cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 473 Documents
HUBUNGAN SAINS DAN AGAMA: Refleksi Filosofis atas Pemikiran Ian G. Barbour Waston Waston
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i1.1968

Abstract

This paper investigates Ian G. Barbour’s thoughts on the relationship betweenscience and religion from the perspective of philosophy of knowledge, and observes itsrelevance for the development of Islamic contemporary thought. The research findsthat according to Barbour there are four typologies of the relationship between scienceand religion, namely: (1) Conflict typology, which includes ‘Biblical Literalism’ and‘Scientific Materialism’; (2) Independence typology, which includes ‘Contrasting Methods’(including existentialism and neo-orthodoxy) and ‘Differing Languages’ (i.e.analytic traditions); (3) Dialogue, which contains ‘Presuppositions and Limit Questions’,and ‘Methodological Parallels’; and (4) Integration, which consists of the three subtypologies‘Natural Theology’, ‘Theology of Nature’, and ‘Systematic Synthesis’ (whichis indebted to Whitehead’s process theology). The some opinion comes from Cristianteology, John F. Haught. He finds there are four approachs to study the relation betweenscience and religion, namely: conflict, contras, contact, and confirmation. But Somescholars critize Barbour’s typlogies, among them are Cristian and Islamic teology:Houston Smith and Seyyed Hossein Nasr. Both of the note that Barbour’s integrationhas subordinate theology under science; the theology are modofied for the shake ofscientific invention. For Smith and Nasr, who are the supporters of perennial philoshopy,it is the theology in terms of Tradition that should be the parameter of scientific theories.Key words: Ian Barbour; conflict; dialogue; independence; integration, science-religionrelationship.Makalah ini membahas mengenai pemikiran Ian G. Barbour tentang hubunganantara sains dan agama dari perspektif filsafat ilmu dan bagaimana relevansinya denganperkembangan pemikiran Kristen dan Islam kontemporer. Pembahasan ini menemukan bahwaterdapat empat tipologi hubungan sains dan agama yang dibuat Barbour yaitu: (1) Tipologikonflik, yang melibatkan antara materialisme ilmiah dan literalisme biblical. (2) Tipologiindependen, memisahkan dua tipe itu dalam dua kawasan yang berbeda. Keduanya dapatdibedakan berdasakan masalah yang ditelaah, domain yang dirujuk, dan metode(eksistensialisme dan neo-ortodoksi) yang digunakan dan dua bahasa dan dua fungsinyayang berbeda (tradisi analitik) (3) Tipologi dialog, yang mempertimbangkan pra-anggapandalam upaya ilmiah, atau mengeksplorasi dalam kesejajaran metode antara sains dan agama,(4) Integrasi, yang terdiri dari natural theology, theology of nature, sintesis sistematis (sainsataupun agama memberikan kontribusi pada pengembangan metafisika inklusif seperti telogifilsafat proses Whitehead). Pandangan yang mirip tetapi tak sama dengan Barbour diajukanBarolehJohn F. Haught yang membagi pendekatan ilmu dan agama menjadi: konflik, kontras,kontak, dan konfirmasi. Keempat pandangan ini bisa dilihat sebagai semacam tipologi sepertiyang dibuat Barbour, namun Haught juga melihatnya sebagai semacam perjalanan. Tetapi,terdapat beberapa kritik dari pemikir Kristen dan Islam kontemporer terhadap tipologi yangdibuat oleh Barbour. Diantaranya kritik yang dilakukan oleh Houston Smith dan SeyyedHossein Nasr. Keduanya mengkritik Integrasi Barbour karena di sini teologi tampak sepertiditaklukkan oleh sains; teologi diubah demi mempertimbangkan hasil-hasil pengkajian sain.Bagi Smith dan Nasr yang keduanya pendukung filsafat perenial, yang sebaliknyalah yangseharusnya terjadi: teologi tepatnya Tradisi menjadi tolok ukur teori-teori ilmiah.Kata Kunci: Ian Barbour; konflik; dialog; independen; integrasi; hubungan sain-agama.
PENERAPAN PEMBELAJARAN ONLINE TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN DIPENGARUHI BUDAYA BELAJAR Imam Basuki; Dahris Sahab; Bias NE
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 23, No. 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v23i1.16795

Abstract

: This study uses a quantitative research approach that focuses on hypothesis testing to find the truth of the hypothesis which is then carried out by statistical tests to provide information and explanations in the form of accurate data so that it can be analyzed further. Research that aims to investigate behavioral changes that occur in students is influenced by the interaction of lecturers with students and virtual student interactions with students. This study aims to find the right concept of learning methods in fostering achievement motivation and building a student learning culture in the polytechnic education environment, especially in the theoretical subject group. The sample of this study was 135 people who were selected by selecting the sample using proportional sampling and purposive sampling methods. Analysis of the data used is path analysis. The results of testing the third hypothesis (H3) with Path Analysis showed that the online learning variable through the Learning Culture variable as a mediating variable had an effect of 0.617 on Learning Outcomes and was accepted at a significance level of 5% (p0.05) and from the Sobel test, it was obtained tcount = 3.702 is greater than t table with a significance level of 0.05, which is 2.301, so it can be concluded that the mediation coefficient of 0.617 is significant, so that the hypothesis (H3) is accepted, namely Learning Culture has an effect on the relationship between Online Learning and Learning Outcomes.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif yang memfokuskan pada pengujian hipotesis untuk menemukan kebenaran dari hipotesis yang selanjutnya dilakukan uji statistik untuk memberikan informasi dan penjelasan berupa data-data yang akurat agar dapat dianalisis lebih lanjut. Penelitian yang bertujuan menyelidiki perubahan perilaku yang terjadi pada mahasiswa dipengaruhi oleh interaksi dosen dengan mahasiswa dan interaksi mahasiswa dengan mahasiswa secara maya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsep metode pembelajaran yang tepat dalam menumbuhkan motivasi berprestasi serta membangun budaya belajar mahasiswa di lingkungan pendidikan politeknik khususnya pada kelompok matakuliah teoritik. Sampel penelitian ini adalah 135 orang yang terpilih dengan pemilihan sampel menggunakan metode proporsional sampling dan purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil pengujian hipotesis ketiga (H3) dengan Path Analysis yang menunjukkan bahwa variabel pembelajaran online melalui variabel Budaya Belajar sebagai variabel mediasi berpengaruh sebesar 0,617 terhadap Capaian Pembelajaran dan diterima pada taraf signifikansi 5% (p0,05) dan dari Sobel test diperoleh thitung = 3,702 lebih besar dari t tabel dengan tingkat signifikansi 0.05 yaitu sebesar 2,301 maka dapat disimpulkan bahwa koefisien mediasi 0,617 adalah signifikan, sehingga hipotesis (H3) dinyatakan diterima yaitu Budaya Belajar berpengaruh 
PARADIGMA LIBERAL ARTS DALAM PENDIDIKAN DI ERA DISRUPSI STUDI KASUS DI ZAYTUNA COLLEGE Kurniawan Dwi Saputra
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11052

Abstract

Amidst the noisy discourse of disruption era, the orientation of education in Indonesia is in a crossed way. On the one hand, by the presidential regulation number 87 on 2017, the government wants indonesian education to foster its character education. On the other hand, the more pragmatic approach to prepare skill-based system of education as the answer to industrial demands is obvious in the more recent government discourse. Based on this background, this qualitative research tries to present liberal arts education paradigm as an alternative way to today’s form of education. By studying relevant literature resources, and by evaluating its practice in Zaytuna College as the case, this research argues that liberal arts education is in line with core principles in Islamic education which views human as holistic creatures with many potentials.Di tengah hingar bingar perbincangan tentang era disrupsi, orientasi pendidikan di Indonesia berada pada persimpangan jalan. Di satu sisi, berdasarkan peraturan presiden nomor 87 tahun 2017, pemerintah menginginkan pendidikan Indonesia untuk memperkuat pendidikan karakter. Di sisi yang lain, pendekatan yang lebih pragmatis untuk mempersiapkan sistem pendidikan yang menjawab kebutuhan dunia industri sangat jelas pada diskursus-diskursus pemerintah yang lebih baru. Berdasarkan latar belakang ini, penelitian kualitatif ini, mencoba menghadirkan paradigma pendidikan liberal arts sebagai jalan alternatif bagi pola pendidikan hari ini. Melalui studi sumber pustaka yang relevan, serta dengan mengevaluasi praksisnya di Zaytuna College sebagai studi kasus, penelitian ini berargumen bahwa pendidikan liberal arts selaras dengan prinsip-prinsip pokok pendidikan Islam yang memandang manusia sebagai makhluk holistik dengan potensi yang beragam.
PEMIKIRAN EPISTEMOLOGI AMIN ABDULLAH DAN RELEVANSINYA BAGI PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA Waston Waston
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 1, Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i01.2102

Abstract

The relation between religion and science seems to be the dichotomous view. Bothof them are like oil and water, two entities that cannot be reunited and separated. Due to “thisdispute”, science often misses their ethics, so science and modern technology have actuallyhumanized humans and distanced them from their nature. The conflict between them forcesmany intellectual Muslims to make “epistemology bridge” for reconciling science and religion.One of them is M. Amin Abdullah, who argues with the concept of integration-interconnectionwhich is the effort to avoid the dichotomous view of the science and religion (especiallyIslam-science) and in the epistemology view, the concept is to close back all disciplines so thereare dialogues, communications, relationships, and mutual help. This article aims to discussthe epistemology thought of M. Amin Abdullah concerning on integration-interconnectionwith its methodology and relevance for the scientific development of higher education in Indonesia.Keywords: Epistemology; Islam; science; Integration-interconnection.Abstrak: Hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan tampaknya menjadi pandangandikotomis. Keduanya ibarat minyak dan air, dua entitas yang tidak bisa bersatu kembali dandipisahkan. Karena “sengketa ini” ilmu pengetahuan mencoba merangkul konsep-konsep agamadan etika agar ilmu pengetahuan-teknologi memiliki nuansa yang manusiawi. Konflikantara keduanya memaksa kaum Muslim intelektual membuat “jembatan epistemologi” untukmendamaikan sains dan agama. Salah satunya adalah M. Amin Abdullah, yang berpendapatbahwa konsep integrasi-interkoneksi yang merupakan upaya untuk menghindari pandangandikotomis dari ilmu dan agama (khususnya Islam-ilmu) dan dalam pandangan epistemologi,konsep ini mencoba menawarkan kembali semua disiplin ilmu sehingga ada dialogisasi, komunikasi,sinergitas, dan hubungan saling membantu. Artikel ini bertujuan untuk membahasepistemologi pemikiran M. Amin Abdullah berkenaan konsep integrasi-interkoneksi denganmetodologi dan relevansinya bagi pengembangan ilmu pengetahuan pendidikan tinggi di Indonesia.Kata kunci: Epistemologi; Islam; ilmu pengetahuan; Integrasi-interkoneksi.
UPAYA PENINGKATAN MUTU SEKOLAH DENGAN STRATEG BAURAN PEMASARAN UNTUK KEPUASAN PELANGGAN PADA SMP MUHAMMADIYAH SINAR FAJAR CAWAS DAN SMPIT MUHAMMADIYAH AN NAJAH JATINOM KLATEN Agus Mulyadi; Eko Supriyanto; Muthoifin Muthoifin; Sudarno Shobron
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11654

Abstract

Pendidikan merupakan hal penting dalam kehidupan, saat ini sektor pendidikan menjadi bagian yang termarjinalkan. Perlu adanya strategi yang tepat agar dunia pendidikan lebih maju dan bermutu. SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas dan SMP Islam Terpadu Muhammadiyah An Najah Jatinom merupakan sekolah baru yang keberadaannya mendapat respon bagus dari masyarakat. Sekolah tersebut menerapkan strategi bauran pemasaran untuk meningkatkan mutu sekolah. Penelitan ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui langkah – langkah, faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan strategi Bauran Pemasaran di SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas dan di SMP Islam Terpadu Muhammadiyah An Najah Jatinom Klaten. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan. Data diperoleh dengan cara pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Langkah – langkah yang telah dilakukan dalam penerapan strategi Bauran Pemasaran untuk meningkatkan mutu sekolah di SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas dan SMP Islam Terpadu Muhammadiyah An Najah Jatinom Klaten adalah dengan menerapkan langkah 7P, langkah tersebut meliputi, Product (produk) yang berupa variasi program pilihan. Price (harga), berupa biaya sekolah yang ditawarkan pada wali murid dengan sistem pembayaran dapat dilakukan secara langsung atau melalui transfer. Place (tempat), lokasi kedua sekolah yang  strategis dapat dijangkau dengan sarana transportasi umum maupun pribadi. Promotion (promosi) dilakukan melalui media cetak, elektronik dan media sosial. People (sumber daya manusia) meliputi pendidik dan tenaga kependidikan yang muda dan semangat. Physical evidence (bukti fisik) berupa gedung sekolah dan laporan hasil belajar siswa. Process (proses), penyelenggaraan pendidikan di kedua sekolah tersebut telah memenuhi standar nasional pendidikan. Faktor pendukung dalam penerapan strategi Bauran Pemasaran di SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas adalah, animo masyarakat tinggi, pendidik (guru) yang masih muda, semangat dan mempunyai kreatifitas tinggi, program yang bervariasi, figur pendidik yang ditokohkan oleh calon siswa dan orang tua siswa. Faktor penghambat dalam penerapan strategi Bauran Pemasaran di SMP Muhammadiyah Sinar Fajar adalah, minimnya sarana dan prasarana sekolah, jaringan luar sekolah yang masih minim, serta  terbatasnya sumber daya manusia  dari segi jumlah dan kualitas. Faktor pendukung dalam penerapan strategi Bauran Pemasaran di SMP Islam Terpadu An Najah Jatinom adalah animo masyarakat yang tinggi, pendidik (guru) yang masih muda, semangat dan mempunyai kreatifitas tinggi, gedung sekolah yang bagus, nyaman, dan menarik, serta program yang bervariasi. Faktor penghambat dalam penerapan strategi Bauran Pemasaran di SMP Islam Terpadu Muhammadiyah An Najah Jatinom adalah, tenaga pendidik masih minim dari segi jumlah dan kualitas, pihak sekolah kurang konsisten dalam pelaksanaan program serta minimnya fasilitas penunjang pembelajaran.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN POLITIK MOHAMMAD NATSIR PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Mutohharun Jinan; Ahmad Adi Nugroho
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v18i2.7428

Abstract

Mohammad Natsir as a national figure is not only known as a respected religious figure, but also known as an education figure. As an education figure he has concern for the problem that occurred on social reality including politics. He viewed that the ambiguous political Ssituation is based on an error in understanding of politics, than making the political orientation has been running away from the goal of ideally. Thats why the society become apathetic and argues that the politics just consumed by elites thats who have no connection with them. On the other hand, Natsir looked that muslims could not break away from politics, this view is based upon the belief that Islam is a religion that comprehensive, not just talking about worship but also social life. Aspects of morality which becomes the hallmark of human behavior in political life highly viscous in Islamic teachings. In this aspect, discussion of education get the right moment. The purpose of this research are; (1) Knowing Mohammad Natsir’s thought about political education. (2) Find out how did the implementation of political education in the textbook of Islamic education in MTS and MA. This research is a qualitative library research. The approach uses the philosophical approach and data collection comes from documentation. While the analysis using content analysis and forwarded by the method of verstehen, then concluded by inductive method. Based on this research found that Natsir’s thought about political education reflected in some value; (1) Recognizing that the purpose of life is to worship Allah (2) Realizing human nature as social creature. (3) Equality position according to law and properties that must be owned by the ruler. (4) The structure of the state must rely on the law of the God. As the form of the implementation in the textbook of Islamic education in junior and senior high school; (1) The majority have been implementated with good, as an example attitude commendable and deplorable, the example of the Prophet and Shahabah in managing government. (2) Some of the points that have not been implemented correctly, as a discussion of secularism and communism.Mohammad Natsir sebagai tokoh nasional tidak hanya dikenal sebagai tokoh agama yang disegani, tetapi juga tokoh pendidikan. Sebagai tokoh pendidikan, Natsir memiliki kepedulian terhadap problem yang terjadi pada realitas sosial termasuk politik. Ia memandang bahwa situasi politik yang rancu berpangkal pada pemahaman politik yang salah, sehingga menjadikan orientasi politik yang berjalan telah melenceng dari tujuan idealnya. Inilah penyebab apatisnya masyarakat dan berpendapat bahwa politik hanyalah konsumsi para elit yang tidak memiliki keterkaitan dengan mereka. Di sisi lain, Natsir memandang bahwa seorang muslim tidak bisa melepaskan diri dari politik, pandangan ini berdasarkan keyakinan bahwa Islam adalah agama komprehensif, tidak hanya berbicara tentang ibadah, namun juga kehidupan sosial. Aspek moralitas yang menjadi ciri khas perilaku manusia dalam kehidupan politik sangat kental dalam ajaran Islam. Pada aspek inilah, diskusi pendidikan mendapatkan momentumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah; (1) Mengetahui pemikiran Mohammad Natsir tentang pendidikan politik. (2) Mengetahui bagaimana implementasi pendidikan politik tersebut dalam buku ajar pendidikan agama Islam di MTS dan MA. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif. Pendekatannya menggunakan pendekatan filosofis dan pengumpulan datanya berasal dari dokumentasi. Sedangkan analisisnya menggunakan analisis isi, dan diteruskan dengan metode verstehen, kemudian disimpulkan dengan metode induktif. Berdasarkan penelitian ini ditemukan bahwa pemikiran pendidikan politik Natsir tercermin dalam beberapa nilai, yaitu; (1) Menyadari tujuan hidup adalah menyembah Allah Swt. (2) Menyadari fitrah manusia sebagai makhluk sosial. (3) Kedudukan sama rata di depan hukum dan sifat-sifat yang harus dimiliki penguasa. (4) Susunan kenegaraan harus disandarkan pada hukum ketuhanan. Adapun bentuk implementasinya dalam buku pendidikan agama Islam sekolah menengah (MTS dan MA); (1) Sebagian besar telah terimplementasi dengan baik, penyajiannya berupa contoh akhlak terpuji dan tercela, keteladanan Nabi dan Sahabat dalam mengelola pemerintahan. (2) Terdapat beberapa poin yang belum terimplementasi dengan baik, seperti pembahasan mengenai sekularisme dan komunisme.
MODEL PELAKSANAAN METODE MANHAJI DALAM PROGRAM TAFHĪMUL QUR’AN JUZ 1 (SATU) Sudarno Shobron; Syahrul Ramadhon
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 2, Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i2.8120

Abstract

A lot of Muslims are increasingly distant from the Holy Quran with various reasons such as busy, can not read even not understand the content of the verse that was read. Muhammadiyah as an Islamic da'wah organization that hathe motto ar ruju 'ilal Quran wa Sunnah (back to the Holy Quran and Sunnah) always try to re-grow the love and pride of Muslims to the Quran, one of the efforts is shown by choosing a method that feels easy for all students from the elderly to the elderly to understand the content of the Holy Qur'an, and the method which chosen by Majlis Tabligh Muhammadiyah was the method of manhaji. The purpose of this research is to know the level of difference understanding of students between before and after following program tafhīm with manhaji method. Beside that, this research also aim to measure effectiveness of manhaji method as a method to understand the meanings contained in the Holy Quran. This research is field research that using mixed method approach. This research took a case study at Muhammadiyah Boarding School (MBS) Muhammadiyah High School (SMA) Muhammadiyah Bantul (MUHIBA) and Muhammadiyah Branch Chief (PCM) Kretek. Data collection techniques in this research consisted of observation, interviews, questionnaire and documentation. The result of this research shows that the implementation of program of tafhīm al Quran with method of manhaji both of MBS MUHIBA and citizen of Muhammadiyah Kretek are done well, there is improvement of ability to understand Holy Quran at student of MBS MUHIBA and citizen of Muhammadiyah Kretek after following program of tafhīm al Quran with method of manhaji. It so happens, the result of effectiveness level of manhaji method in program of tafhīm al Quran at MBS MUHIBA is Very Effective, and at PCM Kretek is Effective.Banyak umat Islam semakin jauh dari al Quran dengan berbagai macam alasan seperti sibuk, tidak bisa membaca bahkan tidak faham dengan kandungan ayat yang dibaca. Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah Islam yang memiliki semboyan ar ruju’ ilal Quran wa Sunnah (kembali kepada al Quran dan Sunnah) senantiasa berusaha untuk menumbuhkan kembali kecintaan dan kebanggaan umat Islam kepada al Quran. Salah satu usaha tersebut ialah dengan memilih metode yang dirasa tepat untuk memahami al Quran baik bagi para pelajar hingga orang yang berusia lanjut. Metode yang dipilih oleh Muhammadiyah melalui Majlis Tabligh adalah metode manhaji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat perbedaan pemahaman santri antara sebelum dan sesudah mengikuti program tafhīm dengan metode manhaji. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas metode manhaji sebagai metode untuk memahami makna-makna yang terkandung dalam al Quran. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan mixed method atau metode campuran antara penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif. Penelitian ini mengambil studi kasus di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Bantul (MUHIBA) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kretek. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan metode manhaji dalam program tafhīm al Quran baik di MBS MUHIBA maupun PCM Kretek telah dilaksanakan dengan baik, terjadi peningkatan kemampuan dalam memahami al Quran pada santri MBS MUHIBA dan warga Muhammadiyah Kretek setelah mengikuti program tafhīm al Quran dengan metode manhaji. Adapun tingkat efektivitas metode manhaji dalam program tafhīm al Quran di MBS MUHIBA adalah Sangat Efektif, sedangkan tingkat efektivitas di PCM Kretek adalah Efektif.
PENDIDIKAN KARAKTER KI HADJAR DEWANTARA: STUDI KRITIS PEMIKIRAN KARAKTER DAN BUDI PEKERTI DALAM TINJAUAN ISLAM Muthoifin Muthoifin; Mutohharun Jinan
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 16, No. 2, Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v16i2.1852

Abstract

What an importance of character, Ki Hadjar makes it as a soul from the concept of his education. Even the government admitted, almost all national educational concepts referring to his idea. the focus of this issue is how the concept of Ki Hadjar's character in the Islamic view. The method used is historical approach, by the technique of content analysis, descriptive and comparative. The data is analyzed to be conclusion from the existing phenomenon. The results of the study, Ki Hadjar's idea about the character is not found the base that is closely related to faith, but rather stands on a universal national identity, it can be seen that the Ki Hadjar wants the Indonesian nation has a good attitude and personality and remain to stand on the personality of the Indonesian nation that has a distinctive culture and personality. While the characters in Islam can not be separated with monotheism and faith. Keywords: character; Ki Hadjar Dewantara; budi pekerti; Islam.
UPAYA MENGURANGI KECEMASAN KOMUNIKASI PADA MAHASISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN SEMINAR TESIS Almardliyatul Wardatun Nisa A; Nurul Yamin; Muhammad Samsudin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16698

Abstract

Pentingnya mengetahui kecemasan  komunikasi terhadap rekan mahasiswa yang tengah dilanda kecemasan, tentu dalam hal ini tindakan antisipatif tak akan mampu bisa dilakukan tanpa diketahui penyebab serta dampak dari kecemasan komunikasi. Namun pada dasarnya kecemasan komunikasi bisa ditanggulangi oleh beberapa upaya mengurangi kecemasan komunikasi dari faktor internal individu itu sendiri. Dalam proses menghadapi ujian proposal ataupun tesis, karena ujian tesis sendiri adalah hasil yang diujikan dalam sebuah seminar di depan tim penguji dengan tujuan untuk menilai kelayakan penelitian dan kemampuan atau penguasaan mahasiswa dalam melaksanakan penelitian sesuai bidang kajian/topik yang telah dipilih. Dalam ujian seminar tesis seringkali menghadapi kecemasan seperti perasaan gugup atau rasa ketakutan yang dialami mahasiswa ketika berbicara dengan lawan bicara yang disini adalah dosen penguji, mereka mengalami ketakutan atau kekhawatiran akan gagalnya meyakinkan diri dihadapan dosen penguji. Tujuan penelitian ini adalah menjadapatkan gambaran tentang upaya-upaya dalam mengurangi kecemasan komunikasi mahasiswa dalam menghadapi ujian seminar tesis. Adapun upayanya seperti membuat catatan kecil, berlatih dengan teman, berlatih didepan cermin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek mahasiswa yang akan menghadapi ujian seminar tesis dengan tehnik wawancara secara mendalam dengan menggunakan analisis triangulasi yaitu multi metode untuk saling mendukung dalam memperoleh data dan melakukan memperdalam secara lebih jauh dari seseorang atau beberapa informan dalam aspek yang sama serta terkait.There has been the urgency of figuring out communication anxiety towards fellow students who are experiencing anxiety. In this case, anticipatory action will not be able to be carried out without knowing the causes and effects of communication anxiety. However, communication anxiety can be basically overcome by several efforts from the individual's own internal factors. In the process of facing a proposal or thesis exam, students often feel the anxiety because it is the test held in front of a team of examiners with the aim of assessing the feasibility of research and the ability or mastery of students in carrying out research according to the chosen field of study/topic. Students often experienced anxiety such as the feelings of nervousness or even fear the thesis examiners, they are concerned about failing to convince themselves in front of the examiner lecturers. The purpose of this study is to obtain an overview of the efforts to reduce students’ communication anxiety in facing the thesis seminar exam. As for the efforts such as making small notes, practicing with friends, practicing in front of a mirror. This research used a qualitative method with students who were about to conduct their thesis seminar examination as the research subjects. In-depth interview was carried out using triangulation analysis, which is the method to obtain data and further seek for the information from the informants
NILAI–NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KITAB AL-ADAB AL-MUFRAD KARYA AL-IMAM ABU ABDILLAH MUHAMMAD IBN ISMAIL AL-BUKHARI Muchlis Nurseha; Sudarno Shobron; Mohamad Ali
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9952

Abstract

Abstract: Character education has become a hot topic discussed by the community and the world of education lately, phenomena that have arisen in the community are the cause of such discussions, including; the spread of liquor and narcotics among adolescents, pornographic photos and videos that can be accessed by anyone without limits so that it has an impact on free sex, corruption cases of some unscrupulous state officials, from the lower levels to the state elite and other criminal cases. This kind of situation causes the Indonesian nation to experience moral degradation and a crisis of character, so it is necessary to look for solutions and solutions. Considering that the majority of Indonesian people are Muslim, al-Adab al-Mufrad is a book written by the expert of al-Imam al-Bukhari's hadith which specifically discusses adab, morals and character, is expected to provide a solution to the character crisis that is in the midst of society. The purpose of this study was to determine the values of character education contained in the book of al-Adab al-Mufrad and analyze the relevance of the values of character education contained in the book of al-Adab al-Mufrad with the values of the Ministry of National Education character. This type of research is a library research study that uses a qualitative paradigm with a philological or semantic approach. Research data were analyzed using content analysis methods. The results showed that the Book of al-Adab al-Mufrad by al-Imam al-Bukhari had mentioned all the values of character education contained in the Ministry of National Education, but the values of character education in the book of al-Adab al-Mufrad were more specific in the mention of these values, so they need to be grouped in order to be compatible with the values of the Ministry of National Education character. The character education values in the al-Adab al-Mufrad book are still relevant to the character education values developed by the Ministry of National Education, this is because the character education values developed by the Ministry of National Education have all been mentioned in the al-Adab al-Mufrad book.Abstrak: Pendidikan karakter menjadi tema yang hangat diperbincangkan oleh masyarakat dan dunia pendidikan akhir-akhir ini, fenomena yang muncul di tengah masyarakat menjadi sebab perbincangan tersebut, di antaranya; tersebarnya minuman keras dan narkotika di kalangan remaja, foto dan video porno yang dapat di akses siapa saja tanpa batas sehingga berdampak pada seks bebas, kasus korupsi beberapa oknum pejabat negara, mulai tingkat bawah sampai elit negara dan kasus-kasus kriminal lainnya. Keadaan semacam ini menyebabkan bangsa Indonesia mengalami degradasi moral dan krisis karakter, sehingga perlu dicarikan solusi dan jalan keluar. Mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia memeluk agama islam, kitab al-Adab al-Mufrad merupakan kitab karangan pakar hadis al-Imam al-Bukhari yang khusus membahas seputar adab, akhlak dan karakter, diharapkan memberikan salah satu solusi krisis karakter yang ada di tengah masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab al-Adab al-Mufrad dan menganalisis relevansi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab al-Adab al-Mufrad dengan nilai-nilai pendidikan karakter Kemendiknas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian library research yang menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan philologis atau semantik. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode content analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan; pertama, Kitab al-Adab al-Mufrad karya al-Imam al-Bukhari telah menyebutkan semua nilai-nilai pendidikan karakter yang tertuang dalam Kemendiknas, akan tetapi nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab al-Adab al-Mufrad lebih spesifik dalam penyebutan nilai-nilai tersebut, sehingga perlu dikelompokkan agar dapat sesuai dengan nilai-nilai pendidikan karakter Kemendiknas. Kedua, nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab al-Adab al-Mufrad masih relevan dengan nilai-nilai pendidikan karakter  kemendiknas, karena nilai-nilai pendidikan karakter Kemendiknas yang berjumlah delapan belas butir sudah disebutkan semua oleh  al-Imam al-Bukhari  dalam kitab al-Adab al-Mufrad.