cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
AWLADY Jurnal Pendidikan Anak
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 198 Documents
MEMAHAMI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI (Perspektif Psikologi Perkembangan) Eti Nurhayati
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.037 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v1i2.738

Abstract

Anak usia dini (early childhood) memiliki karakteristik berbeda dengan usia sebelum dan sesudahnya, baik dalam fisik-biologis, motorik, kognitif, moral, dan psikososialnya. Oleh karena itu perlakuan dan pendidikan untuk anak usia dini juga spesifik, di mana harus mempertimbangkan kesesuaian dengan usia kronologis serta pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk itu, bagi orang tua/calon orangtua, pendidik/calon pendidik, maupun pihak yang terkait dan concern di bidang pendidikan prasekolah, merupakan keniscayaan untuk memahami tumbuh kembang anak usia dini yang bertujuan untuk membantu menumbuh-kembangkan anak-anak secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Keniscayaan itu disebabkan anak usia dini sedang berada pada masa emas (golden age) dalam rentang kehidupan (lifespan) manusia, karena pada masa itulah dasar-dasar kepribadian diletakkan untuk kehidupan berikutnya di masa dewasa kelak sebagai pribadi manusia yang seutuhnya. Kata kunci: Perkembangan fisik, motorik, kognitif, psikososial; Anak usia Dini.
INTEGRASI PENDIDIKAN MORAL DAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK PADA JENJANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Patimah Patimah
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.003 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v1i2.743

Abstract

Fase perkembangan anak pada usia dini merupakan fase awal individu mengembangkan potensi  yang dianugerahkan. Tuhan kepada manusia. Secara umum  pendidikan prasekolah dimaksudkan untuk menfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai kehidupan. Disamping itu program  pendidikan prasekolah harus disesuaikan dengan kebutuhan,  minat dan perkembangan anak. Bidang pendidikan anak usia dini, terdapat dua pendekatan mendasar yang digunakan, yaitu  pendekatan perilaku dan pendekatan perkembangan.Program kelas yang berpusat pada anak merupakan pendekatan pembelajaran  yang berorientasi perkembangan yang berusaha mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak secara optimal. Pendekatan  kelas yang berpusat pada anak didasarkan atas keyakinan bahwa anak akan tumbuh dan belajar dengan baik jika merekadilibatkan secara alamiah dalam proses belajar.Program  kelas yang berpusat pada anak mendukung peran serta keluarga dalam berbagai cara. Meskipun metodenya berbeda-beda namun para guru dan pengelola pendidikan harus tetap mendukung keluarga untuk terlibat secara aktif dalam semua aspek program. Pada prinsipnya, segala upaya untuk memfasilitasi seluruh aspek perkembangan anak secara optimal dapat tercipta melalui kesungguhan pihak-pihak yang terlibat dalam program pendidikan tersebut. Kesetaraan serta rasa tanggung jawab yang besar dari masing-masing pihak akan membantu pencapaian tujuan pendidikan yang diharapkan. Kata Kunci : Pengembangan Potensi Anak Usia Dini, Pendekatan Kelas,  Potensi Anak
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI (Somatis, Auditori, Visual, Intelektual) TERHADAP HASIL BELAJAR ANAK USIA DINI Dwi Anita Alfiani
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.436 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v2i1.763

Abstract

Salah satu faktor penting dalam kegiatan belajar (KBM)  untuk anak usia play group adalah guru yang memahami berbagai macam karakterisik peserta didik dan peduli terhadap kebutuhan anak didiknya. Namun Dari hasil penelitian dan kenyataan di lapangan, menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk anak-anak usia dini ( play group) masih banyak kelemahan dan kekurangannya karenanya  guru  juga harus mampu menguasai teknik dan metode dalam  mengajar belajar untuk Anak didik pada usia dini.Untuk dapat menanamkan pemahaman terhadap materi yang disampaikan akan lebih terasa enjoy, fun, fress dan anak merasa happy tidak menjenuhkan dan membosankan, maka perlu adanya pemilihan penggunaan metode yang tepat, sehingga perlu rancang dengan ketertarikan agar anak didik tidak jenuh dan membosankan dikelas sekaligus mensinegrikan aktivitas belajar dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat yaitu menerapkan Model Pembelajaran SAVI (Somatis, Auditori, Visual, Intelektual)“. Pemilihan model pembelajaran yang tepat dan peran serta peserta didik dalam proses pembelajaran akan membantu peserta didik dalam memahami  materi. Melalui penerapan Model Pembelajaran SAVI (Somatis, Auditori, Visual, Intelektual) dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan kegairahan dengan keinginan untuk belajar. Metode pembelajaran Menurut Hamdani (2011 : 80) dapat diartikan ialah sebagai cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan antara siswa pada saat berlangsungnya pengajaran. Dengan demikian, model pembelajaran merupakan alat untuk menciptakan proses belajar mengajar.Model pembelajaran merupakan rancangan pembelajaran yang nantinya dijadikan sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran. Menurut Joyce dan Weil 1980 (dalam Rusman, 2012:133) Model pembelajaran merupakan suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain. Sekarang ini banyak model-model yang bermunculan, hal ini merupakan suatu upaya dalam memperbaiki proses pembelajaran supaya lebih baik. Salah satunya yaitu model pembelajaran SAVI.Kata Kunci: Somatis, Auditori, Visual, Intelektual dan Hasil belajar
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Masdudi Masdudi
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.343 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v1i2.739

Abstract

Masa usia dini merupakan masa yang sangat fundamental bagi perkembangan seorang anak, dimana pada masa ini proses perkembangan berjalan dengan pesat. Pada masa ini merupakanperiode sensitif (sensitive periods), karena selama masa inilah anak secara khusus mudah menerima stimulus-stimulus dari lingkungannya.Pada masa ini anak siap melakukan berbagai kegiatan dalam rangka memahami dan menguasai lingkungannya serta merupakan masa keemasan. Usiakeemasan dimana anak mulai peka untuk menerima berbagai stimulasi dan berbagai upaya pendidikan dari lingkungannya baik disengaja maupun tidak disengaja. Pada masa peka inilah terjadi pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis sehingga anak siap merespon dan mewujudkan semua tugas-tugas perkembangan yang diharapkan muncul pada pola perilakunya sehari-hari Proses perkembangan pada masa usia dini, berjalan dengan pesat. Pemahaman perkembangan pada seorang anak pada dasarnya merupakan upaya melihat dan memahami perubahan-perubahan yang telah, sedang, dan terus terjadi. Setiap anak manusia akanberkembang dari sejak bayi, kanak-kanak, remaja, hingga dewasa dengan kondisi yang berbeda satu sama lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa terasa perlahan tapi pasti perubahan itu terus terjadi ke arah yang lebih besar, lebih tinggi, lebih tahu, lebih pintar dan lebih segala sesuatunya dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Perubahan-perubahan seperti itulah yang dinamakan perkembangan.Perkembangn berarti adanya perubahan dalam berbagai aspek (kognitif, sosial, fisik, dan emosi).Kata Kunci: Karakteristik, Perkembangan, Pendidikan dan Usia Dini
REURGENISASI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI ERA GLOBALISASI Andri Hardiyana
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.406 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v2i2.818

Abstract

Abstrak Era globalisasi saat ini membawa pengaruh dan dampak terhadap perkembangan pendidikan anak  usia dini secara signifikan. Anak usia dini kini dihadapkan dengan persoalan dan dinamika zaman yang kompleks. Hal ini ditandai denganderasnya arusinformasi, komunikasi, danteknologidalam setiap lini kehidupan. Oleh karena itu, upaya memfilterisasi anak seyogyanya melalui penanaman karakter dan orang tua diharapkan mampu memahami pentingnya nilai-nilai pendidikan sejak usia dini. Anak-anak harusmengeksplor kemampuannya secara variatif melalui bermain, karena pada tahap ini anakmemiliki karakteristik unik, aktif,energik, danmemiliki rasa ingin tahuyang kuatdan antusiasmepada banyak hal untuk dapat berpetualang, serta kayadenganfantasi. Manfaatbermain bagi anak usia diniuntukdapat menjalin solidaritas, kerjasama denganteman,rasa memiliki, persaudaraan, cintalingkungan, kejujuran danmelahirkan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai tumbuh kembang anak.  Kata kunci: Urgensi, pendidikan anak usia dini, era globalisasi.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI MELALUI KARYAWISATA M. Arif Syarif H
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.289 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v2i2.819

Abstract

ABSTRAK Salah satucara agar tujuanpembelajarantercapaiadalahpenggunaanmetode yang tepat, danjugapenggunaan media di dalamsetiappembelajaran, sehinggadapatmemberikanpengaruhpositifterhadap proses kegiatanbelajarmengajar.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikemampuanberbahasaanakmelaluipenggunaanmetodekaryawisata di TK Al-islahBobosDukupuntang Kabupaten Cirebon dapatmelibatkansiswasecaraaktif, dandapatmeningkatkankerjasiswasehinggadenganpenerapanpenggunaan media karyawisatainidiharapkandapatmeningkatkankemampuanbahasaanakTK Al-islahBobosDukupuntangKabupaten Cirebon. Selamainibanyakparapendidik yang masihmenerapkanmetode yang sifatnyamonotonseperticeramah, danhaltersebutkurangefektifdalammengaktifkansiswadalammengikutikegiatanbelajarmengajar.Hal yang lebihpentinglagiadalahsiswakurangbergairahdanmerasatertekanterhadappembelajaran guru yang selalumenerapkanmetodetersebut, sehinggaimbasnyaadalahkepadakemampuanbahasaanak yang masihrendah.Penelitianinimerupakanpenelitiantindakankelasuntukmemperbaikiataumeningkatkankemampuanbahasadalammengatasikesulitansiswadalampembelajaran, subyekpenelitianiniadalahsiswa kelompok ATK Al-islahBobosDukupuntangKabupaten Cirebon.HasilPenelitianmenunjukkanbahwapenggunaan media karyawisatamemberikanbanyakkontribusidiantaranyamudahnyasiswamemahamimaterimelalui media danpenugasan, siswasemakinaktifdalamkegiatanpembelajaran, siswaterlatihbekerjasamadalamkelompoksertadapatmeningkatkanhasilbelajarsiswapadakemampuanbahasa.Hal inidapatdibuktikandarihasilbelajarkemampuanbahasaanakdiperolehhasil pre tespeningkatanprestasibelajar yang padaawalnya rata-rata 23.5% danpadasiklus I sebesar 52.9% atauterjadipeningkatan 29.4%.Padasiklus II hasilobservasimenunjukkanpeningkatansebesar 53 % ataupeningkatanterjadi 76.5%.PadaSiklus III hasilobservasimenunjukkanpeningkatansebesar 70.6% ataupeningkatanterjadi 94.1%. Kata kunci: Media Karyawisata, KemampuanBahasa
ANALISIS BUKU LAPORAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK PAUD DITINJAU DARI TEORI MULTIPLE INTELLIGENCES Dhiarti Tejaningrum
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.928 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v2i2.820

Abstract

ABSTRAKPendidikan adalah sebuah proses memberikan lingkungan agar peserta didik dapat berinteraksi dengan lingkungan untuk mengembangkan kemampuan yaitu kognitif (mengasah pengetahuan), afektif (mengasah kepekaan perasaan), dan psikomotorik (keterampilan melakukan sesuatu). Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah pendidikan yang ditujukan bagi anak usia 0 hingga usia 6 tahun. Pendidik dituntut mampu dan mau memberikan berbagai rangsang sesuai dengan potensi kecerdasan anak. Menurut Howard Gardner, multiple intelligences adalah berbagai ketrampilan dan bakat yang dimiliki siswa untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam pembelajaran. Titik tekan teori multiple intelligences adalah pada kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan untuk menciptakan suatu produk atau karya. Multiple Intelligences yang mencakup sembilan kecerdasan itu pada dasarnya berisi tentang kecerdasan otak (IQ), kecerdasan emosional (EI), dan kecerdasan spiritual (SI).Untuk mengetahui dan mengembangkan teori multiple intelligences diperlukan proses yang tidak sebentar, karena kemampuan masing-masing anak berbeda. Semua membutuhkan waktu yang panjang untuk membentuknya. Pembentukan multiple intelligences tidak hanya dilakukan dalam kegiatan formal akan tetapi dalam kegiatan non formal juga harus dikembangkan. Penulis mencoba menganalisis dari hasil sistem pembelajaran yang sudah dilakukan pada anak TK A di TK Budi Mulia Dua Yogyakarta melalui observasi dan data buku laporan perkembangan peserta didik dengan melihat terlebih dahulu bidang apa saja yang sudah dikembangkan.Dari hasil observasi dan data dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran yang dilakukan di TK Budi Mulia Dua sudah mencakup semua jenis kecerdasan dalam teori multiple intelligences, dimana semua bidang pembelajaran dilakukan untuk mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan teori multiple intelligences. Meskipun pada prakteknya belum sepenuhnya siswa mampu menyerap semua materi yang ada tetapi pendidik sudah mencoba mengembangkan metode pembelajaran tersebut dengan baik dan sesuai dengan aspek perkembangan anak usia dini. Kata kunci: teori multiple intelligences, pendidikan anak usia dini, buku laporan perkembangan peserta didik. 
UPAYA MERANCANG PAUD DI MASA DEPAN UNTUK MENGATASI PROBLEMATIKA YANG KOMPLEKS Maulidya Ulfah
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.511 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v2i2.817

Abstract

AbstrakSome critical issues and problem in pre childhood education program recently, it actually has big influence to the growth of pre childhood education program in the future. Because of that, it is crucial by responding those critical issues in pre childhood education program. The main focus on those issues is: (a) Dichotomy PAUD and TPQ, (b) The incompetence Kindergarten teachers, (c) imbalance of right and duty’ kindergarten teachers, (d) the issues of 12 year obligatory education started from TK/RA. Based on that fact, it is needed some efforts in planning pre childhood education program in the future. 
MODEL PEMBERIAN HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM Jajang Aisyul Muzakki
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.546 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v2i2.821

Abstract

ABSTRAKDiantara metode yang umum dipakai dalam proses belajar mengajar adalah dengan menggunakan pendekatan hukuman terhadap siswa secara prefentif maupun represif, dengan harapan dapat mencegah berbagai pelanggaran terhadap peraturan,atau sebagai tindakan peringatan keras yang sepenuhnya muncul dari rasa takut terhadap ancaman hukum. Hukuman merupakan salah satu insturmen pengukuran pendidikan bagi kualitas fungsional edukatif siswa yang bermasalah maupun berprestasi. Hukuman adalah vaksinasi dini dalam konteks mendidik yang layak diberikan kepada mereka yang bermasalah. Hukuman adalah sesuatu yang disyariatkan dan termasuk salah satu sarana pendidikan yang berhasil, yang sesekali mungkin diperlukan pendidik. Hukuman dalam pendidikan berfungsi sebagai alat pendorong untuk meningkatkan belajar anak didik. Hukuman merupakan imbalan dari perbuatan yang tidak baikPemberian hukuman harus dilakukan dengan cara tepat sehingga tujuan pemberian hukuman bisa terwujud. Dalam pemberian hukuman harus berlandaskan kepada metode pemberian hukuman yang dilakukan oleh Rasulullah saw sebagaimana termaktub dalam hadits-hadits beliau.  Kata kunci : hukuman, metode, preventif, represif.
PENANAMAN NILAI-NILAI KEISLAMAN BAGI ANAK USIA DINI Eti Nurhayati
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.505 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v2i2.816

Abstract

ABSTRACTAlong with the progress achieved in the current era of globalization, there is a crisis of moral and religious. Various delinquency increasingly become a phenomenon among teens and adults, in addition to the commitment and consistent of religious has not been seen in some teenagers and adults. It is pointed out, due to religious education and Islamic values are less effective when they were inculcated in early childhood. Therefore, inculcate Islamic values to children as early as possible is very important because it will become the foundation for their life as an adult. This study aims to: (1) formulating the Islamic values that are important inculcated to early childhood, (2) explore the potential of children that can be developed to inculcate Islamic values to them, (3) identify methods and strategies effective to inculcate Islamic values to early childhood. This study uses descriptive qualitative, data collection techniques using intensive observation of the learning process and in-depth interviews and then analyzed qualitatively in narrative form.Results of this study conclude: (1) The Islamic values are important to early childhood inculcated includes four major components, namely: the values of faith, worship, akhlaq karimah, and reading the Qur'an. (2) Some of the potential early childhood include the potential physical and psychological, such as: physical, brain, motivation, attention, memory, and cognitive foundations on which to accept Islamic values inculcated to them. (3) The method effectively used, such as: the provision of religious knowledge in an integrated way or separately with each theme, habituation, warning, giving the example, create an religious environment, cooperation with parents in the religious education of children in the family, such as: habituation prayer, fasting, manners of interacting, and particularly in learning to read the Qur'an. An effective strategy is mainly done by the principle of "learn as you play", giving rewards to children as reinforcement to the actions and behavior, and creating an environment that is fun.Key Words: The Islamic Values, Early Childhood, Early Childhood Education.

Page 2 of 20 | Total Record : 198