Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies
GENDER EQUALITY : International Journal of Child and Gender Studies, a journal focuses on issues related to child and gender studies, is published by Center for Child and Gender Studies, State Islamic University of Ar-Raniry, Banda Aceh. The scope of article received can be approached from multidisciplinary context linking to child and gender studies. Hence, this journal appreciate contribution of knowledge from different perspectives such as education, law, social, political, religion, culture, economic, psychology, science and technology. This journal appears 2 (two) numbers in a year, March and September
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2016)"
:
11 Documents
clear
PROBLEMATIKA BIAYA PEMELIHARAAN ANAK DALAM PUTUSAN VERSTEK DI MAHKAMAH SYAR’IYAH BANDA ACEH
Devy, Soraya;
ZA, Mansari
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v2i1.1454
Putusan biaya pemeliharaan anak yang diputuskan dalam putusan verstek akan mengalami berbagai persoalan. Terutama sekali kesulitan untuk melaksanakan amar putusan yang membebankan biaya nafkah anak yang dibebankan hakim kepada orang tua. Selain itu, penentuan besarnya jumlah nominal sangat sulit bagi hakim untuk menilainya karena dalam putusan verstek tidak dihadiri suami sebagai orang yang bertanggungjawab atas biaya pemeliharaan anak. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan yuridis empiris. Data primer penelitian didapatkan melalui wawancara dengan hakim dan panitera di lingkungan Mahkamah Syar‟iyah Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan putusan biaya pemeliharaan anak dalam putusan verstek belum berjalan maksimal. Faktor pendukungnya karena adanya pengakuan tegas dalam hukum positif dan dalil syar‟i, adanya putusan yang amarnya menghukum suami membayar biaya pemeliharaan anak dan adanya kesadaran pribadi seorang ayah. Sedangkan factor eksternnya dikarenakan. Sementara faktor penghambatnya dikarenakan faktor diri pribadi (internal) yakni kurang mampu, tidak adanya kesadaran dan anak diasuh oleh ibunya dan faktor ekstern yaitu aturan hukumnya yang belum lengkap, biaya anak lebih rendah dari biaya eksekusi, membutuhkan waktu lama dan suami tidak diketahui keberadaannya. Bentuk perealisasian hak anak atas biaya pemeliharaannya hanya dapat diberikan dalam putusan, meskipun pelaksanaannya menilbulkan hambatan.
MALE AND FEMALE TEACHERS ROLES IN ASSESSMENT OF SPEAKING SKILL
Razali, Khairil;
Isra, Muhammad
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v2i1.1448
This study aimed to explore about teachers’ assessment and the various activities in assessing students’ speaking skill as well as teachers’ reasons at senior high school. Through interview and qualitatively observation and analysis, the findings indicate that male and female teacher involved in speaking activities in the classroom toward assessing students’ speaking skill through different ways. They were discussion, reporting, picture describing, and role play. Practicality, usefulness, wash back and authenticity are another reasons behind the application of those speaking activities. In short, the various speaking assessment tasks would be useful in assessing students’ speaking skill.
KEBERSYUKURAN DAN KEPUASAN DALAM PERNIKAHAN: SEBUAH TINJAUAN PSIKOLOGIS PADA WANITA DEWASA MUDA
Khairani, Maya;
Rachmatan, Risana;
Sari, Kartika;
Soraiya, Putri
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v2i1.1455
Gratitude is a value that is taught universally, either in religion or culture that surrounds us. Previous studies have demonstrated an association between gratitude with quality of long-term relationships such as romantic relationships, like marriage. This study aim to provide the description of the level of gratitude in marriage and marital satisfaction on early adult woman in Banda Aceh. This study uses a quantitative method by using purposive sampling. Methods of data collection in this study using The Gratitude Questionnaire-6 (GQ-6, which consists of 6 questions) and Enrich Marital Satisfaction (EMS, which consists of 15 questions). There are 93 early adult women participated on this study with characteristics between 20-40 years old, already have children, and have been married for 10 years maximum. Based on the results found that the gratitude’s average score is 35.6 with a standard deviation 3.67 and the marital satisfaction’s average score is 53.53 with standar deviation 9.36 . The result of this study shows that most early adult women in Banda Aceh has moderate level of gratitude and marital satisfaction.
TOILET KHUSUS PEREMPUAN DAN WARUNG KOPI DI BANDA ACEH (Sebuah Kajian Terhadap Konsep Keadilan Gender dan Gender Planning)
Fadlia, Faradilla;
Darwin, Rizkika Lhena;
Ramadani, Ismar
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v2i1.1449
Become part of the public space in Banda Aceh, the coffee shop should be friendly to male and female gender. Because after the tsunami, women were in a coffee shop as a form of public involvement in public place have previously dominated by men. Even so, almost no coffee shop in the city of Banda Aceh that separate male and female toilets. Not to mention the condition of the toilets which tend to be clean and comfortable to use. It is not only forgotten by the management but also by women themselves. When referring to the concept of the concept of gender equality and gender planning then this condition could occur due to a lack of understanding of gender equality from the manager of a coffee shop or on the women themselves. Although the observations made, women tend to feel uncomfortable because of this issue, but they do not know how to communicate with the manager. As a conclusion that the coffee shop is not reserved for women. Even if women have become part of the coffee shop, the conclusions that coffee shop is not friendly to the female gender.
KEMAMPUAN MANAJERIAL DALAM PEMBERDAYAAN DOSEN PEREMPUAN (Studi Gender Pada STAI Yasni Kabupaten Muara Bunggo, STAI Syekh Maulana Qori Kabupaten Merangin, dan STAI AN-Nadwah Kabupaten Kuala Tungkal di Lingkungan Wilayah Kopertais XIII Provinsi Jambi)
Maisah, Maisah
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v2i1.1456
Kemampuan manajerial dari ketiga STAI sangat berbeda, ada yang sudah memiliki cukup berpengalaman menjadi pemimpin, begitu juga sebaliknya ada yang kurang cukup memiliki pengalaman. Akan tetapi kasus yang hampir sama kurangnya upaya dalam meningkatkan pemberdayaan dosen perempuan yang setara dengan dosen laki-laki, terutama pemberdayaan dosen perempuan untuk menduduki jabatan yang ada di lingkungan STAI seperti wakil Ketua I, II, dan III, begitu juga untuk menduduki jabatan ketua prodi dari empat prodi yang dimiliki oleh STAI masing-masing. Artinya pemberdayaan dosen perempuan di STAI masih mendapat diskriminasi oleh Ketua STAI itu sendiri. Maka dari itu, dalam menghadapi MEA dosen perempuan harus diberdayakan sama dan setara dengan dosen laki-laki.
PEREMPUAN ISLAM DAN PENDIDIKAN DALAM LINTASAN SEJARAH
Huwaida, Huwaida
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v2i1.1450
Islam memberi kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki untuk menunjukkan kiprahnya. Perempuan dan laki-laki telah diberikan potensi yang sama untuk menyerap pengetahuan yang diperoleh melalui proses pendidikan. Istilah pendidikan ada yang disebut ta‟lim, ta‟dib dan tarbiyah. Bagi perempuan Islam yang memperoleh pendidikan telah turut memberi sumbangan nyata yang tercatat dalam sejarah. Tokoh-tokoh perempuan itu tersebar sejak masa Rasulullah saw sampai sesudah masa Rasulullah saw wafat, dalam lingkup geografis yang luas mulai dari jazirah Arab, kawasan Persia, Eropa, sampai menjangkau kawasan Aceh dan Nusantara.
PEMBERDAYAAN DOSEN WANITA DALAM JABATAN TAMBAHAN (Studi pada IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi)
Rusmini, Rusmini
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v2i1.1457
IAIN sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam mengemban misi akademis dan profesional di bidang studi Islam (centre of Islamic studies), IAIN tentunya diharapkan mampu memberikan respon (response) dan solusi ilmiah (scientificsolution) yang memadai terhadap berbagai persoalan yang timbul di masyarakat. Dalam hal ini, masalah manajerial tentunya berkaitan erat dengan pengelolaan fungsi-fungsi pendukung kegiatan akademis di suatu perguruan tinggi. Fungsi pendukung yang dimaksud meliputi berbagai aspek teknis yang dibutuhkan demi mendukung kelangsungan kegiatan akademis, termasuk jabatan struktural dan fungsional yang diperankan oleh tenaga kependidikan di perguruan tinggi tersebut. Kerangka konseptual penelitiandikembangkan berdasarkan kriteria bentuk (posisi) pemberdayaan dalam jabatan tambahan. Terdapat 302 orang dosen wanita terlibat sebagai populasi dalam penelitian ini, dan 123 orang dosen wanita sebagai sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan analisis domain. Hasil penelitian secara keseluruhan membuktikan bahwa kondisi pemberdayaan dosen wanita dalam jabatan tambahan, dari 302 orang terdapat sebanyak 93 orang dosen wanita(30,79%)diberi dan terlibat dalam jabatan tambahan baik dalam tingkat institute dan pada tingkat fakultas adalah 30 orang (33,33%). Dilihat dari sebaran dosen perempuan dalam sejumlah jabatan tambahan di tingkat institut sampai tingkat fakultas menduduki posisi sebagai dekan, wakil dekan, kepala pusat, kepala UPT, sekretaris SPI, ketua jurusan, sekretaris jurusan dan ketua konsentrasi. Adapun faktor yang mempengaruhi pemberdayaan dosen wanita pada IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi adalah factor tingkat pendidikan (faktor internal) dan factor tekanan organisasi (factor organisasional), termasuk di dalamnya factor kepemimpinan dan budaya organisasi. Keputusan dosen perempuan untuk terlibat dalam jabatan struktural dipengaruhi adanya keinginan untuk mengaktualisasikan diri
THE STORY OF INONG BALEE: A CASE STUDY ON BEGGAR FAMILIES IN BANDA ACEH
Taufiki, Riki;
Fitria, Ida;
Anwar, Ayu Fajri
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v2i1.1451
The current study explores the Inong Balee beggars, widows who have been left by their husbands who passed away. Their survival of living is through begging around with their fatherless children in the city of Banda Aceh. The objectives of this study are to identify the demographic condition of Inong Balee beggars, the reasons why inong balee beg, and the educational condition of their children. The study was conducted using a case study approach which includes observation, interviews, and document analysis. Data was collected from April 2012 to August 2012 in the city of Banda Aceh. Purposive sampling was used to select the informants. The interviews and observations were conducted with 12 informants consisting of Inong Baleebeggars and their children. The findings have shown that most of the beggars are from regions in Aceh, other than Banda Aceh and began begging in Banda Aceh after the Tsunami in 2004. Furthermore, the main reason for Inong Baleeto beg is because they become widows without a main source of income and need to increase the financial status of their family. The education condition of their children is notgood; some of them still go to school but do not get a quality education, while others have dropped out of school entirely. This study examines the current status of Inong Balee beggars in terms of social, economic, and educational conditions. The government of Aceh should put a larger focus on Inong baleein order to improve their lives.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA PANTI ASUHAN DI KOTA BANDA ACEH
Fitri, Bella Anugrah;
Amna, Zaujatul
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v2i1.1458
Life in the orphanage can affect adolescents’s living conditions, such as psychological well-being. Psychological well-being is affected by many factors, there are life experience,age, social support, religiosity and gender. The sampling technique used was purposive sampling. The participants were 74 adolescents (337males and 37 females), with aged range between 14-18 years who lived at the orphanages in Banda Aceh city. The data collected by using Ryff’s Psychological well-being Scale revisited with coefficient realibility 0,935. The study showed there was adoloscents of orphanages with high category psychological well-being (97,3%).The results of data analysis used Independent Sample T-Test with significant value (Ï) = 0,036 (Ï < 0,05) and corelation dimension of psychological well-being used Pearson. The study showed that there was difference psychological well-being between males and females and then six dimension of psychological well-being contribute for psychological well-being’s adoloscent of orphanages in Banda Aceh city
PELAKSANAAN DIVERSI TERHADAP ABH BERDASARKAN QANUN ACEH NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK
Mansari, Mansari
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v2i1.1453
Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2008 tentang Perlindungan Anak memberikan kesempatan kepada aparatur Gampong untuk menyelesaikan kasus anak yang berhadapan dengan hukum dengan pendekatan diversi dan restoratif justice. Kenyataan menunjukkan masih adanya masyarakat cenderung melakukan melalui mekanisme formal. Data anak yang berhadapan dengan hukum sebagaimana dirilis oleh BPS pada tahun 2012 berjumlah 20 kasus, tahun 2013 berjumlah 7 kasus, tahun 2014 berjumlah 14 kasus dan tahun 2015 berjumlah 10 kasus. Penelitian bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan diversi di Kota Banda Aceh, keterlibatan aparatur Gampong dan faktor pendukung serta penghambatnya. Penelitian ini termasuk penelitian yuridis empiris dengan menggunakan data melalui wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan diversi belum dilaksanakan secara maksimal, keterlibatan aparatur Gampong ketika kasus dibawa kepada sistem peradilan pidana dan factor pendukung pelaksanaan diversi karena adanya aturan yang memadai, antusias aparatur Gampong, SDM telah mampu memahami konsep diversi, sarana dan prasarana yang memadai sesuai dengan nilai-nilai adat dan budaya. Faktor yang menghambat yaitu lebih mengutamakan sistem peradilan formal, ganti rugi yang besar, pemahaman masyarakat masih kurang.