cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 24425133     EISSN : 25277227     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level / Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). Besides focusing on the development of studies issues of basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 276 Documents
Studi Terapi Bioreligy Pal Apalan Peserta Ngaji Al-Quran Kelompok Belajar SD/MI Di Langgar Kiai Kampung Madura Zaitur Rahem
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1469

Abstract

AbstrakPergerakan dunia sekolah di negeri ini terus meningkat. Namun, sejumput masalah menghadirkan warna setiap tahap perkembangan. Korbannnya adalah pesera didik. Peserta didik di setiap kelompok memiliki karakter yang berbeda. Studi ini mengungkapkan realitas kelompok belajar untuk mempelajari kelompok usia anak. Karena itu, usia anak sering menjadi masalah orang dewasa. Entah karena disengaja atau tidak disengaja (tidak tahu). Berkaitan dengan kenyataan yang terungkap hari ini, dunia belajar di masa depan persekolahan tanah air bisa bercermin dari kelompok belajar perkampungan di pulau Madura. Karena itu, ada fakta humanis, tanpa dipaksa. Yakni, melalui teknik Pal Apalan. Pal apalan mencakup pengetahuan, tindakan, dan pemahaman praktis yang bisa dikategorikan bioreligy. Studi dalam makalah ini mencoba untuk memilih fakta fenomenologis, strategi belajar mengajar di sebuah institusi pendidikan tradisional, dan telah mampu menghasilkan (siswa) yang berkualitas. Melalui metode kualitatif, dan teknik pengumpulan data snawball sampling, sumber data dapat dilacak dengan mudah. Faktanya dapat ditemukan, metode pembelajaran yang diimplementasikan Pal Apalan di langgar Kiai Kampung di Madura mampu memberi manfaat kepada siswa untuk menerima bahan ajar. Kata kunci: bioreligy, pal apalan, kiai kampungAbstractThe movement of the world's schooling in the country continue to rise. However, a pinch of problems present color every stage of development. The victim, learners. Learners in each group studied different. These studies reveal the reality of learning groups to learn the child's age group. Therefore, the child's age is often a matter of trial adults. Either due to accidental or deliberate (do not know). Relating of reality are revealed today, the world learned study groups in the township could to be Madura island mirror the world's future homeland  school. Therefore, There are facts humanist, you know without being forced. Namely, through techniques apalan pal. Pal apalan manifested knowledge, action, and practical understanding that can be categorized bioreligy. Studies in this paper tries to pick a phenomenological facts, teaching and learning strategies in a traditional educational institution, and have been able to produce (students) qualified. Through qualitative methods, and data collection techniques snawball sampling, data sources can be tracked easily. The fact can be found, the learning method implemented pal apalan violated kijaji village dimensional Madura able to provide benefits to the students to receive teaching materials.Keyword: bioreligy, pal apalan, madura
Nilai dan Keyakinan, Kreatifitas, dan Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Mengelola Madrasah Ibtidaiyah Negeri Malang 1 Kota Malang Muhammad Walid
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 5, No 1 (2018): Published Online: Juni 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i1.2729

Abstract

AbstrakPenelitian ini bermula dari pertanyaan mengapa ada madrasah yang berkualitas, namun ada juga yang tidak berkualitas. Pertanyaan berikutnya adalah mengapa madrasah-madrasah tersebut menjadi berkualitas sementara madrasah yang lain tidak berkualitas, apalagi menjadi unggulan, padahal sudah terdapat persamaan kesempatan antara madrasah dan sekolah untuk berkembang. Fokus penelitian ini adalah apa saja nilai-nilai dan keyakinan yang mendasari kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas di MIN Malang 1 sehingga menjadi sukses dan bagaimana nilai-nilai dan keyakinan tersebut mewujud dalam kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman secara mendalam, oleh karenanya didekati dengan kualitatif dengan jenis studi kasus. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan tiga teknik, yaitu observasi partisipan (participant observation), wawancara mendalam (indepth interview), dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan cara menguji, mengkategorikan, mentabulasi, atau pengkombinasian bukti-bukti empiris. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan yang melandasi kepala sekolah/madrasah dalam mengelola perubahan di MIN Malang 1 diklasifikasikan menjadi nilai-nilai dan keyakinan religius, profesional dan kemanusiaan. Hal ini memberikan penjelasan bahwa keberhasilan MIN Malang 1 mencerminkan nilai-nilai dan keyakinan spiritual, profesional dan kemanusiaan yang dimiliki kepala madrasah mengenai hal-hal yang menjadi tujuan madrasah. Nilai dan keyakinan tersebut sangat berpengaruh terhadap praktik kepemimpinan kepala MIN Malang 1 dalam mengembangkan dan mengubah madrasah menjadi lebih baik.Kata kunci: nilai dan keyakinan, kreatifitas, kepemimpinan, madrasah ibtidaiyahAbstractThis research starts from the question why there is a madrasah quality, but some are not qualified.The next question is why these madrasah become qualified while other madrasah are not qualified and not excellent. Though there are similarities and opportunities between madrasah and schools to grow. The focus of this research is the values and beliefs that became the basis of madrasah leaders in improving quality in MIN Malang 1 thus that it becomes successful and how the values and beliefs come into being in leadership. This research aims to gain a deep understanding. Therefore researchers use a qualitative approach with case study. In data collecting researcher use three technique are participant observation, in depth interview, and document study. Data analysis is done by testing, categorizing, tabulating, or combining empirical evidence. The results showed that the values and beliefs that became the foundation of the principal in managing change in MIN Malang 1 were classified into religious values and beliefs, professional and humanitarian. This explains the principal of madrasah has the values and beliefs of spiritual, professional and humanity which brings the success of MIN Malang 1. The values and beliefs are very influential on the principal's leadership practices in developing and changing the madrasah for the better.Keywords: value and belief, creativity, leadership, islamic elementary school
Pengukuran Pembelajaran Mandiri Berbasis Masalah pada Mahasiswa S1 PGSD UPBJJ UT Semarang: Confirmatory Factor Analysis Ismartoyo Ismartoyo; Nurmawati Nurmawati; Abdul Karim
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 2 (2017): Published Online: Oktober 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i2.1816

Abstract

AbstrakBelajar mandiri menjelaskan proses di mana setiap individu mengambil inisiatif, dengan atau tanpa bantuan orang lain, dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar, merumuskan tujuan pembelajaran, mengidentifikasi manusia dan sumber daya materi untuk belajar, memilih dan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat, dan mengevaluasi hasil belajar. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui hubungan indikator-indikator yang membentuk masing-masing dimensi dari Belajar Mandiri melalui pembelajaran berbasis masalah pada mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Terbuka (UT) Kota Semarang semester 3 masa registrasi 2016/2017. Responden yang digunakan dalam penelitia ini sebanyak 79 mahasiswa. Data dianalisis secara deskriptif melalui reliabilitas (nilai Cronbach Alpha) untuk mengukur konsistensi variabel dan Confirmatory Factor Analysis (CFA) digunakan untuk menguji hubungan antara keterkaitan faktor yang membentuk variabel laten Belajar Mandiri. Hasilnya menunjukkan bahwa pengukuran Belajar Mandiri pada mahasiswa program studi S1 PGSD UPBJJ UT Semarang direpresentasikan oleh awareness, learning strategies, learning activities, evaluation, dan interpersonal skills. Hasil ini menyajikan bagaimana perspektif pembelajaran mandiri dalam kaitannya dengan pengalaman belajar mandiri. Artinya peserta didik diharapkan memiliki pengalaman dalam hal apa, bagaimana, dan mengapa mereka ingin belajar. Oleh karena itu, kajian kami dapat memberikan informasi dan motivasi serta preferensi sebagai pertimbangan dan pada akhirnya menghasilkan kualitas pembelajaran yang efektif.Kata kunci: belajar mandiri, pembelajaran berbasis masalah, confirmatory factor analysisAbstractSelf-directed learning explains the process by which individuals take learning, with or without the help of others, in identifying learning needs, formulating learning objectives, identifying human and material resources for learning, selecting and applying appropriate learning strategies, and evaluating learning outcomes.The main purpose of this research is to know the correlation between the indicators that make up each dimension of Self Learning through the program based learning on the undergraduate students of PGSD Universitas Terbuka (UT) Semarang semester 3rdof registration period 2016 / 2017. Data were analyzed descriptively for reliability (Cronbach Alpha values) and Factor Confirmation Analysis (CFA) is used to examine the relationship between the factors that make up Self-Directed. The results show that the Self-Directed measurement of undergraduate students of PGSD UPBJJ UT Semarang is represented by awareness, learning strategies, learning activities, evaluation, and interpersonal skills. This result presents how the independent learning perspective in relation to the self-learning experience.This means that learners are expected to have experience in what matters, how, and why they want to learn. Therefore, our study can provide effective and effective information and motivation and preferences.Keywords: self-directed, problem based learning, confirmatory factor analysis
Urgensi Waktu Belajar dalam Pendidikan Karakter di SD/MI: Studi Analisis Isi terhadap Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 Andi Prastowo
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 2 (2017): Published Online: Oktober 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i2.1724

Abstract

AbstrakPersoalan rendahnya mutu pendidikan dasar, utamanya pendidikan karakter di Indonesia masih menjadi polemik hingga sekarang. Salah satu upaya Pemerintah untuk memperbaiki dan menguatkan pendidikan karakter di sekolah dan madrasah adalah dengan mengeluarkan kebijakan lima hari sekolah, di mana peserta didik harus belajar minimal 8 jam dalam 1 hari di sekolah dan lembaga lain yang sudah bekerjasama dengan sekolah.  Persoalan jam sekolah yang berubah ini ternyata menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Untuk mengkaji persoalan tersebut, penelitian ini menggunakan studi kepustakaan. Adapun dua permasalahan utama yang dibahas dalam artikel ini yaitu: waktu yang dibutuhkan dalam proses pendidikan karakter di sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI), dan urgensi kebijakan hari sekolah dalam proses pendidikan karakter di SD/MI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan hari sekolah merupakan hal yang urgen dalam proses pendidikan karakter untuk jenjang SD/MI karena lingkungan semakin kurang kondusif sebagai sumber inspirasi dan keteladanan mereka. Meskipun demikian, agar penguatan pendidikan karakter di SD/MI melalui kebijakan hari sekolah berhasil maka dibutuhkan perencanaan dan pengelolaan waktu yang efektif dan efisien, serta komitmen bersama pengelola sekolah dan madrasah dalam penciptaan keteladanan dan budaya sekolah yang konsisten dan berkelanjutan.Kata kunci: waktu pembelajaran, hari sekolah, pendidikan karakter, sekolah dasarAbstractThe problem of the low quality of basic education, especially character education in Indonesia is still a polemic until now. One of the Government's efforts to improve and strengthen character education in schools and madrasah is by issuing a five-day school policy, in which learners must study at least 8 hours in 1 day at schools and other institutions already in collaboration with schools. The issue of changing school hours has provoked pros and cons in society. To study the problem is used literature study. The two main issues discussed in this article are: the time required in the character education process in elementary school (ES) and madrasah ibtidaiyah (MI), and the urgency of school day policy in character education process in ES/MI. The results of this study indicate that school day policy is urgent in the process of character education for elementary school because the environment is less conducive as a source of inspiration and exemplary them. Nevertheless, in order to strengthen character education in ES/MI through successful school day policy, effective and efficient planning and management of time, and commitment of school and madrasah managers in the creation of exemplary and consistent school culture are required.Keywords: learning time, school day, character education, elementary school
Nilai-Nilai Kemanusiaan dalam Buku 100 Cerita Anak Pilihan dan Kesesuaiannya Sebagai Bahan Pembelajaran Sastra di SD/MI Agus Kichi Hermansyah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1368

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam buku 100 Cerita Anak Pilihan dan kesesuaiannya sebagai bahan pembelajaran sastra di SD/MI. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah studi kepustakaan dengan subjek penelitian buku 100 Cerita Anak Pilihan karya Ammy dan Rani. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai kemanusiaan dan kesesuaiannya sebagai bahan pembelajaran sastra. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pragmatik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pengumpulan dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya: (1) nilai-nilai kemanusiaan dalam buku 100 Cerita Anak Pilihan yang terdiri atas nilai moral kepribadian dan moral sosial, dan (2) buku 100 Cerita Anak Pilihan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran sastra di sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah.Kata Kunci: cerita anak, nilai-nilai kemanusiaan, pembelajaran sastra. AbstractThis research aimed to describe the values of humanity contained in 100 Cerita Anak Pilihan book and appropriate as literary learning materials at elementary schools. The Method of this research is literature review with subjects were 100 Cerita Anak Pilihan book created by Ammy and Rani. The object of this study is values of humanity and their appropriate as learning materials in literature. The approach used is a pragmatic approach. Data collection method used a method of collecting documents. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. Results from this study is the discovery of: (1) the values of humanity in the 100 Cerita Anak Pilihan book consisting of personality morals values and social morals, and (2) 100 Cerita Anak Pilihan book can be used as a learning material literature in elementary schools.Keywords: story child, values of humanity, literary learning.
Hubungan Antara Metode Outbound Training dengan Pembentukan Karakter Kepemimpinan Siswa Kelas V di SD Sekolah Alam Bintaro Fauzan Fauzan; Agnes Anggraini Al Millah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 5, No 1 (2018): Published Online: Juni 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i1.2497

Abstract

AbstrakKarakter kepemimpinan yang dimiliki oleh siswa SD Sekolah Alam Bintaro masih rendah. Rendahnya karakter kepemimpinan ini salah satunya dikarenakan minimnya rasa percaya diri atau dorongan pribadi siswa untuk menjadi seorang pemimpin, baik pemimpin di kelas maupun pemimpin dalam diskusi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara metode pelatihan outbound dengan pembentukan karakter kepemimpinan siswa kelas V. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasi. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Sekolah Alam Bintaro. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, sedangkan observasi dan wawancara digunakan untuk memperkuat hasil angket. Sementara itu, data hasil penelitian dianalis menggunakan uji korelasi berbantuan SPSS. Berdasarkan hasil perhitungan uji korelasi antara variabel metode outbound training dan variabel karakter kepemimpinan menunjukkan bahwa nilai signifikansinya adalah sebesar 0,015 < 0,05. Ini berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi metode outbound training memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap karakter kepemimpinan siswa dengan tingkat keeratan sedang atau cukup baik, yaitu sebesar 0,403.Kata kunci: karakter kepemimpinan, metode pelatihan outboundAbstractThe character of leadership which are owned by bintaro's natural elementary school students is still low. This lack of leadership character is due to the lack of self-confidence or personal encouragement of students to become leaders, both class leaders and leaders in group discussions. This study aims to determine the relationship between outbound training method with the leadership character building of students of class V. The research method used a quantitative approach with correlation techniques. The sample in this research is all students of class V in SD Sekolah Alam Bintaro (elementary school). Data collection techniques used questionnaires, while observations and interviews were used to strengthen the questionnaire results. Meanwhile, the research data was analyzed using SPSS-assisted correlation test. Based on the results of calculation of correlation test between outbound training method variables and leadership character variables indicate that the significance value is of 0.015 <0.05. This means that Ho is rejected and Ha accepted. Therefore, the method of outbound training has a positive and significant relationship to the leadership character of students with a moderate level of moderate or good enough, that is equal to 0.403.Keywords: leadership character, outbound training method
Studi Implementasi Ujian Online Menggunakan LMS Moodle pada Mahasiswa PGMI UNISKA MAB Banjarmasin Hamdan Husein Batubara
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 2 (2017): Published Online: Oktober 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i2.1770

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan ujian online menggunakan kuis LMS Moodle. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan instrumen kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Guru Pendidikan Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Hasil penelitian ini menemukan prosedur implementasi ujian online yang terdiri dari: mempersiapkan item soal yang akan diujikan, membuat kategori soal, membuat dan mengunggah soal ke bank soal, membuat kategori nilai, menambahkan fitur kuis, melaksanakan ujian online, mengoreksi, dan mengunduh nilai. Tingkat kepuasan responden terhadap pelaksanaan ujian online berada pada kategori baik sebesar 45%, sangat baik 18%, kurang baik 25%, dan tidak baik 12%. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum pelaksanaan ujian online adalah: kondisi jaringan internet, jumlah komputer yang siap pakai, dan sosialisasi standar penyelenggaraan ujian online.Kata kunci: ujian online, moodle, e-learning.AbstractThis study aims to examine the implementation of online exams using quiz of LMS Moodle. This study uses a mixed method using questionnaire, interview, and documentation. The subjects of the study were students of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Training Department of Kalimantan Islamic University MAB Banjarmasin. The results of this study found that procedure of the online exam implementation consists of: preparing items to be tested, creating question category, creating and uploading questions to question bank, creating grade category, adding quiz feature, executing online exam, correcting and downloading grades. The level of respondent satisfaction to implementation online exam is in good category of 45%, very good 18%, less good 25%, and not good 12%. Things to be considered before online exam implementation are: the condition of internet network, the number of computers ready for use, and the socialization of online exam implementation standards.Keywords: online exam, moodle, e-learning
Pengaruh Metode Drill Terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Perkalian Pada Siswa Kelas III MIN Kota Cirebon Aceng Jaelani; Siti Aisyah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1472

Abstract

AbstrakMatematika adalah pelajaran yang dianggap sangat sulit dan membosankan. Dalam proses pembelajaran matematika di MIN Kota Cirebon, peneliti menemukan bahwa hasil belajar matematika masih rendah. Nilai rata-ratanya adalah 51,  lebih rendah dari KKM sebesar 65. Hal ini dimungkinkan karena proses pembelajaran yang dilakukan masih konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data tentang bagaimana hasil belajar matematika materi perkalian kelas III MIN Kota Cirebon sebelum menggunakan metode drill, untuk memperoleh data tentang bagaimana penerapan metode drill dalam pembelajaran matematika materi perkalian kelas III MIN Kota Cirebon, untuk memperoleh seberapa besar pengaruh metode drill terhadap  hasil belajar matematika  materi perkalian siswa kelas III MIN Kota Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan desain one-group pre-test - post-test design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan tes. Sedangkan analisis data menggunakan uji regresi. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa penggunaan Metode Drill dalam pembelajaran matematika menurut responden yang memilih jawaban selalu sebesar 16 responden (67%). Hasil belajar Matematika pada kelas III melalui penggunaan Metode Drill menunjukan kategori baik (diperoleh hasil rata-rata sebesar 85,8 %). Sedangkan besarnya angka pengaruh penggunaan metoda Drill terhadap hasil belajar Matematika sebesar 56%. Artinya, 56 % hasil belajar matematika di kelas ini dipengaruhi oleh Metode Drill. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 dan t hitung (5,295) lebih besar dari t tabel (1.72074) maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh metode drill (X) terhadap hasil belajar (Y) matematika materi perkalian siswa kelas III MIN Kota Cirebon.Kata kunci: metode drill, hasil belajar. AbstractMathematics is a lesson that is considered very difficult and boring. In the process of learning mathematics in MIN Cirebon City, researchers found that the results of learning mathematics is still low. The average score is 51, lower than the KKM of 65. This is possible because the learning process is still conventional. The purpose of this research is to get data about how the result of learning mathematics of material of grade III MIN of Cirebon City before using drill method, to get data about how the application of drill method in learning mathematics material grade III MIN Cirebon City, to obtain how much influence drill method Toward the result of learning mathematics material of student of grade III MIN of Cirebon City. The method used in this research is an experimental method using one-group pre-test - post-test design. Data collection techniques used were questionnaires and tests, and data analysis using regression test. From the results of this study, we know that the use of Drill Method in mathematics learning according to respondents who choose the answer is always for 16 respondents (67%). Mathematics learning outcomes in grade III through the use of Drill Method showed good category (obtained an average result of 85.8%). While the magnitude of the influence of the use of Drill method of learning achievement of Math is 56%. That is, 56% of mathematics learning outcomes in this class is influenced by Drill Method. Because the significant value is smaller than 0.05 and t arithmetic (5.295) is greater than t table (1.72074) then H0 is rejected and Ha accepted, it means there is influence of drill method (X) on the learning outcome (Y) MIN Kota CirebonKey words: drill methods, learning outcomes.
Pengaruh Penerapan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Membaca Intensif pada Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa SD Negeri Sunyaragi 1 Kota Cirebon Patimah Patimah; Faisal Abdullah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 5, No 1 (2018): Published Online: Juni 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i1.2505

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil observasi di kelas V SD Negeri Sunyaragi I diketahui bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami suatu bacaan. Salah satu penyebabnya adalah guru cenderung menggunakan metode ceramah dan belum mengoptimalkan kemampuan gaya belajar siswa yang berbeda-beda, terutama tentang belajar membaca intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap penerapan pembelajaran berdasarkan gaya belajar siswa, bagaimana kemampuan membaca intensif pada pelajaran Bahasa Indonesia dan seberapa besar pengaruh pembelajaran berdasarkan gaya belajar terhadap kemampuan membaca intensif pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri Sunyaragi 1 Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket, tes, dan dokumentasi. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan adalah uji persentase angket dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon siswa terhadap penerapan pembelajaran berdasarkan gaya belajar adalah sangat baik/kuat yakni sebesar 81%. Adapun rata-rata kemampuan membaca intensif siswa kelas V sebesar 83,57. Lebih lanjut hasil analisis membuktikan bahwa penerapan pembelajaran berdasarkan gaya belajar berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca intensif pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V di SD Negeri Sunyaragi 1 Kota Cirebon sebesar 52,2%.Kata kunci: gaya belajar, membaca intensif, bahasa indonesia  AbstractBased on the observations in class V SD Negeri Sunyaragi I it is known that students still have difficulty in understanding a reading. One reason is that teachers tend to use lecture methods and have not optimized the ability of different learning styles of students, especially about intensive reading. This study aims to find out how the response of students to the application of learning based on student learning styles, how intensive reading skills in Indonesian lessons and how much influence of learning based on learning styles to the ability of intensive reading on the subjects of Indonesian class V State Elementary Schools Sunyaragi 1 Cirebon City. This study uses quantitative methods with data collection techniques in the form of questionnaires, tests, and documentation. Meanwhile, the technique of data analysis used is test of questionnaire percentage and regression test. The results showed that students' responses to the application of learning based on learning style is good/strong which is equal to 74%. The average intensive reading ability of grade V students amounted to 83.57. Further analysis results prove that the application of learning based on learning style significantly influence the ability of intensive reading on Indonesian language subjects in class V State Elementary Schools Sunyaragi 1 Cirebon City of 52.2%.Keywords: learning style, reading intensive, indonesian
Penerapan Pembelajaran Tematik Berbasis Budaya Betawi untuk Meningkatkan Logical Intelligence Siswa SD Islam Taman Qur’aniyah Jakarta Selatan Fery Muhamad Firdaus; Nurul Badriyah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 5, No 1 (2018): Published Online: Juni 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i1.2727

Abstract

AbstrakPada dasarnya seorang siswa memiliki banyak kecerdasan. Salah satu diantaranya adalah kecerdasan logika. Namun faktanya kecerdasan logika siswa SD Islam Taman Qur’aniyah masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah karakteristik siswa yang berbeda-beda dan penggunaan strategi pembelajaran yang kurang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses pembelajaran tematik berbasis budaya Betawi, dan (2) meningkatkan kecerdasan logika siswa kelas IV SD Islam Taman Qur’aniyah melalui pembelajaran tematik berbasis budaya Betawi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Metode ini dilakukan dengan empat tahap, yaitu perencanaan, implementasi tindakan, pengaruh implementasi monitor, dan survei/refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi aktvitas guru dan siswa, tes kecerdasan logika, catatan lapangan, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Islam Taman Qur’aniyah yang berjumlah 27 siswa. Penelitian ini dilaksanakan melalui 3 siklus. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan nilai persentase hasil tes kecerdasan siswa. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa persentase hasil tes kecerdasan logika yang diperoleh pada siklus I sebesar 41%  siswa dengan nilai rata-rata 57. Sementara itu pada siklus II meningkat menjadi 70% siswa dengan nilai rata-rata 69 dan kembali meningkat hingga mencapai 85% siswa pada siklus III dengan nilai rata-rata 77. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran tematik berbasis budaya Betawi dapat meningkatkan kecerdasan logika siswa.Kata kunci: pembelajaran tematik, budaya betawi, kecerdasan logikaAbstractBasiclly a student has a lot of intelligence. One of them is logical intelligence. But in fact the logical intelligence of islamic elementary school’s students of Qur'aniyah is still low. One of the causes is, the characteristics of different students, and the use of less innovative learning strategies. This study aims to: (1) to know the thematic teaching process based on Betawi culture, and (2) to improve the logical intelligence of fourth grade students of Islamic Elementary School Quraniyah through Betawi based thematic learning. This research uses Class Action Research method (PTK). This method is done with four stages, namely planning, action implementation, influence of monitor implementation, and survey/reflection. Data collection techniques used is interview, teacher’s and student’s activity observation, logic intelligence test, field notes, and documentation. The subjects of the study were the fourth graders of Islamic Elementary School Quraniyah which amounted to 27 students. This study was conduct for 3 cycles. Data obtained then analyzed using percentage value of students intelligence test results. The results of this study indicate that the percentage of logic intelligence test results obtained in the first cycle by 41% of students with an average value of 57. Meanwhile in cycle II increased to 70% of students with an average value of 69 and again increased to 85% of students in cycle III with an average value of 77. Thus can it is concluded that the implementation of thematic learning based on Betawi culture can improve the logical intelligence of students.Keywords: thematic learning, betawi culture, logical intelligenceBasiclly a student has a lot of intelligence. One of them is logical intelligence. But in fact the logical intelligence of islamic elementary school’s students of Qur'aniyah is still low. One of the causes is, the characteristics of different students, and the use of less innovative learning strategies. This study aims to: (1) to know the thematic teaching process based on Betawi culture, and (2) to improve the logical intelligence of fourth grade students of Islamic Elementary School Quraniyah through Betawi based thematic learning. This research uses Class Action Research method (PTK). This method is done with four stages, namely planning, action implementation, influence of monitor implementation, and survey/reflection. Data collection techniques used is interview, teacher’s and student’s activity observation, logic intelligence test, field notes, and documentation. The subjects of the study were the fourth graders of Islamic Elementary School Quraniyah which amounted to 27 students. This study was conduct for 3 cycles. Data obtained then analyzed using percentage value of students intelligence test results. The results of this study indicate that the percentage of logic intelligence test results obtained in the first cycle by 41% of students with an average value of 57. Meanwhile in cycle II increased to 70% of students with an average value of 69 and again increased to 85% of students in cycle III with an average value of 77. Thus can it is concluded that the implementation of thematic learning based on Betawi culture can improve the logical intelligence of students.Keywords: thematic learning, betawi culture, logical intelligence <w:LsdException Locked="false" Priorit

Page 7 of 28 | Total Record : 276