cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari\'ah
ISSN : 23031573     EISSN : 25273876     DOI : -
Core Subject : Economy,
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is a peer-reviewed journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics of IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the field of accounting and finance that give significant contribution to the development of economic and sharia banking profession in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 248 Documents
Mendesain Nilai Syariah Dalam Asuransi Alvien Septian Haerisma
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.715 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v5i2.239

Abstract

AbstrakSalah satu bentuk lembaga keuangan syariah selain perbankan syariah adalah asuransi syariah atau yang sering dikenal dengan sebutan takaful. Asuransi disebut juga at-ta'min dalam bahasa arab yang bermakna perlindungan, ketenangan, rasa aman, dan bebas dari rasa takut, dan penanggung disebut mu'ammin, sedangkan yang tertanggung disebut mu’amman lahu atau musta’min. Salah satu alasan dari kemunculan asuransi syariah adalah pandangan syariah Islam terhadap asuransi konvensional yang dinyatakan keharamannya (karena adanya riba, gharar, dan maysir). Disisi lain, asuransi merupakan kebutuhan masyarakat saat ini. Sehingga, keberadaan asuransi syariah adalah suatu jawaban atas kebutuhan umat Islam. Kata kunci: asuransi, at-ta’min, asuransi syariah
Pola Pemberdayaan Ekonomi Umat di Organisasi Masyarakat Muhammadiyah Kota Cirebon Alvien Septian Haerisma
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.992 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.201

Abstract

AbstrakOrmas secara umum memiliki fungsi yang sama guna memberdayakan anggotanya juga masyarakat lain, hal ini sesuai dengan Pasal 6 UU No. 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan. Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Cirebon menunjukkan keberadaannya sejak tahun 2006 di berbagai bidang diantaranya keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya dan lainnya. Metode penelitian yang akan di lakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yakni metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Data dan sumber data terbagi 2 yaitu: data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi partisipan, wawancara mendalam atau indept interview, dokumentasi. Dari penelitian ini diktemukan pola-pola pemberdayaan ekonomi (Kasus Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Cirebon) yaitu: 1. Membangun kesadaran dan kekuatan ekonomi umat, 2. Pembentukan dan pengembangan Koperasi Syariah “INSAN MULIA”, 3. Penggalangan kerjasama dan jaringan. Kendala-kendala yang dihadapi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Cirebon dalam pemberdayaan ekonomi umat yaitu: 1. Paradigma berfikir, 2. Banyaknya sumber daya manusia yang purna waktu, 3. Penyadaran pada umat seperti faktor modal atau biaya, 4. Sumber daya manusia yang bersifat mobilitas ekonomi personal terbatas. Kata Kunci: Ormas, Pemberdayaan, Ekonomi, Umat dan Masyarakat. Abstract          Organizations in general have the same function in order to empower the members of other communities as well, this is in accordance with Article 6 of Law No. 17 Year 2013 About the Social Organization. Muhammadiyah Regional Leadership Cirebon city shows its existence since 2006 in various fields including religion, education, health, economic, social, cultural and others. The method of research that will be done in this study is a qualitative approach, the research methods were used to examine the condition of natural objects. Data and data sources divided by 2 is: primary data and secondary data. Data collection techniques with participant observation, in-depth interviews or indept interview, documentation. The research results of the discussion and Muhammadiyah Regional Leadership Cirebon city in the economic empowerment of the people as follows: Patterns of economic empowerment (Case Muhammadiyah Regional Leadership Cirebon), namely: 1. Build awareness and economic power of the people, 2. Establishment and development of Islamic Cooperation "INSAN MULIA ", 3. Mobilization of cooperation and networking. Constraints faced by Muhammadiyah Regional Leadership Cirebon city in the economic empowerment of the people, namely: 1. The paradigm of thinking, 2. The number of human resources full time, 3. Awareness on people such factors or cost of capital, 4. Human resources are personal economic mobility is limited. Keywords: Organizations, Empowerment, Economy, People and Society.
SUMBER DAYA INSANI DAN ETOS KERJA DALAM BIDANG BISNIS SYARIAH Moch Endang Djunaeni
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.092 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v5i1.230

Abstract

AbstrakPrestasi merupakan hal yang mutlak diperlukan dalam dunia bisnis. Setelah bekerja keras untuk menggapai prestasi, dengan sendirinya prestise atau gengsi akan muncul. Untuk mencapai puncak karir, seorang harus menempuh perjalanan setapak demi setapak, untuk mencapai puncak karir dimasa depan dari tertanamnya rasa kerja keras. Hingga akhirnya sampai kesebuah tahapan pandai berkomunikasi. Delapan modal tersebut menjadi sarana agar insan manusia dapat berusaha diberbagai bidang dan tidak menyimpang dari aturan-aturan berlaku serta selalu berfikir kreatif, inovatif berdiri diatas kaki sendiri, selalu seimbang antara usahanya didunia maupun diakhirat, pandai melihat peluang, insya Allah seorang akan meraih falah, pada akhirnya dapat memakmurkan kehidupan pada dirinya dan menjadi rahmat bagi kehidupan disekitarnya. Keyword : Sumber Daya, Etos Kerja, Syari’ah.
Pengaruh Pendapatan Perkapita, Investasi, dan Belanja Pemerintah terhadap Daya Beli Masyarakat di Wilayah III Cirebon Tahun 2010-2014 ayus ahmad yusuf; Sinta Nurmalah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.532 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.663

Abstract

AbstrakKualitas sumber daya manusia merupakan satu cara yang dapat menunjukkan kesejahteraan. Indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan  dalam upaya membangun kualitas hidup manusia adalah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Komponen IPM dari sisi ekonomi yang menjadi standar hidup layak yaitu pengeluaran konsumsi per kapita yang didasarkan pada paritas daya beli. Untuk meningkatkan kesejahteraan bisa diupayakan dengan meningkatkan daya beli masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli yaitu pendapatan per kapita, investasi dan belanja pemerintah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan regresi data panel tahunan dari tahun 2010 hingga tahun 2014. Objek penelitian adalah daerah Wilayah III Cirebon, yaitu Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupatena Majalengka, dan Kabupaten Kuningan, obyek dipilih dengan menggunakan teknik sampel penuh.  Sumber data penelitian yang digunakan adalah sumber data sekunder yang berasal dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat dan Badan Pusat Statistik masing-masing daerah. Faktor-faktor yang diuji pengaruhnya terhadap tingkat daya beli adalah pendapatan per kapita, investasi dan belanja pemerintah. Model estimasi yang digunakan adalah model data panel dengan fixed Effect Model dengan bantuan software STATA 12.0. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pendapatan per kapita, investasi dan belanja pemerintah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat daya beli. Hal tersebut berdasarkan pada nilai coefisien semua variabel bernilai positif dan berdasarkan nilai uji t didapatkan hasil t test lebih besar t table dari semua variabel dan nilai p>|t| lebih kecil dari nilai alpha. Selain itu, hasil pengujian secara serentak atau uji F menghasilkan nilai yang signifikan, artinya secara bersama-sama pendapatan per kapita, investasi dan belanja pemerintah berpengaruh pada daya beli.     Kata Kunci : Kesejahteraan, IPM, Daya Beli, Pendapatan Per Kapita, Investasi, Belanja Pemerintah AbstractThe quality of human resources is one way to show prosperity. The indicator that used to measure success in the effort to build the quality of human life is through the Human Development Index (HDI). HDI component of from the economy’s side that became into decent living standards is the consumption expenditure per capita based on purchasing power parity. To improve the welfare being could be pursued with increasing purchasing power. This study aims to determine the influence of the factors that affect the purchasing power is per capita income, investment and government expenditure.This research is a quantitative research using panel data regression yearly from 2010 to 2014. The research object is by Region III Cirebon, that is city of Cirebon, Cirebon regency, Indramayu regency, Majalengka regency and Kuningan regency, objects selected by using the technique of the full sample. Data sources that used are secondary data derived from the publication of the Badan Pusat Statistik (BPS) of West Java Province and the Badan Pusat Statistik (BPS) each region. Factors which tested its impact on purchasing power parity is per capita income, investment and government expenditure. Estimation model that used is panel data model with Fixed Effect Model with the help of software STATA 12.0.The results of this research concluded that the per capita income, investment and government expenditure has a positive and significant impact on the level of purchasing power. It is based on the coefisien value all variables is positive and based on the value of the t test showed t test is greater t table of all the variables and values p>|t| smaller than the alpha value. In addition, the test results simultaneously or generating F test significant value, it means that together the per capita income, investment and government expenditure affect the purchasing power.  Keywords: Welfare, HDI, Purchasing Power, Income Per Capita, Investment, Government Expenditure
SUBSTANSI AKAD DALAM TRANSAKSI SYARIAH Johar Arifin
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.765 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v6i1.256

Abstract

AbstrakCiclus Life perbankan syariah di mancanegara khususnya Indonesia mengalami booming yang cukup signifikan di tengah kemajuan dan pasang surutnya perekonomian global dan  dunia perbankan. Pada sisi lain eksistensi dan akseptasi masyarakat kita tentang perbankan syariah dan lembaga keuangan syariah masih mengalami delimatis terutama dalam hal pengertian dan pemahaman perbankan syariah, dimana masih ada masyarakat yang beranggapan bahwa perbankan syariah sama dengan perbankan konvensional dalam hal sistem bagi hasil/bunga yang dikenakannya kepada nasabah, sebagian masyarakat menganggap bahwa bagi hasil/nisbah perbankan syariah (termasuk BPR Syariah, BMT dan Koperasi Syariah) sama atau bahkan lebih tinggi dibanding perbankan konvensional. Dalam hal ini masyarakat tidak melihat bahwa perbankan syariah atau lembaga keuangan syariah adalah sebuah lembaga yang telah memenuhi standard syariah, tunduk dan patuh kepada Dewan Syariah dan Pengawas Syariah Nasional serta dikelola sesuai dengan sistem syariah sesuai dengan kaidah hukum Islam (Syar’i). Dan yang sangat substansial adalah dalam hal akad/perjanjian antara fihak perbankan dengan nasabah dimana terdapat keterbukaan dan kebersamaan  dalam hal penetapan bagi hasil / nisbah yang akan disepakati, bukan berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku (bank konvensional). Untuk itu sebuah lembaga perbankan yang didirikan berdasarkan syariah dalam operasionalnya sudah barang tentu harus sesuai dengan norma/konun syariah terlebih dalam hal akad yang merupakan kesepakatan antara pihak bank dan nasabah yang didalamnya tertuang kesepakatan mengenai besarnya bagi hasil / nisbah yang akan ditanggung bersama. Kata kunci : Perbankan Syariah, Akad, dan transaksi.
ANALISIS COMMON SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH (Studi pada Laporan Keuangan PT. Bank Syariah Mandiri tahun 2013) wartoyo wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.161 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i1.222

Abstract

AbstrakPenilaian terhadap kinerja suatu perusahaan dapat dilakukan dengan berbagai cara dan metode. Penilaian ini tergantung dari tujuan para pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Salah satu analisis yang paling mudah dan sering digunakan dalam melakukan penilaian kinerja suatu perusahaan adalah analisis Common Size atau yang dikenal juga dengan istilah analisis vertikal. Dimana analisis ini dilakukan dengan cara membandingkan data-data keuangan yang terdapat dalam sebuah laporan keuangan dengan total aktiva ataupun passiva pada laporan neraca atau dengan total pendapatan pada laporan laba-rugi. Hasil dari analisis common size pada laporan keuangan Bank Syariah Mandiri diketahui bahwa kinerja dan keuangan BSM dalam kondisi kurang optimal, data-data di aktiva yang mengalami kenaikan, seperti kas dan setara kas mengalami kenaikan sebesar 4,87% dan yang mengalami penurunan, seperti pinjaman qardh yang turun sebesar -2,63%. Sedangkan pada data-data di passiva yang mengalami kenaikan, seperti simpanan wadiah yang naik sebesar 0,73% dan yang mengalami penurunan, seperti liabilitas segera yang turun sebesar -0,20%. Untuk sisi Laporan Laba-Rugi berdasarkan analisis common size yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa kinerja keuangan PT Bank Syariah Mandiri periode 2013 dan 2012 adalah kurang baik. Meskipun pendapatan operasional perusahaan mengalami peningkatan, namun laba usaha yang diperoleh mengalami penurunan karena perusahaan kurang mampu melakukan pengefisienan dalam mengelola asset yang dimilikinya sebagai beban usaha untuk mendapatkan keuntungan.Kata kunci: Analisis, Common Size, Laporan Keuangan AbstractAssessment of the performance of a company can be done in various ways and methods. This assessment depends on the purpose of the parties interested in the company. One analysis of the most convenient and frequently used in assessing the performance of a company is the analysis of Common Size or also known as vertical analysis. Where this analysis is done by comparing the financial data contained in a financial statement with the total assets or liabilities on the balance sheet or the total income in the income statement. Results of a common size analysis of the financial statements of Bank Syariah Mandiri is known that the performance and financial BSM in less than optimal conditions, the data on assets that have increased, such as cash and cash equivalents increased by 4.87% and the decline, such as loans qardh which fell by -2.63%. While the data on the increased liabilities, such as deposits wadiah which rose by 0.73% and is decreased, as soon liabilities which fell by -0.20%. For the Income Statement based on common size analysis that has been done, it can be seen that the financial performance of PT Bank Syariah Mandiri period in 2013 and 2012 are not good. Although the company's operating revenues have increased, but operating profit gained decreased as companies are less able to do efficiency in managing its assets as operating expenses for profit. Keywords: Analysis, Common Size, Financial Statements
MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF DENGAN JUST IN TIME Ridwan Widagdo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.119 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v6i2.245

Abstract

AbstrakJust in time adalah filosofi yang dipusatkan pada pengurangan biaya melalui eliminasi persediaan. JIT dikembangkan perusahaan otomotif Jepang tahun 1950-an. Semua bahan baku dan komponen sebaiknya tiba di lokasi kerja pada saat dibutuhkan-tepat waktu. Produk sebaiknya selesai dan tersedia bagi pelanggan, di saat pelanggan menginginkannya-tepat waktu. Eliminasi persediaan mengurangi tempat penyimpanan dan biaya penyimpanan, sekaligus mengeliminasi perlindungan atas kesalahan produksi dan ketidakseimbangan persediaan. Jadi, dalam sistem JIT menuntut beban kerja yang berkualitas dan seimbang, agar terhindar dari penghentian produksi yang menimbulkan biaya mahal dan kecewa pelanggan.Aspek yang paling terlihat dari JIT adalah usaha mengurangi persediaan barang dalam proses dan bahan baku. Yang sering disebut produksi tanpa persediaan, produksi ramping, atau produksi dengan persediaan sama dengan nol. JIT berusaha mengurangi persediaan, karena dipandang sebagai pemborosan. Persediaan mewakili sumber daya yang tidak digunakan dan dapat menyebabkan pemborosan lain. Tujuan utama penggunaan JIT adalah mengurangi persediaan ke titik nolKata Kunci : Keunggulan, Kompetitif, dan Just In Time
Mengukur Fungsi Sosial dalam Perkembangan Produk Qardhul Hasan Pada Perbankan Syariah di Indonesia Nur Haida
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.196 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.207

Abstract

Abstrak             Bank syariah sebagai lembaga intermediasi berperan menghimpun dana dari masyarakat yang mengalami surplus dana dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat yang mengalami defisit dana. Selain berperan sebagai lembaga intermediasi, bank syariah dapat mengoptimalkannya dalam berbagai aspek. Salah-satu aspek tersebut adalah di bidang sosial yang merupakan keistimewaan bank syariah dibandingkan dengan bank konvensional. Pengoptimalan fungsi bank syariah sebagai lembaga intermediasi dalam bidang sosial salah-satunya yaitu dengan penyaluran dalam aplikasi produk pembiayaan dengan akad qard yaitu pinjam meminjam dana tanpa imbalan dengan kewajiban pihak peminjam mengembalikan pokok pinjaman secara sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu tertentu, peminjaman ini disalurkan kepada kaum dhu’afa dari segi ekonomi. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif didapatkan gambaran bahwa terdapat perbedaan antara Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah dengan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah dalam menyalurkan dana pada produk pembiayaan dengan akad qard pada tahun 2005 sampai dengan bulan Juni tahun 2015. Pada tahun 2005 Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah menunjukkan tren peningkatan hingga tahun 2011. Namun setelah mencapai titik klimaks peningkatan volume pembiayaan qardhul hasan  pada tahun 2011 kemudian pada periode-periode berikutnya mengalami penurunan hingga bulan Juni 2015. Berbeda halnya dengan BUS dan UUS, BPRS menunjukkan tren peningkatan dari tahun 2005 sampai dengan bulan Juni 2015 dan belum mengalami penurunan sama sekali. Kata Kunci: Qardhul Hasan, Fungsi Sosial, Bank Umum Syariah, dan BPRS.  Abstract               Islamic bank acts as an intermediary institution collecting funds from people who have a surplus of funds and channel them back to the community that had a deficit of funds. In addition to acting as an intermediary, Islamic banks can optimize it in many aspects. One of the aspects are in the social field which is a feature of Islamic banks compared with conventional banks. Optimization function Islamic bank as an intermediary in the social field one only, namely the distribution in product applications financing agreement qardhul hasan lending and borrowing funds without compensation to the obligations of the borrower returns the loan principal in a lump sum or in installments within a certain period, lending is channeled to the dhu'afa economic terms. By using descriptive analysis it was shown that there is a difference between Islamic Banks and Sharia Business Unit with the People's Bank of Islamic Financing in disbursing the funds on financing products with qard contract in 2005 until June 2015. In 2005 the Islamic Banks and Units Sharia showed an increasing trend until 2011. However, after reaching a climax qard financing volume increase in 2011 and then in later periods decreased until June 2015. By contrast, the BUS and UUS, SRB showed an increasing trend from 2005 to in June 2015 and has not decreased at all.Keywords: Qardhul Hasan, Social Function, Islamic Banks, and BPRS.
PRAKTEK BANK SYARIAH DAN TANTANGANNYA Toto Suharto
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.982 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v5i1.234

Abstract

Abstrak Sejak awal abad pertengahan hingga awal abad ke-20 konsep bank syariah yang berintikan kepada bagi hasil masih merupakan kajian akademis oleh para ilmuwan muslim, dalam hal ini lebih banyak para ekonom atau bankir yang meragukan sistem perbankan syariah dapat diterapkan dalam sistem perekonomian. Sementara itu perbankan konvensional yang kita kenal dewasa ini merupakan suatu proses evolusi dan uji coba yang telah berjalan dengan mapan selama berabad-abad dalam masyarakat. Dengan perjalanan waktu yang cukup panjang tersebut, maka tidaklah mengherankan apabila persepsi hampir sebagian besar masyarakat tertanam pengertian bahwa hanya terdapat satu sistem perbankan di dunia ini, yaitu sistem operasi bank dengan bunga. Pengertian bahwa bank akan terkait dengan suku bunga merupakan suatu pengertian definitif dalam dunia bisnis, dan merupakan kaidah akademik pada berbagai literatur para pakar ekonomi perbankan.Praktek bank syariah yang dikenal selama ini masih menyisakan berbagai persepsi yang beragam dari masyarakat khususnya di Indonesia. Masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi yang belum tepat mengenai kegiatan usaha bank syariah. Secara visual dan analogis masyarakat banyak yang menafsirkan bank syariah sebagai bank konvensional dengan menggunakan bagi hasil dalam penghitungan kredit dan simpanan dana. Pandangan yang demikian dapat dipahami karena informasi dan publikasi mengenai kegiatan bank syariah sangat minim. Banyak tantangan yang dihadapi oleh bank syariah di masa yamg akan datang diataranya adalah Pengembangan kelembagaan, Sosialisasi dan promosi, Perluasan jaringan kantor, Peningkatan SDM,  Peningkatan Modal, dan Peningkatan pelayanan. Kata Kunci : Praktek Bank Syariah, Persepsi Masyarakat, Tantangan di masa depan.
PEREMPUAN, STRATEGI NAFKAH DAN AKUNTANSI RUMAH TANGGA Nur Eka Setiowati
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.03 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.664

Abstract

Abstrak Rumah tangga dilihat dari sudut pandang yang sempit ( kehidupan di rumah ) maupun dari sudut pandang yang luas ( rumah tangga perusahaan maupun rumah tangga negara ) kesemuanya memerlukan tata kelola yang baik, teratur dan terkonsep. Jika salah satu dari ketiga hal tersebut tidak terpenuhi maka stabilitas rumah tangga pasti akan terganggu dan dapat mengakibatkan ketidaksinkronan baik untuk rumah tangga dalam artian kehidupan berumahtangga, rumah tangga perusahaan maupun rumah tangga negara.Pentingnya peran akuntansi dalam rumah tangga untuk dapat merencanakan setiap anggaran dalam rumah tangga, pencatatan, pengambilan keputusan serta perencanaan jangka panjang di dalam rumah tangga. Bentuk praktik akuntansi dalam rumah tangga merupakan suatu skema dalam penghindaran hutang terhadap para kreditur maupun pemakaian kartu kredit yang berlebihan sehingga peran istri (perempuan ) sangatlah penting untuk melihat setiap kebutuhan – kebutuhan apa saja yang harus diperlukan dalam rumah tangga  di dalam penentuan pengambilan keputusan yang terpenting serta perencanaan – perencanaan yang harus mereka lakukan demi kebutuhan anak – anak mereka nantinya disertai dengan komunikasi antara suami dan istri.Kata Kunci : Perempuan, Strategi Nafkah, Akuntansi Rumah Tangga AbstractHouseholds from the perspective of a narrow ( home life ) as well as from a broad perspective ( domestic firms and households countries ) which would require good governance , organized and conceptualized . If one of these is not met, then the stability of the household would have disrupted and may result in discrepancies in both household in terms of the life of housekeeping , domestic firms and households country .The importance of the role of accounting in the household to be able to plan every household budget , recording , decision-making and long-term planning in the household . Forms of accounting practices in the household is a scheme in avoidance of debt to creditors as well as the use of excessive credit card so that the role of the wife ( female ) is very important to see to every need - what needs to be needed in the household in the decision -making the most important decision and planning - planning they need to do for the sake of the needs of children - their children will be accompanied by communication between husband and wife .Keywords : Women, Livelihoods Strategy, Accounting Household

Page 5 of 25 | Total Record : 248