cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 473 Documents
DAFTAR ISI Profetika, Redaksi
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 2, Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i2.8138

Abstract

Daftar Isi
PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM M. UMER CHAPRA Inayati, Anindya Aryu
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i2.2015

Abstract

M. Umer Chapra?s thought in economics is a blend of traditional sciences,theology and modern economics sciences. His thinking is dominated by macro economicsector because he was widely occupied in the world economy. His thinking are includingthe concept of falah, hayyahtayyibah and Muslims economic challenges, monetary policy,the Islamic financial institutions which is concerned to the central bank and its policies,and the concept of welfare states according to Islam. Like the other Muslim economists,Chapra hammered at moral as the way of reaching fair and healthy economy.The privilegedof M. Umer Chapra thought is the ability to mix and match between the Western economicconcepts with Islamic values. He was awarded as the ? success Islamic scholar ?. While hisslight shortage is in the attitude of tolerance towards Western financial instruments. Thisattitude is the impact of his understanding of the world economy, that may not be erasedfrom these instruments except gradually and slowly. Although Chapra realizes that theIslamic economic system can deliver socio - economic justice to the world and become asolution for the failure of the capitalist and socialist economic systems.Key words: monetary policy, banking system, welfare state. Fokus utama makalah ini adalah membahas pemikiran M. Umer Chapra dalambidang ekonomi. Penulis menemukan pemikiran ekonomi Chapra merupakan perpaduanantara ilmu-ilmu tradisional, ilmu agama dan ilmu ekonomi modern. Pemikirannyadidominasi oleh bidang perekonomian makro karena ia banyak berkecimpung di duniaperekonomian negara. Diantara pemikirannya adalah mengenai konsep falah, hayyahthayyibah, dan tantangan ekonomi umat Islam, kebijakan moneter, lembaga keuangansyariah yang lebih ditekankan kepada bank sentral dan kebijakan-kebijakannya, serta konsepnegara sejahtera menurut Islam. Sebagaimana ekonom muslim lainnya, Chapramengedepankan pentinganya moral bagi jalannya perekonomian yang adil dan sehat.Keistimewaan pemikiran M. Umer Chapra adalah kemampuannya memadu-padankanantara konsep-konsep ekonomi Barat dengan nilai-nilai Islam. Sehingga ia mendapatkangelar sebagai ?sarjana Islam yang sukses?. Sedangkan kekuranganannya terletak pada sikaptolerannya terhadap instrumen-instrumen keuangan Barat. Sikap tersebut merupakan imbasdari pemahamannya mengenai keadaan ekonomi dunia yang tidak mungkin dimurnikandari instrumen-instrumen tersebut kecuali secara bertahap dan perlahan. Meskipun Chapramenyadari bahwa sistem ekonomi Islam dapat mengantarkan kepada keadilan sosio-ekonomidunia dan menjadi solusi bagi kegagalan sistem ekonomi kapitalis dan sosialis.Kata kunci: kebijakan moneter, sistem perbankan, negara sejahtera
TOLERANSI MAJELIS MUJAHIDIN INDONESIA DALAM KEBERAGAMAAN, SOSIAL, BUDAYA DAN POLITIK Prasetyo, Budi
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i1.2006

Abstract

Indonesian Mujahedeen Council (MMI) is an institution that was establishedin 2000 which had a purpose to struggle Syar?iah Islam (Islamic Law) formally, especiallyin Indonesia. Every movement to apply Islamic law by public is seen as extreme andmilitant one. Even it is impressed as an intolerant movement. This research withphenomenology approach tries to expose views of MMI about tolerance. The researchis limited within 2000 ? 2007 because after that time MMI experienced significantcleavage. To observe the various tolerant attitudes, the researcher focused on four groupsthat are attitude to non-Muslim, attitude to the different ideas, attitude to the culture,and attitude to the politic difference. From the research, it is found that MMI alwaystries to be tolerant to the differences that existed. Only their prospective tolerance isIslamic law. This perspective tolerance was often the same as other Islamic communitiesbecause they viewed from different perspective.Key Words: Islamic law, tolerance, amar ma?ruf nahi munkar.Majelis Mujahidin Indonesia adalah sebuah institusi yang berdiri pada tahun2000 dengan tujuan untuk memperjuangkan formalisasi syari?ah islam, khususnya diIndonesia. Setiap gerakan yang bertujuan untuk menerapkan syari?ah islam oleh publikdipandang sebagai gerakan yang ekstrem dan militan. Bahkan dikesankan gerakan itugerakan yang intoleran. Penelitian dengan pendekatan fenomenologi ini berusahamengungkap pandangan-pandangan majelis Mujahidin tentang toleransi. Penelitianini dibatasi pada tahun 200 hingga 2007 mengingat setelah itu di tubuh MajelisMujahidin terjadi perpecahan yang signifikan.Untuk mengamati berbagai sikap toleransiini, difookuskan kepada empat kelompok; yaitu; sikap terhadap umat non-Islam, sikapterhadap perbedaan pendapat, sikap terhadap budaya, dan sikap terhadap perbedaanpolitik. Dari penelitian didapatkan data bahwa majelis Mujahidin pun senantiasaberusaha untuk bersikap toleran terhadap perbedaan-perbedaan yang ada. Hanya sajaprespektif toleransi mereka adalah syari?ah Islam. Perspektif toleransi inilah yang takjarang berbeda dengan sebagaian umat lain, karena memandang dengan perspektiflain.Kata Kunci: Syari?ah Islam, toleransi, amar ma?ruf nahi munkar.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM PROF. MOCH. SHOLEH Y. A. ICHROM TENTANG SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH PROGRAM KHUSUS SURAKARTA Salam, Nur
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v0i0.8950

Abstract

This study was aimed at finding out: 1) describe the Islamic education thought of Prof. Moch. Sholeh Y. A. Ichrom; and 2) describe how the implementation of Islamic education thought of Prof. Moch. Sholeh Y. A. Ichrom in the Muhammadiyah Elementary School Special Program in Kottabarat Surakarta from 2003 ? 2008. This research belongs to quantitative research by focusing on the process of inductive analysis method. The type of this research is library research, with descriptive type whereas to describe the details of reality or phenomenon by giving the criticism base on the point of view used. In this study, the researcher is using philosophical approach which is used to observe the thought of the figure and to reveal behind all the visible substances. The result of the research show that; (1) The thought of education by Prof. Sholeh are about (a) the concept of education to maintain the purity of Tawhid (b) The system of interpreting al-Quran and Sunnah. It means the thought from al-Quran and Sunnah need to be implemented in the daily life (c) The Shariah Curriculum, which consist of five elements, there are al-Quran, Hadith, National Curriculum, Indonesia Nature, and International Development. (2) There are three stages of implementation of Islamic education thought by Prof. Sholeh in Muhammadiyah Elementary School Special Program in Surakarta. Unification of education vision (2003-2005) by conducting intensive training and developing the teachers of Muhammadiyah Elementary School Special Program in Surakarta. (b) Legalization (2005-2007), after got the second intellectual property rights, immediately making the learning device by publishing the book of Shariah Science 1. (c) Socialization and training (2007-2008). Besides the Shariah Science book 1, Muhammadiyah Elementary School Special Program in Surakarta also launched PRPIKS in charge of introducing Shariah Curriculum and did the training for how to use the Shariah Science text book 1 to the public.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendiskripsikan Pemikiran pendidikan Islam Prof. Moch. Sholeh Y. A. Ichrom, 2) mendiskripsi bagaimana implementasi pemikiran Pendidikan Islam Prof. Moch. Sholeh Y. A. Ichrom di SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta dari tahun 2003 ? 2008. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menitikberatkan pada proses metode analisis induktif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library Research) dengan tipe diskriptif yakni untuk mendiskripsikan secara terperinci realitas atau fenomena dengan memberikan kritik sesuai dengan sudut pandang yang digunakan. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis yakni digunakan untuk meneliti pemikiran tokoh dan mengungkap dibalik hakekat segala sesuatu yang nampak. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagai berikut. (1) pemikiran pendidikan Prof. Sholeh tentang (a) konsep pendidikan Islam menurut Prof. Sholeh kegiatan untuk menjaga kemurnian tauhid. (b) Tafsir sistem terhadap al-Quran dan sunnah.Maksudnya adalah ajaran yang terdapat di dalam ke dua pedoman hidup tersebut sangat perlu ditafsirkan dalam sistem kehidupan sehari-hari (c) Kurikulum Syariah, yang terdiri dari lima elemen yaitu al-Quran, Hadits, Kurikulum nasional, Alam Indonesia, dan Perkembangan Internasional. (2) implementasi pemikiran pendidikan Islam Prof. Sholeh di SD Muhammadiyah Program Khusus Surakarta dengan tiga tahap. (a) penyatuan visi Pendidikan (tahun 2003-2005). Dengan mengadakan pelatihan dan pembinaan secara intensif terhadap guru-guru SD Muh. PK. (b) legalisasi (tahun 2005-2007). Setelah HAKI kedua turun segara membuat perangkat pembelajaran dengan menerbitkan buku Sains Syariah 1. (c) Sosialisasi dan pelatihan (tahun 2007-2008). Selain sains syariah 1 SD Muhammadiyah Program Khusus Surakarta juga meluncurkan PRPIKS yang bertugas untuk mengenalkan kurikulum Syariah dan melakukan pelatihan cara penggunaan buku teks sains syariah 1 kepada khalayak umum.
EPISTEMOLOGI IDEALISTIK SYEKH AZ-ZARNUJI TELAAH NASKAH TA’LIM AL MUTA’ALIM Haroen, Hilman
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i02.1996

Abstract

Az-Zarnuji proposes four considerations of strengthening the right intentionin looking for science. First, looking for a science is regarded as the religion task; second, looking for a science must be intended as an effort of getting happiness of life in the future; third, in looking for a science, it is properly awaken again to the Islamic teaching and religion; fourth, looking for a science is supposed to the frame of conveying the thanksgiving to Allah. The characteristic of Az-Zarnuji epistemology says that looking for a science is the religion task. It shows that Az-Zarnuji epistemology becomes Islamic epistemology, standard and traditional with idealistic type. It is a idealism containing many things, integration between organic and thinkingcomprehensively (reality, form) or absolutism consisting of the meaning as 1) view of life, the truth must be valuable, reality, final and forever objective. 2) There is only one belief and one explanation objectively, no change and right to the reality. The religion epistemology of Az-Zarnuji stresses on the characteristics of God, society and individuality with epistemology of principality based on utility principle. The implementation of science system is for thecase of the three characteristics above. The stress goes to the quality or religion ethicvalues. The concept of Az-Zarnuji epistemology is ideological focusing on value and the Islamic religion (theology) or faith epistemology.Key Words: epistemology; Islamic education;science; religion ethic.Az-Zarnuji menawarkan empat pertimbangan yang memperteguh niat yangbenar dalam mencari ilmu pengetahuan. Pertama, menuntut ilmu dianggap sebagaitugas agama; kedua, menuntut ilmu seharusnya dimaksudkan usaha memperolehkebahagiaan hidup di kemudian hari; ketiga, dalam menututi lmu, seyogyanyamembangkitkan kembali agama dan syiar Islam; Keempat, menuntut ilmu ditujukandalam rangka menyampaikan puji syukur kepada Tuhan. Ciri khas epistemologi Az-Zarnuji, epistemologi agama, menuntut ilmu tugas agama, ini menjadikan epistemologiAz-Zarnuji merupakan epistemologi Islam, baku dan kuna (Tradisional) bertipe idealistik.Idealistik adalah pandangan ideal (idealism) atau mencakup segala sesuatu, kepaduanpikiran dan organik saling terkait bersifat sempurna (realitas, wujud) atau Absolutisme,mencakup makna sebagai 1).Pandangan bahwa kebenaran (nilai, realitas) nyata, finaldan abadi secara obyektif. 2) Keyakinan hanya ada satu penjelasan obyektif tak berubahdan benar tentang realitas. Epistemologi religious (agama) Az-Zarnuji menekankanpada ciri Ketuhanan, individualitasdan masyarakat, dengan azas epistemologi yangmendasarinya azas manfaat (utility). Pelaksanaan sistem ilmu pengetahuan dalamrangka ketiga ciri tersebut. Penekanan pada kualitas atau pada nilai etika religious.Konsep epistemologi Az-Zarnuji bersifat ideologis, bertumpu pada nilai dan ajaran(teologi) Islam atau epistemologi iman (ketauhidan).Kata Kunci: epistemology; pendidikan Islam; ilmu Pengetahuan; etika Religius.
السنة مصدر التشريع عند المحدث الشيخ محمد ناصر الدين الألباني Asri, Ridwan Wirabumi
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 2, Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i2.8125

Abstract

This thesis is a literature discussion whose idea of writing is inspired by Shaykh Muhammad Nashirudin Al-Albani as an expert of Hadith. He did lots of brilliant works related to Sunnah but received many allegations from people regarding his capacity on the Ushul Fiqh knowledge. Whereas, Sunnah or Hadith is the source in Islamic law according to the science of Fiqh. Besides, in the fact that there are many muslims even the Islamic scholars who do not understand Sunnah. Therefore, this essay is mainly focus on four various aspects: 1. The role of Sunnah in the establishment of the Islamic law, 2. Is it true that the views of Shaykh Al-Albani are not built based on Fiqh, especially those which are related to Sunnah as the foundation of Islamic law? 3. What are his opinions about Sunnah as the source of Islamic law according to Fiqh? 4. Which Sunnah that can be implemented as a foundation of Islamic law according to Shaykh Al-Albani?. After the study on those four segments, the writer can conclude that: 1. The existence of Sunnah is important in the establishment of Islamic law, 2. That the Shaykh Al-Albani?s notions in the science of Fiqh always be based on the Sunnah from the Prophet Muhammad (Peace Be Upon Him), 3. He sees that the Sunnah has a great position in Islam as the Source of Islamic Law with the Qur'an, 4. Sunnah which can be used as a basis in the Islamic law must be based on a Saheeh Hadith relied on the Prophet in the form of his words, deeds and approval, including with Tarkiyah Sunnah. The weak hadith cannot be used as a legal basis even in the case of the virtue of charity. And related to the narrations of the Prophet and those who cited them, thus one that can be categorized as Sunnah is the Mursal Shahabat Hadith and Atsar of the Prophet?s Companions as well as their sayings: ?Sunnah like that and that?, ?We are commanded to do that and are forbidden to do that? also can be used as the source of law. As for when it all comes from Tabi?in then it cannot be used as law.  Tesis ini adalah pembahasan pustaka yang ide penulisannya berangkat dari Syaikh Muhammad Nashirudin Al-Albani sebagai pakar hadits yang memiliki banyak karya gemilang tentang Sunnah namun banyak mendapatkan tuduhan diantaranya; Beliau tidak memiliki kapasitas dalam ilmu ushul fikih. padahal Sunnah atau hadits merupakan sumber dalam hukum Islam menurut ilmu usul fikih. disamping banyaknya kaum musllimin bahkan yang dianggap penuntut ilmu dan ulama Islam yang kurang memahami Sunnah. Maka pembahasan  ini beputar pada tiga permasalahan utama; 1) Bagaimanakah peran Sunnah dalam penetapan hukum Islam? 2) Apakah benar pendapat-pendapat Syaikh Albani tidak dibangun diatas dasar usul fikih terutama yang berkaitan dengan Sunnah sebagai sumber hukum Islam? 3) Bagaimanakah pendapat-pendapat beliau tentang Sunnah sebagai sumber hukum Islam dalam kacamata ilmu usul fikih. 4) Sunnah-sunnah seperti apa saja yang bisa menjadi dasar hukum Islam menurut Syaikh Albani?. Dan setelah dipelajari permasalahan tersebut sampailah penulis kepada  : 1) Pentingnya keberadaan Sunnah di dalam Islam dan dalam penetapan hukum Islam. 2) Bahwasanya pendapat-pendapat Syaikh albani dalam masalah hukum fikih selalu didasari oleh ilmu ushul fikih yang bersumber pada Sunnah Nabi 3) Beliau memandang bahwasanya Sunnah memiliki kedudukan yang agung di dalam Islam sebagai Sumber Hukum Islam bersama Alquran. 4) Sunnah-sunnah yang bisa menjadi dasar hukum adalah yang didasari oleh hadits yang shahih yg disandarkan kepada Nabi berupa perkataan, perbuatan dan persetujuan beliau, termasuk dengan Sunnah Tarkiyah. Adapun hadits lemah maka tidak bisa dijadikan sebagai dasar hukum meskipun dalam masalah keutamaan amal. Dan yang berkaitan penukilan riwayat dari Nabi dan orang-orang yang menukilnya maka yang bisa dikategorikan sebagai Sunnah adalah hadits Mursal Shahabat, dan atsar Shahabat Nabi, begitu juga perkataan mereka : Sunnah begitu dan begitu, Kami diperintah dan Kami dilarang begini dan begitu bisa dijadikan sumber hukum. Adapun apabila itu semua berasal dari Tabi?in, maka tidak bisa. ??????: ??? ?????? ??? ???? ????? ???? ????? ?? ????? ????? ???????? ???? ??? ?????? ?? ?????? ????? ?? ?????. ????? ?????? ???? ???? : ??? ??? ?????? ?? ????? ?? ???? ?? ????? ??????? ??? ??? ??????. ?????? ??? ???? ?? ???????? ?? ???? ????? ??? ??????? ?? ?????? ????? ???? ?????. ????? ??? ????? : (1) ?? ?? ????? ????? ?? ??????? ??? ?? ????? ?? ????? ???????? (2) ?? ????? ????? ???????? ??????? ??????? ??????? ?? ????? ??? ???? ????? ????? ?? ????? ?????? ????? ?? ????? ??????? ???? ??? ???????? ???? ?????? ???? ?? ????? ??????? ????????? (3) ??? ?????? ???? ?????? ????? ???????? ??? ?? ???? ??? ????? ??????? ??????? ? ???? ?? ????? ????? ???? ????? ????? ????? ?? ????? (4) ??? ?? ????? ????? ???? ???? ???? ????? ??????? ?? ???????? ???? ????? ?? ??? ????? ???????? ????? ?? ??????? ???? ?????? ??? : (1) ????? ????? ?? ??????? ??? ??????? (2) ?? ????? ????? ?????????? ??????? ????? ????? ??? ?????? ???? ????? ????? (3) ???? ?? ????? ??? ??????? ??????? ????? ?? ????? ??????? ?? ??????. (4) ?????? ???? ???? ???? ??????? ?? ???? ???? ?? ?????? ?????? ?? ????? ?? ??? ?? ??? ?? ????? ??? ????? ???????. ??? ?????? ?????? ?? ???? ???????? ?? ??? ??? ?? ????? ???????. ??? ?? ??? ?? ??????? ??????? ??????? , ?????? ?????? ?? ????? ??? ???? ?? ????? ?? ????? ???? ???? ??? ??? ????. ???? ??? ??? ??? ?? ???????? ???.??????? ???????: ????? , ??????? ????????? , ????????
إجماعات الشوكاني في نيل الأوطار جمعًا ودراسة Hakim, Abdul
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i1.1964

Abstract

Actually in quoting of ijma? (consensus), it is in desperate need to study andresearch its validity. The consensus often solves many disagreed reasons. Because it?s appointreasoning is stronger and more accurate than Al Quran and Al Hadith but unfortunately,ijma? has little attention in the study and test. The Ummah need to know the truth of quotingijma and it is not wise to leave the matter floating in uncertainty. This is the role of thescholars and researchers, wherein they can restore the understanding of kholaf generation tothe understanding of the salaf generation as well as move the attention of the people towardsthe scholars dispute to their agreement. This study uses the deductive method, that discussesthe problem from its roots, rules and their application in the book Naylul Author, and theinductive method which concludes many opinions in various matters. Including theimportant result of this study is that Imam Syawkany insists consensus in the book ofThaharah and Salah as many as forty three problems, thirty seven of them are proven validbut six of them are proven invalid.Keywords : ijma; thaharah; salaf.Sesungguhnya penukilan ijma (konsensus ulama) sangat membutuhkan studi danpenelitian akan validitasnya. Sebab Ijma seringkali menyelesaikan banyak ikhtilaf. Dankarena dilalah (penunjukannya) yang lebih kuat dan jelas dibandingkan Al Quran dan AlHadits, namun disayangkan sedikit sekali perhatian dalam mempelajari dan menelitinya.Umat sangat membutuhkan untuk mengetahui keabsahan penukilan ijma dan tidaksepatutnya masalah ini dibiarkan menggantung tanpa kejelasan. Di sinilah peran para ulamadan peneliti, di mana mereka dapat mengembalikan pemahaman generasi kholaf kepadapemahaman generasi salaf sekaligus memindahkan perhatian umat dari perselisihan ulamamenuju kesepakatan mereka. Studi ini menggunakan metode deduktif Kaify Ta?shilyIstiqra?iy, yang membahas permasalahan ijma dari akarnya, kaidah serta aplikasinya dalamkitab Naylul Author, serta menggunakan metode induktif yang menyimpulkan banyakpendapat fuqoha dalam berbagai masalah tersebut. Termasuk hal penting yang berhasildidapatkan dari penelitian ini adalah bahwa Imam Syaukany menghikayatkan ijma dalamkitab Thaharah dan Sholat sebanyak empat puluh tiga masalah. Tigapuluh tujuh diantaranyaterbukti valid, namun enam masalah terbukti tidak valid.Kata kunci: ijma; thaharah; salaf.
PENETRASI ISLAM PURITAN DI PEDESAAN: Kajian tentang Pola Kepengikutan Warga Majlis Tafsir Al-Quran Jinan, Mutohharun
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i2.2011

Abstract

This paper discusses about the expansion of the MTA, as a puritan movement,in the countryside, with a sociological approach and a theory about the characteristicsof the purification. MTA is a purification movement, based on the Jama?ah and Imamateteachings. The implementation of the Imamate doctrine makes all followers of thepeasants, workers, and employees very obedient to a single leader. Their following iscaused by internal and external factors. The internal factors include the expertise of themissionary actors in dialogic preaching, the application of Imamate teaching, and socialsolidarity and brotherhood among the followers. The external factors included the moreopening chances for the Islamic missionary movements as the implications ofdemocratization. The relationship pattern between the elite and the followers is moreinfluenced by the charisma of the leader or authority positioned as an Imam to befollowed. The most prominent follower development pattern is that of sermons, whichcover general, branch, group (usrah), and special group sermons.Key words: Islamic puritanism, rural areas, Majlis Tafsir Al-Quran (MTA)Makalah ini membahas perkembangan Majlis Tafsir Al-Quran (MTA)sebagaigerakan puritan di pedesaan, dengan pendekatan sosiologis dan teori tentangkarakteristik gerakan purifikasi. MTA merupakan gerakan purifikasi yang berbasispada ajaran jamaah dan imamah. Pengikut dari kalangan petani, buruh, dan pegawaisangat taat kepada pemimpin tunggal. Kepengikutan mereka disebabkan faktor internaldan eksternal. Faktor internal meliputi kepiawaian aktor dalam berdakwah secaradialogis, penerapan ajaran imamah, dan ukhuwah atau solidaritas sosial antarpengikut.Faktor eksternal meliputi semakin terbukanya gerakan dakwah Islam sebagai implikasidari demokratisasi. Pola hubungan pengikut dan elite lebih dipengaruhi oleh kharismaatau kewibawaan pemimpin diposisikan sebagai imam yang wajib diikuti. Polapembinaan warga yang paling utama adalah melalui pengajian, yaitu pengajian umum,pengajian cabang, pengajian kelompok (usrah), pengajian gelombang khususi.Kata kunci: Islam puritan, pedesaan, Majlis Tafsir Al-Quran
DERADIKALISASI AGAMA MELALUI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL-INKLUSIV (Studi pada Pesantren Imam Syuhodo Sukoharjo) Suprapto, Rohmat
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i02.2001

Abstract

Lately religious life in Indonesia experienced a fairly loud dynamics with theemergence of many cases of religious radicalism background. This has resulted in lossof lives wasted and physical damage to the building. But more horrible is the breakdownof social relations between the nation and the erosion of social capital of trust betweenone another. Though the government has taken various measures such as theestablishment of BNPT, Detachment 88 anti-terror legislation and government regulationon the prohibition of blasphemy/desecration of religion. However, this step does notreduce the percentage of religious radicalism. Even more days of religious radicalismincreasingly fertile. Pesantren Imam Syuhodo Sukoharjo Central Java have developedand internalized models of religious education curriculum-based multicultural inclusivismin order to counteract the movement of religious radicalism. The curriculum is a set ofvalues that are as straight as implemented by students, such as living together,understand each other differentness, diversity of teaching. The students are taught to live in peace, side by side with each other, in the middle of the variance differences exist between them. In addition, the value Uswah Khasanah (good role models) from Kyai and the Ustadz/Theacer of the main pillars in the internalization efforts multiculturalinclusivism values in Ponpes Imam Syuhodo Sukoharjo.Keywords: deradicalised of religion; pesantren; multicultural-inclusiv.Akhir-akhir ini kehidupan beragama di Indonesia sangat dinamis denganmunculnya berbagai kasus yang berlatar belakang radikalisme keagamaan. Radikalismekeagamaan telah mengakibatkan ribuan nyawa melayang dan kerusakan fisik yangluarbiasa. Tetapi yang lebih mengerikan adalah jalinan hubungan dan kepercayaanantarwarga sebagai modal social mengalami erosi yang cukup dalam. Pemerintah telahmengambil berbagai langkah seperti pembentukan BNPT, Densus 88, undang-undanganti-teror dan peraturan pemerintah tentang larangan penghujatan / penodaan agama.Namun, langkah ini tidak mengurangi persentase radikalisme agama. Semakin lamaradikalisme agama semakin subur. Pesantren Imam Syuhodo Sukoharjo Jawa Tengahtelah mengembangkan dan menginternalisasikan model kurukulum agama berbasisinklusivisme multikultural untuk menangkal gerakan radikalisme agama. Kurikulummerupakan seperangkat nilai-nilai yang disusun dan diterapkan oleh siswa, sepertihidup bersama, saling memahami keperbedaan satu dengan yang lain, dan keragamanmengajar. Para siswa diajarkan untuk hidup dalam damai, berdampingan satu samalain, di tengah-tengah ragam perbedaan diantara mereka. Selain itu, nilai UswahKhasanah (teladan yang baik) dari Kyai dan Ustadz menjadi pilar utama dalam upayainternalisasi nilai-nilai multikultural-inklusivisme di Ponpes Imam Syuhodo Sukoharjo.Kata kunci: deradikalisasi agama; pesantren; multikultural-inklusif.
KADERISASI MUHAMMADIYAH DALAM ASPEK SOSIAL DI AMBARAWA PRINGSEWU LAMPUNG Nihayati, Nihayati; Farid, Faza Miftakhul
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v0i0.8946

Abstract

An organization that want to exist needs qualified human resouces because it can strengthen the organiztion and become a leadership connector.  Muhammadiyah is an organization that needs qualified human resources called militant cadre. Muhammadiyh generation is necessary because without it, Muhammadiyah  will become weak organization. The problem happened is the difficulty in generating militant cadre in Muhammadiyah. From the beginning, Muhammadiyah  has Al Maun spirit and become one of the imlementations that Muhammadiyah is social movement. Based on the problem mentioned, it is necessary to disclose the extent to which Muhammadiyah genertion in social aspect. Then, this study used descriptive qualitative method and the data gained from branch leader and assembly chairman of LazisMu, Dikdasmen, and Tabligh. The result of this study is appropriate with social theory such social act, cooperation between assembly in social activities and be able to find social consensus / social agreement that generates  militan and less mlitant  Muhammadiyah cadre.Abstrak: Sebuah organisasi yang ingin terus eksis perlu memiki Sumber Daya Manusia berkualitas, karena SDM yang berkualitas akan memperkuat organisasi dan siap menjadi penyambung estafet kepemimpinan. Muhammadiyah merupakan sebuah organisasi yang memerlukan SDM berkualitas, ini disebut sebagai kader militan. Kaderisasi Muhammadiyah sebuah keniscayaan yang perlu dilakukan oleh Muhammadiyah, tanpa kaderisasi Muhammadiyah akan menjadi organisasi yang keropos. Permasalahan yang terjadi adalah sulitnya melahirkan kader-kader militan di Muhammadiyah. Muhammadiyah sejak awal berdirinya telah memiliki spirit al-Ma?un dan ini menjadi salah satu implementasi bahwa Muhammadiyah adalah gerakan sosial. Dari permasalahan tersebut, perlu diungkapkan sejauh mana kaderisasi Muhammadiyah dalam aspek sosial. Selanjutnya, dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengambil data dari Pimpinan Cabang dan Ketua Majelis LazisMu, Dikdasmen, dan Tabligh. Hasil dari penelitian ini sesuai dengan teori sosial yaitu tindakan sosial, bekersamanya antar Majelis dalam melakukan kegiatan sosial mampu menghasilkan konsensus sosial/kesepakatan sosial yaitu melahirkan kader muhammadiyah yang militan dan kurang militan.