cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 473 Documents
PERBEDAAN IMPLEMENTASI PROGRAM TAḤFĪẒ DI SEKOLAH DAN MADRASAH DI SURAKARTA Zulfa, Nurul Waridatil
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 2, Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i2.8121

Abstract

Nowdays, Islamic school becomes the choice of people. Ta?f?? programs becomes the excellence program in Islamic Elementary School or Madrasah Ibtidaiyah. The people believe and they are sure to choose Islamic education which has ta?f?? program in its curriculum. The objective of this research is to describe the imlementation of ta?f?? program, achievement target of memorizing al-Qur?an, the method that used to memorize al-Qur?an, evaluation that has been done by the teachers to the their students, supporting factors, the obstacles and the solution the overcome and also the implication of ta?f?? program toward the result of studens? learning. The kind of this research is qualitative study. The subject of this research consist of the principal, directur of ta?f?? program, teachers, students and parents in the ta?f?? program. The object of this research is SDTQ Al-Abidin Surakarta and MITTQUM Surakarta. The data collection techniques are observation, interview and documentation. The validity is determined by triangulation. The data technique analysis has been done by descriptive qualitative. The result of this research shows that (1) the background and the goals of tahfiz program to create ??fi? and ??fi?ah generation that have good intellectual based on al-Qur?an and hadith. (2) The achievement target in SDTQ Al-Abidin Surakarta is 10 juz and in MITTQUM Surakarta is 6 juz. The method that applied in SDTQ Al-Abidin Surakarta is wahdah, gabungan, kaisa, sima?i, jama? and juz?i. The method that applied in MITTQUM Surakarta is wahdah, tallaqi, kitabah, sima?i and juz?i. (3) Evaluation that has done by the teachers is run well as routine and periodical. For the examination, SDTQ Al-Abidin Surakarta has applied one juz examination. It is called al-Qur?an sertification. Ta?f?? examination that has been done in MITTQUM Surakarta is one juz in one period or we call it juziyyah and 5 juz examination in one period and in the graduation ceremony. (4) The Supporting factors of memorizing al-Qur?an are self motivation, parents and the environment. The obstacles of memorizing al-Qur?an are the lack of self motivation, bustle activity of parent and time management. The way to overcome the obstacles are making joyful learning process of ta?f?? program, improving the communication between the school and parents and having good cooperation between the teachers and the students about the time. (5)The implication of ta?f?? program toward the result of student?s learning are the students have good ability to memorize al-Qur?an. Sudents who have good ability to memorize al-Qur?an, they also have good ability in academic. It means that the ability of memorizing al-Qur?an as good as academic achievement. Saat ini sekolah Islam menjadi pilihan masyarakat. Program ta?f?? menjadi program unggulan di Sekolah Dasar Islam atau Madrasah Ibtidaiyah. Masyarakat semakin yakin memilih pendidikan yang berbasis Islam dengan muatan kurikulum program ta?f??. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi program ta?f?? yang meliputi dasar dan tujuan, target capaian hafalan, metode untuk menghafal, evaluasi pembelajaran dan evaluasi hafalan, faktor pendukung, kendala dan solusinya, serta implikasi program ta?f?? terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari Kepala Sekolah/Madrasah, penanggung jawab program ta?f??, guru pengampu ta?f??, siswa dan wali murid. Objek penelitian ini adalah SDTQ Al -Abidin dan MITTQUM Surakarta. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan ditentukan dengan triangulasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dasar dan tujuan program ta?f?? adalah menjadikan generasi yang ??fi? dan ??fi?ah yang intelektual dengan berlandaskan al-Qur?an dan hadits. (2) target hafalan di sekolah adalah 10 juz, sedangkan di madrasah adalah 6 Juz. Metode yang digunakan di SDTQ Al-Abidin antara lain metode wahdah, gabungan, kaisa, sima?i, jama? dan juz?i. Metode di MITTQUM Surakarta meliputi metode wahdah, tallaqi, kitabah, sima?i dan juz?i. (3) Evaluasi yang dilakukan guru meliputi evaluasi rutin dan berkala. Untuk ujian hafalannya di SDTQ Al Abidin disebut dengan sertifikasi al-Qur?an. Ujian di MITTQUM meliputi ujian juziyyah, ujian lima juz sekali duduk, dan ketika acara wisuda. (4) Faktor pendukungnya meliputi motivasi diri sendiri, orang tua, guru dan lingkungan. Kendalanya adalah kurangnya motivasi dari dalam diri, kesibukan orang tua, dan manajemen waktu. Solusinya adalah pembelajaran ta?f?? yang menyenangkan melalui cerita motivasi, memperkuat komunikasi antara sekolah dengan orang tua dan manajemen waktu antara guru dan murid. (5) Implikasi bahwa anak-anak yang memiliki kemampuan bagus dalam menghafal al-Qur?an cenderung nilai akademiknya juga bagus. Dengan pengertian bahwa kemampuan menghafal al-Qur?an berbanding lurus dengan prestasi akademik.
FORMAT BARU HUBUNGAN SAINS MODERN DAN ISLAM (STUDI INTEGRASI KEILMUAN ATAS UIN YOGYAKARTA DAN TIGA UINVERSITAS ISLAM SWASTA SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN SAINS ISLAM SEUTUHNYA TAHUN 2007-2013) Anshori, Anshori
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i1.1969

Abstract

This paper discusses the problem regarding to the integrative knowledgeconcept at the four Islamic higher education ?namely the State Islamic University,(UIN Sunan Kalijaga) Yogyakarta, the Indonesia Islamic University (UII) Yogyakarta,the Muhammadiyah University of Surakarta (UMS), and the Wahid Hasyim Universityof Semarang (UNWAHAS). This is a field research study with using the snow balltechnique and the focus of discussion group for interview toward the primary resourcepersons, and using the crucial documents from the subjects elected with using the eclecticdata analyzes. This study uses a history-phenomenology perspective.The result of study toward the four universities put into practice in difference conceptfor each universities regarding to the new form on the relation of modern sciences andIslam as an effort completely building of Islamic sciences. The Sate Islamic University,Sunan Kalijaga, Yogyakarta follows the concept of integrative-interconnected knowledgewith combining the Islamic Knowledge Wealth, hadlarah al-nash, hadharah alfalsafah,and hadlarah al-?ilm. UII gave their lectures on having free choice to theconcept of Islamization of Knowledge, Scientification of Islam, and/or Integrative-Interconnected Knowledge. UII also takes the developing model on the concept of IslamicUniversity. UMS is more closely with the concept of interconnective knowledge withstrongly promoting to the Islamic economy, the professional medical doctor, the newruling elite in politics, and other sector in the life. UNWAHAS has not use an integrativeinterconnectedconcept but promoting the values of Islam (ruh) to appreciate the choiceof knowledge paradigm between scientification of Islam and integrativeinterconnectedknowledge.Key words: modern sciences; Islam; integrative knowledge.Makalah ini membahas konsep integrasi keilmuan di empat perguruan tinggiIslam, yaitu Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Islam Indonesia (UII)Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Surakarta danUniversitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang. Penelitian ini adalah penelitianlapangan, data dikumpulkan dengan metode wawancara, focus group discussion, dandokumentasi dengan analisis data mengedepankan analisis eklektik. Pendekatan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah historis-fenomenologis. Hasil penelitian tentang Perdebatan tentang hubungan agamadan sains akhir-akhir ini menarik didiskusikan,karena terdapat beragam pendapattipologi hubungan keduanya.1Di antara tipologiitu yang sering menjadi sorotan ialahmasalah integrasi ilmu dan agama.Isu bertambahmenarik karena, pertama, pandangantentang kapan agama memberi spiritdalam pengembangan sains dan bagaimanakeduanya (sains dan agama) berjumpa.2 Kedua,dalam ranah kelembagaan pendidikandi Indonesia, isu itu menjadi lebih kompleksketika terjadi perluasan mandat wilayahkeilmuan IAIN. Semula IAIN hanya mengelolaprogam studi mayoritas ilmu-ilmuagama bertransformasi menjadi UIN yangmengelola beragam program studi, tambahanprogram studi itu di antaranya ialahprogam studi ilmu?ilmu sosial-humaniora,progam studi sains dan teknologi.Mulai tahun 2002-2004 tiga IAIN diIndonesia menjadi Universitas Islam Negeri:(1) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,(2) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, (3)UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang.3Transformasi dari IAIN ke UIN menandakandimulainya gagasan integrasi sainsIslam dengan sains sekuler, dalam Univerkonsepkeilmuan ini adalah bahwa format baru hubungan sains dan Islam dalam upayamembangun sains Islam seutuhnya di perguruan tinggi berbeda-beda dan memilikidistingsi masing-masing. Di UIN Sunan Kalijaga menganut paradigma integrasiinrerkoneksikeilmuan dengan merajut trilogi khazanah keilmuan hadlarah al-nash,hadharah al-falsafah, dan hadlarah al-?ilm. UII memberikan kebebasan kepada tenagapengajarnya mengambil pilihan paradigma keilmuan bisa islamization of knowledge,scientification of Islam, integration-interconnection). UMS lebih dekat pada konsepinterkoneksi dengan penekanan kuat kearah ekonomi Islam, tenaga medis kesehatan ?dokterprofesional, membangun elit baru di dunia politik dan sektor-sektor yang lain. Unwahastidak menggunakan konsep integrasi-interkoneksi tetapi mengedepankan ruh Islam untukmengapresiasi pilihan paradigma keilmuan antara scientifation of Islam dan integrationinterconnetion.Keunikan konsep dasar keilmuan Unwahas adalah lahir atas pemikirandan prakarsa para ulama, intelektual, dan pengurus Jam?iyyah Nahdlatul ?Ulama,diantaranya adalah menggunakan sistem pesantrenisasi tahfidul quran.Kata Kunci: sains modern; Islam; integrasi keilmuan.
PENGGUNAAN DEOXYRIBO NUCLEIC ACID PADA PROSES KLONING EMBRIO MANUSIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Rizka, Rizka
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i2.2016

Abstract

The use of the Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) in the human embryo cloningis definitely a great invention of the centuries, yet the impact of its utilization bringsmore complicated problems. It is because the DNA can be taken from desired persons.It surely will lead to the problematical issues due to future offspring pedigree. It will behard to find out whose kids these cloning babies? Therefore, the law will be messed upwith things related to birth certificate and inheritance right. Even though the cloninguses the similar method with the IVF, it uses other cells but sperm. These cells bringother people?s DNA information with them therefore the children produced by thismethod will copy all the characteristics of the owners even without the help of penetrationbetween their parents. Hence it can be said that, in making a baby, woman does notneed man and marriage anymore. The reasons behind this human cloning inventionare to make perfect offspring that are far more intelligent, good looking, healthier,stronger, and perfectly same with the owner of the DNA. Embryo cloning, however, isthe sort of intervention of Allah creation. It means that people who involving in cloningprocess deny the Almighty of Allah. Is this the playing of Allah?s creation? How theIslamic laws see this phenomenon and give legal fatwa on the utilization of DNA incloning human embryo? How the National Laws of Indonesia sees this case? Because itseems that the national regulation in Indonesia is still not firm against the geneticengineering problems.Key words: cloning, deoxyribonucleic acid, embryoPenggunaan Deoxyribonucleic Acid (DNA) pada kloning embrio manusiaadalah penemuan besar sepanjang masa, namun masalah penggunaan DNA pada proseskloning embrio, merupakan masalah yang rumit, karena DNA bisa diambil dari siapasaja yang diinginkan. yang bisa membuat permasalahan bagi silsilah keturunannyakelak. Anak siapa?Keturunan siapa?hingga mempersulit dalam pembuatan aktekelahiran, hak waris, sehingga dapat mengacaukan hukum yang telah berlaku. Denganmetode yang hampir sama dengan bayi tabung, cloning menggunakan sel selain sperma.Sel ini yang berisi informasi DNA dari makhluk yang lain, kemudian hasilnya jugadimasukkan kembali ke induknya. Sehingga menciptakan anak tanpa membutuhkanlaki-laki,tanpa perkawinan juga. Kloning manusia diciptakan untuk alasan memperbaikiketurunan; supaya lebih cerdas, rupawan lebih sehat, lebih kuat dan menyamai dariDNA yang di kloning tersebut. Kloning embrio dengan mengambil DNA orang lainadalah bentuk intervensi dari penciptaan Allah, padahal Allah adalah Sang PenciptaIndoyangmaha sempurna. Apakah ini termasuk mempermainkan Ciptaan Allah?BagaimanaHukum Islam memberikan fatwa hukum pada penggunaan DNA untuk cloning embriomanusia dan bagaimana tinjauan dari Hukum yang berlaku di Indonesia yang hinggasekarang belum tegas terhadap banyak permasalahan rekayasa genetika.Kata kunci: kloning, deoxyribonucleic acid, embrio
DINAMIKA PENAFSIRAN AL-QURAN DI SURAKARTA: 1900-1930 Junaidi, Akhmad Arif
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i1.2007

Abstract

The interpretation dynamics of Al-Quran was so intensive in Surakartawithin 1900-1930. By comparative analysis this paper studies and finds three works oftafsir (interpretation, exclamation passage of al-Qu?ran by supplying additionalinformation) that were published in Surakarta but they had different concern. Tafsîral-Quran al-?A?îm analyzed Islamic orthodox theme as the central issue in itsinterpretation. This can be understood because the work was written by a Great SurakartaPalace village leader who splashed around Islamic laws. While Tafsir Surat Wal-Asridiscussed the relation between Islam and Christianity as the central issue. The writer ofthis book was worried about the activity of the evangelism in the Surakarta Palaceterritory. Tafsir Qur?an Djawen stressed on the importance of the fraternity as thecentral issue in its interpretation. The book talked about the disunity phenomena amongMuslim community because of the difference in the furu?iyah cases.Key Words: interpretation dynamics, al-Quran, SurakartaDinamika penafsiran al-Quran begitu intens di Surakarta dalam rentangwaktu antara 1900-1930. Dengan analisis perbandingan makalah ini mengkaji danmenemukan tiga karya tafsir yang sama-sama diproduksi Surakarta memiliki concernyang berbeda. Tafsîr al-Quran al-?A?îm lebih banyak menjadikan tema ortodoksi Islamsebagai isu sentral dari penafsiran-penafsirannya.Hal ini tentu bisa dimengerti karenakarya tafsir tersebut ditulis oleh seorang pengulu agengkraton yang banyak bergelutdengan hukum Islam.Sedangkan Tafsîr Surat Wal Acri lebih banyak menjadikan temahubungan Islam-Kristen sebagai isu sentralnya.Penulis kitab ini tampak dirisaukanoleh kegiatan-kegiatan zending yang semakin meraja-lela di kawasan KasunananSurakarta. Kitab Tafsîr Qur?an Djawen menjadikan pentingnya ukhuwwah Islamiyyahsebagai isu utama penafsiran-penafsirannya. Dalam kitab ini tampak banyak diuaraikanfenomena perpecahan di kalangan umat Islam dikarenakan perbedaan-perbedaan dalammasalah-masalah furu?iyyah.Kata Kunci: Dinamika Penafsiran, Al-Quran, Surakarta
PEMIKIRAN ABDUL FATTAH ABU GHUDDAH TENTANG KONSEP KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN ISLAM DALAM KITAB AL RASULUL MU’ALLIM Asyrofi, Muhammad
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v0i0.8951

Abstract

Kompetensi guru adalah seperangkat kemampuan yang harus dimiliki oleh seroang guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya untuk mentransfer pengetahuan, mendidik, mengembangkan potensi peserta didik sehingga tercapai tujuan pendidikan. Keberadaan guru dalam dunia pendidikan sangat urgen dan signifikan. Keberhasilan atau kegagalan proses pendidikan sangat bergantung pada guru. Seorang guru yang berkompeten akan memberikan dampak yang signifikan terhadap  keberhasilan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep kompetensi guru pendidikan Islam dalam kitab al Rasulul mu?allim wa asaalibuhu fit ta?lim yang ditulis oleh Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah. Pendidikan Islam telah melewati masa yang panjang dalam perjalanannya, diawali dengan diutusnya Nabi Muhammad shollallahu ?alaihi wa sallam sebagai seorang guru sejati yang telah berhasil melahirkan generasi terbaik dari umat Islam ini. Rasul adalah sosok guru yang harus dijadikan suri tauladan dan panutan bagi seluruh guru pendidikan Islam. Keberadaan Rasul sebagai seorang guru sejati dipaparkan oleh Syeikh Abdul Fattah dalam kitabnya al Rasulul mu?allim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam pendidikan Islam itu ada enam yaitu kometensi pedagogik religus, kompetensi kepribadian religius , kompetensi professional religius, kompetensi sosial religius, kompetensi global religius dan kompetensi emosional religius. 
KONSEPSI NILAI NILAI PENDIDIKAN HUMANIS-RELIGIUS MENURUT PAKOE BOEWONO IV (1788-1820) DALAM SERAT WULANG-REH Narimo, Sabar
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i02.1997

Abstract

Pakoe Boewana IV is the King having many literary works, one of them is theWulang-Reh letters as the result of reflection, phylosophy, view of live, and his ambitionin contextualizing to the reality of life for the periode of 1788-1820. The Wulang-Rehletters consists of Kawruh Piwulang (sugesstion) or Pitutur Luhur (direction) teaching,reflected in the form of Pituduh lan Wewaler (instructions and prohibitions) having fullof humanic-religious life values. The values conception found in the Wulang-Rehlettersare (1) morality messages/ethics, (2) education value, (3) phylosophy value, and (4) religionvalue. The teachings above are relevant to be learned, to be implemented, becoming thebehavior and Indonesian nation nationality in the context of at present time.Kata Kunci: humanic value; religious; and the Wulang-Reh letters.Pakoe Boewana IV adalah raja dan pujangga yang memiliki banyak karyasastra, salah satunya adalah Serat Wulang-Reh, yang merupakan hasil refleksi,perenungan, falsafah, dan pandangan hidup, serta cita-citanya dalam membaca realitaskehidupan pada masa 1788-1820 M. Serat Wulang-Reh berisi ajaran tentang kawruhpiwulang atau pitutur luhur (tuntunan dan nasihat), yang berupa pituduh lan wewaler(perintah dan larangan), yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan yang humanisreligius.Konsepsi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya berupa (1) pesan moral/etika; (2) nilai pendidikan; (3) nilai filosofis; (4) nilai nilai religius. Ajaran-ajaran tersebutmasih relevan dipelajari, diamalkan, menjadi perilaku, dan kepribadian bangsa Indonesiadalam konteks kekinian.Kata Kunci: nilai humanis; religious; wulang reh.
PANDANGAN MURID TERHADAP GURU: 60 TAHUN PROF. DR. M. AMIN ABDULLAH Azhar, Muhammad
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i1.1965

Abstract

This article discusses about M. Amin Abdullah?s thought (A professor at StateIslamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta) in the field of Islamic Studies. The methodused in this paper is biographical-reflective method because the writer was his student.The focus of the writing is the heredity of the scientific methodology and its implication inthe study of Islam in Indonesia. This article concludes several Islamic scientific hereditiesfrom M Amin Abdullah majoring on the integrative-interconnectivity concept in Islamthat tends to be spaced out, especially in the study of Islamic classics. The other thoughtis about the importance of academic attitude in the development of the future Islamicstudy. In the scientific methodology aspect, he stresses the importance of the renewal inthe Islamic contemporary study to spread the teachings on the earth as the sky heredity,sacral and transcendental, to dive the needs to answer various worldly problems that areempiric and immanent. The implication of Amin Abdullah?s thought gives newinterpretation in the contemporary Islamic scientific study that is more contextualempiricaland different from textual-normative classic Islamic study format.Key Words: integration-interconnection; scientific methodology; Islamic study.Makalah ini membahas tentang pemikiran M. Amin Abdullah (Guru BesarUIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dalam bidang Islamic Studies. Metode penulisan yangdigunakan dalam makalah ini adalah metode biografis-reflektif karena penulis merupakansalah seorang mantan mahasiswanya. Fokus pembahasan makalah ini adalah warisanmeteodogi keilmuan dan implikasinya dalam kajian Islam di Indonesia. Makalah inimenyimpulkan beberapa warisan keilmuan Islam dari M. Amin Abdullah umumnyabermuara pada konsep integrasi-interkoneksi keilmuan dalam Islam yang selama inicenderung berjarak, khususnya dalam warisan studi keislaman klasik. Pemikiran lainnyaadalah tentang pentingnya sikap akademis dalam pengembangan studi keislaman masadepan. Dalam aspek metodologi keilmuan, beliau menekankan pentingnya pembaharuandalam studi keislaman kontemporer untuk membumikan ajaran Islam sebagai warisanlangit, sakral dan transendental, menukik pada kebutuhan untuk menjawab berbagaipersoalan duniawi yang empiris dan imanen. Implikasi pemikiran Amin Abdullah adalahmemberikan interpretasi baru studi keilmuan Islam kontemporer yang lebih kontekstualempiris,yang berbeda dengan format studi keislaman klasik yang tekstual-normatif.Kata Kunci: Amin Abdullah, metodologi keilmuan, studi Islam.
CORAK PEMIKIRAN DAN GERAKAN AKTIVIS PEREMPUAN (Melacak Pandangan Keagamaan Aisyiyah Periode 1917–1945) Nura?ini, Dyah Siti
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i2.2012

Abstract

This paper discusses the patterns of religious thought of the women activistsin the early period of Aisyiyah. The women activists are Siti Walidah, Siti Bariyah, SitiAisyah, Siti Badilah, Siti Munjiyah, Siti Badilah, Siti Hayyinah, dan Siti Umniyah.Through ahistorical approach, the author founds a link between colonialism that occurin Muslim countries and the revival of the spirit of women activists in mobilizing theMuslims society. The author also asserts that the thought of Aisyiyah leaders includingin the Islamic modernism that mean are Islamists a progresive religion, Islam is areligion of liberation, enlighten and advance. This understanding is very influential inthe development of Aisyiyah recently. The formers of Aisyiyah aware of the importanceof women?s participation and role in Islamic Da?wah join with men to accelerate therealization of a prosperous society.Key words: Thought, women activists, AisyiyahMakalah ini membahas tentang corak pemikiran keagamaan perempuan aktivisgerakan Aisyiyah pada periode awal. Mereka adalah Siti Walidah, Siti Bariyah, SitiAisyah, Siti Badilah, Siti Munjiyah, Siti Badilah, Siti Hayyinah, dan Siti Umniyah.Melalui pendekatan historis, penulis menemukan kaitan antara gelombang kolonialismeyang terjadi di negara-negara muslim dengan semangat kebangkitan kaum perempuandalam menggerakkan kaum muslim khususnya kaum perempuan. Penulis jugamenegaskan bahwa pemikiran para tokoh Aisyiyah termasuk paham modernisme Islamyaitu Islam sebagai agama yang berkemajuan, agama dengan ajaran yang membebaskan,mencerahkan dan memajukan. Pemahaman ini sangat berpengaruh dalamperkembangan dakwah ?Aisyiyah ke depan. Para tokoh Aisyiyah menyadari akanpentingnya perempuan berpartisipasi dan berperan dalam Dakwah Islam bersamasamadengan laki-laki untuk mempercepat terwujudnya masyarakat sejahtera.Kata kunci: Pemikiran, aktivis perempuan, Aisyiyah
EPISTEMOLOGI POLITIK ISLAM TENTANG WEWENANG DAN KEKUASAAN Azhar, Muhammad
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i1.2003

Abstract

The concept of authority and dominance bore political intrigues among Muslimcommunity throughout the history. The two concepts bore creative tense between Islamicpolitics that had Makkiyah characteristics that was myth-theological and Maddaniyah onethat was rational. After the prophet and the expansion of Islam, the Islamic dominancetended to be tyrannical. The application of the authority and dominance bore Islamicgovernment style that was repressive ((qawãn)n siyãsiyyah) andrational (siyãsah ?aqliyyah)also the government stylethat had religious characteristics or caliphate (siyãsah diniyyah).WhileAsy-Syãtibi focused more on political dimension that had orientation on maqãþidasy-syari?ah and maslahah ?ãmmah aspects. The next step emerged various interpretationsabout imamah, wilayah, khilafah, ummah, syura, amir concepts up to bai?ah and jihad. Inpsychological-sociological manner, the sacred dominance became unhindered.Key words: Caliphate, Imamah, Amir, Wilayatul Faqih, Syuradan Nation StateKonsep wewenang dan kekuasaan melahirkan intrik politik di kalangan umatsepanjang sejarah. Dua konsep tersebut melahirkan ketegangan kreatif antara politikIslam yang bercorakMakkiyyah yang mitis-teologis dan Madaniyyah yang rasionalistik.Pasca era Nabi kekuasan Islamcenderung tiranik setelah adanya perluasan kekuasaanIslam.Aplikasi wewenang dan kekuasaan melahirkan style pemerintahan Islam yangrepresif (qawãn)n siyãsiyyah), rasional (siyãsah ?aqliyyah) dan yang bercorak agamisatau khilafah (siyãsah diniyyah).Sedangkan Asy-Syãtibi) lebih memfokuskan padadimensi politik yang lebih berorientasi pada aspek maqãþid asy-syari?ah dan maslahah?ãmmah.Pada tahap selanjutnya muncul berbagai interpretasi tentang konsep-konsep:imamah, wilayah, khilafah, ummah, syura, amir, hingga bai?ah dan jihad. Secarapsikologis-sosiologis, sakralitas kekuasaan menjadi tak terhindarkanKata Kunci: Khilafah, Imamah, Amir, Wilayatul Faqih, Syura dan Nation State
MODEL PENGEMBANGAN SEKOLAH MUHAMMADIYAH BERKUALITAS MELALUI TRANSFORMASI KURIKULUM AIK (AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN) Aly, Abdullah
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i1.8947

Abstract

This study aims to describe the development model of quality Muhammadiyah schools through the transformation of the Al-Islam and Kemuhammadiyahan curriculum. The research method used is descriptive qualitative with library research approach and field research, with document studies, observations and interviews as a method of data collection. The material object of this research is Muhammadiyah Junior High School (SMPM) 01 in Surakarta and Muhammadiyah Junior High School (SMPM) Plus in Klaten. The study produced two main conclusions. First, the efforts to develop quality of SMPM 01 in Surakarta and SMPM Plus in Klaten were carried out by means of AIK curriculum transformation. This method focuses on developing two standards, namely: content standards and process standards. In the context of content standards and process standards, both schools transform AIK curriculum by adding material on Islamic Religion that has been established by government regulations, and adding activities through strengthening AIK learning in the classroom, and increasing religious co-curricular and extra-curricular activities. Second, the AIK learning process has the potential to develop quality Muhammadiyah schools. Both schools use varied methods in developing classroom learning activities, and in religious co-curricular and extra-curricular activities. In this case, the teachers use learning methods in the form of: habituation, memorization, practice and repetition, question and answer, discussion, games, and practiceAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pengembangan sekolah Muhammadiyah yang berkualitas melalui transformasi kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, dengan studi dokumen, pengamatan dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Objek material dari penelitian ini adalah Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah (SMPM) 01 Surakarta dan Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah (SMPM) Plus Klaten. Dari penelitian ini dapat dihasilkan dua kesimpulan pokok. Pertama, upaya pengembangan sekolah Muhammadiyah berkualitas di SMPM 01 Surakarta dan SMPM Plus Klaten dilakukan dengan cara transformasi kurikulum AIK. Cara ini difokuskan pada pengembangan dua standar, yaitu: standar isi dan standar proses. Dalam konteks standar isi dan standar proses, kedua sekolah melakukan transformasi kurikulum AIK dengan cara menambah materi Pendidikan Agama Islam yang telah ditetapkan oleh peraturan pemerintah, dan menambah kegiatan melalui penguatan pembelajaran AIK di kelas, dan menambah kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler keagamaan. Kedua, proses pembelajaran AIK sangat potensial untuk mengembangkan sekolah Muhammadiyah berkualitas. Kedua sekolah menggunakan metode yang bervariasi dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran di kelas, dan dalam kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler keagamaan. Dalam hal ini, para guru menggunakan metode pembelajaran berupa: pembiasaan, hafalan, latihan dan pengulangan, tanya jawab, diskusi, game, dan praktik.