cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 24425133     EISSN : 25277227     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level / Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). Besides focusing on the development of studies issues of basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 283 Documents
Implementasi Multi-Directional Circle Model dalam Mewujudkan Madrasah Ibtidaiyah Adiwiyata di Kabupaten Magelang Ahwy - Oktradiksa; Kanthi Pamungkas Sari
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 2 (2017): Published Online: Oktober 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i2.1727

Abstract

AbstrakPenelitian tentang implementasi model multi directional circle ini diarahkan untuk mewujudkan Madrasah Ibtidaiyah Adiwiyata di Kabupaten Magelang, yang dilaksanakan di Madrasah Ibidaiyah Muhammadiyah Jagalan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan dengan menggunakan model multi directional circle dengan teknik pengumpulan data focus group discussion (FGD). Adapun hasil penelitiannya adalah: a) proses implementasi model multi directional circle dalam mewujudkan Madrasah Ibtidaiyah Adiwiyata sangat efektif karena dengan model ini dapat menggugah semangat kerja sama Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Jagalan dengan mengembangkan potensi keunggulan di bidang non akademik untuk semua komponen sekolah (kepala Madrasah, guru Madrasah, Kepemimpinan siswa Madrasah Ibtidaiyah, Komite Pemangku Kepentingan, Badan Lingkungan Hidup Magelang) menuju Madrasah Adiwiyata. b) untuk mewujudkan model madrasah ibtidaiyah adiwiyata yaitu dengan melakukan workshop menuju madrasah adiwiyata yang dibuktikan dengan ditandatanganinya Deklarasi "Piagam Madrasah Adiwiyata" dengan berbagai pihak yang berkepentingan, seperti (Program Studi PGMI UM Magelang, ketua cabang Muhammadiyah, kepala Madrasah Ibtidaiyah Jagalan) dengan melakukan pernyataan bersedia mengikuti program Madrasah Adiwiyata dan terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan, terutama di lingkungan madrasah menuju madrasah adiwiyata.Kata kunci: model lingkaran multi arah, madrasah adiwiyata. AbstractThe study implementation of Multi-directional Circle Model in embodying the Madrasah Ibtidaiyah Adiwiyata in Magelang Regency, which was held at the Madrasah Ibidaiyah Muhammadiyah Jagalan. Research methods used are (action research) using the method of Multi-directional circle models with data collection techniques Focus Group Discussion (FGD). As for the results of the research are: a) the process of implementation of the Multi-directional circle models in embodying the Madrasah Ibtidaiyah Adiwiyata is very effective because with the model with the evocative spirit of Madrasah Ibtidaiyah co-operation of Muhammadiyah circulation Jagalan to develop the potential for excellence in non-academic fields for all components of school (head of the Madrasah, Madrasah Teachers, Student Leadership branch of Madrasah Ibtidaiyah, Stakeholders Committee, Environmental Agency of Magelang) to Madrasah Adiwiyata. b) Multi-directional circle execution results in realizing the Madrasah Ibtidaiyah Adiwiyata Model is to do a workshop toward the Madrasah adiwiyata as evidenced by the signing of the Declaration of a "Charter of Madrasah Adiwiyata" Towards known various interested parties such as the (Study Program PGMI UMMagelang, head of the branch of Muhammadiyah, head of Muhammadiyah Madrasah Ibtidaiyah Jagalan) with do statements willing to Madrasah Adiwiyata program continue with committed to maintaining environmental sustainability, especially in Madrasah environment toward the Madrasah "eco-school".Keywords: multi-directional circle models, eco-school.
Model Kepemimpinan Guru dalam Proses Pembelajaran Di Kelas pada Jenjang SD/MI Azamul Fadhly Noor Muhammad
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1443

Abstract

AbstrakHakekat kepemimpinan di kelas adalah kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran di kelas. Guru juga dapat menjadi seorang pemimpin pada saat pelaksanaan pembelajaran  berlangsung, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Tujuannya diharapkan guru dapat memimpin siswa sesuai dengan fungsi kepemimpinan yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Seorang guru juga harus memahami model-model kepemimpinan yang baik, hal ini dikarenakan proses pembelajaran yang baik sal ah satunya ditentukan oleh gaya kepemimpinan yang identik dengan model kepemimpinan guru dalam proses pembelajaran di kelas. Pada proses pembelajaran di kelas tingkat sekolah dasar sangat berbeda dengan tingkat menengah, terutama dalam hal menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. Otomatis gaya kepememimpinan guru juga harus disesuaikan dengan keadaan siswa di tingkat sekolah dasar.Kata Kunci: kepemimpinan di kelas, model kepemimpinan, guru AbstractThe nature of classroom leadership is the ability of influencing and motivating students to achieve learning goal at school. Teachers can also be a leader during the learning process, either inside or outside the classroom. The expected goal is the teacher role in leading students should be in line with the leadership function which is related to the learning goal. A teacher should also understand good models of leadership, because good teaching and learning process is determined by the leadership style which relects the teachers’ leadership model in in-class teaching-learning process. The learning system of primary level is very different from that of secondary level, especially in the way of delivering the teaching material to students. Therefore, teachers’ leadership style should be adjusted to the condition of students at primary school.Keywords: classroom leadership, leadership style, teacher
Pengembangan Bahan Ajar Matematika Materi Geometri untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa PGMI IAIN Metro Siti Annisah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 5, No 1 (2018): Published Online: Juni 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i1.2491

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil belajar mata kuliah matematika SD/MI, mahasiswa PGMI IAIN Metro mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal terutama pada soal cerita non rutin atau soal problem solving. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah matematika khususnya soal problem solving masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektifitas bahan ajar matematika yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa PGMI. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, yaitu sebuah proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. Produk yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bahan ajar berupa Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes, dokumentasi, dan wawancara. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berupa Lembar Kegiatan Mahasiswa materi geometri layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa PGMI. Selain itu, bahan ajar materi geometri efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa PGMI IAIN Metro.Kata kunci: bahan ajar, geometri, pemecahan masalah AbstractBased on the learning outcomes of mathematics SD/MI, the students of PGMI IAIN Metro have difficulty in solving of questions, especially on non-routine story or problem solving. This shows that the ability of students in solving mathematical problems, especially about problem solving is still low. This study aims to develop and test the effectiveness of mathematics teaching materials that can be used to improve the problem solving mathematics skills of PGMI’s students. This research is a development research, which is a process used to develop and validate educational product. The product of this research is a teaching materials in the form of Student Activity Sheet (LKM). Data collection techniques used were questionnaires, tests, documentation, and interviews. While, the technique of analysis data is descriptive analysis. The results showed that the teaching materials in the form of Student Activity Sheets of geometry material is feasible to improve the problem solving mathematics skills of PGMI’s students. In addition, the teaching material of geometry is effective to improve the problem solving mathematics skills of Students of PGMI IAIN Metro.Keywords: teaching material, geometry, problem solving
Implementasi Pendidikan Agama Islam Pada Keluarga (Studi Kasus Pengembangan Karakter Kepribadian Anak di MI Al-Wasliyah Sumber Kabupaten Cirebon) Dwi Anita Alfiani; Maman Rusman
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 2 (2017): Published Online: Oktober 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i2.1677

Abstract

AbstrakPendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama bagi anak. Pendidikan yang diberikan secara sadar oleh orang tua kepada anak-anaknya ini ditujukan agar anak-anak memiliki sikap dan tingkah laku yang baik sesuai dengan ajaran Islam. Keberagaman seseorang terwujud di dalam bentuk tingkah laku/akhlak dan perbuatannya sehari-hari yang akhirnya menjadi sifat atau kepribadian yang dapat melahirkan perbuatan baik dan buruk. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang sejauhmana implementasi Pendidikan Agama Islam dalam lingkungan keluarga siswa, mengetahui data tentang akhlak/perilaku keseharian siswa dan untuk memperoleh data tentang impliksi pendidikan agama Islam dalam keluarga terhadap akhlak anak di MI Al-Washliyah Sumber Kab. Cirebon. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan angket yang berisi sejumlah pernyataan tentang implementasi pendidikan agama Islam dalam keluarga dan karakter anak MI Al-Washliyah Sumber Kab. Cirebon. Jawaban angket tersebut dihitung dengan rumus prosentase kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif. Selain itu, peneliti memperoleh data penunjang lainnya melalui dokumentasi, wawancara kepada wali kelas dan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara implementasi pendidikan agama Islam dalam keluarga terhadap pembentukan karakter anak MI Al-Washliyah Sumber Kab. Cirebon. Hal ini terlihat dari pelaksanaan sholat lima waktu anak sudah membiasakan tepat diawal waktu, kesadaran membaca al-quran dan membantu orang tua dalam mengerjakan tugas keseharian di Rumah.Kata kunci: pendidikan agama Islam, keluarga, karakter  AbstractEducation in the family is the first and primary education for children.  Education provided consciously by parent to their children, the goal is that children have a good attitude and behavior in accordance with the teachings of Islam. The diversity of a person manifests in the form of behavior / morals and daily deeds that eventually become the nature or personality that can give birth to good and bad deeds. This study aims to obtain data on the extent to which the implementation of Islamic Religious Education in the family environment of students, know the data about morals / student's daily behavior and to obtain data about the implication of Islamic religious education in the family against morality of children in MI Al-Washliyah Sumber Kab. Cirebon. Data collection technique in this study is distributing a questionnaire containing a number of statements about the implementation of Islamic religious education in the family and about the character of MI Al-Washliyah Sumbre Kab. Cirebon. The answer of questionnaire is calculated by the percentage formula then processed and explained descriptively. In addition, researcher get other supporting data through documentation, interviews to teacher and parents of students. The result of study showed that there is a positive and significant influence between the implementation of Islamic religious education in the family against the formation of children character MI Al-Washliyah Sumber, Cirebon regency, like the five-time prayers the children are getting used to in the beginning of time, awareness of reading the Qur'an and helping parents in doing daily chores at Home.Keywords: islamic education, family, character.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Materi Pembagian di Kelas IV MIN Gebang Udik Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon Latifah Latifah; Nurlaeli Nurlaeli
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1474

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi siswa yang belum mencapai kepada kata memuaskan, juga adanya kesulitan belajar yang dihadapai siswa dan kesulitan guru dalam mengajarkan matematika masih sangat rendah. Rendahnya hasil belajar siswa tersebut, tentu saja banyak faktor yang menyebabkkan, misalnya masalah klasik tentang penerapan metode pembelajaran matematika yang masih berpusat pada guru (techer center), sementara siswa cenderung pasif mendengarkan penjelasan guru.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) Terhadap Hasil Belajar Matematika antara kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) dengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) di MIN Gebang Udik Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon.Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen yaitu suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti. Analisis data yang digunakan berupa analisis komparatif dengan menggunakan uji “t”.Hal ini Berdasarkan dari nilai R Square sebesar 0,604 (kuadrat dari koefisien korelasi 0,777). Dari data tersebut dapat diartikan bahwa 60,4% pengaruh penggunaan penggunaan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) terhadap variable y (hasil belajar) sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Pada tabel  hasil t hitung sebesar 6 5,919  serta signifikan 0,000. Untuk t tabel dicari pada taraf signifikan 5% dengan derajat kebebasan (df) n-k-1 atau 25-2-1 = 22. Dengan pengujian 2 sisi (signifikansi =0,05) hasil diperoleh untuk t tabel sebesar  1,717. Karena t hitung (5,919  ) lebih besar dari t tabel (1,717) maka Ho ditolak, artinya bahwa ada pengaruh Penggunaan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) terhadap Hasil Belajar.Kata Kunci: Model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR)ABSTRACTThe research was motivated students who have not reached to a satisfactory word, also their learning difficulties faced by students and teachers in teaching mathematics difficulties are still very low. Low student learning outcomes are, of course many factors that menyebabkkan, for example, the classic problem of the application of mathematics learning method is still centered on the teacher (techer center), while students tend to passively listening to the teacher's explanation.This study aims to determine whether there is influence learning model application Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) on the Result of Math between the experimental group using model Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) with a control group who did not use learning models Auditory, Intellectually, repetition (AIR) in MIN Udik Gebang Gebang District of Cirebon.This study is a research experiment is a way to find a causal relationship between the two factors is intentionally inflicted by the researcher. Analysis of the data used in the form of comparative analysis using the test "t".It is Based on the value of R Square of 0.604 (the square of the correlation coefficient 0.777). From these data it can be interpreted that the 60.4% effect of the use of Auditory learning model, Intellectually, Repetition (AIR) to variable y (the learning outcomes) while the rest influenced by other factors. T count in the results table for six as well as significant 5.919 0.000. For t table sought the significant level of 5% with degrees of freedom (df) n-k-1 or 25-2-1 = 22. By testing the two sides (significance = 0.05) results obtained for t table of 1.717. Because t arithmetic (5.919) is greater than t table (1.717), then Ho is rejected, it means that there is the influence of Use Auditory learning model, Intellectually, Repetition (AIR) against the Learning Outcomes. Keywords: Auditory learning model, Intellectually, Repetition (AIR)
Keefektifan Model Show and Tell untuk Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Siswa Kelas V SD Negeri Babalan Irma Arviani; Khusnul Fajriyah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 5, No 1 (2018): Published Online: Juni 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i1.1877

Abstract

AbstrakLatar belakang yang mendorong penelitian ini adalah 1) guru masih menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran; 2) belum diterapkannya model dan metode yang bervariatif; 3) pembelajaran masih bersifat teacher center; 4) kurangnya aktivitas siswa dalam pembelajaran; 5) masih rendahnya keterampilan berkomunikasi pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri Babalan. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui keefektifan model pembelajaran Show and Tell untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi pada materi proklamasi kemerdekaan siswa kelas V SD Negeri Babalan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk True Exprimental Design dengan Design Posttest-Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa  kelas V SDN Babalan. Sampel yang diambil adalah 23 siswa Kelas Eksperimen dan 23 siswa Kelas Kontrol dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Data penelitian ini diperoleh melalui instrumen penelitian dokumentasi, tes, dan lembar observasi. Berdasarkan hasil analisis akhir yang telah dilakukan terlihat dari persentase keterampilan berkomunikasi siswa yang menunjukkan pembelajaran tanpa menggunakan model pembelajaran show and tell tuntas dengan persentase 17,39% dan belum tuntas dengan persentase 82,61%. Sedangkan kelas yang diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran show and tell tuntas dengan persentase 86,96% dan belum tuntas dengan persentase 13,04%. Hal tersebut diperkuat dengan hasil perhitungan thitung =5,347 selanjutnya dibandingkan dengan ttabel  = 2,015 pada taraf signifikan α = 5%. Hasil ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel yaitu 5,347 > 2,015. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model show and tell efektif untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi kelas V SD Negeri Babalan.Kata kunci: keefektifan, model show and tell, keterampilan berkomunikasi AbstractThe background that encourages this research is 1) the teacher still uses the lecturing method in learning; 2) not yet applied varied models and methods; 3) the learning is still the teacher center; 4) the lack of student activity in the learning; 5) the low communication skills in the IPS learning class V SD Negeri Babalan. The purpose of this research is to know the effectiveness of Show and Tell learning model to improve communication skill in material of proclamation of independence of V class student of SD Negeri Babalan. This type of research is quantitative research in the form of True Experimental Design with Posttest-Only Control Design. The population in this study is the overall students in grade V SDN Babalan. Samples taken were 23 students of Experiment Class and 23 Class Control students by using Cluster Random Sampling technique. This research data is obtained through instrument of research of documentation, test, and observation sheet. Based on result of final analysis which have been done seen from percentage of communication skill of student which show lesson without using show and tell model complete with percentage 17,39% and not yet complete with percentage 82,61%. While the treated classes using show and tell learning model complete with 86.96% percentage and not yet completed with the percentage of 13.04%. This is reinforced with the result of t calculation = 5.347 then compared with t table = 2.015 at significant level α = 5%. This result indicates that t hitung> t table is 5,347> 2,015. So it can be concluded that the show and tell model is effective for improving communication skills class V SD Negeri Babalan.Keywords: effectiveness, learning model show and tell, communication skills
Pengaruh Metode Demonstrasi dengan Alat Peraga Jembatan Garis Bilangan Terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Bilangan Bulat Ahmad Arifuddin; Siti Rohmah Arrosyid
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 2 (2017): Published Online: Oktober 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i2.1834

Abstract

AbstrakSalah satu mata pelajaran yang sangat penting untuk diajarkan di sekolah dasar adalah Matematika. Akan tetapi, hingga saat ini guru matematika masih dihadapkan pada permasalahan bahwa matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit dan tidak disenangi oleh siswa, sehingga hasil belajar siswa masih rendah atau tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses pembelajaran Matematika materi bilangan bulat dengan metode demonstrasi menggunakan alat peraga jembatan garis bilangan, (2) mengetahui hasil belajar Matematika materi bilangan bulat setelah menggunakan metode demontrasi dengan alat peraga jembatan garis bilangan, dan (3) mengetahui pengaruh metode demonstrasi dengan alat peraga  jembatan garis bilangan terhadap hasil belajar Matematika materi bilangan bulat siswa kelas IV SDN 2 Belawa Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pretest postest design. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan angket. Sementara itu, Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara metode demonstrasi dengan alat peraga jembatan garis bilangan dengan  hasil belajar matematika materi bilangan bulat siswa kelas IV SDN 2 Belawa Kabupaten Cirebon. Hal ini ditunjukkan dengan nilai uji determinasi sebesar 0,650 atau 65%.Kata kunci: demonstrasi, jembatan garis bilangan, hasil belajar bilangan bulat  AbstractOne of the most important subjects to be taught in elementary school is Mathematics. However, until now the mathematics teacher is still faced with the problems that mathematics is one of the subjects that are considered difficult and not liked by the students. So that student learning outcomes is low or does not meet the minimum completeness criteria (KKM). This research aims to: (1) understand the process of learning mathematics in integer material with demonstration method using bridge props of number line, (2) determine the learning outcomes of mathematics in integer material  after using demonstration method with bridge props of number line, and (3) the effect of demonstration method with bridge props number line to the learning outcomes of mathematics in integer material grade IV SDN 2 Belawa Cirebon. This research is an experimental research with research design one group pretest postest design. Data collection technique used is a test and questionnaire. Meanwhile, the data of the research were analyzed using regression analysis. The results of the research showed that a significant difference between the methods of demonstration with props bridge number line with the learning outcomes of fourth grade students of SDN 2 Belawa Cirebon. This is indicated by the test value determination equal to 0.650 or 65%.Keywords: demonstration, bridge number line, learning outcomes integer
Strategi Guru Kelas dalam Mumbuhkan Nilai-nilai Karakter Pada Peserta Didik (Study Kasus : SDN Pondok Dalem 01 Semboro dan MI Fathus Salafi Ajung Jember) Syaiful Rizal; Abdul Munip
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1462

Abstract

AbstrakGuru kelas menjadi “Ujung Tombak” dalam menumbuhkan nilai-nilai pendidikan karakter pada siswa di sekolah dasar. Dari tugas, peran dan kegiatan peroses pembelajaran di sekolah dasar guru kelas memiliki waktu interaksi yang paling sering dengan siswa dari pada guru mata pelajaran. Kenyataanya guru kelas sebagian besar hanya mengetahui bahwa tugasnya adalah menata dan mengelola kelas; mengontrol kehadiran siswa; menyusun administrasi kelas dan melaksanakan bimbingan dan konseling kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Penelitian ini untuk mengkaji bagaimana pelaksanaan guru kelas dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter pada siswa di dua lembaga pendidikan yang keduanya sama-sama mengimplementasikan pendidikan karakter akan tetapi memiliki Background yang berbeda. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data penelitian yaitu Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data mengunakan multi teknik dan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data deksriptif analisis dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Peneliti memberikan gambaran bahwa strategi pendidikan karakter guru kelas yang ideal adalah menjadikan pendidikan yang mampu memberikan kesadaran dari berbagai pihak. Strategi yang dapat dilakukan oleh guru kelas adalah : 1) Pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam setiap mata pelajaran (RPP), 2) pembelajaran intrakulikuler (Pengalaman Belajar), 3) proses pengembangan diri atau pembelajaran ekstakulikuler 4) pembudayaan atau pembiasaan baik yang di lakukan dalam kelas maupun luar kelas, dan 5) kerjasama yang dilakukan guru kelas dengan semua pihak baik di sekolah maupun dengan keluarga dan masyarakat. Kata Kunci : Strategi, Guru Kelas, Nilai-nilai Karakter, Peserta DidikAbstractClassroom teacher as “Stakeholder” in fostering the character values of education of student in elementary school. According to the responsibility, role and learning process of elementary school, classroom teacher has the most interaction time with student than subject teacher. In fact, most of classroom teachers only handled their responsibility to organize and manage class, control the student’s present, prepare the administrative matters of class and apply the guidance and counceling functions. This research was to examine how the implementation of classroom teacher in fostering the values of student character in two educational institutions that have a purpose to implement character education value with different background.This research is a qualitative research. The research source of this research is porposive sampling. The data collecting technique using multiple technique and in this research using descriptive data analysis technique. Afterwards, the data will be analize step by step by data collection, data reduction, data presentation and conclusion.The researcher suggested that the proper strategy of character education of classroom teacher to make an education capable of providing awareness to all of sides. The strategues that can be applied by classroom teacher were : 1. Integrating the values in every subject (RPP) 2. Intracullicular learning (experience learning) 3. Self-development or extracurricular learning 4. Habituation of excellent behaviour both in the classroom and outside, and 5. The cooperation between all of sides including classroom teacher, student’s family and comunity. Keyword : Strategy, Classroom Teacher, Character Value, Student
Pembelajaran Sains Berbasis Kearifan Lokal dalam Upaya Peningkatan Konservasi Lingkungan pada Mahasiswa PGSD di Batik Tulis Ciwaringin Cirebon Nailah Tresnawati
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 5, No 1 (2018): Published Online: Juni 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i1.2603

Abstract

AbstrakNilai budaya asing berkembang semakin pesat seiring dengan kemajuan teknologi yang secara nyata telah menggeser nilai-nilai budaya lokal di Indonesia. Hampir sebagian masyarakat termasuk mahasiswa kurang mengetahui keunikan kearifan lokal yang ada pada daerahnya. Masyarakat menganggap pembelajaran sains di sekolah ataupun di kampus tidak berkaitan dengan budaya lokal di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi keunikan di kampung batik tulis ciwaringin terkait pemanfaatan sumber daya alam hayati sebagai pewarna alami dalam upaya meningkatkan konservasi lingkungan melalui pembelajaran sains berbasis kearifan lokal pada mahasiswa PGSD Unswagati Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan data melalui observasi langsung, wawancara, lembar kerja mahasiswa.  Subyek penelitian pada masyarakat blok Kebon Gedang desa Ciwaringin serta para perajin dan pengelola sentra batik tulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai jenis tumbuhan lokal yang digunakan sebagai pewarna alami di batik ciwaringin ini, baik dari akar, batang/kulit kayu, daun, bunga, buah, serta limbah kulit buahnya, kemudian melalui eksplorasi pengetahuan sains masyarakat (Indigineous knowledge) ini akan dihasilkan menjadi sebuah konsep-konsep sains, sehingga para mahasiswa mampu memperdalam pemanfaatan sumber daya alam (konsep sains) secara nyata, dan mengubah persepsi pengetahuan asli masyarakat yang terkesan sebagai pengetahuan budaya warisan saja, menjadi sebuah pengetahuan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Pembelajaran sains berbasis kearifan lokal ini menumbuhkan kecintaan terhadap pengetahuan asli masyarakat sebagai bagian dari budaya bangsa yang berimplikasi terhadap konservasi sumber daya alam sekitar serta keseimbangan lingkungan.Kata kunci: sumber daya alam hayati, batik tulis ciwaringin, kearifan lokal  AbstractThe Foreign cultural values develop rapidly in line with advances in technology that has significantly shifted the values of the local culture in Indonesia. Most of the community including students are not informed about the uniqueness of local wisdom in the region. People consider that science learning in school or campus is not related to the local culture in society. The purpose of this study is to explore the uniqueness of the village of Batik Tulis Ciwaring related to the utilization of natural resources as natural dyes in an effort to increase environmental conservation through science teaching based on local wisdom to the PGSD students of Unswagati Cirebon. This research is a qualitative descriptive study. Data were collected through direct observation, interviews, and student worksheets. The objects of the research were Ciwaringin batik craftsman. The results show that there are different types of local plants used as natural dyes in batik Ciwaringin, both from the root, stem / bark, leaves, flowers, fruit, and fruit skin waste, then exploration of science knowledge society (indigenous knowledge ) will be generated into a scientific concept so that the students are able to deepen the use of natural resources (scientific concepts) in real actions, and to change the perception of indigenous knowledge society appeared as knowledge of cultural heritage to be scientific knowledge that can be accounted for. Local wisdom-based science learning is to foster interests in the original knowledge of society as part of the national culture which affects the conservation of natural resources around as well as environmental balance.Keywords: natural resources, batik tulis ciwaringin, local wisdom
Pembelajaran Menggunakan Mind Mapping Berbasis Lesson Study dalam Upaya Meningkatkan Pemahaman dan Hasil Belajar Konsep Dasar IPA 2 Bagus Amirul Mukmin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 4, No 2 (2017): Published Online: Oktober 2017
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i2.1725

Abstract

AbstrakSalah satu kesulitan mahasiswa dalam memahami materi konsep dasar IPA 2 adalah karena latar belakang lulusan mahasiswa yang berbeda. Selain itu berdasarkan hasil pretest Konsep Dasar IPA 2, diperoleh data pemahaman materi listrik dan magnet pada konsep dasar IPA 2 masih rendah. Hal ini terlihat dari pemahaman dan hasil belajar pretest mahasiswa mencapai 42% yang masih belum mencapai ketuntasan belajar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar konsep dasar IPA 2 pada mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK), dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester II kelas IA program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Nusantara PGRI Kediri. Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman dan hasil belajar mahasiswa dari kegiatan pra-siklus yaitu pretest sebesar 58% dan pada siklus pertama menjadi 64%. Selanjutnya pada siklus kedua mencapai 85% mahasiswa yang telah mencapai ketuntasan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan mind mapping berbasis lesson study dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah konsep dasar IPA 2 semester II Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Nusantara PGRI Kediri.Kata kunci: mind mapping, lesson study, pemahaman, hasil belajar   AbstractOne of the students' difficulties in understanding the basic concept materials of Science Two is because of the difference graduate background of students. Besides, based on pretest result of Basic Concept of Science Two, obtained the understanding of electrical and magnetic material on the basic concept of Science Two  is still poor. It can be seen from the understanding and the results of pretest learning reach 48% students who still have not reached learning completeness. The objective of this study is to improve understanding and learning outcomes of Science Two basic concepts in students. The type of research used is Classroom Action Research (CAR), with the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects in this study are students of second semester IA class of  Education Programe Teachers Elementary School of Nusantara PGRI Kediri University. The data of this study are collected by observation and test. The result of the research shows that the improvement of students' understanding and learning result from pre-cycle activity from pretest reaches 58% and becomes 64% in thefirst cycle then up to 85% of students in the second cycle who have reached completeness. Based on the results of the study can be concluded that the implementation of mind mapping based on lesson study can improves students' understanding and  learning outcomes in the basic science concept of the second semester Education Programe Teachers Elementary School of Nusantara PGRI Kediri University.Keywords: mind map, lesson study, understanding, learning outcomes.

Page 8 of 29 | Total Record : 283