cover
Contact Name
Sri Langgeng Ratnasari
Contact Email
dsarisucahyo@yahoo.com
Phone
+62778-392752
Journal Mail Official
dimensijurnal2012@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pahlawan No,99 Batuaji Batam - Kepulauan Riau Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Articles 679 Documents
CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS (CDA) OF SINDO NEWSPAPER (CDA A MODEL OF VAN DIJK) Yana, Dewi
JURNAL DIMENSI Vol 4, No 2 (2015): JURNAL DIMENSI (JULI 2015)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.079 KB) | DOI: 10.33373/dms.v4i2.41

Abstract

This study aims at describing the text analysis, social cognition, social context, and ideology of sindo newspaper of  Wednesday December 11th 2013 edition.. This study uses Critical Discourse Analysis method  with  a Teun A Van Dijk  approach model.  The data were in the form of news entitled “Putusan Luthfi Hasan Diharapkan Jadi Efek Jera”. The data were analyzed with integrating the third dimension of Teun A Van Djik Discoure model in the unity analysis, they were text, social cognition, and social context. The results found that the Sindo Newspaper supported the work of the Corruption Eradication Commission (KPK) and the presiding judge of Corruption Court (Tipikor). The news in the edition of Wednesday, December 11th, 2013 “the  ideology of Sindo Newspaper practically used  to build the image of KPK and TIPIKOR to be more better in the society.
MENINGKATKAN PENGUASAAN BILANGAN DENGAN MENTAL ARITMATIKA SEMPOA S, Ismarti
JURNAL DIMENSI Vol 1, No 2 (2012): JURNAL DIMENSI (JULI 2012)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.613 KB) | DOI: 10.33373/dms.v1i2.172

Abstract

Salah satu tujuan kurikulum terpenting dalam pembelajaran matematika pada tingkatan sekolah dasar baik di Indonesia maupun di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan  Australia adalah mengembangkan penguasaan anak mengenai bilangan (number sense). Penekanan  akan pentingnya penguasaan bilangan ini pada tingkatan sekolah dasar, tercantum dalam kurikulum  sekolah di Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, maupun Australia.            Rendahnya   kemampuan   anak   dalam   penguasaan   bilangan,   khususnya  berhitung,  menjadi permasalahan yang serius dalam pembelajaran matematika di sekolah.  Mental aritmatika sempoa adalah suatu metode yang dapat menjadi solusi untuk meningkatkn penguasaan bilangan, khususnya berhitung.  Dengan mental aritmatika sempoa seorang anak mampu berhitung lebih cepat, mempunyai konsentrasi yang baik dan lebih kreatif sehingga dapat mencapai tingkat berfikir analisis dan logika berfikir yang benar.
PENGARUH EARNING PER SHARE DAN CASH RATIO TERHADAP DIVIDEN PAYOUT RATIO DENGAN ASSET GROWTH SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI DI BEI PERIODE 2009-2012 Muhammad Hidayat
JURNAL DIMENSI Vol 3, No 3 (2014): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2014)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1093.217 KB) | DOI: 10.33373/dms.v3i3.99

Abstract

This study is performed to examine the effect of Earning Per Share and Cash Ratio toward Dividend Payout Ratio with Asset Growth as a moderating variabel on companies which were consumer goods industry sector  listed in Indonesia Stock Exchange over period 2009-2012.Population of this research were 33 companies. Sample selected by using method of purposive sampling were 15 companies. The data research is secondary data obtained from the Indonesian Stock Exchange (www. idx.co.id). Hypothesis testing studies used linear regression analisys and moderated regression analysis, with application tool of SPSS (Statistical Product and Service Solutions).From the analysis result indicates that Earning Per Share variable partially significant positive toward Dividend Payout Ratio on the level of significance less than 5%, while it indicates that Cash Ratio variable not significant positive toward Dividen Payout Ratio. Asset Growth is not able to significantly moderate the effect of Earning Per Share on the Dividend Payout Ratio, Asset Growth is not able to significantly moderate the effect of Cash Ratio on the Dividend Payout Ratio. 
PENGARUH PARKIR PADA BADAN JALAN TERHADAP KAPASITAS JALAN Dian Hastari Agustina
JURNAL DIMENSI Vol 5, No 3 (2016): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2016)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.668 KB) | DOI: 10.33373/dms.v5i3.65

Abstract

Tingkat pelayanan jalan sangat dipengaruhi oleh kapasitas dan arus lalu lintas yang ada.  Penambahan sarana fisik jalan secara terus menerus jelas sulit dilaksanakan karena besarnya dana yang dibutuhkan dan juga keterbatasan lahan yang ada, sedangkan pertumbuhan lalu lintas dari tahun ke tahun cenderung menunjukkan peningkatan.  Jika jumlah kepemilikan kendaraan sekitar 0,1 mobil per rumah tangga yang mungkin masih akan mengalami peningkatan yang berarti pula akan terjadi kenaikan arus lalu lintas di masa mendatang. Tulisan  ini difokuskan pada pengaruh parkir pada badan jalan terhadap kapasitas jalan untuk menentukan tingkat pelayanan yang terjadi, dilaksanakan pula pengamatan volume kendaraan yang parkir pada badan jalan dan pengaruh sudut parkir kendaraan yang berkaitan dengan pengurangan lebar perkerasan jalan.  Diharapkan dapat memberikan masukan dan solusi terhadap masalah yang berkaitan dengan pengaturan lalu lintas dan parkir pada untuk menghindari gangguan lalu lintas dan kembali memfungsikan jalan sesuai statusnya sebagai jalan Arteri Primer.  
KARAKTERISTIK DAN POLA PERGERAKAN PENDUDUK KOTA BATAM DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERKEMBANGAN WILAYAH HINTERLAND Imam Setyohadi
JURNAL DIMENSI Vol 4, No 1 (2015): JURNAL DIMENSI (MARET 2015)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.198 KB) | DOI: 10.33373/dms.v4i1.33

Abstract

Batam Island’s role as an industrial development center causes fast-paced growth in many sectors with an uneven inhabitant distribution. With most people inhabit the Batam city.The hinterland area is characterised by islands and housing pattern of community clusters in the form of fishermen’s neighborhood along the coastal region with most of the houses are semi-permanent buildings. Most of people’s activities there are consisted of fishing. With limited infrastructure, the mode of transportation used in between the many islands there is with motor boats (Pancung). This is very much in contrast with the condition down the Batam City, in terms of its socio-economic, housing and other aspects.This research is aimed at figuring out the reason as to why people prefer to have their house located in rural areas and finding out the characteristic pattern of people’s movement around the Batam Island.Samples were taken using the sample random proporsional method. Samples were taken randomly from many districts with a proper ratio of people from weak, middle and upper class economic strata. The data were then analyized with cross classification.Results show that people chose rural areas because that where the industrial locations are so that it is closer for them to go to work, and the housin price or rent there are relatively cheaper too. Whereas people who chose to live in the Batam City do so because they want to improve their livelyhood by opening up alternative businesses other than working within the industry.People’s traveling destination is in and around the rural areas because it is where the industries are located evenly and the rest of them travel to the areas surrounding Batam Island. Such as people of Nongsa, 23% of the travel to the Kabil industrial area, and 12% of them go to the city center (Nagoya). In contrast, people of the Sekupang District, 29% of them travel only in and around Sekupang area. Other than that only 2% of Batam inhabitants travel to the islands surrounding Batam Island. Whereas for the people of Sei Beduk, 29% of them go to Muka Kuning and 14% of them to the city center. And for the people of Lubuk Baja District, 32% of them go to the city center (Nagoya), because it is actually the CBD center.The type of transportation used by people in rural areas are mostly private vehicles because they are thought to be more comfortable and safe, as is the case for Nongsa and Sekupang. Nonetheless, 2% of Sekupang inhabitants use motor boats to travel to the islands surrounding Batam Island. In Nongsa, 36% of the people use motorcycle, public transportation account for 32%, and in Sekupang car owners are around 35%. Contrary, the people of Sei Beduk are mostly using public transportation, 42%, due to the already availabel public road and vehicles and only 34% use cars.As for the distance covered by those people, Nongsa and Sekupang residents are 42% cover around 5-10 Km with a travel time of 20-30 minutes a day. Whereas the people of Sei Beduk, 45% of them only cover 105 km in around 10 minutes a day due to the proximity of their living place with the industrial location.On the other hand, Lubuk Baja (city center) people are 43% using cars,  for the are much more comfortable and allow them to have higher mobility. And only 31% of the inhabitants there use public transportation. Most of the people there cover 1-5 km (52%) to 5-10 km (27%) a day with a travel time of around 10 to 20-30 minutes. 
KLONING DALAM PERSPEKTIF DON IHDE Tarwiyani, Tri
JURNAL DIMENSI Vol 1, No 2 (2012): JURNAL DIMENSI
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.858 KB) | DOI: 10.33373/dms.v1i2.163

Abstract

Tulisan ini adalah sebuah tulisan yang menggunakan metode studi pustaka. Persoalan yang dibahas dalam tulisan ini antara lain apakah yang dimaksud dengan kloning, bagaimana pandangan Don Ihde tentang hubungan kebertubuhan teknologi, serta bagaimana pandangan Don Ihde tentang teknologi yang tertanam (embedded) dalam budaya terkait dengan relevansi kloning di Indonesia?Don Ihde adalah salah seorang tokoh dalam bidang Filsafat Teknologi, sebuah cabang filsafat khusus yang mempersoalkan antara lain tentang hubungan manusia dengan teknologi. Don Ihde menggambarkan fenomen hubungan yang terjadi antara manusia dengan teknologi yaitu pertama hubungan kebertubuhan di mana pada hubungan kebertubuhan, alat digunakan sebagai perpanjangan dari tubuh manusia, menjadi sebagian dari tubuh manusia dalam relasinya dengan dunia sekitar sehingga dikatakan bahwa manusia “menubuh” dengan alat, kedua hubungan hermeneutis, dimana alat teknologi dibaca sebagai teks yang perlu ditafsirkan, dan ketiga hubungan keberlainan di mana antara manusia dan teknologi dipandang sebagai dua hal yang berbeda dan berdiri sendiri-sendiri. Don Ihde sendiri memiliki konsep bahwa teknologi embedded (tertananm) dalam budaya. Hal ini artinya bahwa sebuah alat teknologi akan dipandang berbeda jika diterapkan pada kebudayaan yang berbeda. Pandangan inilah yang kemudian digunakan untuk melihat teknologi klonase atau teknologi kloning di Indonesia. Teknologi klonase akan dapat diterima di Indonesia tetapi jika teknologi ini dapat mengankat harkat dan martabat manusia. Hal ini juga berarti bahwa kloning yang bertujuan untuk membuat klonase manusia belum dapat diterima di Indonesia apalagi jika melihat dampak negatif dari teknologi ini.
STUDI PENDAHULUAN PENDUGA STOK LESTARI IKAN TERI (Stolenphorus spp) DI PERAIRAN GALANG KOTA BATAM Winarto, Noto; Puspita, Lani
JURNAL DIMENSI Vol 2, No 3 (2013): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2013)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.979 KB) | DOI: 10.33373/dms.v2i3.131

Abstract

Ikan teri (Stolephorus spp) atau ikan bilis adalah salah satu jenis ikan yang populer di kalangan penduduk Indonesia. Ukuran panjang tubuh 6 - 9 cm, tergolong jenis ikan bersifat pelagik kecil yang hidup secara bergerombol pada kawasan perairan dangkal maupun dalam dengan tingkat kadar garam (salinitas) rendah antara 10-15 per-mil (Hardenberg, 1934 dalam Effendie, 2002). Teri (Stolephorus spp) terdapat diseluruh perairan pantai di Indonesia dijumpai ± 12 jenis  (Pottler and Nurhakim, 2003). Secara biologi reproduksi ikan teri dapat memijah sepanjang tahun dan makanan utama adalah berbagai jenis plankton (Nontji, 1993 dalam Mulyani, S., 2004).Kondisi umum sumberdaya perikanan merupakan sumberdaya yang dapat dipulihkan (renewable) dan bersifat kepemilikan umum (common property), sehingga siapapun boleh memanfaatkannya (open access resources). Makauntuk menjaga keseimbangannya dan akan sia-sia bila tidak dimanfaatkan serta mengandung implikasi bahwa pengelolaannya harus berhati-hati dan penuh bijaksana dalam memanfaafkan sumberdaya ikan, sehingga aliran manfaatnya akan berjalan terus-menerus sepanjang masa (Nikijuluw, 2002 dalam Mulyani, 2004). Dengan sifat ikan yang secara alami dapat memperbaharui sendiri (renewabel), diperlukan suatu pengelolaan yang dilakukan secara rasional dengan mempertimbangkan potensi dan daya dukung lingkungannya. Apabila tingkat pemanfaatannya terIalu besar atau tidak memperhitungkan daya dukung lingkungan yang tersedia dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak yang kurang menguntungkan bagi pengembangan usaha perikanan di masa mendatang. Menurut Dahuri (2004) dalam Renstra DKP (2005) menyatakan bahwa hingga saat ini sebagian besar sumberdaya perikanan dimanfaatkan oleh para pengusaha perikanan skala besar, sedangkan kecil perikanan rakyat telah semakin terpuruk. Keadaan usaha mereka pada umumnya masih sangat sederhana, menggunakan alat tangkap tradisional, jangkauan usaha yang masih terbatas di perairan pantai, dan produktifitasnya relatif rendah sehingga efektifitas dan efisiensinya belum optimal.Konsep dasar pengelolaan sumberdaya adalah upaya mendeskripsikan dinamika suatu sumberdaya perairan yang dieksploitasi adalah stok (stock), maksud pengkajian stock adalah memberikan saran tentang pemanfaatan yang optimum sumberdaya hayati perairan seperti ikan teri, pemanfaatan sumberdaya yang tidak rasional dan tidak terkendali akan mengakibatkan menipisnya sediaan (stock), punahnya populasi ikan, akumulasi modal yang berlebih, penurunan hasil tangkapan per satuan upaya (catch per unit effort / CPUE)Mengingat peningkatan teknologi penangkapan akan berkaitan dengan masalah kelimpahan/kesediaan stok sumberdaya perikanan, produksi dan karakteristik lingkungan maka diperlukan pengkajian awal mengunakan pendekatan bio-ekologi. Dengan pendekatan ini akan diperoleh suatu konsep bagaimana pengelolaan sumberdaya perikanan akan tetap lestari dan menguntungkan dari sudut ekosistem maupun ekonomi sosial masyarakat. Sumberdaya ikan dapat lestari bila jumlah yang dipanen paling banyak adalah sebesar kemampuan pulih dinamakan meuserment sustainable yield (MSY). Pemanfaatan yang melebihi kemampuan pulih akan mengancam kelestarian (Purwanto, 2003 dalam Azman, 2008). Penelitian ini merupakan studi pendahuluan untuk dapat menduga pemanfaatan atau eksploitasi sumberdaya ikan teri dengan alat tangkap pukat di perairan Galang.
PERAN DAN TANGGUNGJAWAB KEMENTERIAN LUAR NEGERI MELINDUNGI WNI DAN TKI DI LUAR NEGERI Dalle, Rumbadi
DIMENSI Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 No.3 2016
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.144 KB)

Abstract

Sempitnya lapangan pekerjaan di dalam negeri merupakan salah satu faktor  pendorong generasi muda Indonesia dan tergolong usia muda mencari pekerjaan di Negara lain, tapi ada juga yang tujuan ke luar negeri bukan menjadi pekerja tapi melanjutkan pendidikan di jenjang lebih tinggi. Menurut Kementerian Luar Negeri Indonesia, yang paling banyak bermasalah adalah TKI selain kurangnya pendidikan, dan masih usia muda. Sayangnya kepergian para TKI keluar negeri ada yang tidak resmi, bahkan dari segi kelengkapan dokumen pun tidak memenuhi syarat sebagai pekerja di luar negeri.Akibatnya sering terjadi tindak kekerasan terhadap TKI oleh majikan di tempat mereka bekerja. Tak jarang pula kasus-kasus yang timbul bermuara ke proses hukum, yang tentu saja hukum diterapkan adalah hukum di negera tempat TKI bekerja. Hukum cambuk, hukum mati, dan hukuman seumur hidup menjadi berita-berita surat khabar di tanah air. Namun Kementerian Luar Negeri tidak lepas tangan, dan menjalankan fungsi, peran dan tanggung jawabnya sesuai wakil Negara di luar negeri.Oleh sebab itu, diperlukan pencegahan terhadap calon TKI yang diketahui tidak layak menjadi pekerja di luar negeri, tidak hanya menyangkut usia tergolong muda, tapi juga pendidikan, dan kelengkapan dokumen lain sesuai dengan tujuan untuk menjadi pekerja. BNP2TKI sebagai lembaga yang bertanggungjawab dalam hal pencegahan harus membuka konter-konter di pelabuhan udara dan pelabuhan laut termasuk selidik pelabuhan tidak resmi yang menjadi tempat pengiriman TKI illegal tersebut.
DEGRADASI ZAT WARNA RHODAMIN B SECARA SONOLISIS MENGGUNAKAN KATALIS ZnO-H2O2 Amelia, Fitrah
JURNAL DIMENSI Vol 5, No 1 (2016): JURNAL DIMENSI
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.86 KB) | DOI: 10.33373/dms.v5i1.24

Abstract

Rhodamin B merupakan zat warna sintetis yang bersifat toksik. Untuk mengurangi tingkat toksisitasnya maka dilakukan degradasi terhadap Rhodamin B secara sonolisis menggunakan katalis ZnO-H2O2. Metoda sonolisis menggunakan gelombang ultrasonik yang beroperasi pada frekuensi 47 kHz. Hasil sonolisis disentrifus untuk memisahkan zat warna dengan katalisnya. Selanjutnya diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada λ 400-600 nm. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil degradasi dari Rhodamin-B 2 mg/L dengan penambahan ZnO efektif 0,3 g sebesar 35,44 % yang didegradasi selama 60 menit, suhu 40±1 oC, pH 5. Pada kondisi yang sama untuk penambahan 3 ml H2O2 30 % didapatkan persen degradasi 42,67 % dan dengan penambahan ZnO-H2O2 diperoleh degradasi sebesar 88,83 %. Persentase degradasi dari Rhodamin B mencapai 91,99 % dengan penambahan ZnO 0,3 g dan H2O2 3 ml pada pH 5, suhu 40±1 oC setelah disonolisis selama 90 menit.
CODE MIXING USED IN WOMEN MAGAZINE: A SOCIOLINGUISTIC STUDY Netty Herawati
JURNAL DIMENSI Vol 1, No 1 (2012): JURNAL DIMENSI (MARET 2012)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.549 KB) | DOI: 10.33373/dms.v1i1.154

Abstract

In modern era, mostly people use more than one language to communicate. Therefore, the phenomenon of bilingual or multilngual community is feature of code mixing and code switching. This study concerns of the code mixing used by journalist in women magazine of Nova. The data took from the Magazined which was published on March 12-18th, 2012 . This study found types of code mixing and reasons of code mixing. The types of code mixing consist of lexical mixing, phrase mixing of code, and Indonesian speeling of English sounds. The last is reason why people mixed codes. The reasons are lexical need; it is when the Indonesian word not available such as film and the prestige, such as Talkshow although it is available in Indonesian language.

Page 11 of 68 | Total Record : 679


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2025) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL DIMENSI (JULI 2025) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL DIMENSI (MARET 2025) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2024) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL DIMENSI (JULI 2024) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2023) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL DIMENSI (JULI 2023) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL DIMENSI (MARET 2023) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2022) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL DIMENSI (JULI 2022) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL DIMENSI (MARET 2022) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2021) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL DIMENSI (JULI 2021) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL DIMENSI (MARET 2021) Vol 9, No 3 (2020): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2020) Vol 9, No 2 (2020): JURNAL DIMENSI (JULI 2020) Vol 9, No 1 (2020): JURNAL DIMENSI (MARET 2020) Vol 8, No 3 (2019): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2019) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL DIMENSI (JULI 2019) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL DIMENSI (JULI 2019) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL DIMENSI (MARET 2019) Vol 7, No 3 (2018): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2018) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL DIMENSI (JULI 2018) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL DIMENSI (JULI 2018) Vol 7, No 1 (2018): JURNAL DIMENSI (MARET 2018) Vol 7, No 1 (2018): JURNAL DIMENSI (MARET 2018) Vol 6, No 3 (2017): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2017) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL DIMENSI (JULI 2017) Vol 6, No 1 (2017): JURNAL DIMENSI (MARET 2017) Vol 6, No 1 (2017): JURNAL DIMENSI (MARET 2017) Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 No.3 2016 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 No.2 2016 Vol 5, No 3 (2016): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2016) Vol 5, No 2 (2016): JURNAL DIMENSI (JULI 2016) Vol 5, No 1 (2016): JURNAL DIMENSI (MARET 2016) Vol 5, No 3 (2016): JURNAL DIMENSI Vol 5, No 2 (2016): JURNAL DIMENSI Vol 5, No 1 (2016): JURNAL DIMENSI Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No.2 2015 Vol 4, No 3 (2015): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2015) Vol 4, No 2 (2015): JURNAL DIMENSI (JULI 2015) Vol 4, No 1 (2015): JURNAL DIMENSI (MARET 2015) Vol 4, No 3 (2015): JURNAL DIMENSI Vol 4, No 2 (2015): JURNAL DIMENSI Vol 4, No 2 (2015): JURNAL DIMENSI Vol 4, No 1 (2015): JURNAL DIMENSI Vol 4, No 1 (2015): JURNAL DIMENSI Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 No.1 2014 Vol 3, No 3 (2014): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2014) Vol 3, No 2 (2014): JURNAL DIMENSI (JULI 2014) Vol 3, No 1 (2014): JURNAL DIMENSI (MARET 2014) Vol 3, No 3 (2014): JURNAL DIMENSI Vol 3, No 2 (2014): JURNAL DIMENSI Vol 3, No 2 (2014): JURNAL DIMENSI Vol 3, No 1 (2014): JURNAL DIMENSI Vol 3, No 1 (2014): JURNAL DIMENSI Vol 2, No 3 (2013): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2013) Vol 2, No 2 (2013): JURNAL DIMENSI (JULI 2013) Vol 2, No 1 (2013): JURNAL DIMENSI (MARET 2013) Vol 2, No 3 (2013): JURNAL DIMENSI Vol 2, No 3 (2013): JURNAL DIMENSI Vol 2, No 2 (2013): JURNAL DIMENSI Vol 2, No 2 (2013): JURNAL DIMENSI Vol 2, No 1 (2013): JURNAL DIMENSI Vol 2, No 1 (2013): JURNAL DIMENSI Vol 1, No 3 (2012): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2012) Vol 1, No 2 (2012): JURNAL DIMENSI (JULI 2012) Vol 1, No 1 (2012): JURNAL DIMENSI (MARET 2012) Vol 1, No 3 (2012): JURNAL DIMENSI Vol 1, No 3 (2012): JURNAL DIMENSI Vol 1, No 2 (2012): JURNAL DIMENSI Vol 1, No 2 (2012): JURNAL DIMENSI Vol 1, No 1 (2012): JURNAL DIMENSI Vol 1, No 1 (2012): JURNAL DIMENSI More Issue