cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 473 Documents
PENGARUH PEMIKIRAN ISLAM REVOLUSIONER ALI SYARI’ATI TERHADAP REVOLUSI IRAN Anjar Nugroho
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i02.1998

Abstract

The Islamic revolution of Iran happened in 1979 shows as the most realexample of how people power could take over the tyranny era and monarchy systemlasting for 200 years in Iran. Their collective awareness is caused by the source ofreligion awareness (Shia Islam) that has been up dated. Ali Syari’ati became thebrightened intellectual actor, that is as the phenomenon of the dictator grinding thepeople in Syah Pahlevi’s Government. Syari’ati, then, acted as the pioneer of radicalideas about revolution and Islam which taken from Shia teachings as the source, thathave been mixed with the tradition of the third World Revolutionary and Marxism. AliSyari’ati succeed developing revolutionary Islam ideology in which, then, becomes thebasis of people’s collective awareness opposing the era of Syah Pahlevi’s Government.According to Ali Syari’ati’s idea, Islam is a freedom and emancipation ideology. accordingto him this idea of Islam is progressive and revolutionary, sourcing to one system offaith, that is; tauhid. If the tauhid based on Ali Syari’ati’s idea is the unity of God,Human and Environment, so the condition of community having social discrimination,injustice and the arbitrary can be classified as syirk.It is the opposing of tauhid. Theoffer of Syari’ati’s idea and Islam ideology become the bridge or the fourth way of deadlock ideology pre-revolutionary opposition movements. They are Secular-nationalist,Communist-Marxist and Islam Fundamentalism. Finally, this Syari’ati’s ideology leadsImam Khomeini to be accepted as the revolutionary leader.Key Words: iran revolution; Shia, and freedom.Revolusi Islam Iran yang terjadi pada 1979 adalah contoh paling nyata,bagaimana kekuatan massa mampu menumbangkan rezim tiranik sekaligus sistemmonarki yang sudah berumur 200 tahun di Iran. Kesadaran kolektif massa itu disebutsebutbersumber dari kesadaran agama (Islam Syi’ah) yang sudah diperbaharui. AliSyari’ati muncul menjadi sosok intelektual tercerahkan adalah fenomena kekuasaanrezim Syah Pahlevi yang otoriter dan menindas.Syari’ati lalu tampil sebagai peloporgagasan-gagasan radikal tentang Islam dan revolusi yang bersumber dari ajaran Syi’ahyang sudah dicangkokkan dengan tradisi revolusioner Dunia Ketiga dan Marxisme.Ali Syari’ati berhasil membangun ideologi Islam revolusioner yang kemudian menjadibasis kesadaran kolektif massa menentang kekuasaan rezim Syah. Dalam pemikiranSyari’ati, Islam adalah sebuah ideologi emansipasi dan pembebasan.Pandangan IslamAli Syari’ati yang progresif dan revolusioner bersumber pada satu sistem keyakinanyaitu tauhîd.Jika tauhîd dalam pandangamanusia dan alam semesta, maka kondisi masyarakat yang penuh diskriminasi sosial,ketidakadilan, dan kesewenang-wenangan dapat dikategorikan sebagai Syirk, lawandari tauhîd. Tawaran pemikiran dan ideologi Islam Syari’ati menjadi jembatan ataujalan keempat dari kebuntuan ideologi gerakan oposisi pra-revolusi, yaitu antaranasionalis-sekuler, Marxis-Komunis dan Fundamentalisme Islam.Dan ideologi Syari’atimelapangkan jalan bagi diterimanya Imam Khomeini sebagai pemimpin revolusioner.Kata Kunci: revolusi Iran; syi’ah; pembebasann Syari’ati adalah kesatuan antara Tuhan,
PRODUKSI SENI PATUNG DALAM DUNIA BISNIS PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Imamul Arifin; Fika Firdha Fara; Lailatul Yulia Wati
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 23, No. 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v23i1.16805

Abstract

The sale and purchase of goods is the most powerful transaction in the business world and in general is the most important part of business activities. Indeed, among the forms of buying and selling, there are also those that are forbidden, and some are permitted by law. Therefore, it is an obligation for a Muslim businessman to know the things that determine the validity of the sale and purchase, and to know which ones are lawful and which ones are unlawful from these activities so that he really understands the issue of buying and selling contracts. This study aims to answer how the sale and purchase of statues is carried out and focuses on a review of the laws of making statues in Islamic law. This research includes field research, namely observing directly the practice of buying and selling sculptures carried out by sculpture craftsmen, artists, and consumers. Another goal is also to explain how the sale and purchase of statues is carried out, then an analysis of how the role of religious law plays in ensuring the usefulness of the parties involved in the sculpture industry. Basically, every statue is an image, but not all images are statues. From what we have explored, according to the scholars, it is agreed that the law of making statues in the form of humans or animals is haram. They also agreed on the prohibition of obtaining and displaying it. In addition, it is also forbidden to sell and buy and eat the proceeds of the sale. According to Islamic business ethics, even statues are also an exception because they can be called business commodities that are sold as unclean and halal goods, or haram, equivalent to pigs, dogs, liquor, ecstasy, and so on.Jual beli barang merupakan transaksi paling kuat dalam dunia bisnis bahkan secara umum adalah bagian terpenting dalam aktivitas usaha. Sesungguhnya diantara bentuk jual beli ada juga yang di haramkan ada juga yang dipersilahkan hukumnya. Oleh sebab itu, menjadi satu kewajiban bagi seorang usahawan muslim untuk mengenal hal-hal yang menentukan sahnya jual beli tersebut, dan mengenal mana yang halal dan mana yang haram dari kegiatan itu sehingga ia betul-betul mengerti persoalan tentang akad jual beli. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana pelaksanaan jual beli patung dan berfokus pada tinjauan hokum pembuatan patung dalam syari’at Islam. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan yaitu mengamati secara langsung praktik jual-beli patung yang dilakukan oleh pengrajin patung, seniman, dan konsumen. Tujuan lainnya juga untuk menjelaskan bagaimana pelaksanaan jual-beli patung, kemudian di analisis tentang bagaimana peran hokum agama dalam menjamin kegunaan para pihak yang berkecimpung dalam industri pahat patung tersebut. Pada dasarnya, setiap patung itu adalah gambar, tetapi tidak semua gambar adalah patung. Dari yang telah kita telusuri, menurut para ulama yaitu sepakat bahwa hukum membuat patung baik berbentuk manusia maupun hewan itu haram. Mereka juga sepakat tentang keharaman memperoleh dan memajangnya. Selain itu juga diharamkan menjual belikan serta memakan hasil penjualannya. Menurut etika bisnis Islam, bahkan patung juga menjadi pengecualian karena dapat disebut komoditi bisnis yang dijual adalah barang yang tidak suci dan halal, atau haram, setara babi, anjing, minuman keras, ekstasi, dan lain sebagainya.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AL-QUR’AN METODE LITTAQWA DI SDIT NUR HIDAYAH SURAKARTA DAN METODE KARIMAH DI MI NURUL KARIM KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2019/2020 Bayu Mufti Sugiyanto; Ari Anshori; Muthoifin Muthoifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11062

Abstract

This research aims to describe the implementation of the Littaqwa method in learning the Qur'an at SDIT Nur Hidayah Surakarta and the karimah method at MI Nurul Karim Karanganyar and describe the supporting and inhibiting factors. This type of research is field research, with a qualitative approach. The object of research is SDIT Nur Hidayah Surakarta and MI Nurul Karim Karanganyar. Research subjects include the Principal / Madrasa, al-Qur'an learning coordinator, teachers who teach the al-Qur'an and several students. Data collection techniques are done by observation, interview and documentation. Data analysis was performed descriptively qualitative. The results showed that the main target of learning the Koran at SDIT Nur Hidayah was an understanding of the principles of recitation with the target of memorization of at least 2 juz (juz 29 and 30) and memorization of hadith, the learning method used was littaqwa by applying three learning models namely classical with the teacher, independent classical and one-on-one classics. Evaluations are conducted at the end of each meeting and evaluation of volume increases. While in MI Nurul Karim the target of memorization is owned by ± 5 juz graduates (juz 26, 27, 28, 29 and 30), learning using the karma method which has four teaching principles namely talqin, tikrar, tahqiq and tabyin. Evaluation of learning is done in 3 stages, namely the class exam, juziyyah and the peak is the best tahfidz school overall champion test. The implementation of al-qu'an learning has implemented a constructivism approach in choosing learning strategies, as an effort to create a learning process that is appropriate to the character of students.Supporting factors that encourage the implementation of the learning of the Qur’an include the standardization of qualified educators and workshops specifically Tahfidz teachers, innovation and strategies in delivering learning, using teaching aids and student handbooks that are easily understood, having Iad classes specifically for 1 grade of elementary school , has its own distinctive tone or hum. While the obstacles faced include students who are not fluent in reading the Koran, lack of guidance and support from families for children, and there are still children who lack concentration and attention when the learning process takes place.Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan implementasi metode littaqwa dalam pembelajaran al-Qur’an di SDIT Nur Hidayah Surakarta dan metode karimah di MI Nurul Karim Karanganyar serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambatnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah field research, dengan pendekatan kualitatif. Objek penelitian adalah SDIT Nur Hidayah Surakarta dan MI Nurul Karim Karanganyar. Subjek penelitian diantaranya yaitu Kepala Sekolah/ Madrasah, koordinator pembelajaran al-Qur’an, para guru yang mengajar pelajaran al-Qur’an dan beberapa siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa target utama pembelajaran al-Qur’an di SDIT Nur Hidayah adalah pemahaman tentang kaidah ilmu tajwid dengan target hafalan minimal 2 juz (juz 29 dan 30) dan hafalan hadits, metode pembelajaran yang digunakan adalah littaqwa dengan menerapkan tiga model pembelajaran yaitu klasikal bersama guru, klasikal mandiri dan klasikal satu-satu. Evaluasi dilakukan setiap akhir pertemuan dan evaluasi kenaikan jilid. Sedangkan di MI Nurul Karim target hafalan yang dimiliki oleh lulusannya ± 5 juz (juz 26, 27, 28, 29 dan 30), pembelajaran menggunakan metode karimah yang mempunyai empat prinsip pengajaran yaitu talqin, tikrar, tahqiq dan tabyin. Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan 3 tahap yaitu ujian kelas, juziyyah dan puncaknya adalah ujian juara umum terbaik tahfidz sekolah. Implemetasi pembelajaran al-qu’an telah menerapkan pendekatan kontruktivisme dalam memilih strategi pembelajaran, sebagai upaya menciptakan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakter peserta didik. Faktor pengdukung yang mendorong implementasi pembelajaran al-Qur’an meliputi standarsasi pendidik yang mumpuni dan workshop terkhusus guru tahfidz, inovasi dan strategi dalam penyampain pembelajaran, menggunakan alat peraga dan buku pegangan siswa yang mudah dipahami, memiliki kelas I’dad terkhusus untuk kelas 1 SD, memiliki nada atau senandung khas tersendiri. Sedangkan kendala yang dihadapi antara lain masih terdapat peserta didik yang belum lancar membaca al-Qur’an, kurangnya bimbingan dan support dari keluarga terhadap anak, dan masih terdapat anak yang kurang konsentrasi dan perhatian ketika proses pembelajaran berlangsung.
PENANAMAN NILAI-NILAI PERDAMAIAN DI PEACESANTREN WELAS ASIH SAMARANG GARUT Rosa Kusuma Dewi Azhar; Khoiruddin Bashori; Muhammad Samsuddin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i2.13075

Abstract

This study aims to determine the achievements, models, and methods of inculcating the values of peace in Peacesantren Welas Asih Garut. The formation of values as the core of the goals of national education cannot be achieved instantly. It takes efforts to find alternative educational models that can be applied. Peace education is an effort made to realize values, behavior, and ways of life that support the creation of a culture of peace. This study used a qualitative approach with analytic descriptive data analysis. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The result of this research is the inculcation of the values of peace is included in the learning curriculum by teaching 12 values of peace. The achievements are to form the character of the santri (student) who is empathetic, independent, and courageous, capable of being a problem solver, critical, creative, communicative, and collaborative, as well as becoming a peacemaker and changemaker. The factor that supports the achievements of the inculcation of the values of peace is the Peacesantren Welas Asih that pays close attention to the quality of their abah ambu (teachers/coaches) to upgrade their knowledge and skills with the activities of Welas Asih Abah Ambu Academy (WAAAA) and collaborative parenting as a form of collaboration between schools and parents in educating students with Welas Asih Abah Ambu Academy (WAABA) activities. Basic peace value material is given during the orientation period of students with the name Welas Asih untuk Semesta (Compassion for the Universe). In this program, students and parents must be committed to supporting the implementation of anti-bullying policies and culture. Life skills-based education is applied in Peacesantren Welas Asih with an emphasis on 21’st century skills, namely literacy, competence, and character. The guidance follows 3 Guidance Pillars, namely, positive discipline, reflective relationship, and effective learning using the Project-based Learning, Problem-based Learning, and Discovery Learning models using the Design For Change method, with the FIDS (Feel, Imagine, Do and Share) learning system.
العقود المركبة في الإجارة المنتهية بالتمليك في المصارف الإسلامية Reskie Novita
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v18i2.7435

Abstract

The appearance of innovative thoughts, which mostly originated by Westerns, in the development of ‘aqad (the letter of contract) has made ways in enhancing the scope of commerce. The innovation of ‘aqad also has been applied to banking products in Indonesia, both in conventional and sharia banking systems. Among available new banking products is IMBT (ijarah muntahiyah bittamlik) or sale and lease back. Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRI Syariah) is considered as one of Islamic banking which has issued and distributed this kind of banking product for fulfilling the needs of clients. This study has several aims. Besides having a deep understanding the IMBT as a banking product and analyzing the aqad’s, this study was also established for addressing the implementation of IMBT’s aqad’s, whether they are acceptable by Islamic financial principle, which absolutely intends to prevent any parties from the practices of riba, or not. This research is a field study. Secondary quantitative data were addressed firstly prior to the primary quantitative data. In order to obtain a more precise findings and conclusions, the collection of quantitative data was followed by collecting qualitative data through conducting interview sessions on staffs of BRI Syariah Surakarta. Findings of this study show that the IMBT is a multiple contract complicated by sell,rent and hibah, the formula contact of sale and lease back / ijarah muntahiyah bittamlik at bank BRI sharia Surakarta is end by hibah and it is permissible because of every contract is fulfilled by term, condition and pillar or sharia.Kemunculan beberapa inovasi pemikiran yang kebanyakan berasal dari Barat dalam hal pengembangan ‘aqad atau kontrak telah membuat ruang lingkup jual beli menjadi lebih luas. Inovasi dalam ‘aqad juga terjadi pada produk-produk perbankan di Indonesia, baik itu pada perbankan konvensional maupun perbankan syariah. IMBT (ijarah muntahiyah bittamlik) adalah salah satu produk perbankan yang dapat diakses di Indonesia. BRI Syariah adalah salah satu bank syariah yang menjual produk ini untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan. Selain dalam rangka memahami secara mendalam IMBT sebagai sebuah produk perbankan dan melakukan analisa terhadap aqad yang ada, penelitian ini juga bertujuan untuk melihat apakah implementasi ‘aqad-‘aqad IMBT telah sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Islam yang mengharamkan praktik-praktik riba. Penelitian ini adalah penelitian lapangan. Data sekunder dikumpulkan terlebih dahulu sebelum data primer. Untuk mendapatkan temuan dan kesimpulan yang lebih tepat, pengumpulan data kualitatif dilakukan untuk melengkapi data sebelumnya melalui wawancara terhadap karyawan BRI Syariah Surakarta. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa produk IMBT merupakan dari praktek multiple kontrak yang didalam kontraknya terdiri dari akad beli , sewa dan hibah. Bentuk kotrak IMBT yang terlaksana di Bank BRI syariah Surakarta adalah kontrak/akad IMBT yang berakhir kepemilikan dengan hibah dan ini boleh karena sesuai dengan hukum syarat dan rukun rukunnya.  المعاملات المالية من أوسع الأبواب الفقهية حوت ضروبا من المعاملات المالية الحادثة، وألوانا من العقود المستجدة، ومن المنتجات المصرفية المعاصرة الإجارة المنتهية بالتمليك حيث أن الشركات والبنوك قد بدأت بتطبيق هذا العقد في بيع السكن والمحلات التجارية، وتجد الباحثة أن البنك BRI الشرعي بسوراكرتا يتعامل بهذا العقد. فتهدف هذا البحث إلى تحليل التعرف على ماهية الاجارة المنتهية بالتمليك من صورة عقدها فهى من العقود المركبة الحديثة وعن الواقع العملي في تطبيق هذا العقد. وإعطاء المعلومات البينة للعملاء المصرفي لكيلا يقع فى المعاملة المحرمة. ينهج هذا البحث منهجا اسقرائيا تحليليّا نظريّا تطبيقيا لأن هذا البحث يقوم على جمع المعلومات عمّا يتعلق بالإجارة المنتهية بالتمليك ومنهج تحليلها وتطبيقها في البنك BRI الشرعي بسوراكرتا، ولمعرفة شرعية عقد الإجارة المنتهية بالتمليك في البنك BRI الشرعي بسوراكرتا قمت بالمقابلة مع الموظف المختص به. فالنتيجة من خلال هذا البحث، إن الإجارة المنتهية بالتمليك من العقود المركبة تتركب فيها البيع والإجارة والهبة وصيغة عقد إلإجارة المنتهية بالتمليك في البنك BRI الشرعي بسوراكرتا منتهية بالهبة جائز لاستيفاء كل عقد من الأركان والشروط الشرعية.
ISLAMIC CHARACTER VALUES IN ECOLOGICAL EDUCATION PRACTICES AT SANGGAR ANAK ALAM (SALAM) NITIPTAYAN BANTUL Rifatul Anwiyah; Azam Syukur Rahmatullah; Aris Fauzan
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16662

Abstract

The purpose of this study is to analyze the values of Islamic character in the practice of ecological education in the non-formal school of Sanggar Anak Alam (SALAM), Nitiptayan, Bantul by examining the problem how the environmental practices carried out by the Nitiprayan Bantul Nature Studio? the ecological practices carried out by Sanggar Anak Alam?, how is the process of instilling Islamic character values in environmental practices at Sanggar Anak Alam?. based on the results of the data obtained, namely the importance of character education of Sanggar Anak Alam have a strong relationship with the substance of values in Islamic teachings which are reflected in fundamental aspects and give meaning to Islam. This study describes the development of the environment is to maintain the balance of nature and the balance of the social atmosphere. This research also confirms that the community, which also gives meaning to the relationship of spirituality with a deeper appreciation of religion, tends to have a deep concern for environmental issues. The character education process from this ecological practice can be shown from the learning cycle, namely awareness, habituation, actual training, example and reflection.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai – nilai karakter Islami dalam praktik pendidikan ekologi di sekolah non – formal Sanggar Anak Alam (SALAM), Nitiptayan, Bantul dengan mengkaji permasalahnnya bagaimana praktik ekologi yang dilakukan Sanggar Alam Nitiprayan Bantul ?, apa nilai karakter Islam yang terkandung pada praktik ekologi yang dilakukan oleh Sanggar Anak Alam ?, bagaimana proses penanaman nilai – nilai karakter Islam pada praktik ekologi di Sanggar Anak Alam ?.  berdasarkan hasil data yang didapatkan yaitu nilai – nilai pendidikan karakter Sanggar Anak Alam memiliki hubungan kuat dengan subtansi nilai dalam ajaran Islam yang tercermin dalam aspek – aspek yang nyata dan memberikan makna Islam. Penelitian ini digambarkan pengembangan lingkungan hidup adalah terpelihara keseimbangan alam dan keseimbangan lingkungan hidup sosial. Riset ini juga memberkan afirmasi bahwa komunitas yang juga memberikan makna pada hubungan spiritualitas dengan lebih menghayati agama cenderung punya kepedulian yang tinggi pada masalah lingkungan hidup. Proses pendidikan karakter dari praktik ekologi ini dapat ditunjukan dari siklus pemebalajaran yaitu penyadaran, pembiasaan, praktik nyata, keteladanan dan refleksi.  
MODEL DAKWAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA Sudarno Shobron
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i1.1966

Abstract

The existence of Transnational Islam Movement, Hizbut Tahrir, to Indonesiaadds the number of Islam movement conveying dakwah (missionary endeavor) askingto do the good deed and avoiding bad ones. Each organization has its different strategyand model though it is possible that there is similarity. Hizbut Tahrir came to Indonesiain 1983 by offering radical changing agenda, that is, changing the Indonesian politicalsystem to Khilafah al-Islamiyah.The Islamic political system gets appreciation form a number of Islamic people whowant changes. There are two dakwah strategies, that is, cultural and structural. Thecultural is by changing the awareness of the society about the importance of changes inIndonesia with only one way that is establishing political system Khilafah al-Islamiyah.Structural strategy is carried out by forming opinion for Islamic people and peoplethough rallies and khilafah conferences. The way to make the awareness of Islamicpeople is by dakwah.The Hizbut Tahrir missionary endeavor follows the Prophet Muhammad (peace beupon him) in making changes in Mecca and Medina though three phases, that isdevelopment of cadres, interaction to society and authority.Kehadiran gerakan Islam transnasional, Hizbut Tahrir, ke Indonesiamenambah jumlah gerakan Islam yang melakukan dakwah amar makruf nahi munkar.Masing-masing organisasi memiliki stratgei dan model dakwah yang berbeda-bedawalaupun tidak menutup kemungkinan ada persamaannya. Hizbut Tahrir datang keIndonesia pada tahun 1983 dengan menawarkan agenda perubahan yang radikal, yaknimerubah sistem politik Indonesia dengan sistem Khilafah al-Islamiyah.Sistem politik Islam tersebut mendapat apresiasi dari sebagian umat Islam yangmenginginkan perubahan. Strategin dakwah yang dilakukan ada dua, yakni kulturaldan structural. Kultural dengan merubah kesadaran umat Islam akan pentingnyaperubahan Indonesia, satu-satunya adalah dengan menegakkan sistem politik Khilafahal-Islamiyah. Stratgi struktural yang dilakukan dengan membentuk opini publik umatIslam dan rakyat Indonesia melalui demonstrasi-demonstrasi, konferensi khilafah. Jalanyang diambil agar kesadaran umat Islam itu terbentuk adalah dengan dakwah.Model dakwah Hizbut Tahrir mengikuti cara Rasulullah saw dalam melakukanperubahan di Mekkah dan Madinah dengan tiga tahap, yakni tahap pembinaan danperkaderan, tahap berinteraksi dengan masyarakat, dan tahap penerimaan kekuasaan.Kata Kunci: khilafah al-Islamiyah; kultural dan struktural; perubahan radikal.
WASATHIYAH: THEORY AND PRACTICE IN MUHAMMADIYAH FATWA DURING THE COVID-19 PANDEMIC الوسطية بين النظرية والتطبيق في الفتاوى المحمدية خلال جائحة كوفيد 19 : دراسة تحليلية Fajar Rachmadhani
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 23, No. 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v23i1.16793

Abstract

This study aims to analyze the moderate attitude (washathiyyah) that characterizes religious understanding in the Muhammadiyah Movement, especially in the conditions of the covid-19 pandemic, which until now has not ended. Muhammadiyah through its fatwa institutions, the Majelis Tarjih dan Tajdid have issued circulars or guidelines for the implementation of worship during the covid-19 pandemic, as a form of response to the problems that arise in the midst of a very diverse society in responding to the conditions of this covid pandemic, there are some people who are indifferent even underestimate the issue of this pandemic, by not complying with the health protocols that have been made by the government there are also some others who are too excessive in responding to it, resulting in looting or hoarding of goods, even panic buying that occurs in several places. So, this is where the role of Muhammadiyah as a moderate Islamic movement is to contribute both morally and materially, one of which is by providing moderate religious understanding in responding to this pandemic. This research includes qualitative research that focuses on library research which is descriptive analytical based on text studies, In this case, the researchers made Muhammadiyah Central Leadership Circular Number 02/EDR/1.0/E/2020, regarding Worship Guidelines. In the Covid-19 Emergency and several other Tarjih fatwas related to guidelines for the implementation of worship during the Covid-19 pandemic as primary data. To analyze the data, the researcher used qualitative analysis using the method of content analysis. This method is used to draw conclusions through efforts to bring out the characteristics of the message which is carried out objectively and systematically. الملخص : تهدف هذه الدراسة إلى تحليل الموقف الوسطي الذي أصبح سمة من سمات الجمعية المحمدية وخصائصها، وخاصة في حالة انتشار جائحة كوفيد-19. لقد أصدرت الجمعية المحمدية من خلال مجلس الترجيح والتجديد التابع لها الفتاوى والإرشادات في أداء العبادات أثناء جائحة كوفيد-19، استجابة للمشاكل التي يواجهها المجتمع الإندونيسي في شتى مواقفهم تجاه هذه الجائحة، منهم الأشخاص الذين لا يبالون بل يقللون من شأن قضية هذه الجائحة، من خلال عدم الامتثال للنظم الصحية التي وضعتها الحكومة، وبعض الآخر يبالغون في الاستجابة لها، مما يؤدي إلى نهب البضائع أو احتكارها، والشراء الذعر الذي حدث في العديد من الأماكن. فمن هنا، كان للجمعية المحمدية -بصفتها حركة إسلامية وسطية- دور هام  في المساهمة معنويًا كان أو وماديًا، من خلال توفير المفاهيم الدينية الوسطية للمجتمع في الاستجابة لهذه الجائحة.  يعتبر هذا البحث بحثا نوعيا بحيث يركز على البحث في المكتبات وهو بحث تحليلي وصفي يعتمد على دراسات نصية، وفي هذه الدراسة قام الباحث بدراسة منشور القيادة المركزية المحمدية رقم 02 / EDR / 1.0 / E / 2020  بشأن إرشادات العبادات خلال جائجة كوفيد-19 كبيانات أولية. ولتحليل البيانات استخدم الباحث المنهج التحليل النوعي بحيث تستخدم هذه الطريقة لاستخلاص النتائج من خلال الجهود المبذولة لإخراج خصائص الرسالة التي يتم تنفيذها بشكل موضوعي ومنهجي.
KINERJA GURU BERSERTIFIKASI DALAM MENINGKATKAN MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH SUDUNG KEDUNGTUBAN BLORA TAHUN 2015 Sudarno Shobron; Suyanto Suyanto
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 1, Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i01.2100

Abstract

The performance of school teachers be one of the important factors in improving theschools quality. Certified teachers in Ibtidaiyah Elementary School of Muhammadiyah SudungBlora include planning and implementation of education quality development has been carriedout effectively and efficiently. It is characterized by the realization of the development of theimplementation of learning and learning outcomes in accordance with the vision and missionof the madrassa. support Factor in improving education quality management are 1) Availabilityof adequate learning media and support ongoing learning activities; 2) The interest andenthusiasm of students is increasing in participating in learning activities; 3) Preparation ofteachers in teaching is increasing; 4) The climate in the classroom learning environment moreconducive; 5) There is full support of the school community, society, and government; 6) Suppliedfacilities for picking up the students to and from school by teachers. Inhibiting factors inimproving the quality of education management in MI Muhammadiyah Sudung are 1) Lackof facilities to support the library and its contents; 2) Many teachers who are still miss match(not in accordance with the latest science education qualifications); 3) Lack of infrastructureeg. UKS room, and laboratory, so it is still a hard time in learning practices.Keywords: teacher performance; certification; management quality; education.Abstrak: Kinerja guru disekolah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkanmutu sekolah. Guru bersertifikasi di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Sudung KabupatenBlora meliputi perencanaan dan pelaksanaan pengembangan mutu pendidikan telahdilakukan secara efektif dan efisien. Hal ini ditandai dengan terwujudnya pengembanganpelaksanaan pembelajaran dan hasil pembelajaran sesuai dengan visi dan misi madrasah. Fakorpendukung dalam meningkatkan manajemen mutu pendidikan ialah 1) Tersedianya mediapembelajaran yang memadai dan menunjang berlangsungnya kegiatan belajar mengajar; 2)Minat dan semangat siswa semakin meningkat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran; 3)Persiapan guru dalam pembelajaran semakin meningkat; 4) Iklim lingkungan belajar dalamkelas yang semakin kondusif; 5) Adanya dukungan penuh dengan warga sekolah, masyarakat,dan pemerintah; 6) Disediakan fasilitas antar jemput siswa saat berangkat dan pulang sekolaholeh guru-guru. Faktor penghambat dalam meningkatkan manajemen mutu pendidikan di MIMuhammadiyah Sudung ialah 1) Kurangnya fasilitas pendukung perpustakaan beserta isinya;2) Tenaga pengajar masih banyak yang miss match (tidak sesuai dengan kualifikasi ilmupendidikan terakhir); 3) Kurangnya sarana prasarana misalnya ruangan UKS, dan laboratorium, sehingga masih kesulitan saat praktek pembelajaran.Kata Kunci: kinerja guru; sertifikasi; manajemen mutu; pendidikan.
APLIKASI PEMBELAJARAN PAI (PENDIDIKAN AGAMA ISLAM) METODE IBL (INQUIRY BASED LEARNING) BERBASIS ZONE ACTIVITY DI SEKOLAH DASAR LEBAH PUTIH SALATIGA Wahyu Budi Utomo
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11652

Abstract

The purpose of this study is to describe the application of Islamic religious education learning with zone based activity inquiry based learning methods implemented at SD Lebah Putih Salatiga. This research is a field research. The method used by researchers in compiling this research is a descriptive qualitative method, with a taxonomic analysis (classification) model based on focus on one domain, and only one characteristic in common. Data collected through observation, interviews, and documentation. The results of this study are applications of Islamic religious education learning with zone based activity inquiry based learning methods applied at SD Lebah Putih Salatiga, namely by making learning classified according to the abilities of each student, such as: the ability to read and write the Koran, the ability memorize short letters and the ability to understand the context of the teachings of the Koran in daily life (according to age level). Classification of abilities in understanding religion is prioritized not just in class level classification, as most schools present Islamic religious education normally. At SD Lebah Putih the learning is called Zone Activity which is a development of Morning Activity. The implementation of zone activity-based PAI learning is carried out with the following steps, such as: designing lesson plans, implementing and evaluating.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Aplikasi pembelajaran pendidikan agama Islam dengan metode inquiry based learning berbasis zone activity yang diterapkan di SD Lebah Putih Salatiga. Penelitian ini adalah penelitian lapangan. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam menyusun penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan model analisis taksonomi (klasifikasi) yang didasarkan fokus terhadap salah satu domain, dan hanya satu karakteristik yang sama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah aplikasi pembelajaran pendidikan agama Islam dengan metode inquiry based learning berbasis zone activity yang diterapkan di SD Lebah Putih Salatiga, yaitu dengan membuat pembelajarannya terklasifikasikan menurut kemampuannya masing-masing anak didik, seperti: kemampuan baca tulis al-Qur’an, kemampuan menghafal surat-surat pendek serta kemampuan memahami konteks ajaran al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari (sesuai tingkatan umurnya). Klasifikasi kemampuan dalam pemahaman agama lebih diprioritaskan bukan pada klasifikasi tingkat kelas saja, seperti kebanyakan sekoalah menyajikan pendidikan agama Islam biasanya. Di SD Lebah Putih pembelajaran tersebut dinamakan Zone Activity yang merupakan pengembangan dari Morning Activity. Pelaksanaan dalam pembelajaran PAI berbasis zone activity tersebut dilakukan dengan beberapa langkah berikut, seperti: perancangan RPP, pelaksanaan dan evaluasi.