cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 473 Documents
مواقف ابن قدامة تجاه آراء المعتزلة الأصولية من خلال كتاب روضة الناظر وجنة المناظر Muhamad Subhi Apriantoro; Muhammad Muinudinillah Basri
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v18i1.6355

Abstract

This publication discusses the thought of ushul fiqh Mu’tazilah in the book of Raudhot an-Nadzir wa Jannat al-Manadzir written by Ibnu Qudamah. The book is the summary of Al Mustashfa written by Imam Al Ghozali. Al Mustasfha contains diction which is not easily understood. It relates with the method used by Imam Al Ghazali namely method of Al-Mutakallimin. Therefore, book of Raudhot an-Nadzir wa Jannat al-Manadzir discusses the thought of ushul fiqh Mu’tazilah. The method of the research was qualitative method. It can be identified that Ibnu Qudamah adopts the thought of Al Ghozali without putting down his name in his book. In this book, Ibnu Qudamah sometimes has the same and different opinion with Al Ghozali. However, they also have same thought with different sampling cases. The thought of ushul fiqh Mu’tazilah influences the method of contemporary ushul fiqh. One of the influences is a human freedom to do ijtihad with the right to create their own fate. There is also a difference between old and new Mu’tazilah.  In the old perspective, the law consideration is about God (theocentric). Meanwhile, in the new perspective, the law consideration is about human (anthropocentric) يبحث في هذه النشرة عن آراء المعتزلة الأصولية التي أوردتها ابن قدامة خلال كتابه روضة الناظر وجنة المناظر لما كان هذا الكتاب مختصرا من كتاب المستصفى في علم الأصول لأبي حامد الغزالي فقد عرض كثير من عبارته بغموض وإبهام. هذا لا يخرج عن كون الغزالي نهج منهج المتكلمين في كتابة المستصفى. لهذا قد تميز روضة الناظر بآراء المعتزلة الأصولية. سلك الباحث منهج كيفي تبين من البحث أن ابن قدامة مهما كان أخذ كثير من آراء الغزالي في كتابه، وهو لم يذكر اسم الغزالي قط خلال كتابه، وافق الغزالي تارة وخالفه تارة، أو وافقه في المعنى وخالفه في الأمثلة. وآراء المعتزلة الأصولية لها تأثير كبير في مناهج الأصولية المعاصرة، منها أن باب الاجتهاد فتح بشكل واسع للحرية الأفعال الإنسانية، وجود الفروق بين مبنى الفكرة المعتزلة القدماء بمن يدعى أنه المعتزلة بثوبها الجديد. أن المعتزلة القدماء يجعلون الإله محور كل شيء، أما المعتزلة المعاصرة فإنهم جعلوا الإنسان محور كل شيء.
PENGGUNAAN MEDIA AL-QUR’AN BRAILLE BOOK DAN BRAILLE DIGITAL BAGI TUNANETRA DI SURAKARTA Faridatul Husna Widiarti
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 2, Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i2.8118

Abstract

Qur'anic learning is needed by all Muslims. The learning process starts from studying the Qur'an, reading the verses of the Qur'an, understanding the contents and content of the verses of the Qur'an, practicing the content of the verses. Learning requires media or an effective intermediary. The learning of the Qur'an uses the Qur'an's media. Particularly for blind disability students, students who experience obstacles in their vision either do not function one or do not function both, the Qur'anic learning requires media that are in accordance with the abilities of students. The media used in the Al-Qur'an learning for net disabilities is the Al-Qur'an Braille. The researcher conducted a study of community organizations in the city of Surakarta, the organization of the Indonesian Muslim Blind Association in the Surakarta Regional Leadership Council in 2018 which organizes Qur'anic learning with the media of the Qur’an Braille book and the digital Braille Qur'an. Problems begin with (1) How can the use of the Koran Braille book and al-Qur'an digital Braille (2) what are the advantages and disadvantages of using digital Braille book and al-Qur'an Braille media ( 3) how successful is the use of the Braille book and digital Braille al-Qur'an media. Aim to find out the uses, strengths and weaknesses, and the level of success of the Koran Braille book and the digital Braille Qur'an. This study uses qualitative descriptive data collection through field observations, interviews with a number of resource persons, documentation of events in the field. The results of this study are expected for educators to master the media used in learning, as well as for educators and observers of education to develop and innovate the learning process for blind disability learners. Pembelajaran al-Qur’an diperlukan seluruh umat muslim. Proses pembelajaran bermula dari mempelajari al-Qur’an, membaca ayat-ayat al-Qur’an, memahami isi dan kandungan ayat-ayat al-Qur’an, mengamalkan kandungan ayat-ayat tersebut. Pembelajaran memerlukan media atau perantara yang tepat guna. Pembelajaran al-Qur’an menggunakan media al-Qur’an. Khusus peserta didik disabilitas netra, peserta didik yang mengalami hambatan dalam penglihatannya baik tidak berfungsi salah satu atau tidak berfungsi keduanya, pembelajaran al-Qur’an memerlukan media yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. Media yang digunakan pada pembelajaran al-Qur’an bagi disabilitas netra adalah al-Qur’an Braille. Peneliti melakukan penelitian terhadap organisasi masyarakat di kota Surakarta, organisasi Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia Dewan Pimpinan Daerah Surakarta Tahun 2018 yang menyelenggarakan pembelajaran al-Qur’an dengan media al-Qur’an Braille book dan al-Qur’an Braille digital. Permasalahan berawal dari (1) Bagaimana penggunaan media al-Qur’an Braille book dan al-Qur’an Braille digital (2) Apa kelebihan dan kekurangan dari penggunaan media al-Qur’an Braille book dan al-Qur’an Braille digital (3) Bagaimana tingkat keberhasilan dari penggunaan media al-Qur’an Braille book dan al-Qur’an Braille digital. Bertujuan untuk mengetahui penggunaan, kelebihan dan kekurangan, dan tingkat keberhasilan dari media al-Qur’an Braille book dan al-Qur’an Braille digital. Penelitian ini menggunakan diskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan sejumlah nara sumber, dokumentasi kejadian di lapangan. Hasil dari penelitian ini diharapkan untuk pendidik menguasai media-media yang digunakan dalam pembelajaran, serta untuk pendidik dan pemerhati pendidikan untuk mengembangkan dan menginovasi proses pembelajaran bagi peserta didik disabilitas netra.
DAKWAH DAN JIHAD DALAM ISLAM: STUDI ATAS PEMIKIRAN K.H.M. HASYIM ASY’ARI Muh Shofi Al Mubarok; Sudarno Shobron
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 16, No. 2, Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v16i2.1847

Abstract

Muhammad Hasyim Asy’ari was a scholar known as scholars and Indonesian freedom fighters. The formulation of the problem in this paper begin with a question; how the propaganda struggle and Jihad Muhammad Hasyim Asy’ari and how the activity and its contribution in propaganda and jihad. the goal is to understand his thoughts in propaganda and jihad, so it can be a model for the next generation and society in general. Methods This study uses primary data source that examines the writings of Muhammad Hasyim Asy’ari, and the secondary source data. These two sources are obtained using literature study (library research). Therefore, this research includes bibliographic and qualitative research types, purely library research (library research) with historical-philosophical approach. The data obtained will be analyzed sequentially and interactionist which consists of three stages: 1) Reduction of data, 2) Presentation of data, 3) Withdrawal conclusion or verification.Keywords: propaganda; jihad; muhammad hasyim asy’ari.
MAKANAN HALAL PERSPEKTIF MAJLIS ULAMA INDONESIA (MUI) DI KOTA PALANGKA RAYA Ahmad Dhea Satria
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16694

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini berkembang sangatlah pesat, demikian juga terhadap makanan yang mana saat ini sangat banyak sekali produk-produk makanan yang beredar disekitar kita. Untuk seorang muslim hendaknya mewaspadai atau memperhatikan makanan yang hendak dimakannya, karena hal tersebut merupakan perintah agama Islam. Makanan merupakan suatu kebutuhan pokok bagi manusia. Dalam memilih makanan, kebanyakan konsumen lebih mengutamakan cita rasa makanan dan kurang memperdulikan kehalalannya. Sejalan dengan ajaran syariah Islam konsumen Muslim menghendaki agar produk-produk yang akan dikonsumsi terjamin kehalalannya dan kesuciannya. Dalam ketentuan halal, haram, thayyib, dan syubhat terkandung nilai spritual serta mencerminkan keluhuran budi pekerti dan akhlak seseorang. Oleh karenanya, syariah Islam menaruh perhatian yang sangat tinggi dalam menentukan makanan mimunan itu halal, haram, atau meragukan (syubhat).Abstract: The development of technology is currently growing very rapidly, as well as for food which is currently very much food products circulating around us. For a Muslim should be aware of or pay attention to the food he wants to eat, because this is an Islamic religious commandment. Food is a basic need for humans. In choosing food, most consumers prioritize the taste of food and pay less attention to its halalness. In line with the teachings of Islamic sharia, Muslim consumers want the products to be consumed to be guaranteed halal and pure. The provisions of halal, haram, thayyib, and syubhat contain spiritual values and reflect the nobility of one's character and morals. Therefore, Islamic sharia pays very high attention to determining whether drinking foods are halal, haram, or doubtful (syubhat). 
APLIKASI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA PROSES PEMBELAJARAN RUMPUN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Badrus Zaman
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9950

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the concept of a contextual approach and the application of a contextual approach to the learning process of the Islamic Education Group in Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Boyolali. This research is a field research (Field Research), namely research conducted directly with the object of research and carried out data collection in the field. This type of research is a descriptive qualitative study conducted at MTs Negeri 4 Boyolali in August-November 2019, data collected through observation, documentation, and interview methods. The analysis was carried out using interactive analysis with three components namely data reduction, data display and conclusion drawing. The results of this study are contextual approaches are learning concepts that help teachers link material taught with real-world situations and encourage students to connect the knowledge they have with their application in their lives as family and community members. While the application of a contextual approach to the learning process of PAI Clump in Tsanawiyah Negeri 4 Boyolali Madrasah is by Implementing seven main components in its application, namely 1. Constructivism (Contructivism), 2. Finding (Inquiry), 3. Asking (Questioning), 4. Learning Community (Learning Community), 5. Modeling, 6. Reflection and 7. Authentic Assessment. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep pendekatan kontekstual dan aplikasi pendekatan kontekstual pada proses pembelajaran Rumpun PAI di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Boyolali. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung dengan objek penelitian dan dilaksanakan pengumpulkan data di lapangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan di MTs Negeri 4 Boyolali pada bulan Agustus-November 2019, data dikumpulkan melalui metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis yang dilakuakan menggunakan analisis interaktif dengan tiga komponen yakni reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah Pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru dalam mengaitkan materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa untuk menghubungkan pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Sedangkan aplikasi pendekatan kontekstual pada proses pembelajaran Rumpun PAI di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Boyolali yaitu  dengan Melaksanakan tujuh komponen utama dalam pengaplikasiannya, yaitu 1. Konstruktivisme (Contructivisme), 2. Menemukan (Inquiry), 3. Bertanya (Questioning), 4. Masyarakat Belajar (Learning Community), 5. Pemodelan (Modelling), 6. Refleksi (Reflection) dan 7. Penilaian Sebenarnya (Authentic Assesment).
ANALISIS KRITIS METODOLOGI PERIWAYATAN HADITS SYIAH (Studi Komparatif Syiah-Sunni) Bahrul Ulum; Zainudin MZ
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i2.2013

Abstract

Shi’i Ithna Asy’ariyah is a group of Muslims who have different hadithbooks with a majority of Muslims. In the making of the book, the Shiite cleric has itsown methods, particularly in the narration. This study aims to determine the methodof narration Shia hadith. The authors use historical methods and critical analysis.Hitorical method used to determine the historical journey through the establishment ofideas in the book-making, paradigm used to look at the use of the method, and backgroundaffect his thinking. From the results of this research is basically the Shia do not have anaccurate and scientific methods in determining the hadith narration track. Since thebeginning, the scholars they pay less attention to this issue. They began to conductstudies after receiving criticism from Sunni clerics and modeled after the method usedby the Sunnis. However, they still have difficulties because they do not have enoughmaterial to do that.Key words: shi’i, hadith, transmitterSyi’ah Itsna Asy’ariyah adalah sekelompok Muslim yang memiliki bukubukuhadits yang berbeda dengan mayoritas Muslim. Dalam penyusunan buku ini,ulama Syiah memiliki metode sendiri, terutama dalam periwayatan hadis. Makalah inibertujuan untuk mengetahui metode narasi hadits Syiah. Penulis menggunakan metodehistoris dan analisis kritis. Metode hitoris digunakan untuk menentukan perjalanansejarah melalui pembentukan ide-ide dalam buku, keputusan, paradigma yang digunakandan melihat penggunaan metode, serta latar belakang mempengaruhi pemikirannya.Makalah ini menegaskan bahwa pada dasarnya adalah Syiah tidak memiliki metodeyang akurat dan ilmiah dalam menentukan periwayatan hadits. Sejak awal, para ulamamereka kurang memperhatikan masalah ini. Mereka mulai melakukan penelitian setelahmendapat kecaman dari ulama Sunni dan mencoba menggunakan metode yangdigunakan oleh kaum Sunni. Namun, mereka masih mengalami kesulitan karena merekatidak memiliki cukup bahan untuk melakukan hal tersebut.Kata kunci: syiah, hadis, periwayatan
PREMARITAL OF PRIVATE EDUCATION IN KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) SEMARANG DISTRICT Amat Mulyoko
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11643

Abstract

Guidance of adolescent before marriage is carried out by Islamic Religious Instructor, Head and KUA Head. Islamic religious leaders guide mosque adolescents, prayer rooms and teaching assembly through routine or weekly teaching activities. The headman and head of the KUA carry out coaching for the bride and groom before the marriage ceremony. The lack of funds received by the KUA resulted in the implementation of the bride and groom course which caused the implementation to be not carried out to all prospective brides and responded by the KUA of Semarang regency through the private coaching of the bride and groom who wanted to carry out the wedding. This research is a qualitative analytic research and is a type of field research. Primary data sources, namely data obtained from interviews with the Office of the Ministry of Religion in Semarang, KUA in all districts of Semarang, and participants in premarital sex education, and secondary data in the form of books on marriage. Data collection methods are done by interview, documentation, and observation.
THE LEGALITY OF INTERRELIGIOUS MARRIAGE IN THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND INDONESIAN POSITIVE LAW Muchammad Ichsan
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 2, Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i02.5300

Abstract

This study aims at examining the legality of interreligious marriage according to Islamic law and Indonesian positive law. To reach the goal set by this research, a descriptive method is used in the writing while an analytical method is employed to scrutinize the relevant problems. This study finds that interreligious marriage has spread widely among Indonesians that it has now become a phenomenon. However, Islam does not recognize a Muslim woman's marriage unless she is married by a man belonging to the same religion, i.e. a Muslim. A Muslim man is not permitted to marry a mushrik (polytheist) woman. It is lawful for him to marry a woman from the Ahlul Kitaab (Jews and Christians), but Indonesian ulemas prohibit such a marriage as well because of the negative outcomes. Meanwhile, the 1974 Indonesian Marriage Law fails to address the issue of interreligious marriage in a clear manner. This brings forth at least three interpretations: firstly, the law does not regulate interreligious marriage at all; secondly, the law allows it; and thirdly, the law denies it. Through an analysis, the last interpretation is found to have stronger reasons than the others.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji legalitas pernikahan antaragama menurut hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Agar tercapai tujuan yang diinginkan, maka penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menganalisis masalah yang sedang diteliti. Studi ini menemukan bahwa pernikahan antaragama telah menyebar luas di kalangan masyarakat Indonesia yang kini telah menjadi fenomena. Namun, Islam tidak mengenali pernikahan wanita Muslim kecuali jika dia menikah dengan pria yang memiliki agama yang sama, yaitu seorang Muslim. Seorang pria Muslim tidak diizinkan untuk menikahi wanita musyrik (politeis). Dan halal baginya untuk menikahi wanita dari Ahlul Kitaab (Yahudi dan Kristen), namun sebagian ulama Indonesia tetap melarang pernikahan semacam ini, karena beberapa alasan. Sementara itu, Undang-Undang Perkawinan Indonesia 1974 gagal menangani masalah pernikahan antaragama dengan cara yang jelas. Ini setidaknya menghasilkan tiga interpretasi: pertama, hukum sama sekali tidak mengatur pernikahan antaragama; Kedua, hukum mengizinkannya; Ketiga, undang-undang tersebut menolaknya. Melalui sebuah analisis tersebut di atas, disimpulkan bahwa jenis interpretasi yang terakhir ditemukan memiliki alasan yang lebih kuat daripada alasan yang lainnya.
KEARIFAN LOKAL SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL: STUDI HIDDEN CURRICULUM DI PONPES NURUL HUDA SRAGEN Siti Afiah; Musa Asy'arie; Sekar Ayu Aryani
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i2.13092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kearifan lokal dipraktekkan sebagai sarana pendidikan Islam, bagaimana hidden curriculum berimplikasi terhadap perilaku santri serta berperan dalam penguatan karakter multikultural. Menggunakan metode kualitatif yang bersifat eksploratif dengan fokus  holistik yaitu place, actor dan activity. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Sumber data sesuai  purpossive sampling adalah semua unsur personalia yang terlibat dalam kegiatan  pondok pesantren. Hasil penelitian diantaranya (1) kearifan lokal sebagai sarana pendidikan Islam dipraktekkan dengan menyampaikan nilai-nilai Islam melalui kegiatan budaya lokal seperti pagelaran wayang kulit, filsafat Jawa dalam kemasan bahasa yang sederhana, arsitektur masjid model Jawa yang mengutamakan keterbukaan dan kebersamaan serta upaya pelestarian budaya tradisional yang berakar pada rasa syukur kepada Tuhan. (2) Hidden curriculum berimplikasi terhadap perilaku santri  melalui wejangan dan tausiah pimpinan pondok. (3) Peranan hidden curriculum dalam penguatan karakter multikultural terlihat dari softskill santri yang menunjukkan kemampuan membangun sikap toleransi, kebersamaan dan kesetaraan.
METODE PENGAJARAN KECERDASAN EMOSIONAL MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA Muhammad Thoriq Fauzan
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7754

Abstract

The background of this research is the method of teaching in formal school in general less attention to emotional development. The problems seen in MTs N Tanon are, among others, many who like to play truant, less attention to school tasks, not focus on solving problems such as lack of discipline in dressing, smoking out of school during school hours and school time and no less respect to the teacher and the teacher in the school. Therefore, additional curriculum is needed to complement the curricular activities so that the students' emotional development becomes more holistic and comprehensive. Learning emotional intelligence will benefit the students themselves and the people around them. The purpose of this study is to describe the learning method in MTs N Tanon and also to know the impetus and impediment of emotional teaching in MTs N Tanon. The type of this research is by using descriptive qualitative, and using ethnography approach. Data method by interview, observation, and documentation. The results of this study indicate that: First, the method of teaching emotional intelligence is in accordance with the characteristics of teaching methods of emotional intelligence or called the five dimensional methods of teaching emotional intelligence, emotions in terms of morals, thinking skills EQ, problem solving, social skills, self motivation and ability to perform. Second there are supporters and obstacles in the method of teaching emotional intelligence through extracurricular scout activities in MTs N Tanon. Supporting teaching methods Supporting factors include intrinsic and extrinsic factors. The intrinsic factor is the motivation in students to commit themselves to extracurricular activities. Extrinsic factors that contribute to the success of extracurricular activities in MTs N Tanon include the dedication of extra pengampu, a conducive environment, the existence of competition and support from the school. The inhibiting factor inhibiting methods of extracurricular activities in MTs N Tanon is the number of children left behind by parents and lack of understanding from teachers at MTs N Tanon. Latar belakang penelitian ini adalah metode pengajaran disekolah formal pada umum  nya kurang memperhatikan pengembangan kecerdasan emsoional.  Permasalahan yang terlihat di MTs N Tanon antara lain masih banyak nya siswa yang suka membolos, kurang perhatian terhadap tugas-tugas sekolah,  tidak fokus pada penyelesaian masalah seperti kurang displin dalam berpakaian, merokok diluar sekolah sewaktu jam pelajaran maupun waktu pulang sekolah dan juga kurang hormat terhadap bapak dan ibu guru di lingkungan sekolah. Untuk itu diperlukan pengajaran pada ekstra kurikuler sebagai pelengkap pada kegiatan ko kurikuler, sehingga perkembangan  emosi siswa menjadi lebih holistik dan komprehensif. Memeliki kecerdasan emosi akan bermanfaat bagi siswa itu sendiri dan orang-orang yang disekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi metode pengajaran kecerdasan emosional di MTs N Tanon dan juga mengetahui pendorong dan penghambat pengajaran kecerdasan emosional di MTs N Tanon.  Jenis penelitian ini berupa penelitian lapangan dengan analisis deskriptif kualitatif, dan memakai pendekatan etnografi .Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, Metode pengajaran kecerdasan emosional sudah sesuai dengan ciri-ciri metode pengajaran kecerdasan emosional atau disebut dengan lima dimensi metode pengajaran kecerdasan emosional yaitu emosi dari segi moral, ketrampilan berpikir EQ, pemecahan masalah, ketrampilan sosial, motivasi diri dan kemampuan berprestasi. Kedua terdapat pendukung dan penghambat dalam metode mengajarkan kecerdasan emosional melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka di MTs N Tanon. Pendukung metode pengajaran Faktor penunjang tersebut antara lain faktor intrinsik dan esktrinsik. Faktor instrinsik adalah motivasi dalam diri siswa untuk berkomitmen dalam kegaiatan ekstrakurikuler. Faktor ekstrinsik yang berperan terhadap kesuksesan kegiatan ekstrakurikuler di MTs N Tanon antara lain dedikasi pengampu ekstra, lingkungan yang kondusif, adanya kompetisi serta dukungan dari pihak sekolah. Adapun penghambat Faktor penghambat dalam metode mengajarkan kegiatan ekstrakurikuler di MTs N Tanon adalah banyak nya anak- anak yang ditinggal oleh orang tua dan kurang adanya kesepahaman dari guru di MTs N Tanon