cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari\'ah
ISSN : 23031573     EISSN : 25273876     DOI : -
Core Subject : Economy,
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is a peer-reviewed journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics of IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the field of accounting and finance that give significant contribution to the development of economic and sharia banking profession in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 248 Documents
MEMBANGUN KONSEP KERJA KERAS KREATIF BERBASIS SYARI’AH Layaman Layaman
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.247 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v6i2.262

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas penurunan konsep Kerja Keras Kreatif Berbasis Syari’ah. Latar belakang konsep ini diturunkan berdasarkan masih adanya fenomena pelanggaran etika oleh karyawan dalam bekerja. Konsep ini merupakan integrasi dari konsep work effort, human capital dan religiusity. Kerja Keras Kreatif Berbasis Syari’ah adalah keseluruhan usaha sungguh-sungguh penuh waktu dari individu untuk mencapai tujuan, dengan sumberdaya yang ada melalui ide, proses, prosedur dan cara baru dalam pekerjaan atau organisasi yang dilandasi dengan nilai-nilai islam. Kerja seperti ini berpotensi membentuk kualifikasi dan kualitas sumber daya insani yang unggul. Sumber daya insani yang menguasai  keterpaduan antara knowledge, skill dan ability  dengan komitmen moral dan integritas pribadi yaitu  shiddiq (benar dan jujur),  amanah  (terpercaya, kredibel),  tabligh  (komunikatif) dan fathanah  (cerdas) disamping berpengetahuan, berkemampuan dan memiliki ketrampilan. Key word: kerja keras, kreativitas, syari’ah
Teori-teori dalam Pengungkapan Informasi Corporate Social Responbility Perbankan Sri Rokhlinasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.156 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i1.217

Abstract

AbstrakTanggung jawab sosial atau Corporate Social responbility (CSR) sebagai sebuah gagasan, perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom line, yaitu nilai perusahaan (corporate value) yang direfleksikan dalam kondisi keuangannya (financial) saja. Tapi tanggung jawab perusahaan harus berpijak pada triple bottom line CSR merupakan bentuk tanggung jawab sosial tidak hanya pada perusahan industri saja namun jenis perusahaan lainnya seperti perbankan. Memandang CSR dapat dari berbagai perspektif, dalam artikel ini CSR dilihat dari berbagai teori terutama teori yang berkaitan dalam penelitian akuntansi. Kata kunci : teori agensi, stakeholder, legitimasi, sinyal AbstractSocial responsibility or Corporate Social Responsibility (CSR) as an idea, the company no longer faced with the responsibility that rests on the single bottom line, that is the value of the company (corporate value) which reflected its only financial condition (financial). But the responsibility of the company should be based on the triple bottom line CSR is a form of social responsibility not only in industrial companies alone but other types of companies such as banks. View CSR can be from a variety of perspectives, in this article CSR views of various theories, especially theories related to accounting research . Keywords : agency theory, stakeholder, legitimacy, signal
MANAJEMEN RISIKO PEMBIAYAAN MUDHARABAH PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH Abdul Aziz
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.911 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v6i1.252

Abstract

Abstrak Prinsip akad (kontrak) mudharabah yang paling mendasar adalah adanya saling keterbukaan antara kedua belah pihak (pemilik dana dengan nasabah) dalam hal untung dan rugi bisnis yang dijalankan. Karakteristik kontrak pada pembiayaan mudharabah adalah peran ganda mudharib, yakni sebagai wakil (agen) se- kaligus mitra. Mudharib menjadi agen untuk rabb al-mal dalam setiap transaksi yang dilakukannya pada modal, dan ia menjadi mitra rabb al-mal ketika mendapat keuntungan, karena mudharabah adalah kemitraan dalam keuntungan Produk mudharabah yang merupakan bagian penting dalam lembaga keuangan syariah, baik pada lembaga makro, seperti perbankan syariah, maupun lembaga mikronya, seperti Koperasi Syariah dirasa penting untuk dapat menjadi icon bagi pertumbuhan dan perkembangan lembaga berbasis Islam ini. Karenanya, suatu keniscayaan bagi lembaga tersebut untuk memberikan produk pembiyaan ini pada masyarakat. Di samping itu, pendampingan bagi lembaga tersebut akan lebih mempererat antara pihak shahibul mal (lembaga keuangan syariah) dengan mitranya, yaitu mudharib (pelaku usaha/nasabah). Hal ini tentunya adalah untuk, paling tidak meminimalisir risiko-risiko yang bakal terjadi. Kata Kunci : Akad, Prinsip, Pembiayaan dan Mudharabah
IMPLEMENTASI EXPERIENTIAL MARKETING STRATEGY PADA PERGURUAN TINGGI Dewi Fatmasari; Dikdik Harjadi
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.605 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i1.213

Abstract

AbstrakDitengah persaingan antar Perguruan Tinggi dalam merebut kepercayaan masyarakat, maka sudah selayaknya para pengelola Perguruan Tinggi terus berupaya mengkaji berbagai strategi yang kemudian dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Salah satu alternatif strategi yang dapat dikembangkan adalah Experiential Marketing yang mencoba memberikan perhatian yang lebih besar pada sisi emosional individu sebagai pendorong mereka dalam berperilaku. Kerangka analisis experiential marketing/pengalaman pemasaran terdiri dari dua aspek. Pertama adalah strategy experiential modules (SEMs) yang merupakan pondasi pengalaman pemasaran dan terdiri dari pengalaman melalui sensori panca indera (sense), pengalaman efektif (feel), pengalaman kognitif kreatif (think), pengalaman fisik dan keseluruhan gaya hidup (act), serta pengalaman yang timbul dari hubungan dengan kelompok referensi tertentu atau kultur tertentu (relate). Implementasi experiential marketing harus dilakukan secara terintegrasi oleh semua komponen di dalam kampus sebagai suatu rangkaian aktivitas yang terstruktur sehingga mampu memberikan suatu pengalaman yang positif bagi mahasiswa. Kondisi ini pada akhirnya akan menjadi evaluasi bagi setiap mahasiswa dalam kaitannya dengan semua aktivitas yang pernah dialaminya di dalam kampus. Kata Kunci : Experiential Marketing, pengalaman, kepercayaan AbstractAmid the competition among universities in the capture public confidence, then it should managers College continues to examine various strategies which can then be used as a basis for decision making. One alternative strategy that can be developed is Experiential Marketing that try to give greater attention to the emotional side of the individual as their driving behavior. Analytical framework experiential marketing / marketing experience consists of two aspects. The first is the strategy experiential modules (SEMS), which is the foundation of marketing experience and consists of sensory experience through the five senses (sense), effective experience (feel), creative cognitive experiences (think), physical experience and overall lifestyle (act), as well as experience arising from a relationship with a particular group or a particular culture reference (relate). Implementation of experiential marketing should be done in an integrated manner by all components in the campus as a structured set of activities so as to provide a positive experience for the students. This condition will eventually be an evaluation for each student in connection with any activity that ever happened in the campus. Keywords: Experiential Marketing, experiences, confidence
ANALISIS EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL DITENGAH HEGEMONI PASAR MODERN Dewi Fatmasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.463 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v5i2.240

Abstract

Pada saat ini pasar modern menjadi tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup modern yang berkembang di masyarakat kita. Tidak hanya di kota-kota besar tetapi sudah merambah sampai ke kota-kota kecil di Indonesia. Untuk menjumpai minimarket atau supermarket sudah sangat mudah di sekitar tempat tinggal kita. Tempat-tempat tersebut menyediakan fasilitas tempat belanja yang nyaman dengan harga yang tidak kalah menariknya. Berdirinya berbagai pusat perbelanjaan modern di Kuningan akhir-akhir ini adalah cermin dari perubahan gaya hidup masyarakat yang dulunya hanya berbelanja di pasar tradisional, sekarang mulai beralih berbelanja di pasar modern. Semakin banyaknya pasar modern yang menawarkan produk dan jasa, maka konsumen beranggapan akan memiliki semakin banyak pilihan yang tentu saja harus disesuaikan dengan tingkat daya beli (purchasing power) masing-masing.Dalam ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. Ada dua pelaku di pasar yaitu pembeli dan penjual. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber daya dalam masyarakat. Keberadaan Pasar Tradisional mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh pasar modern salah satunya adalah di pasar tradisional para penjual dan pembeli biasa melakukan tawar-menawar yang tidak biasa di lakukan di dalam pasar modern.Kata Kunci : Pasar tradisional, Pasar Modern, Konsumen.
Pemberdayaan Kewirausahaan Santri Berbasis Madrasah Santripreneur di Pondok Pesantren Darussalam Dewi Laila Hilyatin
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.382 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.202

Abstract

AbstrakMadrasah santripreneur merupakan model pengembangan pemberdayaan kewirausahaan santri yang memadukan empat unsur utama pesantren yaitu: kyai, santri, kurikulum, infrastruktur. Keempat unsur yang ada di pondok pesantren Darussalam memiliki potensi yang cukup besar. Potensi ini dapat dioptimalkan ketika keempat unsur saling bersinergi. Dukungan penuh dari kyai kepada santri untuk memanfaatkan infrastruktur (potensi ekonomi) dengan jaringan mitra pesantren dapat dikemas melalui kurikulum pesantren pada madrasah diniyyah.Kata Kunci: Madrasah santripreneur, Kewirausahaan. AbstractMadrasah santripreneur is a development the empowerment model of entrepreneurial students that combines four main elements,: kyai (teachers), students, curriculum, infrastructure. The fourth element in Darussalam boarding school has considerable potential. This potential can be optimized when the four elements of mutual are being synergy. Full support of kyai (teachers) for the students to take advantage of infrastructure (economic potential) with a network of partner schools can be packaged through pesantren curriculum in madrasah diniyyah.Keywords: Madrasah santripreneur, Entrepreneurship.
BEKERJA DALAM PERSFEKTIF EKONOMI ISLAM ( Suatu Kajian Tematik Hadist Nabawi ) eef saefullah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.114 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v6i2.237

Abstract

AbstrakSistem Ekonomi Islam tidak sekedar memandang kerja sebagai pendorong utama aktivitas perekonomian, tapi lebih dari itu kerja merupakan perbuatan mulia dalam rangka mewujudkan kemaslahatan individu dan masyarakat. Bekerja dalam sistem ekonomi Islam merupakan suatu keharusan sebagai kewajiban syara` dan dipandang sebagai bentuk ibadah bagi yang melakukannya. Sehingga segala bentuk pengangguran, termasuk meminta-minta dipandang sebagai perbuatan tercela.Bekerja mendapat perhatian khusus baik dalam Al-Qur`an maupun Hadits-Hadist Nabi Muhammad SAW. Kata Kunci : Kerja, Ekonomi, syariah dan hadis
DAMPAK BUDAYA TERHADAP MANAJEMEN nining wahyuningsih
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.433 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.482

Abstract

Abstrak Budaya merupakan pandangan tentang nilai dan dicerminkan oleh sikap dan perilaku dalam bekerja yang berdampak pada manajemen atau tindakan manajerial seorang pemimpin. Tiap organisasi memiliki budaya yang berbeda-beda, oleh karena itu seorang pimpinan suatu organisasi memiliki peran manajerial yang sangat penting karena berdampak pada maju mundurnya suatu organisasi, lembaga atau institusi.  Seorang pemimpin dijadikan contoh bagi anggotanya atau karyawannya, sehingga pemimpin atau manajer dapat berperan sebagai motivator, menjalin hubungan inter dan pengambil suatu keputusan. Tidak dipungkiri bahwa keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan tidak terlepas dari keberhasilan para pemimpin-pemimpin sebelumnya, oleh karena itu sikap atau perilaku yang positip akan memberi keuntungan bagi organisasi yaitu adanya budaya keras.  Budaya kerja yang positif memberikan dampak pada tindakan manajerial suatu organisasi. Kata kunci: budaya, manajemenAbstract Culture is a view of the value and reflected by the attitudes and behaviors at work that affect the management or managerial actions of a leader. Each organization has a different culture, therefore, a leader of an organization has a managerial role which is very important because it affects the reciprocation of an organization, agency or institution. A leader serve as an example for their members or employees, so that the leader or manager can act as a motivator, inter relationships and decision makers. No doubt that the success of an organization or enterprise is inseparable from the success of previous leaders, therefore, positive attitude or behavior that would benefit the organization that is the culture of hard. Positive work culture impact on managerial actions of an organization. Keywords: culture, management
PERSPEKTIF PENGASUH PESANTREN TERHADAP PEMAHAMAN BANK SYARI’AH DI KOTA CIREBON Toto Suharto
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.738 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v6i1.257

Abstract

AbstrakPesantren merupakan salah satu jenis lembaga pendidikan Islâm tradisional di Indonesia yang dijadikan asset pendidikan genuine bangsa Indonesia yang mampu bertahan hidup ditengah-tengah modernitas yang mempunyai sub kultur yang unik dan khas. Salah satu keunikannya adalah indepensinya yang kuat sehingga menjadikan pesantren itu dapat menjadi salah satu contoh self governing school atau autonomous school di mana kyai dengan leluasa mengekspresikan ide-idenya dalam menjalankan semua aktifitas pesantren dengan tujuan utama meningkatkan kemampuan santri.Kendati sementara ini masih ada kelompok kyai yang bersikap pasif terhadap eksistensi dan praktik perbankan syariah, namun bersamaan dengan itu pula ternyata masih banyak komunitas kyai yang mau menerima kehadirannya selama praktik perbankan itu benar-benar sesuai dengan koridor syariah. Penelitian ini ingin melihat dan memaparkan bagaimana perspektif pengasuh pesantren terhadap pemahaman bank syariah di kota Cirebon. Dan ternyata dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi pengasuh pesantren terhadap keberadaan bank syariah khususnya dalam hal produk, prinsip dan operasional berpandangan yang berbeda-beda. Bahkan ada yang menganggap bahwa bank syariah masih sama dengan bank konvensional. Kata kunci : Pesantren, Perbankan syariah, Pandangan kyai, prinsip Syariah
ANALSIS RISIKO PEMBIAYAAN MUSYARAKAH LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH Abdul Aziz
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.796 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i1.218

Abstract

Abstrak Dalam setiap pembiayaan pasti ada risiko yang timbul sebagai akibat kegagalan pihak memenuhi kewajibannya. Pada bank umum, pembiayaan disebut pinjaman, sementara di bank syariah disebut pem-biayaan, sedangkan untuk balas jasa yang diberikan atau diterima pada bank umum berupa bunga (interest loan atau deposit) dalam persentase yang sudah ditentukan sebelum-nya. Pada bank syariah, tingkat balas jasa terukur oleh sistem bagi hasil dari usaha. Selain itu, persyaratan pengajuan kredit pada perbankan syariah lebih ketat dari perbankan konven-sional sehingga risiko kredit dari perbankan syariah lebih kecil dari perbankan konvensional. maka dapat dikatakan bahwa risiko pembiayaan musyarakah pada lembaga keuangan syariah adalah suatu yang normal mengingat bahwa di setiap bisnis apa pun dan dimanapun potensi risiko pasti ada. Walau demikian, terjadinya risiko yang tentu dapat menghadang dapat dihadapi dengan berbagai cara. Misalnya, risiko itu langsung dihadapi dengan cara mempersiapkan diri dengan mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, atau dengan cara mentransfer sebagian tanggungan melalui lembaga asuransi. Dimana risiko pembiayaan musyarakah, baik yang berupa wanprestasi, risiko likuiditas, risiko pasar, risiko operasional atau pun lainnya memang akan berdampak pada besar kecilnya kerugian yang akan didapat. Karena itu, pengelolaan atas risiko tersebut menjadi penting. Demikian pula pengendalian risiko pembiayaan musyarakat terhadap risiko kredit dan risiko operasilan pada lembaga keuangan syariah harus menjadi perhatian bagi para pengelola lembaga keuangan tersebut. Keywords : Risiko, Pembiayaan, Musyarakah dan Mudharabah. Abstract   In any financing there must be a risk that arises as a result of failure by a counterparty to fulfill its obligations. At commercial banks, the financing referred to loans, while in Islamic banks are called estab-financing, while for the remuneration given or received at commercial banks in the form of interest (interest loan or deposit) within a specified percentage before her. Islamic bank, measured by the level of remuneration for the results of the business system. In addition, the credit application requirements more stringent Islamic banking from banking Convent-sional so that the credit risk of Islamic banking is smaller than conventional banking. it can be said that the risk of Musharaka financing in Islamic financial institutions is a normal considering that in any business whatsoever and wherever there is definitely potential risks. However, the occurrence of certain risks that can confront can be dealt with in various ways. For example, the risk was immediately faced with how to prepare to prepare for the possibilities that occur, or by transferring the majority of dependents through insurance agencies. The same thing can be found in the risk of Musharaka financing in Islamic financial institutions. Therefore, the management of such risks is important. Similarly, risk control musyarakat financing to credit risk and risk operasilan on Islamic financial institutions should be a concern for the managers of the financial institutions.Keywords: Risk, financing, Musharakah and Mudarabah.

Page 6 of 25 | Total Record : 248