cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 473 Documents
PEMIKIRAN SASMITANING SUKMA TENTANG PEMBAHARUAN TASAWUF DAN IMPLIKASINYA TERHADAP GERAKAN DAKWAH DI KULONPROGO Moh. Abdul Kholiq Hasan; Abdurrohim Abdurrohim
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i1.8948

Abstract

Tasawuf (mysticism) is generally considered as deviation by most of Muslim community itself. One of religious figures who is active in preaching and interesting in Indonesia as well as having a big influence because of this thought is  Ki H SS. Ki H SS is able to present the tasawuf teaching based on al Quran verses and Hadist. An interesting thing to be analyzed is "What is Ki H SS' thought in the renewal of tasawuf and the implementation of his thought on the preaching movement and its influence on the society's religious experience?". This research is a field research focusing on the results of data collection from several results of observation and interview that have been determined. Besides, this research also uses references either from books or journals closely related to the research problems. The approach used in this research is historical-sociological approach. The results of this research are : 1) Ki H SS' thought  has much tendency to tasawuf. Ki H SS' thought also has much tendency to focus on the internal aspect than to external/physical aspect. Tasawuf he understood is an effort to be able to know Allah through purifying self in the matter of aqidah (Islamic creed), worship or behavior; 2) The implementation of Ki H SS' thought are, among other, the change in the society' thought pattern, from animism and dynamism to tauhid (the oneness of God), increasing harmony in the society, the removal of culture which trapped into polytheism act, bid’ah (heresy)  and khurufat (superstition), the emergence of awareness on education by the existence of formal school 'Muhammadiyah Elementary School' and Islamic Boarding School, the society had more understanding on the importance of obeying to God and to the leaders, change in vision and mission of life into knowing God closer, etc.Abstrak: Tasawuf pada umumnya dianggap sesat oleh sebagian besar dari kalangan muslim sendiri. Salah satu tokoh  agama yang giat berdakwah dan menarik di Indonesia serta memiliki pengaruh besar karena pemikiran dakwahnya di masyarakat yaitu Ki H. Sasmitaning Sukma (selanjutnya bisa disebut Ki H SS). Ki H SS ini mampu menampilkan ajaran tasawuf yang berlandaskan dari ayat-ayat al Quran dan Hadits. Hal yang menarik untuk dianalisis adalah apa pemikiran Ki H SS dalam pembaharuan pemikiran tasawuf dan implementasi dari pemikirannya terhadap gerakan dakwah dan pengaruhnya terhadap pengamalan agama masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), penelitian ini memfokuskan pada hasil pengumpulan data dari beberapa hasil observasi dan wawancara yang telah ditentukan. Selain itu penelitan ini juga menggunakan referensi-referensi berupa buku maupun dari jurnal yang erat kaitannya dengan permasalahan penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis sosiologis. Hasil penelitian ini, yaitu: 1)Pemikiran Ki H SS ini  lebih cenderung kepada tasawuf. Pemikiran  Ki H SS ini juga lebih cenderung menekankan aspek batin atau jiwa daripada aspek jasmani.  Tasawuf yang ia fahami adalah usaha untuk bisa mengenal Allah dengan melalui pembersihan diri dalam masalah aqidah, ibadah maupun akhlaq.; 2) Implementasi dari pemikiran Ki H SS antara lain perubahan pola pikir masyarakat, dari animisme dinamisme kepada tauhid, kerukunan dalam masyarakat menjadi semakin tinggi, hilangnya budaya yang menjerumuskan kepada amalan syirik, bida’ah dan khurafat, timbulnya kesadaran tentang pendidikan dengan adanya sekolah formal SD Muhammadiyah dan Pondok Pesantren, masyarakat menjadi paham akan pentingnya ketaatan kepada Tuhan dan kepada pemimpin, perubahan visi misi hidup ke arah taqorrub ilallah, dan lain-lain.
PROSPEK PARTAI ISLAM IDEOLOGIS DI INDONESIA Sudarno Shobron
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i1.2004

Abstract

The ideological Islamic party ever got success in Indonesia in 1955. It wasrepresented by Masyumi and NU while in 1977 it was represented by UnitedDevelopment Party (PPP). But the success could not exceed the non Islamic party thatgot significant voters so that the Islamic parties still lost. The Reformation era givesnew opportunity for Islamic parties to emerge, for instance the Crescent Star Party(PBB), Justice Party (PKS) and PPP. These Islamic political parties are permitted tocompete in the general election. There are also parties that have Islamic socialorganization mass such as National Mandate Party (PAN) and National AwakeningParty (PKB). The fate of the parties is not far different from the ideological parties inthe Old Order and New Order. Accordingly there should be smart ideas to bore anideological party for exampleHizbut Tahrir Indonesia (HTI) to be the participant in thegeneral election in order that it is able to struggle the Islamic law in Indonesia, but doesthis ideological party have a good prospect? This article tries to give the answer.Key Words: Ideological parties, Islamic law, Hizbut Tahrir IndonesiaPartai Islam Ideologis pernah mengalami kesuksesan di Indonesia pada tahun1955 yang dipresentasikan oleh Masyumi dan NU, dan pada tahun 1977 oleh PartaiPersatuan Pembangunan (PPP). Namun kesuksesan tersebut tidak dapat melampauikesuksesan partai non-Islam yang mendapatkan suara cukup signifikan, sehingga partaiIslam ideologis tetap kalah.Era reformasi memberikan perluang munculnya partaiideologis atau partai yang berazaskan Islam, misalnya Partai Bulan Bintang (PBB).Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PPP sendiri yang telah lolos verifikasi untukmengikuti pemilihan umum, selain partai yang memiliki basis masa organisasi massaIslam, misalnya Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).Nasib partai-partai ini tidak jauh berbeda dengan partai ideologis pada masa OrdeLama dan Orde Baru.Untuk itulah perlu ada gagasan cerdas untuk menghadirkanpartai ideologis misalnya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai peserta pemilu yangmemperjuangkan syareat Islam di Indonesia, tetapi apakah partai ideologis ini memilikiprospek? Artikel ini akan mencoba memberikan jawaban.Kata Kunci: Partai Ideologis, syareat Islam, Hizbut Tahrir Indonesia
ANALISIS IBDAL DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF ABU HAYYAN AL-ANDALUSIA AN-NAYSABURI DAN AN-NASAFI (Studi Komparasi Atas Penafsiran Q.S. At-Taubah: 33, Q.S. Al-Fath: 28, Dan Q.S. As-Saf: 9) ‘Amilatu Sholihah; Moh. Abdul Kholiq Hasan
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i2.13080

Abstract

This study discusses about the substitutions (ibdal) contained in the Qur’an, especially in Q.S at-Taubah (9): 33, Q.S al-Fath (48): 28, and Q.S as-Saf (61): 9 which discusses the message of the Prophet. Ibdal is similiar editions verses in action but have little difference in letters, words or sentences. There are three interpreting works that will be used as objects in this study, namely the interpretation of the work of Abu Hayyan, an-Naysaburi and an-Nasafi. Based on ibdal above, there are several questions related to the application of ibdal on the interpretation of the three verses above, namely: 1. How is ibdal in the Qur'an? 2. How is the interpretation of Abu Hayyan al-Andalusia, an-Naysaburi, and an-Nasafi to ibdal Q.S at-Taubah (9): 33, Q.S al-Fath (48): 28, and Q.S as-Saf (61): 9 and what is the function of ibdal in these verses? This research is a type of library research, using a qualitative approach that is descriptive-analytical, namely by describing the history of ibdal in the Qur'an, ibdal, ibdal types and examples. Explain the interpretation of Abu Hayyan al-Andalusia, an-Naysaburi, and an-Nasafi to ibdal on QS at-Taubah (9): 33, Q.S al-Fath (48): 28, and Q.S as-Saf (61): 9. The results of this study indicate: 1. Ibdal in the Qur'an is the verses of the Qur'an which have similarities and have little difference in terms of letters, words or sentences. There are at least three types, namely: ibdal of single and plural pronoun, ibdal ثم with ف, and ibdal in the sentence. 2. The third interpretation of the commentators on polytheists in Q.S at-Taubah (9): 33 and Q.S as-Saf (61): 9 are those who have characteristics including: worshiping other than Allah Swt (Quraysh, Jews and Christians), having a dirty soul, and hating the emergence of Islam from the begining. Then in Q.S al-Fath (48): 28 which means "Allah is sufficient as a witness" interpreted that what Allah SWT promised will surely happen and the religion of Islam will surely be prosperous compared to other religions. Ibdal function to Q.S at-Taubah (9): 33, and Q.S as-Saf (61): 9, shows: 1) the miracle of the chronology of the descent of the verse. 2) it is as evidence that the Qur'an has come down gradually with different contexts and chronologies.
CORAK TAFHIM AL-QUR’AN DENGAN METODE MANHAJI Ari Anshori
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 16, No. 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v16i1.1831

Abstract

many varieties and ways for someone to understand al-Qur’an or tafhim al-Qur’an. It is because one’s ability to understand and to explain about the essence of Allah’s commandment is different, based on his/her ability and understanding himself/herself. The difference in understanding is not separable from many factors, among other are: the level of intellegence, the level of education, the level of underlying religious understanding. The focus of problem in this research was to find the proper formulation of tafhim, in order that the messages contained in al-Qur’an are easy to understand correctly based on the text and the context of the referred verse. The results of the research were: that al-Qur’an has verses in the forms of muhkamat and mutasyabihat, therefore, to understand them, aided tools are needed such as tafhim manhaji, in order that the messages contained on them can be understood correctly based on the referred text and context. Although it is proper to appreciate if every effort of tafhim and interpretation of al-Qur’an always uses a method or strategy of new study, including a new style contained in the tafhim manhaji of al-Qur’an, because the method of tafhim manhaji is considered as being able to reduce many kinds of abstruse in understanding the verses of Allah written in al-Qur’an or verses which are broadly spread on this universe.
PENERAPAN STRATEGI NABI IBRAHIM DALAM MENDIDIK ANAK DALAM TAFSIR SURAT ASH-SHAFFAT AYAT 99-113 (Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah 3 Muhammadiyah Masaran Sragen) Sahirman Sahirman
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i02.1994

Abstract

This study intends to examine the problems of quality and education value to the children, reviewing the events of the dream with the prophet Abraham to slayhis son Ishmael alaihimas greetings in Q.S Ash-Shaaffaat: 99-113. The problem in thisstudy are, 1) what strategies are used to educate children of Abraham in the SurahAsh-Shaaffaat: 99-113? 2) The value of what you want to be grown by the prophetIbrahim strategies in educating children contained in surah Ash-Shaaffaat: 99-113? 3) What is the relevance of the strategy developed by prophet Ibrahim in Surah Ash-Shaaffaat: 99-113 on Islamic education curriculum in MTs.3 Muhammadiyah MasaranSragen? This is qualitative study which refers to the data of scientific papers (researchlibrary), the approach used is a model of thematic tafsir (maudhu’i), the data collectiontechniques are document study, while analyzing the data used in the content analysis (content analysis). Inductive method is used to infer from the data that has been analyzed previously, are then described in words. The results of this study suggest that strategies to educate children of Abraham are: purification of the soul, are in a good environmentand controlled, has a vision, mission and goals, have excellent communication, has aspirit of sacrifice to achieve the contentment, love and help of god, has the formula “aljaza’ min jinsil charity”. The resulting values are: a lot of praying, establish the prayer, has the power embroidery, Honesty, Patience and have responsibility. Abraham and education strategy as far as the authors are very relevant to the study of Islamic educationcurriculum in MTs.3 Muhammadiyah Masaran Sragen Academic Year 2009/2010.Keywords: strategy; education; child.Penelitian ini bermaksud meneliti masalah kualitas dan nilai pendidikan padaanak, dengan mengkaji peristiwa mimpi Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknyaIsmail alaihimas salam dalam Q.S Ash-Shaaffaat: 99-113. Permasalahan dalampenelitian ini adalah: pertama, apa strategi yang digunakan Nabi Ibrahim dalammendidik anak dalam Q.S Ash-Shaaffaat: 99-113? Kedua, nilai apa yang inginditumbuhkan dengan strategi yang dilakukan Nabi Ibrahim dalam mendidik anak yangterdapat dalam Q.S Ash-Shaaffaat: 99-113? Ketiga, Bagaimana relevansi strategi yangdikembangkan oleh Nabi Ibrahim dalam Q.S Ash-Shaaffaat: 99-113 pada kurikulumpendidikan agama Islam di MTs.3 Muhammadiyah Masaran Sragen? Penelitianini bersifat kualitatif yang mengacu pada data-data karya ilmiah (library research),pendekatan yang digunakan adalah ilmu tafsir model tematik (maudhu’i), Teknikpengumpulan data adalah dokumentasi, sedangkan dalam menganalis datadigunakan analisis isi (conten analysis). Metode induktif digunakan untukmengambil kesimpulan dari data-data yang telah dianalisis sebelumnya, yangkemudian dijelaskan dengan kata-kata. Hasil dari penelitian ini menunjukkanbahwa strategi Nabi Ibrahim dalam mendidik anak adalah: pensucian jiwa, beradapada lingkungan yang baik dan terkontrol, memiliki visi misi dan tujuan, memilikikomunikasi yang excellent, memiliki semangat berkorban untuk meraih keridhaan, kecintaan dan pertolongan Allah, memiliki rumus “al-jaza’ min jinsil amal”.Strategi pendidikan Nabi Ibrahim sejauh penelitian penulis sangat relevan dengankurikulum pendidikan agama Islam di MTs. 3 Muhammadiyah Masaran SragenTahun Ajaran 2009/2010Kata Kunci: strategi; pendidikan; anak.
MANAJEMEN WAKAF PRODUKTIF DAN TANTANGANNYA DI MAJELIS WAKAF DAN KEHARTABENDAAN PDM SURAKARTA Azhar Alam; Musliah Isnaini Rahmawati; Aditya Nurrahman
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 23, No. 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v23i1.16799

Abstract

Waqf management is an important part in determining the economic progress of the people, including in a Muhammadiyah community organization. However, research related to waqf in Muhammadiyah is still smallThe purpose of this research is to find out the management of productive waqf in the Muhammadiyah Surakarta City Waqf and Assets Regional Leadership Council and to find out the obstacles experienced by the Surakarta City Muhammadiyah Regional Waqf and Asset Management Council in carrying out productive waqf activities. The research method used is descriptive qualitative. The types of data used are primary and secondary data. Primary data were obtained through interviews with three parties to the Surakarta City Waqf Welfare Council, two waqifs, and four waqf building administrators. The results of this study indicate that the management of productive waqf at the PDM Waqf Property Council of Surakarta City has been running according to the terms and pillars specified. According to Islamic law, the waqf process at the time of the contract for the transfer of waqf property is also carried out, namely by bringing two witnesses, reading the waqf pledge guided by PPAIW. The last stage is the issuance of waqf certificates as property belonging to the association. However, in this study, it was found that the obstacles experienced by the Waqf Wealth Council of PDM Surakarta City were the lack of public understanding of productive waqf so that it could cause waqf activities to run less than optimally. Another obstacle is financial problems because finance has an essential role in carrying out waqf activities. This study can be a reference for waqf institutions to prepare long-term strategies to deal with these obstacles.Pengelolaan wakaf merupakan bagian penting dalam menentukan kemajuan ekonomi umat termasuk dalam sebuah organisasi masyarakat Muhammadiyah. Namun demikian, penelitian terkait wakaf di Muhammadiyah masih berjumlah sedikit. Tujuan dari penlitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan wakaf produktif pada Majelis Wakaf Dan Kehartabendaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta serta untuk mengetahui kendala yang dialami Majelis Wakaf Dan Kehartabendaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta dalam melaksanakan kegiatan wakaf produktif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara kepada tiga pihak Majelis Wakaf Kehartabendaan PDM Kota Surakarta, dua orang pewakif, dan empat pengurus bangunan wakaf. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf produktif pada Majelis Wakaf Kehartabendaan PDM Kota Surakarta sudah berjalan sesuai dengan syarat dan rukun yang ditentukan. Proses perwakafan pada saat akad penyerahan harta benda wakaf juga dilakukan sesuai syariat Islam yaitu dengan membawa dua orang saksi, pembacaan ikrar wakaf dipandu oleh pihak PPAIW, kemudian tahap terakhir yaitu penerbitan sertifikat wakaf menjadi harta benda milik persyerikatan. Namun dalam penelitian ini ditemukan kendala yang dialami Majelis Wakaf Kehartabendaan PDM Kota Surakarta yaitu kurangnya pengertian masyarakat mengenai wakaf produktif sehingga dapat menyebabkan kegiatan perwakafan berjalan kurang maksimal. Kendala lainnya yaitu masalah keuangan, karena keuangan memiliki peran penting dalam menjalankan kegiatan perwakafan. Hal tersebut dapat menjadi referensi bagi Lembaga perwakafan untuk mempersiapkan strategi-strategijangka Panjang untuk menghadapi kendala-kendala tersebut.
KONTRIBUSI DAN TIPOLOGI PEMIKIRAN HADIS MUHAMMAD DAILAMY DALAM BIDANG HADIS DI JAWA TENGAH Diyan Faturahman; Nur Kholis
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11055

Abstract

Research on hadith figures has not been done much, even though their contribution in preserving the source of the second Islamic law is very much. Muhammad Dailamy is one of the most influential hadith figures in Central Java. In this research, it will be explained about the contribution and typology of thought of his hadith. This research is a type of qualitative research. In collecting data, researchers used the interview method with a semi-structured interview technique. The data obtained is processed and analyzed using descriptive-analytical methods. In addition, tShe data sources used also include Dailamy's own intellectual work and other literature relating to research objects, both from books, journals, and internet media. Furthermore, to find out the typology of thought of his hadith, researchers used a theory built by M. Syuhudi Ismail about the typology of thought and understanding of textual-contextual hadith. The results showed that Muhammad Dailamy's contributions in the field of hadith were among others preachers who had considerable influence in the community, especially in the Purbalingga, Purwokerto, Banyumas, Banjarnegara and surrounding areas. Since 1990 he has been active as a presenter of the Mutiara Pagi program at RRI Purwokerto station. In addition, he is also productive in making of books in the form of study series. Then in understanding the traditions of Muhammad Dailamy it can be classified as a typology of contextual flow. This can be marked by his statement that the understanding of Muslim hadith number 106 about isbal must know the existing contextPenelitian tentang tokoh hadis belum banyak dilakukan, padahal kontribusi mereka dalam menjaga dan melestarikan sumber hukum Islam yang kedua ini sangat banyak. Muhammad Dailamy merupakan salah satu tokoh hadis yang cukup berpengaruh di Jawa Tengah. Dalam penelitian ini akan dijelaskan tentang kontribusi dan tipologi pemikiran hadisnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode wawancara dengan teknik wawancara semistruktur. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis. Sumber data yang digunakan juga meliputi karya intelektual Dailamy sendiri dan juga literatur lain yang berhubungan dengan objek penelitian, baik dari buku, jurnal, maupun media internet. Selanjutnya, untuk mengetahui tipologi pemikiran hadisnya, peneliti menggunakan teori yang dibangun oleh M. Syuhudi Ismail tentang tipologi pemikiran dan pemahaman hadis tekstual-kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Muhammad Dailamy dalam bidang hadis antara lain sebagai mubalig yang memiliki pengaruh cukup luas di lingkungan masyarakat khususnya daerah Purbalingga, Purwokerto, Banyumas, Banjarnegara dan sekitarnya. Sejak tahun 1990 aktif menjadi pemateri acara Mutiara Pagi di stasiun RRI Purwokerto. Selain itu, ia juga produktif dalam membuat karya tulis berupa buku dalam bentuk seri kajian. Kemudian dalam memahami hadis Muhammad Dailamy dapat digolongkan kepada tipologi aliran kontekstual. Hal tersebut dapat ditandai dengan pernyataannya bahwa pemahaman hadis Muslim nomor 106 tentang isbal harus mengetahui konteks yang ada.
PEMIKIRAN BAKR BIN ABDULLAH DAN ABDUL QADIR BIN ABDUL AZIZ TENTANG ADAB DAN AKHLAK PENUNTUT ILMU Ari Anshori; Abdullah Ali Fanany
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v18i2.7431

Abstract

The background of this study is that the study is closely related to morals and manners, the companions of Allah's Apostle Shallallahu alaihi wasallam began studying to learn manners and morals. Having manners and morals will make easy science to be learned from a teacher, so blessing and will be absorbed into the benefits of life. Knowing the purpose of this study is the concept of the sheikh Bakr bin Abdullah and Shaykh Abdul Qadir bin Abdul Aziz on manners and morals prosecution of science. Tracing paper is Ḥilyah Ṭālib al-‘Ilm sheikh Bakr and works sheikh Abdul Qadir Al Jāmi` fī Ṭolabil `Ilmisy Syarīf. As well as knowing the differences and similarities view of Sheikh Bakr bin Abdullah and Sheikh Abdul Qadir Abdul Aziz on manners and morals prosecution of science. Difficulties encountered in this study is a book by Shaykh Abdul Qadir bin Abdul Aziz Al Jāmi` fī Ṭolabil `Ilmisy Syarīf unsold `free. He was a prisoner and was sentenced to life imprisonment by the Egyptian government because its association with global jihad. The method used is the literature using this type of comparative research, the approach used in this study is a philosophical approach, which is to examine the figures and reveal the thinking behind the visible nature of things. Methods of data collection in this study using the method of document review. The results showed that the First: Comparison of manners and morals prosecution of science in the eyes of the sheikh Bakr and Sheikhs Abdul Qadir refer book Ḥilyah Ṭālib al-‘Ilm and book Al Jāmi` fī Ṭolabil `Ilmisy Syarīf does not have much difference. Both are consistent with the Qur'an and Sunnah, as well as determine the good and bad morals through the Qur'an and the Sunnah and not others. Second: Second: the conclusion of the book Al Jāmi` fī Ṭolabil `Ilmisy Syarīf by Sheikh Abdul Qadir morals relating to `Alim and Muta'alim is sincere in the intention, really use the time, occupy yourself with your most important science, right in choosing the source (reference) book, beginning with science, patience to study and teach it. Third: The conclusion of book Ḥilyah Ṭālib al-‘Ilm is a self-contained in the claimant of science such as Science is worship, follow the path of the salafus ṣolih, always fear Allah Subhānahu wa ta'ālā. Manners in the scientific life of the spirit in science, passionate in studying, traveling far in their studies, keep the knowledge in writing. Invalidate-canceling this provision include resentment, envy, prejudice, sit together heretical, stepped to the forbidden. Latar belakang penelitian ini adalah bahwa menuntut ilmu berkaitan erat dengan akhlak dan adab, para sahabat Rasulallah Shallallahu alaihi wasallam mulai menimba ilmu dengan belajar adab dan akhlak. Memiliki adab dan akhlak akan menjadikan mudahnya ilmu yang akan dipelajari dari seorang guru, sehingga berbarokah dan akan terserap menjadi manfaat dalam hidup. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui konsep syeikh Bakr bin Abdullah dan syeikh Abdul Qadir bin Abdul Aziz tentang adab dan akhlak penuntut ilmu. Menelusuri karya syeikh Bakr yaitu Ḥilyah Ṭālib al-‘Ilm dan karya syeikh Abdul Qadir Al Jāmi` fī Ṭolabil `Ilmisy Syarīf. Serta mengetahui perbedaan dan persamaan pandangan Syeikh Bakr bin Abdullah dan Syeikh Abdul Qadir Abdul Aziz tentang adab dan akhlak penuntut ilmu. Kesulitan yang dihadapai dalam penelitian ini yaitu buku karya syeikh Abdul Qadir bin Abdul Aziz Al Jāmi` fī Ṭolabil `Ilmisy Syarīf tidak terjual bebas. Beliau menjadi tahanan dan divonis penjara seumur hidup oleh pemerintah Mesir sebab keterkaitannya dengan jihad global. Metode penelitian yang digunakan adalah kepustakaan (library research) menggunakan jenis penelitian perbandingan atau komparatif, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan filosofis, yaitu untuk meneliti pemikiran tokoh dan mengungkapkan dibalik hakikat segala sesuatu yang nampak. Metode pengumpulan data dalam kajian ini menggunakan metode telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama: Perbandingan adab dan akhlak penuntut ilmu menurut pandangan syeikh Bakr dan syeikh Abdul Qadir merujuk pada buku Ḥilyah Ṭālib al-‘Ilm dan buku Al Jāmi` fī Ṭolabil `Ilmisy Syarīf tidak memiliki perbedaan yang jauh. Keduanya bersesuaian dengan al Qur’an dan as Sunnah, serta menentukan baik dan buruk akhlak melalui al-Qur’an dan Sunnah, bukan yang lain-lainnya. Kedua: kesimpulan buku Al Jāmi` fī Ṭolabil `Ilmisy Syarīf karya syeikh Abdul Qadir adab-­adab yang berkaitan dengan Alim dan Muta’aalim ialah ikhlas dalam niat, betul­-betul memanfaatkan waktu, menyibukkan diri dengan ilmu-­ilmu yang paling penting, tepat dalam memilih sumber (referensi) buku, berawal dengan ilmu, sabar untuk menuntut ilmu dan mengajarakannya. Ketiga: Kesimpulan buku Ḥilyah Ṭālib al-‘Ilm karya syeikh Bakr ialah: Adab-adab diri penuntut ilmu diantaranya Ilmu adalah ibadah, ikutilah jalan para salafus ṣolih, selalu takut kepada Allah Subhānahu wa ta’ālā. Adab dalam kehidupan ilmiah diantaranya semangat tinggi dalam ilmu, bergairah dalam menuntut ilmu, melakukan pekerjaan jauh dalam menuntut ilmu, menjaga ilmu secara tertulis. Pembatal-pembatal bekal ini diantaranya dendam, dengki, buruk sangka, duduk bersama ahli bid'ah, melangkahkan kaki kepada yang diharamkan.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN TAUHID DALAM KISAH ASHABUL UKHDUD SURAT AL-BURUJ PERSPEKTIF IBN KATSIR DAN HAMKA M Muthoifin; Fahrurozi Fahrurozi
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 2, Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i2.8123

Abstract

Tawhed is to insulate God in creation, worship and name and natures. he must be awake with the best of everything that can divert it. Because tawhed is a very basic and fundamental thing for a Muslim's life. Tawhid is the determinant of a person both in the life of the world and the hereafter, happy or miserable, safe or wretched. tawhed became one of the potential that brought every human being when he was born in the world, the need for educational efforts so that potential is maintained. This study aims to determine the concept of tawhed education in the story of ashabul ukhdud. So important is the story that Allah mentioned in the Qur'an. The second goal is to implement the concepts of Tawhed education in Islamic education. Because the most important element in Islamic education is tawhed education, education that teaches every practice, behavior, purpose of life is only God. The results showed that the ideal Islamic education is very concerned about the implementation of tawhid education, because tawhed is the spirit of Islamic education which consists of three principal, first, tawhed rububiyyah education contained therein such as human nature as the basis of tawhed education, the natural sign as a means of tawhed education, reward and punismant in tawhed education. Secondly, the education of tawhed uluhiyyah such as, the role of educators in tawhid education, evaluation in tawhed education and tawhed education throughout life. Then the third tawhid asthma 'wasifat (names and natures of Allah) education.Tauhid yaitu mengesakan Allah dalam rububiyyah, uluhiyyah dan asma’ washifat, harus terjaga dengan sebaik-baiknya dari segala yang bisa menyelewengkannya. Karena tauhidmerupakan perkara yang sangat pokok dan mendasar bagi kehidupan seorang muslim. Tauhid merupakan penentu seseorang baik di kehidupan dunia maupun akhirat, bahagia atau sengsara, selamat atau celaka. Tauhid menjadi salah satu potensi yang dibawa setiap manusia ketika ia dilahirkan didunia, perlu adanya usaha pendidikan agar potensi itu tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan tauhid dalam kisah ashabul ukhdud. Begitu pentingnya kisah tersebut sehingga Allah menyebutkannya dalam Al-Qur’an. Tujuan kedua yaitu untuk mengimplemen-tasikan konsep-konsep pendidikan tauhid dalam pendidikan Islam. Karena unsur terpenting dalam pendidikan Islam adalah pendidikan tauhid, pendidikan yang mengajarkan setiap amalan, perilaku, tujuan hidup hanya Allah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam yang ideal sangatlah memperhatikan pelaksanaan pendidikan tauhid, karena tauhid merupakan ruh dari pendidikan Islam yang terdiri dari tiga pokok, pertama, pendidikan tauhid rububiyyah yang terkandung didalamnya seperti fitrah manusia sebagai dasar pendidkan tauhid, ayat kauniah sebagai sarana pendidikan tauhid, Targhib dan tarhib dalam pendidikan tauhid. Kedua, pendidikan tauhid uluhiyyah seperti, peran pendidik dalam pendidikan tauhid, evaluasi dalam pendidikan tauhid dan pendidikan sepanjang hayat. Kemudian yang ketiga pendidikan tauhid asma’ wasifat.
استنباط الأحكام بالجمع بين النصوص المتعارضة نماذج تطبيقيّة في كتاب سبل السلام للصنعاني Arwani Amin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 16, No. 2, Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v16i2.1858

Abstract

Sesungguhnya di dalam kitab Subulus-Salam karya Imam As-Shan’ani terdapat sejumlah hadits yang menjadi persoalan bagi para penuntut ilmu dalam memahaminya, karena satu sama lain tampak saling bertentangan (ta’arudh). Makalah ini mencoba menjelaskan sebab-sebab terjadinya persepsi pertentangan, metode para ulama dalam menyikapinya baik dengan cara memadukan (jama’), nasakh, tarjih maupun tawaqquf, serta bagaimana mereka mengaplikasikan masing-masing darinya. Makalah ini -dengan menggunakan metode jama’- akan memecahkan enam masalah pertentangan antar hadits dari kitab Subulus-salam sebagai sampel. Dengan begitu akan memberikan pemahaman teoritis dan praktis di bidang fiqih pemaduan nash-nash, membimbing umat untuk memiliki cara pandang holistik terhadap nash-nash dengan segenap kaitanan dan aspeknya sesuai panduan syariah, dan menutup satu celah di medan fiqih Islam karena -sepanjang yang diketahui penulis- belum ada satupun buku yang ditulis secara khusus yang menghimpun seluruh masalah fiqhiyah yang didasarkan pada pemaduan diantara dalil-dalil yang tampak saling bertentangan.Kata kunci: pertentangan; hadits; jama’; subulus-salam; fiqih.إنّ في كتاب سبل السلام للصنعاني أحاديث استشكل فهمها على طلبة العلم لظهور التعارض فيما بينها. فهذه المقالة تبيّن أسباب تصوّرِ التعارض وطرائق العلماء في التعامل معها من جمع ونسخ وترجيح وتوقّف، ومتى وكيف أعملوا كلّا منها، وتعالج - بطريقة الجمع وإعمال مسالكه - ست مسائل من كتاب سبل السلام كنماذج ، وبذلك تعطي التصوّر النظري والتطبيقي في مجال فقه الجمع بين النصوص، وترشد الأمة على النظرة الشمولية للنصوص بكل ملابساته وجوانبه وفق الضوابط الشرعية، وتسدّ ثغرة في ميدان الفقه الإسلامي، لأنه لم يُكتب – حسب معرفة الباحث - كتابٌ مستقلّ ومستوفٍ لكلّ مسائل الفقه التي بنيت على الجمع بين الأدلة المتعارضة.كلمات مفتاحية: تعارض، أحاديث، جمع، سبل السلام، فقه.