cover
Contact Name
ARI HAYATI
Contact Email
ari.hayati@unisma.ac.id
Phone
+62341- 551932
Journal Mail Official
biosaintropis@unisma.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha FMIPA Unisma Gedung Usman bin Affan Kompleks Unisma Jl. MT Haryono 193 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic)
ISSN : 23382805     EISSN : 24609455     DOI : https://doi.org/10.33474/e-jbst.v7i2.305
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal ini mengkaji fenomena dan temuan penelitian di bidang biologi dan ilmu-ilmu dasar (sains) lainnya serta bidang studi di wilayah tropis. Jurnal ini ditujukan untuk menemukan solusi alternatif dalam perkembangan ilmu biologi demi kesejahteraan masyarakat Indonesia dan Dunia.
Articles 270 Documents
Persepsi Masyarakat Terhadap Ruang Terbuka Hijau di Alun – alun Kota Malang dan Kota Batu Ramly Abdullah Subianto; Saimul Laili; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 (2019): Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.803 KB)

Abstract

Ruang terbuka hijau merupakan komponen yang selalu diperhitungkan dalam proses perencanaan perkotaan apabila ruang terbuka hijau berkurang akan menimbulkan suatu permasalahan lingkungan. Menurut undang – undang no. 26 tahun 2007 tentang penataan ruang perkotaan, bahwa minimal untuk memenuhi ketentuan 20 % RTH publik dan 10 % RTH privat, diketahui area ruang terbuka hijau di wilayah Kota Malang dan Kota Batu maksimal dari ketentuan tersebut. Maka dibutuhkan peran dan tanggapan dari masyarakat tentang ruang terbuka hijau. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan jumlah vegetasi di area ruang terbuka hijau di Alun – alun Kota Malang ada 49 jenis tanaman dan rata rata suhu 29,9 ̊C, kelembaban udara 60,6 % dan kecepatan angin 1,26 m/s. Sedangkan jumlah vegetasi di area ruang terbuka hijau Alun – alun Kota Malang ada 40 jenis tanaman rata – rata suhu 28,1 ̊C, kelembaban udara 60,7 dan kecepatan angin 1,9 m/s. Persepsi pengunjung terhadap ruang terbuka hijau di Alun – alun Kota Malang tentang area ruang terbuka hijau memberikan kesan yang baik dan menarik mempunyai kategori tinggi dengan nilai sebesar 70,33 %, sedangkan untuk vegetasi di area ruang terbuka hijau sudah tertata rapi dan indah mempunyai kategori rendah dengan nilai sebesar 45,67 %. Persepsi pengunjung terhadap ruang terbuka hijau di Alun – alun Kota Batu tentang Kondisi ruang terbuka hijau sudah bebas dari banjir mempunyai kategori tinggi dengan nilai sebesar 69,00 %, sedangkan untuk Kondisi ruang terbuka hijau sudah bebas dari pencemaran udara mempunyai kategori tinggi dengan nilai sebesar 56,00 %.
Etnobotani Aspek Pemanfaatan dan Konservasi Katuk (Sauropus androgynus L. Merr.) pada Masyarakat Pandalungan Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan Elmi Zakiah; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 (2019): Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.01 KB)

Abstract

Katuk is one of the many floras that grow on Indonesian soil, one of which is in the Pasuruan area. Katuk plants have many benefits for humans, including can be used as food ingredients in the form of vegetables and traditional medicines. Traditional uses of plants that emphasize the cultural relationship of the community with plant resources in their environment, directly or indirectly, are called ethno botany studies. This study aims to determine the public perception about aspects of knowledge, utilization and conservation strategies of katuk plants in Prigen District, Pasuruan Regency. This research uses descriptive qualitative method by conducting observations, questionnaires, interviews, and documentation. The results showed that as many as 42% of respondents used katuk in the field of food, 27% in the health sector, 19% as hedgerows, 12% in the economic field. The part of the katuk plant that is widely used is the leaf part. The distribution of katuk in Klataan sub-village consists of 11 points with a total of 63 individuals, and there are 10 points in Tonggowa sub-village with 49 individuals. Keywords: Ethnobotany, Sauropus androgynus L. Merr, Prigen district ABSTRAK Katuk merupakan salah satu flora yang banyak tumbuh di tanah Indonesia, salah satunya di daerah Pasuruan. Tanaman katuk memiliki banyak manfaat bagi manusia, diantaranya dapat dijadikan sebagai bahan dasar makanan berupa sayur serta obat-obatan tradisional. Pemanfaatan tumbuhan secara tradisional yang menekankan pada hubungan budaya masyarakat dengan sumberdaya tumbuhan di lingkungannya baik secara langsung maupun tidak langsung di sebut dengan kajian ilmu etnobotani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang aspek pengetahuan, pemanfaatan dan strategi konservasi tanaman katuk di Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara melakukan observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 42 % responden memanfaatkan katuk dibidang pangan, 27 % bidang kesehatan, 19 % sebagai tanaman pagar, 12 % dibidang ekonomi. Bagian tanaman katuk yang banyak digunakan adalah bagian daun. Distribusi katuk di dusun Klataan terdapat 11 titik dengan jumlah 63 individu, dan di dusun Tonggowa terdapat 10 titik dengan jumlah 49 individu. Kata kunci: Etnobotani, Sauropus androgynus L. Merr, Kecamatan Prigen
Studi Etnobotani Tanaman Cabe Jamu (Piper retrofractum Valh) Di Desa Gapura Timur Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep Lutfiah sudarmaji; Ari Hayati; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 (2019): Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.857 KB)

Abstract

Tanaman cabe jamu (Piper retrofractum Vahl) merupakan jenis tanaman yang banyak digunakan di Indonesia yang tumbuh merambat. Tanaman ini memiliki banyak kandungan bahan alami yang bermanfaat untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang morfologi, Distribusi dan aspek pemanfaatan tanaman cabe jamu di Desa Gapura Timur Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif meliputi: Studi pustaka, pengamatan tanaman cabe jamu, wawancara, analisis data,kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa morfologi tanaman cabe jamu di desa Gapura Timur memiliki batang berbentuk bulat panjang 12 m, daun berbentuk bulat memanjang dengan lebar 14 cm dan lebar 5 cm dan buah berwarna merah. Distribusi Pesebaran tanaman cabe jamu yang terdapat di Desa Gapura Timur yaitu Dusun Pangabasen (74 %) dan Dusun Dik Kodik (26 %) yang paling sedikit dibandingkan dengan Dusun Pangabasen. Aspek persepsi masyarakat Desa Gapura pada pemanfaatan tanaman cabe jamu terbagi dalam keperluan seperti bahan pangan (1 %), tanaman hias (4 %) obat tradisional (37 %), dan untuk nilai tambah ekonomi (58 %). Bagian organ tanaman cabe jamu yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Desa Gapura Timur yaitu buah (65 %), daun (25 %) dan akar sebanyak (10 %). Kata kunci: Etnobotani, Cabe jamu (Piper retrofractum Vahl), persepsi masyarakat
Studi Etnobotani dan Distribusi Tanaman Siwalan (Borassus flabillifer) di Desa Gapura Timur Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep Suku Madura Niqrisatut Thibab; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 (2019): Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.245 KB)

Abstract

Siwalan merupakan produk unggulan daerah yang dapat diangkat menjadi produk unggulan nasional. Tumbuhan siwalan yang seluruh bagiannya dimanfaatkan bagi masyarakat desa. Salah satu tanaman siwalan banyak tumbuh di Desa Gapura Timur yang terletak di Kecamatan Gapura Kaupaten Sumenep yang luas wilayahnya 582 Ha dengan jumlah penduduk 2.656 jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang aspek pemanfaatan dan konservasi tanaman siwalan di Desa Gapura Timur Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep, dan untuk mengetahui distribusi tanaman siwalan di Desa Gapura Timur kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep, dengan menggunakan metode deskriptif eksploratif, analisis datanya menggunakan Uji validitas dan Reabilitas, hasil penelitian untuk responden didata dari jenis kelamin, pekerjaan , pendidikan, usia sedangkan hasil uji validitasnya berjumlah 96,37 dibulatkan menjadi 100, persepsi masyarakat dalan aspek konservasi dan pemanfaatanyya yaitu di ambil 50% untuk dusun battangan dan 50% dan distribus pada tanaman siwalan terdapat di dusun pangabasen karena mayoritas masyarakatnya mengelolah tanaman siwalan, penyebarannya terdapat di 3 lokasi yaitu di perkebunan masyarakat, pinggir jalan dan pekarangan rumah. Kata kunci: Etnobotani, Distribusi, Tanaman Siwalan
Persepsi Masyarakat terhadap Sanitasi Pasar Tradisional (Pasar Blimbing dan Pasar Mergan) di Kota Malang Ainul Yaqin; Saimul Laili; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 (2019): Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.762 KB)

Abstract

Traditional market condition currently have cleanless image, especially in Malang district needed more attention to be reapired soon, if this not done immediately traditional market will be leaved by consumer alongside with the increasing amount of modern market. This research located at blimbing traditional market and mergan traditional market. The firts aim of this research to know condition of sanitation in both market, and the second aim to know society perception againts condition of sanitation in both market. Method of this research use quantitative descriptive and direct observation on field. Questionnaire is data collection technique that use to give some written question to respondent. In this research data source is market buyers in both market. determination of respondent sample use purposive sampling. Based on outcome research indicate sanitiation of blimbing and mergan traditional market still poor. This statetement based on the high of disagree answer on questionnaire.
Studi Etnobotani Jahe (Zingiber officinale) pada Masyarakat Desa Banyior Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan Husnul Hotimah; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 (2019): Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.424 KB)

Abstract

Ginger (Zingiber officinale) is a plant belonging to the Rhizoma group, ginger plants are relatively easy to find and its use has expanded not only for cooking purposes, but also for health, Ginger or commonly called "Jheih" in Madura is a plant that has often been used by the Banyior community as food or traditional medicine or more commonly called jamu or "jhemoh" in the Maduran language. In general, drinking herbs which are formulated from plants has become the habit of Maduran families and communities. This study aims to determine the public perception of the benefits of Ginger plants in the Banyior Village, Sepulu District, Bangkalan Regency. This study uses descriptive exploratory methods which include: literature studies, field observations, interviews, data analysis, and documentation of the distribution of ginger plants. The results of this study indicate the potential of Ginger plants in Banyior Village as food ingredients 54%, and as traditional medicine 46%. The ginger plant parts that are used are 38% leaves, 50% rhizomes, 12% stems. The number of ginger found was 7 clusters in Sabungan Hamlet and 6 clumps in Lenden Hamlet
Kajian Faktor Lingkungan Abiotik pada Kolam Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal) dengan Suspected Parasites di Desa Balongpanggang Fatur rohman Rohman; Nour Athiroh; Saimul Laili
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 (2019): Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.137 KB)

Abstract

Kematian ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal) banyak dijumpai di tambak budidaya Kecamatan Balongpanggang. Hal tersebut diduga karena serangan endoparasit dan pengaruh dari kualitas lingkungan abiotik tambak yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase infeksi cacing endoparasit pada ikan Bandeng, mengetahui faktor lingkungan abiotik yang mempengaruhi kolam ikan Bandeng dan pengaruh faktor lingkungan abiotik dengan endoparasit pada ikan Bandeng. Penelitian dilakukan dengan mengamati ikan secara morfologi dan anatomi. Pengamatan lingkungan abiotik juga di amati seperti Biological Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), pH, kadar garam, karbondioksida terlarut (CO2), suhu, Total Suspended Solid (TSS) dan Total Dissolve Solid (TDS). Data yang di ambil yaitu 5 sampel ikan dari masing-masing kolam ikan dan pengukuran air dilakukan selama 3 minggu sebanyak 3 kali ulangan dan menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan aplikasi SPSS. Hasil yang diperoleh menunjukkan kolam 3 banyak ditemukan larva endoparasit (4.2 ekor/ikan). Kondisi kualitas lingkungan dari setiap kolam tidak sesuai dengan standar kualitas air PP No.2 Tahun 2011. Banyaknya persentase endoparasit pada kolam 3 di pengaruhi dengan faktor lingkungan abiotik yang kurang baik. Nilai TDS, TSS, CO2 terlarut dan BOD pada kolam 3 paling rendah di banding kolam 1 dan 2.
Interpretasi Karbokation dalam Suspensi Asam Jawa (Tamarindus indica) dengan Efek pH dan Konduktivitas ahmad syauqi; hani septiana; saimul Laili
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 1 No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mempunyai  tujuan untuk mendapatkan interpretasi karbokation sebagai pereaksi dalam tepung biji asam jawa (Tamarindus indica) sebagai sumber material organik melalui karakteristik pH, konduktivitas dan kekeruhan dalam suspensi dengan air sumur. Metode penelitian Eksperimen dilakukan dengan rancangan acak kelompok, variabel bebas adalah lama pengadukan 0,5,10,15,20 dan 25 menit dan variabel terikat adalah konduktivitas, kekeruhan/turbiditas, dan pH. Rancangan mempunyai 4 ulangan dengan pengambilan sampel berbeda hari. Analisis statistik berdasar keragaman data (sidik ragam) terhadap pH, konduktivitas dan kekeruhan untuk menginterpretasikan karbokation dalam suspensi. Taraf kepercayaan menggunakan minimal 95% terhadap semua rerata faktor, koef. korelasi dan regresi. Hasil interpretasi karbokation didasarkan atas adanya reaksi karbokation dan anion ditunjukkan oleh kenaikan nilai pH dan penurunan konduktivitas dari semua variabel lama pengadukan. Kenaikan pH dan penurunan konduktivitas memberikan fenomena korelasi dengan koef. Korelasi -0,956. Hubungan regresi linier keduanya y=-26,23x+ 795 atau EC (µ.Cm-1) = -26,23pH + 795 yang sangat nyata dengan r2=0,915. Kekeruhan menunjukkan tidak berbeda nyata dari faktor yang diberikan dan mengindikasikan tidak ada sifat koloid. Interpretasi karbokation tertuju kepada senyawa organik yang mengandung gugus fungsional amina. 
Lama Waktu Pengadukan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) terhadap Parameter Lingkungan Air Sumur Hani Septiana; Ahmad Syauqi; Saimul Laili
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 1 No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengadukan (mixing) adalah mencampurkan zat sehingga homogen. Metode yang digunakan pada pengolahan air yaitu metode koagulasi memperhatikan proses pengadukan sebagai faktor dalam koagulasi, proses pengadukan berpengaruh terhadap ditibilitas koloid dan partikel air. Masyarakat RT 10 RW 01 menggunakan sumur gali sebagai sumber air. Namun air sumur yang digunakan meninggalkan noda berwarna kuning pada wadah yang digunakan, sehingga perlu pengolahan air dengan metode koagulan menggunakan biji asam jawa (Tamarindus indica L.) sebagai pengganti koagulan sintetis. Penelitian bertujuan, mempelajari pengaruh lama waktu pengadukan dan waktu efektif pengadukan. Parameter penelitian, konduktivitas TDS, TSS, serapan warna dan Coliform. Lama waktu pengadukan 0, 5, 10, 15,20 dan 25 menit, konsentrasi 0,009%, diendapkan selama 60 menit. Metode penelitian yaitu ekseperimen dengan analisis data uji ANOVA 95% dan uji lanjut BNT 0,05%. Hasil penelitian menunjukan pengaruh pada nilai koduktivitas, TDS, meningkatkan nilai serapan warna, tidak pengaruh pada nilai TSS dan Coliform. Lama waktu pengadukan biokoagulan efektif adalah 5 menit, mampu memperbaiki nilai Konduktivitas dan TDS. Kata kunci: Lama waktu Pengadukan, Biji asam jawa (Tamarindus indica L.), Air sumur
Peran Air Perasan Pegagan (Centella asiatica) terhadap SOD pada Tikus Sholikha alaiya; Nour Athiroh AS; hari santoso
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 1 No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pegagan (Centella asiatica (Linn.) Urban) 1 adalah tumbuhan berpotensi dalam peningkatan fungsi kognitif dengan kandungan senyawa triterpenoid. Senyawa triterpenoid merupakan antioksidan alami berasal dari tumbuhan pegagan. Adanya aktivitas sel tidak seimbang akan menurunkan fungsi kognitif, menimbulkan insiden dugaan awal penyakit demensia di Indonesia yang terjadi pada kelompok lanjut usia (lansia). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian air perasan pegagan1 dapat meningkatkan kadar  Superoxide dismutase (SOD) pada tikus tua dan untuk mengetahui konsentrasi optimum air perasan pegagan1 dapat meningkatkan kadar Superoxide dismutase (SOD) pada tikus tua. Metode penelitian eksperimental laboratorik model post test only control group design. Analisis data: uji One Way ANOVA dan Post Hoc. Penelitian ± 5 bulan menggunakan tikus (Rattus norvegicus) galur wistar jantan, terbagi 5 kelompok perlakuan masing-masing 5 ulangan yaitu Kontrol (-) tikus usia normal; Kontrol (+) tikus usia tua; K III (tikus tua+2% APP); KIV (tikus tua+4% APP); KV (tikus tua+8% APP). Hasil penelitian menunjukkan air perasan pegagan1 (APP) mampu meningkatkan kadar SOD pada tikus tua dalam konsentrasi 2%. Nilai optimum APP adalah 4%. Sehingga, peran pemberian APP sangat berpengaruh baik dalam melindungi stabilitas antioksidan dari senyawa radikal bebas pada tikus tua.Kata kunci: Kadar Superoxide dismutase, Pegagan (Centella asiatica), Tikus Tua

Page 7 of 27 | Total Record : 270