cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari\'ah
ISSN : 23031573     EISSN : 25273876     DOI : -
Core Subject : Economy,
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is a peer-reviewed journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics of IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the field of accounting and finance that give significant contribution to the development of economic and sharia banking profession in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 253 Documents
PENERAPAN DENDA DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH Moch. Endang Djunaeni; Muhammad Maulana Yusuf
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.429 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.1921

Abstract

Abstrak Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) merupakan balai usaha mandiri terpadu yang isinya berintikan bayt al-mal wa al-tamwil dengan kegiatan mengembangkan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi pengusaha kecil menengah dan pengusaha   kecil   bawah,   antara   lain   mendorong   kegiatan   menabung   dalam   menunjang pembiayaan  kegiatan  ekonominya.  Kredit  dalam  pembiayaan  syariah  menjadi  salah  satu alternatif masyarakat untuk mendapatkan pinjaman, tetapi tetap dalam ruang lingkup syariah. Penyediaan jasa kredit atau pembiayaan pun menjadi salah satu unggulan BMT untuk mendulang pundi. Layaknya lembaga keuangan konvensional, BMT pun menetapkan denda bagi peminjam yang  tidak  melunasi  kreditnya.  Hanya,  masih  menjadi  pertanyaan  di  kalangan  masyarakat tentang pemberlakuan denda atau sanksi bagi nasabah yang gagal bayar, dan juga bagaimana hukum pengenaan denda di BMT ini. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran yang jelas mengenai faktor penyebab diterapkannya denda pada pembiayaan bermasalah, kemudian untuk mengetahui tindakan- tindakan yang dilakukan lembaga keuangan syariah dalam menangani pembiayaan bermasalah, serta untuk mengetahui target penyaluran dana yang dihasilkan dari denda. Secara metodologi,  penelitian  ini  menggunakan  prosedur penelitian  kualitatif  dengan memanfaatkan pendekatan sosiologi hukum Islam. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitiannya diperoleh bahwa mengqiyaskan kepada hukum yang telah ditetapkan  dalam  Al-Qur’an  denda dikenakan  kepada nasabah  yang mengalami  pembiayaan bermasalah, dalam  rangka memberikan efek jera supaya dapat menunaikan kewajiban  yang belum terlunasi. Langkah penyelesaian pihak BMT dalam menghadapi nasabah bermasalah yaitu dengan cara: pemberitahuan melalui telepon, pemberian surat penagihan, penagihan langsung, sita jaminan, eksekusi jaminan. Penyaluran dana hasil denda yang diposkan dalam qardh al- hasan ditujukan secara langsung seperti untuk santunan anak yatim, orang tua jompo dan juga melalui lembaga formal seperti BAZNAS dan LAZNAS. Kata kunci : Denda, Pembiayaan Bermasalah, Penyaluran Qardh Al-Hasan.   Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) is a hall independent business integrated content cored Bayt al- mal wa al-tamwil with activities to develop productive ventures and investment in improving the quality of the economic activities of small and medium entrepreneurs and small businessmen under, among others, to encourage the activities of saving In supporting the financing of its economic activities. Credit in shariah financing becomes one of the alternative communities to get a loan. Provision of credit services or fees became one of the flagship BMT to gain funds. Like conventional financial institutions, BMT also for borrowers who do not pay off credit. Only,is still a question among the public about the imposition of penalties or sanctions for customers who fail to pay, and also how the law imposing fines in this BMT.This study aims to provide a clear picture of the factors causing the financial, then to know the actions undertaken syariah financial institutions in the process of childbirth, and to know the target disbursement of funds resulting from fines.Methodologically, this study uses qualitative research procedures by utilizing the sociological approach of Islamic law. Data completion technique is done by observation, interview and documentation.The result of his research is to mengqiyaskan to the law that has been set in Al-Qur'an fines to customers who have problems, in order to provide a deterrent effect can be able to fulfill the obligations that have not been paid off. Steps to settle the BMT party within the time that can be done by: voice over the phone, mailing, direct. The disbursement of fines posted in qardh al - hasan  is  directly  suspended  as  for  orphans'  benefits,  old  folks  and  also  through  formalinstitutions such as BAZNAS and LAZNAS. Keywords: Fines, Troubled Financing, Qardh Al-Hasan Distribution.
Analisis Penerapan PSAK No. 105 pada Tabungan Berjangka Mudharabah dan Pembiayaan Mudharabah Fitria Eka Permata; Wartoyo Wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.191 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1687

Abstract

Abstrak Perkembangan jumlah dan kinerja lembaga keuangan mikro syariah khususnya lembaga berbentuk Baitul Mal wa Tamwil (BMT) yang begitu baik harus diiringi pula dengan regulasi dan standar akuntasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Pada tahun 2006 IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) mengeluarkan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) Syariah sebagai revisi dari PSAK No. 59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah. Untuk mengetahui apakah lembaga BMT telah sesuai dengan PSAK Syariah terutama terhadap kegiatan penghimpunan dana dan pembiayaannya (dalam hal ini dapat menggunakan akad mudharabah), maka penulis meneliti apakah penerapan akuntansi pada tabungan berjangka mudharabah dan pembiayaan mudharabah di BMT Gunungjati Cabang Kedawung Cirebon yang meliputi pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan telah sesuai dengan PSAK No. 105 tentang akuntansi mudharabah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif, yakni peneliti menggambarkan penerapan akuntansi pada tabungan berjangka mudharabah dan pembiayaan mudharabah di BMT Gunungjati Cabang Kedawung Cirebon kemudian membandingkannya dengan standar yang telah ada yaitu PSAK No. 105 tentang akuntansi mudharabah. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan akuntansi pada tabungan berjangka mudharabah BMT Gunungjati Cabang Kedawung Cirebon dimulai dari pembukaan rekening dengan penyerahan aset kas dari nasabah, pembagian hasil usaha BMT kepada nasabah setiap bulannya, dan ketika tabungan berjangka mudharabah jatuh tempo. Adapun perlakuan akuntansi pada pembiayaan mudharabah dimulai dari pencairan atau penyerahan aset kas kepada nasabah, pendapatan bagi hasil yang dibayarkan nasabah setiap bulannya, dan ketika penyerahan kembali aset kas dari nasabah kepada BMT Gunungjati Cabang Kedawung Cirebon. Secara umum, perlakuan akuntansi pada tabungan berjangka di BMT Gunungjati Cabang Kedawung Cirebon telah sesuai dengan PSAK No. 105 baik sisi pengakuan, pengukuran, penyajian maupun pengungkapan. Namun perlakuan akuntansi pada pembiayaan mudharabah belum sepenuhnya sesuai dengan PSAK No. 105. Ketidaksesuaian terdapat pada sisi pengakuan, yakni pengakuan piutang, pengakuan keuntungan dan pengakuan kerugian. Ketidaksesuaian juga terdapat pada sisi pengungkapan, yakni tidak adanya pengungkapan penyisihan kerugian investasi mudharabah pada laporan keuangan BMT Gunungjati.Kata Kunci : PSAK No. 105, Tabungan Berjangka, Pembiayaan, Mudharabah.AbstractThe development of amount and performance of the Islamic micro finance institutions especially Baitul Maal wa Tamwil (BMT) which is so good must be accompanied also with the regulations and accounting standards in accordance with Islamic principles. In 2006 the IAI (Association of Indonesian Accountants) issued the Islamic PSAK as a revision of PSAK No. 59 about Accounting of the Islamic Banking. To find out whether Baitul Maal wa Tamwil (BMT) institutions had been corresponding with the Islamic PSAK especially on activities for raising funds and financing (in this case can use mudharabah contract), then the authors researching whether the implementation of accounting on mudharabah term savings and mudharabah financing in BMT Gunungjati Branch of Kedawung Cirebon which includes the recognition, measurement, presentation, and disclosure are in accordance with PSAK No. 105 about mudharabah accounting. This research is qualitative research with comparative descriptive approach, the researcher describes the implementation of accounting on mudharabah term savings and mudharabah financing in BMT Gunungjati Branch of Kedawung Cirebon and then compare it with the existing standard that is PSAK No. 105 about mudharabah accounting. The data collection technique is done by observation, interview and documentation study. The results of this research shows that the accounting treatment on mudharabah term savings in BMT Gunungjati Branch of Kedawung Cirebon begins from the opening of accounts with the delivery of cash assets from customers, the distribution of BMT business results to customers each month, and when mudharabah time deposit maturity. And then, the accounting treatment on mudharabah financing begins with the liquidation or the delivery of cash assets to customers, profit sharing income paid by the customer each month, and when handover of cash assets from customers to BMT Gunungjati Branch of Kedawung Cirebon. In generally, the accounting treatment of term savings in BMT Gunungjati Branch of Kedawung Cirebon has been in accordance with PSAK No. 105 both the side of recognition, measurement, presentation and disclosure. However, the accounting treatment on mudharabah financing has not been fully compliant with PSAK No. 105. Nonconformity found on the recognition side, namely the receivable recognition, the profit recognition and the loss recognition. Nonconformity also found on the disclosure side, ie the absence of disclosure of allowance for losses on mudharabah investment in the financial statements of BMT Gunungjati.Keywords : PSAK No. 105, Term Savings, Financing, Mudharabah
MENUJU DESENTRALISASI KEBIJAKAN EKONOMI DALAM ISLAM: Pengalaman Dinasti ῾Uṡmaniyyah Abad 16-18 M dan Indonesia di Masa Orde Baru Yuli Andriansyah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.831 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1280

Abstract

Artikel ini mengkaji model desentralisasi kebijakan ekonomi dalam perspekif Islam dengan menganalisa akar desentralisasi pada Alquran, hadits dan aṡar sahabat serta pengalaman Dinasti ‘Uṡmāniyyah terutama pada abad 16-18M dan pada Indonesia di masa Orde Baru menerapkan kebijakan desentralisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam memberikan peluang pengembangan desentralisasi meskipun model utama pemerintahan yang diakui bersifat sentralistik. Dinasti ‘Uṡmāniyyah yang memiliki wilayah luas menerapkan desentralisasi dengan kekuasaan lokal dipegang oleh pimpinan militer dengan sejumlah derajat kebebasan dalam pengaturan pendapatan di wilayahnya. Masa Orde Baru di Indonesia dimaksudkan untuk mewujudkan pemerintahan yang terdesentralisasi dengan pembangunan berbasis daerah. Namun mengingat keterbatasan daerah dalam aspek sumber pendapatan dan banyaknya pimpinan daerah berlatar belakang militer, semangat desentralisasi berubah menjadi sentralisasi demi alasan stabilitas ekonomi dan pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan akar ajaran Islam dan pengalaman sejarah tersebut, desentralisasi dalam kerangka Islam dirumuskan sebagai sebuah pola pemerintahan yang bertujuan mencapai kemajuan ekonomi dan stabilitas politik secara seimbang dengan tetap mengindahkan tujuan syariah.
Inklusi Keuangan Perbankan Syariah Berbasis Digital-Banking: Optimalisasi dan Tantangan Abdus Salam Dz.
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.666 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v10i1.2813

Abstract

AbstrakKehadiran dan praktik bank syari’ah di Indonesia hampir tiga dekade, tetapi perkembangan bisnisnya tidak sebanding dengan waktu yang telah dilaluinya. Pada akhir tahun 2016, perkembangan bank syariah mencapai 19,67 persen, dengan pangsa pasar 5,12 persen. Pencapaian ini jelas tidak seimbang dengan potensi negara ini. Beberapa penyebabnya adalah produk dan jasa syariah yang diterima oleh nasabah, jarak ke lokasi bank terdekat, biaya yang tinggi untuk transaksi dengan volume kecil, informasi yang terbatas, tingkat pengetahuan syariah yang rendah, pendapatan yang rendah, dan antrian yang panjang ketika bertransaksi secara langsung. Ini adalah bukti dari rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah, masing-masing 8,11 persen dan 11,06 persen. Penting untuk mengoptimalkan inovasi untuk menyelesaikan kesenjangan layanan dengan menempatkan teknologi informasi dan komunikasi melalui digitalisasi layanan sehingga hubungan antar bank dengan masyarakat menjadi lebih dekat, hemat, efisien, cepat, dan murah. Kata Kunci: Inklusi Keuangan, Perbankan Syariah, Digital Banking     AbstractThe presence and practice of sharia banks in Indonesia has been almost three decades, but the development of its business is still not comparable with the time that has been passed. By the end of 2016, the growth of sharia banking has reached 19.67 percent, with the market share of sharia banking at 5.12 percent. This achievement is clearly not comparable with the potential of this nation. Some of the causes are Sharia products and services are perceived by the people, the distance to the nearest bank office location, the high cost for small volume transactions, limited information, low level of sharia knowledge, the low-income, plus the long queue when the transaction is direct. This is evident from the low level of literacy and inclusion of Islamic finance, each of only 8.11 percent and 11.06 percent. It is necessary to optimize innovation to solve the service gap by placing information and communication technology through service digitization so that the inter-bank relationship with the community becomes closer, thrifty, efficient, quick and cheap. Keywords: Financial Inclusion, Sharia Banking, Digital Banking 
Pengaruh Penerapan Manajemen Pembiayaan Terhadap Tingkat Pengembalian Pembiayaan Bermasalah riri rizqi; Toto Suharto
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.644 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.1755

Abstract

ABSTRACTBMT merupakan lembaga keuangan nonbank yang dapat membantu aktivitas masyarakat khususnya dalam hal pembiayaan. Penggunaan pembiayaan yang tidak sesuai dapat menimbulkan minimnya tingkat pengembalian pembiayaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen pembiayaan pada UJKS BMT Al-Ishlah cabang Arjawinangun dan tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah pada UJKS BMT Al-Ishlah cabang Arjawinangun serta pengaruh penerapan manajemen pembiayaan terhadap tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Untuk memperoleh data informasi yang dibutuhkan dilakukan observasi dan penyebaran angket penelitian kepada 40 responden sebagai sampel, hasil penelitian tersebut diolah dengan menggunakan teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis korelasi, regresi sederhana, koefesien determinasi, dan uji t student dengan bantuan software SPSS V. 21.            Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penerapan manajemen pembiayaan pada BMT dilihat dari hasil penelitian sebesar 55% dan tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah dilihat dari hasil penelitian sebesar 55,75%. Pengaruh  penerapan manajemen  pembiayaan terhadap tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah diketahui nilainya sebesar  0,545, artinya memiliki pengaruh yang agak kuat/sedang. Berdasarkan uji t-student diketahui  t hitung = 3,355 dan t tabel = 2,021 yang diperoleh, nilai t hitung lebih besar dari pada t tabel (3,355>2,021), artinya signifikan. Jadi, dapat disimpulkan penerapan manajemen pembiayaan berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah pada UJKS BMT AL-Ishlah cabang Arjawinangun. Analisis koefesien determinasi diperoleh nilai sebesar 20,8% hal ini berarti tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah pada UJKS BMT Al-Ishlah cabang Arjawinangun ditentukan oleh nilai 20,8% selebihnya ditentukan oleh faktor lain diluar dari penerapan manajemen pembiayaan pada UJKS BMT Al-Ishlah cabang Arjawinangun yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kata kunci : Manajemen Pembiayaan, tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah BMT is a nonbank financial institution that can help the community activities, especially in terms of financing. Use of financing that do not fit can cause a lack of return on such financing. This study aims to determine the application of financial management at BMT UJKS Arjawinangun branch of Al-Islah and the rate of return on the financing problems UJKS BMT Al-Islah Arjawinangun branch and the influence of finance management application on the return of financing problems.            The research method used is quantitative method. To obtain the necessary information data of observation and research questionnaires to 40 respondents in the sample, the results of the study were processed using data analysis techniques were used that technique of correlation analysis, simple regression, coefficient of determination, and the Student t test with SPSS V. 21.            The conclution of the research are the implementation of financial management has resulted of 55% and a return on BMT financing problems seen from the results of 55,75%. Effect of finance management application on the return is known default financing 0.545, meaning that it has a rather strong influence / medium. Based on the student's t-test known t = 3.355 and t table = 2.021 obtained, the value of t is greater than t table (3.355> 2.021), a significant meaning. Thus, we can conclude financing management practices significantly influence the rate of return on the financing problems UJKS BMT AL-Islah Arjawinangun branch. Analysis of coefficient of determination obtained a value of 20.8%, this means that the rate of return on the financing problems UJKS BMT Al-Islah Arjawinangun branch is determined by the value of the remaining 20.8% is determined by other factors outside of finance management application on UJKS BMT Al-Islah branch Arjawinangun which is not addressed in this study. Keywords: finance management,  the rate of finance return       ABSTRACT BMT merupakan lembaga keuangan nonbank yang dapat membantu aktivitas masyarakat khususnya dalam hal pembiayaan. Penggunaan pembiayaan yang tidak sesuai dapat menimbulkan minimnya tingkat pengembalian pembiayaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen pembiayaan pada UJKS BMT Al-Ishlah cabang Arjawinangun dan tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah pada UJKS BMT Al-Ishlah cabang Arjawinangun serta pengaruh penerapan manajemen pembiayaan terhadap tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Untuk memperoleh data informasi yang dibutuhkan dilakukan observasi dan penyebaran angket penelitian kepada 40 responden sebagai sampel, hasil penelitian tersebut diolah dengan menggunakan teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis korelasi, regresi sederhana, koefesien determinasi, dan uji t student dengan bantuan software SPSS V. 21.            Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penerapan manajemen pembiayaan pada BMT dilihat dari hasil penelitian sebesar 55% dan tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah dilihat dari hasil penelitian sebesar 55,75%. Pengaruh  penerapan manajemen  pembiayaan terhadap tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah diketahui nilainya sebesar  0,545, artinya memiliki pengaruh yang agak kuat/sedang. Berdasarkan uji t-student diketahui  t hitung = 3,355 dan t tabel = 2,021 yang diperoleh, nilai t hitung lebih besar dari pada t tabel (3,355>2,021), artinya signifikan. Jadi, dapat disimpulkan penerapan manajemen pembiayaan berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah pada UJKS BMT AL-Ishlah cabang Arjawinangun. Analisis koefesien determinasi diperoleh nilai sebesar 20,8% hal ini berarti tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah pada UJKS BMT Al-Ishlah cabang Arjawinangun ditentukan oleh nilai 20,8% selebihnya ditentukan oleh faktor lain diluar dari penerapan manajemen pembiayaan pada UJKS BMT Al-Ishlah cabang Arjawinangun yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kata kunci : Manajemen Pembiayaan, tingkat pengembalian pembiayaan bermasalah BMT is a nonbank financial institution that can help the community activities, especially in terms of financing. Use of financing that do not fit can cause a lack of return on such financing. This study aims to determine the application of financial management at BMT UJKS Arjawinangun branch of Al-Islah and the rate of return on the financing problems UJKS BMT Al-Islah Arjawinangun branch and the influence of finance management application on the return of financing problems.            The research method used is quantitative method. To obtain the necessary information data of observation and research questionnaires to 40 respondents in the sample, the results of the study were processed using data analysis techniques were used that technique of correlation analysis, simple regression, coefficient of determination, and the Student t test with SPSS V. 21.            The conclution of the research are the implementation of financial management has resulted of 55% and a return on BMT financing problems seen from the results of 55,75%. Effect of finance management application on the return is known default financing 0.545, meaning that it has a rather strong influence / medium. Based on the student's t-test known t = 3.355 and t table = 2.021 obtained, the value of t is greater than t table (3.355> 2.021), a significant meaning. Thus, we can conclude financing management practices significantly influence the rate of return on the financing problems UJKS BMT AL-Islah Arjawinangun branch. Analysis of coefficient of determination obtained a value of 20.8%, this means that the rate of return on the financing problems UJKS BMT Al-Islah Arjawinangun branch is determined by the value of the remaining 20.8% is determined by other factors outside of finance management application on UJKS BMT Al-Islah branch Arjawinangun which is not addressed in this study. Keywords: finance management,  the rate of finance return                            
Analisis Manajemen Risiko dalam Prosedur Pembiayaan Gadai Emas di BJB Syariah KCP Kuningan Dewi Fatmasari; Anah Hasanah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.558 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1731

Abstract

Abstrak Di dalam pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) dilakukan oleh Rahin (pemilik barang) dan Al-Murtahin (penerima barang) dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhannya bagi pemilik barang dengan menggadaikan barang tersebut sesuai prinsip Syariah. Pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) memiliki prosedur yang dilalui hingga barang gadai tersebut kembali dimiliki oleh pemiliknya atau tidak, dan juga memiliki risiko-risiko yang melekat pada prosedur pembiayaan gadai emas. Sehingga diperlukan adanya manajemen risiko dalam prosedur pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) supaya segala risiko yang ada dapat diminimalisir dan dapat diantisipasi dengan baik, demi terciptanya pembiayaan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam salah satu produk pembiayaan gadai emas di perbankan Syariah.Penelitian  ini  termasuk  penelitian  analisis deskripstif.  Metode  analisis  yang digunakan  adalah  metode  kualitatif.  Serta dalam menguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis manajemen risiko dalam prosedur pembiayaan gadai emas di BJB Syariah KCP Kuningan memiliki 10 prosedur yang dilalui dalam pembiayaan gadai emas Syariah dengan ketentuan tertentu di setiap prosedurnya yakni permohonan pembiayaan, penaksiran barang gadai, pelunasan penuh, pelunasan sebagian, perpanjangan, SP 1 s/d SP 2 atau setara 3, lelang, kuasa lelang, penjualan dan pelunasan atau penutupan pada sistem. Dan memiliki risiko yang ada pada setiap prosedur pembiayaan gadai emas Syariah (rahn) dilihat secara umum dan dilihat dari beberapa risiko yang dimiliki perbankan. Serta  pada setiap prosedurnya memiliki manajemen risiko dalam satu kesatuan prosedur yang dilalui. Kata Kunci: Manajemen Risiko, Prosedur Pembiayaan, Gadai Emas          Abstract Financing hearts of gold pawn in sharia (Rahn) conducted by Rahin (owner of goods) and Al-Murtahin (recipient Goods) with the aim to meet their needs review For the owner of the goods to pawn with Goods Under Sharia. Gold mortgage financing Sharia (Rahn) have procedures in recitals that passed the Back Up Goods pawn or not owned by their owners, and also had Risks Inherent on gold mortgage financing procedure. So, we need their hearts Risk Management Procedures gold pawn Financing Sharia (Rahn) Any order for Risks can be minimized and can be anticipated with good, in order to create Financing can be meet society hearts prayer One Needs Financing Products pawning gold in Islamic Banking.Singer study included research deskripstif analysis. The analytical method used is a qualitative method. Test your hearts as well as the validity of the data using triangulation techniques. Data collection techniques with How to Interview, observation, and documentation.Results The singer showed that the analysis of the Risk Management hearts procedure Financing pawning gold in BJB Syariah KCP Brass has 10 Procedures That traversed hearts Financing gold pawn sharia the terms Certain every procedure that request financing, valuation of goods mortgage, repayment sold, the repayment of, renewal, SP 1 s / d SP 2 OR 3 equivalents, auction, auction Counsel, Sales And repayment or in Closure System. And it has nothing to any Risks Funding Procedures gold pawn Sharia (Rahn) Viewed Operating Sales manager and Risks Seen From some owned banks. As well as on each procedures have hearts One Unit Risk Management Procedures The impassable. Keywords: Risk Management, Finance Procedure, Gold Pawn.
PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA BANK BJB SYARIAH CIREBON Sri Rokhlinasari; Adi Hidayat
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.63 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i2.1608

Abstract

Abstract Internal control systems is an essential component in the management of the bank and became the basis for the operations of the banks healthy and safe. Internal control system that can effectively help the management of banks to maintain the bank's assets, ensure the availability of financial reporting and managerial trustworthy, improve adherence of banks to the rules and regulations in force. The quality of the financial statements are the financial statements present fairly the financial position of financial, financial performance, and cash flows of an entity. The financial statements have quality characteristics can be understandable, relevant, reliable and comparable. The financial statements are the source of information used by internal and external parties in the planning and decision-making. This study aims to know the description of the internal control system and the quality of financial reporting at the Bank BJB Syariah Cirebon provide empirical evidence about the influence of the internal control system of the quality of financial statements in Bank BJB Syariah Cirebon.This study uses a quantitative approach. The study population includes all employees of Bank BJB Syariah Cirebon of 20 people. The sampling technique used is the technique of saturation sampling. The data used are primary data. Data collection techniques are with questionnaires and interviews. Data analysis method used was simple linear regression analysis. Test the quality of the instrument using validity and reliability test. In addition this study using the test of basic assumptions including linearity test and test data normality. The method of analysis hypothesis is simple linear regression analysis that the t test The internal control system has been applied by the Bank BJB Syariah Cirebon barach office as procedures and processes used by the company to protect the company's assets, to process information accurately, and ensure compliance with law and regulations. The financial statements of Bank BJB Syariah to have the characteristics of quality Cirebon understandable, relevant, reliable and comparable. Financial statements prepared in Bank BJB Syariah Cirebon by using the accounting standards applicable in general. These results indicate that the internal control system affects the quality of financial statements, as evidenced by the value of t> t table (11.196> 1.734) and significance <0.05 (0.000 <0.05)  Keywords: Internal Control System, The Quality Of Financial Statements            Abstrak Sistem pengendalian internal merupakan komponen penting dalam manajemen bank dan menjadi dasar bagi kegiatan operasional bank yang sehat dan aman. Sistem pengendalian internal yang efektif dapat membantu pengurus bank menjaga aset bank, menjamin tersedianya pelaporan keuangan dan manajerial yang dapat dipercaya, meningkatkan kepatuhan bank terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kualitas laporan keuangan adalah laporan keuangan yang menyajikan keuangan secara wajar posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas suatu entitas. Laporan keuangan yang berkualitas memiliki karakteristik dapat dipahami, relevan, dapat diandalkan, dan dapat dibandingkan. Laporan keuangan merupakan sumber informasi yang digunakan oleh pihak internal maupun eksternal perusahaan baik dalam perencanaan maupun pengambilan keputusan.                                                                                                                   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengendalian internal dan kualitas laporan keuangan di Bank BJB Syariah Cirebon. Selain itu untuk mengetahui pengaruh sistem pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan di Bank BJB Syariah Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini meliputi semua karyawan Bank BJB Syariah Cirebon yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik saturation sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Teknik pengumpulan data yaitu dengan kuesioner dan wawancara. Uji kualitas instrumen menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Selain itu penelitian ini menggunakan uji asumsi dasar yang diantaranya uji linearitas dan uji normalitas data. Metode analisis hipotesis yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana yaitu uji t parsial Sistem pengendalian internal telah diterapkan oleh Bank BJB Syariah Cirebon sebagai prosedur serta proses-proses yang digunakan perusahaan untuk melindungi aset perusahaan, mengolah informasi secara akurat, serta mamastikan kepatuhan pada hukum dan peraturan yang berlaku. Laporan keuangan Bank BJB Syariah Cirebon berkualitas dengan memiliki karakteristik dapat dipahami, relevan, dapat diandalkan, dan dapat dibandingkan. Laporan keuangan yang disusun Bank BJB Syariah Cirebon dengan menggunakan standar akuntansi yang berlaku secara umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan yang dibuktikan dengan nilai t hitung >t tabel    (11,196 >1,734) dan signifikansi <0,05 (0,000 < 0,05) Kata kunci: Sistem Pengendalian Internal, Kualitas Laporan Keuangan
Analisa Kinerja Perbankan Syariah Indonesia Ditinjau Dari Maqasyid Syariah Mohammad Taufik Azis
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.521 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v10i1.2808

Abstract

AbstrakKinerja perbankan syariah tidak hanya terdiri dari aspek keuangan , tetapi juga dilihat dari aspek syariah atau muqasyid syariah. Sehingga pengukuran kinerja bank syariah dari aspek syariah merupakan sesuatu yang penting dan diperlukan dalam mengukur kinerja perbankan syariah. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisa kinerja perbankan syariah di Indonesia dilihat dari aspek muqosyd syariah dengan menggunakan Index Muqasyid Syariah ( IMS ). Objek penelitan  yang di gunakan adalah 11 bank dari 12 bank syariah di Indonesia. Data yang digunakan berdasarkan laporan tahunan kesebelas bank tersebut dari periode 2011 – 2015.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengukuran kinerja keuangan dapat dilakukan dengan pendekatan model IMS. Hasil penelitan ini menunjukan bahwa Bank Panin Syariah berada di tingkat pertama dan Bank Mega Syariah berada di tingkat kesebelas dalam model Index Muqasyid Syariah.Kata kunci : Perbankan Syariah, Muqasyid Syariah AbstractSharia banking performance not only consists of financial aspects, but also seen from the aspect of sharia or muqasyid sharia. So that the measurement of Islamic banking performance from the aspect of sharia is something that is important and necessary in measuring the performance of sharia banking.This research aims to analyze the performance of Islamic banking in Indonesia viewed from the aspect of muqosyd syariah using Index Muqasyid Syariah (IMS). The research object used is 11 banks from 12 sharia banks in Indonesia. The data used is based on the eleventh annual bank report from the period 2011 - 2015.The results of this study indicate that the measurement of financial performance can be done with the IMS model approach. The results of this research show that Bank Panin Syariah is at the first level and Bank Mega Syariah is at the eleventh level in Index Muqasyid Syariah model. Keywords: Sharia Banking, Muqasyid Syariah
Pembiayaan Pendidikan Melalui Sektor Zakat Muhammad Tho’in
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.25 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.1794

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program pembiayaan pendidikan yang dilakukan, untuk mengetahui kriteria siswa yang akan mendapatkan beasiswa pendidikan, dan untuk mengetahui fleksibilitas dalam mengalokasikan dana zakat untuk pendidikan di lembaga amil zakat Al-Ihsan Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisa data interaktif yang terdiri dari tiga komponen analisa data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan ada dua program pembiayaan pendidikan yang dilakukan lembaga ini yaitu program beasiswa terpadu dan pesantren yatim. Kedua program ini dibiayai dari pendayagunaan dana zakat yang telah dihimpun. Kriteria-kriteria siswa penerima bantuan beasiswa pendidikan digolongkan berdasarkan skala prioritas: 1) fakir miskin, yatim/piatu, takmir masjid; 2) fakir miskin, yatim/piatu; 3) fakir miskin. Selain itu ada fleksibilitas anggaran dalam mengalokasikan dana zakat untuk program pendidikan. Kata kunci: lembaga amil zakat, pengelolaan zakat, pembiayaan pendidikan. Abstract This study aims to find out how educational financing program is done, to know the criteria of students who will get educational scholarship, and to know the flexibility in allocating zakat funds for education at the zakat al-Ihsan Institute of Central Java. This research use desciptive qualitative approach. Methods of data collection in this study was conducted by observation, interview, and documentation. Data analysis techniques in this study using interactive data analysis techniques consisting of three components of data analysis that is data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study found there are two educational financing programs undertaken by this institution is an integrated scholarship program and orphaned pesantren. Both programs are financed from the utilization of zakat funds that have been collected. The criteria of the students receiving educational scholarships are classified by priority scale: 1) the poor, orphan, takmir mosque; 2) the poor, orphans; 3) the poor. In addition there is the flexibility of the budget in allocating zakat funds for education programs. Keywords: amil zakat institution, management of zakat, tuition fee.
Pengembangan Ekonomi Kreatif Bidang Fashion Melalui Bauran Pemasaran Alvien Septian Haerisma
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.06 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v10i1.2831

Abstract

AbstrakKebijakan pengembangan ekonomi kreatif yakni pengembangan kegiatan ekonomi berdasarkan pada kreativitas, keterampilan, dan bakat individu untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat Indonesia. Tahun 2015 presiden membentuk badan ekonomi kreatif (bekraf) yakni lembaga pemerintah nonkementerian yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Presiden melalui menteri yang membidangi urusan pemerintah di bidang pariwisata. Ekonomi kreatif khususnya di Cirebon menampilkan kreatifitas bidang fashion menawarkan produk batik yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Perumusan permasalahan sebagai berikut: bagaimana pengembangan ekonomi kreatif bidang fashion dan apa faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan ekonomi kreatif bidang fashion melalui bauran pemasaran (studi kasus batik EB Traditional Cirebon)?. Hasil penelitian ini sebagai berikut: adanya ekonomi kreatif berbasis industri batik Trusmi Cirebon ini cukup membantu tingkat kesejateraan masyarakat desa Trusmi dan sekitarnya. Bauran pemasaran menjadi batasan strategi pengembangan ekonomi kreatif yang dilakukan oleh batik EB Traditional Cirebon  yaitu: produk, harga, promosi dan tempat/saluran distribusi. Terdapat faktor pendukung: desa Trusmi adalah pusat industri batik yang berada di Cirebon, dan lainnya juga faktor penghambat: pengolahan limbah batik atau pewarna yang berbahaya, rendahnya minat masyarakat untuk belajar membatik dan lainnya. Kata kunci: ekonomi kreatif, marketing mix, batik trusmi AbstractCreative economic development policy is the development of economic activities based on individual creativity, skill, and talent to create creative and creative power of individuals with economic value and influence on the welfare of Indonesian society. In 2015, the president established a creative economic body (bekraf), a non-ministerial government institution which is under and responsible to the President through a minister in charge of government affairs in the field of tourism. Creative economy especially in Cirebon showcase the creativity of fashion field offering batik product that has high artistic value and has become part of Indonesian culture. The formulation of the problem as follows: how the development of creative economy in the field of fashion and what are the supporting and inhibiting factors in the development of creative economy in the field of fashion through the marketing mix (batik case study EB Traditional Cirebon) ?. The results of this study as follows: the existence of creative economy-based batik industry Trusmi Cirebon is enough to help the level of community welfare Trusmi and surrounding villages. Marketing mix becomes the limitation of creative economic development strategy done by batik EB Traditional Cirebon that is: product, price, promotion and place / distribution channel. There are supporting factors: Trusmi village is the center of batik industry located in Cirebon, and others are also inhibiting factors: the processing of batik waste or harmful dyes, the low interest of the community to learn batik and others. Keywords: creative economy, marketing mix, batik trusmi

Page 10 of 26 | Total Record : 253