cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 24425133     EISSN : 25277227     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level / Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). Besides focusing on the development of studies issues of basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 276 Documents
PENGANTAR PRAKTIK MENDIDIK ANAK USIA SEKOLAH DASAR Rima Trianingsih
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.126 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i2.880

Abstract

Mendidik adalah sebuah proses mendorong anak-anak tumbuh dan berkembang sampai anak menjadi dewasa jasmani dan rohani. Orang tua memiliki peran utama sebagai pendidik dalam hidup anak, sementara guru sebagai pendidik yang dibatasi oleh waktu mengajar. Anak SD pada perkembangannya memiliki karakteristik yang unik. Teori kognitif oleh Piaget menyatakan bahwa anak usia SD pada umumnya pada tahap operasional konkret. Teori psikososial oleh Erikson mengelompokkan anak usia SD ke tahap industry versus inferiority. Teori moral Piaget menjelaskan bahwa anak usia SD (7 sampai 10 tahun) secara umum berada pada masa transisi antara moralitas heteronom menuju moralitas otonom. Perkembangan fisik anak usia SD dapat dilihat dari gambaran umum mengenai peningkatan proporsi tinggi dan berat badan serta karakteristik fisik lainnya yang muncul. Di usia SD, anak-anak mengembangkan banyak kemampuan motorik dasar yang digunakan untuk menyeimbangkan tubuh, berlari, melompat, dan melempar. Perkembangan metakognitif mendorong anak-anak menyadari kemampuan kognitif dirinya guna menentukan metode yang tepat untuk belajar dan memecahkan masalah. Peran utama orang tua dan guru dalam mendidik anak adalah memberikan teladan yang baik.
MODEL PARTISIPATIF PENCEGAHAN DEMORALISASI PADA PESERTA DIDIK Heryanto Heryanto
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.383 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i2.789

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mengevaluasi pencegahan demoralisasi pada peserta didik, sehingga diperoleh gambaran proses, pola dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dan snowball sampling, sedangkan ukuran sampel ditentukan berdasarkan kelengkapan informasi yang diperlukan. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: (1) keluarga adalah lembaga pendidikan pertama yang mengajarkan moralitas, semenjak anak dalam kandungan; (2) setiap anggota keluarga menghargai secara demokratis, untuk untuk membangun percaya diri anak; (3) kehidupan keluarga berlandaskan nilai moral agama dan adat istiadat; (4) membangun komunikasi yang produktif dengan sekolah; (5) mengawasi dan mengevaluasi pergaulannya di lingkungan masyarakat; (6) orang tua selalu memberikan bantuan kepada anaknya jika ia menghadapi kesulitanKata kunci: agamis, demokrasi, demoralisasi, keluarga. AbstractThe purpose of this study was to analyze and evaluate prevention demoralized students, in order to obtain an overview of the process, patterns and factors that influence it. This study used a qualitative approach. The sampling method using purposive sampling, and snowball sampling, while the sample size is determined based on the completeness of the information required. Data were collected through observation, interviews, questionnaires and documentation. The results showed that: (1) The family is the first educational institution that teaches morality, since the child in the womb; (2) every member of the family appreciated the democratic way, for children to build self-confidence; (3) the family life based on moral values of religion and customs; (4) building productive communication with the school; (5) monitor and evaluate the interaction in society; (6) parents always provide assistance to the their child if he is facing difficulties.Keywords: democratic, demoralization, families, religious.
PORTOFOLIO SEBAGAI SALAH SATU MODEL PENILAIAN OTENTIK DI SD/MI Itaristanti Itaristanti
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.727 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i2.904

Abstract

Abstrak Pembelajaran K13 berisi materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira. Oleh karena itu, diperlukan sebuah alat penilaian yang tepat karena penilaian tidak akan lepas dari proses pembelajaran. Salah satu alat penilaian yang sesuai dengan perkembangan kurikulum tersebut adalah penilaian autentik. Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakna secara signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar sekalipun. Penilaian otentik meliputi berbagai aspek pengetahuan siswa, pemahaman yang mendalam, kemampuan memecahkan masalah, kompetensi sosial, dan tingkah laku yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau merupakan sebuah simulasi dari kehidupan nyata. Penilaian otentik merupakan kumpulan tugas-tugas bermakna dan menarik, kaya akan konteks, di mana siswa menerapkan pengetahuan dan keterampilan, dan menampilkan tugas-tugas tersebut dalam situasi yang baru. Tugas-tugas otentik membantu siswa berlatih menyelesaikan masalah-masalah yang akan mereka hadapi di masa mendatang. Salah satu contoh penilaian autentik adalah portofolio. Kata kunci: penilaian autentik, portofolio.                                                                                                AbstractK13 learning contains learning materials based on facts or phenomena that can be explained by the specific logic or reasoning; not approximate. Therefore, we need a proper assessment tools because assessing will not separated from the learning process. One assessment tool in accordance with the development of the curriculum is an authentic assessment. Conceptually, authentic assessment were significant compared with standardized multiple-choice tests though. Authentic assessment covers various aspects of students' knowledge, deep understanding, problem-solving skills, social competence, and behavior that are used in everyday life or is a simulation of real life. Authentic assessment is a collection of tasks meaningful and interesting, rich in context, in which students apply their knowledge and skills, and displays the tasks in the new situation. Authentic tasks help students to practice solving the problems they will face in the future. One example of authentic assessment is the portfolio. Keywords: authentic assessment, portfolio.
PENGARUH KECERDASAN LOGIK MATEMATIK DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MI SE DKI JAKARTA Sita Husnul Khotimah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.787 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i2.901

Abstract

Pengaruh Kecerdasan Logik Matematik dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa MI Se DKI Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengaruh kecerdasan logik matematik terhadap hasil belajar matematika, 2) mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika, 3) dan mengetahui pengaruh interaksi antara kecerdasan logic matematik dan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh kecerdasan logik matematik dan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika, metode penelitian yang digunakan adalah metode survey korelasional. Sampel diambil dari 10 MI Se DKI Jakarta, dipilih dengan menggunakan multi stage random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik penyebaran angket dan teknik tes. Analisa data dengan menggunakan metode analisis korelasi dan regresi ganda. Uji statistik yang digunakan adalah uji t dan uji F. Analisis data menggunakan teknik korelasi dan regresi (sederhana & jamak).Dari hasil penelitian ditemukan bahwa : (1) terdapat pengaruh yang berarti antara kecerdasan logik matematik terhadap hasil belajar matematika (r = 0,883  dan Ŷ = 1.276 + 1,182X1). (2) terdapat pengaruh yang berarti antara motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika (r = 0,876 dan Ŷ = 0.509 + 0,138X2). (3) terdapat pengaruh yang berarti antara kecerdasan logik matematik dan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika (r = 0,893 dan Ŷ = 0.183  + 0,062X1 + 0,689X2).  Kata Kunci : Kecerdasan Logik Matematik, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Matematika 
PARADIGMA INTEGRATIF DALAM PEMBELAJARAN IPA MI Irham Nugroho
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.991 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i2.893

Abstract

ABSTRACT Knowledge is intrinsically comes from Allah SWT which is revealed to Prophet Muhammad SAW and is embodied in Al Qur’an. Paradigm is a group of values which form one’s thought as his or her starting point of view so that it will form one’s subjective image – about a reality – which finally will determine how this one responds the reality. Human should not ever stop thinking about him/her self, his/her surrounding, and (the most important) The Creator. Islam taught its followers to always undertake studies on behavior or any rotation and changes happen, either on natural phenomenon or what happen amongst human beings.   Science teaching in Madrasah Ibtidaiyah (Islamic Elementary School) should instill moral values that educate students to become caracterized. It can be undertaken by science teaching using integrated bayani, burhani, and irfani approach. Keyword: science teaching, integrated bayani burhani irfani approach.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANTARA SISWA KELAS I MELALUI TK DENGAN TIDAK MELALUI TK DI MI PGM KOTA CIREBON Ai Sabrina; Idah Faridah laily
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.29 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i2.896

Abstract

AbstrakBerdasarkan temuan penulis pada studi pendahuluan di MI Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kota Cirebon ditemukan bahwa, dalam pelaksanaan proses belajar membaca permulaan terdapat perbedaan kemampuan membaca yang signifikan antara siswa yang sebelumnya menempuh pendidikan di Taman kana-Kanak (TK) dengan siswa siswi yang tidak menempuh Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK), baik dari kefasihan ataupun dari kelancaran membaca. Kemampuan membaca permulaan  merupakan proses  mengenal bacaan yang dilakukan secara terprogram yang diperuntukkan untuk anak usia dini.  Siswa melalui TK pada kemampuan membaca sudah mengenal simbol huruf, mengucapkan bunyi huruf, membedakan huruf, menyebutkan benda, memahami hubungan bunyi dan huruf   dan melafalkan kata dengan jelas. Sedangkan siswa tidak melalui TK secara keseluruhan belum mengenal kegiatan dan kurikulum yang diajarkan pada siswa yang melalui TK.Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif kasual komparasi. Teknik pengumpulan  data meliputi tes dan observasi. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas I (satu) MI PGM Kota Cirebon. Dengan teknik  Boring Sampling, sampel yang diambil adalah siswa kelas I A dan I B yang jumlahnya adalah 64 siswa. Setelah data diperoleh, data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan uji T (Independent Sample test) data yang diperoleh berdistribusi normal.   Hasil penelitian ini menjunjukkan bahwa terdapat 98% siswa lulusan tk tuntas belajar dan yang belum tuntas 2%. Sedangkan pada non tk 10% yang tuntas dan yang belum tuntas terdapat 90%.Kata Kunci: Kemampuan Membaca, Melalui TK,  Tidak Melalui TK                                                                          ABSTRACT            Based on researcher findings in introduction study at MI PGM Cirebon. The researcher found to apply process of reading learning in introduction, there is constrast difference in reading ability between kindergarden and non-kindergarden students., the difference is based on reading fluency. Ability in introduction reading is a process to know reading that happen programmed for children. In kindergarden, reading ability students have known alphabet symbol, how to say sounds of alphabet, how to distinguish alphabet, mention noun, how to understand the relation between sound and alphabet and pronounce word clearly. Meanwhile, students that non-kindergarden overall have not known activities and curriculum used in kindergarden.            This research use quantitative casual comparation. Technic of collecting the data by using test and observation. Population in this research is all students in first grade MI PGM Cirebon. Researcher use boring sampling that take a sample from first grade A and B. Total of the students number is 64 students. After obtain the data, researcher analyze by using T  experiment (independent sample test), the data obtained normal distributed. The result showed that there is about 98% students graduation from kindergarden have achieved  minimal score, only 2% students are not achieved. Besides, non-kindergarden only about 10% students are achieved minimal score and there are 90% students are not achieved minimal score.Keywords: Reading Skill, Kindergarden, Non-Kindergarden
Pengembangan Media Utama (Ular Tangga Matematika) dalam Pemecahan Masalah Matematika Materi Luas Keliling Bangun Datar Kelas III SD/MI Sigit Widhi Atmoko; Fajar Cahyadi; Ikha Listyarini
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1476

Abstract

AbstrakLandasan penelitian ini didasari dari adanya siswa yang masih kebingungan terhadap materi tentang bangun datar yakni tentang rumus luas dan keliling bangun persegi dan persegi panjang. Dari permasalahan tersebut tindak lanjut guru tentang permasalahan tersebut masih belum maksimal karena keterbatasan alat dan media untuk meningkatkan minat belajar siswa, sehingga guru masih menggunakan pembelajaran ceramah dan menggunakan LKS sebagai acuan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa UTAMA (Ular Tangga Matematika) dengan pokok bahasan keliling dan luas bangun datar untuk siswa kelas III sekolah dasar yang layak digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) menurut Borg dan Gall namun dibatasi sampai uji coba produk terbatas. Subjek penelitian adalah 57 siswa kelas III SDN 1 Pungangan, SDN 2 Pungangan, SDN Larangan Kulon Wonosobo.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi dengan teknik analisis data berupa deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil pengembangan ini berupa media UTAMA dengan hasil penilaian akhir dari ahli media sebesar 95% termasuk kategori sangat baik dan hasil penilaian akhirdari ahli materi sebesar 90% termasuk kategori sangat baik. Hasil tes evaluasi siswa rata-rata sebesar 88,84. Hasil analisis tangggapan siswa terhadap media sebesar 94,4% dan pada angket keberterimaan media oleh guru sebesar 90%. Hal ini menunjukan bahwa media UTAMA telah dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar.Kata kunci: pengembangan, media utama, pemecahan masalah matematika.AbstractThe study is based on the existence of students who are still confused about the material about the wake flat about the formula area and circumference of building square and rectangle.From the problems above, teachers’ follow-up of the problems still had not maximal due to limitations of tools and medias to increase students interest, so that teachers still used communicative learning and worksheets as students references. This study aimed to produce teaching media in the form Snakes and Ladders Mathematics with the subject were areas and circumferences of two-dimentional figure for third grade of elementary school which the teaching media proper to used. This research is a development (Research and Development) by Borg and Gall but it was restricted to the limited product trials. The subjects of the study were 57 students of third grade in SDN 1 Pungangan, SDN 2 Pungangan, SDN Larangan Kulon Wonosobo. The data collection techniques used observations, interviews, questioners and documentations which the data analysis techniques in the form of descriptive quantitative and descriptive qualitative. The result of this development was Snakes and Ladders Mathematics with the results of the final assessment from media experts was 95% included in the category of very good results and the result of the final assessment from media experts was 90% included in the category of very good results, the results of evaluation of students' test averaged of 88.84. The analysis results of students’ response to the media was 94.4% and in the media acceptance questionnaire by teachers was 90%, this showed that Snakes and Ladders Mathematics as teaching media had been declared valid and proper to used in learning at  elementary school.Keywords: the development, snakes and ladders media, mathematical problem solving
Pengaruh Metode Drill dan Metode Bermain Terhadap Keterampilan Bermain Bola Voli Mini (Studi Eksperimen Pada Siswa SD Negeri 14 Kampung Jambak Kecamatan Koto Tangah Kota Padang) Yuni Astuti
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1276

Abstract

AbstrakBerdasarkan pengamatan penulis di lapangan bahwa 19 siswa dari 32 siswa (59%)  siswa belum memiliki keterampilan bermain bola voli mini yang baik. Masalah tersebut kemungkinan terjadi karena kurang tepatnya metode latihan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh metode drill dan metode bermain terhadap keterampilan bermain bola voli mini siswa SD Negeri 14 Kampung Jambak Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu (quasi-exsperiment. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli mini yang berjumlah 64 siswa, sedangkan sampel diambil dengan purposive sampling sehingga sampel yang digunakan berjumlah 35 orang. Tes yang digunakan adalah tes keterampilan bermain bola voli mini yang terdiri dari tes servis, passing bawah dan passing atas. Data dianalisis dengan menggunakan uji – t. Hasil analisis data ditemukan bahwa: (1) metode drill memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan bermain bola voli mini siswa (thitung = 19,23 > ttabel = 2,13). Nilai rata-rata tes awal metode drill diperoleh 50,00 dan tes akhir 78,92. Artinya terdapat peningkatan sebesar 28,92. (2) metode bermain memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan bermain bola voli mini siswa (thitung = 13,01 > ttabel = 2,13). Nilai rata-rata tes awal metode bermain diperoleh 50,00 dan tes akhir 63,65. Artinya terdapat peningkatan sebesar 13,65. (3) terdapat perbedaan antara metode drill dan metode bermain terhadap keterampilan bermain bola voli mini siswa (thitung = 7,02 > ttabel = 2,13). Nilai rata-rata tes akhir metode drill adalah 78,92 dan metode bermain 63,65. Artinya terdapat perbedaan sebesar 15,27.Kata kunci:  metode drill, metode bermain, keterampilan bermain bola voli miniAbstractThe field observations conducted by the writer reveal that 19 out of 32 students (59%) elementary students have less skill in playing mini volley ball. This problem might be because of using inappropriate training method. This research aimed at uttering the effect of drill method and play method on skills of playing mini volleyball for students at elementary school 14 Kampung Jambak Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. The type of this research is quasi experiment. The population was 64 students who attended extracurricular in mini volley ball program. Samples were drawn with purposive sampling technique, eventually, this study had 35 samples. The data were analysed by t-test score of mini volleyball skills, which consists of test of service, forearm pass dan overhead pass. Analysed of data using by t-test. The result of the data analysis showed that (1) drill method significantly affected on skills of playing mini volleyball for students (tscore = 19,23 > ttable = 2,13). The mean of pre test of drill method is 50,00 and post test 78,92. It means there is a significant improvement 28,92. (2) play method significantly affected on skills of playing mini volleyball for students (tscore = 13,01 > ttable = 2,13). The mean of pre test of play method is 50,00 and post test 63,65. It means there is a significant improvement 13,65 (3) there was a different effect between drill method and play method on skills of playing mini volleyball for students at elementary school 14 Kampung Jambak Kecamatan Koto Tangah Kota Padang (tscore = 7,02 > ttable = 2,13). The mean of post test of drill method is 78,92 and play method is 63,65. It means there is a difference 15,27.Keyword: drill method, play method, skills of playing mini volley ball
Respon Stakeholders Terhadap Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon Moh Masnun; Syibli Maufur; Ahmad Arifuddin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 5, No 1 (2018): Published Online: Juni 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i1.2479

Abstract

AbstrakLahirnya KKNI dan SN DIKTI menuntut sebuah program studi, termasuk di dalamnya program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk segera meredesain kurikulumnya menjadi kurikulum yang mengacu KKNI dan SN DIKTI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon stakeholders (pihak dosen, kepala MI, dan Kementerian Agama Kota Cirebon) terhadap kurikulum jurusan PGMI yang mengacu KKNI dan SN DIKTI. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Dimana dalam penelitian ini,  peneliti mencari dan menggunakan data-data yang bersifat deskriptif yaitu berupa kata-kata atau ungkapan, pendapat-pendapat dari subyek  penelitian, baik itu kata-kata secara lisan maupun tulisan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis dimulai dengan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Analisis data dilakukan sewaktu pengumpulan data dan setelah semua data terkumpul atau setelah selesai penelitian di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum respon stakeholders (dosen jurusan PGMI, Kepala MI Kota Cirebon, dan Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Cirebon) terhadap kurikulum berbasis KKNI jurusan PGMI sudah baik dan sangat layak diimplementasikan di jurusan PGMI. Namun stakeholders memberikan rekomendasi agar ditambahkan satu mata kuliah baru, yaitu psikologi kepribadian dan hubungan sosial serta penambahan bobot sks pada mata kuliah keahlian profesi seperti perencanaan pembelajaran dan praktik pengalaman lapangan.Kata kunci: respon stakeholders, kurikulum berbasis KKNI, PGMIAbstractThe birth of KKNI and SN DIKTI demanded a study program, including the study program of Madrasah Ibtidaiyah Teachers (PGMI) Faculty of Tarbiyah and Training Teacher IAIN Syekh Nurjati Cirebon to immediately redesign the curriculum into a curriculum referring to KKNI and SN DIKTI. This study aims to describe the response of stakeholders (the lecturers, the head of MI, and the ministry of religion of Cirebon city) to the curriculum of PGMI which refers to KKNI and SN DIKTI. This research is a field research (field research) which is descriptive qualitative. Where in this study, researchers search and use data that is descriptive in the form of words or phrases, opinions of research subjects, both words orally and in writing. Data collection was done by interview and documentation method. Analytical techniques begin with data reduction, data presentation, and draw conclusions. Data analysis is during data collection and after all data collected or after completion of research in the field. The results showed that generally the response of stakeholders (the lecturers of PGMI, the head of MI, and the ministry of religion affairs of Cirebon city) to the curriculum of PGMI department which refers to KKNI is good and very feasible implemented in the PGMI department. However, stakeholders recommend that a new subject be added, that is personality psychology and social relationships and the addition of sks weight to professional proficiency courses such as lesson planning and field experience practice. But stakeholders recommended that a new course have to added, such as the psychology of personality and social relationships and the addition of sks weight on professional skills courses such as lesson planning and field experience practice.Keywords: responses of stakeholder, curriculum based on KKNI, PGMI department
Pengaruh Penggunaan Media Gambar Berseri Terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia Siswa Kelas III MI Al-Washliyah Perbutulan Kabupaten Cirebon Syibli Maufur; Susi Lisnawati
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 2 (2017): Published Online: Oktober 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i2.1888

Abstract

AbstrakPada umumnya, siswa mengalami kesulitan ketika diberi tugas oleh guru untuk bercerita. Kesulitan tersebut dikarenakan tidak adanya alat dukung/media dalam bercerita, sehingga mereka tidak mampu menyampaikan pikiran dan gagasannya dengan baik. Hal ini menyebabkan siswa menjadi enggan untuk bercerita.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan media gambar berseri, memperoleh hasil keterampilan berbicara serta pengaruh penggunaan media gambar berseri terhadap keterampilan berbicara siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian one-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III A sebanyak 29 siswa. Sementara itu sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh siswa kelas III A. Data penelitian dikumpulkan menggunakan lembar tes kinerja dan angket. Sedangkan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada keterampilan berbicara. Hal ini berdasarkan dari nilai R Square sebesar 0,628 (kuadrat dari koefisien korelasi 0,793). Nilai tersebut dapat diartikan bahwa 62,8%  pengaruh variable x terhadap variabel y. Pada hasil uji regresi di peroleh hasil uji t hitung  sebesar 6.758 dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Karena nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 dan t hitung (6,758) lebih besar dari t tabel (2.05553) maka dapat disimpulkan  bahwa Ho ditolak, artinya ada pengaruh penggunaan media gambar berseri terhadap keterampilan berbicara bahasa Indonesia.Kata kunci: media gambar berseri. keterampilan berbicaraAbstractIn general, students have difficulty when given the task by the teacher to tell stories. The difficulty is due to the absence of support tools / media in story telling, so that they are unable to express thoughts and ideas well. This causes students to be reluctant to tell stories. This study aims to determine students responses to the use serial images, to obtain the results of speaking skills and the influence of the use serial images to students' speaking skills. This research is a quantitative research with one-group pretest-posttest design. The population in this research is all students in class III A total of 29 students. While the sample in this study using a total sampling is all students in class III A. The research data were collected using performance test sheets and questionnaires. While the analysis technique used in this research is simple regression analysis The results showed that a significant influence on the speaking skills. It is based on the value of R Square of 0.628 (the square of the correlation coefficient 0.793). This value can be interpreted that the 62.8% effect of variable x to variable y. In the regression test results obtained arithmetic t test results for 6758 with a significant value of 0.000. Because of the significant value less than 0.05 and t (6.758) is greater than t table(2.05553)then it can be concluded that Ho is rejected, meaning that there is the influence of the use serial images to the Indonesian speaking skills.Keywords: serial images media, speaking skills.

Page 6 of 28 | Total Record : 276