cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 24425133     EISSN : 25277227     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level / Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). Besides focusing on the development of studies issues of basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 276 Documents
APLIKASI PEMBELAJARAN DI JENJANG PENDIDIKAN DASAR BERBASIS RAMAH OTAK MELALUI BRAIN DEVELOPMENT STRATEGY Widodo Winarso
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.946 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i1.192

Abstract

ABSTRAKTerkait dengan implemtasi kurikulum yang menyangkut pendidikan anak di tingkatan Sekolah Dasar. Pola pendidikan anak di tingkat ini dikenal dengan istilah Pembelajaran tematik terpadu. Hal ini berbeda dengan pembelajaran ditingkatan kelas di atasnya, yang secara khusus mempelajari ilmu dari berbagai disiplin yang berbeda. Pada pembelajaran di tingkat ini semua disiplin ilmu diajarkan tidak secara mandiri, namun secara terpadu yang dikemas dalam tema-tema tertentu. Bagian inilah yang menarik untuk dikaji. Pada pembelajaran model ini, peserta didik sudah tidak perlu lagi memikirkan sedang belajar mata pelajaran apa, namun peserta didik belajar tentang apa secara holistik. Pembelajaran terpadu menggunakan tema sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dalam satu kali tatap muka, untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik. Karena peserta didik dalam memahami berbagai konsep yang dipelajari selalu melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dikuasainya. Pembelajaran tematik diyakini sebagai salah satu model pembelajaran yang efektif (highly effective teaching model), karena mampu mewadahi dan menyentuh secara terpadu dimensi emosi, fisik, dan akademik di kelas atau di lingkungan sekolah. Model pembelajaran tematik ini terbukti secara empirik berhasil memacu percepatan dan meningkatkan kapasitas memori peserta didik (enhance learning and increase long-term memory capabilities of learners) untuk waktu yang panjang. Model pembelajaran tematik memiliki perbedaan kualitatif (qualitatively different) dengan model pembelajaran lain. Model pembelajaran ini mengoptimasi lingkungan sebagai kunci dalam menciptakan kelas yang ramah. Kondisi belajar dimana aktifitas belajar yang terjadi melibatkan subjek belajar secara langsung, mengoptimasi semua sumber belajar, dan memberi peluang untuk mengeksplorasi secara luas kemampuan kognitif sisiwa melalui  aplikasi pembelajaran ramah otak.Kata kunci : Pembelajaran, Ramah Otak, Brain Development Strategy
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU Moh Masnun
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.719 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i1.590

Abstract

ABSTRAKKurikulum 2013 menganut pandangan dasar bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari guru ke peserta didik. Peserta didik adalah subjek yang memiliki kesempatan untuk secara aktif mencari, mengolah, mengonstruksi, dan menggunakan pengetahuan. Untuk itu pembelajaran harus berkenaan dengan kesempatan yang diberikan kepada peserta didik perlu didorong untuk bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, dan berupaya keras mewujudkan ide-idenya.Guru memberikan kemudahan untuk proses ini, dengan mengembangkan suasana belajar yang memberi kesempatan peserta didik untuk menemukan, menerapkan ide-ide mereka sendiri, menjadi dasar dan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Guru mengembangkan kesempatan belajar kepada peserta didik untuk meniti anak tangga yang membawa peserta didik kepemahaman yang lebih tinggi, yang semula ditentukan dengan bantuan guru tetapi semakin lama semakin mandiri. Bagi peserta didik pembelajaran harus bergeser dari “diberi tahu” menjadi aktif mencari tahu.Keyword : Kurikulum 2013, Mandiri, Aktif
Penerapan Metode Role Playing Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Usia Play Group Dwi Anita Alfiani
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.276 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i1.174

Abstract

AbstrakSalah satu faktor penting dalam kegiatan belajar (KBM) untuk anak usia play group adalah guru yang memahami berbagai macam karakterisik peserta didik dan peduli terhadap kebutuhan anak didiknya.Namun Dari hasil penelitian dan kenyataan di lapangan, menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk anak-anak usia play group masih banyak kelemahan dan kekurangannya karenanya  guru juga harus mampu menguasai teknik dan metode dalam  mengajar B untuk anak.Anak didik pada usia play group.Dengan demikian, metode pembelajaran merupakan alat untuk menciptakan proses belajar mengajar.Subana dan Sunarti (2000 : 20) Berpendapat metode adalah rencana penyajian bahan yang menyeluruh dengan urutan yang sistematis berdasarkan approach tertentu. Jadi metode merupakan cara melaksanakan pekerjaan, sedangkan approach, dapat tumbuh beberapan metode. Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan.Role Playing yakni memainkan peranan dari peran-peran yang sudah pasti berdasarkan kejadian terdahulu, yang dimaksudkan untuk menciptakan kembali situasi sejarah/peristiwa masa lalu, menciptakan kemungkinan-kemungkinan kejadian masa yang akan datang, menciptakan peristiwa mutakhir yang dapat diperkaya atau mengkhayal situasi pada suatu tempat dan atau waktu tertentu. berarti metode (Role Playing) adalah metode pembelajaran yang di dalamnya menampakkan adanya perilaku pura-pura dari siswa yang terlihat dan atau peniruan situasi dari tokoh-tokoh sejarah sedemikian rupa. Dengan demikian  metode Bermain Peran (RolePlaying)adalah metode yang melibatkan siswa untuk pura-pura memainkan peran/ tokoh yang terlibat dalam proses sejarah. Teknik ini juga digunakan untuk dapat meningkatkan Motivasi belajar anak terutama anak pada usia play group melalui pembelajaran di class yang fun, cooperative, asyik, dan menarik. Oleh karena itu, diharapkan dengan penerapan Metode Bermain Peran (Role Playing) anak lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar, karena telah kita ketahui bersama bahwa guru dalam mengajarkan anak pada usia play group lebih banyak mengalami kesulitan dan kendala di banding anak yang sudah usia sekolah.Kata Kunci: Metode Role Playing, Motivasi
PENERAPAN METODE PQR4 UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MEMBACA PADA SISWA KELAS IV SDN PENGAMPON II KEC. LEMAHWUNGKUK KOTA CIREBON Syibli Maufur; Abdul Sholeh
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.686 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i2.122

Abstract

Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran wajib di SD / MI yang didalamnya terdapat asfek keterampilan membaca yang memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional dan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi namun ditemukan permasalahan yaitu rendahnya kemampuan pemahaman membaca yakni siswa kesulitan menentukan kalimat utama, siswa kesulitan dalam membuat teks ringkasan dengan kalimat yang runtut, dan siswa kesulitan dalam menjelaskan  isi teks secara tertulis dengan kalimat sendiri secara runtut. Sebagai solusi atas kondisi tersebut diperlukan suatu metode pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman diantaranya melalui metode PQR4 yaitu Preview, Question Read, Reflect  Recite dan Review. Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research)  ini dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran dengan desain siklus spiral model Kemmis. Hasil temuan penelitian diperoleh nilai rata-rata siklus I yaitu 73,80, Siklus II yaitu 77,60, dan siklus III yaitu 83,40. Dengan demikian metode PQR4 dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman. Kata kunci: Metode PQR4, membaca pemahaman
KONSEP PEMBELAJARAN BERBICARA DI MI (Suatu Pendekatan dan Praktik Dalam Pembelajaran) Syiblli Maufur
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.554 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i2.352

Abstract

AbstrakSalah satu aspek keterampilan berbahasa yang penting adalah keterampilan berbicara. Ketrampilan berbicara merupakan keterampilan mengkomunikasikan informasi melalui bahasa lisan. Seseorang yang memiliki kemampuan bahasa lisan yang baik, maka akan memperoleh keuntungan sosial maupun profesional.Kenyataannya, masih banyak guru yang kurang menganggap perlu dan kurang serius dalam menangani kemampuan berbicara siswa. Keterampilan berbicara dianggap dapat diperlajari secara informal di luar sekolah sehingga tidak perlu memberikan penekanan pada proses pembelajaran di sekolah. Padahal kedudukan pelajaran bahasa Indonesia, termasuk di dalamnya keterampilan berbicara,  dalam kurikulum 2013 sangat fital. Kurikulum SD/MI menggunakan pendekatan pembelajaran tematik integratif dari kelas I sampai kelas VI. Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema.Selain itu, tematik integratif ini juga diperkaya dengan penempatan mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran lain. Melalui perumusan Kompetensi Inti sebagai pengikat berbagai mata pelajaran dalam satu kelas dan tema sebagai pokok bahasannya, penempatan mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran lain menjadi sangat memungkinkan. Penguatan peran mata pelajaran Bahasa Indonesia seperti ini dilakukan secara utuh melalui penggabungan sebagian kompetensi dasar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu Pengetahuan Alam ke dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kedua ilmu pengetahuan ini menyebabkan pelajaran Bahasa Indonesia menjadi kontekstual sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih menarik baik untuk siswa maupun untuk guru
MENGATASI STRES AKADEMIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENGUATAN SELF ESTEEM PESERTA DIDIK Widodo Winarso
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.512 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i1.343

Abstract

ABSTRAKSebagian besar peserta didik dalam menjalani kegiatan pembelajaran matematika di sekolah, seringkali merasakan stres. Stres yang dialami peserta didik cenderung disebabkan oleh perasaan tidak mampu yang dimiliki peserta didik itu sendiri dalam menghadapi berbagai situasi, kejadian dan tantangan yang ada selama kegiatan pembelajaran matematika berlangsung. kondisi tersebut membuat peserta didik  merasa tidak nyaman dalam menerima materi ajar. Pencapaian tujuan pembelajaran  tidak dapat mencapai hasil maksimal, jika pendidik memaksakan pada situasi tersebut. hal yang perlu diperhatika oleh pendidik yakni kemampuan peserta didik untuk membangun dan mempertahankan kondisi fisik maupun psikis selama pembelajaran matematika berlangsung. Berdasarkan konsekuensi tersebut, self esteem yang tinggi dalam diri peserta didik dapat menghilangkan atau mengurangi stres yang dirasakan peserta didik akibat berbagai tekanan yang dialami peserta didik berkaitan dengan pembelajaran matematika di sekolah.
PENGARUH MEDIA GAMBAR VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI MI AN-NUR PEKALIPAN KOTA CIREBON Latifah Latifah; Isnaini Isnaini
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.375 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i1.179

Abstract

ABSTRAK Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan yang berupa peningkatan hasil belajar melalui proses pembelajaran ditingkat sekolah dipengaruhi oleh kurikulum, buku pelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sistem evaluasi. Dari beberapa faktor tersebut salah satu yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa adalah faktor media pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran bahasa Inggris.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan penulis setelah data terkumpul yaitu: uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis berupa uji linieritas, koefisien, determinan, dan regresi linier sederhana.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1) Rata-rata nilai N-Gain kelas eksperimen yaitu 0,716, dengan rincian rata-rata nilai pretest 48,22 dan rata-rata nilai posttest 85,8. 2) Respon siswa terhadap Media Gambar visual pada pembelajaran Bahasa Inggris secara umum sangat positif atau baik, karena berdasarkan rekapitulasi angket terdapat 7 item angket positif dan 3 item angket negatif, dari prosentase angket positif didapat rata-rata 87,5%, artinya skor tersebut tergolong pada kategori sangat kuat yang berada diantara 81% - 100%. Sedangkan prosentase angket negatif didapat rata-rata 86,1%, jadi skor tersebut tergolong pada kategori sangat kuat yang berada diantara 81% - 100%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa merespon sangat baik terhadap penerapan Media Gambar visual. 3) Dari hasil uji koefisien determinan diperoleh nilai sebesar 58,5% (menunjukkan besarnya pengaruh) dan uji regresi diperoleh hasil thitung (6,279) lebih besar dari ttabel (1,734) serta signifikan 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Haditerima, artinya bahwa ada pengaruh Media gambar visual terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Inggris di kelas IV MIAn-Nur Kota Cirebon.Kata Kunci : Media Gambar, Hasil Belajar Siswa, Bahasa Inggris
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SKETSA TERHADAP HASIL BELAJAR MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS V MIN KOTA CIREBON Nurbandiyah nurbandiyah; Syibli Maufur
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.87 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i2.897

Abstract

AbstrakPada umumnya, siswa mengalami hambatan ketika diberi tugas oleh guru untuk menulis. Mereka mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat dan kurang menguasai tata bahasa. Kesulitan-kesulitan tersebut menyebabkan mereka tidak mampu menyampaikan pikiran dan gagasan dengan baik sehingga peserta didik menjadi enggan untuk menulis. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia sering kali pembelajaran menulis sangat menjenuhkan. Pada pelaksanaan KBM, guru memberikan tugas kepada siswa untuk menulis karangan tanpa memberikan penjelasan. Padahal guru merupakan faktor terpenting dalam keberhasilan KBM. Jika dilihat dari hasil belajar siswa kebanyakan nilai rata-rata ketuntasan menulis siswa yaitu 70, padahal Kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk mata pelajaran bahasa Indonesia yang ditetapkan oleh sekolah adalah 75, ini kemungkinan karena anak-anak yang kurang minat dalam pelajaran Bahasa Indonesia khususnya pembelajaran menulis karangan, dan bisa juga karena faktor kurangnya pengggunaan media.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data respon siswa terhadap media gambar sketsa di MIN Kota Cirebon, memperoleh data hasil belajar menulis karangan deskripsi serta pengaruh media gambar sketsa terhadap hasil belajar menulis karangan deskripsi  di MIN Kota Cirebon.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dengan jenis kuasi eksperimen. Dalam kuasi eksperimen terdapat dua kelas yang diteliti yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan dan kelas kontrol yang tidak diberi perlakuan. Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa MIN Kota Cirebon sebanyak 278 dan menggunakan teknik  purposive  sampling  yaitu  kelas VA dan VB sebanyak 41 siswa. Alat  pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar tes dan angket.Kata Kunci: Sketsa, Karangan, Deskripsi, Hasil Belajar. AbstractIn generally, students have obstruct while the teacher give a task to write. They have a trouble in arranged the sentence and unsufficiently control the grammar. That a difficult caused they can't pass on thinks and ideas with every consideration so participant to be lazy to write. In  Indonesian study learning writes really saturated. On KBM'S performing, teacher gives task to student to write composition without gives explanation. Eventually teacher is primary factor in make KBM'S success. If we see from student’s studying result mostly student’s write average value is 70, eventually minimal thoroughness Criterion (KKM) for specified indonesian subject by schooled is 75, this possible because children which insufficiently tutorial deep  Indonesian in particular learning writes composition, and can also since its reducing factor media purpose.This research intent to get student’s response data toward sketches pictured media at MIN Cirebon's City, getting the data of the result of to write description composition study and the influence of the sketch draw’s media toward write description composition study at MIN Cirebon's City.  The method that use in this research is quantitative experiment with my type experiment attention. In experiment attention are have two class that analyze there are experiment class that given by attention and control class that don't give attention. Observational design that use is Nonequivalent Control is Design's Group . Population in observational are all MIN'S students Cirebon's City as much 278 and use purposive is sampling technique  there are  class VA and VB as much 41 students. Data collecting tool on this reserach are use essay sheet and questionnaire. Key word:  Sketch, Composition, Description, learning outcomes.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL QUANTUM TEACHING DENGAN PENDEKATAN REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK Ahmad Arifuddin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.681 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i2.900

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika yang baik pada materi bangun ruang sisi datar. Prosedur pengembangan yang digunakan meliputi tahap analisis awal, tahap analisis rancangan, tahap realisasi, tahap tes, evaluasi, dan revisi, serta tahap implementasi. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar validasi Silabus, RPP, Buku Ajar, LKPD, TKPK, angket respons guru dan peserta didik. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil validasi Silabus sebesar 4,16; RPP sebesar 4,31; Buku Ajar sebesar 4,09; LKPD sebesar 4,11; dan TKPK sebesar 3,95; sehingga perangkat pembelajaran hasil pengembangan dinyatakan valid menurut penilaian validator. Sementara itu, hasil analisis respons guru dan peserta didik diperoleh skor rata-rata sebesar 85,71%. Ini berarti bahwa respons guru dan peserta didik tergolong positif, sehingga perangkat pembelajaran hasil pengembangan juga memenuhi kriteria praktis.Kata Kunci: Pembelajaran Matematika, Quantum Teaching, Pendekatan Realistik, Pemahaman Konsep.  AbstractThis research is aimed at developing devices to produce good mathematics instruction on the Polyhedral material. The procedures used include the development of the early stages of analysis, design analysis phase, the realization phase, stage testing, evaluation, and revision, and implementation phase. The instruments of collecting data in this research are form validation Syllabus, lesson plan, textbook, worksheets, instrument of TKPK and questionnaire responses of teachers and students. Analysis of the data used is descriptive and quantitative analysis, The results of this research shows that the average score of Syllabus validation results 4.16; Lesson Plan is 4.31; Textbook is 4.09; Worksheet is 4.11; TKPK is 3.95; thus the Result of this research is valid in the validator. Meanwhile, The results of the analysis the responsse of teachers and students, obtained an average score of 85.71%, indicating that the responses of teachers and students classified as positive, so that the learning device of development results also meets practical criteria. Keyword: The Learning Of Mathematics, Quantum Teaching, Realistic Approach, The Ability Of Understanding The Concept.
PENGARUH KUALITAS INTERAKSI SOSIAL DI LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 5 SAMARINDA) Siti Murti; Heryanto Heryanto
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.456 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i2.898

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mengevaluasi kualitas interaksi sosial di lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah metoda deskriptif atau sering disebut juga taxonomic research yaitu untuk mengeksplorasi dan mengklarifikasi suatu fenomena sosial dengan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah unit yang diteliti. Metode penentuan sampel sebagai unit analisis menggunakan teknik simple random sampling secara proporsional. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kualitas interaksi sosial di lingkungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Semakin baik kualitas interaksi sosial orang tua dengan anak maka semakin baik prestasi belajar siswa.Kata kunci: interaksi, keluarga, prestasi, siswa AbstractThe purpose of this study was to uncover and evaluate the quality of social interaction in the family environment on student achievement. The approach used in this study is descriptive method or often called the taxonomic research is to explore and clarify a social phenomenon by describing a number of variables relating to issues under investigation unit. Determination of the sample as a unit of analysis used simple random sampling technique proportionally. The results showed that the quality of social interaction in the family environment have a significant effect on student achievement. The better quality of a social interaction between parent and child, then led to a better performance.Keywords: interaction, family, achievement, students

Page 5 of 28 | Total Record : 276