cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari\'ah
ISSN : 23031573     EISSN : 25273876     DOI : -
Core Subject : Economy,
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is a peer-reviewed journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics of IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the field of accounting and finance that give significant contribution to the development of economic and sharia banking profession in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 248 Documents
Penerapan Dasar Akrual pada Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah Enriko Tedja Sukmana
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.953 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.2237

Abstract

AbstrakPenggunaan dasar akrual merupakan bentuk dari penerapan asumsi yang ada dalam penyusunan laporan keuangan. Model dasar akrual mengakui pendapatan dan biaya sebagai sesuai yang dimiliki meskipun belum diterima maupun dikeluarkan secara kas. Seperti halnya akuntansi pada umumnya, asumsi dasar pada akuntansi syariah juga mempergunakan dasar akrual, hal tersebut ditunjukkan pada perlakan akuntansi syariah dalam transaksi dengan akad syariah. Hal tersebut diatur pada ketentuan menyangkut penerapan akuntansi syariah pada lembaga keuangan syariah. Berdasarkan penerapan tersebut penggunaan dasar akrual terletak pada pengakuan keuntungan dari transaksi syariah. Pengakuan keuntungan transaksi sewa dan syirkah dilakukan terhadap keuntungan yang diperoleh dalam penyerahan aset non kas sebagai bagian dari kesepakatan. Sedangkan pada transaksi jual beli pengakuan keuntungan dilakukan saat serah terima barang dari lembaga keuangan syariah kepada pemesan sebagai pembeli.  Pengakuan dasar akrual pada akad jual beli dengan pengakuan keuntungan di awal memiliki resiko yang besar saat piutang tidak tertagih. Untuk menghindari itu lembaga keuangan syariah yang sebaiknya menghindari pengakuan keuntungan di awal terhadap piutang murabah}ah, dengan memilih alternatif metode pengakuan keuntungan lainnya.Kata kunci : Dasar akrual, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah. AbstractThe use of accrual basic is one of applying the assumptions contained in the preparation of financial statements. The accrual basic model recognizes income and expenses as recorded altought not yet received or issued in cash. Same with accounting in general, assumptions basic on sharia accounting also use accruals basic, it is shown in sharia accounting treatment in sharia transaction. The accrual basic reatment is arranged in the provisions of sharia accounting in Islamic financial institutions. Based on these provisions, the use of accrual basic done in the recognition of the benefits of sharia transactions. Recognition of profit lease and shirkah transactions is made to the profits derived in the transfer of non-cash assets as part of the agreement. Despite of that sale and purchase transactions recognition of profits made when the handover of goods from Islamic financial institutions to consumer. The treatment of accrual basic on the sale and purchase agreement with the recognition of early profits has a great risk when receivables are not collectible. To avoid that Islamic financial institutions should avoid early profits recognition of murabah}ah receivables, by choosing alternative methods of recognition of other profits.Key words : accrual basic, sharia financial institution accounting
Analisis Penetapan Harga Jual pada Pembiayaan Murabahah berdasarkan Perspektif Islam di Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Al-Falah Sumber Diana Djuwita; Dian Purnamasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.691 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1733

Abstract

Abstrak BMT Al-Falah merupakan Lembaga Jasa Keuangan Mikro Syariah yang berbadan hukum koperasi. Salah satu kegiatan BMT Al-Falah adalah menyalurkan dana dalam bentuk pembiayaan yang berbasis bai’ atau jual beli dengan akad murabahah, yang mana merupakan salah satu produk pembiayaan yang paling banyak digunakan oleh BMT, karena akadnya sederhana serta adanya keuntungan yang didapatkan BMT berupa margin. Margin keuntungan didapatkan atas dasar kesepakatan antara kedua pihak dengan prinsip keadilan, saling ridho dan tidak ada unsur paksaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik murabahah dan perhitungan penentuan harga jual pada pembiayaan murabahah di BMT Al-Falah Sumber.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian lapangan (field research). Penulis menjelaskan secara terperinci tentang penetapan harga jual pada pembiayaan murabahah berdasarkan perspektif Islam di BMT Al-Falah Sumber. Data yang disajikan berupa data primer dan sekunder, teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi untuk mengambil bukti dilaksanakannya data yang berkaitan dengan BMT Al-Falah Sumber dengan cara pengamatan langsung serta melakukan wawancara dengan informan. Selanjutnya dilakukan analisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian, penetapan harga jual murabahah di BMT Al-Falah Sumber menggunakan fixed rate dengan metode flat rate, yang mana penetapan margin dan hutang pokok yang dibebankan setiap bulan adalah sama sehingga pembayaran total cicilan setiap bulan besarnya tetap. Ditinjau dari hukum Islam, diperbolehkan bagi siapapun untuk mencari keuntungan tanpa ada batasan keuntungan tertentu selama mematuhi hukum-hukum Islam, serta menentukan standar harga sesuai dengan kondisi pasar yang sehat. Namun bila terjadi penyimpangan dan kesewenang-wenangan harga dengan merugikan pihak konsumen, maka tidak diperbolehkan. Menurut analisa peneliti di BMT Al-Falah dalam penetapan harga jual  sudah cukup baik dan sesuai dengan tuntunan syariah, karena mengacu pada Fatwa DSN No. 04/DSN-MUI/IV/2000 dan juga ditetapakan dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip penetapan harga jual yang sesuai pandangan Islam yaitu prinsip suka sama suka, saling ridha, prinsip kejujuran, dan prinsip keadilan. Kata kunci:    Baitul Maal wat-Tamwil, Murabahah, Penetapan Harga Jual, Perspektif Islam   Abstract BMT Al-Falah is Micro Sharia Finance Entity which has legal formal as koperasi. One kind of activity in BMT Al-Falah is distributing fund as finance whichis called bai’ with murabahah contract, which is one kind of product that dominant used in BMT because it has simple contract and there is profit which is taken by BMT as margin. Profit margin is taken by agreement between both of member and BMT with justice principle, mutual assent, and no compulsion.the aim of this research areto describe the practice of Murabahah and to determinate selling price of murabahah finance in BMT Al-Falah Sumber.Research methode which is used in this research is field research. Researchers make in detail about the sale price determination on murabahah financing based on Islamic perspective in BMT Al-Falah Sumber. The data presented in the form of primary and secondary data, data collection techniques using documentation techniques to retrieve evidence of the implementation of data related to BMT Al-Falah Source by way of direct observation and conduct interviews with informants. Furthermore, the analysis was done by qualitative descriptive analysis method.Based on the result of research, determining the selling price of murabahah in BMT Al-Falah Source using fixed rate with flat rate method, where the determination of margin and principal debt charged each month is the same so that the total repayment of monthly installment is fixed. Judging from Islamic law, it is permissible for anyone to seek profit without any limitation of certain advantages as long as comply with Islamic laws, as well as setting price standards according to healthy market conditions. However, if there is deviation and arbitrariness of the price by harming the consumer, it is not allowed. According to the analysis of researchers at BMT Al-Falah in determining the selling price is quite good and in accordance with the guidance of sharia, because it refers to the Fatwa DSN. 04 / DSN-MUI / IV / 2000 and also set by considering the principles of price fixing according to Islamic view of the principle of likes like, mutual pleasure, honesty principle, and the principle of justice. Kata kunci:    Baitul Maal wat-Tamwil, Murabahah, The Determination of  Selling Price, Islamic Perspective
PERAN PERGURUAN TINGGI ISLAM DALAM KONTEK EKONOMI ISLAM TERHADAP PENGEMBANGAN KURIKULUM JURUSAN PERBANKAN SYARI'AH U. Syafrudin; Ridwan Widagdo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.11 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i2.1609

Abstract

AbstrakPerguruan tinggi mengemban budaya akademik yang mempunyai kekhassan dalam beberapa aspek, di antaranya aspek social, aspek pembelajaran, aspek kompetensi, dan aspek kepribadian. Aspek-aspek tersebut menjadi inspirasi terwujudnya sebuah masyarakat akademik dengan nalar keilmuan yang lebih dewasa hadir di Perguruan Tinggi. Kurikulum merupakan suatu naskah panduan mengenai pengalaman yang harus didapatkan oleh para pelajar agar menjadi para lulusan berkompeten.  Oleh karena itu kurikulum diibaratkan sebagai “jalur pacu” atau “kendaraan” untuk mencapai tujuan pendidikan dan kompetensi lulusan. Berdasarkan itu, maka Kurikulum Ekonomi Syariah dibangun dengan memadukan antara ilmu-ilmu teoritis dengan praktis (30:70), ekonomi konvensional dengan ekonomi Syariah (40:60), Ilmu Keislaman (30 persen), Ilmu Kesyariahan (20 persen) – Ushul Fiqih, Qawaid Fiqhiyah fi al-Iqtishad, Ayat-Ayat dan Hadits Ekonomi Syariah, Fikih Muamalah dan Fikih Zakat dan Wakaf. Selain itu, kurikulumnya juga dilengkapi dengan ilmu-ilmu alat (30 persen), yang terdiri dari, bahasa (Arab/Inggris), ICT (Aplikasi Komputer), Matematika, Statistik dan Akuntansi. Peran  yang  paling  penting  yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi di Cirebon agar dapat bersinergi dengan perbankan syariah yang ada di Cirebon, Dalam proses   pembelajaran, penyusunan  harus  memuatkan  mata  kuliah  yang  mendukung  pencapaian  kompetensi lulusan dan memberikan keleluasaan  pada  mahasiswa  untuk memperluas wawasan dan memperdalam keahlian sesuai dengan   minatnya,    serta   dilengkapi   dengan deskripsi matakuliah,  silabus,  rencana pembelajaran,  dan evaluasi. Kata Kunci : Perguruan Tinggi Islam, Ekonomi Islam, kurikulum ,     Perbankan Syariah     Abstract                  Colleges carry out the academic culture that has kekhassan in several aspects, including social aspects, aspects of learning, competence aspects, and aspects of personality. These aspects become inspirational realization of an academic community with scientific reason more adults are available at the College. The curriculum is a draft guide on the experience that must be obtained by the students to become competent graduates. Therefore the curriculum described as "track racing" or "vehicle" for achieving educational goals and competencies of graduates.                 Based on that, the curriculum of Islamic Economics is built with a combination of theoretical sciences with practical (30:70), conventional economics to Islamic economics (40:60), Islamic Sciences (30 percent), Science Kesyariahan (20 percent) - Usul Fiqh , Qawaid fiqhiyah fi al-Iqtishad, Ayat-Ayat and Hadith Islamic Economics, Tenets Jurisprudence and Zakat and Waqf Jurisprudence. In addition, the curriculum also equipped with tools sciences (30 percent), which consists of, languages (Arabic / English), ICT (Computer Applications), Mathematics, Statistics and Accounting.           The most important role that must be carried out by universities in Cirebon in order to synergize with Islamic banking in Cirebon, in the learning process, the preparation must load courses that support the achievement of the competence of graduates and provide flexibility to students to broaden their horizons and deepen their expertise in accordance with interests, and is equipped with course descriptions, syllabi, lesson plans, and evaluations. Keywords: Islamic Institute of Islamic Economics, curriculum, Islamic Banking
Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Return on Asset (ROA) Bank Syariah di Indonesia Nisa Friskana Yundi; Heri Sudarsono
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.421 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v10i1.2759

Abstract

This study aims to analyze the effect of financial performance on profitability measured using Return On Assets (ROA) on Islamic Banking in Indonesia in the period 2010 to 2016 and prove the hypothesis. This study uses secondary data consisting of 7 years, from 2010 to 2016 obtained from Otoritas Jasa Keuangan (OJK) and Bank Indonesia (BI). The method of analysis used for this research is Vector Error Correction Model (VECM) consisting of stationary test, optimal lag test, cointegration test, stabilization test, impulse response function analysis, and variance decomposition. The analysis result of this research in long term CAR, FDR, NPG and BOPO have negative effect, while DPK have positive effect to ROA. While in short term CAR has no effect, while FDR, BOPO and DPK have negative effect and NPF have positive effect to ROA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan terhadap ROA yang diukur menggunakan Return On Asset (ROA) pada Perbankan Syariah yang ada di Indonesia dalam kurun waktu 2010 sampai dengan 2016 dan membuktikan hipotesis.  Penelitian ini menggunakan data sekunder yang terdiri dari 7 tahun, mulai tahun 2010 sampai dengan 2016 yang di peroleh dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Bank Indonesia (BI), Metode analisis yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan Vector Error Correction Model (VECM), yang terdiri dari uji stasioneritas, uji lag optimal, uji kointegrasi, uji stabilisasi, analisis impulse respons function, dan variance decomposition. Hasil analisis dari penelitian ini dalam jangka panjang CAR, FDR, NPG dan BOPO berpengaruh negative, sedangkan DPK berpengaruh positif terhadap ROA. Sedangkan dalam jangka pendek CAR tidak berpengaruh, sedangkan  FDR, BOPO dan DPK berpengaruh negative dan NPF berpengaruh  positif terhadap ROA
Physical Facilities, Guest Relations Programs, Clinical Quality Assurance sebagai Variabel Patient Satisfaction menuju Patient Loyalty Risdianto Risdianto
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.599 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.1832

Abstract

Abstrak Lima kriteria penentu kualitas jasa pelayanan yaitu reliability, responsiveness, assurance, emphaty, dan tangible dalam hubungannya dengan kepuasan. Dalam penelitian ini penulis mencoba menggunakan tiga variabel yang diungkapkan oleh Fish T. A, C. J Brown, K. Cannizaro dan B. Naftal yaitu  physical facilities,  guest relations programs dan clinical quality assurance sebagai variabel penentu patient satisfaction.Physical facilities, guest relations programs dan clinical quality assurance  secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang berarti terhadap kepuasan pengguna jasa pelayanan rawat inap pada Rumah Sakit Pertamina Cilacap yang dibuktikan dengan hasil perhitungan yang menunjukkan bahwa F hitung sebesar 103,7197 lebih besar dari F tabel sebesar 2,7253.  78,35 persen tingkat kepuasan yang diperoleh pengguna pelayanan jasa rawat inap pada Rumah Sakit pertamina Cilacap dipengaruhi oleh variable-variabel diatas, sedangkan pengaruh variabel lain yang tidak diteliti terhadap kepuasan pengguna pelayanan jasa rawat inap pada rumah sakit Pertamina Cilacap adalah sebesar  46,53 persen.   Guest relations programs secara parsial mempunyai pengaruh paling besar terhadap tingkat kepuasan pengguna jasa pelayanan rawat inap pada Rumah Sakit Pertamina Cilacap yang dibuktikan dengan hasil perhitungan yang menunjukkan bahwa koefisien jalur untuk  guest relations programs  sebesar 0,4298 lebih besar dibandingkan dengan koefisien jalur untuk physical facilities sebesar 0,2847 dan clinical quality assurance  sebesar  0,3403. Secara ekonomi dapat diartikan bahwa  guest relations programs  yang diperoleh pengguna pelayanan jasa secara langsung akan dapat berpengaruh pada kepuasan pasien sebesar 18,47 persen sedangkan pengaruh melalui hubungannya dengan  physical facilities sebesar 7,82 persen dan pengaruh melalui hubungannya dengan clinical quality assurance  sebesar  7,25 persen sehingga total guest relations programs akan dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pengguna pelayanan jasa rawat inap sebesar 33,54 persen.      Kata kunci:    physical facilities, guest relations programs, clinical quality assurance  Abstract Five criteria of service quality determinants are reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible in relation to satisfaction. In this study the author tries to use three variables expressed by Fish T. A, C. J Brown, K. Cannizaro and B. Naftal are physical facilities, guest relations programs and clinical quality assurance as variable determinant of patient satisfaction. Physical facilities, guest relations programs and clinical quality assurance jointly have a significant influence on the satisfaction of users of inpatient services at Pertamina Hospital Cilacap as evidenced by the results of calculations that show that F arithmetic of 103.7197 is greater than F table of 2.7253. 78,35 percent satisfaction level obtained by user of inpatient service at Pertamina Hospital of Cilacap influenced by the above variables, while the influence of other variable not examined to the satisfaction of user of service of inpatient at Pertamina hospital of Cilacap is equal to 46,53 percent. Guest relations programs partially have the most influence on the level of satisfaction of inpatient service users at Pertamina Hospital Cilacap as evidenced by the results of calculations indicating that the path coefficient for guest relations programs of 0.4298 is greater than the path coefficient for physical facilities of 0.2847 and clinical quality assurance of 0.3403. Economically, it can be interpreted that guest relations programs obtained by service users will directly affect the patient satisfaction of 18.47 percent while the influence through its relationship with physical facilities of 7.82 percent and the influence through its relationship with clinical quality assurance of 7.25 Percent so that total guest relations programs will be able to affect the user satisfaction rate of inpatient services by 33.54 percent.  Key words: physical facilities, guest relations programs, clinical Quality assurance
Studi Empiris Contagion Effect denganModel DCC MGARCH Yasir Maulana
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.576 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1636

Abstract

AbstrakArtikel ini berupaya menelaah contagion effect antara emerging market kepada developed market dengan menggunakan model DCC MGARCH dalam konteks krisis keuangan Asia 1998 dengan Thailand dan Indonesia sebagai negara benchmark. Hasil empiris pada penelitian ini memperlihatkan pada kondisi krisis Thailand dengan sepuluh negara maju dan berkembang menunjukkan adanya contagion effect di empat negara. Sedangkan pada saat  krisis di Indoneisa walaupun pencetusnya dari Thailand, justru memiliki efek yang lebih menyeluruh yaitu hanya satu dari sembilan negara yang tidak menunjukkan signifikansinya yaitu Malaysia. Kata kunci : Contagion effect, DCC MGARCH AbstractThis article attempts to examine the contagion effect between emerging markets and the developed market using the DCC MGARCH model in the context of the 1998 Asian financial crisis with Thailand and Indonesia as a benchmark country. The empirical results of this study show the conditions of Thailand's crisis with ten developed countries and Growing shows the existence of a contagion effect in four countries. While at the time of crisis in Indonesia though the originator of Thailand, it has a more comprehensive effect that is only one of the nine countries that do not show the significance of Malaysia. Keywords: Contagion effect, DCC MGARCH
“Pengaruh Pembiayaan Musyarakah Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Dan Peningkatan Pendapatan Nasabah” Mariana Mariana; Syafrudin Syafrudin
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.421 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v9i2.1678

Abstract

Abstrak Keberadaan BMT sangat berperan dan berpengaruh bagi masyarakat kecil karena dapat dijadikan sebagai sumber modal yang dapat digunakan untuk meningkatkan usaha agar menjadi berkembang dari sebelumnya serta terjadi peningkatan pada pendapatannya, tambahan modal tersebut disebut dengan sistem pembiayaan musyarakah (profit sharing). Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengatahui seberapa besar pengaruh pembiayaan musyarakah secara parsial terhadap usaha mikro dan peningkatan pendapatan nasabah di BMT Islamic Centre. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket. Dengan jumlah responden sebanyak 85 responden. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana, dengan pengujian validitas, pengujian reliabilitas, dan analisis determinasi, sedangkan pengujian secara parsial menggunakan uji t. Selain itu dilakukan juga uji asumsi klasik, dimana semua pengujian tersebut menggunakan alat bantu program SPSS versi 21. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas setiap item pernyataan pada variabel pembiayaan musyarakah, usaha mikro, dan pendapatan nasabah dinyatakan valid dan reliabel. Serta hasil dari uji asumsi klasik semua data terbebas dari uji normalitas dan uji linearitas. Pada uji t, variabel pembiayaan musyarakah secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap usaha mikro dengan nilai thitung > ttabel (3,039 > 1,663). Dan variabel pembiayaan musyarakah secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan nasabah dengan nilai thitung > ttabel (2,231 > 1,663). Dan koefisien determinasi (R2) 10% usaha mikro dipengaruhi oleh pembiayaan musyarakah serta 5,7% pendapatan nasabah dipengaruhi oleh pembiayaan musyarakah. Sedangkan sisanya 90% usaha mikro dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dicantumkan dalam penelitian ini, begitupun dengan pendapatan nasabah sebesar 94,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain juga. Kata Kunci: Pendapatan Nasabah, Usaha Mikro, dan Pembiayaan Musyarakah AbstractThe existence of BMT is very important and influential for the small community because it can be used as a source of capital that can be used to increase its business to be developed from the previous and there is an increase in income, additional capital is called the system of musyarakah financing (profit sharing). Therefore, this study aims to determine how much influence partial financing of musyarakah to micro business and increase customer income in BMT Islamic Center. This research uses quantitative approach. The data used in this study is primary data with data collection techniques through questionnaires. With the number of respondents as many as 85 respondents. Data analysis used simple linear regression, with validity testing, reliability testing, and determination analysis, while the test partially using the t test. In addition it is also done the classical assumption test, where all the tests using tools SPSS program version 21. Based on the results of validity and reliability test each item statement on musyarakah financing variables, micro business, and customer income declared valid and reliable. As well as the results of the classical assumption test all data are free of normality test and linearity test. In t-test, musyarakah financing variable partially significant to micro business with tcount> ttable (3,039> 1,663). And musyarakah financing variables partially significant effect on customer's income with tcount> ttable (2,231> 1,663). And the coefficient of determination (R2) 10% of micro business is influenced by musyarakah financing and 5.7% of customer's income is influenced by musyarakah financing. While the remaining 90% of micro business is influenced by other factors not listed in this study, as well as with customer income of 94.3% the rest is influenced by other factors as well. Keywords: Customer Revenue, Micro Business, and Musyarakah Financing
PENGARUH PROGRAM INKLUSI KEUANGAN BMT Al- FALAH TERHADAP TRANSAKSI RENTENIR finita rahmadani; Nur Eka Setiowati
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.951 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1756

Abstract

Abstrak UMKM di Indonesia bermanfaat dalam hal pendistribusian pendatapan masyarakat. Tetapi modal menjadi kendalanya. BMT ini diharapkan dapat menjadi penyokong UMK (Usaha Mikro Kecil) yang tentu seusai dengan prinsip syariah dan menggantikan praktik rentenir yang dianggap mencekik para ekonomi kecil dalam jeratan hutang yang berkepanjangan. Dalam hal ini salah satu BMT yang sedang berkembang di Cirebon adalah BMT Al-Falah Cabang Sumber berdiri sejak tahun 1995. Berdasarkan pertanyaan yang diajukan adalah mengetahui pelaksanaan program Inklusi keuangan BMT Al-Falah pada pedagang Pasar Sumber. Mengetahui pengaruh Pengaruh program inklusi keuangan BMT Al-Falah terhadap praktik rentenir pada pedagan dan mengetahui strategi-strategi yang dilakukan BMT Al-Falah untuk mengurangi praktik rentenir pada pedagang di Pasar Sumber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif. Beberapa teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket. Dalam penelitian ini diperoleh 20 orang anggota yang menjadi reponden. Hasil penelitian Pelaksanaan Program Inklusi Keuangan BMT Al-Falah pada pedagang di Pasar Sumber responden menyatakan Setuju sebanyak 52%, dari data didapatkan sebanyak 500 pedagang yang tergabung dalam mitra BMT Al-Falah. Dan 44 pedagang yang mengakses pembiayaan pada BMT Al-Falah. Dari hasil teknik analisis data menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman didapatkan bahwa data -0,426 data menyatakan hubungannya sedang, tanda (-) menyatakan bahwa Apabila Program Inklusi Keuangan BMT Al-Falah meningkat maka Transaksi rentenir menurun. Kata Kunci: Program Inklusi Keuangan Praktik Rentenir Abstract Micro, Small, Medium Enterprises in Indonesia adavantage about distribution society income. But the problem is capital. BMT in this situation to hope to be a support of MSE (Micro Small Business) which is certainly in accordance with the principles of shariah and to change Interest Transaction considers to worry for Micro Small Bussines in many debt. In this fact BMT who is to develop in Cirebon is Al-Falah’s BMT Sumber of Branch Office built unti 1995 years later. Based the question of the problem is to know implementation Financial Inclusion Program Al-Falah’s BMT on Seller in Sumber Market. To know the effect of Financial Inclusion Program Al-Falah’s BMT Concern at Interest Transaction adan to know strartegy about Al-Falah’s BMT do to reduce Interest Transaction on Seller in Sumber’s Market. This research use quantitative method. Some Collection Techniques such as observation, documentation and questionnaire. In this research get 20 people who become respondent.The results of the research are Fisrt implementation Financial Inclusion Program Al-Falah’s BMT on Seller in Sumber Market states aggre as many as 52%, based from data are 500 seller who is join in patner’s Al-Falah BMT. From result analysis data technique use Test Correlation Rank Spearman that -0,426, the data of the correlation is medium. Sign negative it is mean if Financilan Inclusion Program Al-Falah’s BMT Incrase, so Interest Transaction decline.   Keywords: Financial Inclusion Program, Interest Transaction
PENGARUH INTERNET BANKING TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN NASABAH PADA BANK BRI SYARIAH KCP ARJAWINANGUN H. Djohar Arifin
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.569 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i2.1610

Abstract

Abstrak Semakin pesatnya sistem teknologi ilmu komunikasi dan semakin mengglobalnya segala sistem telah mempermudah segala hal. Dengan menyikapi pemanfaatan internet dan hubungannya dengan peranan dan keberadaan hukum, hal ini tidak terkecuali juga dalam hubungannya dengan masalah munculnya pemanfaatan layanan Internet Banking dan data pribadi nasabah, dimana di beberapa Negara memandang perlu adanya pengaturan hukum. Hadirnya layanan Internet Banking ini merupakan suatu sarana media alternatif dalam memberikan kemudahan-kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi apapun dengan mudah, cepat, dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan semakin meningkat. Hal itu dapat dilihat dari semakin banyaknya masyarakat yang memilih menyimpan uangnya di bank dan menggunakan layanan Internet Banking karena sangat membantu sekali dalam kondisi apapun. Kata Kunci: Internet Banking, Tingkat Kepercayaan, Nasabah dan Perbankan Syariah Abstract The more rapidly the system of science and communication technology increasingly mengglobalnya all systems have made things easier. By addressing the use of the internet and its relation to the role and existence of the law, this is no exception in relation to the problem of the emergence of the use of Internet Banking services and personal data of customers, which in some countries views the need for legal arrangements. The presence of Internet Banking service is a means of alternative media in providing convenience for customers in any transaction easily, quickly, anywhere and anytime. Therefore, public confidence in the banking industry is increasing. It can be seen from the increasing number of people who choose to save money in the bank and use the Internet Banking service because it is very helpful in all conditions. Keywords: Internet Banking, Level of Trust, Customer and Sharia Banking
Determinan Pembiayaan UMKM di Indonesia Tahun 2011-2015: Pendekatan Generalized Method Of Moment (GMM) Sagitaria Saputri; Muhammad Ghafur Wibowo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.128 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v10i1.2809

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengidentifikasikan mengenai faktor pembiayaan yang menjadi isu penting pertumbuhan UMKM. Pembiayaan yang disalurkan setiap provinsi belum merata dan masih adanya gap. Sedangkan permodalan UMKM begitu penting dalam mengatasi kemiskinan, mengurangi pengangguran serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis generalized method of moment (GMM) Arellano Bond dengan periode penelitian dari Januari 2011 hingga Juni 2015. Dari hasil analisis GMM Arellano Bond dapat disimpulkan bahwa variabel internal perbankan syariah DPK dan NPF memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap pembiayaan UMKM. Sedangkan FDR memberi dampak positif signifikan terhadap pembiayaan UMKM. Kemudian variabel makroekonomi berupa IPI memberikan dampak positif signifikan terhadap pembiayaan UMKM. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan proporsi pembiayaan UMKM dengan mengoptimalkan dana pihak ketiga untuk ditempatkan pada sektor riil. Kata Kunci: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), perbankan syariah, GMM Arellano-Bond Abstract This research identifies the financing factor that is still an important issue of SMEs survival. The financing distributed by each province is not evenly distributed and there is existing gap. While the capital of SMEs is so important in overcome poverty and unemploymentas well as in increasing theeconomic growth. The  purpose of this research is to know the impact of internal variables of Islamic banking in the form of Third Party Fund (DPK), Financing to Deposit Ratio (FDR) and Non Performing Financing (NPF) and external variable of Islamic banking from Industrial Production Index (IPI) to SMEs financing. The method reference is Arellano Bond's generalized method of moment (GMM) analysis with the research period from January 2011 to June 2015. The objects of the research are five provinces with the largest SMEs financing in Indonesia. From the analysis of GMM Arellano Bond, it can be concluded those internal variables of Islamic bankingare NPF and DPK have a negative significant impact on SMEs financing. While the FDR gives a positive significant impact on the SMEs financing. Then macroeconomic variable in the form of IPI give positive significant impact to SMEs financing. This study recommends the importance of increasing the proportion of SMEs financing by optimizing third party funds to be placed on the real sector. Keywords:Small and Medium entreprises (SMEs), islamic banking, GMM Arellano Bond

Page 8 of 25 | Total Record : 248