cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 473 Documents
KONSEP INTEGRASI ILMU GHOYAH DAN ILMU WASILAH DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN DI SEKOLAH (Studi Kasus di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap Tahun 2012-2013) Irawansah, Opi
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i1.1970

Abstract

The study in this research was about the integration concept of ghoyah (goal) and wasilah (medium) science in the school education curriculum. The first purposeof this research was identification of the integration concept of ghoyah (goal) and wasilah (medium) science that was applied at Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior High SchoolCilacap. The second purpose of this research was identification of the main problem andsolution that had to be done in implementation of integration of ghoyah and wasilah science at Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior High School Cilacap. The method used in this research was qualitative research method. This method was used for case study at Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior High School Cilacap. The written data were books,documents and magazines about integration concept of ghoyah and wasilah science.Whereas the unwritten data were taken from Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior HighSchool Cilacap. The collection of data used observation, documentation and interviewmethods. The data had been collected by those method were analyzed in the verbal form using coherence interpretation. The result this research showed that the integration of ghoyah and wasilah science was applied at Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior High SchoolCilacap had some types. They were the integration of ghoyah and wasilah science inpreparation lesson plan, in implementing teaching-learning and extra curricular activitiesand so on. According to researcher?s analysis, there were some things that could helpthe process of integration of ghoyah and wasilah science in some activities above. Thefirst, teachers? knowledge and capability in applying the integration concept of ghoyahand wasilah science. The second, there was colaboration between teachers and parentsin supervising students? activities out of school.Key words: integration concept; goal science; medium science.Studi dalam penelitian ini adalah mengenai konsep integrasi ilmu ghoyah(tujuan) dan ilmu wasilah (sarana) dalam kurikulum pendidikan di sekolah. Tujuanyang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi konsep integrasiilmu ghoyah dan ilmu wasilah yang diterapkan di SMA Al-Irsyad Al-IslamiyyahCilacap, dan mengidentifikasi problem utama dan solusi yang harus dilakukan dalamimplementasi integrasi ilmu ghoyah dan ilmu sarana di SMA Al-Irsyad Al-IslamiyyahCilacap. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang merupakan studi kasus di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. Fenomena agama adalah fenomenauniversal umat manusia. Selama ini belumada laporan penelitian dan kajian yang menyatakan bahwa ada sebuah masyarakatyang tidak mempunyai konsep tentangagama. Walaupun peristiwa perubahansosial telah mengubah orientasi dan maknaagama, hal itu tidak berhasil meniadakaneksistensi agama dalam masyarakat. Sehingga kajian tentang agama selalu akanterus berkembang dan menjadi kajian yangpenting dalam berbagai aspek kehidupanmanusia. Sebagaimana dalam ranah pendidikan, agama sangat penting untuk dikaji, karena apabila terjadi dikotomi antaraagama dan pendidikan maka sudah bisadipastikan pendidikan tersebut tidak bisaoptimal dan bahkan tidak akan sampai kepada tujuan yang sebenarnya. Maka dariitu pendidikan tidak akan pernah terlepasdari agama dalam prakteknya.Undang-undang Sistem PendidikanNasional No. 20 Tahun 2003, telah ditetapkan tujuan Pendidikan Nasional yaituuntuk ?Berkembangnya potensi pesertadidik agar menjadi manusia yang berimandan bertaqwa kepada Tuhan Yang MahaEsa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,kreatif, mandiri dan menjadi warga negarayang demokratis serta bertanggung jawabKamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorangatau kelompok orang dalam usahamendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.1Apabila kita memperhatikan tujuandan makna pendidikan di atas, maka padadasarnya pendidikan adalah proses perubahan sikap dalam usaha mendewasakanseseorang, jadi seseorang dikatakan berpendidikanketika ada perubahan sikappada dirinya, sikap bukan hanya berartiakhlah atau adab saja, akan tetapi perutertulis berupa buku, dokumen dan majalah yang berkaitan dengan konseppengintegrasian ilmu ghoyah dan ilmu wasilah. Sedangkan data yang tidak tertulisdidapat dari SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. Pengumpulan data menggunakanmetode observasi, dokumentasi dan wawancara yang dianalisis dalam bentuk verbal dengan interpretasi koherensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ilmughoyah dan ilmu wasilah yang diterapkan di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacapada beberapa bentuk yaitu, integrasi ilmu ghoyah dan ilmu wasilah dalam penyusunanperangkat pembelajaran, pelaksanaan KBM, kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatanlainnya. Menurut analisis peneliti, ada beberapa hal yang dapat membantu berjalannya proses integrasi ilmu ghoyah dan ilmu wasilah dalam beberapa kegiatan di atas, diantaranya adalah: 1. Pengetahuan dan kemampuan guru dalam menerapkan konsep integrasi ilmu ghoyah dan ilmu wasilah. 2. Adanya kerjasama antara guru dan orangtua dalam megawasi kegiatan peserta didik di luar sekolah.Kata kunci: konsep integrasi; ilmu tujuan; dan ilmu sarana.
SIGI LAMO DAN TINGGALAN SEJARAH ISLAM DI TERNATE Pinem, Masmedia
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i2.2017

Abstract

This study seeks to reveal the history ofthe ancient mosques in the city of Ternate.Through historical-archaeological-approaches, ancient mosques are described comprehensively.From the research of Sigi Lamo (Great Mosque) of the Ternate Sultanates, there are severalpoints found, first, Ternate Sultanates Sigi Lamo I sthe oldest mosque inTernate were builtaround the year 1606A Dat the time of Sultan Hamzah (1628-1648). Second, in terms oflayout Ternate Sultanate Sigi Lamo is very different with the mosques in Java?where themosqueis always adjacent to the palace, the square, and the market?. However, from thearchitecture aspects it?s showed the Javanese influences such as in the mosque polesor supportingpillars of the pyramidal roof, with asharps slope similar to the construction of Javanese house,wide of the porchis same to the main prayer hall. On eachsides ofthe Sultanates mosques, onthe top roof there is a window. In the west of mosque there isalso the sultanate family cemetery.Third, worshipat Ternate Sultanate Sigi Lamo arranged by a hereafter representative whichrepresented each ethnic orregional in Ternate. The here after representative (bobato akhirat)consists of Jiko Imam, Imam Java, Imam Sangaji, and Imam Moti. The four priests were onduty by turn seach week to organize worships at the mosque of Sultanates.Key words: history, archaeology, Ternate Sultanates mosque, hereafter bobatoPenelitian ini berupaya mengungkap sejarah masjid kuno di kota Ternate. Lewatpendekatan historis-arkeologis, masjid kuno dideskripsikan secara komprehensif. Dari hasilpenelitian terhadap Sigi Lamo (Masjid Agung) Kesultanan Ternate, beberapa poin yangdiungkapkan yaitu, pertama, Sigi Lamo Kesultanan Ternate merupakan masjid tertua diTernate yang didirikan sekitar tahun 1606 M pada masa Sultan Hamzah (1628-1648).Kedua, dari segi letak Sigi Lamo Kesultanan Ternate sangat berbeda dengan masjid yangada di Jawa?di mana masjid selalu berdekatan dengan kraton, alun-alun, dan pasar?.Namun, dari aspek arsitektur terlihat ada pengaruh Jawa seperti adanya tiang penyanggadi dalam masjid atau saka guru sebagai penyangga atap yang piramidal, dengan kemiringantajam mirip dengan konstruksi tajug, lebar serambi selebar unit ruang utama salat. Padasetiap sisi masjid Sultan, atap puncaknya dibuat jendela atap. Di barat masjid terdapatjuga komplek pemakaman keluarga sultan. Ketiga, peribadatan di Sigi Lamo KesultananTernate, diatur berdasarkan bobato akhirat yang mewakili dari masing-masing etnis ataudaerah yang ada di Ternate. Bobato akhirat tersebut terdiri dari Imam Jiko, Imam Jawa,Imam Sangaji, dan Imam Moti.Keempat imam inilah bertugas secara bergantian setiapminggunya untuk mengatur peribadatan di Masjid Sultan.Kata kunci: sejarah, arkeologi, masjid Kesultanan Ternate, bobato akhirat
MERAJUT KERUKUNAN DALAM KERAGAMAN AGAMA DI INDONESIA (Perspektif Nilai-Nilai Al-Quran) Hasan, M. Abdul Khaliq
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i1.2008

Abstract

Religious diversity is sunnatullah, something that is given. As well as thediversity in language, culture and the like. It is recognized by al-Quran clearly. Forthat al-Quran has given instructions to his people in addressing religious diversity inform two clear and unequivocal manner. That is the attitude Exclusive (al-inghilaq) inthings that are aqidah (belief) and ?ubudiah (worship) and inclusive attitude (alinfitah)in the realm of socially interactive. In the applicative level, the teachings ofIslam which is sourced to al-Quran and Sunnah has taught his people how to live sideby side with members of different communities faith. Medina Charter is among thehistorical evidence of how Islam since the beginning wantrealization inter-religiousharmony. In the context on Indonesia, noble values al-Quran can be developed inorder uphold various pillars that need to be agreed together and actualized to buildinter-religious harmony. Among these pillars is to improve the correct tolerance, mutualrespect with full religious attitudes in certain maturity, increased cooperation in mattersof religion become destination together, without having to mutual suspicion andstrengthen the three pillars of state (Pancasila, UUD 45 and Unity in Diversity).Keywords: harmony, religious diversity,Keragaman beragama merupakan sunnatullah, sesuatu yang sifatnya given.Sebagai halnya keragaman dalam bahasa, suka dan budaya.Hal ini diakui oleh Al-Quran secara jelas.Untuk itu,Al-Quran telah memberikan petunjuk kepada umatnyadalam menyikapi keragaman beragama dalam wujud dua sikap yang jelas dantegas.Yaitu sikapeksklusif (al-inghilaq) dalam hal-hal yang bersifat aqidah dan ?ubudiahdan sikap Inklusif (al-infitah) dalam ranah sosial interaktif.Dalam tataran aplikatif,ajaran Islam yang bersumber kepada Al-Quran dan as-Sunnah telah mengajarkankepada umatnya bagaimana hidup berdampingan dengan anggota masyarakat yangberbeda kenyakinan. PiagamMadinah adalah diantara bukti sejarah bagaimana Islamsejak awal menginginkan terwujutnya kerukunan antarumat beragama.Dalam kontekske-Indonesia-an, nilai-nilai luhur Al-Quran tersebut dapat dikembangkan dalam rangkamengakkan berbagai pilar yang perlu disepakati bersamadan diaktualisasikan untukmembangun kerukunan antarumat beragama.Diantara pilar-pilar tersebut adalahdengan meningkatkan sikap toleran yang benar, saling menghormati dengan penuhsikap kedewasan dalam beragama, meningkatkan kerjasama dalam hal-hal yang menjaditujuaan bersama dalam beragama, tanpa harus saling mencurigai dan memperkokohtiga pilar kenegaraan (Pancasila, UUD 45 dan Bineka Tunggal Ika).Kata Kunci: kerukunan, keberagaman agama, eksklusif, inklusif.
قانون جنائي رقم 6 سنة 2014م بأتشيه في منظور الفقه الإسلامي (دراسة مقارنة في جريمة اللواط والمساحقة) Hamsen, Khairuddin; Sirajuddin, Sirajuddin
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i1.8952

Abstract

the obligation to apply Islamic law is an inseparable part of the obligation to carry out other Islamic Sharia, such as prayer, fasting, zakat and hajj, as has been applied by the Prophet, khulafaurrasyidin, Islamic daulah afterwards and in some Islamic countries nowadays. Aceh is one of the province that attempts to implement Islamic law after obtaining district autonomy, the Aceh governor has approved several Sharia laws, including Qonun jinayat of Aceh No. 6 of 2014 which regulates ten jarimah, including Jarimah liwath and musahaqoh which are both categorized as jarimah ta'ziriyah. This thesis aims to analyze the Qonun specifically about the essence and punishment for the perpetrators of jarimah liwath and musahaqoh and then compare it with Islamic fiqhi point of view. This type of research is literature study using a qualitative approach. Analytic method that is used here is deductive method, inductive and comparative descriptive. The results of the study, the author found a similarity between Aceh qonun jinayat regarding jarimah liwath and musahaqoh as jarimah ta?ziriyah and the punishment are 100 whips at most, or being jailed for 100 months at most, or 1000 gold bar as amercement at most. There are many similarity between Aceh qonun jinayat on jarimah liwath and musahaqoh with the Islamic fiqhi point of view in terms of the essence of liwaht and musahaqoh. Both of them define liwath as, ?An act of a man by inserting his testicle into the anal of another man voluntarily by both parties? and also define musahaqoh as, ?An act of two or more women by rubbing each other's limbs or vaginal to get sexual pleasure voluntarily by both parties? and  the punishment for perpetrators of musahaqoh, even though there are differences between types of punishment established for perpetrators of jarimah liwath in Aceh of qonun jinayat compared with opinion of jumhur ulama (Islamic scholars).Abstrak: Kewajiban menerapkan hukum Islam adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kewajiban menjalankan syariat Islam yang lain,  seperti sholat, puasa, zakat dan haji, sebagaimana yang telah diterapkan pada zaman Rasulullah, khulafaurrasyidin, daulah Islamiyah setelahnya dan di beberapa negara Islam saat ini. Aceh adalah salah satu daerah yang berusaha mejalankan hukum Islam setelah mendapatkan otonomi daerah, gubernur Aceh telah mengesahkan beberapa undang undang syariat, diantaranya adalah Qonun jinayat Aceh No 6 tahun 2014 yang mengatur sepuluh jarimah, diantaranya adalah Jarimah liwath dan musahaqoh yang keduanya dikategorikan sebagai jarimah ta?ziriyah. Tesis ini bertujuan untuk menganalisa Qonun tersebut khususnya tentang hakekat dan hukuman bagi pelaku jarimah liwath dan musahaqoh lalu membandingkannya dengan pandangan fiqhi Islam. Jenis penelitian ini adalah  penelitian kepustakaan  dengan menggunakan pendekatan kualitatif, adapun metode analisis data penulis menggunakan metode deduktif, Induktif dan Deskripsi Komparatif. Hasil dari penelitian ini adalah:  Qonun  jinayat Aceh menetapkan jarimah liwath dan musahaqoh sebagai jarimah ta?ziriyah dan menentukan kadar hukumannya maksimal cambuk 100  (seratus) kali atau penjara paling lama 100 (seratus) bulan atau denda maksimal 1000 (seribu) gram emas murni,  penulis menemukan adanya kesamaan antara qonun jinayat Aceh tentang jarimah liwath dan musahaqoh dengan pandangan fiqhi Islam dalam hal hakikat liwaht  dan musahaqoh yang keduanya mendefenisikan liwath yaitu ?perbuatan seorang laki laki dengan cara memasukkan zakarnya kedalam dubur laki-laki lain dengan kerelaan kedua belah pihak?  dan mendefenisikan musahaqoh ? perbuatan dua orang wanita atau lebih dengan cara saling menggosok-gosokkan anggota tubuh atau faraj untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan kerelaan kedua belah pihak? serta jenis  jarimah musahaqoh yaitu jarimah ta?ziriyah, meskipun terdapat berbedaan antara jenis hukuman yang ditetapkan dalam qonun jinayat Aceh untuk pelaku jarimah liwath dengan pendapat jumhur ulama yang menetapkan liwath sebagai jarimah hudud.   ??????: ?? ????? ?????? ???? ???? ?? ????? ????????? ???? ???? ?? ????? ?? ???? ???????? ??????? ??????? ??????? ?????? ??? ???? ?????? ???????? ???????? ?????? ????????? ????. ????? ????? ?? ???? ???????? ???? ????? ?? ????? ??????? ????????? ?????? ???? ????? ???? ?????? ??? ??????? ????? (OTONOMI DAERAH  ) ???? ???? ?? ????? ????? ??????? ???? ????? ????? ???? ?? ????? ???????? ??? ?????? ???? ????? ?? ????? ????? ??? 6 ??? 2014?  ????? ??? ???? ?????? ????? ????? ?????? ?????? ???????? ???? ???????? ????? ?????????. ???? ??? ??????? ???? ????? ????? ?????? ????????? ????????? ?? ??????? ????????  ??? ?? ???????? ?????? ????????. ??? ????? ????? ????? ??????? ???? ?? ??? ???????? (????? ???????) ???? ????? ??????  ????????? ?????? ????? ??????????? ???????????? ????????? ?? ????? ?????????. ??? ???? ?????? ????? ?????? ??? ?? ????? ??????? ????? ??? 6 ??? 2014?  ??? ??????? ?????? ????????? ?? ????? ?????????? ????? ??????? ????? ??? ???? ?????? 100(????) ???? ?? ????? ??? ???? ?????? 1000 (???) ????? ????? ?? ?????? ??? ???? ??????100 (????) ???. ??? ??? ?????? ??? ??????? ??? ????? ????? ????? ??? 6 ??? 2014? ?????? ????????? ???? ?? ????? ?????? ????????? ??????? ?? "????? ??? ???? ?? ??? ??? ??? ???? ?????" ???? ???????? ?? ??? ????? ?? ???? ?? ?????? ?? ???? ??? ????? ????? ?? ????? ?????? ??? ??????? ?????? (??????) ???? ??? ???????.  ??? ??? ????? ???????? ??? ????? ?????????? ??? ??? ?????? ??? ????? ????? ????? ?????? ??????? ?? ??? ????? ?????? ???????? ????? ???? ?? ????? ??????.
PENGARUH PEMIKIRAN ISLAM REVOLUSIONER ALI SYARI’ATI TERHADAP REVOLUSI IRAN Nugroho, Anjar
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i02.1998

Abstract

The Islamic revolution of Iran happened in 1979 shows as the most realexample of how people power could take over the tyranny era and monarchy systemlasting for 200 years in Iran. Their collective awareness is caused by the source ofreligion awareness (Shia Islam) that has been up dated. Ali Syari?ati became thebrightened intellectual actor, that is as the phenomenon of the dictator grinding thepeople in Syah Pahlevi?s Government. Syari?ati, then, acted as the pioneer of radicalideas about revolution and Islam which taken from Shia teachings as the source, thathave been mixed with the tradition of the third World Revolutionary and Marxism. AliSyari?ati succeed developing revolutionary Islam ideology in which, then, becomes thebasis of people?s collective awareness opposing the era of Syah Pahlevi?s Government.According to Ali Syari?ati?s idea, Islam is a freedom and emancipation ideology. accordingto him this idea of Islam is progressive and revolutionary, sourcing to one system offaith, that is; tauhid. If the tauhid based on Ali Syari?ati?s idea is the unity of God,Human and Environment, so the condition of community having social discrimination,injustice and the arbitrary can be classified as syirk.It is the opposing of tauhid. Theoffer of Syari?ati?s idea and Islam ideology become the bridge or the fourth way of deadlock ideology pre-revolutionary opposition movements. They are Secular-nationalist,Communist-Marxist and Islam Fundamentalism. Finally, this Syari?ati?s ideology leadsImam Khomeini to be accepted as the revolutionary leader.Key Words: iran revolution; Shia, and freedom.Revolusi Islam Iran yang terjadi pada 1979 adalah contoh paling nyata,bagaimana kekuatan massa mampu menumbangkan rezim tiranik sekaligus sistemmonarki yang sudah berumur 200 tahun di Iran. Kesadaran kolektif massa itu disebutsebutbersumber dari kesadaran agama (Islam Syi?ah) yang sudah diperbaharui. AliSyari?ati muncul menjadi sosok intelektual tercerahkan adalah fenomena kekuasaanrezim Syah Pahlevi yang otoriter dan menindas.Syari?ati lalu tampil sebagai peloporgagasan-gagasan radikal tentang Islam dan revolusi yang bersumber dari ajaran Syi?ahyang sudah dicangkokkan dengan tradisi revolusioner Dunia Ketiga dan Marxisme.Ali Syari?ati berhasil membangun ideologi Islam revolusioner yang kemudian menjadibasis kesadaran kolektif massa menentang kekuasaan rezim Syah. Dalam pemikiranSyari?ati, Islam adalah sebuah ideologi emansipasi dan pembebasan.Pandangan IslamAli Syari?ati yang progresif dan revolusioner bersumber pada satu sistem keyakinanyaitu tauhîd.Jika tauhîd dalam pandangamanusia dan alam semesta, maka kondisi masyarakat yang penuh diskriminasi sosial,ketidakadilan, dan kesewenang-wenangan dapat dikategorikan sebagai Syirk, lawandari tauhîd. Tawaran pemikiran dan ideologi Islam Syari?ati menjadi jembatan ataujalan keempat dari kebuntuan ideologi gerakan oposisi pra-revolusi, yaitu antaranasionalis-sekuler, Marxis-Komunis dan Fundamentalisme Islam.Dan ideologi Syari?atimelapangkan jalan bagi diterimanya Imam Khomeini sebagai pemimpin revolusioner.Kata Kunci: revolusi Iran; syi?ah; pembebasann Syari?ati adalah kesatuan antara Tuhan,
MODEL DAKWAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA Shobron, Sudarno
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i1.1966

Abstract

The existence of Transnational Islam Movement, Hizbut Tahrir, to Indonesiaadds the number of Islam movement conveying dakwah (missionary endeavor) askingto do the good deed and avoiding bad ones. Each organization has its different strategyand model though it is possible that there is similarity. Hizbut Tahrir came to Indonesiain 1983 by offering radical changing agenda, that is, changing the Indonesian politicalsystem to Khilafah al-Islamiyah.The Islamic political system gets appreciation form a number of Islamic people whowant changes. There are two dakwah strategies, that is, cultural and structural. Thecultural is by changing the awareness of the society about the importance of changes inIndonesia with only one way that is establishing political system Khilafah al-Islamiyah.Structural strategy is carried out by forming opinion for Islamic people and peoplethough rallies and khilafah conferences. The way to make the awareness of Islamicpeople is by dakwah.The Hizbut Tahrir missionary endeavor follows the Prophet Muhammad (peace beupon him) in making changes in Mecca and Medina though three phases, that isdevelopment of cadres, interaction to society and authority.Kehadiran gerakan Islam transnasional, Hizbut Tahrir, ke Indonesiamenambah jumlah gerakan Islam yang melakukan dakwah amar makruf nahi munkar.Masing-masing organisasi memiliki stratgei dan model dakwah yang berbeda-bedawalaupun tidak menutup kemungkinan ada persamaannya. Hizbut Tahrir datang keIndonesia pada tahun 1983 dengan menawarkan agenda perubahan yang radikal, yaknimerubah sistem politik Indonesia dengan sistem Khilafah al-Islamiyah.Sistem politik Islam tersebut mendapat apresiasi dari sebagian umat Islam yangmenginginkan perubahan. Strategin dakwah yang dilakukan ada dua, yakni kulturaldan structural. Kultural dengan merubah kesadaran umat Islam akan pentingnyaperubahan Indonesia, satu-satunya adalah dengan menegakkan sistem politik Khilafahal-Islamiyah. Stratgi struktural yang dilakukan dengan membentuk opini publik umatIslam dan rakyat Indonesia melalui demonstrasi-demonstrasi, konferensi khilafah. Jalanyang diambil agar kesadaran umat Islam itu terbentuk adalah dengan dakwah.Model dakwah Hizbut Tahrir mengikuti cara Rasulullah saw dalam melakukanperubahan di Mekkah dan Madinah dengan tiga tahap, yakni tahap pembinaan danperkaderan, tahap berinteraksi dengan masyarakat, dan tahap penerimaan kekuasaan.Kata Kunci: khilafah al-Islamiyah; kultural dan struktural; perubahan radikal.
ANALISIS KRITIS METODOLOGI PERIWAYATAN HADITS SYIAH (Studi Komparatif Syiah-Sunni) Ulum, Bahrul; MZ, Zainudin
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i2.2013

Abstract

Shi?i Ithna Asy?ariyah is a group of Muslims who have different hadithbooks with a majority of Muslims. In the making of the book, the Shiite cleric has itsown methods, particularly in the narration. This study aims to determine the methodof narration Shia hadith. The authors use historical methods and critical analysis.Hitorical method used to determine the historical journey through the establishment ofideas in the book-making, paradigm used to look at the use of the method, and backgroundaffect his thinking. From the results of this research is basically the Shia do not have anaccurate and scientific methods in determining the hadith narration track. Since thebeginning, the scholars they pay less attention to this issue. They began to conductstudies after receiving criticism from Sunni clerics and modeled after the method usedby the Sunnis. However, they still have difficulties because they do not have enoughmaterial to do that.Key words: shi?i, hadith, transmitterSyi?ah Itsna Asy?ariyah adalah sekelompok Muslim yang memiliki bukubukuhadits yang berbeda dengan mayoritas Muslim. Dalam penyusunan buku ini,ulama Syiah memiliki metode sendiri, terutama dalam periwayatan hadis. Makalah inibertujuan untuk mengetahui metode narasi hadits Syiah. Penulis menggunakan metodehistoris dan analisis kritis. Metode hitoris digunakan untuk menentukan perjalanansejarah melalui pembentukan ide-ide dalam buku, keputusan, paradigma yang digunakandan melihat penggunaan metode, serta latar belakang mempengaruhi pemikirannya.Makalah ini menegaskan bahwa pada dasarnya adalah Syiah tidak memiliki metodeyang akurat dan ilmiah dalam menentukan periwayatan hadits. Sejak awal, para ulamamereka kurang memperhatikan masalah ini. Mereka mulai melakukan penelitian setelahmendapat kecaman dari ulama Sunni dan mencoba menggunakan metode yangdigunakan oleh kaum Sunni. Namun, mereka masih mengalami kesulitan karena merekatidak memiliki cukup bahan untuk melakukan hal tersebut.Kata kunci: syiah, hadis, periwayatan
PROSPEK PARTAI ISLAM IDEOLOGIS DI INDONESIA Shobron, Sudarno
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i1.2004

Abstract

The ideological Islamic party ever got success in Indonesia in 1955. It wasrepresented by Masyumi and NU while in 1977 it was represented by UnitedDevelopment Party (PPP). But the success could not exceed the non Islamic party thatgot significant voters so that the Islamic parties still lost. The Reformation era givesnew opportunity for Islamic parties to emerge, for instance the Crescent Star Party(PBB), Justice Party (PKS) and PPP. These Islamic political parties are permitted tocompete in the general election. There are also parties that have Islamic socialorganization mass such as National Mandate Party (PAN) and National AwakeningParty (PKB). The fate of the parties is not far different from the ideological parties inthe Old Order and New Order. Accordingly there should be smart ideas to bore anideological party for exampleHizbut Tahrir Indonesia (HTI) to be the participant in thegeneral election in order that it is able to struggle the Islamic law in Indonesia, but doesthis ideological party have a good prospect? This article tries to give the answer.Key Words: Ideological parties, Islamic law, Hizbut Tahrir IndonesiaPartai Islam Ideologis pernah mengalami kesuksesan di Indonesia pada tahun1955 yang dipresentasikan oleh Masyumi dan NU, dan pada tahun 1977 oleh PartaiPersatuan Pembangunan (PPP). Namun kesuksesan tersebut tidak dapat melampauikesuksesan partai non-Islam yang mendapatkan suara cukup signifikan, sehingga partaiIslam ideologis tetap kalah.Era reformasi memberikan perluang munculnya partaiideologis atau partai yang berazaskan Islam, misalnya Partai Bulan Bintang (PBB).Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PPP sendiri yang telah lolos verifikasi untukmengikuti pemilihan umum, selain partai yang memiliki basis masa organisasi massaIslam, misalnya Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).Nasib partai-partai ini tidak jauh berbeda dengan partai ideologis pada masa OrdeLama dan Orde Baru.Untuk itulah perlu ada gagasan cerdas untuk menghadirkanpartai ideologis misalnya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai peserta pemilu yangmemperjuangkan syareat Islam di Indonesia, tetapi apakah partai ideologis ini memilikiprospek? Artikel ini akan mencoba memberikan jawaban.Kata Kunci: Partai Ideologis, syareat Islam, Hizbut Tahrir Indonesia
PEMIKIRAN SASMITANING SUKMA TENTANG PEMBAHARUAN TASAWUF DAN IMPLIKASINYA TERHADAP GERAKAN DAKWAH DI KULONPROGO Hasan, Moh. Abdul Kholiq; Abdurrohim, Abdurrohim
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i1.8948

Abstract

Tasawuf (mysticism) is generally considered as deviation by most of Muslim community itself. One of religious figures who is active in preaching and interesting in Indonesia as well as having a big influence because of this thought is  Ki H SS. Ki H SS is able to present the tasawuf teaching based on al Quran verses and Hadist. An interesting thing to be analyzed is "What is Ki H SS' thought in the renewal of tasawuf and the implementation of his thought on the preaching movement and its influence on the society's religious experience?". This research is a field research focusing on the results of data collection from several results of observation and interview that have been determined. Besides, this research also uses references either from books or journals closely related to the research problems. The approach used in this research is historical-sociological approach. The results of this research are : 1) Ki H SS' thought  has much tendency to tasawuf. Ki H SS' thought also has much tendency to focus on the internal aspect than to external/physical aspect. Tasawuf he understood is an effort to be able to know Allah through purifying self in the matter of aqidah (Islamic creed), worship or behavior; 2) The implementation of Ki H SS' thought are, among other, the change in the society' thought pattern, from animism and dynamism to tauhid (the oneness of God), increasing harmony in the society, the removal of culture which trapped into polytheism act, bid?ah (heresy)  and khurufat (superstition), the emergence of awareness on education by the existence of formal school 'Muhammadiyah Elementary School' and Islamic Boarding School, the society had more understanding on the importance of obeying to God and to the leaders, change in vision and mission of life into knowing God closer, etc.Abstrak: Tasawuf pada umumnya dianggap sesat oleh sebagian besar dari kalangan muslim sendiri. Salah satu tokoh  agama yang giat berdakwah dan menarik di Indonesia serta memiliki pengaruh besar karena pemikiran dakwahnya di masyarakat yaitu Ki H. Sasmitaning Sukma (selanjutnya bisa disebut Ki H SS). Ki H SS ini mampu menampilkan ajaran tasawuf yang berlandaskan dari ayat-ayat al Quran dan Hadits. Hal yang menarik untuk dianalisis adalah apa pemikiran Ki H SS dalam pembaharuan pemikiran tasawuf dan implementasi dari pemikirannya terhadap gerakan dakwah dan pengaruhnya terhadap pengamalan agama masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), penelitian ini memfokuskan pada hasil pengumpulan data dari beberapa hasil observasi dan wawancara yang telah ditentukan. Selain itu penelitan ini juga menggunakan referensi-referensi berupa buku maupun dari jurnal yang erat kaitannya dengan permasalahan penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis sosiologis. Hasil penelitian ini, yaitu: 1)Pemikiran Ki H SS ini  lebih cenderung kepada tasawuf. Pemikiran  Ki H SS ini juga lebih cenderung menekankan aspek batin atau jiwa daripada aspek jasmani.  Tasawuf yang ia fahami adalah usaha untuk bisa mengenal Allah dengan melalui pembersihan diri dalam masalah aqidah, ibadah maupun akhlaq.; 2) Implementasi dari pemikiran Ki H SS antara lain perubahan pola pikir masyarakat, dari animisme dinamisme kepada tauhid, kerukunan dalam masyarakat menjadi semakin tinggi, hilangnya budaya yang menjerumuskan kepada amalan syirik, bida?ah dan khurafat, timbulnya kesadaran tentang pendidikan dengan adanya sekolah formal SD Muhammadiyah dan Pondok Pesantren, masyarakat menjadi paham akan pentingnya ketaatan kepada Tuhan dan kepada pemimpin, perubahan visi misi hidup ke arah taqorrub ilallah, dan lain-lain.
PENERAPAN STRATEGI NABI IBRAHIM DALAM MENDIDIK ANAK DALAM TAFSIR SURAT ASH-SHAFFAT AYAT 99-113 (Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah 3 Muhammadiyah Masaran Sragen) Sahirman, Sahirman
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i02.1994

Abstract

This study intends to examine the problems of quality and education value to the children, reviewing the events of the dream with the prophet Abraham to slayhis son Ishmael alaihimas greetings in Q.S Ash-Shaaffaat: 99-113. The problem in thisstudy are, 1) what strategies are used to educate children of Abraham in the SurahAsh-Shaaffaat: 99-113? 2) The value of what you want to be grown by the prophetIbrahim strategies in educating children contained in surah Ash-Shaaffaat: 99-113? 3) What is the relevance of the strategy developed by prophet Ibrahim in Surah Ash-Shaaffaat: 99-113 on Islamic education curriculum in MTs.3 Muhammadiyah MasaranSragen? This is qualitative study which refers to the data of scientific papers (researchlibrary), the approach used is a model of thematic tafsir (maudhu?i), the data collectiontechniques are document study, while analyzing the data used in the content analysis (content analysis). Inductive method is used to infer from the data that has been analyzed previously, are then described in words. The results of this study suggest that strategies to educate children of Abraham are: purification of the soul, are in a good environmentand controlled, has a vision, mission and goals, have excellent communication, has aspirit of sacrifice to achieve the contentment, love and help of god, has the formula ?aljaza? min jinsil charity?. The resulting values are: a lot of praying, establish the prayer, has the power embroidery, Honesty, Patience and have responsibility. Abraham and education strategy as far as the authors are very relevant to the study of Islamic educationcurriculum in MTs.3 Muhammadiyah Masaran Sragen Academic Year 2009/2010.Keywords: strategy; education; child.Penelitian ini bermaksud meneliti masalah kualitas dan nilai pendidikan padaanak, dengan mengkaji peristiwa mimpi Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknyaIsmail alaihimas salam dalam Q.S Ash-Shaaffaat: 99-113. Permasalahan dalampenelitian ini adalah: pertama, apa strategi yang digunakan Nabi Ibrahim dalammendidik anak dalam Q.S Ash-Shaaffaat: 99-113? Kedua, nilai apa yang inginditumbuhkan dengan strategi yang dilakukan Nabi Ibrahim dalam mendidik anak yangterdapat dalam Q.S Ash-Shaaffaat: 99-113? Ketiga, Bagaimana relevansi strategi yangdikembangkan oleh Nabi Ibrahim dalam Q.S Ash-Shaaffaat: 99-113 pada kurikulumpendidikan agama Islam di MTs.3 Muhammadiyah Masaran Sragen? Penelitianini bersifat kualitatif yang mengacu pada data-data karya ilmiah (library research),pendekatan yang digunakan adalah ilmu tafsir model tematik (maudhu?i), Teknikpengumpulan data adalah dokumentasi, sedangkan dalam menganalis datadigunakan analisis isi (conten analysis). Metode induktif digunakan untukmengambil kesimpulan dari data-data yang telah dianalisis sebelumnya, yangkemudian dijelaskan dengan kata-kata. Hasil dari penelitian ini menunjukkanbahwa strategi Nabi Ibrahim dalam mendidik anak adalah: pensucian jiwa, beradapada lingkungan yang baik dan terkontrol, memiliki visi misi dan tujuan, memilikikomunikasi yang excellent, memiliki semangat berkorban untuk meraih keridhaan, kecintaan dan pertolongan Allah, memiliki rumus ?al-jaza? min jinsil amal?.Strategi pendidikan Nabi Ibrahim sejauh penelitian penulis sangat relevan dengankurikulum pendidikan agama Islam di MTs. 3 Muhammadiyah Masaran SragenTahun Ajaran 2009/2010Kata Kunci: strategi; pendidikan; anak.