cover
Contact Name
ARI HAYATI
Contact Email
ari.hayati@unisma.ac.id
Phone
+62341- 551932
Journal Mail Official
biosaintropis@unisma.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha FMIPA Unisma Gedung Usman bin Affan Kompleks Unisma Jl. MT Haryono 193 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic)
ISSN : 23382805     EISSN : 24609455     DOI : https://doi.org/10.33474/e-jbst.v7i2.305
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal ini mengkaji fenomena dan temuan penelitian di bidang biologi dan ilmu-ilmu dasar (sains) lainnya serta bidang studi di wilayah tropis. Jurnal ini ditujukan untuk menemukan solusi alternatif dalam perkembangan ilmu biologi demi kesejahteraan masyarakat Indonesia dan Dunia.
Articles 270 Documents
Studi Kadar Lipid Trigliserida pada Tikus Wistar Setelah Pemberian Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans Secara Subkronik Selama 90 Hari Siti Awaliah Fajrin; Nour Athiroh
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 (2017): Edisi Khusus: Manfaat Metabolit dan Aktivitas Interaksi Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.605 KB)

Abstract

The Increasing of triglycerides level caused ossified artery. Tea parasite consists such secondary metabolic namely Flavonoids, Querstin, Tannin, Glycoside, Alkaloid, Saponin, and Inuline. These plants are parasites to tea plant (Thea sinensis L.) and very potential to be a medical plants. The purpose of this research was to know the effect of MESA toward triglyseride. In order to see its safety and to gain information of toxic existence after repeated analysis for certain duration of time, an examination of toxicity is necessary by applying 2-3 experimental animals from different furrow whether it is done acutely for 24 hours, sub-chronically for 28 days and 90 days. This research was True Experimental Design and also using CRD (Complete Randomised Design). MESA was presented in mice for 90 days (sub-chronic) and 40 mice are used and divided into four groups. one group as control and three groups have different doses of MESA. Level of triglyceride in serum of mice examined. Significant differences between groups of treatment compared to group of control, and the result of triglyceride Degree measurement which has been done by experimenting each group of P1, P2, and P, shows that MESA with dose 250 mg/kg BW, 500 mg/kg BW, and 1000 mg/kg BW have almost the same value with control or so-called as insignificant value of (p>0.05) because suspected of high flavonoids substances cause the decrease of triglyseride levels. In which, the level of triglyceride of female mouse is normal means it not cause toxic. Key words: tea parasite, sub-chronic, triglyceride. ABSTRAK Kadar trigliserida yang meningkat dapat menyebabkan pengerasan pembuluh darah. Benalu teh mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, quersetin tanin, glikosida, alkaloid, saponin, dan inulin. Benalu teh hidup menopang pada tanaman teh dan memiliki potensi untuk dijadikan bahan obat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kadar trigliserida setelah pemaparan EMSA selama 90 hari. Suatu sediaan uji perlu pemaparan secara berulang dalam jangka waktu tertentu untuk melihat adanya efek toksik serta keamanannya untuk dikonsumsi. Sehingga suatu sediaan perlu dilakukan uji toksisitas dengan menggunakan 2-3 hewan uji coba dari galur yang berbeda, baik secara akut tidak lebih dari 24 jam, subkronik 28 hari dan subkronik 90 hari. Penelitian ini merupakan True Experimental Design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). EMSA dipaparkan selama 90 hari dengan hewan coba tikus digunakan berjumlah 40 ekor dan dibagi menjadi empat kelompok. Satu kelompok sebagai Kontrol, dan tiga kelompok sebagai dosis yang berbeda. Serum yang diperiksa adalah kadar trigliserida. Perbedaan signifikan antara rata-rata kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil pengukuran kadar trigliserida yang telah dilakukan dengan pengujian terhadap masing-masing kelompok P1, P2, serta P3 menunjukkan bahwa EMSA dengan dosis 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB, dan 1000 mg/kgBB memiliki nilai yang tidak berbeda nyata dengan control atau disebut dengan tidak signifikan dengan nilai (p>0,05) karena diduga adanya zat aktif flavonoid yang tinggi menyebabkan kadar trigliserida menjadi menurun. Dalam hal ini kadar trigliserida tikus wistar betina bersifat normal sehingga tidak bersifat racun. Kata kunci: benalu teh, subkronik, trigliserida.
Pengaruh Ekstrak Metanolik (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans) Yang Diberikan Secara Subkronik 90 Hari Pada Tikus Betina (Rattus norvegicus) Terhadap Necrosis Otak Laili Mihmidati; Nour Athiroh
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 (2017): Edisi Khusus: Manfaat Metabolit dan Aktivitas Interaksi Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.074 KB)

Abstract

The goals of this research is to know the effect of MESA (Extraction of Methanolic Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans toward the description of necrosis of brain female rats (Rattus norvegicus) by sub-chronic 90 days. The method of this research uses True Experimental Design by complete randomized design. The samples which are used are 40 rats that divided into 4 treatments, a control group (without exposed by MESA) 3 treatment groups are exposed by multilevel MESA those are 250 mg/Kg BW, 500 mg/KgBW and 1000 mg/KgBW. In the 90th day, the rats are sacrificed, the rats are anesthesia then the rats are observed by macro-pathology that will be pondered (absolute weight) must be dried with absorbent paper. Meanwhile the analyzed data is relative weight that is absolute organs weight divided by body weight. Organs examined histopathologies which are observed are brain organs. Every organs and tissues were separated, entered into formaldehyde solution 10% and made histopathology preparations then examined under microscope. The result of this research is shown that giving MESA between groups of treatment compared to group of control are insignifican. means is not getting toxic toward female rats. Due the active substances contained in MESA is Flavonoids and Kuersetin that contain antioxidans and can inhibit free radicals. Keyword: Brain, Necrosis, Mistle Toe ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh EMSA (Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea (BI.) Dans) terhadap gambaran nekrosis otak tikus (Rattus norvegicus) betina secara subkronik 90 hari. Metode penelitian ini menggunakan True Experimental Design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel yang digunakan sebanyak 40 ekor tikus. dengan dibagi 4 perlakuan, 1 kelompok kontrol (tanpa diberi EMSA) 3 kelompok perlakuan dengan diberi EMSA yang bertingkat yaitu 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB dan 1000 mg/KgBB. Pada hari ke-90 tikus dikorbankan, tikus dibius kemudian dilakukan pengamatan secara makropatologi yang akan ditimbang (bobot absolut) harus dikeringkan terlebih dahulu dengan kertas penyerap. Sedangkan data yang di analisis adalah bobot relatif, yaitu bobot organ absolut dibagi bobot badan. Organ yang diperiksa histopatologi yang diamati adalah organ otak. Setiap organ dan jaringan yang sudah dipisahkan dimasukkan dalam larutann formalin 10% dan dibuat preparat histopatologi kemudian di periksa dibawah mikroskop. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian EMSA pada perlakuan tikus kontrol (tanpa perlakuan) tidak berbeda nyata dibandingkan dengan tikus perlakuan, sehingga EMSA aman (tidak toksik ) terhadap tikus betina dikarenakan zat aktif yang terkandung dalam EMSA. Kata kunci: Otak, Nekrosis, Benalu Teh
Protein Surimi Ikan Kurisi (Nemipterus hexodon) karena Pengaruh Penyimpanan Beku dan Kontribusinya di dalam Pemenuhan Kecukupan Protein Febrianto Setyawan; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 1 (2017): Lingkungan dalam dan luar tubuh makhluk hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.648 KB)

Abstract

The surimi of Kurisi Fish is a meat curd fish meal that has undergone weeding, washing, and adding bioprotectant materials such as salt and cryoprotectant. Frozen storage is one of the efforts to preserve surimi of Kurisi fish (Nemipterus hexodon) in order not to decrease protein content. The objective of the study was to study the effect of frozen surimi Kurisi fish (Nemipterus hexodon) storage on total protein content and its contribution in the fulfillment of protein sufficiency. This study uses purposive sampling, experimental method, and statistical analysis technique with two-population average test (Independent t-Test). The treatment used was not frozen and frozen storage each with five replications. Quantitative data were analyzed using SPSS software version 17. Protein content before frozen storage was 20.33% and after frozen storage was 19.72%. The result of statistical test is obtained t count 0.7966 <t (0.05) 1,859438, it mean that at the level of significance of 5% decrease in protein content in frozen storage surimi fish Kurisi no effect significantly. Keywords: Surimi, Kurisi fish, frozen storage, total protein, protein sufficiency ABSTRAK Surimi ikan Kurisi merupakan lumatan daging ikan Kurisi yang telah mengalami proses penyiangan, pencucian, dan penambahan bahan bioprotektan seperti garam dan cryoprotectant. Penyimpanan beku adalah salah satu usaha yang dilakukan untuk mengawetkan surimi ikan Kurisi (Nemipterus hexodon) agar tidak mengalami penurunan kandungan protein. Tujuan Penelitian adalah mempelajari pengaruh penyimpanan beku surimi ikan Kurisi terhadap kadar protein total serta kontribusinya di dalam pemenuhan kecukupan protein. Penelitian ini menggunakan purposive sampling, metode eksperimen, dan teknik analisis statistika dengan uji rata-rata dua populasi (Independent t-Test). Perlakuan yang digunakan adalah tidak disimpan beku dan penyimpanan beku masing-masing dengan lima kali ulangan. Data kuantitatif dianalisis menggunakan software SPSS versi 17. Kadar protein sebelum penyimpanan beku adalah 20.33% dan sesudah penyimpanan beku sebesar 19.72%. Hasil uji statistik didapatkan thitung 0.7966 < t(0.05) 1,8594, artinya pada tingkat signifikansi 5% penurunan kadar protein pada penyimpanan beku surimi ikan Kurisi tidak berpengaruh secara nyata. Kata kunci: Surimi, ikan Kurisi, penyimpanan beku, kecukupan protein
Kandungan Lemak Surimi Ikan Ekor Kuning (caesio cuning) Akibat Penyimpanan Beku dan Sumbangan Angka Kecukupan Lemak (AKL) Agustina Dwi Puspithasari; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 (2017): Edisi Khusus: Manfaat Metabolit dan Aktivitas Interaksi Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.111 KB)

Abstract

Yellow tail fish (Caesio cuning) surimi contains high protein levels but low fat levels. Freeze storage as an alternative toward surimi in order to does not occur putrefaction that is been caused by microorganism. The purpose of this research is to study the difference fat content in surimi of yellow tail fish before and after frozen storage. This study used purposive sampling experiments with methods and techniques of analysis test average of two populations (Independent t-Test) with two treatment products surimi freezing storage before and after each with five replications. Quantitative data were analyzed using SPSS version 17 software. The results of the research there is a difference in fat levels decrease significantly that is average in frozen surimi prior to 30.274% while after frozen storage 20.961%. It can be concluded that the storage of frozen surimi experienced a significant decrease in fat levels, so there is a difference between before and after frozen storage, where fat loss of 9.31%. Result is a high decrease of fat in freezer, because fat loss more than 5%. Keywords: freeze storage, fat content, surimi yellow tail fish ABSTRAK Surimi ikan ekor kuning (Caesio cuning) mengandung kadar protein tinggi tetapi kadar lemaknya rendah. Penyimpanan beku sebagai salah satu alternatif agar surimi tidak membusuk sebab aktifnya mikroorganisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari perbedaan lemak surimi ikan ekor kuning (Caesio cuing) sebelum dan sesudah penyimpanan beku. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan purposive sampling dan teknik analisis uji rerata dua populasi dengan dua perlakuan produk surimi sebelum dan sesudah penyimpanan beku masing-masing dengan lima kali ulangan. Data kuantitatif dianalisis menggunakan softwere SPSS versi 17. Hasil penelitian terdapat perbedaan penurunan kadar lemak yang signifikan yaitu rerata pada surimi sebelum penyimpanan beku 30,2741% sedangkan sesudah penyimpanan beku 20,9608%. Surimi penyimpanan beku mengalami penurunan kadar lemak yang signifikan, sehingga terdapat perbedaan antara produk surimi sebelum dan sesudah penyimpanan beku, penurunan lemak sebesar 9,31% dan hasil tersebut merupakan penurunan lemak yang tinggi dalam penyimpanan beku, karena penurunan lemak lebih dari 5%. Kata kunci: penyimpanan beku, kadar lemak, surimi ikan ekor kuning.
Studi Sub-Kronik 90 Hari: Profil Histopatologi Pada Jaringan Pulmo Tikus (Rattus norvegicus) Akibat Paparan Ekstrak Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans. Rakhmawati fahmiy; Nour Athiroh
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 1 (2017): Lingkungan dalam dan luar tubuh makhluk hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.276 KB)

Abstract

Leave of Scurrula atropurpurea (Bl.)Dans. Contains antioxidants that are active substances particularly flavonoids (quercetin, rutin, saponin et.al) used to lower necrosis lungs. The purpose of this study, that is knowing the influence Methanolic Extract Scurrula atropurpurea (Bl.)Dans and (MESA) for toxicity test on lungs necrosis sub-chronic for 90 days. MESA is made through maceration with methanol and the extraction process to shaped paste. The subject of this study, 40 female rats Rattus norvegicus wistar which are divided into 4 groups: control, P1 (250 mg/KgBW), P2 (500 mg/KgBW) and P3 (1000 mg/KgBW). MESA is fed 5 times a week for 90 days. After 90 days, the rats were sacrificed, all the treatment taken organ lungs and made slides histopathology. Data analysis use One way ANOVA test. MESA contain flavonoids that inhibit the concentration of lipids in a way enhance the activation of macrophages thus lowering inflammation in necrosis lungs. Results of the study prove an average dose of EMSA lungs necrosis not the real difference compared to all treatment. This is confirmed with a test MESA dose of histopathology, which show wasn’t a real difference with control. It shows the EMSA has no effect against female rat lungs necrosis and no toxic effects posed so sub-chronic test 90 days EMSA declared safe to foundation of the alternative herbal medicine preparations. Keywords:Necrosis, Pulmo, Mistletoe tea ABSTRAK Daun kering benalu Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans. mengandung antioksidan berupa zat aktif flavonoid (kuersetin, rutin, saponin, dll) yang berfungsi menurunkan nekrosis pulmo. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh Ekstak Metanolik Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans dan (EMSA) terhadap nekrosis pulmo pada uji toksisitas subkronik selama 90 hari. EMSA dibuat melalui proses maserasi dengan metanol dan proses ekstraksi sampai EMSA berbentuk pasta. Subyek penelitian ini adalah 40 tikus betina Rattus norvegicus galur wistar yang terbagi dalam 4 kelompok perlakuan, yaitu: Kontrol, P1(250 mg/KgBB), P2(500 mg/KgBB) dan P3(1000 mg/KgBB). EMSA disondekan 5 kali dalam seminggu selama 90 hari. Setelah 90 hari, tikus dikorbankan, semua perlakuan diambil organ pulmo dan diuji histopatologi. Analisis data menggunakan uji One way ANOVA.Hasil penelitian menunjukkan EMSA mengandung flavonoid yang menghambat peroksidasi lipid dengan cara meningkatkan aktivasi makrofag sehingga menurunkan inflamasi. Analisis ANOVA menunjukkan rata-rata nekrosis pulmo dosis EMSA dan kontrol tidak beda nyata. Hal ini dikonfirmasi dengan uji histopatologi dosis EMSA yang menunjukkan tidak beda nyata dengan semua perlakuan. Hal tersebut menunjukkan EMSA tidak berpengaruh terhadap nekrosis pulmo tikus betina dan tidak ada efek toksik yang ditimbulkan, sehingga secara uji subkronik 90 hari EMSA dinyatakan aman digunakan sebagai sediaan obat herbal. Kata kunci: Nekrosis, Pulmo, Benalu teh
Uji Kualitas Air Minum Isi Ulang pada Depo Air Minum Di Sekitar Kampus UNISMA Malang Fatihatul Melinda; Saimul Laili; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 1 (2017): Lingkungan dalam dan luar tubuh makhluk hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.624 KB)

Abstract

The research aims is to examine the quality of refill drinking water around UNISMA campus, it is reviewed about the test of physical, chemical and microbiological quality, and to know whether the quality of drinking water is in compliance with quality standard of drinking water No.492/MENKES/PER/1V/2010. Using method of qualitative descriptive is the parameter of smell and taste. Quantitative descriptive parameters are temperature and turbidity, TDS, conductivity, pH, DO and coliform. Test and analysis of quantitative is done in laboratory toward the water sampling of refilled drinking water that is taken from three depots with purposive sampling. Sample is replicated three times from respective depot. Refill drinking water in around the UNISMA campus of Malang, the test of odor, taste, physical, chemical and microbiological quality; temperature, turbidity, TDS, Conductivity, pH, DO, and coliform, is qualify to be consumed by the people, because the value of each parameter has fulfilled the quality standard from the Minister of Health of the Republic of Indonesia No.492/MENKE/PER/IV/2010. Keyword: quality; refill drinking water; physical, chemical and microbiological parameter ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa kualitas air minum isi ulang di sekitar kampus UNISMA ditinjau tentang uji kualitas fisik, kimia dan mikrobiologi serta mengetahui apakah kualitas air minum isi ulang sudah sesuai standar baku mutu kualitas air minum No.492/MENKES/PER/1V/2010. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif untuk parameter : Bau dan Rasa, sedangkan deskripstif kuantitatif untuk parameter: Suhu, Kekeruhan, TDS, Konduktivitas, pH, DO dan Coliform. Uji dan analisis kuantitatif dilaksanakan di laboratorium terhadap sampel air minum isi ulang yang di ambil dari tiga depo air minum secara purposive (sengaja). Sampel diulang 3 kali dari masing-masing depo. Air minum isi ulang di sekitar kampus UNISMA Malang ditinjau dari parameter bau, rasa, kualitas fisik, kimia dan mikrobiologi; suhu, kekeruhan, TDS, konduktivitas, pH, DO, dan koliform, memenuhi syarat untuk dikonsumsi oleh masyarakat, karena nilai masing-masing parameter tersebut sudah memenuhi standar baku mutu dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/IV/2010. Kata kunci: kualitas; air minum isi ulang; parameter fisik, kimia dan mikrobiologi
Profil Histopatologi pada Jaringan Jantung Tikus Subkronik 90 Hari Menggunakan Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans Dwi Mareta Nur hidayati; Nour Athiroh
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 (2017): Edisi Khusus: Manfaat Metabolit dan Aktivitas Interaksi Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.833 KB)

Abstract

The goal of this research is to study the effect of Scurrrula atropurpurea (BI). Dans Metanolic Extraction toward cardiac necrosis in sub-chronic of 90- days of female rat. The method of this research is Experiment by complete randomized design. The numbers of rats that will be used are 40 female rats, with 100-200 gram weight that is divided into four groups; one group as control and 3 treatment groups. Treatment groups are given Metanolic Extract of Scurrrula atropurpurea (MESA) with different doses thoses are 250 mg/KgBW, 500 mg/KgBW, and 1000 mg/KgBW, the rats will be satisfied for 14-18 hours before it will be sonde. MESA is given minimal 5 times in a week for 9- days, rats is scarified and taken the cardiac organ. The cardiac organ is fed into a 10% formalin solution and a histopathologic preparation is then examined under microscope. The result showed ANOVA in SPSS 15.0. the treatment not significantly different than control rats, this shows that the effect of MESA toward necrosis of cardiac rat no effect toxic so the MESA is safe by sub-chronic test. Myocardial cell has signs of necrosis such as pycnotics; shrinking cell nucleus, cariorecsis; crushed cell nucleus, and cariolysis; cell nucleus disappear. Keyword: Cardiac, Necrosis, Exctract, Sub-chronic, MESA ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans secara subkrobik 90 hari pada tikus betina terhadap nekrosis Jantung. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap. Jumlah tikus yang digunakan 40 ekor tikus betina dengan berat badan 100-200 gr yang dibagi menjadi 4 kelompok, 1 sebagai kontrol dan 3 kelompok adalah perlakuan. Kelompok perlakuan diberi EMSA dengan dosis berbeda yaitu 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, dan 1000 mg/KgBB, tikus dipuasakan selama 14-18 jam sebelum disonde. EMSA diberikan minimal 5 kali dalam seminggu selama 90 hari, tikus dikorbankan dan diambil organ jantung. Organ jantung dimasukkan ke dalam larutan formalin 10% dan dibuat preparat histopatologi kemudian diperiksa dibawah mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji ANOVA pada SPSS 15.0. tikus perlakuan tidak berbeda nyata dibandingkan dengan tikus kontrol, hal ini menunjukkan bahwa pengaruh EMSA terhadap nekrosis jantung tikus tidak ada efek toksik sehingga EMSA aman secara uji subkronik. Sel miokardium memiliki tanda-tanda nekrosis seperti piknotik; penyusutan inti sel, karioreksis; inti sel hancur dan kariolisis; inti sel menghilang. Kata Kunci: Jantung, Nekrosis, Ekstrak, Subkronik, EMSA
Studi Sub-Kronik 90 Hari: Pengaruh Ekstrak Scurrula atropurpurea Terhadap Kadar Kolesterol Tikus (Rattus norvegicus) Betina Galur Wistar Jihan Farah Zakia; Nour Athiroh AS
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 (2017): Edisi Khusus: Manfaat Metabolit dan Aktivitas Interaksi Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.082 KB)

Abstract

The safety of compound for experiment and agent toxic effect in certain time period, need toxicity test. The research was aimed to investigate the effect of Methanolic Extract of Scurrula atropurpurea [Bl] Dans (MESA) to rats (Rattus norvegicus) during 90 days. Subject of the study were female white rats Wistar strain, 1.5 – 2 months old and 100 gram minimum weight. Rats were divided into 4 groups; each group consists of 5 rats. The first group was control. Second, third and fourth groups were given MESA peroral with dosage 250, 500 and 1000 mg/KgBW. MESA were given 5 times in a week during 90 days (sub chronic toxicity test). The result of one-way ANOVA test revealed there was no significant difference of cholesterol level in serum among four treatment groups. Dosage treatments of MESA and control groups in female white Rats (Rattus norvegicus) are not toxic in experimental animals. Keywords: Mistletoe tea, Sub chronic, cholesterol ABSTRAK Keamanan sediaan uji untuk informasi adanya efek toksik setelah pemaparan sediaan uji secara berulang dalam jangka waktu tertentu perlu dilakukan uji toksikologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun benalu teh Scurrula atropurpurea Bl. terhadap kadar kolesterol pada hewan coba tikus putih betina (Rattus norvegicus) selama 90 hari (subkronik). Metode penelitian ini adalah Eksperimental dengan perlakuan dosis Estrak Metanolik Scurrula atropurpurea (EMSA) dosis 250 mg/KgBB., 500 mg/KgBB dan 1000 mg/KgBB dengan ulangan 5x tiap perlakuan. Subjek menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus) betina strain Wistar yang berumur 1,5 – 2 bulan dengan berat badan minimal 100 gram. Perlakuan dalam penelitian ini berupa Dosis tersebut diberikan 5 kali seminggu selama 90 hari (uji toksisitas subkronik) secara per oral. Kadar kolesterol dianalisis menggunakan uji One-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kolesterol darah antara kontrol dengan perlakuan tidak berbeda nyata. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pemberian EMSA (Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea) pada tikus putih (Rattus norvegicus) betina adalah tidak toksik pada hewan coba. Kata kunci : Benalu teh, sub kronik, kolestrol
Karakteristik Mikoriza Anggrek Dendrobium sp. dan Spathoglottis sp. pada Media PDA dengan perbedaan pH Ana Li'atul Mufidah; Ahmad Syauqi; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 (2017): Edisi Khusus: Manfaat Metabolit dan Aktivitas Interaksi Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.096 KB)

Abstract

Mycorrhizal is relationship mutualism between root and fungi. Examination of fungi requires environment outside of the orchid body. Most fungi grow up at relatively low pH. The aim of research is to identify the variety of mycorrhizal orchid isolates which in the orchid root of Dendrobium sp. (epiphytic orchids) and Spathoglottis sp. (Terrestrial orchids) and that in two kinds of growth media pH. The research method is descriptive experimental design with combination of treatments toward two orchid species, PDA media (Potato Dextrose Agar) by without and adding HCl 10% and types of cutting orchid root is cross and longitudinal. The technique of growth fungi consists of eight treatments those are code of SA1.1, SA2.1, SB1.1, SB2.1, DA1.1, DA2.1, DB1.1, and DB2. Root pieces had been isolated into Potato Dextrose Agar media and incubated for 2-5 days. Colonies of fungi that grow had been purified isolate and incubated for 2-3 days. Identification is based on the macroscopic morphology and microscopic characters and is used determination key. The media with low pH show more growth of isolate fungi variety. The result of this research is growth of orchid’s mycorrizhal there was a genus, Mucor. Isolate from low pH of media, root of Spathoglottis sp. terrestrial orchids that longitudinal cut there were two genuses, Mucor and Rhizoctonia. Keywords: Mycorrizal, PDA Media, Orchid Root ABSTRAK Mikoriza adalah hubungan simbiosis mutualisme antara akar dan jamur. Pemeriksaan jamur membutuhkan lingkungan diluar tubuh tanaman anggrek. Jamur pada umumnya tumbuh pada pH relatif rendah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis isolat jamur mikoriza yang terdapat pada akar anggrek Dendrobium sp. (anggrek epifit) dan Spathoglottis sp. (anggrek terrestrial) pada dua macam pH media pertumbuhan. Metode penelitian ini menggunakan percobaan dengan rancangan deskriptif kepada kombinasi perlakuan yaitu dua spesies anggrek, media PDA (Potato Dextrose Agar) tanpa dan dengan penambahan HCl 10%, tipe potongan akar melintang dan membujur. Pertumbuhan jamur terdiri atas delapan perlakuan yaitu kode SA1.1, SA2.1, SB1.1, SB2.1, DA1.1, DA2.1, DB1.1 dan DB2.1. Potongan akar diisolasi ke dalam media PDA (Potato Dextrose Agar) dan diinkubasi selama 2-5 hari. Selanjutnya, koloni jamur yang tumbuh dilakukan biakan murni dan diinkubasi selama 2-3 hari. Identifikasi berdasarkan karakter morfologi makroskopis dan mikroskopis dan digunakan kunci determinasi. Media dengan pH rendah menunjukkan pertumbuhan jenis isolat jamur lebih banyak. Hasil dari penelitian ini yaitu pertumbuhan mikoriza anggrek pada isolat terdapat satu genus yaitu Mucor. Isolat dari media pH rendah berasal dari akar anggrek terrestrial Spathoglottis sp. dipotong membujur terdapat dua genus yaitu Mucor dan Rhizoctonia.. Kata kunci: Mikoriza, Media PDA, Akar Anggrek
Uji Kandungan Senyawa Aktif pada Kombinasi Kudu Laos (Morinda citrifolia dan Alpinia galanga) Hasina Varadibbah; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 (2017): Edisi Khusus: Manfaat Metabolit dan Aktivitas Interaksi Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.569 KB)

Abstract

Herb or herbal medicine namely Kudu Laos potential as afitness therapy used in health care. This research aims to know contains of active compound in the combination of Morinda citrifolia and Alpinia galanga which had different treatments, by finding the correlation among of the active compound. The kind of this research is experimental laboratory using Complete Random Design (CRD) with observation of color result. Using the newton’s reversed ring scale which concentrated color has scale 4 and the bright color has scale 1. The research was conducted by three treatments of volume comparison with four replications. Using application of SPSS version 15.0 to test of Pearson correlation and examine alkaloid in the combination of mengkudu (Morinda citrifolia) and galangal (Alpinia galanga) there is a change of color become orange, that’s mean positive (+) contains alkaloid. Examining flavonoid, there is change of color become yellow, that’s mean positive (+) contains flavonoid. Examining of saponin by seeing the positive stable foam (+), it contains saponin. The correlation result of active compound on the mengkudu galangal, flavonoids that correlate with alkaloid is very strong also between alkaloid with saponin, and flavonoid with saponin. Keywords : active compound, combination, mengkudu and galangal ABSTRAK Jamu kudu laos potensial sebagai terapi kebugaran yang digunakan dalam perawatan kesehatan. Tujuan penelitian adalah mempelajari kandungan senyawa aktif dalam perasan dari perlakuan perbandingan volume Kudu-Laos yang berbeda dan mendapatkan korelasi diantara senyawa aktif. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pengamatan warna. Menggunakan skala cincin newton yang dibalik yaitu warna pekat mempunyai skala 4 dan warna lebih terang dengan skala 1. Dilakukan tiga kali perlakuan berbandingan volume dengan empat kali pengulangan. Menggunakan data analisis tes korelasi Pearson aplikasi SPSS versi 15.0. Hasil penelitian kombinasi mengkudu dan lengkuas uji alkaloid terdapat perubahan warna menjadi oranye yang berarti positif (+) mengandung alkaloid. Uji flavonoid terjadi perubahan warna menjadi kuning positif (+) adanya flavonoid. Uji saponin dengan melihat busa stabil banyak busa positif (+) mengandung saponin. Hasil korelasi senyawa aktif pada jamu kudu-laos flavonoid berkorelasi dengan alkaloid sangat kuat, demikian pula antara alkaloid dengan saponin serta antara flavonoid dengan saponin. Kata kunci: senyawa aktif, kombinasi, mengkudu dan lengkuas

Page 9 of 27 | Total Record : 270