cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JIM FKP Unsyiah terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): April 2016" : 16 Documents clear
INDEKS NILAI PENTING VEGETASI MANGROVE DI KAWASAN KUALA IDI, KABUPATEN ACEH TIMUR Eggy Havid Parmadi; Irma Dewiyanti; Sofyatuddin Karina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.93 KB)

Abstract

The purpose of this research for determine to important value index at the mangrove range of area in Kuala Idi fishing port, East Aceh. This research was carried out on July–December 2015. Determine of sampling site used purpose sampling method and quadrate transect. The 6 (six) species of mangrove was found in locate, there are : R. Apiculata, R. Mucronata, R. Stylosa, Sonneratia Alba, Avicennia Lanata and Acanthus Ilicifolius. The results showed the highest in tree types was founded R. Apiculata at station 4 was 300% and the highest for seedling type was founded in R. Mucronata at station 3 was 123,33%.  Keywords : Mangrove, Kuala Idi, Density Type, Frequency Type, Closure Type,  Index of Important Values (IVI). Penelitian ini bertujuaan untuk mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) pada area mangrove dipelabuhan Kauala Idi, Aceh Timur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Desember 2015. Penetuan titik sampling diambil dengan menggunakan metode purposive sampling dan sampel yang diambil dengan menggunakan transek kuadrat. Ada 6 jenis mangrove yang ditemukan pada lokasi penelitian, yaitu: R. Apiculata, R. Mucronata, R. Stylosa, Sonneratia Alba, Avicennia Lanata, dan Acanthus Ilicifolius. Penelitian ini menunjukan Indeks Nilai Penting tertinggi pada tingkat pohon ditemukan R. Apiculata di stasiun 4  yaitu  sebesar 300%, Indek Nilai Penting tertinggi pada tingkat anakan ditemukan R. Apiculata di stasiun 4 sebesar 191,97%, dan Indek Nilai Penting tertinggi pada tingkat semai ditemukan R. Mucronata di stasiun 3 sebesar 123,33%.  Kata kunci : Kuala Idi, Mangrove, Kerapatan Jenis, Frekuensi Jenis, Penutupan Jenis, Indeks Nilai Penting (INP).  
KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN ESTUARIA RAWA GAMBUT TRIPA PROVINSI ACEH Rizka, Satria; Muchlisin, Zainal A.; Akyun, Qurrata; Fadli, Nur; Dewiyanti, Irma; Halim, Agus
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.408 KB)

Abstract

The  Tripa  Peat  Swamp  forest  is  located  in  Nagan  Raya  and  Aceh  Barat  Daya districts. The forest has been deforested and converted to agricultural lands. Hence, the objective of the present study was to evaluate the community structure of macrozoobenthos in Tripa peat swamp. Five sampling locations were determinated using purposive random sampling which was focussed in the main river mouths of Tripa, Suak Tripa, Seuneam, Batee and Taduu Rivers. The sediment was collected in three plots (1m x 1m) at every sampling location. The results showed that, there were 34 species of macrozoobenthos recorded during the sampling, it is belonging to 4 classes; Gastropoda, Bivalvia, Crustacea and Insecta.  The species richness were ranged between 1.12 to 1.58, indicates low category. The diversity and evenness indices were ranged between 0.62 to 2.44 and 0.19 to 0.73, respectively; indicates low to moderate values. It was concluded that the macrozoobenthos community of Rawa Tripa was in unstabile condition. Rawa  Gambut  Tripa  terletak  di  Kabupaten  Nagan  Raya  dan  Aceh  Barat  Daya Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunitas makrozoobentos di kawasan Rawa Gambut Tripa. Penelitian dilakukan pada bulan Juni dan Juli 2013. Penentuan area dan titik sampling menggunakan metode purposive random sampling berdasarkan  pertimbangan  topografi  kondisi  lingkungan,  yaitu  pada  4  muara sungai utama di kawasan ini. Sampel sedimen diambil menggunakan skop dengan plot (1m x 1m) sebanyak 3 plot pada setiap stasiun, kemudian disaring dan disortir menggunakan tangan (hand sorting). Makrozoobentos yang tertangkap diawetkan dengan  formalin  10%,  selanjutnya  diidentifikasi  di  Laboratorium  Biologi  Laut Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Kelautan dan Perikanan. Hasil penelitian ditemukan 34 spesies makrozoobentos yang tergolong dalam 4 kelas makrozoobenthos yaitu Gastropoda, Bivalvia, Krustacea dan Insekta. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah Faunus ater dari kelas Gastropoda. Nilai indeks kekayaan jenis berkisar 1,12- 1,58 tergolong rendah. Nilai Keragaman (H') makrozoobentos di semua stasiun berkisar antara 0,62-2,44 dan tergolong rendah sampai sedang. Nilai indeks keseragaman berkisar antara 0,19-0,73 tergolong rendah sampai dengan sedang, dan indek similaritas makrozoobentos disetiap wilayah tergolong rendah. Dengan demikian  dapat  disimpulkan  komunitas  makrozoobentos  di  kawasan  ini  dalam kondisi labil.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BATANG NANAS PADA PAKAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN DAYA CERNA PROTEIN PAKAN IKAN BETOK (Anabas testudineus) Masniar Masniar; Zainal A. Muchlisin; Sofyatuddin Karina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.45 KB)

Abstract

The aims of this research was to determine the optimum concentration of pineapple stem (Ananas comusus) extract in the feed on the growth and protein digestibility of climbing perch (Anabas testudineus). This research was conducted at Aquatic Laboratory in Veterinary Medicine Faculty of Syiah Kuala University on September to November 2014. This research used six treatments with four replicates. The treatments were 0%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5%, and 15% pineapple extracts in the diet. The fish fed three times a day at feeding level of 5% body weight for 60 days. The result showed that weight gain ranged from 0.448 g to 1.678 g, the specific growth rate ranged from 0.039% day-1 to- 0.973% day-1, the daily growth rate ranged from 0.007 g day-1 to 0.028 g day-1, and feed conversion ratio ranged from 2.537-7.829, feed efficiency ranged from 12.868% to 40.222%, and protein digestibility ranged from 74% - 86.7%. The ANOVA test showed that addition of pineapple stem extract on the feed gave a significant effect on growth performance, feed conversion ratio, feed efficiency of   climbing perch and the optimum concentration of pineapple stem extract in feed was 5%. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi optimum ekstrak batang nanas (Ananas comusus) dalam pakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan daya cerna protein pakan pada ikan betok (Anabas testudineus). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Akuatik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala pada bulan September hingga November 2014. Penelitian terdiri dari 6 taraf perlakuan dan 4 ulangan.  Perlakuan yang diuji adalah perbedaan konsentrasi ekstrak batang nanas dalam pakan, yaitu 0%, 5% , 7,5% , 10% , 12,5% dan 15% . Ikan beri pakan tiga kali sehari sebanyak 5% dari biomassa selam 60 hari. Hasil penelitian diperoleh pertumbuhan bobot berkisar 0,448 g - 1,678 g, laju pertumbuhan spesifik 0.039% perharisampai 0.973% perhari, laju pertumbuhan harian berkisar antara 0,007 g perhari – 0,028 g perhari, sedangkan rasio konversi pakan berkisar antara 2,537-7,829, efisiensi pakan berkisar antara 12,868% - 40,222 %, dan daya cerna protein berkisar 74% - 86,7%,  nilai tertinggi pada setiap parameter uji dijumpai pada perlakuan 5% ekstrak batang nanas. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penambahan ekstrak batang nanas dalam pakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot, pertumbuhan spesifik, pertumbuhan harian, konversi pakan, dan efisiensi pakan ikan betok, serta hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak batang nanas dalam pakan meningkatkan daya cerna protein ikan betok (Anabas testudineus). Konsentrasi ekstrak batang nanas terbaik pada penelitian ini adalah 5%.
EFEKTIVITAS ANTI PARASIT EKSTRAK METANOL DAUN PANDAN SEMAK BERDURI (Pandanus odoratissimus) TERHADAP MORTALITAS LINTAH IKAN (Piscicola geometra) PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Ilham Gianda Tilas; Sofyatuddin Karina; Dwinna Aliza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.424 KB)

Abstract

The objective of this study was to determine the effectiveness of Pandanus odoratissimus leaf on Piscicola geometra that infected tilapia fish Oreochromis niloticus. The research was conducted at Laboratory of Marine and Fisheries Faculty, and Laboratory of Chemistry, Mathematics and Natural Sciences Faculty, Syiah Kuala University on June, 2015. This research was designed using non factorial completely randomized design, with seven treatments of concentration (0; 50; 60; 70; 80; 90 dan 100 ppm) and three repetitions. The highest mortality of P. Geometra found at concentration of was 100 ppm. The result of (ANOVA) showed P. Odoratissimus leaf gane the significant effect on the mortality of P. Geometra the optimum concentration of P. O. doratissimus leaf in this study was at 100 ppm and O. Niloticus (P0.005). Keywords : antiparacit, tilapia fish (Oreochromis niloticus), mortality, fish leech (Piscicola geometra  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak metanol daun pandan semak berduri (Pandanus odoratissimus) terhadap lintah ikan (Piscicola geometra) pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Kelautan dan Perikanan dan Laboratorium Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala pada Juni 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan tujuh taraf perlakuan berdasarkan konsentrasi (0; 50; 60; 70; 80; 90 dan 100 ppm) dan tiga kali ulangan. mortalitas tertinggi diperoleh  pada konsentrasi 100 ppm sebesar 99.3%. Hasil perhitungan Analysis of Varians didapatkan bahwa pemberian ekstrak daun pandan semak berduri berpengaruh nyata terhadap mortalitas lintah ikan dan ikan nila. (P0.005) konsentrasi optimum ekstrak daun padan semak berduri pada penelitian ini adalah 100 ppm Kata kunci : antiparasit, ikan nila (Oreochromis niloticus), mortalitas, lintah ikan (Piscicola geometra)
HUBUNGAN PANJANG - BERAT DAN MORFOMETRIK IKAN JULUNGJULUNG (Zenarchopterus dispar) DARI PERAIRAN PANTAI UTARA ACEH Rahmad Fadhil; Zainal A. Muchlisin; Widya Sari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.567 KB)

Abstract

The objectives of the present study were to evaluate the growth pattern and morphological variation of halfbeak (Zenarchopterus dispar) in Northern Coast of Aceh. This research was conducted from August 2014 to November 2015. The sampling was conducted from October to December 2014 in three sampling locations i.e. Kuala Peukan Baro Kabupaten Pidie, Kuala Gampong Keudee Kabupaten Pidie Jaya, and Kuala Mamplam Kota Lhokseumawe. The fish sample were analyzed at Laboratorium of Faculty of Marine and Fisheries Syiah Kuala University. The traditional morphometric was used in this study. The result showed that there were 110 fish were sampled from three sampling locations; 37 fish, 36 fish and 37 fish from Pidie, Pidie Jaya and Lhokseumawe respectively. The coeficient b value of Julung-Julung fish population in Pidie and Lhokseumawe showed allometric negative growth pattern (b3). In other hand, the b value of the population in Pidie Jaya was showed allometric positive growth pattern (b3). One-way ANOVA test revealed that distinction among three locations did not showed a significant different on observed morphometric characteristic (P0,05). Univariate analysis implied that fish from all three locations had adequately high similarity of morphological characteristics (66,67%). Although the multivariate analysis showed that group of Zenarchopterus dispar fish in Pidie and Lhokseumawe have higher similarity than in Pidie Jaya, but there were no morphological characteristic difference among three sampling locations.  Keywords: Julung-julung (Zenarchopterus dispar), length-weight relationships, traditional morphometric, northern coastal of Aceh   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang-berat dan variasi morfometrik ikan julung-julung Zenarchopterus dispar yang tertangkap di perairan pantai utara Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus 2014 hingga November 2015. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Oktober sampai Desember 2014 dan meliputi tiga lokasi pengambilan sampel, yaitu Kuala Peukan Baro Kabupaten Pidie, Kuala Gampong Keudee Kabupaten Pidie Jaya, dan Kuala Mamplam Kota Lhokseumawe. Sampel yang tertangkap dianalisis di Laboratorium Terpadu, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala. Metode yang digunakan adalah tradisional morfometrik. Jumlah ikan yang tertangkap sebanyak 110 ekor, yaitu 37 ekor tertangkap di Pidie, 36 ekor tertangkap Pidie Jaya, dan 37 ekor yang tertangkap di Lhokseumawe. Populasi ikan julung-julung Zenarchopterus dispar di Pidie dan Lhokseumawe menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif (b3). Sedangkan sebaliknya untuk daerah Pidie Jaya yang menunjukkan pola pertumbuhan alometrik positif (b3). Hasil uji one-way ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan lokasi tangkapan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap karakter morfometrik ikan julung-julung (P0,05). Berdasarkan analisis univariat ikan julung-julung yang tertangkap di perairan Pidie, Pidie Jaya, dan Lhokseumawe memiliki kesamaan karakterkarakter morfologi yang cukup tinggi, yaitu sebesar 66,67%. Hasil analisis multivariat menunjukkan meskipun kelompok ikan julung-julung di Pidie dan Lhokseumawe memiliki kemiripan yang lebih tinggi berbanding dengan di Pidie Jaya, tetapi secara umum ikan yang tertangkap di ketiga lokasi tersebut memiliki karakter morfologi yang tidak berbeda.  Kata kunci: Julung-julung (Zenarchopterus dispar), hubungan panjang-berat, tradisional morfometrik, perairan utara Aceh  
STUDI PERUBAHAN GARIS PANTAI DI WILAYAH PESISIR PERAIRAN UJUNG BLANG KECAMATAN BANDA SAKTI LHOKSEUMAWE Teuku Raihansyah; Ichsan Setiawan; Thaib Rizwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.93 KB)

Abstract

Ujung Blang Beach Subdistricts Banda Sakti Lhokseumawe Aceh Province located at coordinat 5°12'34.82" N 97°7'18.74" E. The objective of the present study was to determine the shoreline change along Ujung Blang Beach in the past 10 years, it was in 2005, 2007, 2009, 2011, 2013 and  2015. The method used was by utilizing Geographic Information System (GIS) and remote sensing, by taking Google Earth aerial photos. The result showed the shoreline of Ujung Blang Beach changed by average value of accretion per year was 0,2193 ha and average value of abration per year was 0,3819 ha. This value showed that abration occured more bigger than accretion with the difference of the percentage increase 74.15%. For decrease or increase value of shoreline change was 74 m (maximum decrease) and 14 m (maximum increase). Pantai Ujung Blang Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe Provinsi Aceh berada di titik koordinat 5°12'34.82" N 97°7'18.74" E. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan pergeseran garis pantai di sepanjang pantai Ujung Blang dalam kurun waktu 10 tahun yaitu pada tahun 2005, 2007, 2009, 2011, 2013 dan 2015. Metode penelitian digunakan dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan penginderaan jauh, dengan mengambil data foto udara Google Earth. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa garis pantai Ujung Blang mengalami perubahan dengan nilai rata-rata akresi pertahun yaitu 0,2193 ha dan nilai rata-rata abrasi pertahun 0,3819 ha. Nilai ini menunjukan bahwa abrasi terjadi lebih besar dari akresi dengan selisih persentase peningkatan 74,15%. Untuk nilai pengurangan atau penambahan perubahan garis pantai sebesar 74 m (pengurangan maksimum) dan 14 m (penambahan maksimum).
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb PADA TIRAM Crassostrea cucullata DI PESISIR KRUENG RAYA, ACEH BESAR Imelda Astuti; Sofyatuddin Karina; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.875 KB)

Abstract

The objective of this research was to determine lead content in oyster (C. cucullata) and in sea water in the coastal of Krueng Raya, Aceh Besar. This research was conducted on November, 2015. Lead content was analyzed using AAS at Laboratory of BARISTAND. The result showed that lead (Pb) was found in sea water at four stations. The higher Pb content was found at station II as 0.2429 mg/l, while the lower was at station III as 0.1701 mg/l. lead did not identified in oyster at all stations (0.0001 mg/kg). Lead content in sea water at all station was passed the threshold in accordance with the Environment Ministry (0.05 mg/l).  Keywords : Lead, Pb, oyster, C.cucullata, AAS, Krueng Raya, Aceh Besar.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam Pb pada tiram C.cucullata dan air laut di daerah pesisir perairan Kreung Raya, Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2015. Kadar logam Pb dianalisis menggunakan AAS di Laboratorium BARISTAND. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam Pb terdapat dalam air laut. Pada setiap stasiun pengamatan, nilai kadar Pb tertinggi terdapat pada stasiun II yaitu sebesar 0,2429 mg/l, sedangkan nilai terendah terdapat pada stasiun III yaitu sebesar 0,1701 mg/l. Logam berat timbal (Pb) tidak terdeteksi pada tiram C.cucullata di keempat stasiun pengamatan ( 0,0001 mg/kg). Menurut MenLH (2004), air laut pada keempat stasiun pengamatan telah melewati ambang batas pencemaran logam Pb (0,05 mg/l). Kata kunci : Timbal, Pb, Tiram, C.cucullata, AAS, Krueng Raya, Aceh Besar. 
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN PERES (Osteochilus vittatus) PADA RANSUM HARIAN YANG BERBEDA Asma, Nur; Muchlisin, Zainal A.; Hasri, Iwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.397 KB)

Abstract

The objective of the present stady was to determine the optimum level of feeding rate for peres fish (Osteochilus vittatus). The experimental fish fed with a commersial diet contains 48% crude protein. The fish sample was 1.0 cm in average length and 0.066 g in average weight at stocking density of 20 fish per aquarium (45 cm x 45 cm x 35 cm). The fish was fed three times a day at 8 AM, 12 AM and 5 PM for 60 days. The ANOVA test showed that the feeding rate gave a significant effect on weight gain, length gain, and specific growth rate (p0.05), but it not gave a significant effect on survival rate and hepatosomatic index (p0.05). In general the higher growth rates were found at 8% feeding rate, while the higher hepatosomatic index and survival rate were found at 5% feeding, but these values were not different significatly with 8% feeding rate. It is coucluded that the optimum level at feeding rate for peres fish (O. vittatus) was 8% body weight per day.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah ransum harian yang optimal kepada benih ikan peres (Osteochilus vittatus). Pakan uji yang digunakan adalah pakan komersil yang mengandung protein 48% dengan perlakuan jumlah ransum harian yaitu 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8% dan 9% dari bobot tubuh perhari. Akuarium yang digunakan dalam penelitian 45x45x35 dengan padat tebar ikan 20 ekor/akuarium. Benih yang digunakan berukuran rerata panjang 1 cm dan berat 0,066 g. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3 kali ulangan, pakan diberikan 3 kali sehari pada pukul 08:00, 12:00, 17:00 WIB selama 60 hari. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa jumlah pemberian ransum harian yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertambahan panjang, pertambahan bobot, pertumbuhan spesifik (0,05), namun tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dan hepatosomatk indeks (P0,05). Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan tertinggi dijumpai pada ransum harian 8%, hepatosomatik indeks dan kelangsungan hidup tertinggi pada ransum harian 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwajumlah ransum harian yang optimal untuk benih ikan peres (O. vittatus) adalah 8% bobot tubuh per hari.
ANALISIS KESESUAIAN PARAMETER PERAIRAN TERHADAP KOMODITAS TAMBAK MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KABUPATEN PIDIE JAYA Farhan Ramadhani; Syahrul Purnawan; Teuku Khairuman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.606 KB)

Abstract

The study aimed to determine the suitability of fishponds in Pidie Jaya, the research was done using GIS spatial analysis method, where the water parameter samples were collected from 20 sampling points, the samples were taken within the river or flow water beside the fishpond. There were 5 parameters measured included salinity, pH, dissolved oxygen, water visibility, and nitrate contents. The analysis was done using kriging interpolation, reclassification, and overlay analysis using weighted overlay. Analysis based on 4 suitability criteria, very suitable, suitable, less suitable, and not suitable. The results of this analysis are that the fishponds fall into very suitable and suitable criteria. Of the total of ±1842 Ha fishponds, 2.37% covering ±43.76 Ha is classified as very suitable, and 97.63% covering ±1798.23 Ha classified as suitable. Results show that Pidie Jaya is good choice for low cost aquaculture ponds with a little treatment for nitrates. Key words: Pidie Jaya; fishpond; GIS; suitability analysis; weighted overlay.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan tambak berdasarkan kualitas perairan di pesisir Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode analisis spasial Sistem Informasi Geografis (SIG), sampel parameter perairan dikumpulkan dari 20 titik sampling pada saluran tambak. Parameter perairan yang diukur meliputi 5 parameter kunci yang sangat berpengaruh terhadap komoditas tambak, meliputi salinitas, pH, oksigen terlarut, kecerahan air dan kandungan nitrat. Langkah analisis dilakukan menggunakan ordinary kriging, reclassify, dan weighted overlay. Tingkat kesesuaian lahan dibagi kedalam 4 kelas, yaitu sangat sesuai, sesuai, kurang sesuai, dan tidak sesuai. Didapatkan 2 tingkat kesesuaian yaitu kelas sangat sesuai sebesar 2.37% (±43.76 Ha) dan kelas sesuai sebesar 97.63% (±1798.23 Ha) dari total keseluruhan luas tambak seluas ±1842 ha. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tambak di Kabupaten Pidie Jaya sesuai untuk usaha pertambakan dengan sedikit perlakuan terhadap nitrat. Kata kunci: Pidie Jaya; kesesuaian lahan; perairan tambak; SIG; weighted Overlay.
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS HASIL FERMENTASI TEPUNG BIJI KEDELAI DENGAN RAGI TERHADAP PERTUMBUHAN POPULASI Daphnia magna Wahyu Prastya; Irma Dewiyanti; Teuku Ridwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.43 KB)

Abstract

The aim of this study was to know the precise doses for rapid growth of Daphnia magna’s population. This study was conducted at Brackiswater Aquaculture Development Center in July 2015. This study used 4 treatment and 5 replications, the treatments were fermentation of soybean seeds flour with yeast, i.e A= 0,02 gr/l, B= 0,04 gr/l, C= 0,06 gr/l, and D= 0,08 gr/l in doses. The result of ANOVA test shown that fermentation of soybean seeds flour with yeast with doses 0,06 gr/l has significant difference on rapid growth of Daphnia magna’s population (p0,05). The result of this study shown that the highest population was 1.724 ind/l in 0,06 gr/l in doses, with the peak of population in the twelfth of days. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis yang tepat terhadap laju pertumbuhan populasi Daphnia magna. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Perikana Budidaya Air Payau (BPBAP), Juli 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 taraf perlakuan dan 5 ulangan. Pemberian dosis yang di berikan berupa A= 0,02 gr/l, B= 0,04 gr/l, C=0,06 gr/l, D= 0,08 gr/l. Daphnia magna yang ditebar selama 16 hari dengan wadah uji berupa stoples (vol. 20 liter) dengan padat penebaran 10 ind/l. Berdasarkan hasil uji ANOVA menunjukan bahwa pakan hasil fermentasi tepung kedelai dan ragi yang berbeda berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan populasi Daphnia magna (P0,05). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa nilai tertinggi pada puncak populasi yakni pada pemberian dosis 0,06 gr/l sebanyak 1.724 ind/l dengan puncak populasi padahari ke-12.

Page 1 of 2 | Total Record : 16