cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 08542880     EISSN : 2541450X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi is a media for Psychology and other related disciplines which focus on the finding of indigenous research in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 589 Documents
PRESTASI REMAJA DI DAERAH ABRASI Andip Kurniawan
Indigenous Vol. 11, No. 2, November 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v11i2.1659

Abstract

Prestasi menjadi hal yang sangat penting bagi remaja dan remaja mulai menyadari bahwa pada saat inilah mereka dituntut untuk menghadapi kehidupan yang sebenarnya. Meskipun tinggal di lingkungan yang kurang mendukung untuk berkembang, remaja yang tinggal di daerah Sayung tentu memiliki harapan untuk dapat menjadi yang terbaik dengan berprestasi karena dengan pengalaman prestasi yang diraih akan menentukan kesuksesan seseorang di masa yang berikutnya. Tujuan yang ingin diungkap dari penelitian ini adalah untuk memahami proses pencapaian prestasi pada remaja dan mendeskripsikan prestasi yang dimiliki remaja yang tinggal di lingkungan abrasi air laut. Informan dalam penelitian ini berjumlah 100 orang yang merupakan remaja awal dengan usia antara 13-15 tahun dan tinggal di lingkungan yang mengalami bencana abrasi di daerah Sayung, kabupaten Demak. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja yang tinggal di daerah lingkungan abrasi memiliki pengalaman berprestasi yang membanggakan. Bentuk-bentuk prestasi yang pernah diraih adalah pengalaman meraih juara saat mengikuti perlombaan, pengalaman berprestasi dalam bidang akademik, dan pengalaman mewakili sekolah atau daerahnya untuk mengikuti lomba. Prestasi yang banyak diraih oleh remaja yang tinggal di daerah Sayung adalah prestasi di bidang non akademik, yaitu lebih pada jenis prestasi yang mengandalkan kekuatan dan keterampilan fisik individu. Prestasi yang diraih remaja tersebut dianggap sebagai sesuatu hal yang membanggakan karena prestasi tersebut diraih dengan usaha dan kerja keras serta didukung oleh keluarga dan orang-orang yang ada di dekatnya. Proses pencapaian prestasi pada remaja dimulai dari diri sendiri dengan adanya minat, rasa percaya diri, dukungan dari orang tua, keluarga, guru, dan sahabat baik dalam hal sarana dan prasarana, serta adanya bimbingan khusus dari guru, dukungan semangat dan do’a.
Social support and self-esteem in people with physical disabilities Lestari, Rini; Fajar, Maharani
Indigenous Vol 5, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v5i2.11408

Abstract

Abstract. Self-esteem is an important individual factor because it determines personality and influences human health. One factor affects self-esteem is social support. The purpose was to examine the relationship between social support and self-esteem, and the contribution of form of social support for self-esteem in people with physical disabilities. The hypothesis was there was a positive relationship between social support and self-esteem in people with physical disabilities. This was a quantitative research that involved social support and self-esteem. The subject  was 103 people with physical or innate disabilities (accidents, illness),  18 -35 years old and participate in social rehabilitation programs. The instruments were social support scale (SDS) and self-esteem scale (SHD). Data analysis technique was regression analysis. The result was social support has  positive relationship with self-esteem in people with physical disabilities. Social support contributed amount 47.4% for self-esteem. Contribution of instrumental support to self esteem was the highest among emotional support, information, and appreciation. The instrumental support was the highest contribution because it was currently more needed by people with physical disabilities who were adults to work and earn a living. People with physical disabilities had medium social support and self-esteem.  Keywords: social support, self-esteem, people with physical disabilities  Abstrak. Harga diri  menjadi faktor individu yang sangat penting karena menentukan kepribadian dan mempengaruhi kesehatan manusia. Tujuan penelitian ini untuk menguji hubungan antara dukungan social dengan harga diri dan kontribusi  bentuk-bentuk dukungan sosial pada penyandang disabilitas fisik. Adapun hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara dukungan sosial dengan harga diri pada penyandang disabilitas fisik. Penelitian ini merupakaan penelitian kuantitatif yang melibatkan variable dukungan social sebagai independen variable dan harga diri sebagai dependen variable. Subjek penelitian ini adalah 103 penyandang disabilitas fisik bawaan atau non bawaan (kecelakaan, penyakit), 18 -35 tahun dan mengikuti program rehabilitasi sosial.  Skala dukungan social (SDS) digunakan untuk mengukur dukungan sosial dan skala harga diri (SHD) untuk mengukur harga diri. Teknik analisis regresi digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan peneliti. Hasil analisis menunjukkan dukungan social memiliki hubungan positif yang sangat signifikan dengan harga diri pada penyandang disabilitas fisik. Dukungan sosial berperan terhadap harga diri dengan memberikan kontribusi sebesar  47.4%. Kontribusi dukungan instrumental terhadap harga diri tertinggi dibandingkan dukungan emosional, informasi dan penghargaan. Dukungan instrumental paling tinggi karena dukungan instrumental saat ini lebih dibutuhkan oleh penyandang disabilitas fisik yang berusia dewasa untuk bekal bekerja dan mencari nafkah. Dukungan social dan harga diri penyandang disabilitas termasuk dalam kategori sedang. Kata kunci     : dukungan social, harga diri, penyandang disabilitas fisik 
KESEHATAN KERJA: PERSPEKTIF BUDAYA ORGANISASI Muhammad Amir
Indigenous Vol. 4, No. 2, November 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.4774

Abstract

Peran Dukungan Sosial dan Kecerdasan Emosi Terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Remaja Awal Putri, Dhian Riskiana
Indigenous Vol 1, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.1770

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi, dukungan sosial, dan kesejahteraan subjektif pada remaja awal. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kota S, berusia 12-15 tahun. Alat ukur menggunakan tiga skala: skala kesejahteraan subjektif, skala kecerdasan emosi, dan skala dukungan sosial. Uji hipotesis menggunakan analisis regresi berganda dengan variabel moderator yang disebut juga sebagai Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan nilai R2 pada model regresi ke-3 lebih tinggi, sebesar 0,667 dengan memasukkan interaksi variabel kecerdasan emosi dan variabel dukungan sosial (sebagai variabel moderator), sehingga terbukti variabel dukungan sosial tepat sebagai variabel moderator, mampu meningkatkan hubungan antara variabel kecerdasan emosi dengan variabel kesejahteraan subjektif.Kata Kunci: dukungan sosial, kecerdasan emosi, kesejahteraan subjektif
Strategi Pengajaran Interaksi Sosial pada Anak Autis Siwi, Aisti Rahayu Kharisma; Anganti, Nisa Rachmah Nur
Indigenous Vol 2, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i2.5703

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk memahami strategi orang tua dalam mengajarkan interaksi sosial pada anak penyandang autis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan malakukan studi kasus pada 5 orang informan yaitu 2 orang tua dari anak autis, serta salah satu terapis dari anak autis yang berada di Pusat Layanan Autis, Sragen. Berdasarkan hasil penelitian, analisis, serta pembahasan terdapat beberapa strategi orang tua dalam mengajarkan interaksi sosial yaitu menirukan apa yang diucapkan oleh informan, menempelkan tulisan di atas meja belajar, mengajak anak untuk bermain di luar rumah, mengenalkan anak kepada teman orang tua jika bertamu di rumah, mencoba untuk menitipkan anak pada neneknya jika informan ke luar rumah, menirukan apa yang dia lihat misalnya membuang sampah di tempatnya, mengajak anak untuk bermain di halaman rumah, mengajak jalan-jalan anaknya di alam bebas misalnya di sawah ataupun di kebun, tanya jawab antara informan dengan anak, melatih untuk tetap fokus pada apa yang diperintahkan oleh informan, mengulang-ulang apa yang diajarkan oleh informan, serta melatih disiplin dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Strategi tersebut dilakukan supaya anak mau berinteraksi dengan orang lain.Kata Kunci: autis, interaksi sosial, strategi pendampingan orang tua
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DAN SIKAP SADAR GENDER DENGAN KEPUTUSAN KARIR PADA REMAJA AKHIR PEREMPUAN Woro Ayu Priyanggaeni; Juliani Prasetyaningrum; Siti Nurina Hakim
Indigenous Vol. 6, No. 1, Mei 2002
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4622

Abstract

Membangun kesepakatan orang tua dan guru tentang cara pendisiplinan siswa di sekolah Kusumawardani, Nuralita; Fitriani, Afia; Andayani, Tri Rejeki
Indigenous Vol 5, No 1 (2020): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v5i1.7862

Abstract

Pendisiplinan siswa di sekolah dilakukan agar siswa disiplin. Beberapa cara yang dilakukan guru untuk mendisiplinkan siswanya terkadang menimbulkan konflik dengan orang tua, yang salah satunya disebabkan karena tidak adanya kesepakatan yang jelas antara orang tua dan guru mengenai cara pendisiplinan siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk membangun kesepakatan antara orang tua dan guru tentang cara pendisiplinan siswa di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenografi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terbuka dan Focus Group Discussion (FGD). Subjek dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data menurut Cresswel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal-hal terkait pendisiplinan yang belum disepakati antara orang tua dan guru meliputi perilaku-perilaku indisipliner siswa di sekolah dan cara pendisiplinannya serta proses untuk membangun kesepakatan tentang cara pendisiplinan siswa. Kesepakatan orang tua dan guru dibangun melalui tiga tahapan negosiasi yang dipengaruhi oleh efek kekuasaan guru, kesalahpahaman, dan sikap permisif orang tua.Katakunci:cara pendisiplinan; membangun kesepakatan; orang tua dan guru
PERAN ORANGTUA DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS AGAMA (RELIGIOUS IDENTITY FORMATION) REMAJA Hepi Wahyuningsih
Indigenous Vol.11, No.1, Mei 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v11i1.1626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran orangtua dalam pembentukan identitas agama remaja. Penelitian dilakukan dengan mewawancarai 10 subyek yang terbagi dalam 2 kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 5 orang subyek yang memiliki identitas foreclosure dan kelompok kedua terdiri dari 5 orang subyek yang memiliki identitas achievement. Berdasarkan hasil analisis data pada kelompok subyek dengan identitas agama foreclosure, ditemukan bahwa kedua orangtua dari masing-masing subjek berusaha menerapkan ajaran agama secara total dan berusaha melaksanakan ibadah baik yang wajib maupun sunah. Kondisi keberagamaan kedua orangtua kemudian menyebabkan kedua orangtua berusaha menanamkan nilai-nilai agama pada anak (subyek). Pada kelompok dengan status identitas agama achievement memiliki kedua orangtua yang salah satu dari kedua orangtuanya yaitu ayah tidak/ kurang melaksanakan ajaran. Berkaitan dengan cara orangtua dalam menanamkan nilai agama pada anak (remaja), ditemukan bahwa orangtua pada subyek kelompok foreclosure menggunakan cara yang lebih beragam dibanding orangtua pada subyek kelompok achievement. Cara-cara yang digunakan orang tua pada kelompok foreclosure adalah pengajaran langsung, penerapan aturan, pemberian nasihat, pemberian hadiah ketika anak melaksanakan aturan atau perintah orangtua, pemberian hukuman, pemberian contoh, pemberian peringatan, diskusi, ajakan melaksanakan ibadah, dan menyediakan guru mengaji. Sedangkan cara yang digunakan orangtua pada kelompok achievement adalah mengajarkan hal– hal pokok dalam agama atau terkait peribadatan, memberikan contoh, memberikan peringatan, menyuruh anak melakukan ibadah, dan menyediakan guru agama.
Think globally, act locally’ remaja anggota place-based education kopi kids Adilla, Syifa; Dalimunthe, Karolina Lamtiur; Ninin, Retno Hanggarani; Rachman, Noer Fauzi
Indigenous Vol 5, No 1 (2020): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v5i1.10369

Abstract

Abstrak. ‘Think globally, act locally,’ merupakan istilah yang kerap digunakan dalam isu pelestarian alam, dimana isu tersebut telah menjadi isu global dan pemberdayaan serta keterlibatan komunitas lokal dapat menjadi solusi dalam isu tersebut. Sunda Hejo merupakan salah satu organisasi di Garut yang bergerak dalam pelestarian alam dan pemberdayaan petani di sekitar perhutanan sosial. Sunda Hejo menyelenggarakan kegiatan Kopi Kids dalam rangka regenerasi individu yang dapat ikut bergerak dalam isu-isu komunitas lokal tersebut. Kopi Kids merupakan placed-based education dengan model pendidikan non-formal yang membuat Kopi Kids unik dan inklusif, serta berpotensi dalam menyelesaikan isu yang sedang dihadapi komunitas lokal. Kegiatan Kopi Kids menekankan pada kemampuan global serta pengetahuan lokal sehingga peserta Kopi Kids dapat bersaing di dunia luar tanpa melupakan identitas lokal mereka. Penelitian etnografis ini berfokus pada remaja di Kopi Kids, dimana pada usia tersebut remaja sedang mengeksplorasi dan mengembangkan identitasnya, serta ingin mengetahui bagaimana Kopi Kids sebagai placed-based education yang menyasar isu global pada komunitas lokal dan penguatan identitas lokal tersebut terjadi pada remaja saat para remaja terpapar dengan tren global. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saat ini Kopi Kids cenderung berada pada spektrum ‘act globally, think locally,’ dimana perilaku mereka lebih condong pada tren global tetapi cara berpikirmereka sangat kuat dengan nilai-nilai lokal, walau terdapat konotasi negatif di dalamnya. Jika kegiatan Kopi Kids sudah efektif dalam pencapaian tujuan kegiatannya, kemampuan global dan lokal akan mendukung satu sama lain sehingga dapat terwujud harapan Sunda Hejo untuk menghasilkangenerasi yang berpihak pada komunitas dan isu lingkungan di sekitar. Katakunci: etnografi; isu sustainability; placed-based education; remaja
FENOMENA ANAK KEMBAR: TELAAH SIBLING RIVALRY Yoga Waluyo; eny purwandari
Indigenous Vol. 12, No. 2, Nopember 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4754

Abstract


Filter by Year

1995 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2023): July Vol 8, No 1 (2023): March Vol 7, No 3 (2022): November Vol 7, No 2 (2022): July Vol 7, No 1 (2022): March Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6 No. 1, 2021 Vol 6, No 3 (2021): November Vol 6, No 2 (2021): July Vol 6, No 1 (2021): March Vol. 5 No. 2, 2020 Vol 5, No 2 (2020): November Vol. 5 No. 1, 2020 Vol 5, No 1 (2020): May Vol 4, No 2 (2019): November Vol. 4 No. 2, 2019 Vol. 4 No. 1, 2019 Vol 4, No 1 (2019): May Vol. 3 No. 2, 2018 Vol 3, No 2 (2018): November Vol 3, No 1 (2018): May Vol. 3 No. 1, Mei 2018 Vol 2, No 2 (2017): November Vol. 2 No. 2, November 2017 Vol. 2 No. 1, Mei 2017 Vol 2, No 1 (2017): May Vol 1, No 2 (2016): November Vol. 1 No. 2, November 2016 Vol 1, No 1 (2016): May Vol. 1 No. 1, Mei 2016 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No. 2, November 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 13, No.1, Mei 2015 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No. 2, Nopember 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 12, No.1, Mei 2010 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol. 11, No. 2, November 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol.11, No.1, Mei 2009 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No. 2, Nopember 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 9, No.1, Mei 2007 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 2, November 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 8, No. 1, Mei 2006 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 2, November 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 7, No. 1, Mei 2005 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 2, November 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 6, No. 1, Mei 2002 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 2, November 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 4, No. 1, Mei 2000 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 2, November 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 3, No. 1, Mei 1999 Vol. 2, No. 2, November 1995 Vol. 2, No. 2, November 1995 More Issue