cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 153 Documents
ANALISIS GAYA IRONI DALAM NOVEL TEUNTRA ATOM KARYA THAYEB LOH ANGEN Herman, Herman; Hamid, Mukhlis; Iqbal, Muhammad
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Analisis Gaya Ironi dalam Novel Teuntra Atom Karya Thayeb Loh Angen” mengangkat masalah bagaimanakah gaya ironi dalam novel tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya ironi yang terdapat pada Novel Teuntra Atom Karya Thayeb Loh Angen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa gaya ironi yang terdapat dalam novel Teuntra Atom karya Thayeb Loh Angen, meliputi melosis, sinisme, innuendo, antifrasi, sarkasme, satire, dan  ironi. Gaya ironi melosis terdapat 11 data, sinisme terdapat 21 data, innuendo terdapat tujuh data, antifrasi terdapat lima data, sarkasme terdapat 28 data, satire terdapat 29 data, dan ironi terdapat 13 data. Gaya ironi yang paling jarang disebutkan dalam Novel Teuntra Atom karya Thayeb Loh Angen  adalah gaya ironi antifrasi yang mengandung sindiran yang berwujud penggunaan sebuah kata dengan makna kebalikannya. Gaya ironi yang paling dominan dalam Novel Teuntra Atom karya Thayeb Loh Angen adalah gaya ironi satire yang mengandung sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang atau kepada masyarakat untuk merefleksikan kebodohan, kedunguan, dan kelinglungan dalam nilai-nilai kehidupan yang dianut masyarakat.Kata kunci     : novel, stilistika, gaya ironi ABSTRACT The research entitled "Analysis of Irony Style in Teutra Atom Novel Works of Thayeb Loh Angen" rouse the question of how irony style is in Teutra Atom Novel Works of Thayeb Loh Angen. This study aimed to describe the irony style found in Teutra Atom Novel by Thayeb Loh Angen. The approach used in this study was a qualitative approach. This type of research used descriptive qualitative research. The result of the data analysis showed that the irony styles contained in the Teuntra Atom Novel by Thayeb Loh Angen were included melosis, cynicism, innuendo, antifrasi, sarcasm, satire, and irony. There were 11 data of irony style melosis, 21 data of cynicism, seven data of inneundo, five data of antifrasi, 28 data of sarcasm, 29 data of satire, and 13 data of irony. The most rare style of irony mentioned in the novel of Teuntra Atom by Thayeb Loh Angen was a style of antifrasi irony containing satire which was the use of a word with its opposite meaning. The most dominant style of irony in Teuntra Atom Novel by Thayeb Loh Angen was a satirical irony style that contained satire toward a condition, a person or a society to reflected ignorance, imbecility, and confusion in the life values adopted by society.Keywords: novel, stylists, irony style
ANALISIS TOKOH DAN PENOKOHAN DALAM NOVEL BULAN KERTAS KARYA ARAFAT NUR Andre, Andre; Harun, Mohd.; Saadiah, saadiah
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji tentang tokoh dan penokohan dalam Novel Bulan Kertas karya Arafat Nur. Ruang lingkup penelitian ini meliputi unsur tokoh dan penokohan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis tokoh dan teknik-teknik penokohan yang terdapat dalam Novel Bulan Kertas karya Arafat Nur. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kepustakaan. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai jenis tokoh dan beragam teknik penokohan yang digunakan Arafat Nur dalam novel ini. (1) Tokoh utama dalam novel ini ada dua, yaitu Rafa dan Naya. (2) Tokoh tambahan dalam novel initerdapat empat belas tokoh, yaitu Kanafi, Askan, Fadil, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, Ibu Naya, Nadira, Nafil, Teungku Farhat, Afdal, Sarah, Bu Aini, dan Tetangga Naya. (3) Tokoh protagonis ada tujuh, yaitu Rafa, Naya, Kanafi, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, dan Ibu Naya. (4) Tokoh antagonis ada dua, yaitu Askan dan Fadil. (5) Tokoh bulat ada tiga, yaitu Rafa, Naya, dan Kanafi. (6) Tokoh sederhana terdapat tiga belas, yaitu Askan, Fadil, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, Ibu Naya, Nadira, Nafil, Teungku Farhat, Afdal, Sarah, Bu Aini, dan Tetangga Naya. (7) Tokoh berkembang ada tiga, yaitu Rafa, Naya, dan Kanafi. (8) Tokoh statis tidak ditemukan dalam novel ini. (9) Tokoh netral ada dua, yaitu Naya dan Kanafi. (10) Tokoh tipikal ada dua, yaitu Teungku Farhat dan Bu Aini. Penokohan yang digunakan Arafat Nur dalam Novel Bulan Kertas ada dua teknik, yaitu teknik langsung dan teknik tidak langsung. Teknik langsung terdapat 11 kutipan sedangkan teknik tidak langsung ditemukan 246 kutipan yang menunjukkan teknik tidak langsung sangat dominan digunakan dalam novel ini.Kata kunci: tokoh, penokohan, dan novel. ABSTRACT This study examines the character and characterization in the Novel Bulan Kertas by Arafat Nur. The scope of this research includes elements of character and characterization. The study aims to describe the types of figures and characterization techniques contained in the Novel Bulan Kertas by Arafat Nur. The technique used in this research is literature technique. Technique of data analysis used in this research is content analysis technique. The results of this study indicate that there are various types of characters and various characterizations techniques used by Arafat Nur in this novel. (1) The main characters in this novel are two, namely Rafa and Naya. (2) Additional characters in the novel are fourteen characters, namely Kanafi, Askan, Fadil, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, Ibu Naya, Nadira, Nafil, Teungku Farhat, Afdal, Sarah, Bu Aini, and Tetangga Naya. (3) The protagonist is seven, Rafa, Naya, Kanafi, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, and Ibu Naya. (4) The character of the antagonist there are two, namely Askan and Fadil. (5) There are three round figures, namely Rafa, Naya, and Kanafi. (6) Simple figures are thirteen, namely Askan, Fadil, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, Ibu Naya, Nadira, Nafil, Teungku Farhat, Afdal, Sarah, Bu Aini, and Tetangga Naya. (7) Developing figures have three, namely Rafa, Naya, and Kanafi. (8) Static characters are not found in this novel. (9) Neutral figures are two, namely Naya and Kanafi. (10) Typical figures are two, namely Teungku Farhat and Bu Aini. Characterization used Arafat Nur in Novel Bulan Kertas there are two techniques, namely direct techniques and indirect techniques. Direct technique there are 11 citations whereas indirect techniques found 246 excerpts indicating indirect techniques are very dominant used in this novel.Keywords: character, characterization, and novel
REPRESENTASI BUDAYA DALAM NOVEL PUTROE NENG KARYA AYI JUFRIDAR Mantovani, Ichsan; wildan, Wildan; Yusuf, Yusri
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur-unsur budaya yaitu, (1) kepercayaan, (2) nilai, (3) norma dan sanksi, (4) teknologi, (5) simbol, (6) bahasa, dan (7) kesenian. Selain itu,peneliti juga mendeskripsikan teknik representasi melalui penyampaian langsung dan tidak langsung. Sumber data penelitian ini adalah novel Putroe Neng karya Ayi Jufridar. Selanjutnya, data penelitian ini yaitu unsur-unsur budaya dan teknik representasi yang terdapat dalam novel Putroe Neng karya Ayi Jufridar. Penelitian ini tergolong dalam penelitian jenis kualitatif dan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis isi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Ayi Jufridar merepresentasikan budaya dalam novelnya yang berjudul Putroe Neng secara apik. Peneliti menemukan tujuh unsur kebudayaan pada novel tersebut, yaitu unsur kekepercayaan, nilai, norma dan sanksi, teknologi, simbol, bahasa dan kesenian. Dalam novel ini teknik representasi budaya disampaikan secara langsung dan tidak langsung. Representasi tidak disajikan secara gamblang/langsung tetapi disajikan melalui ikon, indeks, dan simbol melalui kata yang memiliki makna konotasi.Kata Kunci: Novel, Representasi, Unsur-unsur Budaya, Teknik Representasi ABSTRACT This study aims to describe the elements of culture that is, (1) belief, (2) values, (3) norms and sanctions, (4) technology, (5) symbol, (6) Language, and (7) art. In addition, researchers also describe representational techniques through direct and indirect delivery. The source of this research data is novel Putroe Neng by Ayi Jufridar. Furthermore, this research data is the elements of culture and representational techniques contained in novel Putroe Neng by Ayi Jufridar. This research belongs to qualitative type research and use descriptive method. The data retrieval technique used in this research is content analysis technique. The results of this study can be concluded that Ayi Jufridar represents culture in his novel Putroe Neng nicely. Researchers found the seven elements of culture in the novel, the element of trust, values, norms and sanctions, technology, symbols, language, and art. In this novel the technique of cultural representation is delivered directly and indirectly. Representations are not presented explicitly but presented via icons, indexes, and symbols through words that have connotation meaning.Keywords: Novel, Representation, Cultural Elements, Representation Technique
PENGGUNAAN METODE THINK TALK WRITE (TTW) DALAM PEMBELAJARAN MENYAJIKAN TANGGAPANKUALITAS KARYA CERPEN DALAM BENTUK TEKS ULASAN PADA SISWA KELAS VIII SMPN 1 PEUREULAK Indaty, Nurul; Harun, Mohd.; Subhayni, Subhayni
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur lahir yang terdapat dalam puisi lisan pada tradisi Manoe Pucôk;(2) mendeskripsikan fungsi puisi lisan pada tradisi Manoe Pucôk. Rumusan masalah penelitian ini, yaitu (1) struktur lahir yang terdapat dalam puisi lisan pada tradisi Manoe Pucôk, dan (2) fungsi apa saja yang terdapat dalam puisi lisan pada tradisi Manoe Pucôk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah tiga orang céh grup peumanoe pucôk. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik rekam. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam puisi lisan pada tradisi Manoe Pucôk terdapat struktur lahir, yaitu (1) diksiyang digunakan adalah perbendaharaan kosakata kategori being, cosmos, energy, terrestrial, object, living, animate, dan human, (2) pengimajianyang digunakan adalah imaji penglihatan, imaji pendengaran, dan imaji perasaan, (3) kata konkret, (4) gaya bahasa yang digunakan adalah gaya bahasa paralelisme, simile, metafora, metonimia, personifikasi, dan hiperbola, (5) versifikasi, yaitu rima dan ritma, dan (6) tipografi yang digunakan adalah tipografi jenis konvensional; serta fungsi yang terdapat adalah (1) fungsi rekreatif dan (2) fungsi sejarah.Kata kunci: puisi lisan, struktur puisi lisan, fungsi puisi lisan, Manoe Pucôk. ABSTRACK This research aims to (1) describe external structure of spoken poetry inManoe Pucôk tradition; (2) describe the function of spoken poetry Manoe Pucôk tradition. The formulation of the problem in this research are (1) external structure of spoken poetry in Manoe Pucôk tradition and (2)any function contained in spoken poetry in the Manoe Pucôk tradition. The method used in this research is descriptive qualitative method with the approach of qualitative. The data source of this research is three cèh of peumanoe pucôk group.Data collection in this research using recording technique. Data analysis conducted in this research is descriptive qualitative. The results show that in spoken poetry in Manoe Pucôktradition there is an external structure, that are (1) The diction used is the vocabulary of the being, cosmos, energy, terrestrial, object, living, animate, and humancategories, (2) the research used are visual imagery, auditory imagery, and imagery of feelings, (3) concrete words, (4) style of language used is the style of language parallelism, simile, metaphorical, metonimia, personifikasi, and hiperbola, (5) versification, that are rhyme and rhythm, (6) typography used is typography of conventional type; and functions are (1) recreational functions and (2) historical functions.Keywords: spoken poetry, spoken poetry structure, spoken poetry function, Manoe Pucôk
ANALISIS KALIMAT IMPERATIF YANG DIGUNAKAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA INSHAFUDDIN BANDA ACEH Fahmi, Nurul; Mahmud, Saifuddin; Azwardi, Azwardi
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul“Analisis Kalimat Imperatif yang Digunakan Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Inshafuddin Banda Aceh”. Sesuai dengan masalah yang ditentukan, tujuan penelitian ini mendeskripsikan jenis dan penanda kalimat imperatif yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Inshafuddin Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini bersumber dari ujaran yang berupa kalimat imperatif yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas. Sumber data penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia di SMA Inshafuddin Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik rekam (perekaman), teknik simak, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kalimat imperatif yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Inshafuddin Banda Aceh adalah sebagai berikut: (1) kalimat imperatif tak transitif, (2) kalimat imperatif transitif, (3) kalimat imperatif halus, (4) kalimat imperatif ajakan, dan (5) kalimat imperatif larangan. Selanjutnya, penanda kalimat imperatif yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Inshafuddin Banda Aceh adalah verba dasar, frasa adjektival, verba tak transitif (tidak memiliki objek), penanda nama diri atau kata ganti, bentuk pasif, verba transitif (memiliki objek), kata coba, kata tolong, kata silakan, kata ayo, dan kata jangan atau bentuk tidak boleh.Kata kunci: kalimat imperatif, guru, pembelajaran bahasa Abstract This research titled "Analysis Directive sentences that used the teachers in learning Bahasa Indonesia in SMA Inshafuddin Banda Aceh". In accordance with the specified problem, the purpose of this research describes the type and markers directive sentences that used the teachers in learning bahasa Indonesia in SMA Inshafuddin Banda Aceh. This research uses qualitative approach with descriptive method. This research data derived from a ujaran directive sentences that used the teachers in learning bahasa Indonesia in class. The data source of this research is an Indonesian language teacher at SMA Inshafuddin Banda Aceh. Data collection is done with the record technique (recording), bellow technique and the technique of record. The results of the study showed that the type of directive sentences that used the teachers in learning bahasa Indonesia in SMA Inshafuddin Banda Aceh is as follows: (1) directive sentences no transitif, (2) directive sentences transitif, (3) directive sentences smooth, (4) directive sentences invitation, and (5) directive sentences ban. Next, markers directive sentences that used the teachers in learning bahasa Indonesia in SMA Inshafuddin Banda Aceh is the basic verba verba adjektival phrase, no transitif (does not have the object), bookmark names themselves or a change, passive form, verba transitif (have the object), a try, the word help, said please, the words ho, and words do not or the form cannot be.Keywords: directive sentences, teachers learning language
KEMAMPUAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 BANDA ACEH MENYUNTING TEKS CERITA ULANG BIOGRAFI Abelia, Putri; Ramli, Ramli; Subhayni, Subhayni
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran kemampuan siswa kelas XI SMANegeri 3 Banda Aceh menyunting teks cerita ulang biografi berdasarkan kepaduanparagraf dan ejaan. Metode kualitatif berjenis deskriptif merupakan metode penelitian inidan teknik nontes merupakan teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini.Teknik pengolahan data diolah secara deskriptif kuantitatif dengan teknik statistiksederhana. Aspek penilaiannya meliputi kemampuan menyunting teks cerita ulang biografiberdasarkan kepaduan paragraf dengan nilai 70 pada rentang 70-84 termasuk kategori baik.Kemampuan menyunting teks cerita ulang biografi berdasarkan ejaan dengan nilai 73 padarentang 70-84 termasuk kategori baik. Kemampuan menyunting teks cerita ulang biografitergolong baik dengan rata-rata nilai 72. Berdasarkan penelitian ini, disarankan kepadaguru bahasa Indonesia SMA Negeri 3 Banda Aceh untuk lebih meningkatkan pembelajaranmenyunting, khususnya pada kaidah penyuntingan, baik tata bahasa maupun ejaan.Kata Kunci: kemampuan, menyunting, teks cerita ulang biografiABSTRACTThis study aims to obtain a description of the ability of students of class XI SMA Negeri 3Banda Aceh to edit the text of the biography of the story based on the cohesiveness ofparagraphs and spelling. The method used in this research is descriptive quantitative. Datacollection techniques in this study using techniques nontes. Data processing techniques areprocessed descriptively quantitatively with simple statistical techniques. Aspects of theassessment include the ability to edit the text of the biography of the story based on theunity of the paragraph with a value of 70 in the range 70-84 including the good category.The ability to edit biographical replication texts based on spellings with a value of 73 in the70-84 range belongs to either category. The results of this study indicate that the ability ofclass XI students of SMA Negeri 3 Banda Aceh edited the text of biographical repeatstories in good category with an average score of 72. Based on this research, it is suggestedto Indonesian language teachers SMA Negeri 3 Banda Aceh to further improve thelearning of editing, on editing rules, both grammar and spelling.Keywords: ability, editing, biography texts
KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL TANAH SURGA MERAH KARYA ARAFAT NUR Yulis Indah Pertiwi; Mohd. Harun; Herman R Herman R
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kritik sosial dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur; (2) mendeskripsikan bentuk penyampaian kritik sosial dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kajian pustaka Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur terdapat sepuluh jenis kritik sosial, yaitu: (1) kritik sosial masalah moral, (2) kritik sosial masalah politik, (3) kritik sosial masalah pendidikan, (4) kritik sosial masalah seks di luar nikah, (5) kritik sosial masalah kekerasan, (6) kritik sosial masalah ekonomi, (7) kritik sosial masalah agama, (8) kritik sosial masalah narkoba, (9) kritik sosial masalah gender, dan (10) kritik sosial masalah teknologi. Bentuk penyampaian kritik sosial dalam novel Tanah Surga Merah dilakukan pengarang dengan teknik langsung dan tidak langsung.Kata kunci: kritik sosial, sosial masyarakat, tanah surga merah. ABSTRACT This study aims to (1) describe social criticism in the novel titled Tanah Surga Merah by Arafat Nur; (2) describes the form of social criticism submission in Arafat Nur's novel Tanah Surga Merah. The method used in this research is descriptive qualitative method with the approach of sociology of literature. Data collection in this study using literature review techniques. Data analysis conducted in this study form qualitative descriptive. The results of the research show that in the novel titled Tanah Surga Merah by Arafat Nur has ten types of social criticism, they are: (1) social criticism of moral issues, (2) social criticism of political issues, (3) social criticism of educational issues, (4) social criticism of extramarital sex,       (5) social criticism of violence, (6) social criticism of economic issues , (7) social criticism of religious matters, (8) social criticism of drug problems, (9) social criticism of gender issues, and (10) social criticism of technological issues. The form of social criticism in the novel titled Tanah Surga Merah is done by the author with direct and indirect techniques.Keywords: social criticism, social community, tanah surga merah
PRESUPOSISI DALAM FILM RUDY HABIBIE (HABIBIE DAN AINUN 2) Asmaul Husna; Rajab Bahry; Azwardi Azwardi
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Presuposisi dalam Film Rudy Habibie (Habibie dan Ainun 2). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan presuposisi eksistensial, presuposisi struktural, presuposisi leksikal, presuposisi faktif, presuposisi nonfaktif, dan presuposisi konterfaktual yang terdapat dalam film Rudy Habibie(Habiie dan Ainun 2). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah film Rudy Habibie (Habibie dan Ainun 2) dengan data penelitian berupa percakapan antartokoh dalam film Rudy Habibie (Habibie dan Ainun 2). Data penelitian ini menggunakan teknik analisis dokumentasi. Langkah-langkah analisis data penelitian ini meliputi mendeskripsikan dan menganalisis jenis-jenis presuposisi berdasarkan klasifikasi yang telah dibuat, memaknai jenis-jenis presuposisi berdasarkan klasifikasi yang telah dibuat, dan menyimpulkan hasil analisis jenis-jenis presuposisi yang tedapat di dalam film Rudy Habibie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) presuposisi eksistensial yang ditemukan berupa presuposisi yang ditandai oleh nomina, frasa nomina, keterangan tempat, dan keterangan waktu, (2) presuposisi struktural yang ditemukan berupa presuposisi yang ditandai oleh kata tanya, (3) presuposisi leksikal yang ditemukan berupa presuposisi yang ditandai oleh ungkapan leksikal khusus yang menimbulkan presuposisi dengan pernyataan lain yang secara konsep tidak dinyatakan langsung di dalam tuturan, (4) presuposisi faktif yang ditemukan berupa berupa presuposisi yang ditandai dengan verbal dan frasa verbal, (5) presuposisi nonfaktif yang ditemukan berupa presuposisi yang ditandai oleh verbal, yaitu bermimpi dan rencananya, adverbia, yaitu seharusnya, kira, dan seperti, (6) presuposisi konterfaktual yang ditemukan berupa presuposisi yang ditandai oleh kata konjungsi yang menyatakan pengandaian.Kata Kunci: presuposisi, tuturan, film ABSTRACT The research is titled Presuposisi in the Film Rudy Habibie (Habibie and Ainun 2). The purpose of this study is to describe existential presuppositions, structural presuppositions, lexical presuppositions, factive presuppositions, non-active presuppositions, and counterfactual presuppositions contained in the film Rudy Habibie (Habiie and Ainun 2). The research method used is descriptive method with qualitative approach. The data sources of this research are Rudy Habibie (Habibie and Ainun 2) films with research data in the form of conversations between films Rudy Habibie (Habibie and Ainun 2). This research data using documentation analysis technique. The steps of analyzing the data of this study include describing and analyzing the types of presuppositions based on the classifications that have been made, interpreting the types of presuppositions based on the classifications that have been made, and summarizing the results of the analysis of types of presupposition found in the film Rudy Habibie. The result of the research shows that (1) existential presuppositions are found in the form of presuppositions marked by nouns, noun phrases, place descriptions, and time statements, (2) structural presuppositions found in the presuppositions marked by queries, (3) lexical presuppositions found in the form of presuppositions characterized by special lexical expressions that give rise to presuppositions with other statements not conceptually expressed directly in speech, (4) factive presuppositions found in the form of presuppositions characterized by verbal and verbal phrases, (5) nonfunctional presuppositions found in the form the presuppositions marked by verbal, dreaming and plan, adverbs, that are supposed to be, say, and such, (6) the counterfactual presuppositions are found in the form of presuppositions marked by conjunctions which express suppositions.Keywords: presupposition, speech, film
ANALISIS GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM HIKAYAT IBRAHIM HASAN KARYA NURMAN SYAMHAS Dinda Deswita; Mohd. Harun; Subhayni Subhayni
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis gaya bahasa perbandingan yang terdapat di dalam hikayat Ibrahim Hasan karya Nurman Syamhas  dan mendeskripsikan gaya bahasa perbandingan  yang paling dominan muncul di dalam hikayat Ibrahim Hasan karya Nurman Syamhas. Sumber data dalam penelitian ini adalah hikayat Ibrahim Hasan karya Nurman Syamhas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Hasil analisis yang telah didapatkan dalam hikayat Ibrahim Hasan karya Nurman Syamhas dalam gaya bahasa perbandingan,yaitujenis gaya bahasa perbandingan yang berbentuk metafora, ironi, antonomasia, alegori, parabel, fabel, personifikasi. Gaya bahasa perbandingan yang paling dominan muncul dalam hikayat tersebut adalah gaya bahasa metafora.Kata kunci: hikayat, gaya bahasa perbandingan, ibrahim hasan. ABSTRACT The study is entitled "Comparative Language Style in the saga of Ibrahim Hasan by Nurman Syamhas". The formulation of this research problem is (1) what kind of comparative language style is contained in the story of Ibrahim Hasan by Nurman Syamhas? and (2) what is the most dominant language style in the story of Ibrahim Hasan by Nurman Syamhas? The aims of this study are (1) to describe the types of comparative language styles contained in the Ibrahim Hasan saga by Nurman Syamhas and (2) to describe the most dominant type of comparative language in the story of Ibrahim Hasan by Nurman  Syamhas. The method used in this research is qualitative descriptive method. The result of analysis that has been obtained in the story of Ibrahim Hasan by Nurman  Syamhas of comparative language style,. Types of comparative language styles and the number of types of comparative language styles are, metaphorical, irony, antonomasia, allegory, parables, fable, and personification. The most dominant language style comparison that appears in the saga is the style of the metaphorical language.Keywords: comparative language style, saga, ibrahim hasan.
ANALISIS GAYA IRONI DALAM NOVEL TEUNTRA ATOM KARYA THAYEB LOH ANGEN Herman Herman; Mukhlis Mukhlis; Muhammad Iqbal
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Analisis Gaya Ironi dalam Novel Teuntra Atom Karya Thayeb Loh Angen” mengangkat masalah bagaimanakah gaya ironi dalam novel tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya ironi yang terdapat pada Novel Teuntra Atom Karya Thayeb Loh Angen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa gaya ironi yang terdapat dalam novel Teuntra Atom karya Thayeb Loh Angen, meliputi melosis, sinisme, innuendo, antifrasi, sarkasme, satire, dan  ironi. Gaya ironi melosis terdapat 11 data, sinisme terdapat 21 data, innuendo terdapat tujuh data, antifrasi terdapat lima data, sarkasme terdapat 28 data, satire terdapat 29 data, dan ironi terdapat 13 data. Gaya ironi yang paling jarang disebutkan dalam Novel Teuntra Atom karya Thayeb Loh Angen  adalah gaya ironi antifrasi yang mengandung sindiran yang berwujud penggunaan sebuah kata dengan makna kebalikannya. Gaya ironi yang paling dominan dalam Novel Teuntra Atom karya Thayeb Loh Angen adalah gaya ironi satire yang mengandung sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang atau kepada masyarakat untuk merefleksikan kebodohan, kedunguan, dan kelinglungan dalam nilai-nilai kehidupan yang dianut masyarakat.Kata kunci     : novel, stilistika, gaya ironi ABSTRACT The research entitled "Analysis of Irony Style in Teutra Atom Novel Works of Thayeb Loh Angen" rouse the question of how irony style is in Teutra Atom Novel Works of Thayeb Loh Angen. This study aimed to describe the irony style found in Teutra Atom Novel by Thayeb Loh Angen. The approach used in this study was a qualitative approach. This type of research used descriptive qualitative research. The result of the data analysis showed that the irony styles contained in the Teuntra Atom Novel by Thayeb Loh Angen were included melosis, cynicism, innuendo, antifrasi, sarcasm, satire, and irony. There were 11 data of irony style melosis, 21 data of cynicism, seven data of inneundo, five data of antifrasi, 28 data of sarcasm, 29 data of satire, and 13 data of irony. The most rare style of irony mentioned in the novel of Teuntra Atom by Thayeb Loh Angen was a style of antifrasi irony containing satire which was the use of a word with its opposite meaning. The most dominant style of irony in Teuntra Atom Novel by Thayeb Loh Angen was a satirical irony style that contained satire toward a condition, a person or a society to reflected ignorance, imbecility, and confusion in the life values adopted by society.

Page 10 of 16 | Total Record : 153