Articles
207 Documents
ANALISIS FRAMING PADA ARTIKEL KEKERASAN DI DUNIA KERJA DALAM RUBRIK PERSPEKTIF KONDE.CO
Dwiyanti, Risma;
Putri, Sukma Ari Ragil
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v14i2.13519
Pemberitaan terkait Kekerasan yang terjadi di tempat atau saaat bekerja merupakan kasus yang cukup serius di Indonesia. Dikatan serius karena kasus yang terjadi setiap tahunnya masih megalami peningkatan. Namun, penyelesaian serta isu terkait hal tersebut, cepat sekali tenggelam. Konde.co hadir untuk memberikan sentuhan berbeda dengan melakukan kampanye untuk menyuarakan isu-isu kekerasan yang terjadi. Realitas dari kasus-kasus kekerasan ini tentu saja sudah dikonstruksikan oleh berbagai media, maka dari itu masyarakat pasti memerlukan waktu untuk mampu memahami pemberitaan yang sudah diunggah oleh media. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konde.co melakukan pembingkaian dengan mengkonstruksi artikel berbagai isu kekerasan di dunia kerja pada periode Mei-Juni 2022. Penelitian ini menggunakan metode jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis framing hasil pemikiran Robert N. Entman. Hasil dari penelitian menunjukan konde.co yakni mengkritisi pemerintah yang dianggap tidak mampu menangani kasus kekerasan di dunia kerja dengan baik. Konde.co dalam artikelnya juga mengangkat kasus-kasus kekerasan seperti diskriminasi, ancaman, upah tidak dibayar, pelanggaran HAM yang yang cenderung akan membahayakan secara fisik, psikologis, seksual, atau ekonomi dan juga kekerasan dan pelecehan berbasis gender terhadap buruh. Konde.co sebagai media alternatif juga cukup berani menonjolkan isu-isu kekerasan di dunia kerja ini secara gamblang dan lugas dalam penyampaian tuntutannya.
OPTIMALISASI PENINGKATAN LITERASI MEMBACA SISWA INDONESIA PADA ERA SOCIETY 5.0 MELALUI PLATFORM PENJARING
Widianti, Nurhannah;
Subyantoro, Subyantoro;
Pristiwati, Rahayu
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v15i1.15792
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan peran platform Penjaring dalam upaya peningkatan literasi membaca siswa Indonesi pada era society 5.0. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa studi pustaka. Dalam hal ini, peneliti berperan utama sebagai instrumen penelitian. data yang diperoleh, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan tahapan pengumpulan data lapangan dan tinjauan pustaka, verifikasi data melalui klarifikasi berdasarkan kategori tertentu, interpretasi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia telah berupaya menyediakan bahan ajar berkualitas dan bervariasi dalam bentuk platform Penjaring yang jumlah buku digitalnya mencapai 1.718. Hadirnya platform ini memiliki konsep bahan bacaan berjenjang sesuai umur pembaca. Terobosan pengadaan platform berbasis AI ini juga memberikan pemerataan distribusi buku yang dibutuhkan anak di seluruh Indonesia. Tantangannya, yaitu pemerintah perlu mensosialisasikan kehadiran Penjaring dan memotivasi siswa maupun orang-orang di sekelilingnya untuk memanfaatkan platform tersebut secara maksimal untuk menunjang kegiatan literasi membaca. Terdapat temuan bahwa jumlah produksi buku digital yang banyak berbanding terbalik dengan jumlah pembaca yang faktanya buku di Penjaring ada yang memiliki jumlah pembaca di bawah 100. Hal ini tentu tugas yang harus dicarikan solusinya. Oleh karena itu, peran segi tiga emas pendidikan sangat dibutuhkan untuk mempromosikan siswa membaca buku digital yang dapat diakses di Penjaring.
KONSTRUKSI MEDIA DAN KAMPANYE DAMAI DI MEDIA DETIK.COM
Rahman, Dicky Nur;
Moefad, Agoes Moh.;
Mutmainah, Siti
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v14i2.13953
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi media dalam melaporkan kampanye damai dengan menggunakan pendekatan Framing Model Robert N. Entman. Media yang menjadi objek penelitian adalah Detik.com, salah satu situs berita online terkemuka di Indonesia. Diskursus interdisiplinaritas penelitian ini, dengan melibatkan bidang-bidang seperti komunikasi massa, jurnalisme, framing, dan studi media. Pendekatan interdisipliner ini membantu dalam memberikan wawasan yang komprehensif dan multidimensional terhadap konstruksi media dan pengaruhnya dalam konteks kampanye damai. Dalam konteks kampanye damai, framing dapat memainkan peran penting dalam mengubah cara orang memandang konflik dan mencari solusi yang bermanfaat bagi semua pihak terlibat. Dengan pendekatan kualitatif metode penelitian deskriptif. Penelitian ini mengumpulkan data dengan cara dokumenter. Membaca dan memahami berita yang membahas tentang kampanye perdamaian. Analisis yang digunakan adalah analisis framing dengan model framing model Robert N. Entman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com menggunakan berbagai frame dalam melaporkan kampanye damai. Beberapa frame yang dominan digunakan adalah frame konflik, frame kekerasan, dan frame solidaritas. Penelitian ini juga menemukan bahwa framing media dapat mempengaruhi persepsi dan pemahaman pembaca tentang kampanye damai. Kontribusi penelitian ini yaitu memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konstruksi media, sehingga dapat memberikan wawasan baru dalam studi komunikasi massa dan analisis media.
KAMPANYE CRITICAL THINKING DALAM GERAKAN NASIONAL LITERASI DIGITAL PADA YOUTUBE SIBERKREASI
Hakim, Lukman;
Azizah, A. Imroatul
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v15i1.14693
Perkembangan teknologi pada arus globalisasi memang sudah mengalami fase percepatan sehingga dapat menciptakan tatanan baru yang disebut dengan era tranformasi digital. Internet membawa dampak besar bagi dunia digital, sehingga dibutuhkannya critical thinking dalam memahami literasi digital. Hal tersebut menjadikan literasi digital penting sekali untuk ditingkatkan. Critical thinking merupaka keterampilan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup pada era digital agar terhindar dari berita hoax. Penelitian ini bertujuan untuk memahami critical thinking pada konten youTube siberkreasi yang bertajuk literasi digital. Ketika semua pengguna internet paham tentang dunia digital dan dapat berpikir secara kritis, maka tidak akan tertipu oleh berita hoax. Metode yang digunakan oleh peneliti yaitu kualitatif melalui pendekatan analisis semiotika Roland Barthes dengan memperhatikan makna konotasi, denotasi, dan mitos. Penelitian ini menganalisis kampanye critical thinking dalam etika literasi digital di media sosial pada konten youtube siberkreasi yang dikemas melalui podcast, musik, video animasi, dakwah, dan keynote speech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam 5 konten tersebut terdapat pesan critical thinking dalam literasi digital yaitu analisis, interpretasi, dan pengaturan diri. Analisis, berkaitan dengan terus menelusuri serta mengidentifikasi kebenaran informasi agar terhindar dari berita hoax. Interpretasi, kemampuan untuk memahami arti dari pengalaman. Pengaturan diri, pentingnya tabayyun serta beretika baik. Dari analisis tersebut, peneliti mengaitkan dengan latar belakang yang terjadi saat ini yaitu pentingnya memahami etika literasi digital dan critical thinking. Untuk itu agar dapat memanfaatkan penggunaan teknologi digital yang baik, maka critical thinking harus ditingkatkan dengan cakap literasi digital.
DIGITAL PULPIT DYNAMICS: UNRAVELING STRATEGIES AND OVERCOMING CHALLENGES IN ISLAMIC DAKWAH IN THE DIGITAL ERA
Raihana, Siti Nazla;
Fristyarini, Annisa;
Khairunnisa, Hani Aufaa
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v14i2.15122
The rapid advancement of technology has significantly impacted various aspects of life, yielding both positive and negative effects. One prominent positive impact is the increased accessibility of information for all individuals. This phenomenon presents a valuable opportunity for Islamic preachers (dai) to disseminate religious messages and reinforce ethical values, known as amar maruf nahi munkar. This research explores the challenges and strategies faced by preachers in the evolving digital era. Using a qualitative approach and interviews with dai from diverse regions in Indonesia, this study identifies key challenges encountered by preachers in the digital realm. These challenges include a lack of expertise in graphic design, the need to filter vast amounts of content and videos, time constraints, fluctuating levels of commitment, and issues related to network connectivity. However, the study also reveals various strategies employed by preachers to address these challenges. These strategies encompass aspects such as praying, assembling competent teams for content management, selecting the right time and place for message delivery, and resolving network-related issues. This research offers critical insights into the dynamics of digital preaching, emphasizing the importance of adaptation and innovation in tackling the challenges faced by Islamic preachers. In conclusion, while technology serves as a potent means of spreading religious messages, a deep understanding of effective strategies is essential to overcome the emerging obstacles.
FENOMENOLOGI KOMUNIKASI DAKWAH KOMUNITAS YUK NGAJI
Rohman, Angga Nur;
Syam, Nur;
Huda, Sokhi;
Aziz, Moh Ali;
Nurdin, Ali
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v15i1.16830
Penelitian ini berangkat dari fenomena fundamentalisme yang berkembang di Indonesia yaitu HTI. Kelompok tersebut pernah dilarang, namun masih marak menyampaikan pesan-pesan dakwah dan pahamnya dengan cara yang tidak lagi sama dengan menggunakan komunitas dakwah remaja bernama Yuk Ngaji. Problem tersebut, berwujud beberapa persoalan yang mendorong penelitian ini, yaitu: (1) Apa pesan dakwah yang disampaikan kepada mitra dakwah pada komunitas Yuk Ngaji? (2) Bagaimana pemahaman mitra dakwah atas pesan yang disampaikan tentang Islam oleh para Pendakwah komunitas Yuk Ngaji? Dan (3) Bagaimana perubahan arus dakwah Felix Siauw dalam membangun pemikiran tentang Islam kepada mitra dakwah? Fokus utama penelitian ini melihat urgensi dan eksitensi komunitas Yuk Ngaji berdakwah di Indonesia sebagai gerakan dakwah Felix Siauw. Sesuai dengan persoalan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif lapangan dan teks media, dengan pendekatan analisis fenomenologis dan etnografi. Perspektif teoritis penelitian menggunakan pendekatan dakwah M. Abu al-Fath al-Bayanuni dan Moh. Ali Aziz, serta gabungan teori dakwah lainnya, dengan pendekatan ilmu komunikasi kontemporer. Metode yang peneliti gunakan untuk mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi berbagai aktivitas dakwah komunitas Yuk Ngaji. Terdapat tiga poin temuan dalam penelitian ini. Pertama, pelbagai pesan dakwah Yuk Ngaji tipologi untuk menegakan syariat Islam yang memiliki kemiripan dengan pemahaman pada Hizbut Tahrir. Pesan dakwah disampaikan pada mitra dakwah sesuai dengan kategorisasinya yaitu partisipan dan member. Kedua, pemahaman mitra dakwah tentang Islam dibangun dengan beberapa proses agar mereka memahami pesan-pesan dakwah para pendakwah. Ketiga, Felix Siauw menunjukkan perubahan arus dakwahnya dengan tidak banyak menonjolkan menegakan negara Islam di Indonesia.
KONSTRUKSI SOSIAL BUDAYA POPULER DAKWAHTAINMENT PADA PROGRAM AKSI INDOSIAR
Fakhrullah, Andi;
Iqbal, Mohammad;
Rahmah, Atikah;
Oktaviani, Sandra;
Rosa, Sandrina Fitriani;
Heryanto, Gun Gun
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v14i2.14013
Dakwahtainment di era kontemporer telah lama menghiasi layar televisi bahkan akhir-akhir ini telah memenuhi ruang-ruang digital di berbagai platform media sosial. Penelitian ini mengkaji bagaimana budaya populer dakwahtainment pada program AKSI Indosiar dikonstruksi melalui media massa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan teori yang digunakan yakni konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Dalam penelitian ini menguraikan terkait tahapan pembentukan konstruksi dakwahtainment melalui tahapan pembuatan materi konstruksi, tahapan sebaran konstruksi, tahapan konstruksi realitas, dan tahapan konfirmasi. Kemudian bagaimana pembentukan realitas konstruksi budaya populer dakwahtainment melalui proses dialektika yang dirumuskan oleh Berger dan Luckmann. Mulai dari eksternalisasi dakwahtainment pada program AKSI Indosiar yang menampilkan kontestan atau ustaz dan ustazah yang berkompetisi dengan mengimprovisasi materi dakwahnya, baik dengan guyonan atau dengan bernyanyi. Kemudian proses objektivasi dakwahtainment pada program AKSI Indosiar merujuk pada tayangan program dakwah yang menghibur serta disenangi oleh penonton. Serta proses internalisasi pada program AKSI Indosiar ditandai dengan dakwahtainment yaitu dakwah dengan adanya unsur hiburan yang lebih diingat oleh penonton. Jika merujuk pada seluruh materi konstruksi dan proses dialektika yaitu tahapan eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi secara simultan dapat disimpulkan bahwa hal ini sesuai dengan konstruksi yang diciptakan oleh program AKSI Indosiar.
DEVELOPMENT COMMUNICATION AND SOCIAL CHANGE IN THE DYNAMICS OF LAND ACQUISITION FOR THE KUNINGAN DAM NATIONAL STRATEGIC PROJECT, WEST JAVA
Faizi, Fuad;
Febriyanto, Alfian;
Tsuroya, Intan
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v15i2.19039
The communication process between the government and the community in the land acquisition for the Kuningan Dam national strategic project resulted in conflict and injustice, which in turn led to the failure of the development of the welfare of affected communities. This research project aims to examine the development communication and social change in communities affected by the Kuningan Dam project in Kuningan Regency, with a particular focus on the concept of Communication for Development and Social Change as proposed by Wilkins and Mody. This research employs a qualitative methodology with a case study approach, utilising data collection techniques such as interviews, observation, and documentation in affected villages in Kuningan Regency. Informants were selected using purposive and snowball sampling, with data verified through triangulation. In the aftermath of the development project, the predominantly agricultural communities were compelled to transition to alternative livelihoods due to the loss of cultivable land. However, many encountered difficulties in adapting, resulting in economic setbacks and a deceleration in their socio-economic adaptation process. This research contributes to emphasising the importance of fair, transparent and inclusive development communication in national strategic projects in Indonesia. It does so by highlighting the role of communication in exacerbating social inequalities, compensation inequalities and government unpreparedness in supporting the socio-economic transition of affected communities. The findings of this research demonstrate that the construction of the Kuningan Dam gave rise to social tensions as a consequence of the following factors: the acquisition of land on an unfair basis; the lack of effective communication between the government and the community; the unequal distribution of compensation; and the socio-economic impacts, which served to exacerbate the difficulties faced by affected communities, particularly in relation to changes in their livelihoods.
KEKERASAN SIMBOLIK PADA PEREMPUAN DENGAN POSTPARTUM DEPRESSION MELALUI SKRINING EDINBURGH POSTNATAL DEPRESSION SCALE (EPDS)
Ramadhani, Rizky Wulan;
Isa, John R.S.P.K.M.;
Ritonga, Rajab
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v15i2.18328
Masyarakat menciptakan konstruksi sosial untuk mengkategorikan perempuan sebagai “perempuan dan ibu yang baik” yang dapat memicu postpartum atau baby blues pada ibu yang baru saja melahirkan. Postpartum blues bisa menjadi depresi pasca melahirkan jika berlangsung lebih dari dua minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekerasan simbolik yang dialami perempuan yang mengalami postpartum blues melalui skrining Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dengan menggunakan Masculine Dominance Theory milik Pierre Bordui. Peneliti menggunakan paradigma konstruktivisme dan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara kepada empat perempuan yang telah melakukan skrining dengan skor EPDS lebih dari 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dengan postpartum blues mengalami kekerasan simbolik sebelum, saat dan setelah menikah agar masuk dalam kategori “perempuan dan ibu yang baik”. Perempuan dikonstruksikan sebagai perempuan yang baik jika mampu melakukan pekerjaan rumah tangga, taat kepada orang tua dan suami, melahirkan secara normal, menyusui anak dan mengasuh anak dengan baik melalui praktik-praktik kekerasan simbolik yang dilakukan oleh suami, keluarga, mertua, masyarakat dan budaya di sekitarnya. Konstruksi sosial yang memaksa perempuan untuk mengurus pekerjaan domestik serta mengurus anak sendiri menjadi salah satu penyebab postpartum blues. Perempuan menjadi mudah menangis, letih dan gelisah, menarik diri, serta memberikan reaksi negatif terhadap bayi dan keluarga pada satu hingga dua minggu pasca melahirkan.
PENTINGNYA LITERASI MEDIA ERA DISRUPSI DIGITAL DAN POST TRUTH
Khotimah, Khusnul;
Ekasari, Siti Rosyidah;
Kholifah, Eva Nur;
Triyanti, Neni Agus;
Tafsir, Tafsir;
Ismail, Ismail;
Hidayatullah, Ahmad Fauzan
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/orasi.v15i2.10637
Pada era disrupsi digital dan post truth, setiap individu perlu menguasai akan keterampilan literasi media. Literasi media ialah hal penting dan dibutuhkan agar dapat berpartisipasi di zaman sekarang ini, agar tidak salah dalam menggunakan media digital. Literasi media saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini ialah untuk menyadarkan masyarakat era digital akan pentingnya literasi media. Penelitian ini mengkaji berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah. Pendekatan pada penulisan ilmiah ini yaitu pendekatan secara kualitatif deskriptif, termasuk jenis penelitian studi literatur untuk sumber data langsung. Metode studi pustaka di mana diarahkan pada pencarian data melalui dokumen-dokumen yang ada, baik dokumen tertulis, foto, gambar, maupun dokumen elektronik yang tentunya mendukung proses penulisan. Hasil studi menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang menggunakan media sosial dalam komunikasi. Banyak berita serta informasi yang menyebar dari media tersebut. Akan tetapi, banyak pula yang tidak memiliki kemampuan literasi media yang baik. Sehingga perlu sosialisasi kepada selurh masyarakat akan pentingnya literasi media. Fakta yang objektif pada post truth ini sering diabaikan bahkan tidak memiliki pengaruh pada terbentuknya pandangan masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi karena perasaan emosional yang ada pada diri yang akhirnya mempengaruhi persepsi masyarakat dalam menerima fakta yang ada. Menghadapi era Post-Truth yang semakin berkembang khususnya disaat digitalisasi begitu pesat. Sangat penting masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan literasi digital. Adanya generasi muda sangat membantu dalam proses verifikasi objektifitas informasi. Berdasarkan har tersebut, dengan adanya literasi digital sangat diperlukan seseorang ketika menyaring, memverifikasi, dan mengggunakan informasi secara bijak dengan digitalisasi perangkat digital.