cover
Contact Name
I Gusti Ayu Lani Triani
Contact Email
lanitriani@unud.ac.id
Phone
+628124698714
Journal Mail Official
jrma@unud.ac.id
Editorial Address
PS. TIP FTP UNUD Kampus Bukit Jimbaran Bali Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 2503488X     DOI : https://doi.org/10.24843/JRMA
Core Subject : Agriculture,
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI adalah media publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian-Universitas Udayana, berisikan artikel hasil-hasil penelitian, ulasan (review), opini ilmiah oleh mahasiswa, dosen, praktisi, dan ahli di bidang rekayasa dan manajemen bidang keilmuan Teknologi Industri Pertanian dan keilmuan yang terkait lainnya.
Articles 542 Documents
Kepuasan Konsumen Sebagai Variabel Mediasi Hubungan Influencer Dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Ulang Tender Care Protecting Balm Gek Nanda Putri Dana Asih; I Ketut Satriawan; Lutfi Suhendra
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 11 No 3 (2023): September
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2023.v11.i03.p08

Abstract

Various kinds of lip care brands circulating in Indonesia make companies have to be able to compete and keep up with the times so that these products continue to be in demand by consumers. The purpose of this study was to determine the influence of influencers and product quality on the intention to repurchase Tender Care Protecting Balm through consumer satisfaction. Sampling was done by purposive sampling method and data collection was done by distributing questionnaires to 85 respondents. Data analysis was performed using the structural equation modeling (SEM) method. The results showed that consumer satisfaction as a mediating variable was influenced by influencers with an influence of 0.9%, product quality with a direct influence of 88.3%. Repurchase intention is influenced by influencers with an influence of 36%, product quality with a direct influence of 26.8%, consumer satisfaction with a direct influence of 32.4%. Consumer satisfaction has no effect on repurchase intention so that consumer satisfaction cannot mediate the effect of influencers and product quality on repurchasing intention of Tender Care Protecting Balm. Allegedly because there are other factors, namely price discounts that affect more interest in repurchasing. Keywords: Influencers, Consumer Satisfaction, Product Quality, Repurchase Intention, Lip Balm. Berbagai macam merek perawatan bibir yang beredar di Indonesia membuat perusahaan harus dapat bersaing dan mengikuti perkembangan jaman agar produk tersebut terus diminati oleh konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh influencer dan kualitas produk terhadap minat beli ulang Tender Care Protecting Balm melalui kepuasan konsumen. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 85 responden. Analisis data dilakukan dengan metode structural equation modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi dipengaruhi oleh influencer dengan pengaruh sebesar 0,9%, kualitas produk dengan pengaruh langsung sebesar 88,3%. Minat beli ulang dipengaruhi oleh influencer dengan pengaruh sebesar 36%, kualitas produk dengan pengaruh langsung sebesar 26,8%, kepuasan konsumen dengan pengaruh langsung sebesar 32,4%. Kepuasan konsumen tidak berpengaruh terhadap minat beli ulang sehingga kepuasan konsumen tidak dapat memediasi pengaruh influencer dan kualitas produk terhadap minat beli ulang Tender Care Protecting Balm. Diduga karena ada faktor lain yaitu diskon harga yang lebih mempengaruhi minat beli ulang. Keywords: influencer, kepuasan konsumen, kualitas produk, minat beli ulang, pelembab bibir.
Diversifikasi Pemanfaatan Limbah Kopi Untuk Produk Yang Memiliki Nilai Tambah Steven Witman; Cahyo Prasetyo; Nur Fadhilah; Elisa Winanda
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 11 No 3 (2023): September
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2023.v11.i03.p13

Abstract

Kopi menjadi komoditas yang menghasilkan devisa bagi negara dan mempunyai manfaat yang penting dalam mengembangkan perindustrian dibidang pertanian-perkebunan di Indonesia. Ketahanan produk olahan kopi terhadap dinamisnya perubahan harga kopi secara internasional dan nasional menjadikan proses diversifikasi menjadi penting. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan pendiversifikasian terhadap pemanfaatan limbah kopi untuk produk yang memiliki nilai tambah. Penelitian ini menggunakan ragam penelitian kajian dengan melakukan pencarian yang komprehensif terhadap berbagai sumber dengan objetif penelitian. Ragam diversifikasi yang mampu didapatkan diantaranya bahan baku biogas, bahan baku biodiesel, bahan baku bioetanol, bahan baku minuman, kompos organik, media tanam, pakan ternak (ayam) dan lain sebagainya. Diantara ragam teknologi diversifikasi produk mampu diimplementasikan dilapangan yang dihubungkan dengan skala-skala pada prioritas fungsi dan juga produksinya. Akan tetapi, beberapa teknologi tersebut perlu dibahas lebih lanjut, utamanya pada pengkajian dalam aspek laboratorium agar mendapatkan keadaan yang maksimum pada proses dan aplikasinya, apabila diimplementasikan kedalam rumpun bidang industri yang lebih masif dan besar. Kata kunci: Diversifikasi, Limbah Kopi, Produk Olahan Limbah Coffee is a product that generates foreign exchange for the country and has essential benefits in developing the agriculture-plantation industry in Indonesia. The resistance of processed coffee products to dynamic changes in coffee prices internationally and nationally makes the process necessary. The purpose of this study is to diversify the utilization of coffee waste for products that have added value. This study uses a variety of research studies by conducting comprehensive research on various sources with research objectives. The type of product that can obtain includes biogas raw materials, biodiesel raw materials, bioethanol raw materials, beverage raw materials, organic compost, planting media, animal feed (chicken), and so on. Among the various technologies displayed, the product can be implemented in the field, which is used with scales on the priority of functions and production. However, some of these technologies need to be discussed further, especially in the study in laboratory aspect, to get the maximum state in the process and its application if implemented into a more massive and more significant industrial cluster. Keywords: Diversification, Coffee Waste, Waste Processed Products
Strategi Peningkatan Kualitas Produk Rumah Makan Babi Guling Men Janji Di Tabanan Ni Made Yuli Widra Yanti; Dewa Ayu Anom Yuarini; Agung Suryawan Wiranatha
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 11 No 3 (2023): September
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2023.v11.i03.p04

Abstract

In the year of 2019-2022 there was a decline in sales at the Men Janji suckling pig restaurant business by 25%. This was because there were several competitors of similar restaurants which are located on the same route as the Men Janji suckling pig restaurant. This research aims to determine the quality attributes of suckling pig rice product, determine the level of importance and consumer satisfaction, and provide strategy in improving product quality of Men Janji suckling pig restaurant. The analysis in this research used the quality function deployment (QFD) method. The results of the analysis show that there are 14 attributes of consumer importance with the highest importance value for the suckling pig taste attribute (4,38) and the lowest for the lawar chopped size. The highest satisfaction value for the product hygiene (3.88) and the lowest for the appearance lawar color (2.88). The strategy to improve product quality are priority improvements to the attributes of appearance lawar color, chili sauce taste, lawar chopped size, lawar taste, and the crispiness of suckling pig skin as well as improvement priorities on technical parameters are suckling pig storage, roast pork, rice storage, pork soup storage, and preparation of lawar ingredients. Keywords : Suckling pig, product quality, customer satisfaction, quality function deployment (QFD) Pada tahun 2019-2022 terjadi penurunan penjualan pada usaha rumah makan babi guling Men Janji sebesar 25%. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa pesaing rumah makan sejenis yang terletak di jalur yang sama dengan rumah makan babi guling Men Janji. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan atribut mutu produk nasi babi guling, mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen, dan merumuskan strategi dalam meningkatkan kualitas produk rumah makan babi guling Men Janji. Analisis pada penelitian ini menggunakan metode quality function deployment (QFD). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 14 atribut kepentingan konsumen dengan nilai kepentingan tertinggi yaitu atribut cita rasa babi guling (4,38) dan terendah adalah atribut ukuran cacahan lawar (3,83). Kemudian untuk atribut yang memiliki nilai kepuasan tertinggi adalah kebersihan produk (3,88) dan terendah adalah tampilan warna lawar (2,88). Strategi peningkatan kualitas produk adalah prioritas perbaikan pada atribut tampilan warna lawar, cita rasa sambal, ukuran cacahan lawar, cita rasa lawar dan kerenyahan kulit babi guling serta prioritas perbaikan terhadap parameter teknis adalah pada penyimpanan babi guling, penggulingan babi, penyimpanan nasi, penyimpanan soto babi dan persiapan bahan lawar. Kata kunci : Babi guling, kualitas produk, kepuasan konsumen, quality function deployment (QFD)
Karakteristik Teh Herbal Bubuk Bunga Markisa (Passiflora edulis F. Flavicarpa) Pada Berbagai Suhu Pengeringan Tiara Ayu Khairunnisa; Anak Agung Made Dewi Anggreni; Luh Putu Wrasiati
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 11 No 3 (2023): September
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2023.v11.i03.p09

Abstract

Yellow passion fruit (Passiflora edulis F. Flavicarpa) is a plant that contains flavonoids and anxiolytic effects. Passion fruit flowers can be processed into herbal tea by going through a drying process. Drying temperature is an important factor because it can affect the bioactive compounds in the material. This study aims to determine the effect of drying temperature on the characteristics of passion flower powder tea and find out the appropriate drying temperature to produce the best characteristics of passion flower powder tea. The experimental design used was a randomized block design with drying temperatures as a treatment consisting of three levels, namely 50±2?C, 60±2?C and 70±2?C. The treatment was reduced by 5 times based on the implementation time so that 15 experimental units were obtained. The data obtained were analyzed for variance and if the effect affected the observed variable then it was continued with Tukey Test. The results showed that drying temperature had a highly significant effect on water extract content, ash content, crude fiber content, total phenols, total flavonoids, antioxidant capacity, and panelist preference for the overall acceptance of the product. The results showed that the drying temperature treatment of 60±2?C was the best treatment which produced herbal tea with characteristics: 44,28%±0,38% water extract content, 7,85±0,03% ash content, 16,29±0,17% crude fiber content, 58,53±0,04 mg GAE/g tea total phenolic, 41,55±0,03 mg QE/g tea total flavonoids, 21,81±0,07 mg GAEAC/g antioxidant capacity, and overall acceptance is somewhat favorable-highly favorable with a hedonic criterion score of 4,1±0,79. Keywords : antioxydant, characteristic tea, passion flower, drying temperature, herbal tea Markisa kuning (Passiflora edulis F. Flavicarpa) adalah tanaman yang mengandung flavonoid dan efek ansiolitik. Bunga markisa dapat diolah menjadi teh herbal melalui proses pengeringan. Suhu pengeringan merupakan faktor penting karena dapat mempengaruhi senyawa bioaktif pada bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap karakteristik teh herbal bubuk bunga markisa dan menentukan suhu pengeringan yang dapat menghasilkan teh herbal bubuk bunga markisa dengan karakteristik terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan suhu pengeringan sebagai perlakuan yang terdiri dari tiga taraf yaitu 50±2?C, 60±2?C, dan 70±2?C. Perlakuan dikelompokkan sebanyak 5 kali berdasarkan waktu pelaksanaannya sehingga diperoleh 15 satuan percobaan. Data yang diperoleh dianalisis varian dan jika perlakuan berpengaruh terhadap variabel yang diamati maka dilanjutkan dengan Uji Berbeda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pengeringan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar ekstrak dalam air, kadar abu, kadar serat kasar, total fenol, total flavonoid, kapasitas antioksidan, dan kesukaan panelis terhadap penerimaan keseluruhan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu pengeringan 60±2?C merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan teh herbal dengan karakteristik: kadar ekstrak dalam air 44,28±0,38%, kadar abu 7,85±0,03%, kadar serat kasar 16,29±0,17%, total fenolik 58,53±0,04 mg GAE/ g teh, total flavonoid 41,55±0,03 mg QE/g teh, kapasitas antioksidan 21,81±0,07 mg GAEAC/g, dan penerimaan keseluruhan agak disukai-sangat disukai dengan skor kriteria hedonik sebesar 4,1±0,79 Kata kunci : antioksidan, karakteristik teh, bunga markisa, suhu pengeringan, teh herbal
Karakteristik Organoleptik Selai Coklat Dengan Penambahan Corn Oil Oktaningsi Lapamona; Widya Rahmawaty Saman; Lisna Ahmad; Marleni Limonu; Sakinah Ahyani Dahlan; Hatija Daingo; Vidya Putri E. Haebun; Arwin Huruji
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 11 No 3 (2023): September
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2023.v11.i03.p14

Abstract

Indonesia is one of the most extensive cocoa cultivating countries in the world and the third largest cocoa producing country after Pantai Gading and Ghana, whose production value reached 777,500 tons/year. Cocoa (Theobroma cacao L.) is one of the leading commodities in the Indonesian plantation sub-sector which has great potential, with plantation area and production tending to increase every year. Chocolate spread has characteristics that are almost similar to chocolate spread but in manufacture, spread chocolate does not use the addition of pectin and water. The purpose of this study was to find out how the effect of the addition of coer oil on the characteristics of moisture content, organoleptic and spreadability of chocolate jam. This study was arranged using a completely randomized design with 1 factor, namely the concentration of corn oil. The study was conducted with 1 control and 3 treatments. The test parameters carried out included testing the water content, organoleptic and oiling power. Based on the results, the highest water content was 52.07%. The organoleptic taste was 3.07, the organoleptic color was 3.87, the organoleptic aroma was 3.27 and the highest rubability was 3.67. Keywords : Corn Oil, Chocolate Jam Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kakao terluas di dunia dan merupakan negara penghasil kakao terbesar ketiga setelah Pantai Gading dan Ghana, dengan nilai produksi mencapai 777.500 ton/tahun. Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas unggulan subsektor perkebunan Indonesia yang memiliki potensi besar, dengan luas perkebunan dan produksi yang cenderung meningkat setiap tahunnya. Coklat oles memiliki karakteristik yang hampir mirip dengan selai coklat namun dalam pembuatannya olesan coklat tidak menggunakan penambahan pektin dan air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan minyak kelapa terhadap karakteristik kadar air, organoleptik dan daya sebar selai coklat. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 1 faktor yaitu konsentrasi minyak jagung. Penelitian dilakukan dengan 1 kontrol dan 3 perlakuan. Parameter uji yang dilakukan meliputi pengujian kadar air, organoleptik dan daya olesan. Berdasarkan hasil penelitian, kadar air tertinggi adalah 52,07%. Organoleptik rasa 3,07, organoleptik warna 3,87, organoleptik aroma 3,27 dan rubabilitas tertinggi 3,67. Kata kunci : Minyak Jagung, Selai Coklat
KARAKTERISTIK FISIK BAHAN BAKU TEH HERBAL AYURVEDA TEA DI PT. KARSA ABADI I Kadek Dwi Jenana; Luh Putu Wrasiati
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 11 No 3 (2023): September
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2023.v11.i03.p05

Abstract

This study is an exploratory research that aims to find out the physical characteristics of ayurveda tea at PT. Karsa Abadi. The raw materials of ayurvedic herbal tea tea are roses, fragrant pandan leaves, citronella and cardamom., The methods used in this study are sorting, blanching, drying, color intensity testing and moisture content testing. The results showedthat the color intensity of wet raw materials afterthe sorting process was L(61.89), a*(25.55), b*(1.58), pandan leaves L(64.76), a*(-44, 83), b*(63.42) and citronella L(67.15), a*(15.18), b*(23.81). The water content obtained by each raw material was measured using gravimetric methods, namely, roses (7.67%), fragrant pandan leaves (7.86%) and citronella (7.55%). Also, in dry raw materials, color intensity test results were obtained, namely, roses L (25.35), a* (34.25), b* (-13.56), fragrant pandan leaves L (41.77), a* (4.57), b* (20.27) and citronella L (69.47), a* (4.51) b* (18.86). The conclusion of the study is the intensity of the color of wet raw materials obtained in accordance with the company's standards. The moisture content obtained is also within the company's standard range, which is less than 10%. Also, with the addition of blanching process, the color of raw materials can be preserved. So, the overall results state that the physical characteristics of the raw materials of ayurvedic tea are in accordance with the company's standards. Keywords : herbal tea, ayurveda tea, physical characteristic, PT. Karsa Abadi Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik tehherbal ayurveda tea di PT. Karsa Abadi. Bahan baku teh herbal ayurveda tea yang diamati padapenelitian ini adalah bunga mawar, daun pandan wangi dan daun serai wangi. Metode yang digunakanpada penelitian ini yaitu sortasi, blansir, pengeringan, pengujian intensitas warna dan pengujian kadar air.Hasil penelitian menunjukkan intensitas warna L, a*, b* pada bahan baku basah yaitu bunga mawar61,89, 25,55, 1,58, daun pandan wangi 64,76, -44, 83, 63,42 dan daun serai wangi 67,15, -15,18, 23,81.Bahan baku kering sebelum blansir memiliki intensitas warna L, a*, b* yaitu bunga mawar 30,12, 25,68, -6,78, daun pandan pandan wangi 31,63, -5,14, 16,71 dan daun serai wangi 60,51, -3,65, 25,34. Bahanbaku kering setelah diblansir memiliki intensitas warna L, a*, b* yaitu bunga mawar 36,31, 32,65, -13,56,daun pandan wangi 41,47, -15,57, 20,27 dan daun serai wangi 69,47, -8,51, 18,86. Kadar air yangdiperoleh masing-masing bahan baku yaitu, bunga mawar 7,67 %, daun pandan wangi 7,86 % dan daunserai wangi 7,55 %. Intensitas warna bahan baku basah mengindikasikan bahan baku yang digunakandalam kondisi segar. Intensitas warna bahan baku kering setelah diblansir warnanya dapat dipertahankan.Serta dengan melakukan pengujian menggunakan metode gravimetri diperoleh kadar air teh herbalayurveda tea berada dalam rentang standar perusahaan yaitu < 10%. Kata kunci : teh herbal, ayurveda tea, karakteristik fisik, PT. Karsa Abadi
Kandungan Senyawa Flavonoid Dan Aktivitas Antioksidan Teh Beras Merah (Oryza nivara) Pada Variasi Suhu Dan Waktu Penyeduhan Komang Aris Bintang Permana; Gusti Putu Ganda Putra; Anak Agung Made Dewi Anggreni
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 11 No 3 (2023): September
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2023.v11.i03.p10

Abstract

Red rice (Oryza nivara) is one type of rice that is used in the manufacture of tea drinks and red ricehas long been known to be beneficial for health. Red rice has its own characteristics, namely havingfunctional properties as an antioxidant because there is a fairly high anthocyanin content, whereantioxidants can ward off free radicals. This study aims to determine the influence of temperature andduration of brewing as well as the interaction between the two treatments on flavonoid content andantioxidant activity of red rice tea and determine the temperature and duration of the best brewing forred rice tea brewing. This study used a factorial Randomized Group Design (RGD) with 2 factors. Thefirst factor is the brewing temperature with 3 levels, namely: 80, 90, 100 ?C. The second factor is thebrewing time which consists of 3 levels, namely: 5, 10, 15 minutes. The variables analyzed includedthe yield of red rice tea extract, total flavonoids and antioxidant activity of IC50. The results showedthat the initial temperature of brewing, the length of brewing and the interaction between the two hada very significant effect on yield, total flavonoids, and antioxidant activity of red rice tea extract. Theinitial brewing temperature of 100 ?C with a brewing duration of 15 minutes resulted in the bestextract characteristics with an extract yield of 29.25 ± 0.35%, total flavonoids of 80.24± 0.43 mgQE/g, and an antioxidant activity of IC50 of 71.16 (ppm). Keywords : Red rice, brewing, flavonoid, antioxidant activity Beras merah (Oryza nivara) merupakan salah satu jenis beras yang dimanfaatkan dalam pembuatanminuman teh dan beras merah sudah lama diketahui bermanfaat bagi kesehatan. Beras merah memilikikhas tersendiri yaitu mempunyai sifat fungsional sebagai antioksidan karena terdapat kandunganantosianinnya yang cukup tinggi, dimana antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama penyeduhan serta interaksi antara dua perlakuanterhadap kandungan flavonoid dan kapasitas antioksidan teh beras merah dan menentukan suhu danlama penyeduhan terbaik untuk penyeduhan teh beras merah. Penelitian ini menggunakan RancanganAcak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah suhu penyeduhan dengan 3taraf, yaitu: 80, 90, 100 ?C. Faktor kedua adalah lama penyeduhan yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: 5, 10,15 menit. Variabel yang dianalisis meliputi rendemen ekstrak teh beras merah, total flavonoid danaktivitas antioksidan IC50. Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu awal penyeduhan, lama penyeduhan serta interaksi antar keduanya berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, totalflavonoid, dan kapasitas antioksidan ekstrak teh beras merah. Suhu awal penyeduhan 100 ?C denganlama penyeduhan 15 menit menghasilkan karakteristik ekstrak terbaik dengan rendemen ekstraksebesar 29,25 ± 0,35%, total flavonoid 80,24± 0,43 mg QE/g, dan kapasitas antioksidan IC50 71,16(ppm). Kata kunci : Beras merah, penyeduhan, flavonoid, aktivitas antioksidan
Analisis Hubungan Antara Harga Dan Volume Penjualan Lip Cream Hanasui Mattedorable Di Marketplace Online Shopee Ni Luh Putu Lilis Sinta Setiawati; Pande Putu Narisya Ardhaneswari; Ni Wayan Amanda Febry Lestari; I Putu Raditya Arsadera; Rueben Nathaniel Simanjuntak
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 12 No 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2024.v12.i01.p12

Abstract

Price is variable that plays a significant role in marketing because it can influence consumers buying decisions for a product or service. Pricing strategy often plays a key role in selling products on online platforms like Shopee. This study aims to determine the effect of price on the sales volume of Lip Cream Hanasui Mattedorable products on the online marketplace Shopee. The sample used in this study consisted of 40 cosmetic stores in the Jabodetabek area. Spearman correlation test was used to measure the strength of the relationship between the price variable of the product and the sales quantity expressed by the correlation coefficient (r). The results of the Spearman correlation test showed a significance value of 0.003, which means H0 is rejected with a correlation coefficient value of -0.454. This indicates that the price and sales volume has a negative correlation with moderate strength. The findings of this research indicate that as the price of Lip Cream Hanasui Mattedorable products decreases, there is a corresponding increase in the sales volume. Moderate correlation indicates that many other factors play a role in determining the sales quantity of Lip Cream Hanasui Mattedorable on the Shopee platform. Keywords : product price, sales volume, lip cream, Shopee Harga adalah variabel penting dalam pemasaran karena dapat mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian suatu produk atau jasa. Penetapan harga sering menjadi strategi utama dalam penjualan produk di marketplace online seperti Shopee. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh harga terhadap jumlah penjualan produk Lip Cream Hanasui Mattedorable di marketplace online Shopee. Sampel dalam penelitian ini adalah 40 toko kosmetik yang ada di daerah Jabodetabek. Dalam penelitian ini, digunakan uji korelasi Spearman untuk mengukur kekuatan hubungan antara variabel harga produk dan jumlah penjualan yang dinyatakan dengan koefisien korelasi. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai signifikansi 0,003 yang artinya H0 ditolak dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,454. Artinya variabel harga memiliki hubungan yang berlawanan arah dengan kekuatan hubungan antara harga dan jumlah penjualan tergolong sedang. Penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata harga produk Lip Cream Hanasui Mattedorable di toko kosmetik daerah Jabodetabek yang semakin murah dapat meningkatkan jumlah penjualan produk, walaupun dengan korelasi sedang. Korelasi sedang mengindikasikan bahwa terdapat banyak faktor lain yang berperan dalam penentuan jumlah penjualan Lip Cream Hanasui Mattedorable di platform Shopee. Kata kunci : harga produk, jumlah penjualan, lip cream, Shopee
Konsistensi Mutu Dan Rendemen CPO (Crude Palm Oil) Di PT. Ciptamas Bumi Selaras Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu Rifaldo Greastwonnio; Lina Widawati; Andwini Prasetya
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 12 No 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2024.v12.i01.p14

Abstract

The processed product known as crude palm oil is made by pressing and boiling the palm fruit. This study aims to determine the consistency of quality and yield at PT. Ciptamas Bumi Selaras, Kaur Regency, Bengkulu Province. Data from daily reports on CPO (Free Fatty Acids, water content, and impurity content) quality were the study's resources and CPO yield. In this study, the control chart was created using the Excel application as the data analysis tool. Then prepare cause-and-effect diagrams to find or analyze the causes of the emergence of these irregularities. The results showed that the quality of CPO (Free Fatty Acids, moisture content, and impurities) and yield produced by PT. Ciptamas Bumi Selaras from March 2022 to February 2023 were considered inconsistent. The Free Fatty acid and water content exceeded the upper limit (Upper Control Limit) in January 2023. The impurity content exceeded the upper limit in June 2022. Meanwhile, the yield was below the threshold (Lower Control Limit) in April and June 2022. Factors causing low-quality Free Fatty acid levels and yield are influenced by raw materials and processing. Meanwhile, the water content and impurities are influenced by raw materials, processing processes, and factory machine (equipment) conditions, as well as environmental hygiene conditions Keywords : quality consistency, crude palm oil, yield Crude palm oil (CPO) atau dikenal sebagai minyak sawit mentah adalah produk olahan hasil perebusan dan pengepresan daging buah kelapa sawit. Tujuan penelitian ini menganalisis konsistensi mutu dan rendemen di PT. Ciptamas Bumi Selaras Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Penelitian ini diperlukan data informasi harian mutu CPO (asam lemak bebas, kadar air, kadar kotoran) serta rendemen CPO. Metode analisis data pada penelitian ini membuat control chart menggunakan aplikasi excel. Sebab-sebab timbulnya masalah penyimpangan kualitas dan rendemen CPO dianalisis dengan cara penyusunan diagram sebab-akibat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Mutu CPO (asam lemak bebas, kadar air dan kadar kotoran) dan rendemen yang dihasilan PT. Ciptamas Bumi Selaras bulan Maret 2022 hingga Februari 2023 dinilai tidak konsisten. Kadar asam lemak bebas dan kadar air melewati batas atas (Upper Control Limit) terjadi pada Bulan Januari 2023. Kadar kotoran melewati batas atas pada Bulan Juni 2022. Rendemen berada di bawah ambang batas (Lower Control Limit) pada Bulan April dan Juni 2022. Bahan baku, proses pengolahan, kondisi mesin pabrik, dan kebersihan lingkungan memengaruhi kadar air dan kotoran. Kadar asam lemak bebas dan rendemen juga memengaruhi mutu.. Kata kunci : konsistensi mutu, minyak sawit mentah, rendemen
Analisis dan Strategi Mitigasi Risiko Repacking Stroberi Frozen Di Bali Food Industri Lidia Evifani Lidia Br Sitepu; Cokorda Anom Bayu Sadyasmara; Ni Putu Suwariani
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 11 No 4 (2023): Desember
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2023.v11.i04.p11

Abstract

Frozen strawberries are one of the innovations that can make it easier for consumers to consume fruit. One of the important things to consider in producing frozen strawberries is packaging. This purpose of this research is to identify risk, analyzes risk priorities, and formulate alternative strategies and determine the priority strategies that can be applied to minimize the risk in repacking frozen strawberries at Bali Food Industri. The methods used in this research were the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method and Analytical Hierarchy Process (AHP). The FMEA method is used to asses and determine risk priorities, while the AHP method is used to determine the priority of risk mitigation strategies. The first step is to identify risks using the interview method and produce 15 risks which are divided into 4 risk factors, namely: receiving, storage, repacking, and deliveries. The second stage are the result from risk assessment and determination of risk priorities using the FMEA method will then be selected were the risk that have a high Risk Priority Number (RPN), namely the risk of soft frozen strawberry texture (130,78), power outage (209,25), there are white strawberries and foreign bodies are missed (168,33), and delivery vehicles have problems (196,17). Last is determination priority strategies that can be used to minimize risk, namely on receiving risk factors is to make incoming formulir (0,517), while in the power outage risk factor is to stabilize the power supply (0,511). Priority strategy of the repacking risk factor is SOP improvement (0,513), and the last strategy in delivery risk factor is to improve performance control and maintenance of vehicles on a regular basis (0,062). Keywords : risk, mitigation, Failure Mode and Effect Analysis, frozen strawberries. Stroberi frozen merupakan salah satu inovasi yang dapat memudahkan konsumen dalam mengonsumsi buah. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan stroberi frozen adalah suhu, warna, dan tekstur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko, menganalisis tingkat prioritas risiko, dan menyusun rumusan alternatif strategi serta menentukan prioritas strategi yang dapat diterapkan untuk meminimalkan risiko repacking stroberi frozen di Bali Food Industri. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode FMEA digunakan untuk menilai dan menentukan prioritas risiko, sedangkan metode AHP digunakan untuk menentukan prioritas strategi mitigasi risiko. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan. Pada tahap pertama dilakukan identifikasi risiko menggunakan metode wawancara kepada responden dan observasi langsung pada proses repacking stroberi frozen di Bali Food Industri. Tahap kedua adalah analisis penilaian risiko dan penentuan prioritas risiko menggunakan metode FMEA kemudian dilakukan perhitungan Risk Priority Number (RPN) untuk mengetahui urutan prioritas risiko. Tahap terakhir adalah analisis perumusan alternatif strategi dan penentuan prioritas strategi mitigasi risiko menggunakan metode AHP. Identifikasi risiko menghasilkan 15 risiko yang terbagi menjadi 4 faktor risiko, yaitu: penerimaan stroberi frozen, penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman. Pada penilaian risiko dan penentuan prioritas risiko hasil yang diperoleh yaitu risiko tekstur stroberi frozen lembek (130,78), listrik padam (209,25), terdapat stroberi yang putih dan benda asing yang terlewatkan (168,33), dan kendaraan bermasalah (196,17). Kemudian pada penentuan strategi prioritas menggunakan metode AHP hasil yang diperoleh yaitu pada faktor risiko penerimaan bahan baku adalah memastikan suhu penerimaan stroberi frozen dan form penerimaan/penolakan barang (0,517), sedangkan faktor risiko penyimpanan adalah menstabilkan aliran listrik (0,511). Pada strategi faktor risiko pengemasan adalah melakukan double chacking oleh tim QC (0,513), dan yang terakhir strategi faktor risiko pada pengiriman adalah melakukan pemeliharaan mesin kendaraan (0,622). Kata kunci : risiko, mitigasi risiko, Failure Mode and Effect Analysis, stroberi frozen