cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari\'ah
ISSN : 23031573     EISSN : 25273876     DOI : -
Core Subject : Economy,
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is a peer-reviewed journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics of IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the field of accounting and finance that give significant contribution to the development of economic and sharia banking profession in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 248 Documents
PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA, NILAI TUKAR/KURS, DAN IHSG TERHADAP HARGA SAHAM SYARIAH PENDEKATAN ERROR CORRECTION MODEL Ayus Ahmad Yusuf
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.154 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v6i1.247

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to analyze the short and long run relationship between four macro economic variables, inflation, interest rate, exchange rate, and JCI on Sharia Stock Price. The data for assessing this research are acquired from the monthly financial reports published by Bank Indonesia, Central Bureau of Statistics and Indonesia Stock Exchange from January 2006 to December 2013. The Method and statistical analysis in this research used stasionarity test, The Classical Assumptions Test, Cointegration Test, Error Correction Model Test and The Test Of Significance. The data analyzing performed by statistical data processing software Eviews 4.The research shows that partially there are a relationship negative between inflation, interest rate,and exchange rate on sharia stock price in the long term. And JCI positive effect on sharia stock  price. And than partially there are a relationship negative between inflation, interest rate and Exchange rate on sharia stock price in the short term. While JCI positive effect on sharia stock price in the short term. Simultaneous there are a relationship between inflation, interest rate, exchange rate and JCI on Sharia Stock Price in the long trem and short term.  It’s mean macro variables can be used to  perdic movements sharia stock price in the long term and short term.Key Word : Inflation, Interest Rate, Exchange Rate, JCI, Sharia Stock Price, Error Correction Model
Reiventing Bank Sampah: Optimalisasi Nilai Ekonomis Limbah Berbasis Pengelolaan Komunal Terintegrasi Sugeng Riyadi
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.073 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.208

Abstract

AbstrakSampah selama ini dipandang sebagai residu gaya hidup konsumerisme yang tidak bermanfaat. Sementara di sisi lain, sistem pengelolaan konvensional dipandang tidak mampu untuk menanggulangi sampah. Hal ini mengingat semakin tingginya volume produk sampah tidak berbanding dengan lokasi pembuangannya.Pada titik ini, kehadiran bank sampah yang dikelola secara integrasi oleh komunitas-komunitas masyarakat semakin dibutuhkan adanya. Lembaga bank sampah nantinya akan mengepul sampah dari masyarakat yang telah terklasifikasi untuk ditabung. Artinya ada fungsi investasi di sini. Dan dana tabungan sampah itu nantinya juga akan kembali kepada nasabah itu sendiri. Bank sampah menjadi solusi tengah yang saling menguntungkan. Suatu komunitas masyarakat akan merasakan lingkungan yang bersih dan sehat dan manfaat investasi dari sampah hasil konsumsi mereka. Dalam hal ini kehadiran para pengampu kepentingan (stakeholders) seperti pemerintah, tokoh masyarakat dan pemerhati lingkungan mutlak adanya. Kata Kunci: Sampah, Bank Sampah, Nilai Ekonomis Abstract Garbage has been seen as a lifestyle consumerism residues that are not useful. While on the other hand, the conventional management system is deemed not able to cope with the garbage. This is because the higher volume of waste products are not proportional to the disposal location. On this point, the presence of garbage bank managed the integration of the communities are increasingly required their community. Bank institutions will be steaming garbage bins from people who have been classified for savings. It means that there is a function of investment here. And a savings fund that garbage will also be returned to the customer itself. Bank of waste into the middle of a mutually beneficial solution. A community will feel clean and healthy environment and investment benefits of garbage result of their consumption. In this case the presence of stakeholders (stakeholders) such as government, community leaders and environmentalists absolute existence. Keywords: Waste, Waste Bank, Economic Value
Penilaian Kinerja Perbankan Syariah Ridwan Widagdo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.628 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v5i1.235

Abstract

AbstraksAktivitas perbankan syariah selalu berkaitan dalam bidang keuangan, hal yang ada kaitannya dengan kondisi keuangan bank dimana bank tersebut likuid atau tidak likuid, dengan melakukan penilaian terhadap likuiditas bank dapat diketahui kinerja dan kondisi keuangan pada suatu periode tertentu.  Baik dari sisi eksternal yang menyangkut kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban terhadap pihank ketiga maupun dari sisi  internal bank syariah dalam mengelola kecukupan dana yang disalurkan serta pengembaliannya.   Key words: Laporan keuangan , kinerja perbankan syariah, rasio likuiditas
Perlakuan PSAK 107 Terhadap Produk Gadai Emas di Bank Jabar Banten (BJB) Syariah wartoyo wartoyo; David Viansyah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.937 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.668

Abstract

Abstrak Produk gadai emas pada perbankan syariah merupakan fasilitas pembiayaan dengan jaminan berupa emas dengan mengikuti prinsip gadai. Emas tersebut ditempatkan dalam penguasaan dan pemeliharaan bank. Akad yang digunakan dalam gadai syariah yaitu akad qardh, akad rahn dan akad ijarah. Penerapan biaya ijarah pada setiap Bank Syariah mempunyai mekanisme yang berbeda-beda, hal tersebut karena Bank Indonesia tidak mengatur bagaimana perhitungannya, maka hal itu memberikan suatu kebebasan bagi bank syariah untuk menentukan metode perhitungan biaya ijarah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perlakuan PSAK 107 pada produk gadai emas, apakah akuntansi gadai emas pada perbankan syariah telah sesuai dengan PSAK 107 atau sebaliknya PSAK 107 memiliki kekurangan dalam penerapan akuntansi pada produk gadai emas. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan akuntansi gadai emas syariah khususnya pada akad ijarah di BJB Syariah KCP Jatibarang yang diatur pencatatan dalam SK : 102/SK/DIR-BSS/2011 sudah memenuhi perlakuan akuntansi menurut PSAK 107, baik dalam hal  penyusutan, pendapatan sewa, beban, piutang, biaya perbaikan, penyajian dan pengungkapan. Sedangkan mengenai, biaya perolehan, jual-dan-ijarah, ijarah lanjut, dan perpindahan kepemilikan objek ijârah dalam ijârah muntahiya bi al-tamlîk tidak berlaku pada akad atau akuntansi ijarah yang berada pada transaksi gadai. Akad ijarah yang menjadi salah satu akad pada gadai emas syariah sebaiknya diubah dengan akad wadiah yad-amanah, karena objek ijarah atau barang yang disewakan untuk nasabah merupakan suatu aset inventaris tetap milik suatu perbankan yang berupa brankas penyimpanan untuk emas yang menjadi objek gadai. Kata kunci: PSAK 107, gadai emas, ijarah              Abstract                Gold mortgage product on Islamic banking is a financing facility with collateral in the form of gold by following the principles pledge. Gold is placed in the control and maintenance of the bank. Akad used in syariah pawn is qardh, Rahn contract and the contract of Ijarah. The application fee at any Bank Syariah Ijarah has a different mechanism, it is because Bank Indonesia does not regulate how the calculation, it gives a freedom for Islamic banks to determine Ijarah fee calculation method. The purpose of this study to determine the treatment of SFAS 107 on a gold mortgage products, whether the accounting gold pawn on Islamic banking in accordance with SFAS 107 or SFAS 107 otherwise lacking in the application of accounting on a gold mortgage products. The methodology used in this study is a qualitative method of data collection techniques are observation, interviews and documentation. From the results of the study showed that the accounting treatment of gold pawn sharia, especially in the contract of Ijarah in BJB Syariah KCP Jatibarang set recording in SK: 102 / SK / DIR-BSS / 2011 already meet the accounting treatment under SFAS 107, both in terms of depreciation, rental income, load, accounts receivable, cost of repairs, presentation and disclosure. As for the costs of acquisition, sale-and-Ijara, Ijara further, and transfer of ownership of the object in the Ijarah Ijarah muntahiya bi al-Tamlik not apply to the accounting Ijara contract or who are at pawn transactions. Akad Ijarah which became one contract on gold pawn sharia should be amended with the agreement wadiah yad-trust, because the object of Ijara or goods that are rented to customers is an asset inventory and equipment owned by a bank in the form of a safety deposit box for gold which becomes the object of pledge. Keywords: PSAK 107, pawning gold, Ijara 
KEBIJAKAN DISTRIBUSI DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI ISLAM Naerul Edwin Kiky Aprianto
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.491 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i2.990

Abstract

Pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari keadilan distribusi bagi setiap individu. Namun pada realitanya, nampak terjadi ketidakadilan dan ketimpangan dalam pendistribusian pendapatan dan kekayaan, sehingga berdampak pada peningkatan jumlah kemiskinan. Kebijakan distribusi dalam Islam menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan yang didasarkan pada al-Qur’an, yakni agar kekayaan tidak beredar hanya pada satu kelompok saja. Untuk itu, tulisan ini menyimpulkan bahwa kebijakan distribusi dalam pembangunan ekonomi Islam menekankan pada penghapusan sistem bunga (ribawi) yang hanya menguntungkan pihak yang bermodal dan berakibat pada penumpukan harta pada golongan tertentu. Selain itu, masyarakat dituntut untuk menyadari akan peran pentingnya menciptakan keadilan distribusi dan mempersempit kesenjangan ekonomi dengan menunaikan zakat, infak, sedekah, wakaf dan waris, sehingga dapat dioptimalkan sebagai sumber pembiayaan pembangunan ekonomi. Kemudian, yang tidak kalah penting dalam kebijakan distribusi adalah dengan mengoptimalkan sukuk sebagai sumber pembiayaan pembangunan negara dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat
PRINSIP TABARRU’ Teori dan Implementasi di Perbankan Syariah Arif Fauzan
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.023 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i2.1115

Abstract

AbstrakAkad tabarru’ ini adalah akad-akad untuk mencari keuntungan akhirat, karena itu bukan akad bisnis. Jadi akad ini tidak dapat digunakan untuk tujuan-tujuan komersil. Bank syariah sebagai lembaga keuangan yang bertujuan untuk mendapatkan laba tidak dapat mengandalkan akad-akad tabarru’ untuk mendapatkan laba. Bila tujuan kita adalah mendapatkan laba, gunakanlah akad-akad yang bersifat komersil yakni akad tijarah. Namun demikian, bukan berarti akad tabarru’ sama sekali tidak dapat digunakan dalam kegiatan komersil. Bahkan kenyataannya, penggunaan akad tabarru’ sering sangat vital dalam transaksi komersil, karena akad tabarru’ ini dapat digunakan untuk menjembatani atau memperlancar akad-akad tijarah. Pada prinsipnya akad tabarru’ adalah akad nirlaba (not profit transaction) yang tidak mengambil keuntungan dari aktifitas yang dijalankan oleh bank syariah.Kata Kunci : Akad, Tabarru, Muamalah, Bank SyariahAbstract        Tabarru this contract is a contract-for-profit hereafter, because it is not a business contract. So this contract can not be used for commercial purposes. Islamic bank as a financial institution that aims to make a profit can not rely contracts tabarru for a profit. If our goal is profit, use contracts commercial character that tijarah contract. However, that does not mean the contract tabarru absolutely can not be used in commercial activities. A matter of fact, the use of contract tabarru often very important in commercial transactions, because the contract tabarru can be used to facilitate or expedite tijarah contracts. In principle tabarru contract 'is a contract of non-profit (not profit transaction) are not taking advantage of the activities run by the syariah bank. Keywords : Contract, Tabarru, Muamalah, Syariah bank
ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA BANK BJB SYARI’AH CABANG CIREBON Layaman Layaman; Sofwatun Nidak
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.782 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i2.1068

Abstract

Abstrak Perkembangan pesat yang terjadi dalam usaha bisnis perbankan berbasis syari’ah mengakibatkan meningkatnya daya saing lembaga perbankan syari’ah. Berdasarkan data rekapitulasi nilai Key Performance Individual pada triwulan III dan triwulan IV tahun 2015 mengartikan bahwa kinerja karyawan bank BJB syariah cabang Cirebon mengalami penurunan dari triwulan III ke triwulan IV.  Ini menunjukan bahwa pengelolaan SDM karyawan bank BJB syari’ah cabang Cirebon perlu mendapatkan perhatian agar tujuan dari bank BJB syari’ah untuk menjadi 5 bank umum syari’ah terbesar, sehat dan berkinerja baik di Indonesia bisa dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada bank BJB syari’ah cabang Cirebon. Dimana bank BJB syari’ah cabang Cirebon ini sedang berusaha mengelola SDM agar mampu mencapai tujuan perusahaan sesuai visi dan misi yang ditetapkan.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan SPSS versi 21, metode pengambilan sampel adalah nonprobability sampling dengan teknik sampling jenuh, dimana semua anggota populasi sebanyak 38 karyawan bank BJB syari’ah cabang Cirebon dijadikan sebagai sampel. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan penyebaran kuesioner. Teknik pengujian data  yang  digunakan  adalah uji Instrumen validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji parsial t dan uji simultan F.Berdasarkan  hasil  analisis  dapat diketahui bahwa kompetensi dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh positif  dan  signifikan  terhadap kinerja karyawan dengan fhitung (10,714) > ftabel (3,27) dengan tingkat signifikan di bawah 0,05. Selain itu, kompetensi dan lingkunga kerja secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan, dimana kompetensi didapat thitung (2,283) > (1,688) dengan tingkat signifikan 0,029 dan untuk lingkungan kerja diperoleh thitung (2,793) > (1,688) dengan tingkat signifikan 0.008. Kata Kunci: Kompetensi, Lingkungan Kerja dan Kinerja Karyawan.
MEMBANGUN SIKAP DAN ETOS KERJA nining wahyuningsih
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.721 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i2.484

Abstract

AbstrakSikap kerja tercermin dari perilaku dalam bekerja.  Untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan oleh suatu organisasi atau perusaahaan maka dibutuhkan pandangan yang positif tentang kerja.  Pandangan  dan sikap yang positif akan membentuk etos kerja yang baik.  Etos kerja merupakan cara individu memberikan ekspresi terhadap kerja yang dapat menjadi pendorong atau penggerak untuk meraih keberhasilan.  Kekuatan pendorong atau penggerak dapat menciptakan seseorang untuk siap dalam bekerja bahkan bekerja keras.  Untuk itulah sikap dan etos kerja perlu dibangun oleh setiap orang dalam organisasi, institusi atau lembaga agar mampu berkompetitif dan lebih unggul.    Kata kunci: sikap, etos kerjaAbstract Work attitude reflected in the behavior in the work. To achieve the goals that have been formulated by an organization or perusaahaan it takes a positive view of the work. The views and a positive attitude will form a good work ethic. The work ethic is an individual way of giving expression to the work that can be a driving force or the driving force for success. The driving force or driving can create a person to be ready to work even hard work. For that attitude and work ethic needs to be built by everyone in the organization, institution or agency to be able to be competitive and superior.   Keywords: attitude, work ethic
Analisis Penggunaan Metode Pencatatan Cash Basis dan Accrual Basis Pada Transaksi-transaksi di Bank Syariah Ayus Ahmad Yusuf; Neni Nurhayati
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.555 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1371

Abstract

AbstrakMetode pencatatan  Cash Basis adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar yang digunakan untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan, sedangkan pendapatan  dan  beban  dalam  accrual  basis  diakui  pada saat terjadinya  transaksi  dan  dicatat  untuk  suatu  periode,  sehingga  mengakui  adanya konsep realisasi dan penyesuaian.Saat ini bank syariah secara umum telah mencatat transaksi-transaksi berdasarkan metode pencatatan atas  dasar akrual, kecuali Laporan Arus Kas dan penghitungan pendapatan untuk tujuan pembagian hasil usaha. Metode cash basis  mereka gunakan dalam perhitungan bagi hasil yang akan dibayarkan dengan cara merekonsiliasi pendapatan atas dasar akrual dari setiap transaksi menjadi bentuk pencatatan basis kas, Hal ini dilakukan karena perbankan syariah tidak dibenarkan mendistribusikan pendapatan atau keuntungan yang bukan menjadi hak perbankan syariah. Laporan ini akan mengeliminasi pendapatan yang diperoleh berdasarkan basis akrual dan mengakui pendapatan yang seharusnya diperoleh pada periode berjalan.Bank syariah dalam pencatatan transaksi-transaksinya telah mematuhi prinsip-prinsip syariah yaitu dengan berpedoman pada PSAK No. 101-110 tentang Perbankan Syariah. Yaitu secara umum bahwa transaksi-transaksi di bank syariah dicatatat berdasarkan metode pencatatan atas  dasar akrual, kecuali Laporan Arus Kas dan penghitungan pendapatan untuk tujuan pembagian hasil usaha. Dalam penghitungan pembagian hasil usaha didasarkan pada pendapatan yang benar-benar terjadi yaitu dengan menggunakan metode pencatatan cash basis. Keywords: Cash Basis, Accruel Basis dan Bank SyariahAbstract                Recording method Cash Basis is the basis of accounting that recognizes the effect of transactions and other events on a cash or cash equivalent is received or paid are used for the recognition of revenue, expenditure and financing, while revenues and expenses in the accrual recognized at the transaction date and recorded for a period , thus acknowledging the existence of the concept of realization and adjustment.               Currently the Islamic banks in general have recorded transactions based method of recording on an accrual basis, except Cash Flow Statement and income calculation for the purpose of sharing the results of operations. Cash basis method they use in calculating the results of which will be paid by way of reconciling revenue on the accrual basis of each transaction into a form of recording cash basis, This is done because Islamic banking is not allowed to distribute income or profit that does not belong to Islamic banking. This report would eliminate the income earned on the accrual basis and recognizes revenue that should be obtained in the current period.               Islamic banks in recording transactions-transactions are in compliance with Islamic principles that guided by SFAS No. 101-110 on Islamic Banking. Ie in general that the transactions in Islamic banks dicatatat based method of recording on an accrual basis, except Cash Flow Statement and income calculation for the purpose of sharing the results of operations. In calculating the distribution of the results of operations are based on the income that is really happening is by using the cash basis method of recording. Keywords: Cash Basis, Basis and Bank Syariah Accruel
Analisis Pengaruh Margin Dan Personal Selling Terhadap Minat Nasabah Layaman Layaman; Pritha Nilamsari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.609 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v10i1.1694

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena Lembaga keuangan yang tidak dapat menjangkau lapisan masyarakat dari golongan ekonomi ke bawah. Akibatnya 70 % s/d 90 % kekosongan ini diisioleh lembaga keuangan non formal, termasuk yang ikut beroperasi adalah para rentenir dengan mengenakan suku bunga yang sangat tinggi. Untuk menanggulangi kejadian-kejadian seperti ini perlu adanya usaha dari lembaga keuangan untuk meningkatkan minat masyarakat membeli produk-produk yang dikeluarkan oleh Bank, yaitu dengan prinsip bagi hasil atau margin pembiayaan dengan melakukan strategi promosi yang handal. Maka dari itu diadakan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh margin dan personal selling terhadap minat nasabah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data primer dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuisioner. Responden yang digunakan 71 orang, yaitu nasabah yang menggunakan produk warung mikro BSM di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Majalengka. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan menggunakan alat bantu program SPSS versi 21.Hasil uji menunjukkan bahwa tingkat margin berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah dan personal selling berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah membeli produk-produk yang dikeluarkan oleh Bank. Kata Kunci : Margin, Promosi, dan Minat Nasabah        AbstractThis research is motivated by the phenomenon of financial institutions that can not reach the layers of society from economic class down. As a result, 70% to 90% of vacancies are filled by non-formal financial institutions, including those involved in moneylenders who wear very high interest rates. To cope with such occurrences, it is necessary for the business of financial institutions to increase the public interest in purchasing products issued by the Bank, ie by the principle of profit sharing or financing margin by conducting a reliable promotional strategy. Therefore, this study aims to find out how the influence of margin and personal selling on the interests of customers.The method used in this study is to collect primary data with data collection techniques through questionnaire distribution. Respondents are used 71 people, namely customers who use products BSM micro shop in Bank Syariah Mandiri Majalengka Branch Office. Data analysis using multiple linear regression using SPSS program tool version 21.The test results indicate that the margin level significantly influence the interest of customers and personal selling significantly influence the interest of customers to buy products issued by the Bank. Keywords: Margin, Promotion, and Interest of Customer

Page 7 of 25 | Total Record : 248