cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
AWLADY Jurnal Pendidikan Anak
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 198 Documents
PEMBERDAYAAN LINGKUNGAN ANAK Suryadi Suryadi
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.475 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v2i2.822

Abstract

AbstractFamily Educational design could impact child personality in their life. The family that set up education in democratic circumstance makes children more stable in manner and behaviour, children that are educated in authoritarianism situation tent to aggressive. Family that set up in permissive circumstance make them more aggressive. The research result could be interpreted that we have to evaluate three educational environments, namely: family, school and community (peer groups). We have to design those environments which could support the child in their psychology development phase. The other is IT tools, the one relatively newest educational institution that also could impact child behaviour. Family empowerment is one of the best solutions in handling and facing modern and globalization era.Key words: family empowerment, child education, educational environment
STRATEGI PENGEMBANGAN KECERDASAN NATURALIS PADA ANAK USIA DINI Aip Saripudin
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.925 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v3i1.1394

Abstract

AbstrakPendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang pertama dan utama untuk membentuk karakter anak lebih baik di masa yang akan datang. Diakui atau tidak, saat ini kualitas pendidikan indonesia masih rendah, padahal kualitas pendidikan sangat menentukan kualitas pembentukan sumber daya manusia yang potensial. Dalam konteks pembelajaran di PAUD, masih ditemukan pembelajaran yang konvensional dan terpusat pada guru (teacher centre). Guru lebih aktif daripada anak, sehingga anak-anak tidak diberikan kesempatan untuk menumakan gagasan, konsep serta buah fikiran dengan sendirinya. Selain itu, pengenalan lingkungan baik di dalam kelas maupun diluar kelas belum diberikan secara maksimal, kalaupun ada sangat terbatas dengan metode yang sama. Masih ditemukannya Guru yang belum dapat memanfaatkan lingkungan sekitar, baik hewan, tumbuhan serta kejadian-kejadian alam yang ada di lingkungan sekitar sekolah untuk dijadikan sebagai bagian dari pembelajaran anak. Hal ini tentunya berakibat pada lemahnya anak dalam berpendapat, menemukan ide, berfikir kreatif, menemukan sesuatu, serta anak belum menunjukan bakat kecerdasan alamnya dengan baik. Untuk itu maka guru dapat mengembangkan keahliannya melalui berbagai upaya cerdas yang dapat mengembangkan kemampuan anak lebih berkembang melalui berbagai strategi dan pendekatan pembelajaran yang lebih baik. Kata Kunci: Kecerdasan Naturalis, Anak Usia Dini  
PERANAN IBU DALAM MEMPERKENALKAN KONSEP KERAGAMAN AGAMA DAN RAS (SARA) KEPADA ANAK USIA DINI Chaeroni Chaeroni; Khoirul Anwar
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.194 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v4i1.2148

Abstract

Multiculturalism and conflicts caused by SARA in Indonesia have always been a problem that attracts researchers. Many other researchers doing research on this subject, among others by using political, religious, state, and education perspectives. While this study uses another perspective, namely from the perspective of family caring, especially the role of mothers in developing the concept of diversity in childhood as an effort to prevent racial conflict.This research is a qualitative research using a grounded approach. The method used to collect data is interview and focus group discussion (FGD). This research was conducted in two sub-districts, namely Gayamsari and Genuk sub-districts.The results of this study indicate that the shift in family parenting patterns has reduced the intensity of communication between parents and children. This shift causes parents to "loose hands" and give up full teaching on the values of diversity and differences in schools. Does the house remain a place where learning practices of diversity are happening? This turned out to be no longer an awareness for parents. The parents tend to be "passive" ie not teaching about diversity unless it is asked by their children. In fact, understanding how families instill diversity values intensely from an early age becomes important for this multicultural nation.
PERMAINAN BEBAS ANAK USIA DINI Muchammad Arif Muchlisin
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.734 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v3i2.1567

Abstract

Kebijakan pendidikan di Negara maju telah menghilangkan permainan bebas. Permainan bebas merupakan jenis permainan yang lazim dilakukan anak baik di lingkungan, sekolah dan keluarga. tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan tentang  permainan bebas dalam kerangka kebijakan pendidikan. Tulisan ini mengurai dari konsep bermain, permainan bebas sampai beberapa manfaat yang tampak dari beberapa hasil penelitian. Adapun kajian ini dikaitkan dengan beberapa pandangan para ahli sebagai refleksi untuk memformat pelayanan pendidikan anak usia dini yang bermutu. Praktek permainan bebas dalam pendidikan anak usia dini menuai pro dan kontra. Keduanya memiliki argumentasi dalam memahami permainan bebas.Permainan bebas semestinya perlu dipahami secara menyeluruh oleh berbagai pihak seperti keluarga, praktisi dan pembuat kebijakan berkenaan tentang manfaat yang dapat diperoleh bagi anak usia dini.
PENGEMBANGAN PROGRAM KEGIATAN PEMBIASAAN BERBASIS TQM DI RAUDHATUL ATHFAL (RA) Novan Ardy Wiyani
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.857 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v3i1.1270

Abstract

This paper is intended to get the steps in the development of habituation activities for young children based TQM in Raudhatul Athfal (RA). There are eight steps in the development of habituation activities for young children based on TQM. First, do a SWOT analysis. Second, make the RA policy that focuses on character building early childhood. Third, formulate a vision, mission, goals, and values that focus on character building early childhood. Fourth, make quality assurance RA graduates. Fifth, determine strategies for achieving quality assurance RA graduates. Sixth, determine the conditioning activity to achieve an indicator on each competency in quality assurance RA graduates. Eighth, perform supervision activities to ensure that the activities of habituation something with SOP.
STRATEGI EDUTAINMENT DALAM PEMBELAJARAN DI PAUD (STUDI KASUS PADA TK DI KOTA CIREBON) Aip Saripudin; Isnaeni Yuningsih Faujiah
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.611 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v4i1.2637

Abstract

AbstractLearning strategy is one of the process of learning that the purpose of learning can achieved properly. In general commonly encountered learning in an PAUD institution who apply a concept education thrilling, unpleasant, even accompanied by attitude authoritarian to school tuition. This would have been totally no longer effective if seen than the results. Children educated by method and strategy this can be a generation by the tension, easy stress, and unable to solve problems in his life. One strategy can be used on learning in early childhood is edutainment strategy. One of the schools that has implemented learning with strategy edutainment is TK Pelangi Cirebon city. This Research used based on the qualitative descriptive. The objectives of research is described how edutainment strategy has been implemented on the PAUD with a focus on the planning aspect, the implementation as well as evaluation carried out. From the research , so obtained the data that strategy edutainment of which is used in PAUD is the various methods as a method of playing, method of story telling, method of sings, a method of role playing , the practice of direct and of computer use. Edutainment national access to justice strategy has been creates an atmosphere of learning to promote disorder to quality of being congenial, effective and more substantial.Keywords: Edutainment, Strategy, Learning and Early Childhood. AbstrakStrategi pembelajaran merupakan salah satu jurus untuk melakukan proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan baik. Secara umum sering ditemui pembelajaran di lembaga PAUD yang menerapkan sebuah konsep pendidikan menegangkan, tidak menyenangkan, bahkan disertai dengan sikap otoriter kepada peserta didik. Hal ini tentu sudah tidak efektif lagi jika dilihat dari hasil yang dicapai. Sebab, anak yang dididik dengan metode dan strategi yang demikian justru akan menjadi generasi yang penuh dengan ketegangan, mudah stres, dan tidak mampu memecahkan masalah dalam kehidupannya. Salah satu strategi yang dapat digunakan pada pembelajaran anak usia dini saat ini adalah strategi edutainment. Salah satu sekolah yang telah menerapkan pembelajaran dengan strategi Edutainment adalah TK Pelangi Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendektan kualitatif deskriptif. Adapun tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bagaimana strategi edutainment telah diimplementasikan pada sekolah tersebut dengan fokus pada aspek perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi. Dari hasil penelitian, maka diperoleh data bahwa strategi edutainment yang digunakan di sekolah tersebut menckup berbagai metode seperti metode bermain, metode bercerita, bernyanyi, metode bermain peran, praktek langsung dan pemanfaatan komputer. Strategi edutainment telah menciptakan suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, efektif dan berbobot. Kata Kunci: Strategi, Edutainment, Pembelajaran dan Anak Usia Dini.
PERAN KELUARGA DALAM MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA DINI aip saripudin
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.599 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v2i1.2585

Abstract

AbstrakSalah satu kemampuan anak yang sedang berkembang pesat saat usia dini yaitu kemampuan  motorik. Kemampuan motorik merupakan keterampilan gerak tubuh anak yang berpusat pada pusat gerak yakni otak. Terdapat beberapa penyebab yang mempengaruhi perkembangan motorik anak usia dini yakni faktor genetic atau keturunan, factor asupan gizi, factor pola pengasuhan orang tua serta latar belakang budaya. Dengan demikian tentunya perkembangan motorik anak akan berbeda-beda sesuai dengan faktor penyebab perkembangannya serta faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Perkembangan motorik terbagi menjadi dua yaitu motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar memerlukan koordinasi kelompok otot-otot besar yang dapat membuat mereka melompat, memanjat, berlari, menaiki sepeda, menaiki tangga dan lain sebagainya. Sementara motorik halus memerlukan koordinasi otot-otot kecil yakni tangan dan mata seperti menggambar, menulis, menggunting, menali sepatu dan lain sebagainya. Semakin baiknya gerakan motorik, maka membuat anak dapat berkreasi dan kreatif. Begitupula sebaliknya anak yang belum matang motoriknya maka akan cenderung diam dan tidak bergairah dalam bermain bersama teman sebayanya. Untuk mengoptimalkan motorik baik kasar maupun halus, maka diperlukan peran-peran dari keluarga dalam mengembangkannya. Peran keluarga sangat penting, sehingga anak dapat mencapai keterampilannya sesuai dengan usia perkembanganya. Kata Kunci: Peran Keluarga, Perkembangan, Motorik, Anak Usia Dini
IMPLEMENTASI PEMANFAATAN MEDIA TEKA TEKI SILANG (TTS) ONLINE DALAM MATAKULIAH NEUROSAINS UNTUK MAHASISWA CALON GURU RAUDHATUL ATHFAL (RA) Sri Maryanti; Dede Trie Kurniawan
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.288 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v3i2.1487

Abstract

This study aimed to describe the use of crossword puzzle application (TTS) Online for prospective teachers Raudhatul RA (RA) State Islamic University Sunan Gunung Jati Bandung. The focus of this study is to describe the response of RA student teachers to use TTS Online. TTS application is made through Crossword Eplicse software and integrated online through http://bumibiologi.weebly.com/neurosains.html. (RA) Raudhatul student teachers in question is the fourth semester students contracting courses neuroscience  2016-2017. Neuroscience courses a neural science that studies the nervous system, especially the study of neurons or nerve cells with a multidisciplinary approach. Data collection techniques are: 1. Direct observation, 2. Questionnaire, 3. Analysis of documents 4. Test Shaped TTS. Based on data and analysis of the results conducted in two classes, namely class A and class B of the obtained findings that TTS Online research can increase the interest of the student teachers RA subjects neuroscience. Providing student responses that use TTS Online is very useful for their lectures. Use of this Online TTS in feel easy and precise in neuroscience lecture. Students assess one technique using perkulihan with Online TTS is already well in its application 
DAMPAK POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK Jaja Suteja; Yusriah Yusriah
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.118 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v3i1.1331

Abstract

Orang tua sebagai pendidik pertama, mempunyai kewajiban membimbing, melindungi serta membesarkan anak. Keberadaan orang tua sangatlah penting, sehingga peran orang tua merupakan dasar pertama dalam pembentukan pribadi anak. Upaya tersebut dapat terwujud apabila orang tua menerapkan pola asuh yang tepat, karena pola asuh yang diberikan kepada anak akan mempengerahui pekembangan sosial-emosional anak. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman orang tua yang lebih terhadap perkembangan sosial-emosional anak, agar perkembangan sosial-emosional anak berkembang baik dan diterima dilingkungan masyarakat.Hasilpembahasan ini menunjukkan bahwa terdapat  tiga tipe pola asuh yang diterapkan orang tua di dalam mendidik anak yaitu demokratis, otoriter dan permisif. Ketiga pola asuh tersebut memiliki dampak yang berbeda terhadap perkembangan sosial-emosional anak. perbedaan tersebut ialah pola asuh demokratis lebih banyak memiliki dampak positif, sedangkan pola asuh otoriter dan permisif lebih banyak memiliki dampak yang negatif. Sehingga disarankan agar orang tua memimbing anak dengan pola asuh demokratis. 
IMPLEMENTASI PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN ANAK USIA DINI Mila Sabartiningsih; Jajang Aisyul Muzakki; Durtam Durtam
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.509 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v4i1.2468

Abstract

ABSTRACTDiscipline is one of the basic needs of children in the framework of the formation and development of his character in a healthy manner. The goal is for children to be creative and dynamic in developing their life in the future. Unconditional love leads to a sense of sentiment and carelessness, whereas discipline without affection is cruel tyranny. Parents and teachers always think of the right way to apply discipline discipline for children from toddlers to childhood and adolescence.This study aims to obtain data on the Implementation of Reward and Punishment In Character Building Discipline of Early Childhood In Group B in RA An-Nawaa 3 Cirebon City. In order in order to discipline early childhood especially in group B. teachers use several strategies including reward and punishment. Reward means reward, honor which is made as an educational tool and given when a child does a good or has managed to reach a certain stage of development. Kopri (2015, 289). While punishment or intent of punishment is to prevent the emergence of bad behavior and remind students not to do what should not djiwandono (2008: 144)This research uses qualitative deskptive research method with focus of Reward and Punishment Implementation Implementation in Shaping Character of Early Age Anaka on Group B in RA An-Nawaa 3 Kota Cirebon. Data collection techniques use observation, interview and documentation. As for the primary data source is, principals and teachers of class B. and parents of secondary data source source is a reference from various books related rewards, punishment and discipline. To test the validity of the data using data triangulation.The result of this research is the implementation of reaward and punishment in forming the character of early childhood discipline specially in group B. In its application RA An-Nawaa 3 gives a reward when the child performs a good action and gives punishment when the child performs an unlawful acts that violate Rules of conduct in the delivery of RA An-Nawaa 3 always consider the age and situation and conditions for the provision of rewards and punishment in accordance with the needs. The form of reward given to his child is verbal and non verbal rewards while for his punishment teachers only provide verbal punishment.Keywords: Reward, Punishment, DisciplineABSTRAKDisiplin merupakan salah satu kebutuhan dasar anak dalam rangka pembentukan dan pengembangan wataknya secara sehat. Tujuannya ialah agar anak dapat secara kreatif dan dinamis dalam mengembangkan hidupnya dikemudian hari. Kasih sayang tanpa disiplin mengakibatkan munculnya rasa sentiment dan ketidak pedulian, sebaliknya disiplin tanpa kasih sayang merupakan tondakan kejam. Orangtua dan guru selalu memikirkan cara yang tepat dalam menerapkan disiplin disiplin bagi anak sejak balita hingga masa anak-anak dan sampai usa remaja.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai Implementasi Pemberian Reward Dan Punishment  Dalam Membentuk Karakter Disiplin Anak Usia Dini Pada Kelompok B di RA An-Nawaa 3 Kota Cirebon. dalam rangka dalam rangka mendisiplinkan anak usia dini khususnya pada kelompok B. guru menggunakan beberapa strategi diantanya pemberian reward dan punishment . Reward artinya hadiah, penghrgaan yang dijadikan sebagi alat pendidikan dan diberikan ketika seseorang anak melakukan suatu yang baik atau telah berhasil mencapai sebuah tahap perkembangan tertentu. Kopri (2015;289). Sedangkan punishment  atau maksud dari hukuman adalah mencegah timbulnya tingkah laku yang tidak baik dan mengingatkan siswa untuk tidak melakukan apa yang tidak boleh djiwandono (2008;144)Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskptif kualitatif dengan fokus penelitian Implementasi Pemberian Reward dan Punishment  dalam Membentuk Karakter Anaka Usia Dini pada Kelompok B di RA An-Nawaa 3 Kota Cirebon. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun yang menjadi sumber data primer adalah, kepala sekolah dan guru kelas B. dan orangtua murid  sumber data sekundernya adalah referensi dari berbagai buku terkait reward, punishment  dan kedisiplinan . Untuk uji keabsahan data menggunakan triangulasi data.Hasil dari penelitian ini adalah Implementasi pemberian reaward dan punishment  dalam membentuk karakter disiplin anak usia dini khususnya pada kelompok B. dalam penerapannya RA An-Nawaa 3 memberikan sebuah reward ketika anak melakukan suatu tindakan baik dan memberikan punishment  ketika anak melakukan suatu tindakan kurang baik yang melanggar peraturan tata tertib dalam penerpan pemberiannya RA An-Nawaa 3 selalu mempertimbangkan usia serta situasi dan kondisi agar pemberian reward dan punishment  sesuai dengan kebutuhan. Adapun bentuk reward yang diberikan kepada anaknya yaitu reward verbal dan non verbal sedangkan untuk punishment nya guru hanya memberikan punishment  verbal.Kata Kunci : Reward, Punishment , Kedisiplinan 

Page 3 of 20 | Total Record : 198