cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 153 Documents
ANALISIS KEEFEKTIFAN KALIMAT DALAM SKRIPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNSYIAH Septia Nita Zulmaliza; Rostina Taib; Armia Armia
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2018): JIM PBSI 23 Maret 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.545 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Analisis Keefektifan Kalimat dalam Skripsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah”.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah kelengkapan atau kesepadanan kalimat yang terdapat dalam skripsi mahasiswa program studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah(2) Bagaimanakah keparalelan kalimat dalam skripsi mahasiswa program studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah (3) Bagaimanakah kehematan kalimat dalam skripsi mahasiswa program studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah (4) Bagaimanakah kelogisan kalimat dalam skripsi mahasiswa program studi Pendidikan Matematika. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini analisis deskriptif kualitatif yang menggunakan langkah-langkah berikut (1) mengumpulkan sampel kesalahan (2) mengidentifikasi sampel kesalahan (3) mengklasifikasikan kesalahan (4) menjelaskan kesalahan (5) mengevaluasi kesalahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skripsi mahasiswa program studi Pendidikan Matematika masih terdapat kalimat tidak efektif. Kesalahan tersebut meliputi aspek (1) kelengkapan atau kesepadanan, (2) kesejajaran, (3) kehematan, dan (4) kelogisan.Kata kunci: Kalimat efektif, kelengkapan unsur atau kesepadanan, keparalelan, kehematan, dan kelogisan.ABSTRACT This research entitled "Effectiveness Analysis of Sentences in Student Thesis of Mathematics Education Program of FKIP Unsyiah". The formulation of the problem in this research is (1) How is the completeness or equivalence of the sentence contained in the thesis of the students of Mathematics Education Study Program FKIP Unsyiah (2) How is the parallelism in the thesis of the students of the Mathematics Education Study Program FKIP Unsyiah (3) How to save sentences in the students' Study of Mathematics Education FKIP Unsyiah (4) How is the sentence kelogisan in thesis of Mathematics Education students. Data collection techniques used in this study is documentation. The data analysis technique of this study qualitative descriptive analysis using the following steps (1) collecting error samples (2) identifying error samples (3) classifying error (4) explaining error (5) evaluating error. The results of this study indicate that the thesis of Mathematics Education program students still have an ineffective sentence. The error includes aspects (1) completeness or equivalence (2) alignment (3) austerity (4) logic. Keywords: Effective Sentences, Completeness of Elements or Comparability, Parallelism, Savings, and logic.
SIKAP BERBAHASA SUPIR L300 TAKENGON-BANDA ACEH TERHADAP BAHASA INDONESIA Wiwik Purmawanti; Yusri Yusuf; Abu Bakar
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2018): JIM PBSI 23 Maret 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.408 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Sikap Berbahasa Supir L300 Takengon-Banda Aceh” rumusan masalah dalam penelitian ini adalahini bagaimanakah sikap berbahasa yang ditunjukkan oleh supir L300 Takengon-Banda Aceh terhadap bahasa Indonesia dan faktor apasajakah yang mempengaruhi sikap berbahasa tersebut. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan bagaimanakah sikap berbahasa yang ditunjukkan oleh supir L300 Takengon-Banda Aceh terhadap bahasa Indonesia dan faktor yang mempengaruhi sikap berbahasa tersebut.Subjek penelitian ini adalah supir L300 Takengon-Banda Aceh yang berada di Terminal terpadu Lueng Bata Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Analisis data observasi dan wawancara dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap berbahasa supir L300 Takengon-Banda Aceh terhadap bahasa Indonesia dilihat dari (1) aspek kognitifnya berada pada kategori positif yang di pengaruhi oleh dua faktor identitas etnik dan pengalaman pribadi (2) aspek afektifnya berada pada kategori positif yang dipengaruhi oleh faktor pandangan hidup yang modern, dan (3) aspek konatifnya berada pada kategori negatif yang dipengaruhi oleh faktor pemakaian bahasa daerah, jarak sosial yang dekat, dan faktor kebiasaan penggunaan daerah.Kata kunci: Sikap berbahasa ABSTRACT The research entitled "L300 Takengon-Banda Aceh Driver Learner Attitude" formulation of the problem in this research is how the attitude of language shown by the L300 Takengon-Banda Aceh driver to the Indonesian language and apasajakah factors that influence the language attitude. This study aims to describe how the language attitude shown by the L300 Takengon-Banda Aceh driver towards the Indonesian language and the factors that influence the language attitude tersebut.Subjek this research is L300 Takengon-Banda Aceh driver located in the integrated Terminal Lueng Bata Banda Aceh. The data were collected by using observation and interview method. Analysis of observation and interview data is done through three stages, namely data reduction, data presentation, and withdrawal of conclusion / verification. The result of the research shows that L300 Takengon-Banda Aceh driver's attitude toward Indonesian language is seen from (1) cognitive aspect is in positive category influenced by two factor of ethnic identity and personal experience (2) affective aspect is in positive category influenced by factor a modern outlook on life, and (3) the connectivity aspect is in a negative category influenced by the use of regional languages, close social distance, and local habits.Keywords: Attitude
PENGGUNAAN METODE WHEEL OF FORTUNE DALAM MENYIMPULKAN MAKNA PUISI OLEH SISWA KELAS VIII SMPN 3 INGIN JAYA Raudhatul Fitri; Armia armia; Muhammad Iqbal
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2018): JIM PBSI 23 Maret 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.857 KB)

Abstract

ABSTRAK Judul penelitian ini “Penggunaan Metode Wheel of Fortune dalam Menyimpulkan Makna Puisi oleh Siswa Kelas VIII SMPN 3 Ingin Jaya”. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) bagaimanakah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan metode Wheel of Fortune dalam menyimpulkan makna puisi oleh siswa kelas VIII SMPN 3 Ingin Jaya? (2) Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode Wheel of Fortune dalam menyimpulkan makna puisi oleh siswa kelas VIII SMPN 3 Ingin Jaya? (3) Bagaimanakah hasil pembelajaran dengan menggunakan metode Wheel of Fortune dalam menyimpulkan makna puisi oleh siswa kelas VIII SMPN 3 Ingin Jaya? Tujuan penelitian ini mendeskripsikan (1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan metode Wheel of Fortune dalam menyimpulkan makna puisi oleh siswa kelas VIII SMPN 3 Ingin Jaya, (2) pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode Wheel of Fortune dalam menyimpulkan makna puisi oleh siswa kelas VIII SMPN 3 Ingin Jaya, (3) hasil belajar siswa  dengan menggunakan metode Wheel of Fortune dalam menyimpulkan makna teks puisi oleh siswa kelas VIII SMPN 3 Ingin Jaya. Data penelitian diperoleh melalui observasi terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), proses pelaksanaan pembelajaran, dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian didapat bahwa (1) analisis RPP yang disusun guru bidang studi bahasa Indonesia sudah amat baik, (2) kegiatan pembelajaran juga diterapkan dengan amat baik. (3) Perolehan nilai di kelas VIII.1 adalah 20 orang siswa mendapatkan nilai 100, sedangkan 10 orang siswa mendapatkan nilai 0. (3) Perolehan nilai di kelas VIII.1 adalah 20 orang siswa mendapatkan nilai 100, sedangkan 10 orang siswa mendapatkan nilai 0. Berikutnya, perolehan nilai di kelas VIII.2 adalah 18 orang siswa mendapatkan nilai 100, sedangkan 12 orang siswa mendapatkan nilai 0. Secara keseluruhan penilaian siswa sudah baik yaitu 60-66,66% siswa mendapatkan nilai 100. Hal ini menunjukkan metode Wheel of Fortune mampu memperbaiki kualitas pembelajaran siswa di kelas.Kata kunci: Wheel of Fortune, pembelajaran, hasil belajar. ABSTRACT The title of this research “The use of Wheel of Fortune Method in Concluded the Meaning of Poetry by Student of Class VIII SMPN 3 Ingin Jaya". The formulation problem of this research is (1) how the Plan of implementation of the lessons using the Wheel of Fortune method in concluded the meaning of poetry by the students of class VIII SMPN 3 Ingin Jaya? (2) How the implementation of learning using the Wheel of Fortune method in concluded the meaning of poetry by the students of class VIII SMPN 3 Ingin Jaya? (3) How learning outcomes by using the Wheel of Fortune method in concluded the meaning of poetry by the students of class VIII SMPN 3 Ingin Jaya? The purpose of this research describes (1) Learning implementation Plan using Wheel of Fortune method in concluded the meaning of poetry by the students of class VIII SMPN 3 Ingin Jaya, (2) Implementation of learning using the Wheel of Fortune method in concluded the meaning of poetry by the students of class VIII SMPN 3 Ingin Jaya, (3) the results of student learning using the Wheel of Fortune method in concluded the meaning of the poetry by the students of class VIII SMPN 3 Ingin Jaya. Research data obtained through the observation of the Plan of implementation of the lessons, the implementation process of learning, and the results of student learning. The research results obtained that (1) the analysis of the Plan of implementation of the lessons organized Indonesia language teacher is very good, (2) learning activities also applied with very good. (3) Obtaining grades in class VIII.1 is 20 students get a value of 100, while 10 students get a value of 0. Next, the acquisition value in class VIII.2 is 18 students get a value of 100, while 12 students get a value of 0. Overall the student's assessment is good that is 60-66,66% student get 100 value. This shows method of Wheel of Fortune able to improve quality of student learning in class.Key Words: Wheel of Fortune, learning, learning results
RAGAM BAHASA GURU DALAM INTERAKSI KELAS DI TAMAN KANAK-KANAK ISLAM TERPADU AR-RAHMAH KOTA BANDA ACEH Intan OPH Darwin; Mohd. Harun; Armia Armia
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2018): JIM PBSI 23 Maret 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.142 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ragam bahasa guru dalam interaksi kelas di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Arrahmah Kota Banda Aceh. Ragam masalah tentang (1) ragam bahasa apa yang dominan digunakan oleh guru TKIT (2) kalimat perintah yang digunakan guru dalam interaksi kelas di TKIT Arrahmah Kota Banda Aceh, (3) kalimat interogatif yang digunakan guru dalam interaksi kelas di TKIT Arrahmah Kota Banda Aceh, dan (4) kalimat ekslamatif yang digunakan guru dalam interaksi kelas di TKIT Arrahmah Kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru TKIT Arrahmah Kota Banda Aceh, Jumlah tiga orang. Teknik pengumpulan data adalah teknik simak dilanjutkan dengan teknik catat dan teknik rekam. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu (1) seleksi data, (2) klasifikasi data, dan (3) analisis data. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, dalam interaksi kelas di Taman Kanak-kanak guru lebih dominan menggunakan ragam bahasa usaha atau ragam konsultatif pada saat proses belajar-mengajar berlangsung, Kedua, guru menggunakan beberapa jenis kalimat dalam interaksi kelas, yaitu kalimat imperatif, kalimat interogatif, dan kalimat ekslamatif. Ketiga, kalimat yang digunakan guru dalam interaksi kelas lebih dominan kalimat perintah kalimat tanya, dan kalimat ekslamatif juga digunakan, Keempat, dalam interaksi kelas guru sering menggunakan bahasa Indonesia tidak baku. Kelima, pada saat proses belajar-megajar di kelas guru menggunakan metode bernyanyi agar anak-anak tidak bosan dan mudah menyerap materi pelajaran.Kata kunci:  Ragam Bahasa Guru dalam Interaksi Kelas ABSTRACT This study aims to describe the variety of language teachers in class interaction in the Artificial Islamic School Arrahmah City Banda Aceh. (1) what language variants are dominantly used by TKIT teachers (2) command phrases used by teachers in classroom interactions in TKIT Arrahmah Kota Banda Aceh, (3) interrogative sentences used by teachers in classroom interactions at TKIT Arrahmah Kota Banda Aceh , and (4) the ekslamatif sentences used by teachers in classroom interaction at TKIT Arrahmah Kota Banda Aceh. The approach used in this research is qualitative approach. The type of research is descriptive qualitative. Data source in this research is teacher of TKIT Arrahmah Kota Banda Aceh, Number of three people. Technique of data collecting technique is continued by technique of record and recording technique. Data analysis technique is done through three stages, namely (1) data selection, (2) data classification, and (3) data analysis. The results of the study are as follows. First, in the classroom interaction in kindergarten teachers are more dominant using the variety of business language or consultative variety during the teaching-learning process, Second, teachers use several sentences in class interactions, imperative sentences, interrogative sentences, and ekslamatif sentences. Third, the sentence used by the teacher in the class interaction is more dominant the sentence of the sentence command sentence, and the ekslamatif sentence is also used, Fourth, in the classroom interaction teachers often use the Indonesian language is not standard. Fifth, during the learning process-taught in the classroom teachers using the method of singing so that children do not get bored and easily absorb the subject matter.Keywords: Teacher language variety in class interaction
DESKRIPSI BAHASA TABU DALAM MASYARAKAT TEUNOM KABUPATEN ACEH JAYA Riza Mutia; Rostina Taib; Muhammad Iqbal
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2018): JIM PBSI 23 Maret 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.479 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Deskripsi Bahasa Tabu dalam Masyarakat Teunom Kabupaten Aceh Jaya” Mengangkat masalah apa saja yang dianggap bahasa tabu dalam masyarakat Teunom, apa saja berbuatan tabu dalam masyarakat Teunom, dan bagaimana pandangan masyarakat Teunom terhadap bahasa tabu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahasa tabu dan perbuatan tabu dalam masyarakat Teunom, serta untuk mengetahui pandangan masyarakat Teunom tehadap bahasa tabu tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode teknik simak, teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif. Data penelitian ini berupa data lisan yang diperoleh dari informan yaitu kata dan berbuatan tabu. Data yang diperoleh diidentifikasi, diklasifikasikan, dianalisis, dan disimpulkan dalam bentuk deskripsi. Hasil penelitian membuktikan bahwa kata yang dianggap tabu dalam masyarakat Teunom adalah, buya, rimung, gajah, nie, cagѐe, unoe, sira, mata silet. Selanjutnya, terdapat 41 data tentang perbuatan tabu dalam masyarakat Teunom. Pandangan masyarakat Teunom terhadap kata bahasa tabu dan tabu dalam bentuk perbuatan masih sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari hingga sekarang, terutama di dareah Pasie Timon, Pasie Geulima, Cot Trap, dan Lueng Gayo. Di daerah tersebut masyarakat Teunom masih mematuhi pantangan baik bentuk kata maupun perbuatan, masyarakat berdomisili di daerah tersebut beranggapan bahwa, ketika melanggar pantangan tersebut, akan berakibat sial, kekurangan rezeki, dan akan mendapat musibah. Disarankan penelitian yang berhubungan dengan kata bahasa Tabu maupun dengan tabu perbuatan dapat dilanjutkan oleh peneliti sehingga dapat terungkap hal-hal yang belum terungkap melalui penelitian ini.Kata kunci: Bahasa tabu, perbuatan, masyarakat Teunom ABSTRACT The research entitled "Description of Tabu Language in Teunom Community of Aceh Jaya District" Raises any issues considered to be taboo language in Teunom society, whatever is taboo in Teunom society, and how Teunom society views against the taboo language. This study aims to determine the language of taboo and taboo in Teunom society, and to know the views of the Teunom community tehadap language taboo. The type of this research is descriptive research and using qualitative approach. Technique of collecting data of this research using technique method of referring, recording technique, and technique of note. Data analysis technique is done qualitatively. The data of this research are oral data obtained from informant that is word and taboo. The data obtained are identified, classified, analyzed, and summarized in descriptive form. The results prove that the word is considered taboo in Teunom society is, buya, rimung, elephant, nie, cagѐe, unoe, sira, eyes razor. Furthermore, there are 41 data on taboo actions in Teunom society. The Teunom society's view of taboo and taboo words in the form of deeds is still very much inherent in everyday life up to now, especially in Pasie Timon, Pasie Geulima, Cot Trap, and Lueng Gayo. In the area Teunom people still obey the taboo both form of words and deeds, people living in the area assume that, when violating the taboo, will result in bad luck, lack of sustenance, and will get calamity. Suggested research related to Tabu language words and taboos of deeds can be continued by the researcher so it can be revealed things that have not been revealed through this research.Keywords: Taboo Language, Action, Teunom Society
ANALISIS IMPLIKATUR DALAM PERCAKAPAN MAHASISWA DI TEMPAT UMUM Wulandari Wulandari; Wildan wildan; Denni Iskandar
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2018): JIM PBSI 23 Maret 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.596 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Analisis Implikatur dalam Percakapan Mahasiswa di Tempat Umum” ini bertujuan menemukan dan mendeskripsikan wujud implikatur dalam percakapan mahasiswa di tempat umum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan catat. Sumber data penelitian ini adalah korpus-korpus dalam percakapan mahasiswa di Warung Kopi Dekmi Darussalamdankantin FKIP Unsyiah. Penelitian ini menemukan 2 jenis implikatur yang digunakan mahasiswa saat melakukan percakapan di tempat umum, yaitu (1) implikatur konvensional, dan (2) implikatur nonkonvensional. Selanjutnya ditemukan juga 3 fungsi implikatur yang diwujudkan dalam nilai komunikatif yang berupa kalimat, yaitu (1) fungsi kalimat pernyataan, (2) fungsi kalimat tanya, dan (3) fungsi kalimat perintah.Kata Kunci: Implikatur, jenis implikatur, fungsi implikatur, percakapan mahasiswa ABSTRACT The research entitled “An Analysis of Implicature on the University Student’s Conversation at Public Places” is meant to find out the form of implicature on university students’ conversation at public places and describing it afterward. The method used inthis research is descriptive qualitative. Data were collected by techniques refer and note. The source of this research is corpuses of university students’ conversation found at Dekmi coffee shop and canteen of FKIP Unsyiah. This study found two types of implicatures that students use when conversing in public places, that is (1) conventional implicatures, and (2) nonconventional implicature. Furthermore found also three function of implicature embodied in comunicative value in the form of sentence, that is (1) statement sentence function, (2) question sentence function, and (3) command line function.Keywords: Implicature, implicature type, implicature function, university students’ conversation
KEMAMPUAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 13 BANDA ACEH MENYUSUN TEKS CERITA FABEL Safiatuddin, Safiatuddin; Ramli, Ramli; Subhayni, Subhayni
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji kemampuan siswa Kelas VIII SMP Negeri 13 Banda Aceh menyusun teks cerita fabel berdasarkan strukturnya. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasinya berjumlah 144 orang dan sampel yang diambil sebanyak 35 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Banda Aceh. Pengumpulan datanya menggunakan teknik tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor yang diperoleh siswa dari keseluruhan aspek adalah 100. Skor ini berada pada rentang nilai 85-100 yang merupakan rentang nilai kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penilaian setiap aspek menunjukkan bahwasanya aspek struktur bagian orientasi  memperoleh nilai rata-rata 94. Skor ini berada pada rentang nilai 85-100 kategori sangat baik. Struktur bagian komplikasi memperoleh nilai rata-rata 84. Skor ini berada pada rentang nilai 70-84  kategori baik. Struktur bagian resolusi memperoleh nilai rata-rata 87. Skor ini berada pada rentang nilai 85-100 kategori sangat baik. Struktur bagian koda memperoleh nilai rata-rata 85. Skor ini berada pada rentang nilai 85-100 kategori sangat baik.Kata kunci: menyusun, teks cerita fabel ABSTRACT This study examines the ability grade students VIII SMP of 13 Banda Aceh prepare a text story fable based on the structure. Approach is undertaken is quantitative approach with descriptive method. Population of this study totaling 144 people and samples taken as much as 35 grade students VIII SMP of 13 Banda Aceh. The data was collected by the technique of the best. The results showed that the score obtained students of the overall aspect is 100. This score is located on the value range 85-100 which is value range category very good. Seen from every aspect assessed showed that aspect of the structure of the orientation of obtaining the average value 94. This score is located on the value range 85-100 category very good. Structure of the complication obtain the average value 84. This score is located on the value range 70-84 both categories. Structure of the resolution of obtaining the average value 87. This score is locted on the value range 85-100 category vary good. Structure of the coda obtain the average value 85. This score is located on the value range 85-100 category very good.Keywords: prepare, text story fable
KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL TANAH SURGA MERAH KARYA ARAFAT NUR Pratiwi, Yulis Indah; Harun, Mohd.; Rn, Herman
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kritik sosial dalam novel Tanah SurgaMerah karya Arafat Nur; (2) mendeskripsikan bentuk penyampaian kritik sosial dalamnovel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Pengumpulan datadalam penelitian ini menggunakan teknik kajian pustaka Analisis data yang dilakukandalam penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwadalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur terdapat sepuluh jenis kritik sosial,yaitu: (1) kritik sosial masalah moral, (2) kritik sosial masalah politik, (3) kritik sosialmasalah pendidikan, (4) kritik sosial masalah seks di luar nikah, (5) kritik sosial masalahkekerasan, (6) kritik sosial masalah ekonomi, (7) kritik sosial masalah agama, (8) kritiksosial masalah narkoba, (9) kritik sosial masalah gender, dan (10) kritik sosial masalahteknologi. Bentuk penyampaian kritik sosial dalam novel Tanah Surga Merah dilakukanpengarang dengan teknik langsung dan tidak langsung.Kata kunci: kritik sosial, sosial masyarakat, tanah surga merah.ABSTRACTThis study aims to (1) describe social criticism in the novel titled Tanah Surga Merah byArafat Nur; (2) describes the form of social criticism submission in Arafat Nurs novelTanah Surga Merah. The method used in this research is descriptive qualitative methodwith the approach of sociology of literature. Data collection in this study using literaturereview techniques. Data analysis conducted in this study form qualitative descriptive. Theresults of the research show that in the novel titled Tanah Surga Merah by Arafat Nur hasten types of social criticism, they are: (1) social criticism of moral issues, (2) socialcriticism of political issues, (3) social criticism of educational issues, (4) social criticism ofextramarital sex, (5) social criticism of violence, (6) social criticism of economic issues, (7) social criticism of religious matters, (8) social criticism of drug problems, (9) socialcriticism of gender issues, and (10) social criticism of technological issues. The form ofsocial criticism in the novel titled Tanah Surga Merah is done by the author with direct andindirect techniques.Keywords: social criticism, social community, tanah surga merah
PRESUPOSISI DALAM FILM RUDY HABIBIE (HABIBIE DAN AINUN 2) Husna, Asmaul; Bahry, Rajab; Azwardi, Azwardi
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Presuposisi dalam Film Rudy Habibie (Habibie dan Ainun 2). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan presuposisi eksistensial, presuposisi struktural, presuposisi leksikal, presuposisi faktif, presuposisi nonfaktif, dan presuposisi konterfaktual yang terdapat dalam film Rudy Habibie(Habiie dan Ainun 2). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah film Rudy Habibie (Habibie dan Ainun 2) dengan data penelitian berupa percakapan antartokoh dalam film Rudy Habibie (Habibie dan Ainun 2). Data penelitian ini menggunakan teknik analisis dokumentasi. Langkah-langkah analisis data penelitian ini meliputi mendeskripsikan dan menganalisis jenis-jenis presuposisi berdasarkan klasifikasi yang telah dibuat, memaknai jenis-jenis presuposisi berdasarkan klasifikasi yang telah dibuat, dan menyimpulkan hasil analisis jenis-jenis presuposisi yang tedapat di dalam film Rudy Habibie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) presuposisi eksistensial yang ditemukan berupa presuposisi yang ditandai oleh nomina, frasa nomina, keterangan tempat, dan keterangan waktu, (2) presuposisi struktural yang ditemukan berupa presuposisi yang ditandai oleh kata tanya, (3) presuposisi leksikal yang ditemukan berupa presuposisi yang ditandai oleh ungkapan leksikal khusus yang menimbulkan presuposisi dengan pernyataan lain yang secara konsep tidak dinyatakan langsung di dalam tuturan, (4) presuposisi faktif yang ditemukan berupa berupa presuposisi yang ditandai dengan verbal dan frasa verbal, (5) presuposisi nonfaktif yang ditemukan berupa presuposisi yang ditandai oleh verbal, yaitu bermimpi dan rencananya, adverbia, yaitu seharusnya, kira, dan seperti, (6) presuposisi konterfaktual yang ditemukan berupa presuposisi yang ditandai oleh kata konjungsi yang menyatakan pengandaian.Kata Kunci: presuposisi, tuturan, film ABSTRACT The research is titled Presuposisi in the Film Rudy Habibie (Habibie and Ainun 2). The purpose of this study is to describe existential presuppositions, structural presuppositions, lexical presuppositions, factive presuppositions, non-active presuppositions, and counterfactual presuppositions contained in the film Rudy Habibie (Habiie and Ainun 2). The research method used is descriptive method with qualitative approach. The data sources of this research are Rudy Habibie (Habibie and Ainun 2) films with research data in the form of conversations between films Rudy Habibie (Habibie and Ainun 2). This research data using documentation analysis technique. The steps of analyzing the data of this study include describing and analyzing the types of presuppositions based on the classifications that have been made, interpreting the types of presuppositions based on the classifications that have been made, and summarizing the results of the analysis of types of presupposition found in the film Rudy Habibie. The result of the research shows that (1) existential presuppositions are found in the form of presuppositions marked by nouns, noun phrases, place descriptions, and time statements, (2) structural presuppositions found in the presuppositions marked by queries, (3) lexical presuppositions found in the form of presuppositions characterized by special lexical expressions that give rise to presuppositions with other statements not conceptually expressed directly in speech, (4) factive presuppositions found in the form of presuppositions characterized by verbal and verbal phrases, (5) nonfunctional presuppositions found in the form the presuppositions marked by verbal, dreaming and plan, adverbs, that are supposed to be, say, and such, (6) the counterfactual presuppositions are found in the form of presuppositions marked by conjunctions which express suppositions.Keywords: presupposition, speech, film
ANALISIS GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM HIKAYAT IBRAHIM HASAN KARYA NURMAN SYAMHAS Deswita, Dinda; Harun, Mohd.; Subhayni, Subhayni
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis gaya bahasa perbandingan yangterdapat di dalam hikayat Ibrahim Hasan karya Nurman Syamhas dan mendeskripsikangaya bahasa perbandingan yang paling dominan muncul di dalam hikayat Ibrahim Hasankarya Nurman Syamhas. Sumber data dalam penelitian ini adalah hikayat Ibrahim Hasankarya Nurman Syamhas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodedeskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Hasilanalisis yang telah didapatkan dalam hikayat Ibrahim Hasan karya Nurman Syamhasdalam gaya bahasa perbandingan,yaitujenis gaya bahasa perbandingan yang berbentukmetafora, ironi, antonomasia, alegori, parabel, fabel, personifikasi. Gaya bahasaperbandingan yang paling dominan muncul dalam hikayat tersebut adalah gaya bahasametafora.Kata kunci: hikayat, gaya bahasa perbandingan, ibrahim hasan.ABSTRACTThe study is entitled "Comparative Language Style in the saga of Ibrahim Hasan byNurman Syamhas". The formulation of this research problem is (1) what kind ofcomparative language style is contained in the story of Ibrahim Hasan by NurmanSyamhas? and (2) what is the most dominant language style in the story of Ibrahim Hasanby Nurman Syamhas? The aims of this study are (1) to describe the types of comparativelanguage styles contained in the Ibrahim Hasan saga by Nurman Syamhas and (2) todescribe the most dominant type of comparative language in the story of Ibrahim Hasan byNurman Syamhas. The method used in this research is qualitative descriptive method. Theresult of analysis that has been obtained in the story of Ibrahim Hasan by NurmanSyamhas of comparative language style,. Types of comparative language styles and thenumber of types of comparative language styles are, metaphorical, irony, antonomasia,allegory, parables, fable, and personification. The most dominant language stylecomparison that appears in the saga is the style of the metaphorical language.Keywords: comparative language style, saga, ibrahim hasan.

Page 9 of 16 | Total Record : 153