cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
COPING (Community of Publishing in Nursing)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031298     EISSN : 27151980     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
COPING (Community of Publishing in Nursing) adalah E-Jurnal Keperawatan yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. E-Jurnal keperawatan ini akan menjadi salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan dan meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Jurnal ini terbit tiga kali setahun dan menerima artikel atau publikasi penelitian-penelitian di bidang keperawatan dari berbagai kalangan yang belum pernah diterbitkan. Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar atau Bahasa Inggris. Tim Redaksi akan melakukan analisis dan memilih naskah publikasi atau artikel yang akan diterbitkan setelah mendapat hasil evaluasi dari Tim Penyunting. Tim Redaksi berhak menolak, menerima atau meminta penulis melakukan revisi pada naskah yang dikirim
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2018): April 2018" : 8 Documents clear
Pengaruh terapi bercerita terhadap perkembangan bahasa anak usia prasekolah Komang Tatis Yunny Wulandari; Ni Made Aries Minarti; Ni Luh Ari S Kumarawati
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.824 KB)

Abstract

Anak-anak usia prasekolah memiliki banyak masalah dengan perkembangan mereka, salah satu keterlambatan perkembangan adalah pengembangan bahasa. Keterlambatan pengembangan bahasa dapat menyebabkan kesulitan belajar dan prestasi akademik yang rendah. Penyebab keterlambatan perkembangan bahasa adalah kurangnya rangsangan. Stimulus yang dapat diberikan oleh orang tua untuk meningkatkan perkembangan bahasa adalah terapi bercerita. Bercerita dapat meningkatkan perkembangan bahasa anak-anak agar dapat berkomunikasi secara aktif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi mendongeng terhadap perkembangan bahasa anak-anak prasekolah di TK Widya Sari Kumara Denpasar. Penelitian ini adalah desain pra-eksperimental (one group pretest-posttest design). Sampel terdiri dari 42 anak yang dipilih dengan teknik non-probability sampling dengan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan lembar observasi DDST II untuk mengamati perkembangan bahasa anak usia prasekolah. Dari hasil pretest menunjukkan bahwa 25 anak memiliki perkembangan bahasa normal dan 17 anak memiliki perkembangan bahasa yang dicurigai. Dari pengamatan posttest menunjukkan bahwa 32 anak memiliki perkembangan bahasa normal dan 10 anak memiliki perkembangan bahasa yang dicurigai. Data dikumpulkan dengan mengamati perkembangan bahasa anak-anak prasekolah menggunakan lembar observasi DDST II. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dengan tingkat signifikansi p = 0,008 (p?0,05). Ini berarti bahwa ada efek yang signifikan dari terapi mendongeng pada perkembangan bahasa anak-anak prasekolah. Berdasarkan hasil, disarankan kepada perawat untuk menggunakan mendongeng sebagai terapi alternatif dalam merangsang perkembangan bahasa anak-anak prasekolah. Kata kunci: anak prasekolah, terapi mendongeng, pengembangan bahasa ABSTRACT The preschool age children had a lot of problems with their development, one of the developmental delays is language development. Delays in language development can cause learning difficulties and a low academic achievement. The cause of the delay in language development is the lack of stimulation. Stimulus that can be provided by parents to improve language development is storytelling therapy. Storytelling can improve children’s language development in order to be able to communicate actively and efficiently. This study aims to investigate the effect of storytelling therapy on the preschoolers’ language development in TK Widya Sari Kumara Denpasar. This research was a pre-experimental design (one group pretest-posttest design). The sample consists of 42 children who were selected by non-probability sampling technique with purposive sampling. The data was collected with observation sheet DDST II for observe the language development of preschool age children. From the result pretest showed that 25 children had normal language development and 17 children had suspect language development. From the observation posttest showed that 32 children had normal language development and 10 children had suspect language development. The data was collected by observing preschoolers’ language development using observation sheet DDST II. The results of the Wilcoxon test showed there was significant difference with a significance level p = 0.008 (p?0,05). It means that there was a significant effect of storytelling therapy on preschoolers’ language development. Based on the results, it is suggested to the nurse to use storytelling as an alternative therapy in stimulating language development of preschoolers. Keyword : preschoolers, storytelling therapy, language development
Hubungan tingkat kecerdasan emosi dan kecenderungan perilaku bullying pada siswa kelas v sekolah dasar negeri Luh Amanda Titi Suryani; Ni Luh Kompyang Sulisnadewi; Luh Putu Ninik Astriani
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.195 KB)

Abstract

Perilaku bullying adalah tindakan negatif yang dilakukan oleh satu atau lebih siswa berulang kali karena ketidakseimbangan kekuatan atau kekuatan. Salah satu faktor internal dari perilaku intimidasi adalah rendahnya tingkat kecerdasan emosional telah mengakibatkan kontrol diri yang rendah menyebabkan keinginan untuk mendominasi yang lemah dan mereka yang menjadi korban memiliki keinginan untuk membalas perilaku intimidasi yang pernah diterima sehingga orang lain yang lebih lemah dapat merasakan apa yang mereka rasakan. Penelitian ini menganalisis hubungan antara tingkat kecerdasan emosional dengan kecenderungan perilaku bullying pada siswa kelas V sekolah dasar di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. 185 siswa kelas lima sebagai sampel dipilih menggunakan teknik cluster random sampling sederhana. Pengumpulan data menggunakan formulir kuesioner skala likert. Berdasarkan analisis data yang diolah menggunakan uji Spearman Rank Correlation menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat kecerdasan emosional dan kecenderungan perilaku intimidasi (p = 0,000) dan terdapat korelasi negatif yang kuat antar variabel (r = -0,695). Kata kunci: perilaku bullying, sekolah dasar, kecerdasan emosional ABSTRACT Bullying behavior is a negative act committed by one or more students repeatedly because the imbalance strength or power. One of the internal factors of bullying behavior is the low level of emotional intelligence has resulted in low self-control causing desire to dominate the weak and those who are victims have the urge to avenge the bullying behavior has ever received so that others who are weaker can feel what they feels. This study analyze the relationship between the level of emotional intelligence with a tendency to bullying behavior in grade V elementary schools student at Denpasar city. This research using correlational description method with cross-sectional approach. 185 fifth grade students as samples were selected using simple random cluster sampling technique. Data collection using a likert scale questionnaire form. Based on the analysis of the data processed using the Spearman Rank Correlation test showed a significant relationship between the level of emotional intelligence and bullying behavior tendency (p=0.000) and there is a strong negative correlation between variables (r=-0.695). Keywords: bullying behavior, elementary schools, emotional intelligence
Hubungan kecemasan dan depresi pada pekerja anak Farial Nurhayati; Tantri Widyarti Utami
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.744 KB)

Abstract

Pekerja anak adalah anak yang yang terlibat pada pekerjaan ringan maupun pekerjaan yang membahayakan secara mental, fisik, sosial dan moral serta dapat menyakiti mereka. Penelitian bertujuan untuk diketahuinya hubungan kecemasan dan depresi pada pekerja anak. Desain penelitian adalah deskriptif korelasi. Cara pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel 67 pekerja anak di Bogor. Kuesioner menggunakan kuesioner Taylors Manifest Anxiety Scale (TMAS), dan Children Depression Inventory (CDI). Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan pekerja anak yang mengalami kecemasan sebanyak 72% dan depresi sebanyak 50,7 %. Terdapat hubungan signifikan antara kecemasan dengan depresi pada pekerja anak (p value = 0.008). Data ini menunjukkan bahwa tingginya angka kecemasan dan depresi pada pekerja anak. Dari hasil penelitian ini diharapkan pelayanan kesehatan dapat berperan aktif dalam mengatasi kecemasan dan depresi pada pekerja anak. Kata Kunci : pekerja anak, kecemasan, depresi ABSTRACT The relationship between anxiety and depression in child labor. Child labor is a child who is involved in light work or work that is mentally, physically, socially and morally dangerous and can hurt them. The study aimed to find out the relationship between anxiety and depression in child labor in the City of Bogor. The research design is descriptive correlation. How to take samples with purposive sampling technique. The number of samples is 67 respondents are child labours in Bogor. The questionnaire used the Taylors Manifest Anxiety Scale (TMAS) questionnaire, and the Children Depression Inventory (CDI). Data analysis used is univariate and bivariate analysis with chi square. The results of this study shown that child laborers who experienced anxiety 72%, and depressed 50.7%. There is a significant relationship between anxiety and depression in child labor (p value = 0.008). These data indicate that high rates of anxiety and depression in child labor. From the results of this study it is expected that health services can play an active role in overcoming anxiety and depression in child labor. Keywords: child labor, anxiety, depression
Hubungan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan perilaku pemenuhan kebutuhan zat besi pada ibu hamil Putu Krisna Siantarini; Suratiah S; Indah Mei Rahajeng
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.503 KB)

Abstract

Anemia defisiensi besi adalah jenis anemia yang paling umum terjadi selama kehamilan. Anemia pada kehamilan dapat memengaruhi perkembangan janin dan kesehatan ibu. Pencegahan anemia sangat penting untuk diketahui oleh wanita hamil dalam hal pengetahuan tentang anemia dan perilaku kepatuhan zat besi selama kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang anemia dengan perilaku pemenuhan zat besi ibu hamil di Puskesmas IV Denpasar Selatan. Korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang digunakan dalam penelitian ini. Sampel dalam penelitian ini adalah 64 ibu hamil yang melakukan perawatan antenatal di Klinik Rawat Jalan Ibu dan Anak di Puskesmas IV Denpasar Selatan. Uji statistik menggunakan Rank Spearman yang hasil penelitian ini adalah bahwa nilai p = 0,000 (p <0,05) dan nilai r = 0,793. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan dan arah yang kuat antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan perilaku pemenuhan zat besi ibu hamil di Puskesmas IV Denpasar Selatan. Kata kunci: pengetahuan, anemia, perilaku pemenuhan zat besi ABSTRACT Iron deficiency anemia is the most common type of anemia that occurs during pregnancy. Anemia in pregnancy could affect fetal development and maternal health. Prevention of anemia is very important to be known by pregnant women in terms of knowledge about anemia and iron compliance behavior during pregnancy. The purpose of this study was to determine the level of knowledge about anemia with the iron fulfillment behavior of pregnant women in Community Health Centre IV of South Denpasar. Descriptive correlation with cross sectional approach used in this research. The samples in this study were 64 pregnant women who did antenatal care at Maternal And Child Outpatient Clinic in Community Health Center IV Of South Denpasar. The statistic test used the Spearman Rank which the result of this study was that the p value = 0,000 (p<0,05) and the r value = 0,793. It could be concluded that there was a significant relationship and a strong direction between the level of knowledge about the anemia with the iron fulfillment behaviour of pregnant women in Community Health Centre IV of South Denpasar. Keywords: knowledge, anemia, iron fulfillment behaviour
Gambaran pola asuh orangtua pada anak usia sekolah dengan obesitas Livana PH; Yulia Susanti; Irma Septianti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.602 KB)

Abstract

Obesitas merupakan ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk dengan yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai fungsi biologis seperti pertumbuhan fisik, perkembangan, pola makan, aktivitas, pemeliharaan kesehatan. Pola asuh keluarga dapat mempengaruhi keadaan gizi anak, volume makan dan usaha atau motivasi anak makan dipengaruhi juga oleh pola asuh keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui Gambaran Pola Asuh Anak Usia Sekolah dengan Obesitas. Metode penelitian ini menggunakan survey deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tentang pola asuh dengan 21 pertanyaan. Sampel penelitian orangtua yang mempunyai anak obesitas berjumlah 57 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola asuh orang tua yang dilakukan pada anak yaitu demokratis. Kata kunci: pola asuh orangtua, anak usia sekolah, obesitas ABSTRACT Obesity is an imbalance between the amount of energy that enters what is needed by the body for various biological functions such as physical growth, development, diet, activity, health maintenance. Family parenting can affect the nutritional status of children, the volume of food and business or the motivation of children to eat is also influenced by family parenting. The purpose of this study was to determine the description of upbringing of school age children with obesity. This research method uses a quantitative descriptive survey. The instrument used was a questionnaire about parenting with 21 questions. The sample of parents who have obese children is 57 respondents. The results showed that parenting patterns performed on children are democratic. Keywords: parenting style, school age children, obesity
Pengaruh senam kaki diabetes terhadap neuropati perifer sensori pada pasien diabetes mellitus tipe 2 Kadek Sri Rosiani; Desak Made Widyanthari; I Wayan Surasta
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.601 KB)

Abstract

Sensory peripheral neuropathy (NPS) adalah komplikasi mikrovaskular jangka panjang dari diabetes mellitus tipe 2 (DM) yang sebagian besar menyebabkan amputasi. Pencegahan yang bisa digunakan adalah latihan kaki diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan kaki diabetik terhadap NPS pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas III Denpasar Utara. Penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest. Sampel adalah 20 responden yang dipilih dengan teknik sampling jenuh dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Data dikumpulkan dengan pemeriksaan NPS dengan Semmes Weinstein Monofilament 10g di delapan lokasi uji di kedua kaki. Studi ini menemukan ada perubahan level NPS yang 70% NPS moderat menjadi 70% NPS ringan pada kelompok intervensi, sedangkan perubahan levelnya adalah 20% menjadi 40% NPS parah dalam kontrol. Hasil uji Mann-Whitney menemukan bahwa p <? (p = 0,000; ? = 0,05), dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari latihan kaki diabetik terhadap NPS pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas III Denpasar Utara. Berdasarkan penelitian ini, direkomendasikan kepada praktisi perawatan kesehatan untuk mempromosikan latihan kaki diabetik sebagai terapi tambahan sebagai pencegahan primer dan sekunder dari NPS. Kata kunci: latihan diabetes, diabetes melitus, neuropati ABSTRACT Sensory peripheral neuropathy (NPS) is long term microvascular complication of type 2 diabetes mellitus (DM) that mostly lead to amputation. A prevention that can be used is diabetic foot exercise. This study aims to determine the effect of diabetic foot exercise to NPS in type 2 DM patient in Puskesmas III Denpasar Utara. This study was quasy experimental with pretest-posttest control group design. Sample was 20 respondents which chosen by saturated sampling technique and divided into intervention and control group. Data collected by NPS examination with Semmes Weinstein Monofilament 10g in eight test sites in both feet. This study found there were change level of NPS which 70% moderate NPS to 70% mild NPS in intervention group, while the level change was 20% to 40% severe NPS in control. The result of Mann-Whitney test found that p<? (p=0,000; ?=0,05), it could be concluded that there was significant effect of diabetic foot exercise to NPS in type 2 DM patient in Puskesmas III Denpasar Utara. Based on this study, it is recommended to health care practitioner to promote diabetic foot exercise as adjuvant therapy as primary and secondary prevention of NPS. Keyword: Diabetic Exercise, Diabetes Mellitus, Neuropathy
Efektivitas metode peer education dan metode ceramah terhadap tingkat pengetahuan siswa tentang kehamilan remaja Ni Luh Anik Utami; Nengah Runiari; Indah Mei Rahajeng
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.806 KB)

Abstract

Masa remaja adalah transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa, sehingga selama periode ini bisa berisiko mengalami berbagai masalah yang berkaitan dengan sistem reproduksi. Salah satu masalahnya adalah kehamilan remaja. Setiap tahun insidennya meningkat. Karena itu, pemerintah telah berupaya berbagai tindakan pencegahan seperti pendidikan kesehatan. Ada berbagai metode, yaitu, kuliah dan pendidikan sebaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas metode pendidikan sebaya dan metode ceramah pada tingkat pengetahuan siswa tentang kehamilan remaja. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu. Sampel terdiri dari 30 siswa sebagai kelompok kontrol dan 30 siswa lainnya sebagai kelompok perlakuan dengan metode nonprobability sampling, yaitu total sampling. Kelompok kontrol diberi kuliah sedangkan kelompok perlakuan diberi pendidikan sebaya. Hasilnya, diperoleh melalui tes Wilcoxon membandingkan hasil pra dan pasca tes antara kelompok pendidikan sebaya dan kuliah adalah sig. (2-tailed) 0,000 dimana nilai p <0. 005. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan sebaya dan kuliah memiliki manfaat positif dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Perbandingan efektivitas pendidikan sebaya dan kuliah melalui tes Mann Whitney menghasilkan sig. (2-tailed) 0. 026 dimana nilai p <0. 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa metho peer education lebih efektif daripada ceramah dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang kehamilan remaja di SMAN 5 Denpasar. Berdasarkan hasil penelitian, kepala sekolah dianjurkan untuk menerapkan pendidikan sebaya secara berkelanjutan. Kata kunci: pendidikan kesehatan, kuliah, pendidikan sebaya, kehamilan remaja ABSTRACT Adolescence is a transition from childhood to adulthood, so during this period could risk of experiencing a variety of problems related to reproductive system. One of the problems is teenage pregnancy. Each year it’s incidence has increased. Therefore, the government has sought various precautions such as health education. There are various methods, namely, lecture and peer education. The purpose of this study was to compare the effectiveness of peer education method and lecture method on the level of students' knowledge of teen pregnancy. This study used a quasi experimental design. The sample consisted of 30 students as the control group and 30 other students as treatment group with nonprobability sampling method, which was total sampling. The control group was given a lecture while the treatment group was given peer education. The result, obtained through the Wilcoxon test comparing pre and post test results between groups of peer education and lectures are sig. (2-tailed) 0. 000 wherein the value of p <0. 005. Thus, it can be concluded that peer education and lectures have positive benefits in improving students' knowledge. Comparison of the effectiveness of peer education and lectures through the Mann Whitney test resulted that was sig. (2-tailed) 0. 026 wherein the value of p <0. 05, so it can be concluded that peer education metho is more effective than lecture in enhancing students' knowledge of teen pregnancy in SMAN 5 Denpasar. Based on the research result, it is encouraged for school principals to implement the peer education on an ongoing basis. Keywords: Health Education, Lecture, Peer Education, Teenage Pregnancy
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Nutrisi Saat Menyusui Dengan Status Gizi Bayi Umur 1-6 Bulan Luh Gede Intan Kencana Putri; Ika Widi Astuti; I Gusti Ngurah Putu
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 6 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.517 KB)

Abstract

Bayi di bawah usia 6 bulan sangat membutuhkan ASI sebagai sumber nutrisi untuk pertumbuhan optimalnya. Banyak ibu di Indonesia yang tidak mengetahui tentang program pemberian ASI eksklusif karena kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi yang baik selama menyusui yang memiliki gizi baik dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberian ASI dengan hasil bahwa gizi bayi juga menjadi baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi ASI dengan status gizi bayi usia 1-6 bulan. Ini adalah penelitian non-eksperimental dengan penelitian cross-sectional yang terdiri dari 50 sampel ibu dan bayi yang dipilih secara teknis dengan consecutive sampling. Sampel ibu akan diberikan kuesioner untuk menilai pengetahuan tentang nutrisi menyusui dan sampel bayi untuk menilai status gizi bayi dengan indeks antropometri dari berat badan untuk usia. Rank Spearman Correlation digunakan untuk menguji korelasi antara variabel dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini adalah nilai p = 0,000 (p <0,05) dan r = 0,755 positif bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi ASI dengan status gizi bayi usia 1-6 bulan di Puskesmas I Denpasar Barat. Jika pengetahuan ibu lebih baik, maka akan baik juga pengetahuan tentang status gizi bayi. Kata kunci: nutrisi menyusui, status gizi bayi, pengetahuan ABSTRACT Infant under 6 months-aged really need breastfeeding as source of nutritions for their optimal growth. A lot of mothers in Indonesia does not aware about exclusive breastfeeding programm because the less knowledge experienced by mothers about good nutritions during breast-feeding who has good nutrition can improve the quality and quantity of breastfeeding with the result that infant’s nutrition become good too. This research purposes to find the correlation between mother’s knowledge about breast-feed nutrition with 1-6 months-aged infant nutrition status. This is a non-experimental research with a cross-sectional research to go that consists of 50 mothers and infants sample chosen technically by consecutive sampling. Mother’s sample will be given questioner to value knowledge about breast-feeding nutrition and infant’s sample to be considered to value infant nutrition status with anthropometry index of weight-for-age. Rank Spearman Correlation used to examine correlation between variables with 95% rate of trustwothiness. The result of this research is the value of p = 0.000 (p<0.05) and r = 0.755 positive that there are correlation between mother’s knowledge about breast-feed nutrition with 1-6 months-aged infant nutrition status in Puskesmas I Denpasar Barat. If it’s better for mother’s knowledge, better it does for infant nutrition status. Keywords : breast-feeding nutrition, infant nutrition status, knowledge

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2024): April 2024 Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11 No 6 (2023): Desember 2023 Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023 Vol 11 No 4 (2023): Agustus 2023 Vol 11 No 3 (2023): Juni 2023 Vol 11 No 2 (2023): April 2023 Vol 11 No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022 Vol 10 No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 10 No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 10 No 3 (2022): Juni 2022 Vol 10 No 2 (2022): April 2022 Vol 10 No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9 No 6 (2021): Desember 2021 Vol 9 No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 9 No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 9 No 3 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2021): April 2021 Vol 9 No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8 No 4 (2020): Desember 2020 Vol 8 No 3 (2020): Oktober 2020 Vol 8 No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 8 No 1 (2020): April 2020 Vol 7 No 3 (2019): Desember 2019 Vol 7 No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7 No 1 (2019): April 2019 Vol 6 No 3 (2018): Desember 2018 Vol 6 No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 6 No 1 (2018): April 2018 Vol 5 No 3 (2017): Desember 2017 Vol 5 No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 5 No 1 (2017): April 2017 Vol 4 No 3 (2016): Desember 2016 Vol 4 No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 4 No 1 (2016): APRIL 2016 Vol 3 No 3 (2015): JURNAL EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2015 Vol 3 No 2 (2015): JURNAL EDISI MEI-AGUSTUS 2015 Vol 3 No 1 (2015): JURNAL EDISI JANUARI-APRIL 2015 Vol 2 No 3 (2014): JURNAL EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2014 Vol 2 No 2 (2014): JURNAL EDISI MEI-AGUSTUS 2014 Vol 2 No 1 (2014): JURNAL EDISI JANUARI-APRIL 2014 Vol 1 No 2 (2013): JURNAL EDISI JULI-DESEMBER 2013 Vol 1 No 1 (2013): JURNAL EDISI JANUARI-JUNI 2013 More Issue