cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 473 Documents
PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM M. UMER CHAPRA Anindya Aryu Inayati
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i2.2015

Abstract

M. Umer Chapra’s thought in economics is a blend of traditional sciences,theology and modern economics sciences. His thinking is dominated by macro economicsector because he was widely occupied in the world economy. His thinking are includingthe concept of falah, hayyahtayyibah and Muslims economic challenges, monetary policy,the Islamic financial institutions which is concerned to the central bank and its policies,and the concept of welfare states according to Islam. Like the other Muslim economists,Chapra hammered at moral as the way of reaching fair and healthy economy.The privilegedof M. Umer Chapra thought is the ability to mix and match between the Western economicconcepts with Islamic values. He was awarded as the ‘ success Islamic scholar ‘. While hisslight shortage is in the attitude of tolerance towards Western financial instruments. Thisattitude is the impact of his understanding of the world economy, that may not be erasedfrom these instruments except gradually and slowly. Although Chapra realizes that theIslamic economic system can deliver socio - economic justice to the world and become asolution for the failure of the capitalist and socialist economic systems.Key words: monetary policy, banking system, welfare state. Fokus utama makalah ini adalah membahas pemikiran M. Umer Chapra dalambidang ekonomi. Penulis menemukan pemikiran ekonomi Chapra merupakan perpaduanantara ilmu-ilmu tradisional, ilmu agama dan ilmu ekonomi modern. Pemikirannyadidominasi oleh bidang perekonomian makro karena ia banyak berkecimpung di duniaperekonomian negara. Diantara pemikirannya adalah mengenai konsep falah, hayyahthayyibah, dan tantangan ekonomi umat Islam, kebijakan moneter, lembaga keuangansyariah yang lebih ditekankan kepada bank sentral dan kebijakan-kebijakannya, serta konsepnegara sejahtera menurut Islam. Sebagaimana ekonom muslim lainnya, Chapramengedepankan pentinganya moral bagi jalannya perekonomian yang adil dan sehat.Keistimewaan pemikiran M. Umer Chapra adalah kemampuannya memadu-padankanantara konsep-konsep ekonomi Barat dengan nilai-nilai Islam. Sehingga ia mendapatkangelar sebagai ‘sarjana Islam yang sukses’. Sedangkan kekuranganannya terletak pada sikaptolerannya terhadap instrumen-instrumen keuangan Barat. Sikap tersebut merupakan imbasdari pemahamannya mengenai keadaan ekonomi dunia yang tidak mungkin dimurnikandari instrumen-instrumen tersebut kecuali secara bertahap dan perlahan. Meskipun Chapramenyadari bahwa sistem ekonomi Islam dapat mengantarkan kepada keadilan sosio-ekonomidunia dan menjadi solusi bagi kegagalan sistem ekonomi kapitalis dan sosialis.Kata kunci: kebijakan moneter, sistem perbankan, negara sejahtera
ANALISIS PERNIKAHAN USIA DINI DITINJAU DARI SUDUT PANDANG EKONOMI, SOSIAL DAN RELIGI : STUDI PADA KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN Siti Fatimah Nurhayati; Indah Kurniasasri
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11645

Abstract

This study is entitled "Analysis of Early Age Marriage From an Economic, Social and Religious Perspective: Study in Purwodadi District Grobogan Regency" with the aim of analyzing patterns of early marriage and factors that encourage early marriage. The research data uses primary data with a population of 103 and taken as many as 50 samples. Methods of data collection through observation, interviews, questionnaires and documentation. The analytical tool in this study uses descriptive qualitative analysis. The results showed that there were 2 reasons for early marriage, namely because of their own desires and arranged marriages. There are 3 patterns of early marriage, namely dispensation from the religious court, increasing the age of the KTP and siri marriage, and there are several factors driving the occurrence of early marriage which include economic factors, social factors and religious factors.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pernikahan usia dini dan faktor-faktor yang mendorong terjadinya pernikahan usia dini. Data penelitian menggunakan data primer dengan populasi sebanyak 103  dan diambil sampel sebanyak 50. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 alasan dalam melakukan pernikahan usia dini yaitu karena keinginan sendiri dan dijodohkan. Terdapat 3 pola pernikahan usia dini yaitu dispensasi dari pengadilan agama, menuakan umur di KTP dan nikah siri, serta ada beberapa faktor pendorong terjadinya pernikahan usia dini yaitu meliputi faktor ekonomi, faktor sosial dan faktor religi.
الأعمال الطبية الحديثة بين الأحكام الفقهية والقانون الإندونيسي (دراسة مقاصدية في طفل الأنابيب و منع الحمل و زراعة الأعضاء) Ricky Fajar
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 2, Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i02.5302

Abstract

A The purpose of this study is to describe the surgery of modern medicine in in vitro fertilisation (IVF), contraception and organ transplants between Indonesian  regulation, it’s seen from the viewpoint of "maqosidsyareahIslamiyah," and I started with definition of the surgery of modern medical, legal jurisprudence, legislation and maqosidsyareah, then an explanation of the applicable regulations, and laws maqosid of the review that took place in Indonesian society.in this study I used qualitative research and literature, by reading medical books required and books of fiqh contemporary for completeness, then I used the method of comparison, between the opinions of medicine and jurisprudence, and method of conclusions by looking at events that hit with a solution from the point of view of maqosid to keep human emergency law, of keeping religion, life, property, intellect, and descent, with the words of scholars in the application maqosidsyareah. Conclusions of law IVF, including temporary because of sterility of husband and wife, and this is permitted, other than one of the two or lease womb is forbidden like adultery, although there is a need and treat infertile, thenvasectomy and tubal ligation including emergency contraception is forever, the rest, including the need is temporary, except spiral, modern gelding, and implants that could be forever, then autograft, isograft, and allograft included in the emergency laws if they can help the lives, while the rest, including the need if it’s proven to be beneficial. Tujuan tesis ini menjelaskan operasi medis modern dalambayi tabung, kontrasepsi dan transplantasi organ antara undang undang Indonesia dan hokum fiqih, dilihat dari sudut pandang “maqosid syareah islamiyah”, dan saya mulai dengan pengertian operasi medis modern, hukum fiqih, undang-undang dan maqosid syareah, kemudian penjelasan tentang ketentuan yang berlaku, serta hokum maqosid dari tinjauan yang terjadi di masyarakat Indonesia.Saya berpedoman dalam penelitian ini dengan studi kualitatif dan kepustakaan, dengan membaca buku kedokteran yang diperlukan dan buku fiqih kontemporer untuk kelengkapanya, kemudian saya gunakan metode perbandingan,antarapendapat kedokteran dan fiqih, dan metode kesimpulan dengan melihat kejadian yang melanda dengan solusi dari sudut pandang maqosid untuk menjaga hukum darurat manusia, dari menjaga agama, jiwa, harta, akal, dan keturunan, dengan perkataan ulama dalam penerapan maqosid syareah. Kesimpulan dari hukum bayi tabung, termasuk kebutuhan dengan sebab mandulnya suami istri, dan ini dibolehkan, selain salah satu dari keduanya atau sewa rahim haram mirip zina,walau ada kebutuhan dan mengobati mandul, kemudian vasektomi dan tubektomi termasuk kontrasepsi darurat bersifat selamanya, sisanya termasuk kebutuhan bersifat sementara, kecuali spiral, kebiri modern, dan implant yang bisa bersifat selamanya, kemudian autograft, isograft, dan allograft termasuk dalam hukum darurat jika mampu menolong nyawa, adapun sisanya termasuk kebutuhan jika terbukti bermanfaat. الخلاصة: إستهدف هذا البحث بيان الأعمال الطبية الحديثة في أطفال الأنابيب ومنع الحمل وزراعة الأعضاء بين القانون الإندونيسي والأحكام الفقهية،من جانب حكم "مقاصد الشريعة الإسلامية"، وابتدأت في هذا الجهد بمفهوم العملية الطبية الحديثة، ثم مفهوم الأحكام الفقهية و القانون الإندونيسي و مقاصد الشريعة منها.ثم بيان الضوابط الطبية والفقهية فيها، ثم الأحكام المقاصدي بنظر إلى الواقع في مجتمع إندونيسي.وقد إعتمدت الدراسةبالبحث النوعي،وإعتمدت بدراسة المكتبية بقرآءة الكتب الطبية المحتاجة والكتب الفقهية المعاصرة لإتمام المعلومات.كما إستخدمت المنهج المقارن,وذلك بمقارنة بين موقف الطب و الفقه.والمنهج الإستنباطي بنظر إلى الواقعة المنتشرة الذي محل تحليلها من جانب المقاصد لحفظ ضرورة الناس، من حفظ الدين،والنفس،والمال،والعقل والنسل مع أقوال العلماء في تطبيق المقاصد الشريعة. ونتيجة المقاصد في طفل الأنابيب حكمه داخل في الحاجية بين الزوجين بسبب العقم وذلك جائز فعلا،أما من غير أحدهما أو مع إستئجار الأرحام فهذا حرام وشبه زنا ولو بوجود حاجة ولعلاج العقم، ثم فاسكتومي وتوبكتومي من نوع منع الحمل الضروري المؤبد،وبقية الأنواع داخل في حكم حاجية للمؤقتإلاّ اللولب،والخصاء الحديث،والهورمونات الجلدية الإمتصاص في نوع حاجية دائمة،ثم غريسة ذاتية متمالثة ومتباينة من الضرورة حكما إن حصلت إنقاذ الحياة وبقية الأنواع في الغريسة حكمه كالحاجية إذا تبينت الفائدة.
دلالة أفعال الرسول على الأحكام والتأسي بها عند الإمام السمعاني: دراسة تحليلية أصولية على كتابه قواطع الأدلة في أصول الفقه Sirojul Yani
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7758

Abstract

Findings of the study showed that Imam Sam’ani had ushul opinions on the deeds of Prophet Muhammad, and the deeds can be divided into five types: First: Jibilliyah (deed that is suitable with the nature of human being) is mubah. Second: Al ‘Adiyyah (deed that is conforming with local habit and culture) is mubah at its origin, except the Prophet made it as routine one. Third: special law of deed for the Prophet Muhammad is not necessary to follow by his followers, but law of the deed was fardhu, haram and halal for Prophet Muhammad himself. Fourth: thedeed of Prophet Muhammad with sanction in nature was compulsory for his, and the laws following it will be depended on the cause. If the sanction was toward two persons, then Qadha’ law was in effect. Fifth: Deeds of Prophet Muhammad related to religious problems and worship were divided into three types: 1) affirmative deed, the law was according to what is affirmed. 2) Deed that was a realization or implementation, the law of the deed was according to what is ordered. 3) A deed that Prophet Muhammad just did it without any cause. The deed with no law consisted of two types: 1) the deed that was intended to worship, 2) the deed that was intended not to worship. The deed for worship had sunnah law according to the researcher and Imam Sam’ani did not made tarjih. The deed that was not intended to worship was mubah. According to law of At-Ta Assy (following) the deed of Prophet Muhammad, then there were 2 types: 1) It is obligated to follow the deed of Prophet Muhammad; 2) the law is according to types of laws contained in the deeds by considering Ta Assy prerequisites. If there was a conflict between what was said by the Prophet and his behavior, then Imam Sam’ani suggested to take opinion of equating of the two. However, researcher suggested to hold to what was said by the Prophet, and his behavior was just for him.Hasil dari penelitiannya ini, bahwasanya Imam Sam’any memiliki pendapat-pendapat ushul dalam hukum-hukum perbuatan Rasulullah, dan peneliti membagi perbuatan Rasulullah menjadi lima macam: yaitu; Pertama: Hukum perbuatan Rasulullah yang Jibilliyah (perbuatan yang sesuai fitrah manusia) adalah Mubah, adapun jika seseorang melakukannya karena cinta dengan Nabi, maka peneliti memandang untuk tidak disyariatkan mengikutinya, Kedua; Hukum perbuatan Rasulullah Al ‘Adiyyah (perbuatan yang sesuai kebiasaan dan adat setempat) adalah Mubah pada asalnya, kecuali kalau perbuatan tersebut terdapat dalil yang menunjukkan disyariatkannya dan Nabi merutinkannya Ketiga; Hukum perbuatan yang khusus bagi Rasulullah adalah tidak disyariatkan bagi ummatnya, adapun bagi Nabi sendiri hukumnya ada yang fardhu, haram dan halal, Keempat; Hukum perbuatan Rasulullah yang bersifat sanksi adalah Wajib atas Beliau, dan hukum mengikutinya tergantung dengan sebabnya, adapun jika sanksi terhadap dua orang maka berjalan seperti hukum Qadha’, Kelima; Hukum perbuatan Rasulullah yang berkaitan dengan masalah agama dan ibadah, ini dibagi menjadi 3 macam, 1. Perbuatan yang sifatnya sebagai penjelas, hukumnya sesuai dengan yang dijelaskan, 2. Perbuatan yang sifatnya realisasi atau pelaksanaan, hukumnya sesuai dengan kandungan perintah, 3. Perbuatan yang Nabi melakukannya begitu saja tanpa ada sebab, perbuatan-perbuatan yang tidak diketahui hukumnya maka ada 2 jenis, 1. Jenis yang dimaksudkan untuk ibadah, 2. Jenis yang tidak,  jenis yang dimaksudkan untuk ibadah maka hukumnya sunnah menurut peneliti dan Imam Sam’ani tidak mentarjihnya, adapun yang tidak dimaksudkan untuk ibadah maka hukumnya mubah, adapun hukum At-Ta Assy (mengikuti) perbuatan Rasulullah, maka ada 2 jenis; 1. Wajib mengikuti perbuatan Nabi, 2. Hukumnya sesuai jenis hukum yang terkandung dalam perbuatan-perbuatan tersebut dengan memperhatikan syarat-syarat Ta Assy, adapun jika ada pertentangan antara perkataan Nabi dengan perbuatannya maka Imam Sam’any mengambil pendapat penyamaan antara keduanya, adapun peniliti mengambil pendapat berpegang kepada perkataannya, adapun perbuatan Nabi menjadi kekhususan Beliau. الملخص: نتيجة هذا البحث أن الإمام السمعاني له آراء أصولية في أحكام أفعال الرسول، وقسم الباحث الأفعال إلى الخمسة وهي؛ الأول: حكم الأفعال الجبلية الإباحة، والثاني: حكم الأفعال العادية الإباحة في الأصل، إلا إذا ورد دليل أو قرينة تدل على القرب، والثالث: حكم الأفعال الخاصة به، فهي خاصة به، إما أن يكون فرضا أو حراما حلالا له، والرابع: حكم الأفعال الواقعة عقوبة له على غيره فهو واجب له وحكم التأسي به منوط بالسبب وأما إذا فعله بين شخصين متداعيين فيجري مجرى القضاء، الخامس: حكم الأفعال المتعلقة بالديانات والقرب، فهي ثلاثة، 1. ما تكون بيانا، فهذا حكمها حسب المبين، 2.ما تكون تنفيذا فهذا حكمها كالأمر، 3. ما يكون ابتداء من غير سبب، والأفعال التي لا يعلم حكمها، ,وهو نوعان؛ الأفعال التي ظهر فيها قصد القربة فحكمها الندبوالإمام السمعاني لم يصرح في الترجيح، والتي لم يظهر فحكمها الإباحة عند الباحث، وأما حكم التأسي بأفعاله ` فواجب باعتبار الأول، والثاني فهي تابعة لحكم أفعاله مع مراعات الشروط، وإذا تعارض الفعل مع القول أخذ الإمام السمعاني بالتسوية وأما الباحث أخذ القول بالتمسك بقوله وحمل الفعل إلى الخصوصية.الكلمات الرئيسة: أفعال الرسول, التأسي, الحكم الشرعي, الإجتهاد
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM PROF. MOCH. SHOLEH Y. A. ICHROM TENTANG SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH PROGRAM KHUSUS SURAKARTA Nur Salam
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v0i0.8950

Abstract

This study was aimed at finding out: 1) describe the Islamic education thought of Prof. Moch. Sholeh Y. A. Ichrom; and 2) describe how the implementation of Islamic education thought of Prof. Moch. Sholeh Y. A. Ichrom in the Muhammadiyah Elementary School Special Program in Kottabarat Surakarta from 2003 – 2008. This research belongs to quantitative research by focusing on the process of inductive analysis method. The type of this research is library research, with descriptive type whereas to describe the details of reality or phenomenon by giving the criticism base on the point of view used. In this study, the researcher is using philosophical approach which is used to observe the thought of the figure and to reveal behind all the visible substances. The result of the research show that; (1) The thought of education by Prof. Sholeh are about (a) the concept of education to maintain the purity of Tawhid (b) The system of interpreting al-Quran and Sunnah. It means the thought from al-Quran and Sunnah need to be implemented in the daily life (c) The Shariah Curriculum, which consist of five elements, there are al-Quran, Hadith, National Curriculum, Indonesia Nature, and International Development. (2) There are three stages of implementation of Islamic education thought by Prof. Sholeh in Muhammadiyah Elementary School Special Program in Surakarta. Unification of education vision (2003-2005) by conducting intensive training and developing the teachers of Muhammadiyah Elementary School Special Program in Surakarta. (b) Legalization (2005-2007), after got the second intellectual property rights, immediately making the learning device by publishing the book of Shariah Science 1. (c) Socialization and training (2007-2008). Besides the Shariah Science book 1, Muhammadiyah Elementary School Special Program in Surakarta also launched PRPIKS in charge of introducing Shariah Curriculum and did the training for how to use the Shariah Science text book 1 to the public.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendiskripsikan Pemikiran pendidikan Islam Prof. Moch. Sholeh Y. A. Ichrom, 2) mendiskripsi bagaimana implementasi pemikiran Pendidikan Islam Prof. Moch. Sholeh Y. A. Ichrom di SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta dari tahun 2003 – 2008. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menitikberatkan pada proses metode analisis induktif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library Research) dengan tipe diskriptif yakni untuk mendiskripsikan secara terperinci realitas atau fenomena dengan memberikan kritik sesuai dengan sudut pandang yang digunakan. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis yakni digunakan untuk meneliti pemikiran tokoh dan mengungkap dibalik hakekat segala sesuatu yang nampak. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagai berikut. (1) pemikiran pendidikan Prof. Sholeh tentang (a) konsep pendidikan Islam menurut Prof. Sholeh kegiatan untuk menjaga kemurnian tauhid. (b) Tafsir sistem terhadap al-Quran dan sunnah.Maksudnya adalah ajaran yang terdapat di dalam ke dua pedoman hidup tersebut sangat perlu ditafsirkan dalam sistem kehidupan sehari-hari (c) Kurikulum Syariah, yang terdiri dari lima elemen yaitu al-Quran, Hadits, Kurikulum nasional, Alam Indonesia, dan Perkembangan Internasional. (2) implementasi pemikiran pendidikan Islam Prof. Sholeh di SD Muhammadiyah Program Khusus Surakarta dengan tiga tahap. (a) penyatuan visi Pendidikan (tahun 2003-2005). Dengan mengadakan pelatihan dan pembinaan secara intensif terhadap guru-guru SD Muh. PK. (b) legalisasi (tahun 2005-2007). Setelah HAKI kedua turun segara membuat perangkat pembelajaran dengan menerbitkan buku Sains Syariah 1. (c) Sosialisasi dan pelatihan (tahun 2007-2008). Selain sains syariah 1 SD Muhammadiyah Program Khusus Surakarta juga meluncurkan PRPIKS yang bertugas untuk mengenalkan kurikulum Syariah dan melakukan pelatihan cara penggunaan buku teks sains syariah 1 kepada khalayak umum.
TOLERANSI MAJELIS MUJAHIDIN INDONESIA DALAM KEBERAGAMAAN, SOSIAL, BUDAYA DAN POLITIK Budi Prasetyo
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i1.2006

Abstract

Indonesian Mujahedeen Council (MMI) is an institution that was establishedin 2000 which had a purpose to struggle Syar’iah Islam (Islamic Law) formally, especiallyin Indonesia. Every movement to apply Islamic law by public is seen as extreme andmilitant one. Even it is impressed as an intolerant movement. This research withphenomenology approach tries to expose views of MMI about tolerance. The researchis limited within 2000 – 2007 because after that time MMI experienced significantcleavage. To observe the various tolerant attitudes, the researcher focused on four groupsthat are attitude to non-Muslim, attitude to the different ideas, attitude to the culture,and attitude to the politic difference. From the research, it is found that MMI alwaystries to be tolerant to the differences that existed. Only their prospective tolerance isIslamic law. This perspective tolerance was often the same as other Islamic communitiesbecause they viewed from different perspective.Key Words: Islamic law, tolerance, amar ma’ruf nahi munkar.Majelis Mujahidin Indonesia adalah sebuah institusi yang berdiri pada tahun2000 dengan tujuan untuk memperjuangkan formalisasi syari’ah islam, khususnya diIndonesia. Setiap gerakan yang bertujuan untuk menerapkan syari’ah islam oleh publikdipandang sebagai gerakan yang ekstrem dan militan. Bahkan dikesankan gerakan itugerakan yang intoleran. Penelitian dengan pendekatan fenomenologi ini berusahamengungkap pandangan-pandangan majelis Mujahidin tentang toleransi. Penelitianini dibatasi pada tahun 200 hingga 2007 mengingat setelah itu di tubuh MajelisMujahidin terjadi perpecahan yang signifikan.Untuk mengamati berbagai sikap toleransiini, difookuskan kepada empat kelompok; yaitu; sikap terhadap umat non-Islam, sikapterhadap perbedaan pendapat, sikap terhadap budaya, dan sikap terhadap perbedaanpolitik. Dari penelitian didapatkan data bahwa majelis Mujahidin pun senantiasaberusaha untuk bersikap toleran terhadap perbedaan-perbedaan yang ada. Hanya sajaprespektif toleransi mereka adalah syari’ah Islam. Perspektif toleransi inilah yang takjarang berbeda dengan sebagaian umat lain, karena memandang dengan perspektiflain.Kata Kunci: Syari’ah Islam, toleransi, amar ma’ruf nahi munkar.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM AHMAD SYAFII MAARIF Mohamad Ali
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 2, Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i02.5293

Abstract

The Indonesian Islamic intellectualism is increasingly dynamic and accounted in the global arena. This perception occurs because on the one hand, Indonesia is the largest concentration of Muslim population in the world, and on the other side there is an ontentic, dynamic and inclusive process of Islamic intellectualism. The 1980s Indonesian Islam gave birth to a series of "new intellectuals" whose ideas contributed significantly to embroidering the Indonesian pillars of social progress and justice: the Islamization, nationalism, humanity and modernity. One of the pioneers of new intellectualism worth taking into account is Ahmad Syafii Maarif. He is widely known as an Islamic thinker as well as a social activist involved in solving national and humanitarian issues. So far, the public recognizes Buya Syafii as a Muslim historian and intellectual who devotes his enormous intellectual energy to builds an inclusive Islamic culture. Beyond, there is one dimension of Buya Syafii's idea that is almost oblivious to the public's attention, namely the spark of his thoughts on Islamic education which is driven concern over the social reality of Islamic education which is dichotomous, backward, and poor in thought.The thought of Buya Syafii is intended to find a way out of the crisis of Islamic education from the "trap" of history, namely by redialog with the Qur'an. Hypothetically, Islamic education thought he borrowed, patterned religious-critical.Geliat intelektualisme Islam Indonesia semakin dinamis dan diperhitungkan di kancah global. Persepsi ini terjadi karena di satu sisi, Indonesia merupakan tempat konsentrasi penduduk Muslim terbesar di dunia, dan di sisi lain ada proses pertumbuhan intelektualisme Islam yang ontentik, dinamis dan inklusif. Dekade 1980-an Islam Indonesia melahirkan sederet “intelektual baru” yang ide-idenya berkontribusi signifikan dalam menyulam pilar-pilar Indonesia berkemajuan dan berkeadilan sosial, yaitu: ke-Islaman, kebangsaan, kemanusiaan, dan kemodernan. Salah satu pelopor intelektualisme baru yang layak diperhitungkan adalah Ahmad Syafii Maarif. Dia dikenal luas sebagai pemikir Islam sekaligus aktivis sosial yang terlibat dalam upaya pemecahan persoalan kebangsaan dan kemanusiaan. Sejauh ini, publik mengenal sosok Buya Syafii sebagai seorang sejarawan dan cendekiawan Muslim yang mencurahkan energi intelektualnya yang begitu besar untuk membangun kultur Islam inklusif. Di luar itu, ada satu dimensi pemikiran Buya Syafii yang hampir luput dari perhatian publik, yaitu percikan pemikirannya tentang pendidikan Islam yang digerakkan keprihatinan atas realitas sosial pendidikan Islam yang dikotomik, terbelakang, dan miskin pemikiran. Pemikiran Buya Syafii ditujukan untuk mencari jalan keluar atas kemelut pendidikan Islam dari “jebakan” sejarah, yakni dengan mendialogkannya kembali dengan Al-Qur’an. Secara hipotetik, pemikiran pendidikan Islam yang diusungnya bercorak kritis-religius.
STUDI TENTANG KONSEP AKAR KARAKTERISTIK PADA GERAKAN SPESIFIK SHALAT Tomi Tristono; Zuhrotul Rumanah
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i2.13083

Abstract

Specific postural gestures at one rak'ah in Muslim prayer (Shalat) include standing, bowing once, and two prostrations. This phenomenon is a full round of movement. This study is aimed to analyze the mathematical concepts, especially based on the root characteristics of a full round (rotation) of one rak'ah of Muslim prayer (Shalat). This study was conducted with a qualitative approach. It was the liberary research. It compared between the specific postural gestures of  Muslim prayer (Shalat) to the round of Thawaf at the Kaaba. This method was used. Then furthermore, the mathematical concepts were analyzed based on their equilibrium points, their characteristic roots, and their orbitals. Muslim prayer (Shalat) is a manifestation of rotation at a single equilibrium point, its characteristic roots are purely imaginary, and it always pass through certain orbitals as long as the parameters do not change. In general, it is said, specific postural gestures at one rak'ah in Muslim prayer (shalat) is the core of the recognition of monotheism to Allah SWT (Al-Ahad) and the faith in Allah SWT as the Unseen (Al-Ghaib).
PEMIKIRAN RADEN AJENG KARTINI TENTANG PENDIDIKAN PEREMPUAN DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM Muthoifin Muthoifin; Mohammad Ali; Nur Wachidah
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v18i1.7690

Abstract

Raden Ajeng Kartini is one of first feminist in Indonesia who is installed as national heroine and her birthday is celebrated by Indonesia nation. The hardest Kartini’s struggle was for education, because she was sure that one of the instruments of respecting woman role in improving civilization. Based on the explanation, this study aim is to (1) describe Raden Ajeng Kartini’s idea of woman education, and (2) analyze the Raden Ajeng Kartini’s idea relevance of woman education for developing Islamic education. This research is library research by using historical and biography approaches by retelling and reexpressing the important history and event in the Kartinis’s life. This research is analyzed by describing the Kartini’s consideration of education which manifested and had the relevance of the theory. Kartini’s idea of education is critics reaction based on every problem which faced by her thought education experiences which were gotten, so that it appears practical concept of woman education. Kartini’s struggle was not just and idea, because Kartini was brave to stride in opening woman school even it had contradiction with culture. The effect on next development, Kartini’s struggle became stimulation in developing education, especially Islamic education which develops very quickly by appearing woman school (Islamic boarding school) and the progress of Islamic ideas by appearing many religious organizations after Kartini’s death.Raden Ajeng Kartini adalah seorang tokoh feminis pertama Indonesia yang dikukuhkan sebagai pahlawan nasional dan hari lahirnya diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia.Kartini seorang pejuang kemerdekaan perempuan.Perjuangan Kartini yang paling keras adalah pendidikan, karena Kartini yakin hanya pendidikan alat satu-satunya untuk mengangkat derajat peremuan dan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya peran perempuan dalam membangun peradaban. Berdasar hal itu, maka penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pemikiran Raden Ajeng Kartini tentang pendidikan perempuan, dan (2) menganalisis relevansi pemikiran pendidikan perempuan Raden Ajeng Kartini bagi pengembangan pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan yang menggunakan pendekatan historis dan biografi dengan menceritakan dan mengungkap kembali sejarah dan peristiwa penting dalam kehidupan Kartini.Penelitian ini menggunakan analisis isi dalam menganalisis data penelitian, yakni mendeskripsikan pemikiran pendidikan Kartini yang termanifestasikan dan memiliki relevansi teori yang jelas. Pemikiran Kartini tentang pendidikan merupakan reaksi kritis atas setiap permasalahan yang dihadapinya berdasar pengalaman-pengalaman edukatif yang diperoleh sehingga melahirkan konsep praktis tentang pendidikan perempuan.Perjuangan Kartini bukan sebatas ide, karena Kartini telah berani melangkah, membuka sekolah perempuan meski bertentangan dengan adat.Akibat pada perkembangan selanjutnya, perjuangan Kartini menjadi stimulan pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan Islam yang mengalami perkembangan sangat cepat dengan tumbuhnya sekolah-sekolah perempuan (pesantren) dan kemajuan pemikiran-pemikiran Islam dengan tumbuhnya berbagai organisasi keagamaan setelah wafatnya Kartini.
REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGI PEMIKIRAN POLITIK ISLAM INDONESIA KONTEMPORER Muhammad Azhar
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 16, No. 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v16i1.1834

Abstract

The thought of Islamic politics which develops in Indonesia recently has various epistemology, either being viewed from the discourse of Islamic politics conveyed by Muslim politicians, or what contained on the basic stipulation/bylaws (AD/ART) of each party. It is a kind of plurality of Islamic political thought which is less influenced by the frame of Islamic political epistemology itself and by Islamic political paradigm which develops in Indonesia that has textual-idealistic, realistic and integral patterns. To further investigate the problem, the focus of this research was how is an ideal reconstruction of the contemporary thought of Indonesian Islamic politics? The results of the research showed that the epistemology frame of Islamic political thought that has classical and mid century pattern should be reconstructed suitable with the context of social life of 21st century, in which the interaction among Muslim community or non Muslim community has been closer each other. Of course, it needs a new theology of Islamic politics which is more tolerant and pluralistic, therefore, issues of contemporary politics related to the concept of hudûd, gender problem, muslim-non muslim positions, concept of dãrulharb, human rights, citizenship, a new relation pattern between Islam and the West, response of political philosophy on postmodernism and other issues can be responded and implemented according to the principle of Islamic politics.