cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Orasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
IKLIM KOMUNIKASI, IKLIM ORGANISASI DAN IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI Cartono, Cartono; Maulana, Asep
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10, No 2 (2019): December 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v10i2.5420

Abstract

Adanya sebuah observasi tentang sebuah organisasi agar dapat mengetahui segala bentuk komunikasi yang ada diddalamnya. Kemajuan organisasi akan terus meningkat jika iklim komunikasinya baik. Di dalam organisasi iklim komunikasi memainkan peranan dalam mendorong anggota organisasinya untuk mencurahkan usaha atas setiap tugas yang dilakukan pengurus organisasi, dimana dengan adanya sistem kerja yang terkendali akan memeberikan pengaruh positif terhadap iklim komunikasi dan sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kepercayaan pengurus, keakraban dan kerjasama diantara pengurus dalam memikirkan program UKM HTQ tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pengurus dalam merealisasikan program-program yang telah dibuat dan disepakati bersama. Kesimpulannya bahwasannya iklim organisasi memang tak senantiasa sesuai apa yang diharapkan, namun dengan adanya kerjasama dangf dorongan dari ketua umum dan pembina mampu memberikan kontribusi yang positif terhadap kinerja pengurus dalam merealisasikan programnya.
DAKWAH MELALUI MEDIA SOSIAL Burhanudin, Aan Mohamad; Nurhidayah, Yayah; Chaerunisa, Ulfa
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10, No 2 (2019): December 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v10i2.5658

Abstract

Media sosial tidak lagi sekadar  untuk membuka jaringan pergaulan di dunia maya, melainkan memberikan dampak yang cukup bagi bidang-bidang, diantaranya sebagai media untuk melakukan dakwah, yaitu media sosial instagram. Instagram menjadi salah satu alat pergerakan yang baik dalam menyampaikan sebuah pesan.Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka pertanyaan yang diajukan oleh peneliti adalah (1) Bagaimana pelaksanaan dakwah kesetaraan gender melalui Instagram @cherbonfeminist ? (2) Apa saja konten yang di sajikan oleh Instagram @cherbonfeminist ? (3) Bagaimana respon followes (pengikutnya) terhadap Instagram @cherbonfeminist ?.Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui bagaimana pelaksanaan dakwah dalam akun Instagram @cherbonfeminis mengenai kesetaraan gender (2) Untuk mengetahui konten apa saja yang disajikan oleh akun Instagram @cherbonfeminist (3) Untuk mengetahui bagaimana respon followersnya mengenai dakwah kesetaraan gender.Dalam penelitian ini metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui metode observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Dan untuk teknik analisis data yang digunakan ialah model Miles dan Huberman, yang terdiri dari tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis hasil penelitian, peneliti menyimpulkan Instagram @cherbonfeminist melakukan pelaksanaan: (1) memanfaatkan instagram sebagai media dakwah (2) langkah-langkah yang dilakukan dalam membuat konten yaitu: membaca atau wawancara, mengambil intisari, dan membuat konten yang menarik (3) kendala saat membuat konten. Adapun konten yang terdapat dalam instagram @cherbonfeminist diantaranya yaitu: (1) perspektif keadilan (2) hadist-hadist hak perempuan dalam islam (3)pesan motivasi untuk menegakkan keadilan dan kesetaraan (4) belajar menambahkan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan. Respon para followers dinilai positif dan efektif karena penggunaan media instagram sebagai media dakwah.
KAJIAN SEMIOTIKA POSTER KEGIATAN FRANKFURT 63rd INTERNATIONAL MOTOR SHOW 2009 Zikrillah, Abdu; Sa'dudin, Ihsan
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10, No 2 (2019): December 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v10i2.5609

Abstract

Iklan dalam bentuk poster merupakan cara yang cukup efektif dalam menyampaikan pesan secara visual. Poster sebagai media penyampaian yang memiliki ruang sedikit namun dapat memberikan informasi secara maksimal melalui komposisi gambar, teks, dan unsur visual lain. Pemahaman terhadap gambar bergantung kepada kognitif dan pengalaman khalayak yang melihatnya, sehingga informasi yang disampaikan melalui gambar terkadang memiliki makna yang berbeda. Poster kegiatan Frankfurt 63rd International Motor Show 2009 memiliki keunikan dalam menyampaikan pesan. Penggunaan gambar sebagai simbol yang mewakili objek tertentu dan gambar yang dikontruksi sehingga memiliki makna lebih ditujukan untuk menarik minat khalayak yang melihat poster tersebut. Kajian semiotika merupakan cara untuk memahami tanda dan makna yang terkandung di dalam poster ini. Beberapa sudut pandang teori semiotika digunakan guna mengetahui pola kontruksi gambar sehingga memiliki makna. Terlihat bahwa terdapat metafora objek tertentu dengan didukung gambar lain yang pada akhirnya saling berkaitan dan memiliki kesatuan tujuan makna yang utuh.
ANALISIS WACANA KRITIS PELAYANAN KEDOKTERAN DAN KESEHATAN RSUD PURBALINGGA TENTANG GAYA HIDUP SEHAT DI SITUS INTERNET Handayani, Muslih Aris
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10, No 2 (2019): December 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v10i2.5382

Abstract

AbstrakPenelitian ini bermula dari anggapan bahwa individu, kelompok, atau institusi mengemas berbagai kepentingan dan ideologi dalam bentuk kesadaran akan kebenaran dalam sebuah teks, gambar, dan kalimat. Bermula dari anggapan ini, dilakukan kajian teks terhadap pelayanan kedokteran dan kesehatan RSUD Purbalingga di situs internet yang menjadi trend sosialisasi dalam dunia global. Berdasarkan gambaran di atas, peneliti akan menelaah dan mendeskripsikan praktek diskursus  pelayanan kedokteran RSUD Purbalingga lewat media internet dalam bentuk website dengan pendekatan CDA (Critical Discourse Analysis).Hasil penelitian menunjukkan dari tema tentang pelayanan profil dan tulisan yang mendukungnya (intertekstualitasnya), situs www.rsudpurbalingga.go.id mengkonstruksi pelayanan profil sebagai pelayanan yang memuaskan. Kata memuaskan dalam kamus TESAURUS bersinonim dengan membahagiakan dan melegakan. Artinya, pelayanan profil RSUD yang memuaskan juga berarti pelayanan profil yang membahagiakan dan melegakan. Dari tema tentang pelayanan berita dan tulisan yang mendukungnya (intertekstualitasnya), situs www.rsudpurbalingga.go.id  mengkonstruksi pelayanan profil sebagai pelayanan yang maksimal. Maksimal dalam kamus TESAURUS bersinonim dengan banyak dan tinggi. Pelayanan berita yang maksimal juga berarti pelayanan berita yang banyak dan tinggi. Ada pun ideologi yang muncul dalam pelayanan kedokteran dan kesehatan di RSUD Purbalingga antara lain budaya konsumerisme, kapitasisme global, dan formalisme pelayanan kedokteran dan kesehatan internet.
PESAN DAKWAH TENTANG K-WAVERS HIJRAH DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Rosmalina, Asriyanti; Zulfikar, Fawaz Altop
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10, No 2 (2019): December 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v10i2.5419

Abstract

Dakwah adalah suatu agenda harian yang sudah tentu menjadi kewajiban oleh seluruh umat muslim. Pesan dakwah adalah segala sesuatu yang disampaikan oleh dai kepada madu. Internet sebagai jaringan komunikasi yang bisa menghubungkan seluruh orang didunia termasuk memudahkan para dai untuk menyampaikan pesan dakwah seperti di media sosial sehingga semua masyarakat dapat mengetahui perkembangan Islam secara beragam dan menyeluruh. Instagram adalah salah satu media sosial yang sering digunakan dan memiliki beragam fitur yang menarik. Salah satu akun instagram yang fokus mengunggah motivasi untuk kalangan penggemar hiburan yang berasal dari Korea (gelombang korea) yang berniat hijrah, yaitu akun X Korean Wavers (@xkwavers). Makna pesan dakwah pada tiga postingan pertama akun instagram @xkwaves, yaitu sebagai berikut, cinta yang berlebihan kepada makhluk tidak akan pernah baik hasilnya. Dalam konteks ini cinta kepada budaya asing (baca: Korea), yang pada akhirnya hanya akan menenggelamkan yang mencintai pada hal-hal yang negatif. Sebagaimana diketahui bahwa cinta pada dasarnya adalah fitrah setiap manusia yang dianugerahkan oleh Allah Swt. Segala sesuatu tergantung pada niatnya. Hidayah itu dicari, bukan dinanti. Allah Swt tidak akan serta merta mengubah nasib seseorang hingga orang itu berusaha untuk merubah nasibnya sendiri. Saling mencintai di antara sesama Muslim, dalam bingkai Ukhuwah Islamiyyah. Pentingnya menjaga hati. “Ketahuilah, di dalam tubuh terdapat segumpal darah, jika ia baik maka akan baiklah seluruh tubuh. Namun jika ia rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuh, ketahuilah bahwa segumpal darah tersebut adalah hati.
KONSTRUKSI REALITAS DAN FRAMING Pemberitaan Radarcirebon.Com (Pemberitaan Penangkapan Teroris JAD Ditangkap Densus 88 di Cirebon) Novianty, Fifi
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10, No 2 (2019): December 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v10i2.5353

Abstract

Penangkapan Teroris JAD di Kota Cirebon banyak menarik perhatian media massa lokal di Kota Cirebon, termasuk media online Radarcirebon.Com. Realitas yang disajikan oleh wartawan kedalam berita bukanlah realitas sebenarnya melainkan realitas yang telah di framing dan dikonstruksi media. Masalah yang dikaji peneliti adalah bagaimana Radarcirebon.com mengkonstruksi realitas penangkapan teroris JAD oleh Densus 88 serta framing apa yang dimunculkan dalam pemberitaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan menggunakan analisis framing model Zhongdan Pan dan Pan and Kosicky. Dari hasil yang telah dianalisis peneliti, hasilnya menunjukan Radarcirebon.Com dalam memframing dan mengkonstruksi berita lebih menonjolkan pada judul berita dari data yang diperoleh dari Kepolisian dan menekankan pada kronologis kejadian panangkapan teroris JAD di Kota Cirebon. Struktur pemberitaan yang dikaji adalah elemen framing : skematik, skrip, tematik, dan retorika.  Skematik: Radarcirebon.Com mengatakan seluruh terduga teroris berkaitan dengan kelompok Abu Zee JAD. Sumber berita utamanya adalah Kepolisian. Latar informasi yang disajikan penangkapan Teroris JAD oleh Densus 88. Skrip : Berita yang disajikan wartawan lebih menonjolkan kronologis kejadian penangkapan terduga teroris JAD secara beruntun. Tematik: Radarcirebon.com menyakini seluruh terduga teroris punya keterkaitan dengan kelompok Abu Zee pimpinan JAD Bekasi dan perekrut Abu Rara pelaku penyerangan ke Pak Wiranto. Retoris: Radarcirebon.com memberikan penekanan pada teks berita dan elemen gambar. Kata Kunci: Framing, konstruksi, realitas 
HOAX, MEDIA BARU DAN DAYA LITERASI KITA Masrudi, Mas Rudi
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10, No 2 (2019): December 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v10i2.4578

Abstract

ABSTRACTThe hoax spreading is caused by lack of information about the source and the concept of anonimity that consists in it. The spreading of hoaxed news forms 10:90 communication pattern among cyber society that means 10% of the netizens producing hoaxed news and the last 90% spreading it voluntarily on the social media. The hoaxed news which is spreaded is mostly about national popular topics such as politics and public policies then set the hoaxed popular issues as main source. Such phenomenon concludes that the social media users take the internet technology without critical thought on the consequency of their manners. The hoaxed news is caused, psicologically, by the reason that the information is suitable to selfs opinion and unconfirmed informations. Key word: hoax, the new media, the social mediaABSTRAK Penyebaran hoax disebabkan kurangnya pengetahuan akan sumber situs informasi tersebut dan adanya konsep anonimitas yang terkandung di dalamnya. Penyebaran berita hoax membentuk pola komunikasi di masyarakat cyber yaitu 10:90, yang berarti 10% warga internet membuat berita hoax dan sebanyak 90% sisanya menyebarkan informasi tersebut secara sukarela melalui media sosial. Biasanya penyebaran berita palsu tersebut merupakan topik-topik yang sedang viral di media sosial dan kemudian dijadikan rujukan utama. Dengan adanya fenomena diatas, dapat disimpulkan bahwa para pengguna media sosial menggunakan teknologi internet tanpa memiliki sikap dan budaya kritis akan persoalan yang akan dihadapinya. Secara psikologis, hoax terjadi karena informasi yang diterima dianggap sesuai dengan opini atau sikap yang dimiliki, dan karena terbatasnya pengetahuan.Kata Kunci: hoax, media baru, media sosial.
PENERIMAAN KHALAYAK TERHADAP KONSTRUKSI MILLENNIAL PARENTING DI INSTAGRAM PARENTALK.ID Pratiwi, Soraya Ratna
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11, No 1 (2020): July 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v11i1.6339

Abstract

Orang tua millennial memiliki pola asuh yang berbeda dengan pola asuh pada generasi sebelumnya. Millenial yang menjadi orang tua tidak lagi percaya terhadap pola asuh yang melibatkan mitos atau pun informasi pola asuh yang diragukan sumbernya. Parentalk hadir dengan visi dan misi membantu orang tua millennial untuk terhubung, mendapatkan inspirasi, dan membagikan cerita mereka tentang pengasuhan. Parentalk merupakan media yang berfokus pada konten untuk orang tua millenial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dan posisi khalayak, yaitu orang tua milenial terhadap informasi millennial parenting di Instagram @Parentalk.id. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan konsep decoding-encoding Stuart Hall. Data penelitian didapat dengan melakukan wawancara dan literature terkait. Adapun hasil penelitian menyatakan bahwa posisi informan berbeda-beda berdasarkan latar belakang dan kondisi keluarga masing-masing, namun posisi khalayak didominasi oleh hegemoni dominan. Hal ini cukup menjelaskan bahwa informasi yang diberikan oleh Parentalk berarti dimaknai sama dan sejalan dengan khalayak. Ditemukan juga bahwa khalayak memang aktif dalam mengkonsumsi informasi yang disajikan media. Aktif di sini maksudnya adalah bahwa khalayak memiliki kuasa dalam memilih media yang dipakainya untuk mengakses informasi. Berdasarkan hasil wawancara, informan memiliki preferensinya sendiri ketika mencari informasi terkait pola asuh anak (parenting). Saluran komunikasi yang umumnya digunakan oleh informan adalah Instagram, internet, orangtua, dokter, dan juga suami.
AKTUALISASI DAKWAH MELALUI MUSIK ROCK (Studi Tentang Pemanfaatan Musik Rock Oleh Afrizal Luthfi Lisdianta Sebagai Media Dakwah) Huda, Muhammad Misbahul
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v11i2.7135

Abstract

ABSTRAK Degradasi/kemerosotan moral para pemuda di Indonesia kondisinya sangatlah memprihatinkan. Mulai dari para pemuda yang terlibat seks bebas, penggunaan obat-obat  terlarang, kekerasan, problem psikologis, dan lain sebagainya. Berbagai faktor dituding sebagai penyebab kemerosotan moral tersebut, dapat dibilang bahwa faktor terbesar dari kemrosotan moral diakibatkan oleh gagap-nya para pemuda dalam mengarungi kerasnya globalisasi, arus informasi yang cepat, dan teknologi yang dari hari ke hari semakin canggih. Salah satu sample yang diambil adalah Afrizal Luthfi Lisdianta, pemuda yang bergelut di dunia musik rock dan menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim, yakni berdakwah. Pertanyaan yang diajukan oleh peneliti adalah bagaimana aktualisasi dakwah Afrizal Luthfi Lisdianta: musik rock sebagai media dakwah. Metodologi penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan model Miles Huberman, yang terdiri dari tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis pembahasan, peneliti menyimpulkan aktualisasi dakwah Afrizal Luthfi Lisdianta: musik rock sebagai media dakwah terdapat tiga poin penting: (1) musik rock sebagai media dakwah bukan terletak pada syair/lagunya, akan tetapi pada lingkungan musik rock itu sendiri; (2) Afrizal dalam menyampaikan dakwahnya dengan cara tutur yang ringan (guyonan) bercanda; (3) beberapa pesan dakwah yang dismpaikan saat wawancara: mengajak salat, memperingatkan untuk tidak minum alkohol dan pergi ke diskotik/club, menjaga zina mata dan menjaga dari bersentuhan dengan wanita yang tidak mahram, dan memberi solusi ketika ada masalah, disertai dengan pesan dakwah.
CYBER CULTURE OF SOCIAL MEDIA: IDENTITY AS TRASH OF INFORMATION 'Uyun, Zafirah Quroatun; hakim, lukman
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11, No 1 (2020): July 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v11i1.6264

Abstract

AbstractThis article goes from the disturbing anxiety of social media users to cyber culture such as phenomenon of trash information. Some social media users feel necessary to reveal true identity while others insult identity as something that the public will never know. While in communication there are no messages in the media that contain no meaning and no messages distributed without purpose. Even though the purpose of communication is different, the purpose of information even if it is mere text. In the case of social media, these messages distort more than just meaning. With observation methods and discourse analysis knife, the research found that cyber culture in social media is more than a form of information trash because of overlapping of information is particularly unclear of user identity. The study tried to see interesting phenomena that occur especially with regard to virtual/online and real-world/offline communication patterns. Social media at some point is a place where they can be identified or just a stockpile of inconclusive information. By combining cyber cultural concept and information sircuit, this research also found of identity ambivalence in social media that end by trash of information. 

Page 9 of 21 | Total Record : 207