cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
Pengaruh Media Penyimpanan dan Tinggi Permukaan Air Pendingin terhadap Mutu dan Lama Simpan Pisang Raja Bulu (Musa Paradisiaca L.) Selama Penyimpanan Barasa, Donari; Kencana, Pande Ketut Diah; Budisanjaya, I Putu Gede
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 1 (2025): IN PRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang Raja Bulu merupakan salah satu produk hortikultura yang mudah rusak dan memiliki umur simpan yang relatif singkat. Kemampuan kombinasi media penyimpanan pasir, serbuk gergaji, dan sekam padi dengan tinggi permukaan air yang berbeda sebagai media penyimpanan untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan buah pisang yang diuji selama penyimpanannya. Tujuan penelitian ini ialah untuk menemukan media simpan serta tinggi permukaan air terbaik dari kombinasi media penyimpanan dan tinggi air pendingin sebagai wadah untuk buah pisang. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu ragam media simpan pasir, serbuk gergaji, dan sekam padi, tinggi permukaan air 5 cm, 10 cm, dan 15 cm serta suhu penyimpanan menggunakan suhu ruang (28±2oC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan media simpan pasir dan tinggi permukaan air pendingin 15 cm adalah jenis media terbaik untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan buah pisang raja bulu. Kombinasi tersebut mampu mempertahankan buah pisang selama 16 hari dimana warna aril masih berwarna putih, warna kulit hijau dan tekstur belum melunak.
Pengaruh Dosis Pupuk Kompos Kotoran Sapi terhadap Pertumbuhan Sawi Hijau (Brassica juncea L.) pada Media Tailing Fonataba, Maria Paskalia; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Kencana, Pande Ketut Diah
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p22

Abstract

Abstrak Tanah bekas tambang atau yang biasa disebut tailing dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan apabila tidak diolah dengan baik, sehingga perlu dilakukan remediasi kembali salah satunya dengan cara aplikasi pemupukan. “Studi ini ingin melihat bagaimana kompos dapat mengubah penampilan dan cara kerja tanah dari tambang. Mereka akan mencoba menggunakan berbagai jenis dan jumlah kompos, dan juga melihat apakah menambahkan makanan nabati membantu tanaman tumbuh lebih baik di tanah ini. Mereka menggunakan cara khusus untuk memastikan tes itu adil.” Faktor yang diamati adalah faktor kompos yang terdiri dari empat taraf, yaitu: D1: 0 g (100% tailing); D2: 10 g/polybag (2,7% pupuk kompos); D3: 20 g/polybag (5,4% pupuk kompos); dan D4: 30 g/polybag (7,8% pupuk kompos). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, lebar daun, berat basah, dan berat kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk kompos kotoran sapi dengan dosis 30 g/polybag menghasilkan pertumbuhan sawi hijau terbaik, yaitu tinggi tanaman 29,00 cm, lebar daun 7,00 cm, berat basah 19,67 g, dan berat kering 5,33 g. Abstract Ex-mining land or what is commonly called tailings can have a negative impact on the environment if it is not treated properly, so remediation needs to be carried out, one of which is by applying fertilization. This study wanted to see how compost can change the appearance and workings of the soil from a mine. They will try using different types and amounts of compost, and also see if adding plant food helps plants grow better in this soil. They use special means to ensure the test is fair. The factors observed were the compost factor which consisted of four levels, namely: D1: 0 g (100% tailings); D2: 10 g/poly bag (2.7% compost); D3: 20 g/poly bag (5.4% compost); and D4: 30 g/polybag (7.8% compost). Parameters observed included plant height, leaf width, fresh weight and dry weight. The results showed that the dose of cow manure compost at a dose of 30 g/polybag produced the best growth of mustard greens, namely plant height 29.00 cm, leaf width 7.00 cm, wet weight 19.67 g, and dry weight 5.33 g.
Pengaruh Modifikasi Rasio Diameter Pulley terhadap Frekuensi Getaran Meja Getar sebagai Alat Simulasi Transportasi Darat Marhaeni, Ni Made Yulistiana; Pudja, Ida Ayu Rina Pratiwi; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p03

Abstract

Abstrak Salah satu satuan ukuran getaran, gelombang listrik, atau getaran yang dihasilkan per detik ialah frekuensi. Elemen mesin yang memindahkan tenaga dari satu poros ke poros lainnya melalui sabuk yang disebut katrol dapat menimbulkan getaran. Pulley meneruskan gerak dan mengubah arah putaran searah dengan gaya yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu modifikasi rasio pulley untuk memperoleh frekuensi yang lebih rendah dan untuk memperoleh nilai frekuensi pada maing-masing kombinasi diameter pulley pada alat meja getar. Sebelum dimodifikasi alat ini menggunakan 2 pulley dan menghasilkan getaran yang besar sehingga membuat produk pertanian memar di bagian kulit, lalu dimodifikasi dengan menambahkan 2 pulley untuk menurunkan nilai frekuensinya. Parameter yang diamati yaitu memperhitungkan kecepatan keliling pada masing-masing pulley, memperhitungkan jumlah putaran belt, pengaturan kecepatan dari pulley ke pulley. Hasil penelitian menunjukan bahwa diperoleh frekuensi yang lebih rendah dengan menggunakan 4 kombinasi diameter pulley, dimana pulley A berukuran 5cm dengan putaran 1496 rpm, pulley B berukuran 20cm dengan putaran 374 rpm, pulley C berukuran 7cm dengan putaran 374 rpm, pulley D berukuran 30cm dengan putaran 87,27 rpm. Nilai frekuensi yang dihasilkan oleh 4 pulley yaitu 0,105 Hz lebih rendah dibandingkan dengan 2 pulley yaitu 3 Hz, pengujian ini dilakukan dengan box kayu yang diisi produk pertanian yaitu kentang bibit yang dijalankan selama 120 menit. Hasilnya, kentang bibit hanya mengalami pergeseran ke kanan dan kiri dan ada pula yang terbalik tetapi tidak mengalami kerusakan fisik. Abstract Frequency is the number of vibrations that occur in one second or the number of electrical waves or vibrations produced every second. Vibrations can be produced by machine elements whose function is to transmit power from a shaft to another using a belt called a pulley. The pulley works in the direction of the applied force, sending motion and changing the direction of rotation. The aim of this research is to modify the pulley ratio to obtain a lower frequency and to obtain frequency values ??for each combination of pulley diameters on the vibrating table tool. Before being modified, this tool used 2 pulleys and produced large vibrations that caused agricultural products to bruise the skin. Then it was modified by adding 2 pulleys to lower the frequency value. The parameters observed are calculating the circumferential speed on each pulley, calculating the number of belt revolutions, setting the speed from pulley to pulley. The research results show that a lower frequency is obtained by using 4 combinations of pulley diameters, where pulley A measures 5cm with a rotation of 1496 rpm, pulley B measures 20cm with a rotation of 374 rpm, pulley C measures 7cm with a rotation of 374 rpm, pulley D measures 30cm with a rotation 87.27 rpm. The frequency value produced by 4 pulleys, namely 0.105 Hz, is lower than with 2 pulleys, namely 3 Hz. This test was carried out with a wooden box filled with agricultural products, namely seed potatoes, which was run for 120 minutes. As a result, the seed potatoes only experienced shifts to the right and left and some were tipped over but did not experience physical damage.
Analisis Spasial Kualitas Tanah untuk Mendukung Sistem Pertanian Presisi di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan Widhiartana, I Kadek Agus; Sumiyati, Sumiyati; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p12

Abstract

ABSTRAK Desa Candikuning memiliki kemiringan lereng 0 – 65% dan petani dalam mengelola lahan melalui pemupukan belum memperhatikan kandungan unsur hara dari lahan tersebut. Penilaian kualitas tanah menjadi salah satu upaya meningkatkan pengelolaan dan sistem penggunaan lahan melalui indikator sifat fisik dan kimia tanah. Indikator sifat fisik dan kimia tanah dapat dinilai dengan penerapan pertanian presisi melalui analisis spasial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas tanah dan analisis spasial sifat fisik dan kimia tanah, yaitu tekstur tanah, porositas tanah, C-organik, dan N-total di Desa Candikuning. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan uji laboratorium untuk menganalisa sifat fisik dan kimia tanah. Metode pengambilan sampel tanah menggunakan grid dengan metode systematic sampling sebanyak 50 sampel, kemudian dilakukan pemetaan menggunakan metode interpolasi inverse distance weighted. Kualitas sifat fisik tanah di Desa Candikuning ditinjau dari tekstur tanah terdiri dari lempung berpasir, pasir berlempung, dan lempung liat berpasir serta porositas tanah memiliki nilai terendah pada titik sampel 17 dengan nilai 34,39%. Adapun kualitas sifat kimia tanah terdapat nilai terendah pada titik sampel 21 dengan nilai C-organik sebesar 1,59% dan N-total sebesar 0,08%. Analisis spasial kualitas sifat fisik dan kimia tanah ditinjau dari tekstur tanah didominasi oleh tekstur lempung berpasir dan pasir berlempung, porositas tanah didominasi oleh nilai 40,01 – 50,00%, C-organik didominasi oleh nilai 3,01 – 5,00% yang masuk dalam kriteria tinggi, dan N-total didominasi oleh nilai 0,21 - 0,50% yang masuk dalam kriteria sedang. ABSTRACT Candikuning Village has a slope of 0 – 65% and farmers in managing the land through fertilization have not paid attention to the nutrient content of the land. Soil quality assessment is an effort to improve land use management and systems through indicators of soil physical and chemical properties. Indicators of soil physical and chemical properties can be assessed by the application of precision agriculture through spatial analysis. This research was conducted to determine soil quality and spatial analysis of soil physical and chemical properties, namely soil texture, soil porosity, C-organic, and N-total in Candikuning Village. The implementation of this research was carried out using survey methods and laboratory tests to analyze the physical and chemical properties of the soil. The soil sampling method uses a grid with a systematic sampling method of 50 samples, then mapping is carried out using the inverse distance weighted interpolation method. The quality of the physical properties of the soil in Candikuning Village in terms of soil texture consisting of sandy loam, loamy sand, and sandy loam and soil porosity has the lowest value at sample point 17 with a value of 34.39%. As for the quality of soil chemical properties, the lowest value was at sample point 21 with an organic C value of 1.59% and a total N of 0.08%. Spatial analysis of the quality of the physical and chemical properties of the soil in terms of soil texture is dominated by sandy loam and loamy sand textures, soil porosity is dominated by values of 40.01 – 50.00%, C-organic is dominated by values of 3.01 – 5.00% which included in the high criteria, and the N-total is dominated by the value of 0.21 - 0.50% which is included in the medium criteria.
Pengaruh Posisi dan Tipe Ventilasi Kemasan Peti Karton (Corrugated Box) terhadap Mutu Buah Manggis Selama Proses Transportasi dan Penyimpanan Yulianti, Ni Luh; Kencana, Pande Ketut Diah
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 1 (2025): IN PRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kemasan yang mampu mempertahankan mutu buah manggis pasca transportasi dan selama penyimpanan dalam ruang pendingin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dimana faktor pertama adalah posisi ventilasi, faktor kedua adalah kombinasi tipe ventilasi. Faktor pertama terdiri dari dua taraf yaitu letak ditengah bidang permukaan kemasan (L1) dan tersebar merata dipermukaan kemasan (L2). Faktor kedua terdiri dari tiga taraf yaitu tipe bundar seluruhnya (V1) tipe oval seluruhnya (V2) dan kombinasi antara oval dan bundar (V3). Luas dimensi ventilasi yang digunakan untuk seluruh perlakuan adalah sebesar 3,45 % dari total luas kemasan. Masing-masing perlakuan tersebut diulang sebanyak 3 kali. Kemasan yang digunakan adalah kemasan karton gelombang berkapasitas 5 kg berdimensi 27 cm x 22 cm x 22 cm tipe fullflap dengan pengaturan buah dalam kemasan menggunakan tipe Face Centred Cubic. Pengujian kemasan dilakukan dengan melakukan melakukan transportasi buah manggis dalam kemasan dengan kondisi jalan dalam kota dan jalan buruk beraspal. Parameter pengujian meliputi perhitungan kuat tekan kemasan, sebaran suhu dalam kemasan, nilai total padatan terlarut buah manggis, nilai pH buah dan persentase susut bobot. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam, dan apabila terdapat pengaruh perlakuan terhadap parameter yang diamati, maka akan dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan diperoleh bahwa interaksi antar perlakuan berpengaruh signifikan terhadap parameter mutu susut bobot buah manggis, TPT dan pH buah. Nilai kuat tekan untuk kemasan hasil rancangan dengan dimensi 27 cm x 22 cm x 22 cm adalah sebesar 284 kgf. Perlakuan L1V1 merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan susut bobot paling rendah yaitu sebesar 2,30% nilai TPT 15.30, pH 2.6 sehingga dapat menjadi kemasan buah manggis yang mampu mempertahankan mutu buah dalam kemasan selama proses transportasi. Abstract The aim of this research was to acquire packaging that can uphold the quality of mangosteen fruit while being transported and stored. A Randomized Group Design Factorial method was used, where the first factor is the location of ventilation and the second factor is a combination of ventilation types. The first factor comprises two levels, specifically, the center location of the packaging surface (L1) and a uniform distribution on the surface of the packaging (L2). The second factor comprises three levels: completely round type (V1), completely oval type (V2), and a combination of oval and round (V3). The ventilation dimension for all treatments was 3.45% of the total packaging area. Each treatment was replicated three times. A 5 kg capacity corrugated carton of dimensions 27 cm x 22 cm x 22 cm in the full-flap type was utilized for packaging, with the fruit arranged in the Face Centered Cubic type. Packaging tests were conducted by transporting mangosteen fruits in packaging through the city and on poorly surfaced roads. The testing parameters comprised the determination of packaging's compressive strength, the distribution of temperature within the packaging, the total soluble solids value of the fruits, the pH value of the fruits and the percentage of weight loss. The obtained data were analysed by analysis of variance and if there was an effect of treatment on the observed parameters, the Duncan test was applied. The test results highlight the significant impact of treatment interaction on mangosteen fruit quality parameters including weight loss, TPT, and fruit pH. The packaging design measured at 27cm x 22cm x 22cm demonstrated a compressive strength value of 284 kgf. The treatment which produced the lowest weight loss of 2.30%, a TPT value of 15.30 and pH 2.6, is L1V1. This treatment is optimal for packaging mangosteen fruit, as it is able to maintain the fruit's quality.
Pengaruh Penambahan Berbagai Variasi Coating terhadap Karakteristik Mutu Fillet Ikan Kakap Putih (Lates Calcarifer Sp) selama Penyimpanan Dingin Widia, I Wayan; Budana, I Putu Yosan; Gunadnya, Ida Bagus Putu
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p09

Abstract

Abstrak Ikan kakap putih (Lates calcarifer sp) merupakan salah satu produk perikanan yang mudah rusak, sehingga perlu dilakukannya penanganan yang baik selama penyimpanan. Menggunakan kitosan dan Cinnamon essential oil sebagai coating berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan anti bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai variasi coating dan perlakuan coating terbaik terhadap karakteristik mutu fillet ikan kakap putih selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan Acak lengkap). Perlakuan penambahan coating terdiri dari tanpa coating, coating penambahan kitosan 1,5g, coating penambahan cinnamon essential oil 1,5 % dan coating dengan kombinasi 1,5g kitosan dan 1,5 % cinnamon essential oil, dengan pengulangan sebanyak dua kali dan sample disimpan pada suhu 15oC selama 8 hari. Hasil penelitian menunjukan dengan penambahan kitosan 1,5g dan cinnamon essential oil 1,5% serta perlakuan kombinasi dengan kitosan 1,5g dan cinnamon essential oil 1,5% sebagai coating memberikan pengaruh nyata selama penyimpanan dingin dilihat dari parameter pH, tekstur (hardness), color difference, TVB dan TPC. Perlakuan terbaik ditemukan pada coating menggunakan cinnamon essential oil 1,5% selama penyimpanan dingin. Perlakuan terbaik ditemukan pada coating menggunakan cinnamon essential oil 1,5% selama penyimpanan dingin. hingga hari ke 8 dengan nilai pH 5,9, tekstur (hardness) 3,1476 N, color difference 7,6, total volatile base 44,70 mg N/100 g, total plate count 5,79 CFU/g. Abstract White snapper (Lates calcarifer sp) is a perishable fishery product, so it needs to be handled properly during storage. Using chitosan and cinnamon essential oil as a coating has the potential to be used as an antibacterial. The purpose of this study was to determine the effect of adding various coating variations and the best coating treatment on the quality characteristics of barramundi fillets during storage. This study used CRD (completely randomized design). The coating addition treatment consists of no coating, coating with the addition of 1.5g chitosan, coating with the addition of 1.5% cinnamon essential oil and coating with a combination of 1.5g chitosan and 1.5% cinnamon essential oil, with repetition twice and the sample will be stored at temperature. 15oC for 8 days. The research results showed that the addition of 1.5g chitosan and 1.5% cinnamon essential oil as well as a combination treatment with 1.5g chitosan and 1.5% cinnamon essential oil as a coating provided different effects during cold storage in terms of the parameters pH, pH, texture (hardness), color difference, TVB and TPC. The best treatment was found in coating using cinnamon essential oil 1.5% during cold storage until day 8 with a pH value of 5.9, texture (hardness) 3.1476 N, color difference 7.6, total volatile base 44.70 mg N /100 g, total plate count 5.79 CFU/g.
Uji Kinerja Pengeringan Gabah Menggunakan Pengering Rotari Berbahan Bakar Sekam Padi Panggabean, Tamaria; Hayati, Ari; Triana, Arjuna Neni
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p22

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kelemahan pengeringan gabah menggunakan sinar matahari atau penjemuran. Kelemahan pengeringan menggunakan sinar matahari antara lain memerlukan waktu berhari-hari dan tempat yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji mesin pengering rotari yang sudah dirancang untuk mengeringkan gabah. Metode penelitian ini adalah eksperimental yang meliputi tahap pendekatan rancangan, rancangan struktural dan rancangan fungsional, setelah itu dilakukan pengujian kinerja pengering rotari. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah alat pengering rotari yang telah dirancang dan dikonstruksi telah dapat mengeringkan gabah sebanyak 20 kg dari kadar air awal 18 % menjadi ±14,27-14,73 % bb selama 5 jam, laju pengeringan yang dihasilkan sebesar 0,65-0,75 %/jam dan energi biomassa untuk pengeringan sebesar 22680 – 23040 kal serta massa 1 kg sekam padi dapat mengeringkan 2,5 kg gabah. Abstract This research is based on the limitation of drying paddy using sun drying. The weakness of sun drying, among others, takes days and a large space. This study aims to test rotary dryers that have been designed. The method of this research was experimental which consisted of design approach, structural design and functional design, followed by the performance test. The results obtained in this study were: rotary dryers that have been designed and constructed have been able to dry paddy as much as 20 kg from the initial water content of 18 % to 14.27-14.73 % bb for 5 hours, drying rate of 0.65-0.75 %/hour and the biomass energy required for drying of 22680 - 23040 cal, and the mass of 1 kg of rice husk was able to dry 2.5 kg of paddy.
Korelasi Nilai SPAD dengan Intensitas Serangan Penyakit Blas Pada Umur Padi Yang Berbeda Sudiarta, I Made; Wijaya, I Made Anom Sutrisna; Sulastri, Ni Nyoman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p16

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting yang telah menjadi makanan pokok lebih dari setengah penduduk dunia. Padi sawah yaitu tanaman padi yang dalam pertumbuhannya memerlukan air. Ketidakpastian di masa depan terkait ketersediaan pangan menimbulkan rasa khawatir berbagai pihak karena berbagai tantangan yang ada. Tantangannya antara lain bekurangnya luas lahan pertanian yang produktif, masalah iklim, bahaya serangan hama dan penyakit tanaman serta peningkatan degradasi lahan. Tanaman yang sakit adalah tanaman yang tidak dapat melakukan aktifitas fisiologis secara sempurna, yang akan mengakibatkan tidak sempurnanya produksi baik secara kualitas maupun kuantitas. Penyakit blas merupakan salah satu penyakit utama pada pertanaman padi yang disebabkan oleh cendawan Pyricularia oryzae Cav. Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui hubungan kandungan klorofil dengan intetnsitas serangan penyakit blas pada umur padi yang berbeda. Abstract Rice is an important food crop that has become the staple food for more than half of the world's population. Rice plant health is very important in determining crop yields. The value of chlorophyll has a close relationship with plant health which can determine the yield of rice production. If the health of the plant decreases, it will be susceptible to disease. Blast disease is one of the factors causing plant health to decline. The attack intensity of the disease can be seen in the green on the leaves. SPAD (Soil Plant Analysis Development) is a simple tool that can determine the amount of chlorophyll in plant leaves called SPAD. This study aims (1) to determine the relationship between SPAD and the intensity of blast disease attacks. (2) To obtain a correlation value between SPAD and the intensity of blast disease attacks. Data collection was carried out in Medium Village which is in the Badung Regency area. Sampling data from the age of rice 71 to 94 HST (Day after Planting). To obtain data, 3 rice fields were measured diagonally, 5 points were taken for each rice field plot, 9 clumps were taken for each point, and the SPAD measurement for each clump was divided into 3 parts of the upper, middle, and lower leaf stems. Each leaf is divided into 3 top, middle, and bottom. The intensity can be seen from the distribution of the spots on the leaves. The development of intensity with age and SPAD with age, if the intensity value is high then the SPAD value is low otherwise if the SPAD value is high then the disease attack intensity value is low. From the research results it can be concluded that SPAD with intensity has a linear relationship, with a correlation value of 0.8634 or 86%. Correlated data is very strong because the correlation value exceeds 0.75 or 75%.
Kombinasi Perekat dan Bentuk Geometri yang digunakan terhadap Karakteristik Biobriket Batang Bambu Tabah (Gigantochloa Nigrociliata Buse-Kurz) Maysaroh, Fayfi; Kencana, Pande Ketut Diah; Budisanjaya, I Putu Gede
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 1 (2025): IN PRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik terhadap kombinasi bahan perekat dan bentuk geometri yang digunakan terhadap mutu briket bambu tabah yang dihasilkan dan menentukan perlakuan manakah yang memberikan hasil terbaik terhadap katakteristik briket yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan menggunakan 2 faktor dan 3 kali pengulangan. Faktor pertama (A) merupakan kombinasi bahan perekat yang terdiri dari 3 taraf tepung sagu dan tepung tapioka (A1), Tepung sagu dan tepung ketan (A2), dan tepung tapioka dan tepung ketan (A3). Faktor kedua (B) merupakan bentuk geometri yang terdiri dari 3 paraf silinder (B1), kubus (B2), dan balok (B3). Seluruh perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 3 kali sehingga didapat 27 data pengamatan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS dan apabila terdapat pengaruh yang signifikan, kemudian akan dilanjutkan dengan uji lanjut BNT terhadap rata-rata perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antar perlakuan jenis kombinasi perekat dan bentuk geometri memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter mutu briket yang dihasilkan. Perlakuan briket yang dibuat dengan kombinasi perekat tepung sagu dan tepus ketan dengan bentuk geometri silinder (A2B1) merupaka perlakuan yang menghasilkan briket dengan kualitas paling baik dengan nilai kadar air sebesar (6,80% bb), kadar abu sebesar (12,87%), laju pembakaran sebesar (0.08 g/menit) dan kadar zat menguap sebesar (57,50 %). ABSTRACT This study aims to determine the characteristics of the combination of adhesives and geometric shapes used on the quality of stoic bamboo briquettes produced and determine which treatment gives the best results on the characteristics of the briquettes produced. This study used a Factorial Randomized Group Design (RAK) using 2 factors and 3 repetitions. The first factor (A) is a combination of adhesive materials consisting of 3 levels of sago flour and tapioca flour (A1), sago flour and sticky rice flour (A2), and tapioca flour and sticky rice flour (A3). The second factor (B) is a geometric shape consisting of 3 levels of cylinder (B1), cube (B2), and beam (B3). All treatments were replicated 3 times so that 27 observation data were obtained. The data obtained were analyzed using SPSS and if there is a significant effect, then it will be continued with the BNT further test on the average treatment. The results showed that the interaction between the treatment types of adhesive combinations and geometric shapes had a significant effect on the quality parameters of the briquettes produced. The treatment of briquettes made with a combination of sago starch and sticky rice with a cylindrical geometric shape (A2B1) is the treatment that produces the best quality briquettes with a moisture content value of (6.80% bb), ash content of (12.87%,), burning rate of (0.08 g/min) and volatile metter of (57.50%).
Pengaruh Variasi Konsentrasi KMnO4 dan Suhu Gelatinisasi terhadap Karakteristik Fisik dan Efektivitas Kemasan Aktif Bioplastik Lestari, Kadek Irma Dwi; Yulianti, Ni Luh; Gunadnya, Ida Bagus Putu
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p08

Abstract

Kemasan aktif bioplastik merupakan kemasan yang dapat memberikan pengaruh terhadap produk yang dikemas dengan memberikan senyawa aktif kalium permanganat (KMnO4) pada larutan film kemasan aktif bioplastik yang memiliki karakteristik yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi KMnO4 dan suhu gelatinisasi terhadap karakteristik fisik bioplastik dan efektivitas kemasan terhadap mutu buah alpukat selama masa simpan 10 hari. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAK) dua faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi KMnO4 dengan taraf konsentrasi 10%, 15%, dan 20%. Faktor kedua yaitu suhu gelatinisasi dengan level 70°C dan 75°C. Pada hasil penelitian menunjukkan kemasan aktif bioplastik dapat memberikan pengaruh terhadap efektivitas kemasan dalam penyerapan gas etilen pada buah alpukat selama masa simpan 10 hari. Interaksi antar perlakuan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai kuat tarik, perpanjangan, elastisitas, penyerapan air, susut bobot, tekstur dan total padatan terlarut. Perlakuan terbaik terhadap karakteristik kemasan aktif bioplastik diperoleh pada perlakuan konsentrasi KMnO4 10% dan suhu gelatinisasi 75°C (K1S2) dengan nilai kuat tarik sebesar 34,43 MPa, nilai perpanjangan sebesar 4,49%, nilai elastisitas sebesar 795,88 dan nilai penyerapan air sebesar 0,71%. memberikan pengaruh terhadap mutu buah alpukat selama masa penyimpanan 10 hari dengan nilai susut bobot 2,43%, tekstur 87,43N dan nilai total padatan terlarut 4,4 Brix. ABSTRACT Bioplastic active packaging is packaging that can have an impact on packaged products by providing the active compound potassium permanganate (KMnO4) in a solution of active bioplastic packaging film which has characteristics that are more environmentally friendly. This study aims to determine the effect of KMnO4 concentration and gelatinization temperature on the physical characteristics of bioplastics and the effectiveness of packaging on the quality of avocado fruit. This study used a two-factorial completely randomized design. The first factor is the concentration of KMnO4 with concentration levels of 10%, 15%, and 20%. The second factor is the gelatinization temperature with levels of 70°C and 75°C. The results of the study showed that active bioplastic packaging could influence the effectiveness of the packaging in absorbing ethylene gas in avocados during a 10-day shelf life. The interaction between treatments has a significant effect on the values ??of tensile strength, elongation, elasticity, water absorption, weight loss, texture, and total dissolved solids (TDS). The best treatment for the characteristics of active bioplastic packaging was obtained at a concentration of 10% KMnO4 and a gelatinization temperature of 75°C (K1S2) with a tensile strength value of 34.43 MPa, an elongation value of 4.49%, an elasticity value of 795.88 and an absorption value water by 0.71%. The best treatment for packaging effectiveness was obtained from the K2S2 treatment which affected the quality of avocado fruit during a 10-day storage period with a weight loss value of 2.43%, a texture of 87.43N and a TDS of 4.4 Brix.