cover
Contact Name
Sri Handayani Nofiyanti
Contact Email
handayaninofiyanti@unud.ac.id
Phone
+6281339409979
Journal Mail Official
jurnalbetatep@unud.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kampus Unud No.2013, Jimbaran, Kec. Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali 80361
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 25023012     DOI : https://doi.org/10.24843/JBETA.2025.v13.i02
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 747 Documents
Kajian Rasio Prestasi Manajemen Distribusi Air Irigasi Pada Tingkat Subak, Tempekan, Dan Petakan Di Subak DAS Ho Kabupaten Tabanan Bali Iszur Putra Wicaksono; I Wayan Tika; Yohanes Setiyo
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i02.p04

Abstract

The subak irrigation system in Bali is a cultural heritage that plays an important role in the sustainability of rice farming, but water distribution in the field often does not match crop needs. This study was used to assess distribution efficiency using the Ratio of Management Achievement (RPM) indicator. This research was conducted in Subak Suala, Sigaran, and Jegu in the Tukad Yeh Ho watershed, Tabanan Regency. Available discharge was measured directly in the field, while irrigation water requirement (KAI) was calculated from BMKG and NASA POWER data. The results showed that the average RPM value of each subak was 2.83, 3.05, and 2.15. At the tempekan level, the highest value was found in T1 Subak Jegu (5.57) and the lowest in T2 of the same subak (0.21). At the plot level, the highest value was found in P3 Subak Sigaran (16.63). All of these values are outside the ideal range (0.75-1.25), thus falling into the “Less” to “Very Less” category. This shows that water distribution is not efficient because it tends to be excessive, so technical and institutional evaluation of subak is needed to make water management more effective and sustainable.
Identifikasi Kematangan Buah Tomat (Solanum lycopersicum) Menggunakan Yolov5n I Made Arya Yugo Satriawan; I Putu Gede Budisanjaya; I Made Supartha Utama
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i02.p17

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi buah tomat dan klasifikasi tingkat kematangan menggunakan algoritma YOLOv5n yang diimplementasikan pada perangkat Raspberry Pi 2. Dataset LaboroTomato yang terdiri dari 440 citra tomat jenis beef tomato digunakan dan diperluas melalui augmentasi menjadi 1.320 citra. Model dilatih selama 100 epoch menggunakan Google Colab dengan GPU NVIDIA Tesla T4. Evaluasi menunjukkan performa tinggi dengan precision 96,28%, recall 94,22%, F1-score 95,24%, dan mAP@0.5 sebesar 97,99%. Implementasi model dalam format ONNX meningkatkan kecepatan inferensi sebesar 20,5% dengan waktu rata-rata 1,47 detik per frame. Validasi lapangan oleh empat praktisi menghasilkan tingkat persetujuan sebesar 80,56%. Hasil ini menunjukkan bahwa YOLOv5n layak diterapkan pada perangkat embedded berdaya komputasi rendah untuk mendukung pengambilan keputusan panen tomat.
Kinerja Kotak Penyimpan Dingin Thermoelectric Dengan Ketebalan Dinding Tertentu Pada Beberapa Beban Pendinginan Buah Apel Manalagi (Malus sylvestris) Muhammad Ridwan Hafiz; Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja; I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara; I Gusti Ketut Arya Arthawan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i02.p19

Abstract

Kotak penyimpanan dingin yang menggunakan teknologi termoelektrik adalah solusi pendinginan yang ramah lingkungan, tidak memerlukan penggunaan refrigeran konvensional, dan mudah dibawa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh variasi beban pendinginan terhadap kinerja alat pendingin termoelektrik jenis TEC1-12715 dengan ketebalan dinding isolasi yang telah ditentukan dalam proses pendinginan buah apel Manalagi (Malus sylvestris). Metode penelitian yang dipakai adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua variabel, yaitu beban pendinginan (1 kg, 2 kg, dan 3 kg) serta durasi pendinginan (20, 40, dan 60 menit), masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diperhatikan meliputi suhu udara di luar dan di dalam kotak, suhu pusat buah, tegangan, arus, daya listrik, panas udara (Qu), panas sensibel pada buah (Qb), panas konduksi dinding (Qk), panas respirasi pada buah (Qres), total panas (Qc), serta nilai Coefficient of Performance (COP). Hasil dari analisis menunjukkan bahwa beban pendinginan dan lama waktu memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai COP (p < 0,05), di mana nilai COP meningkat sejalan dengan penambahan beban massa. Nilai tertinggi dicapai pada beban 3 kg dengan durasi 20 menit yang mencapai 0,236, sementara daya listrik sistem cenderung tetap pada 89,88 W. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem pendingin termoelektrik TEC1-12715 memiliki efisiensi tinggi saat beban pendinginan besar dan memiliki potensi sebagai solusi pendinginan portabel yang efisien energi dan ramah lingkungan.
Pemetaan Kerawanan Tanah Longsor pada Lahan Pertanian di Dusun Sambak 1, Desa Sambak, Magelang, Jawa Tengah Ni Made Julita Dea Ananda; Sumiyati; Ngadisih; Ni Nyoman Sulastri; I Putu Wahyu Adipratama; I Gd Agus Adithya Wira Pranata
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i02.p12

Abstract

Landslide susceptibility mapping on agricultural land is an important pre-disaster mitigation effort, particularly in areas with undulating to steep topographic conditions such as Sambak 1 Hamlet, Sambak Village, Magelang Regency, Central Java. This study aims to map the level of landslide susceptibility on agricultural land as a basis for safer land-use planning. The method utilizes Geographic Information System (GIS) technology by processing Digital Elevation Model (DEM) and orthomosaic data extracted from unmanned aerial vehicle (UAV/drone) imagery. The topographic parameters analyzed include slope, aspect, and curvature, which were subsequently integrated using the weighted overlay method based on empirical Frequency Ratio (FR) weighting. Spatial analysis results indicate that, overall, Sambak 1 Hamlet is dominated by the moderate susceptibility class. However, a crucial finding reveals that mixed gardens are the most threatened agricultural land category in the high susceptibility zone, covering a total area of 2.99 ha, far exceeding dry land (0.17 ha) and wet land (0.13 ha). The resulting susceptibility map serves as an essential instrument for local governments and communities in planning sustainable land use, particularly as a basis for implementing integrated mitigation measures through multistrata agroforestry models, vetiver grass planting, as well as the optimization of terracing and drainage.
Minimalisasi Potensi Kerugian Kehilangan Minyak Dan Nut Pecah Menggunakan Pengaturan Arus Kerja Mesin Press (Studi Kasus di Pabrik Minyak Kelapa Sawit XYZ, Kalimantan Barat) Petrus Jaya Simanjuntak; Andreas Wahyu Krisdiarto; Suparman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i02.p15

Abstract

The electric current in palm oil mill press machines is generally set at 50–56 amperes. Each current setting results in different levels of oil loss and broken nuts, resulting in different total financial values. This study aims to determine a current setting between 50–56 A that minimizes total combined financial loss. The case study was conducted on the Tanner P25 press machine at PT XYZ, West Kalimantan. Three working current ranges were tested: 50–52 A, 52–54 A, and 54–56 A, with a constant hydraulic cone pressure of 50 bar. Press cake samples were collected from four different outlet points at four different times each day to ensure statistical representativeness. Oil content in the fiber was measured using the Soxhlet extraction method with n-hexane solvent, while broken nut was calculated by manually sorting and weighing each category. Data were analyzed using One-Way ANOVA and Tukey HSD post-hoc test. The results showed that increasing the working current reduced oil losses from 4.76% to 3.82%. However, the percentage of broken nut increased significantly from 40.97% to 50.89%. In terms of potential combined losses, the use of a working current of 50–52 amperes provides the lowest total daily financial loss (Rp271.86 million), compared to current settings of 52–54 amperes (Rp278.30 million) and 54–56 amperes (Rp281.31 million). Controlling the working current at 50–52 A offers the most optimal operational and economic parameter.
Analisis RWS dan RIS Pada Budidaya Padi dengan Metode AWD dan Metode Genangan Leonard Tampubolon; I Wayan Tika; I Gusti Ketut Arya Arthawan; Frizt Reynara Abimael Wahongan; Nanda Setya Pradita; Mentari Kinasih
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i02.p20

Abstract

Pengelolaan irigasi yang efisien sangat krusial dalam budidaya padi untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja tata air pada metode Alternate Wetting and Drying (AWD) dan metode genangan konvensional menggunakan indikator Relative Water Supply (RWS) dan Relative Irrigation Supply (RIS). Penelitian eksperimental ini dilaksanakan di Subak Sigaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode AWD secara konsisten lebih efisien dibandingkan metode genangan. Laju perkolasi pada metode AWD (4,82 mm/hari) lebih rendah dibandingkan metode genangan (5,62 mm/hari), yang menunjukkan efisiensi penahanan air yang lebih baik. Nilai RWS pada kedua metode berada di atas 1, namun AWD menunjukkan efisiensi yang lebih unggul dengan nilai yang lebih mendekati batas ideal. Analisis RIS mengungkapkan tingkat pemborosan yang signifikan pada metode genangan (mencapai angka 59,69 pada petakan tertentu), sementara metode AWD berhasil menekan penggunaan air dengan nilai RIS musiman yang jauh lebih rendah (2,46 – 2,62). Uji statistik T-test mengonfirmasi adanya perbedaan yang sangat nyata (P-value 0,00211 < 0,05) pada efisiensi air irigasi antara kedua metode. Disimpulkan bahwa metode AWD mampu menekan penggunaan air irigasi secara drastis melalui fase pengeringan terkontrol tanpa mengganggu kebutuhan fisiologis tanaman.
Pengaruh Aplikasi Nanokitosan dari Sisik Barramundi (Lates calcarifer sp.) sebagai Edible Coating terhadap Kualitas Fillet Barramundi selama Penyimpanan Dingin Rut Adinda sitindaon; I Wayan Widia; Sri Handayani Nofiyanti
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jbeta.2026.v14.i02.p18

Abstract

Fillet ikan barramundi merupakan produk perikanan bernilai ekonomi tinggi yang bersifat highly perishable akibat aktivitas enzimatik dan mikrobiologis selama penyimpanan. Pemanfaatan limbah sisik ikan sebagai sumber kitosan berpotensi dikembangkan menjadi nanokitosan yang dapat diaplikasikan sebagai edible coating untuk mempertahankan kualitas produk perikanan. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi nanokitosan yang berasal dari limbah sisik ikan barramundi sebagai edible coating terhadap kualitas fillet selama penyimpanan dingin. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi nanokitosan yang terdiri dari kontrol, 0,1%, 0,3%, 0,5%. Sampel fillet disimpan pada suhu 4°C dan diuji secara periodik pada hari ke-4, ke-8, dan ke-12. Parameter kualitas yang dievaluasi mencakup analisis mikrobiologi melalui Total Plate Count (TPC), stabilitas kimiawi berdasarkan nilai pH dan Total Volatile Base (TVB), serta integritas fisik melalui uji tekstur