cover
Contact Name
ARI HAYATI
Contact Email
ari.hayati@unisma.ac.id
Phone
+62341- 551932
Journal Mail Official
biosaintropis@unisma.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha FMIPA Unisma Gedung Usman bin Affan Kompleks Unisma Jl. MT Haryono 193 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic)
ISSN : 23382805     EISSN : 24609455     DOI : https://doi.org/10.33474/e-jbst.v7i2.305
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal ini mengkaji fenomena dan temuan penelitian di bidang biologi dan ilmu-ilmu dasar (sains) lainnya serta bidang studi di wilayah tropis. Jurnal ini ditujukan untuk menemukan solusi alternatif dalam perkembangan ilmu biologi demi kesejahteraan masyarakat Indonesia dan Dunia.
Articles 270 Documents
Keragaman Koloni Bakteri Indigenous Pengolahan Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit Aisyah Wardani; ahmad syauqi; Hari Santoso
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 1 No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanning industry waste is potential to pollute the environment because it is using a  harmful chemical materials. One of many effort to prohibit the environmental pollution is a bioremediation using bacteria because bacteria can grow and adapt to any subtrats that has a organic materials. The diversity of bacteria is important to know because the bacteria covers most large species diversity on earth and its role as bioremediation. The purpose of  this research is to determine the value of the diversity index and the types of indigenous gram bacteria in waste water Leather Tanning Industry Malang. Data has been analyzed results of measurements of pH, temperature, conductivity, the number of  bacteria colonies, bacterial community structure (diversity, evenness, richness and dominance) and the results of bacterial gram staining.Diversity of indigenous bacteria colonies that has been found are low and the value is 0,36; 1,30 and 0,015. Type of indigenous gram bacteria found are streptococci negative (11%), streptococci positive (34%), Streptobacilli negative (11%), streptobacilli positive (34%), coccus negative (5%) and coccus positive (5%). Keywords:Diversity, Gram Strain, Bacteria, Waste Water, Tanning Industry
Uji Kualitas Perairan dan Pengaruhnya terhadap Indeks Keanekaragaman Makrofauna di DAS Janjang Madura Nur Fazat Arinal Haq; Saimul Laili; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 1 No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Jangjang di Kec. Kwanyar Kab. Bangkalan Madura merupakan suatu sungai yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk kepentingan sehari-hari, Adanya beberapa aktivitas tersebut menyebabkan sungai pengalami penurunan kualitas perairan dan akan terjadi pencemaran perairan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan parameter fisika dan kimia dan mengetahui pengaruh kualitas perairan terhadap indeks keanekaragaman makrofauna di DAS Jangjang Kec. Kwanyar Kab. Bangkalan Madura. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif, Uji kualitas perairan sungai menggunakan parameter fisika dan kimia yang mengacu pada Baku Mutu Kelas Air PP No. 82 Tahun 2001 dan PerGub Jawa Timur No. 32 Tahun 2013.Untuk mengetahui indeks keanekaragaman makrofauna dengan menggunakan rumus Shannon Whinner. Analisa pengaruh kualitas air dengan makrofauna menggunakan analisa korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas perairan pada parameter fisika dan kimia berdasarkan Baku Mutu Kelas Air masih berada dibawah nilai baku mutu air dan relatif baik untuk keberadaan keanekaraaman makrofauna..Keanekaragaman makrofauna yang ditemukan di Sungai Jangjang ada tiga jenis yaitu ikan famili Bagridae dan famili Mugilidae dan jenis kepiting famili Portunidae. Indeks keanekaragaman menunjukkan adanya perbedaan signifikan disebabkan oleh kualitas berbeda-beda berdasarkan parameter fisika dan kimia tersebut. Kata Kunci: Sungai Jangjang, Kualitas Air, Keanekaragaman Makrofauna.
Studi Etnobotani dan Keragaman Pisang Buah (Musaceae) Pada Masyarakat Tradisional Pandalungan Desa Krai Lumajang Nilam Firdausi; Ari Hayati; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 1 No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang merupakan tanaman rakyat yang dapat tumbuh di hampir seluruh tipe agroekosistem. Penggalian pemanfaatan suatu tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari merupakan suatu ilmu botani yang lazim dikenal dengan Etnobotani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang tanaman pisang buah (Musaceae) di Desa Krai Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang. Dilakukan pada bulan Mei-Juni 2015. Metode yang digunakan adalah metode survey acak terpilih (purposive random sampling).  Sampel dilakukan di Desa Krai pada 3 Dusun yaitu Dusun Sentono, Krajan, dan Kebunan. Pengambilan Data  Dilakukan Dengan mengambil data berupa data pemanfaatan tanaman pisang dikumpulkan dengan melakukan wawancara dan kuisioner kepada responden petani / pembudidaya tanaman pisang, pengolah /pengrajin dan pegguna pisang secara umum.Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa persepsi masyrakata Desa Krai Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang di 3 Dusun yaitu sangat tinggi dalam aspek pemanfaatan tanaman pisang buah (Musaceae). Masyrakat banyak mengetahui manfaat semua organ tanaman pisang dari akar, batang daun, buah, bunga bahkan kulit yang dianggap limbah dapat dimanfaatkan sebagai obat. Tanaman juga biasa digunakan sebagai adat istiadat pada saat pernikahan dan saat syukuran pindah rumah. Namun, masyarakat jarang sekali untuk memanfaatkan untuk keterampilan.
Perlakuan Asam Amino dalam Partikulasi Asap dan Hormon terhadap Pertumbuhan Stek Pucuk Zaitun (Olea europaea) Lutfi Niam; tintrim rahayu; ari hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 1 No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman zaitun (Olea europaea L.) memiliki banyak manfaat. Ekstrak daun zaitun bisa digunakan sebagai antioksidan, anti inflamasi, anti mikroba, murunkan tekanan darah, gula darah, kanker, mengencerkan darah yang telalu kental, kardiovaskuler dan penyakit degeneratif. Produksi zaitun di Indonesia tergolong rendah dibandingkan dengan negara Mediterania sehingga budidaya zaitun harus terus dikembangkan. Budidaya zaitun dilakukan dengan stek teknik Microcutting. Keberhasilan stek dipengaruhi oleh aktivitas fisiologis tanaman. Asam amino dan hormon tumbuhan berpengaruh terhadap fisiologis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam amino dan hormon tumbuhan dalam pupuk cair biogen serta kombinasinya terhadap pembentukan stek pucuk zaitun (Olea europaea L.). menggunakan metode eksperimen  Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 20 perlakuan terdiri dari kontrol, asam amino triptofan fenil alanin, konsentrasi pupuk biogen 2,3,4 cc dalam 1 liter air. dengan frekuensi semprot satu minggu satu kali, dua kali dan dua minggu satu kali serta kombinasi asam amino dengan pupuk biogen. Data yang diperoleh diuji statistik menggunakan sidik ragam jika pengaruh dilanjutkan uji BNT 5%. Asam amino triptofan & fenilalanin, hormon dalam pupuk biogen berpengaruh terhadap pertumbuhan stek pucuk zaitun.     Kata kunci: Zaitun (Olea europaea L.), Asam Amino, Hormon.   
Studi Etnobotani Tanaman Kelor (Moringa oleifera) di Desa Somber Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang Madura Izzatul Bahriyah; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 1 No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) merupakan tumbuhan obat tradisional yang memiliki sumber nutrisi yang lengkap bagi kesehatan manusia baik dari akar, batang, daun, buah dan biji. Penelitian mengenai etnobotani tanaman kelor (Moringa oleifera) belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui persepsi masyarakat dan potensi tanaman kelor di Desa Somber Kecamatan Tembelangan Kabupaten Sampang Madura, serta mendeskripsikan populasi tanaman kelor (Moringa oleifera Lmk.) yang ada di Desa Somber tersebut, Penelitian ini menggunakan metode survey secara deskriptif yang meliputi: studi pustaka, observasi (pengamatan) di lapangan. Untuk mengetahui persepsi Masyarakat mengenai kelor dilakukan wawancara dengan responden kunci (key person) dan masyarakat desa Somber menggunakan panduan kuesioner, Untuk mengetahui penyebaran tanaman kelor, digunakan peta umum (Google Earth), dan GPS untuk penandaan kelor diatas peta. Hasil penelitian ini menujukkan adanya potensi tanaman kelor di desa Somber sebagai bahan pangan (38%), ritual adat (22%), pengobatan (32%, ) pagar (6%), nilai ekonomi (aksesoris) (2%), Bagian organ tanaman kelor yang digunakan daun yaitu sebesar 55%, buah (21%) akar (10%) batang kelor (14%). Jumlah tanaman kelor diketahui 88 individu, persebaran bervariasi, yaitu Dusun Jemgelis 53% (47) individu, Dusun Pelan 24% (21) individu, Dusun Somber 23% (20) individu.
Uji Anti Hiperglikemik Rebusan Kulit Batang Cananga odorata L. Terhadap Tikus Diabetes Hari Santoso
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 1 (2017): Lingkungan dalam dan luar tubuh makhluk hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.492 KB)

Abstract

Based on public knowledge, drinking one glass of stewed cananga bark water (± 250 mL) can reduce the blood glucose level in diabetic patients. Preliminary test results to hyperglycemic (alocxan induction)male white mice (Rattus norvegicus) Strain Wistar with volume of 1 ml/Kg bw of stewed 200 grams of the Cananga odorataL. barkin 250 mlof distilled water found that it can significantly reduce their blood glucose level. The experimental Method was randomised block design (RBD) with five treatments and fourreplications. Treatment of I (K0) was a control group consisting of untreated mice; Treatment of II (K1) uses hyperglicemic mice treated with 0.5% CMC (volume 0.5 mL/Kg bw); Treatmentof III (K2) treats hiperglycemicmice with stewed cananga bark water at 100 % concentration level (volume 0.5 mL/Kg bw); Treatmentof IV (K3) treats the mice with 80% concentration level of stewed cananga bark water (volume 0.5 mL/Kg bw); Treatmentof V(K4) treats the mice with 60% concentration level of stewed cananga bark water (volume 0.5 mL/Kg bw). Three kinds of blood glucose levelwere recorded: fasting blood glucose, 30 minutes after treatment and the blood glucose post-Dextrose monohydrate using automatic blood test machine (Easy Touch GCU: NESCO multicheck).All of the measurements were analysed using analysis of variance (anova) followed by Duncan test using SPSS.The results show that the treatment using stewed cananga bark water can reduce the mice’s blood glucose level and can use a alternative of decreasing blood glucose level in diabetic patients. Keywords: Blood glucose level, stewed cananga bark water ABSTRAK Berdasarkan pengalaman empiris di masyarakat, minum rebusan kulit batang kenanga sebanyak satu gelas (± 250 mL) dapat menurunkan kadar gula darah para penderita diabetes militus (DM). Hasil uji pendahuluan dari merebusan 200 gram kulit batang Cananga odorata L. dengan aquades 250 ml kepada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) Strain Wistar hiperglikemik (induksi alocxan)dengan volume 1 ml/Kg bb dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan.Menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK), lima perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan I (K0) adalah kelompok tikus kontrol tanpa perlakuan; Perlakuan II (K1) adalah kelompok tikus hiperglikemik diberi CMC 0,5 % (volume 0,5 mL/Kg bb); Perlakuan III (K2): adalah kelompok tikus hiperglikemik diberi rebusan kulit batang kenanga konsentrasi 100% (volume 0,5 mL/Kg bb); Perlakuan IV (K3) adalah kelompok tikus hiperglikemik diberi rebusan kulit batang kenanga konsentrasi 80% (volume 0,5 mL/Kg bb); Perlakuan V(K4) adalah kelompok tikus hiperglikemik diberi rebusan kulit batang kenanga konsentrasi 60% (volume 0,5 mL/Kg bb). Data diambil kadar gula darah puasa, 30 menit pasca perlakuan dan kadar gula darah pasca Dextrose monohydrate menggunakan cek darah otomatis (Easy Touch GCU : NESCO multicheck). Analisis data secara anava (analisis variansi) dan dilajutkan dengan uji Duncan menggunakan program statistical product and service solution (SPSS).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian rebusan kulit batang kenanga dapat menurunkan kadar gula darah tikus dan dapat digunakan sebagai alternative penurun kadar gula darah penderita diabetes. Kata kunci : Kadar gula darah, Rebusan kulit batang kenanga.
Efek Pemberian Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea (Bl) Dans Terhadap Total Kolesterol Tikus Wistar Secara Subkronik Dea Fatimatu Zahroh; Nour Athiroh AS; Hari Santoso
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 1 (2017): Lingkungan dalam dan luar tubuh makhluk hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.789 KB)

Abstract

Cholesterol is an essential structural of component that makes up the cell membrane and external layer of plasma lipoproteins. This research was conducted to find out the influence of Methanolic Extract of Scurrula atropurpurea (Bl) Dans (MESA) against female wistar rats cholesterol levels (Rattus norvegicus) for 28 days (exposure to subchronic). This research is experiment that is True Experimental Design with Complete Random Design. MESA presented in rats 5 times in 1 week for 28 days, the animals try to mice used is rat females totalled 20 rats and divided into 4 groups. First, control group and second a treatment group with 3 different doses of 250 mg/KgBW, 500 mg/KgBW, and 1000 mg/KgBW. The inspection is carried out at regular intervals and at the end of the treatment period, all rats were sacrificed to do an examination of total cholesterol in serum of rats. Data analysis using SPSS 17.0 Statistics examination and results of average is significant differences with one-way analysis of variance. MESA does not have an effect on cholesterol levels of female rats through Clinical Biochemistry test of total cholesterol (p > 0.05). Comparison between treatment groups and groups who were denied treatment (not being MESA) is not real so that different stated MESA with a dose of 250 mg/KgBW, 500 mg/KgBW, and 1000 mg/KgBW no effect on cholesterol levels. Keywords : Cholesterol, Sub-Chronic, Loranthus tea ABSTRAK Kolesterol merupakan komponen struktural yang esensial dan membentuk membran sel serta lapisan eksternal lipoprotein plasma. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea (Bl) Dans (EMSA) terhadap kadar kolesterol tikus wistar betina (Rattus norvegicus) selama 28 hari (paparan subkronik). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yaitu True Experimental Design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). EMSA dipaparkan pada tikus 5 kali dalam 1 minggu selama 28 hari, Hewan coba tikus yang digunakan adalah tikus betina yang berjumlah 20 ekor dan dibagi menjadi 4 kelompok, 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan dengan dosis yang berbeda yaitu 250 mg/KgBB; 500 mg/KgBB; 1000 mg/KgBB. Pemeriksaan dilakukan secara berkala dan pada akhir periode perlakuan, semua tikus dikorbankan untuk dilakukan pemeriksaan total kolesterol pada serum tikus. Analisis Data menggunakan SPSS Statistic 17.0, dan hasil pemeriksaan menunjukkan perbedaan signifikan rata-rata dengan analisis anava satu arah. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa EMSA tidak berpengaruh terhadap kadar kolesterol tikus betina melalui uji biokimia klinis total kolesterol (p>0,05). Jika dibandingkan antara kelompok perlakuan dan kelompok yang tidak diberi perlakuan (tidak dipapar EMSA) tidak berbeda nyata sehingga dinyatakan EMSA dengan dosis 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, dan 1000 mg/KgBB tidak berpengaruh terhadap kadar kolesterol. Kata kunci : Kolesterol, Subkronik, Benalu Teh
Pengaruh Lama Penyimpanan Benih Tembakau (Nicotiana tabacum) Terhadap Viabilitas Benih Dengan Menggunakan Metode UDK Mai Suroh; Tintrim Rahayu; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 1 (2017): Lingkungan dalam dan luar tubuh makhluk hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.055 KB)

Abstract

Seed testing is important, means farmers avoid any kinds of losses that can happen in their farming implementation. The purpose of this research is to learn how to examine seed viability by examining the germanition and amount of water. The method was used experiment with Complete Randomized Design and four replications. The observed parameter is the normal quantity of germination, for amount water with performing calculation on seed before and after oven. Data analysis using SPSS V17 for ANOVA and Duncan examination. The result of the research shows that the germination which is already stored and not stored yet has a significant difference. The percentage of germination capacity decreased along with the storage time which is 96% not stored seed, 94.65% after the seed stored (5 years), 85.35% (10 years), 73.6% (15 years), 25.3% (20 years), and 6% (25 years). The duration of storage 5 up to 10 years tend still well because the germination capacity are over 80%. The duration storage does not affect the seed’s amount of water. Keywords: viability, germination capacity, amount of water, duration of storage. ABSTRAK Pengujian benih sangat penting, terujinya benih berarti terhindarnya para petani dari berbagai kerugian yang dapat timbul dalam pelaksanaan usaha taninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya kecambah benih yang belum disimpan dan benih yang sudah disimpan, kadar air sebelum dan sesudah disimpan,. Metode yang digunakan yaitu eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap, 4 kali ulangan. Parameter yang digunakan untuk daya kecambah yaitu dengan menghitung jumlah kecambah normal, untuk kadar air yaitu dengan melakukan perhitungan pada benih sebelum dan sesudah di oven. Sedangkan analisis data menggunakan SPSS V17 untuk uji ANAVA dan uji Duncan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa daya kecambah benih yang belum disimpan dengan benih yang sudah disimpan memiliki perbedaan yang nyata. Persentase daya kecambah benih mengalami penurunan seiring dengan lama penyimpanannya, yaitu 96% benih yang belum disimpan, 94,65% sesudah benih disimpan (5 tahun), 85,35% (10 tahun), 73,6% (15 tahun), 25,3% (20 tahun), dan 6% (25 tahun). Lama penyimpanan 5 sampai 10 tahun masih baik karena daya kecambahnya di atas 80%. Lama penyimpanan tidak berpengaruh terhadap kadar air benih Kata kunci: viabilitas, daya kecambah, kadar air, lama penyimpanan
Distribusi Spasial Pohon Peneduh Jalan Raya Lowokwaru Kota Malang dengan Aplikasi GIS Hasan Zayadi; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 1 (2017): Lingkungan dalam dan luar tubuh makhluk hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.291 KB)

Abstract

The phenomenon of global warming is one of the strategic issues that now this happens in all areas. The tree has significant role in the green line because the function in preventing air pollution and maintain the stability of the global climate change. The purpose of this research is to know the type of the tree includes the found on the roadside of the highway district) and Tlogomas Lowokwaru sub-Malang city and know the spatial distribution of the types of trees includes found on the roadside MT Haryono and Tlogomas streets Lowokwaru sub-city of Malang using Geographic Information System (GIS) application. This research uses the method of observation directly in the grounds related to the distribution of the types of includes the trees at the roadside. The result of this observation will get spatial data of coordinate shade tree, so that will produce spatial distribution map of shade tree. The results of this study obtained the number of species of shade trees found as many as 18 species with a total tree of 193 Individuals. The most shaded trees along the road are Angsana (Pterocarpus indicus) trees with 75 individuals, Mahogany (Swietinia macrophylla) with 48 individuals, Kersen tree (Muntingia calabura) and trembesi (Albizia saman). All of these trees are valuable for the environment in the reduction of air pollution, shading for road users and not disrupting road infrastructure. Distribution of shade trees in the area around the campus and the school has a high diversity than other areas. Keywords: Spatial distribution, Shade trees, road, GIS ABSTRAK Fenomena pemanasan global termasuk salah satu isu strategis yang sekarang ini terjadi semua kawasan. Pohon memiliki peranan yang sangat penting terkait jalur hijau karena berfungsi dalam mencegah pencemaran udara, dan menjaga keseimbangan iklim global. Penelitian terkait dengan diversitas tumbuhan penting dilakukan untuk menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui jenis-jenis pohon peneduh yang ditemukan di sepanjang pinggir jalan raya kelurahan Dinoyo dan Tlogomas kecamatan Lowokwaru kota Malang dan mengetahui distribusi spasial jenis-jenis pohon peneduh yang ditemukan di sepanjang pinggir jalan raya kelurahan Dinoyo dan Tlogomas kecamatan Lowokwaru kota Malang dengan menggunakan aplikasi Geographic Information System (GIS). Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi secara langsung di lapangan terkait distribusi jenis-jenis pohon peneduh di sepanjang pinggir jalan raya. Hasil dari observasi tersebut akan didapatkan data spasial koordinat pohon peneduh, sehingga akan dihasilkan peta distribusi spasial pohon peneduh. Hasil dari penelitian ini didapatkan jumlah spesies pohon peneduh yang ditemukan sebanyak 18 spesies dengan total pohon sebanyak 193 Individu. Pohon Peneduh yang paling banyak tersebar di sepanjang  jalan adalah pohon Angsana (Pterocarpus indicus) dengan jumlah individu sebanyak 75 individu, pohon Mahoni (Swietinia macrophylla) dengan total 48 individu, pohon kersen (Muntingia calabura) dan  trembesi (Albizia saman). Semua pohon tersebut merupakan pohon yang memiliki nilai bagi lingkungan dalam pengurangan pencemaran udara, peneduh bagi pengguna jalan dan tidak mengganggu infrastruktur jalan. Distribusi pohon peneduh pada daerah disekitar kampus dan sekolah memiliki keanekaragaman yang tinggi dibanding daerah lainnya.   Kata kunci: Distribusi spasial, pohon peneduh, jalan raya, GIS
Uji Kandungan Albumin Ikan Gabus (Channa striata ) dalam Perbedaan Lingkungan Air Mukhlisul Fuadi; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 1 (2017): Lingkungan dalam dan luar tubuh makhluk hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.004 KB)

Abstract

Snakehead or kuthuk fish needed to be cultivated through technological engineering methods so as to minimize the wild capture of the current rampant. Snakehead had more albumin protein than other fish. As a source of albumin, Snakehead could be an expensive alternative to albumin. This study aimed to determine the level of Snakehead albumin as well as compared between brackish water fish Maduran Lamongan District and fresh water Yosowilangun Lumajang District. The research method was an experimental research with purposive sampling and analysis technique of mean of two populations. This study used snakehead samples. Repeat 3x and two at each position of samples of meat samples near the heads and tails. Precipitation of albumin using 10% NaOH to increase pH up to 11.5; H2SO4 10% to decrease pH down to 5.5. Determination of albumin quantity was done by Biuret-spectrophotometer method at 540 nm wave length with duplo for each sample aliquot. The analysis used two average test techniques of two data populations with distribution. Based on the results of the study, the albumin level of snakehead that lived in brackish water was higher than in freshwater. Keywords: Snakehead (Channa striata), Albumin, Brackish Water, Fresh Water ABSTRAK Ikan gabus atau ikan kuthuk perlu dibudidayakan melalui metode rekayasa teknologi sehingga dapat meminimalisir penangkapan liar yang marak terjadi saat ini. Ikan gabus memiliki protein albumin yang lebih banyak dibandingkan dengan ikan lainnya. Sebagai sumber albumin, ikan gabus dapat dijadikan alternatif albumin yang mahal harganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar albumin ikan gabus serta membandingkan antara ikan gabus air payau Kecamatan Maduran Lamongan dan air tawar Kecamatan Yosowilangun Lumajang. Metode penelitian merupakan penelitian eksperimen dengan purposive sampling dan teknik analisis uji rerata dua populasi. Penelitian ini menggunakan sampel ikan gabus. Dilakukan ulangan 3x dan masing-masing pada dua posisi cuplikan sampel daging di dekat kepala dan ekor. Pengendapan albumin menggunakan NaOH 10 % untuk menaikkan pH hingga 11,5; H2SO4 10 % untuk menurunkan pH hingga 5,5. Penentuan kuantitas albumin dikerjakan dengan metode Biuret-spektrofotometer pada panjang gelombang 540nm dengan duplo untuk setiap cuplikan sampel. Analisis menggunakan teknik uji dua rerata dari dua populasi data dengan sebaran. Berdasarkan hasil penelitian, kadar albumin ikan gabus yang hidup di air payau lebih tinggi dibandingkan dengan hidup di air tawar. Kata kunci :Ikan gabus (Channa striata), Albumin, Air Payau, Air Tawar

Page 8 of 27 | Total Record : 270