly (2) indirectly (specially through the attitude and behavior of characters.Keywords: analysis, values, morality values, novel
KEMAMPUAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 BANDA ACEH DALAM MENYIMPULKAN ISI PANTUN Raihan Nurfadhila; Yusri Yusuf; Subhayni Subhayni
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2018): JIM PBSI 23 Maret 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.563 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Kemampuan Siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Banda Aceh dalam Menyimpulkan Isi Pantun. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan siswa dalam menyimpulkan isi pantun. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Banda Aceh berjumlah 250 orang. Peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel acak. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 27 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes. Selanjutnya, peneliti mencari nilai rata-rata Kemampuan Siswa Kelas VII SMP N         egeri 6 Banda Aceh dalam Menyimpulkan Isi Pantun dengan menggunakan rumus mencari nilai mean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyimpulkan isi pantun berada pada kategori baik yaitu dapat dilihat dari rentang 70-84 atau dapat dilihat dari pencapaian nilai rata-rata siswa yaitu 74. Berdasarkan persentase pemerolehan nilai siswa kelas VII SMP Negeri  6 Banda Aceh dalam menyimpulkan isi pantun menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh nilai sangat baik sebanyak 8 orang (29,6%), siswa yang memperoleh nilai baik sebanyak 12 orang (44,5%), siswa yang memperoleh nilai cukup sebanyak 5 orang (18,5%), dan siswa yang memperoleh nilai kurang sebanyak 2 orang (7,4%).Kata kunci: kemampuan siswa, menyimpulkan, isi pantun. ABSTRACT This research is entitled students Ability of Grade VII SMP Negeri  6 Banda Aceh in construing traditional poem (pantun). The problems of the research is to find the students ability of grade VII SMP Negeri 6  Banda Aceh in construing traditional poem. The method of the research is descriptive quantitative. Population of the research is all students in grade VII SMP Negeri 6 Banda Aceh including 250 students. The researcher used random sampling technique. While the sample of the research is 27 students. The data was collected through test. Moreover, the researcher found the average score of students in Grade VII SMP Negeri 6 Banda Aceh in construing by using mean formula. The result of the study showed that students ability of grade VII SMP Negeri 6 Banda Aceh was good that can be seen from the range of 70-84 or the average of students achievement was 74. Based on the percentage of students score of grade VII SMP Negeri 6 Banda Aceh it can be concluded that in construing the traditional poem, students who got very good score were 8 students (29,6%), students who got good score 12 students (44,5%), students who got enough score 5 students (18,5%), and students who got less score 2 students (7,4%).Keywords: students ability, construing, content, traditional poem

Page 8 of 16 | Total Record : 153