cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JIM FKP Unsyiah terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016" : 15 Documents clear
KEBIASAAN MAKAN IKAN LONTOK (Ophiocara porocephala) DI PERAIRAN SUNGAI IYU, KECAMATAN BENDAHARA, KABUPATEN ACEH TAMIANG PROVINSI ACEH Agus Syahputra; Zainal A. Muchlisin; Cut Nanda Defira
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.167 KB)

Abstract

The objective of the present study was to examine the feeding habit of lontok fish (Ophiocara porocephala) harvested from Sungai Iyu waters, Sub District of Bendahara, Aceh Tamiang District, Aceh Province, Indonesia. The samplings were done from September to November 2014 one week interval. The results showed that in its natural habitat the lontok fish eat shrimps, crabs, small fishes and snails, therefore this species is a carnivore fish where shrimp is the predominant food item in their stomach.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan ikan lontok (Ophiocara porocephala) di Perairan Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Kabupaen Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Sampling dilakukan setiap minggu selama 12 minggu dalam priode September sampai November 2014. Hasil penelitian menunjukan bahwa di habitat alaminya ikan lontok memakan udang-udangan, kepiting, ikan-ikan kecil dan siput, sehingga dapat disimpulkan ikan lontok bersifat karnivora dan udang adalah makanan utamanya 
PENGENDALIAN INFESTASI EKTOPARASIT Dactylogyrus sp. PADA BENIH IKAN PATIN (Pangasius sp.) DENGAN PENAMBAHAN GARAM DAPUR Tarmizi Tarmizi; Sofyatuddin Karina; Dwinna Aliza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

The objective of this study was to find out the optimum salinity of media to control Dactylogyrus sp. in catfish. This research was conducted at Marine Biology Laboratory, Marine and Fisheries Faculty on January 2016. This research used non factorial completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications I.e (A) 0 ppt, (B) ppt, (C) 8 ppt, (D) 9 ppt and  (E) 10 ppt. The observed parameters were the prevalence and intensity of Dactylogyrus sp. the survival rate of catfish and the water quality of media. The result of this study indicated that the salinity significantly affects the prevalence and intesity of Dactylogyrus, but did not affect the survival rate of catfish. The lower  prevalence  and intesity of Dactylogyrus sp. was obtained  at the treatment of 10 ppt with value 37,50% and 1,00 ind/fish.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salinitas optimal yang dapat mengendali Dactylogyrus sp. pada ikan patin. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Laut, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala pada Bulan Januari 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri 5 perlakuan salinitas dan 4 ulangan yaitu (A) 0 ppt, (B) 7  ppt, (C) 8 ppt, (D) 9 ppt, dan (E) 10 ppt. Parameter yang diukur yaitu prevalensi, intensitas Dactylogyrus sp. tingkat kelangsungan hidup ikan patin, serta parameter fisika kimia - kualitas air. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa salinitas berpengaruh nyata terhadap prevalensi dan intensitas Dactylogyrus sp., namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan patin. Tingkat intensitas dan prevalensi Dactylogyrus sp. terendah terdapat pada perlakuan 10 ppt dengan nilai 37,50% dan 1,00 ind/ekor.
UJI EFEKTIVITAS ANTI PARASIT EKSTRAK DAUN BIDURI (Calotropis gigantea) TERHADAP LINTAH IKAN (Piscicola geometra) PADA IKAN NILA (Oreochromis nilotcus) Muhammad Syukur; Sofyatuddin Karina; Ramelan Ramelan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.475 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun biduri (Calotropis gigantea) terhadap mortalitas lintah ikan (Piscicola geometra) pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee pada bulan Januari 2016.Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam taraf perlakuan dan empat pengulangan. Perlakuan yang diberikan meliputi konsentrasi ekstrak daun biduri dengan konsentrasi 0 (kontrol), 10, 25, 50, 75 dan 100 ppm. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa ekstrak daun biduri (C. gigantea) berpengaruh nyata terhadap mortalitas lintah ikan pada taraf uji 5% (P0,05). Konsentrasi optimal ekstrak pada penelitian ini yaitu pada perlakuan E dengan konsentrasi 75 ppm.The objective of this research was to determine the effect of (Calotropis gigantea) leaf extract on the mortality (Piscicola geometra) that infected tilapia fish (Oreochromis nilotucus). This research was conducted at Brackish Water Aquaculture Development Center, Ujung Batee on January, 2016. The research was designed using Completely Randomized Design with six treatments and four trials. The treatments involved the extract concentration of 0, 10, 25, 50, 75 and 100 ppm. The result of ANOVA Showed that the extract of C. gigantea have the significant effect on P. geometra mortality (P 0,05). The optimum concentration of this extract in this study was at 75 ppm (treatment E).  Keywords: Mortality, Oreochromis niloticus, Piscicola geometra, Calotropis                gigantea ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun biduri (Calotropis gigantea) terhadap mortalitas lintah ikan (Piscicola geometra) pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee pada bulan Januari 2016.Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam taraf perlakuan dan empat pengulangan. Perlakuan yang diberikan meliputi konsentrasi ekstrak daun biduri dengan konsentrasi 0 (kontrol), 10, 25, 50, 75 dan 100 ppm. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa ekstrak daun biduri (C. gigantea) berpengaruh nyata terhadap mortalitas lintah ikan pada taraf uji 5% (P0,05). Konsentrasi optimal ekstrak pada penelitian ini yaitu pada perlakuan E dengan konsentrasi 75 ppm.
PEMETAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL DI PERAIRAN UTARA ACEH Kurnia Kurnia; Syahrul Purnawan; Thaib Rizwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.409 KB)

Abstract

The objective of this study was to evaluate the distribution of small pelagic fish in northern Aceh water. The study was conducted on March, 2016 by using the systemtic questionnaire method. The correspondent were collected from the native fisherman along fisheries post of Lampulo, Krueng Raya, and Lhok Seudu. The collected data was then processed to obtrain the thematic maps. The result showed that the caught here categorized into six species, and predominantly by Decapterus ruselli. The waters among Sumatera and Weh Island have the highest amount of caught fish, ini which correlated to the lower temperature in those areas.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat sebaran daerah penangkapan ikan pelagis kecil di Perairan Utara Aceh.Penelitian dilakukan pada Maret 2016 dengan menggunakan metode kuesioner.Koresponden dari penelitian ini dikumpulkan dari nelayan yang berasal Pelabuhan Perikanan (PP) Lampulo, Krueng Raya, dan Lhok Seudu.Data yang terkumpulakan di olah kembali dengan peta tematik. Dari hasil penelitian ini menujukkan di Perairan Utara Aceh memiliki enam jenis spesies yang berbeda dan ikan layang deles (Decapterus ruselli) memiliki hasil tangkapan terbanyak di Perairan Utara Aceh. Batas perairan Sumatra dan Pulau Weh memiliki hasil tangkapan yang paling banyak tertangkap.Ikan pelagis kecil sanggat menyukai suhu yang lebih rendah. 
KELIMPAHAN KEPITING BAKAU (Scylla) DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE PULO SAROK KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL Desriansyah Putra; Muhammad Ali Sarong; Syahrul Purnawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

The aim of this study was to determine the abundance of mud crab (Scylla) in the area of rehabilitation of mangrove Pulo Sarok Singkil District of Aceh Singkil. This research was conducted in January and February 2016 using purposive sampling method, while the placement of crab traps was random. Regions ware divided into three stations with an area of 10 m x 10 m and each station placed five rattan traps. Each trap was installed in the afternoon at low tide and the collection were made in the morning at low tide. Mangrove crabs abundance data were analyzed using abundance formula. We found 56 individuals of the four species in which Scylla serrata 7 ind/m2, Scylla olivacea 25 ind/m2, Scylla tranquebarica 12 ind/m2, and Scylla paramamosain 12 ind/m2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan kepiting bakau (Scylla) di kawasan rehabilitasi mangrove Pulo Sarok Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Januari-Februari 2016, metode yang digunakan untuk penentuan stasiun adalah metode purposive sampling, sedangkan penempatan bubu adalah secara acak. Kawasan penelitian dibagi kepada tiga stasiun dengan luas 10 m x10 m dan setiap stasiun diletakkan lima bubu. Pemasangan bubu dilakukan sore hari pada saat air surut dan diangkat pagi hari pada saat air surut, bahan baku bubu terbuat dari rotan. Data kelimpahan kepiting bakau dianalisis menggunakan rumus kelimpahan. Berdasarkan Hasil penelitian ditemukan 56 individu dari empat spesies yaitu Scylla serrata 7 ind/m2, Scylla olivacea 25 ind/m2, Scylla tranquebarica 12 ind/m2, dan Scylla paramamosain 12 ind/m2. Kesimpulan yang diperoleh adalah kelimpahan kepiting bakau di kawasan rehabilitasi mangrove Pulo Sarok Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil berkisar antara 7 ind/m2- 25 ind/m2.
IDENTIFIKASI BAKTERI Aeromonas hydrophila DENGAN UJI MIKROBIOLOGI PADA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DIBUDIDAYAKAN DI KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Rika Anggraini; Dwinna Aliza; Siska Mellisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.31 KB)

Abstract

The purpose of this study was to identify and evaluate the prevalence of Aeromonas hydrophila bacteria that attack African catfish to in Aceh Besar district with the microbiological test. This study was conducted on March 2016. Samples were collected from the District recorded have African catfish fish in Aceh Besar district, namely the Baitussalam District. Observations conducted in the laboratory of Bacteria Quarantine Fish Quality Control and Safety of Fishery Class 1 Aceh. This study used a descriptive analytic and the conventional method where the sampling was done by a stratified random sampling method. Further, bacteria was isolated, the morphological of bacteria were observeted, pure cultures included Gram staining, catalase test, test oxidase, biochemical tests include tests Triple Sugar Iron Agar (TSIA), test Lysine Iron Agar (LIA), test citrate, test urea, test Oxidation / fermentative (O/F), Methyl Red test Vogue Proskuer (MRVP), carbohydrate fermentation test, test Motility Indol Ornithine (MIO)and the reading of the identification results were conducted.The result showed that three samples of African catfishfrom concrete pond, were positive infected with 100%  prevalance attacked byAeromonas hydrophila. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menghitung nilai prevalensi bakteri Aeromonas hydrophila yang menyerang ikan lele dumbo yang dibudidayakan di Kabupaten Aceh Besar dengan uji mikrobiologi. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Maret 2016. Pengambilan sampel dilakukan pada Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Pengamatan bakteri dilakukan di Laboratorium Bakteri Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas 1 Aceh. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dan metode konvensional dimana pengambilan sampel dilakukan dengan metode pengambilan acak terstratifikasi. Selanjutnya dilakukan isolasi bakteri, pengamatan morfologi, kultur murni meliputi uji Gram, uji katalase, uji oksidase, uji biokimia meliputi uji Triple Sugar Iron Agar (TSIA), uji Lysine Iron Agar (LIA), uji sitrat, uji urea, uji Oksidasi/Fermentatif (O/F), uji Methyl Red Vogue Proskuer (MRVP), uji fermentasi karbohidrat, uji Motility Indol Ornithin (MIO), dan pembacaan hasil identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 sampel ikan lele dumbo dari kolam beton positif terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila dengan prevalensi yang menyerang ikan lele dumbo kolam beton 100%.
VALIDASI DAERAH POTENSIAL PENANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL MENGGUNAKAN PURSE SEINEDENGANCITRA SATELITDI PERAIRAN PIDIE JAYA Afdhal Fuadi; Musri Musman; Edy Miswar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.295 KB)

Abstract

Determination of small pelagic fishing ground could be done by estimate the water condition where the fish habitat life occurred. The indicator that used to estimate the presence of the fish was to lookedat the sea surface temperature (SST) and chlorophyll-a. The aim of this study were to see the relation between chlorophyll-a and the catch of small pelagic fishes,and to determine the potential fishing ground of small pelagic fish in Pidie Jaya waters.  The concentration of chlorophyll-aobtained from MODIS satellite by using SeaDas processing software. The data result of small pelagic fishes catches was obtained by observed the landed fish in PPI Meureudu, Pidie Jaya district. The total small pelagic fish catches on February and March 2016 reached 35.258 kg. Relation between the catches and chlorophyll-a showed the higher concentration of chlorophyll-a tends to increased the catch of small pelagic fish as it proved the phytoplankton play the important role as the main producer in ocean food chain. The potential fishing ground during February and March 2016 showed at point A, B and E, while potential fishing ground on February and March 2016 occured on point C and D, and less potential on point F.  Penentuan daerah penangkapan ikan pelagis kecil dapat dilakukan dengan cara pendugaan kondisi perairan, yang menjadi habitat ikan tersebut. Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk pendugaan keberadaan ikan tersebut di perairan adalah suhu permukaan laut (SPL) dan klorofill-a. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan klorofil-a dengan hasil tangkapan ikan,dan menentukan daerah potensial penangkapan ikan pelagis kecil di perairan Pidie Jaya. Konsentrasi klorofil-adiperoleh dari satelit MODIS dandiprosesdengansofware SeaDas. Hasil tangkapan ikan pelagis kecil diperoleh dari pendaratan ikan di PPI Meureudu kabupaten Pidie Jaya.Hubungan hasil tangkapan dengan klorofil-a menunjukkankecenderungan konsentrasi klorofil-a yang tinggiakanmeningkatkan hasil tangkapan ikan pelagis kecil.Daerah potensial untuk penangkapan ikan pelagis kecil selama periode bulan Februari dan Maret 2016 terdapat di wilayah penangkapan pada titik A, B, dan E, DPI yang sedang potensial pada bulan Februari dan Maret 2016 terjadi pada titik C dan D, dan yang kurang potensial terdapat pada titik F. 
IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI ENDOPARASIT PADA USUS IKAN BAWAL AIR TAWAR (Colossoma macropomum) KOLAM BUDIDAYA DI DESA NYA, KECAMATAN SIMPANG TIGA, KABUPATEN ACEH BESAR Saiful muna; Dwinna Aliza; Iko imelda arisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.934 KB)

Abstract

The Purpose of  this study were to identify the type of endoparasite and to find out the prevalance of endoparasite infected digestive tract of Colossoma macropomum. The study was conducted at parasitology Laboratory of Veterinary Medicine Faculty, Syiah Kuala University in May - June 2015. The sample used were collected randomly. As many as 10% of total fish in a population. The exa mination of endoparasite were carried out using smear method. Parameter measured were prevalence and physic – chemical of water. The results showed that type of endoparasite found in digestive tract of Colossoma macropomum fish was Capillaria sp. with the prevalence of 15%. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis endoparasit yang menginfeksi dan mengetahui prevalensi endoparasit yang menginfeksi saluran pencernaan ikan bawal air tawar. Penelitian dilakukan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala pada Bulan Mei dan Juni 2015. Penelitian  menggunakan metode smear method  dan penyamplingan sampel dilakukan secara acak. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 10% dari total ikan dalam satu populasi. Parameter yang diukur yaitu prevalensi dan parameter fisika – kimia air. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa jenis endoparasit  yang teridentifikasi pada ikan bawal air tawar adalah Capillaria sp. Nilai prevalensi yang diperoleh sebesar 15%.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DIBEBERAPA MUARA SUNGAI KECAMATAN SUSOH KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Razky Yatul Sidik; Irma Dewiyanti; Chitra Octavina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.193 KB)

Abstract

This research was about  the structure of macrozoobenthos community in several estuary in Susoh Subdistrict of West Aceh (Abdya). The aim of this research was to determine macrozoobenthos community which lives in several river mouths in Susoh subdistrict of West Aceh (Abdya) based on species density, index diversity, evenness, and dominance. The research was conducted from February to March 2016. There was 5 research stations. Namely, Pulau Kayu, Kedai Susoh, Palak Kerambi Sankalan and Rubek Meupayong. The sample collected in each research station was perfomed by using purposive method based on certain consideration of the sample existence in research location. It was implemented 5 repetitions randomly in each station. The result of research showed 18 macrozoobenthos species which was classified into 3 sections, namely Gastropoda, Bivalvia and Malacostraca. The highest density was found in Sangkalan station with number 157 ind/m2 and the lowest was found in Pulau Kayu station by number 64,8 ind/m2. The diversity index (H') in all stations ranged between 0,68-1,11. This value was included in medium category. While the evenness index ranged between 0,31-0,60 included in low to medium category, and lastly the dominance index ranged about 0,23-0,36 included in low category. Penelitian tentang struktur komunitas makrozoobentos di beberapa muara sungai Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan struktur komunitas makrozoobentos yang hidup di beberapa muara sungai Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya berdasarkan kepadatan jenis, indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi.Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2016.Terdapat 5 lokasi stasiun penelitian yaitu Pulau Kayu, Kedai Susoh, Palak Kerambil, Sangkalan dan Rubek Meupayong.Pengambilan sampel pada setiap stasiun penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu berdasarkan pertimbangan tertentu atas keberadaan sampel di lokasi penelitian, pada setiap stasiun dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali secara acak.Hasil penelitian ditemukan 18 spesies makrozoobentos yang tergolong dalam 3 kelas yaitu Gastropoda, Bivalvia dan Malacostraca. Kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun Sangkalan dengan jumlah 157 ind/m2 dan terendah pada stasiun Pulau Kayu dengan jumlah 64,8 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman (H’) pada semua stasiun berkisar antara 0,68-1,11, nilai ini tergolong dalam kategori sedang, nilai indeks keseragaman berkisar antara 0,31-0,60 tergolong dalam kategori rendah sampai sedang, dan nilai indeks dominansi berkisar antara 0,23-0,36 tergolong dalam kategori rendah. 
TINGKAT KESAMAAN PLANKTON PADA EKOSISTEM MANGROVE PULO SAROK KECAMATAN SINGKIL, KABUPATEN ACEH SINGKIL Muhammad Aidil; Muhammad Ali Sarong; Syahrul Purnawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.953 KB)

Abstract

This study aimsto determine the degree of similarity of plankton in the waters of the mangrove ecosystem Gampong Pulo Sarok District of Singkil, Aceh Singkil. This research was conducted in January 2016. The method used is purposive sampling with mementukan 3 stations by mangrove species at each location. Sampling plankton based at a different time in the morning, afternoon and evening using plankton planktonet No. 25. Data were analyzed by using the similarity index formula to get the value of similarity at each station. In supporting parameters measured were temperature, salinity, brightness, depth, pH, and DO. The results showed that the plankton found in every station in the waters of the mangrove ecosystem Gampong Pulo Sarok District of Singkil, Aceh Singkil as many as 36 species. Level Parallelism (IS) in pulo Sarok was ranged from 66.66% to 94,74%.In which is meant the degree of similarity of plankton in the high category. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesamaan plankton pada perairan ekosistem mangrove Gampong Pulo Sarok Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil.Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2016.Metode yang digunakan adalah purposivesampling yaitu dengan mementukan 3 stasiun berdasarkan jenis mangrove pada tiap lokasi. Pengambilan sampel plankton berdasarkan waktu yang berbeda yaitu pagi, siang dan sore dengan menggunakan planktonet no 25.Data plankton dianalisadenganmenggunakanrumusindekskesamaanuntuk mendapatkan nilai kesamaan pada setiap stasiun.Pada parameter pendukung yang diamati adalah suhu, salinitas, kecerahan, kedalaman, pH, dan DO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa plankton yang ditemukan pada setiap stasiun di perairan ekosistem mangrove  Gampong Pulo Sarok Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil sebanyak 36 spesies. Tingkat Kesamaan (IS) menunjukkan tingkat kesamaan berkisar antara 66,66%-94,74%. Kesimpulan yang diperoleh adalah tingkat kesamaan plankton pada ekosistem mangrove Pulo Sarok Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil plankton dalam kategori tinggi. 

Page 1 of 2 | Total Record : 15